Anda di halaman 1dari 5

BAHAN AJAR

Mata Pelajaran
Kelas / Semester

: Kimia
:X/2

Kompetensi Inti
KI 1

: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

KI 2

: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong


royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI 3

: Memahami ,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural


berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah.

KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
Kompetensi Dasar
3.1. Mengidentifikasi sifat larutan elektrolit dan non-elektrolit berdasarkan daya hantar
listriknya
Indikator
3.1.1 Mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit dan non elektrolit.
3.1.2 Mengelompokkan larutan kedalam larutan elektrolit dan non-elektrolit berdasarkan sifat
hantaran listriknya.

3.1.3 Mendeskripsikan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen
polar.
Tujuan Pembelajaran
1.

Siswa dapat mengidentifikasi larutan elektrolit dan non-elektrolit

2.

Siswa dapat mengelompokkan larutan kedalam larutan elektrolit dan non-elektrolit


berdasarkan sifat hantaran listriknya.

3.

Siswa dapat menjelaskan mengapa larutan elektrolit bisa menghantarkan arus listrik

4.

Siswa dapat mendeskripsikan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan
senyawa kovalen.

Materi Pokok
Larutan Elektrolit dan Larutan Non-Elektrolit
Materi Ajar
1.

Pengertian larutan elektrolit dan non elektrolit

2.

Contoh larutan elektrolit dan non elektrolit

3.

Senyawa Ion dan senyawa kovalen Polar

LARUTAN NON-ELEKTROLIT DAN LARUTAN ELEKTROLIT


Pengertian Larutan Elektrolit dan Non-Elektrolit

A.

Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan larutan Non
Elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Hantaran listrik dapat
ditunjukkan oleh alat uji elektrolit.
Perbedaan larutan Elektrolit kuat, elektrolit lemah dan non-elektrolit dengan menggunakan alat
uji elektrolit.

Elektrolit kuat

: lampu akan menyala terang, disekitar elektrode terdapat

gelembung gas yang banyak.

Elektrolit lemah

gelembung-gelembung gas disekitar elektrode.


Non-elektrolit
: lampu tidak menyala dan tidak terdapat gelembung gas disekitar

: lampu menyala redup/tidak menyala sama sekali teapi ada

elektrode
Mengapa larutan elektrolit dapat mengahantarkan listrik?
Pada tahun 1884, svante Arrhenius mengajukan teorinya, bahwa dalam larutan elektrolit yang
berperan menghantarkan arus listrik adalah partikel-partikel bermuatan (ion) yang bergerak
bebas didalam larutan. Bila kristal NaCl dilarutkan dalam air,maka oleh pengaruh air NaCl
terdisosiasi(terion) menjadi ion positif Na +(kation) dan ion negatif Cl- (anion) yang bergerak
bebas. Ion-ion inilah yang bergerak sambil membawa muatan listrik ke dua ujung kawat (kutup
elektrode) alat uji elektrolit. Dimana ion-ion positif bergerak menuju kekutup negatif dan ionion negatif akan akan bergerak kekutup positif.
Jadi, suatu zat dapat terurai menjadi elektrolit bila didalam larutannya zat tersebut terurai
menjadi ion-ion yang bebas bergerak.
B.

Senyawa Ion dan Senyawa Kovalen Polar

Zat elektrolit dapat berasal dari senyawa ion atau beberapa senyawa kovalen yang didalam
larutan dapat terurai menjadi ion-ion.
1. Senyawa Ion
Senyawa ion sendiri dalam keadaan kristal sudah sebagai ion-ion, tetapi ion-ion itu
terikat satu sama lain dengan kuat dan rapat, sehingga tidak dapat menghantar listrik.
Sebaliknya, bila senyawa ion tersebut dalam bentuk leburan atau larutan, maka ion-ion
nya akan bebas bergerak, sehingga dapat menghantarkan listrik. Pada proses pelarutan, ion-ion
yang terikat dan tersusun rapat tersebut akan tertarik oleh molekul-molekul air, dan akan
menyusup disela-sela butir-butir ion tersebut (proses hidrasi) yang akhirnya akan terlepas satu
sama lain dan menyebar diantara molekul-molekul air. Peristiwa peruraian tersebut dapat
dituliskan dengan persamaan reaksi:
NaCl (aq)

Na+ (aq)

+ Cl- (aq)

2. Senyawa Kovalen
Senyawa kovalen terbagi menjadi senyawa kovalen non polar misalnya : F2, Cl2, Br2, I2,
CH4 dan kovalen polar misalnya : HCl, HBr, HI, NH3.
Hanya senyawa yang berikatan kovalen polarlah yang dapat menghantarkan arus listrik.
Walaupun molekul HCl bukan senyawa ion, jika dilarutkan ke dalam air maka larutannya dapat
menghantarkan arus listrik karena menghasilkan ion-ion yang bergerak bebas.
HCl (aq) H+ (aq)

+ Cl- (aq)

Elektrolit dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:


1. Elektrolit kuat
Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai daya hantar arus listrik, karena zat
terlarut yang berada didalam pelarut (biasanya air), seluruhnya dapat berubah menjadi ionion dengan harga derajat ionisasi adalah satu ( = 1).
Daya hantar listrik pada elektrolit kuat sangat tinggi, sehingga nyala lampu akan terang
bila arus listrik yang dihubungkan kelampu dilewati elektrolit ini.
Contoh-contoh elektrolit kuat:
Asam-asam kuat

: asam halogen : HCl, HBr, HI

Asam oksi

: HNO3, H2SO4

Basa-basa kuat

: basa-basa alkali : NaOH, KOH, LiOH, Sr(OH)2, Ba(OH)2

Hampir semua garam

: NaCl, KCl, KBr, CaCl2, MgCl2

2. Elektrolit lemah
Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang mampu menghantarkan arus listrik
dengan daya yang lemah, dengan harga derajat ionisasi lebih dari nol tetapi kurang dari satu
(0 < < 1).
Contoh elektrolit lemah:
Asam atau basa lemah yang tidak termasuk elektrolit kuat
Asam lemah

: CH3COOH, HCOOH, HF dan H2CO3

Basa Lemah

: NH4OH

Garam-garam merkuri (II)

: HgCl2 dan Hg(NO)3

Larutan Non elektrolit


Larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Zat-zat
non elektrolit dalam air tidak dapat terionisasi( = 0)
Contohnya :

Urea
Methanol
Ethanol
Glukosa,dll

Daftar Pustaka
Purba, Michael.2006.Kimia untuk SMA Kelas X. Jakarta : Penerbit Erlangga
Permana, Irvan. 2009. Memahami Kimia SMA 1. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen
Pendidikan Nasional
Justiana, Sandri dan Muchtaridi.2009.Kimia 2.Jakarta : Yudistira