Anda di halaman 1dari 15

Anemia Defisiensi

Besi (ADB)
HILDEBRAND HANOCH VICTOR

Pendahuluan
DEFINISI: Anemia yang timbul karena
berkurangnya penyediaan besi untuk eritropoesis
akibat kosongnya cadangan besi tubuh
DERAJAT DEFISIENSI BESI:
1. Iron depletion
2. Iron deficient erythropoiesis
3. Iron deficiency anemia

Etiologi ADB
1. Asupan (intake) besi menurun
2. Gangguan absorpsi besi
3. Kebutuhan besi meningkat
4. Kehilangan besi akibat perdarahan
menahun

Orang dewasa ADB identik dengan


perdarahan menahun

Etiologi ADB
Intake Besi menurun
Masalah diit:
1.Total iron content
2.Biovailability besi dalam diit

Absorpsi besi terganggu:


1.Gastrektomi

.Kebutuhan besi
meningkat:
1.Ibu hamil
2.Ibu menyusui
3.Remaja sedang tumbuh

2.Tropical sprue

Etiologi ADB
Penyebab ADB paling sering pada orang
dewasa
Pada laki-laki karena perdarahan
gastrointestinal di daerah tropik penyebab
paling sering karena infeksi cacing tambang
Pada wanita tersering karena menometroragi
Penelusuran sumber perdarahan dapat
menuntun ke arah penyakit berbahaya,
seperti kanker kolon

Gejala ADB
1. Gejala umum anemia
2. Gejala khas defisiensi besi
- atropi papil
- stomatitis angularis
- koilonychia
- disfagia
3. Gejala penyakit dasar

Kelainan Laboratorium
1. Anemia mikrositer hipokromik
2. Serum iron menurun (< 50 mg/dL)
3. TIBC meningkat (>350 mg/dL)
4. Saturasi transferin menurun (<15%)
5. Feritin serum menurun (<20 mg/L)
6. Protoporfirin eritrosit meningkat
7. Sumsum tulang: hiperplasia normoblastik
micronormoblast
8. Pengecatan besi sumsum tulang: cadangan besi
kosong (butir hemosiderin negatif)

Sindrom Patterson Kelly


1. Anemia hipokromik
mikrositer
2. Disfagia
3. Atrofi papil lidah
4. Stomatitis angularis

Kriteria Diagnosis ADB


(modifikasi kriteria Kerlin et al)
Anemia hipokromik mikrositer (MCV < 80, MCHC <
31%)
dengan
a. Dua dari tiga:
1. Besi serum < 50 mikrog/dl
2. TIBC > 350 mikrog/dl
3. Saturasi transferin < 15%
atau
b. Feritin serum < 20 mikrog/dl
atau
c. Pengecatan sumsum tulang (dengan biru prisia) : butir hemosiderin
negatif
atau
d. Pemberian sulfas ferosus 3 x 200 mg/hari selama 4 minggu disertai
kenaikan Hb > 2 g/dl

Diagnosis Etiologik
1. Feses : telur cacing tambang
2. Darah samar dalam feses
3. Pemeriksaan ginekologik
4. dll

Diagnosis Diferensial
ADB

ACD

Thalassemi
a

Anemia
sideroblasti
k

Derajat
anemia

Ringan berat

Ringan

Ringan

Ringan
berat

MCV

menurun

Menurun/N

Menurun

Menurun / N

MCH

menurun

Menurun/N

Menurun

Menurun / N

Besi serum

Menurun
<50

Menurun
<50

Normal/

Normal /

TIBC

Meningkat
>360

Menurun
<300

Normal/

Normal /

Sat.
transferin

Menurun <
15%

Menurun/N
10-20%

> 20%

Meningkat
>20%

Besi Sumsum Negatif


tlg

positif

Positif kuat

Positif
dengan ring
sideroblast

Protoporfirin

Meningkat

Meningkat

Normal

Normal

Feritin serum

Menurun
<20

Normal 20200

Meningkat
>50

Meningkat
>50

Terapi
1. Terapi terhadap penyakit dasar
misal: mebendazole u/ cacing
tambang

2. Transfusi jarang diperlukan


3. Terapi spesifik: pemberian besi
4. Obat pilihan: sulfas ferosus

Terapi
Besi per oral
Sulfas ferosus: 3 x 200 mg
Ferous fumarat, ferous glukonat, dll
Berikan dosis pemeliharaan selama 6 bulan
Meningakatkan penyerapan besi vit C

Besi Parenteral
Lebih berbahaya
Atas indikasi tertentu
Dosis harus dihitung dengan tepat

Terima Kasih