Anda di halaman 1dari 7

1.

Salah satu contoh dari manfaat komunikasi audit adalah

a.

PKA tidak diperlukan, karena komunikasi langsung antar tim lebih efektif

b.

Proses analisis menjadi lebih hati-hati karena informasi semakin mudah diperoleh

c.

Auditor mudah mengungkap penyimpangan karena auditan sudah tidak berbohong lagi

d.

Memperbaiki kesan auditan bahwa auditor sewenang-wenang, tidak ramah dan tertutup.

2.

Saat ketua tim memilih kata-kata yang tepat untuk menyampaikan permasalahan yang ditemukan pada
auditan, adalah proses komunikasi

a.

Decoding

b.

Encoding.

c.

Paraphrase

d.

Pemaknaan

3.

Informasi mudah dan cepat diperoleh sehingga tim audit dapat berkonsentrasi uuntuk memilih proses
analisis lebih tepat, merupakan manfaat komunikasi dalam hal

a.

Meningkatkan mutu audit.

b.

Mengendalikan kegiatan tim audit

c.

Memperbaiki citra auditor pada auditan

d.

Memperoleh data dan ingormasi untuk pengujian audit

4.

Keterampilan, sikap, pengetahuan, dan sistem sosial budaya seseorang akan sangat mempengaruhi tahap
komunikasi

a.

Encoding.

b.

Umpan balik

c.

Penerjemahan simbol-simbol yang diterima

d.

Memilih simbol-simbol untuk membentuk pesan

5.

Contoh komunikasi nonverbal adalah

a.

Ucapan

b.

Gelengan kepala.

c.

Soft copy dokumen

d.

Bahasa yang ditulis

6.

Komunikasi menggunakan kata-kata dan gerak tubuh adalah jenis komunikasi berdasarkan

a.

Cara komunikasi

b.

Pihak yang terlibat

c.

Media yang digunakan

d.

Kode yang digunakan.

7.

Auditor yang melakukan introspeksi atas kata-kata yang telah diucapkannya kepada auditan adalah jenis
komunikasi

a.

Komunikasi berpikir

b.

Komunikasi non verbal

c.

Komunikasi interpersonal

d.

Komunikasi intrapersonal.

8.

Auditor yang ingin mendapatkan informasi yang sama dari beberapa orang dalalm sebuah pertemuan,
maka teknik komunikasi yang digunakan adalah

a.

Rapat

b.

Wawancara

c.

Data terbuka.

d.

Daftar pertanyaan

9.

Apabila auditor ingin memperoleh informasi, pendapat, keyakinan, perasaan, motivasi, ataupun tanggapan
seseorang, maka teknik komunikasi audit yang tepat adalah

a.

Konfirmasi

b.

Presentasi

c.

Wawancara.

d.

Daftar pertanyaan

10. Untuk memperoleh penegasan dari pihak ketiga mengenai kebenaran suatu data atau informasi dilakukan
dengan teknik komuniksi audit
a.

Rapat

b.

Wawancara

c.

Konfirmasi.

d.

Data terbuka

11. Auditan adalah seorang yang keras yang tercermin dari bentuk wajah dan gaya bicaranya. Hal tersebut
disimpulkan oleh auditor dengan memperhatikan faktor manusia, yaitu
a.

Ciri fisik.

b.

Konsep diri

c.

Kepribadian

d.

Sikap dan perilaku

12. Pemalu, suka bergaul, dan ramah, lebih dominan dipengaruhi oleh faktor manusia, yaitu
a.

Keyakinan

b.

Kepribadian

c.

Konsep diri.

d.

Sikap dan perilaku

13. Seorang auditor merasa cemas saat mewawancarai pejabat tinggi, adalah karena adanya hambatan pada
a.

Situasi komunikasi

b.

Saluran komunikasi

c.

Kode-kode yang digunakan

d.

Komunikator dan komunikan.

14. Auditor terganggu dalam wawancara karena ruang audit terlalu bising dekat pabrik, hal ini karena ada
hambatan komunikasi pada
a.

Fisik komunikator

b.

Situasi komunikasi

c.

Saluran komunikasi.

d.

Kode yang digunakan

15. Menyadari bahwa setiap orang memiliki pandangan sendiri-sendiri tentang sesuatu hal, dan pandangan
tersebut tidak bisa dipertemukan adalah termasuk persiapan diri untuk berkomunikasi dalam hal
a.

Memastikan persepsi diri

b.

Membangun komunikasi

c.

Melepaskan ketegangan

d.

Memeriksa keyakinan tentang komunikasi.

16. Kita perlu mengetahui suasana yang akan terjadi, siapa komunikan kita, apa tindakan kita, dan kapan perlu
melanjutkan atau menghentikan komunikasi, adalah termasuk persiapan diri untuk berkomunikasi dalam
hal
a.

Memastikan persepsi diri

b.

Membangun konsep diri yang positif

c.

Memeriksa keyakinan tentang komunikasi

d.

Melepaskan ketegangan dan kecemasan.

17. Cara mengungkapkan suasana hati, emosi, dan pikiran ke dalam kata-kata, bahasa tubuh, mimik wajah,
dan penampilan merupakan
a.

Sikap diri

b.

Perilaku diri

c.

Karakter diri

d.

Ekspresi diri.

18. Tulus, jujur, ternuka, menatap tepat di mata, berhadapan saat berkomunikasi, dan spontan adalah syarat
agar efektif
a.

Sikap diri

b.

Perilaku diri

c.

Karakter diri

d.

Ekspresi diri.

19. Agar keakraban komunikasi terbangun, yang harus kita lakukan adalah
a.

Sapa gelarnya

b.

Ucapkan salam.

c.

Jarak komunikasi sedekat mungkin jangan lebih dari m

d.

Menyambut setiap pendapat komunikan meski bertentangan

20. Salah satu langkah untuk membangun keakraban adalah


a.

Samakan pendapat anda dengan komunikan

b.

Utamakan mendengar komunikan berbicara.

c.

Anggukkan kepala saat komunikasi meski tidak memahami dan tidak setuju

d.

Bicarakan persoalan-persoalan ringan. Seperti hal-hal yang perlu diperhatikan, dan bukan temuan

21. Apabila auditan mengerti permintaan auditor, tetapi menolak memenuhinya, maka komunikasi auditor
kepada auditan adalah
a.

Telah efektif.

b.

Belum efektif

c.

Tidak empatik

d.

Setengah efektif

22. Syarat sebuah komunikasi efektif adalah


a.

Jarak komunikasi dan proses encoding-decoding

b.

Umpan balik sesuai dengan pesan dan sedikitnya hambatan komunikasi

c.

Keselarasan elemen komunikasi dengan pesan dan sedikitnya hambatan komunikasi.

d.

Keselarasan elemen-elemen proses encoding-decoding dan umpan balik yang sesuai dan minimalisasi
hambatan komunikasi

23. Agar komunikasi empatik tercipta maka komunikator harus


a.

Sabar tidak memotong pembicaraan.

b.

Bersikap tenang meskipun komunikan menyinggung

c.

Tidak berprasangka atau evaluatif meski telah memiliki bukti yang sangat cukup

d.

Jujur menyatakan pendapat kalau memang tidak setuju dengan pendapat komunikan

24. Meminta kesediaan auditan untuk membantu kelancaran audit, dan mendorong auditan untuk
melaksanakan rekomendasi audit, lebih banyak menggunakan
a.

Komunikasi empatik

b.

Komunikasi simpatik

c.

Komunikasi represif

d.

Komunikasi persuasif.

25. Penyamaan persepsi dalam tim tentang tujuan, ruang lingkup, dan metodologi audit merupakan
a.

Komunikasi saat pembentukan tim

b.

Komunikasi selama pelaksanaan audit

c.

Komunikasi saat penyusunan konsep LHA

d.

Komunikasi pada tahap perencanaan audit.

26. Komunikasi untuk mencapai kata sepakat mengenai seluruh temuan audit final merupakan komunikasi
internal tim pada tahap
a.

Pembentukan tim

b.

Perencanaan audit

c.

Pelaksanaan audit

d.

Penyusunan konsep LHA.

27. Komunikasi tukar-menukar informasi antaranggota tim, merupakan komunikasi internal tim pada tahap
a.

Pembentukan tim

b.

Perencanaan audit

c.

Pelaksanaan audit.

d.

Penyusunan konsep LHA

28. Menjaga penampilan sesuai dengan tugasnya sebagai auditor dilakukan dengan
a.

Memperlakukan pihak auditan sebagai subyek bukan obyek

b.

Tidak memberikan perintah yang sifatnya pribadi kepada auditan

c.

Mencari informasi atau data dengan tidak berbelit-belit atau mengada-ada

d.

Gaya bicara yang wajar, tidak berbelit-belit, dan menguasai permasalahan.

29. Untuk menimbulkan kesan positif kepada auditan, maka auditor perlu memperhatikan
a.

Komunikasi atas masalah sedini mungkin agar auditan tidak terlambat menindaklanjuti

b.

Melakukan komunikasi tindak lanjut hasil audit sejak disetujui saat pembahasan permasalahan

c.

Pembicaraan perlu diawali dengan perkenalan dan hal-hal umum yang menarik agar tercipta suasana yang
akrab dan santai.

d.

Selalu menginformasikan setiap langkah-langkah audit agar auditan siap membantu kelancaran audit

30. Konfirmasi dengan pihak ketiga dilakukan dengan cara


a.

Auditor yang meminta konfirmasi, kemudian jawaban pihak ketiga melalui auditan

b.

Auditor yang meminta konfirmasi, kemudian jawaban langsung kepada auditor tanpa melalui auditan

c.

Auditan yang meminta konfirmasi, kemudian jawaban pihak ketiga langsung diterima auditor melalui
auditan

d.

Auditan meminta konfirmasi, kemudian jawaban pihak ketiga diminta langsung dikirimkan kepada auditor
tanpa melalui auditan.

31. Proses interaksi yang dilakukan secara lisan dengan menggunakan metode tanya jawab yang mempunyai
tujuan merupakan bentuk teknik komunikasi
a.

Klarifikasi

b.

Presentasi

c.

Konfirmasi

d.

Wawancara.

32. Apabila suatu teknik komunikasi digunakan sebagai alat untuk mencari informasi yang dapat diperoleh
dengan cara lain maka teknik komunikasi tersebut berperan sebagai
a.

Metode primer

b.

Metode sekunder

c.

Metode pelengkap.

d.

Metode pembanding

33. Apabila teknik komunikasi dijadikan satu-satunya alat pengumpul data maka teknik komunikasi tersebut
berperan sebagai
a.

Metode primer.

b.

Metode sekunder

c.

Metode pelengkap

d.

Metode pembanding

34. Apabila pewawancara ingin mengetahui lebih mendalam mengenai jawaban yang telah diterimanya maka
pewawancara menggunakan
a.

Probing.

b.

Klarifikasi

c.

Interogasi

d.

Paraphrase

35. Dalam menilai jawaban pihak yang diwawancarai, kesediaan untuk menanggalkan semua konsepsi awal
(preconceptions), prasangka (prejudication) dan motif subyektif lainnya, merupakan
a.

Sikap faktual

b.

Sikap paraphrase

c.

Sikap phenomenologi.

d.

Sikap praduga tak bersalah

36. Tidak terkurung oleh jalan pikiran (reasoning) sendiri serta tidak menarik kesimpulan tanpa dasarsuatu
fakta yang obyektif, adalah
a.

Sikap faktual.

b.

Sikap paraphrase

c.

Sikap phenomenologi

d.

Sikap praduga tak bersalah

37. Alat bukti yang dapat diajukan untuk membuktikan suatu tindak pidana menurut pasal 184 KUHAP adalah
a.

Keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk

b.

Pengakuan, keterangan saksi, dokumen, bukti kompeten

c.

Keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, pengakuan

d.

Keterangan saksi, keterangan terdakwa, keterangan ahli, surat, petunjuk.

38. Presentasi dengan pola membahas penyebab suatu masalah dan mempertimbangkan akibat-akibatnya
adalah pendekatan
a.

Kausal.

b.

Topikal

c.

Spasial

d.

Kronologis

39. Presentasi dengan pola materi disusun secara berurutan yang sistematis dan suatu topik utama adalah
pendekatan
a.

Kausal

b.

Topkal

c.

Spasial.

d.

Kronologis

40. Konflik antar pribadi dapat disebabkan oleh


a.

Kompetisi

b.

Perbedaan kompetensi yang dimiliki setiap pribadi

c.

Adanya perbedaan tujuan, kepentingan, nilai dan keyakinan

d.

Perbedaan pandangan, persepsi, dan kepercayaan setiap individu.

41. Apabila anda memutuskan untuk menarik diri dari situasi konflik yang berkembang dan/atau memilih
bersikap netral dalam segala macam cuaca, maka anda memilih manajemen konflik
a.

Kompetisi

b.

Menghindar

c.

Kompromis

d.

Menghindar.

42. Apabila anda memutuskan untuk sedikit mengalah tetapi tidak sepenuhnya melepaskan tujuan anda, maka
anda memilih manajemen konflik
a.

Kompetisi

b.

Akomodasi.

c.

Menghindar

d.

Kompromis

43. Komunikasi lisan dengan instansi penyidik antara lain berupa


a.

Penghitungan kerugian negara

b.

Penyerahan laporan hasil audit khusus

c.

Penyerahan berkas audit ke instansi penyidik

d.

Pemberian informasi sebagai pemberi keterangan ahli.

44. Saat merekam informasi, hal yang harus dilakukan adalah


a.

Merekam informasi yang penting saja sesuai tujuan wawancara

b.

Merekam informasi setelah dilakukan konfirmasi dengan pihak terkait

c.

Merekam informasi yang mendukung kesimpulan saja dan dari pihak yang kompeten.

d.

Merekam informasi tanpa menghiraukan apakah informasi baik/tidak baik, menjemukan/ menyenangkan
auditor

45. Komunikasi awal saat auditor bertemu dengan auditan adalah.


a.

Memberikan informasi tahapan audit

b.

Memberikan informasi kapan akan melakukan cek fisik atau stock opname

c.

Memberikan informasi yang tepat dan jelas atas tujuan dan manfaat audit.

d.

Memberikan informasi pengalaman auditor untuk meyakinkan kompetensi auditor

46. Catatan dari hasil wawancara bertujuan


a.

Menghindari pewawancara lupa dan efektivitas waktu

b.

Agar mendapatkan data yang seobyektif mungkin.

c.

Agar tetap fokus pada tujuan dilakukannya wawancara

d.

Agar memberi kesan penting kepada orang yang diwawancarai

47. Tujuan interogasi antara lain adalah


a.

Untuk memperoleh informasi proses terjadinya penyimpangan

b.

Untuk memperoleh sebanyak mungkin informasi pihak-pihak yang terlibat penyimpangan

c.

Untuk memperoleh pengakuan dari tersangka dan penjelasan mengenai fakta-fakta penyimpangan.

d.

Untuk memperoleh sebanyak mungkin informasi mengenai sesuatu penyimpangan/kejahatan yang terjadi

48. Saat memilih narasumber untuk diminta memberikan informasi diutamakan


a.

Memiliki pengalaman bekerjasama dengan auditor

b.

Tidak ada hubungan sedarah semenda dengan auditan, dan mampu mendukung pendapat auditor

c.

Pejabat struktural/fungsional dari instansi yang menangani permasalahan

d.

Memiliki reputasi keahlian/pakar dibidang yang sesuai dengan permasalahannya dan diakui oleh
masyarakat.

49. Agar auditan dapat mengatasi rasa takut saat diaudit maka yang dilakukan auditor adalah
a.

Tidak mewawancarai auditan tanpa sepegetahuan dan ijin atasannya

b.

Bersikap seolah-olah tidak mengetahui adanya penyimpangan oleh auditan

c.

Bertanya hal-hal yang ringan seperti hobby, keluarga, dan pengalaman auditan.

d.

Wawancara dilakukan di ruang tertutup, tetapi tempat dan waktu diserahkan sepenuhnya pada auditan

50. Apabila auditor memilih untuk bekerjasama dengan auditor lain dan bahkan melakukan proses audit
bersama maka auditor memilih manajemen konflik
a.

Negosiasi

b.

Akomodasi

c.

Kompromis

d.

Kolaborasi.