Anda di halaman 1dari 18

ASUHAN KEPERAWATAN PERIOPERATIF

PADA Tn. H DENGAN HERNIA SCROTALIS DEXTRA


DI INSTALASI BEDAH SENTRAL
RSUD TUGUREJO SEMARANG

Oleh :
LINDA WULANDARI

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN SEMARANG


JURUSAN KEPERAWATAN
POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
2015

BAB II
ASUHAN KEPERAWATAN PERIOPERATIF PADA Tn. H
DENGAN HERNIA SCROTALIS DEXTRA
DI IBS RSUD TUGUREJO
A. Pra Operatif di Kamar Bedah
1. Identitas Klien
a. Nama
: Tn. H
b. Umur
: 31 Tahun
c. Nomor Rekam Medis
: 464695
d. Ruang
: Kenanga
e. Diagnosa Keperawatan
: Hernia Scrotalis Dextra
f. Tindakan Operasi : Hernioraphy
g. Jenis Anestesi
: Spinal Anestesi
h. Kamar Operasi
: Ruang OK 5
i. Waktu
: 15 Januari 2015
j. Checklist operatif ( = Iya, - = Tidak)

Gelang identitas pasien


Lengkap
Informed
Tidak lengkap
consent
Lavement
Puasa
Premedikasi
Mandi keramas
Oral hygiene
Kebersihan kuku
Persiapan kulit
Gelang
Kalung
Aksesoris
Cincin

Gigi palsu
Kaca mata
Kontak lens
DM
HT
Penyakit jantung
TB paru
Asma
CKD
Lain-lain
Lipstik
Kutek kuku
Eye shadow

Aksesoris

Penyakit
kronis

Make up

k. Catatan Alergi
Tn. H mengatakan tidak mempunyai alergi terhadap makanan, obat,
dan cuaca.
2. Resume Penyakit
a. Riwayat Penyakit Sekarang
Tn. H mengatakan selangkangan serta scrotum bagian kanannya
membesar dan membentuk benjolan.
b. Riwayat Penyakit Dahulu

Tn. H mengatakan apabila buang air besar sering mengedan, sering


mengangkat benda berat
3. Pengkajian
a. Status Fisiologis
1) Tingkat Kesadaran
: Composmenthis (GCS : 15)
2) Tanda-tanda vital
TD
: 123/80 mmHg
Nadi : 80 x/menit
RR
: 20 x/menit
Suhu : 36,5 0C
3) Keadaan lain
Klien mengalami hernia scrotalis, ditandai dengan danya benjolan
pada selangkangan serta scrotum bagian kanan. Pengkajian nyeri
didapatkan bahwa P (nyeri sistem perkemihan), Q (nyeri seperti
ditusuk-tusuk), R (nyeri pada daerah selangkangan & scrotum
kanan), S (skala nyeri 6), dan T (nyeri hilang timbul ).
b. Status Psikososial
1) Subjektif
Tn. H mengatakan belum tahu dan khawatir dengan proses operasi
yang akan dijalani.
2) Objektif
Klien tampak tegang, TD: 123/80 mmHg, N: 80 x/menit, RR:
20x/menit, S: 36,50C.
4. Analisa Data
No
1

Jam
12.10

Data Focus
Masalah
DS : Klien mengatakan belum tahu Ansietas
dan khawatir dengan proses

Etiologi
perubahan
status
kesehatan

operasi yang akan dijalani.


DO : Klien tampak tegang, TD :

atau

menghadapi prosedur
bedah.

123/85 mmHg, dan N : 80


x/menit,RR : 20 x/menit, suhu :
36,50C.
2

12.10

DS : Klien mengatakan belum Kurang pengetahuan kurangnya informasi.


memahami

dengan

benar tentang

kondisi,

tentang prosedur operasi yang prognosis

dan

akan dijalaninya.
kebutuhan
DO : Klien terlihat diam, bingung,
pengobatan
dan bertanya tentang prosedur
operasi.
5. Diagnosa Keperawatan

a. Ansietas berhubungan dengan perubahan status kesehatan atau


menghadapi prosedur bedah.
b. Kurang pengetahuan tentang kondisi ,prognosis dan kebutuhan
pengobatan berhubungan dengan kurangnya informasi.

6. Intervensi Keperawatan
No
1

Diagnosa
Tujuan dan Kriteria Hasil
Ansietas berhubungan dengan Setelah dilakukan tindakan 1.

Intervensi
Dampingi klien dan bina

perubahan

hubungan saling percaya


Berikan informasi tentang

atau

status

kesehatan keperawatan selama 1x15

menghadapi

prosedur menit

bedah.

diharapkan

klien

2.

prosedur tindakan yang akan

tampak rileks, kecemasan


berkurang atau hilang.
3.
Kriteria hasil :
Klien
menyatakan
pengetahuan

yang

akurat

dilakukan.
Dorong

klien

untuk

menyatakan masalah atau


perasaan.

tentang situasi, menunjukkan


rentang yang yang tepat
tentang
2

perasaan

dan

Kurang pengetahuan tentang

penurunan rasa takut.


Setelah dilakukan tindakan

kondisi, prognosis, dan

keperawatan selama 1x15

kebutuhan pengobatan

menit

berhubungan dengan

menyatakan

kurangnya informasi.

tentang proses penyakit dan

diharapkan

klien

pemahaman

prognosisnya.
Kriteria hasil :
Klien melakukan perubahan

1. Dorong klien menyatakan


rasa

takut

persaan

dan

perhatian.
2. Kaji ulang proses penyakit,
pengalaman klien
3. Berikan penjelasan tentang
kondisi

penyakit

yang

diderita saat ini.

pola hidup atau prilaku ysng


perlu, berpartisipasi dalam
program pengobatan.

7. Implementasi Keperawatan
Dx. Keperawatan
Ansietas

Tgl/jam
Implementasi
Respon Klien
15/01/2015 1. Mendampingi klien dan bina DS : -

TTD

berhubungan

12.10

hubungan saling percaya

DO

klien

terlihat

dengan

percaya pada tenaga

perubahan status

kesehatan
2. Memberikan

kesehatan atau
menghadapi

12.10

tentang

informasi

prosedur

tindakan

DS : klien mengatakan

yang akan dilakukan

prosedur bedah.

mengerti

dengan

informasi yang di
sampaikan
DO : klien terlihat lebih
3. Mendorong

menyatakan

klien
masalah

untuk

memahami prosedur

atau

dan terlihat lebih

perasaan.

tenang.

12.12
DS : klien mengatakan
cemas

dengan

tindakan

operasi

yang

akan

dilakukan
DO

klien

mau

menceritakan

dan

mengungkapkan
perasaan
Kurang

15/01/2015 1. Dorong

pengetahuan
tentang

12.10

kondisi,

prognosis,

rasa

klien

takut

dirasakannya.
menyatakan DS : klien menyatakan
persaan

dan merasa takut dengan

perhatian.

prosedur operasi

dan

DO : klien terlihat

kebutuhan

tegang, cemas

pengobatan

2. Kaji ulang proses penyakit,

berhubungan
dengan

yang

pengalaman
12.12

klien,

serta

pemahaman klien terhadap

DS : klien mengatakan
sedikit mengerti tentang

kurangnya

penyakit dan tindakan medis

informasi.

penyakit serta
pengobatannta

3. Berikan penjelasan tentang DO : kondisi penyakit yang diderita


saat ini.
12.15

DS : DO : klien menyatakan
lebih mengrti dengan
penyakit dan tindakan
pengobatan

8. Evaluasi Keperawatan
Dx. Kep
1

Tgl/Jam
15/01/2015
12.15

Evaluasi
S : klien mengatakan kecemasan berkurang
O : klien terlihat rileks, tenang
A : masalah teratasi

15/01/2015

P : hentikan intervensi
S : klien menyatakan penambahan

12.17

pengetahuan tentang penyakit serta


pengobatan (prosedur operasi)
O : klien mampu menjelaskan kembali
tentang apa yang telah disampaikan oleh
petugas berkaitan dengan penyakit dan
prosedur operasi
A : masalah teratasi
P : hentikan intervensi

TTD

B. Asuhan Keperawatan Intra Operatif di Kamar Bedah


1. Pengkajian
a. Subjektif
Tn. H mengatakan merasa cemas ketika masuk dikamar operasi,
meskipun sudah diberikan penjelasan tentang operasi yang akan
dilakukan.
Objektif ( = Iya, - = Tidak)

Klien sadar
GCS 15 (E4M6V5)
Spinal anestesi
General anestesi
Lokal anestesi
Adanya sekret
Adanya reflek batuk
Sianosis

Suara nafas ngorok


Pronasi
Supinasi
Posisi
Dorsal Recumbent
operasi
Litotomi
Lain :
Penggunaan electrocounter
Pemasangan
netral
electrocounter

Tanda-tanda vital

: Tekanan darah 123/80 mmHg, Nadi 80 x/menit,

Suhu 36,2 0C, dan RR : 22 x/menit, SPO2 100%.


Lebar luka
: Sekitar 2 cm
Panjang luka
: Sekitar 7 cm
Kedalaman luka
: Sekitar 10 cm
Lama Pembedahan : 60 menit
Jumlah perdarahan : Sekitar 500 cc
b. Prosedur Operatif
1) Pembiusan pasien oleh dokter anestesi dengan spinal anastesi, pada
bagian lumbal.
2) Menggunakan APD (appround, topi, masker, kacamata, sepatu)
3) Spuling dengan menggunakan Nacl 0,9% 150cc kemudian difiksasi
4)
5)
6)
7)

menggunakan klem bengkok.


Melakukan cuci tangan bedah
Melakukan gowning dan gloving
Mempersiapkan instrumen prostatectomi
Melakukan teknik aseptik dengan menggunakan povidoniodine
10% kemudian alkohol 70% dengan cara memutar dari dalam ke

luar
8) Lakukan drapping untuk mengisolasi area
9) Perawat sirkuler melakukan time out

10) Berikan pinset chirugis untuk mengecek keberhasilan proses


anastesi, kemudian berikan skapel untuk insisi, klem bengkok,
kassa dan diatermi untuk merawat perdarahan.
11) Gunakan hak, langen beck untuk memperlebar daerah insisi
12) Berikan depper basah untuk melindungi organ dalam.
13) Berikan skapel untuk membuka abdomen kanan bawah (inguinal)
14) Gunakan diatermi untuk merawat perdarahan.
15) Berikan klem bengkok dan gunting untuk membuka abdomen
kanan bawah (inguinal) dan kemudian angkat organ yang masuk ke
scrotum tangan atau menggunakan klem bengkok.
16) Berikan needle holder, pinset chirugis, kemudian jahit luka
menggunakan benang absorbable (vio) no. 0.
17) Berikan depper untuk mengecek perdarahan.
18) Berikan needle holder dan benang absorbabble (cromic) 3.0 bulat
untuk menutup lemak.
19) Jahit kulit menggunakan benang PGA vio 2.0 segitiga.
20) Berikan kassa yang sudah dibasahi povidon iodine 10% kemudian
kassa kering.
21) Tutup luka menggunakan hypafix.
c. Alat-alat yang digunakan:
1) Bahan habis pakai:
a) Benang
1) Absorbabble Chromic no. 3/0 bulat, absorbable (vio) no. 0. silk
3.0 segitiga, dan PGA vio 2.0 segitiga.
b) Kassa
Kasa sekitar 6 bundle (60 buah/satuan)
c) Pisau Bisturi 1 buah no. 10
2) Peralatan
a) Skapel kecil

: 1 buah

b) Skapel besar

: 1 buah

c) Pinset chirugis pendek

: 1 buah

d) Pinset chirugis panjang

: 1 buah

e) Pinset anatomis pendek

: 1 buah

f)

: 1 buah

Pinset anatomis panjang

g) Pean bengkok sedang

: 10 buah

h) Pean bengkok kecil

: 5 buah

i)

Ellis klem

: 2 buah

j)

Klem lurus

: 5 buah

k) B cock

: 1 buah

l)

Set jarum

: 1 buah

m) Ovarium klem

: 3 buah

n) Kocker

: 4 buah

o) Duk klem

: 6 buah

p) Langen back kecil

: 1 buah

q) Langen back sedang

: 2 buah

r)

Curet jaringan sendok

: 1 buah

s)

Dobel hak

: 1 buah

t)

Hak jari

: 2 buah

u) Kom

: 1 buah

v) Gunting jaringan

: 2 buah

w) Gunting benang

: 1 buah

x) Nalfooder

: 2 buah

y) Bengkok

: 1 buah

z) Yankwer

: 1 buah

aa) Baju operasi steril 4 buah :

Operator,

asisten

operator,

instrumen, dan asisten instrumen


3) Bahan Tambahan
a) Cairan NaCl
b) Spuit 50 cc
2.

No
1

Jam
12.20

Analisa Data
Data Focus
DS : DO : badan klien teraba sedikit

Masalah
Resti hipotermi

Etiologi
pemajanan
lingkungan, dehidrasi.

dingin, S : 36,5 C.
2

12.20

DS : Resiko kekurangan otput yang berlebih..


DO : terjadi pengeluaran darah
volume cairan
selama proses operasi

3.

Diagnosa Keperawatan
a. Resti hipotermi berhubungan

dengan

pemajanan

lingkungan,

dehidrasi.
b. Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan otput yang
berlebih.

4.

No
1

Intervensi Keperawatan

Diagnosa
Tujuan dan Kriteria Hasil
Intervensi
Resti hipotermi berhubungan Setelah dilakukan tindakan 1. Monitor suhu tubuh
2. Monitor TD, nadi, RR
dengan pemajanan lingkungan, keperawatan selama 1x15
3. Selimuti
pasien
untuk
dehidrasi.
menit diharapkan pasien
mencegah
hilangnya
tidak mengalami hipotermia.
kehangatan tubuh
Kriteria hasil :
4. Monitor suhu, warna, dan
a) Suhu
tubuh
dalam
kelembaban kulit
rentang normal
b) Nadi dan RR dalam
rentang normal

Resiko

kekurangan

cairan

berhubungan

volume Setelah dilakukan tindakan 1.

Ukur intake dan output

dengan keperawatan selama 1x15

dengan akurat.
Monitor masukan cairan
Monitor membrane mukosa

otput yang berlebih.

2.
menit diharapkan resiko
3.
kekurangan volume cairan
klien teratasi.
Kriteria hasil :
a) Mempertahankan

4.
urine
5.
output sesuai dengan usia

dan turgor kulit, serta rasa


haus.
Monitor tanda-tanda vital
Kolaborasi
pemberian
cairan parenteral.

dan BB, BJ urine normal


b) Tidak ada tanda tanda
dehidrasi,

turgor

kulit

baik, membrane mukosa


lembab, tidak ada rasa
haus yang berlebihan.
c) Tekanan darah, nadi,
suhu tubuh dalam batas
normal
5.

Implementasi Keperawatan

Dx. Keperawatan
Tgl/jam
Resti hipotermi 15/01/2015
berhubungan
dengan

12.20

Implementasi
1. Monitor suhu tubuh

Respon Klien
DS : DO : suhu tubuh klien
dalam

rentang

TTD

pemajanan

2. Monitor TD, nadi, RR

lingkungan,

3. Selimuti

dehidrasi.

pasien

mencegah
12.20

normal, S : 36, 6 C
untuk

hilangnya

DS : DO : TD : 120/80

kehangatan tubuh

RR : 20x/menit
4. Monitor

12.20

warna,

dan

kelembaban kulit

DS : DO : klien terpasang
selimut hangat
DS : -

12.20
Resiko

15/01/2015 1. Ukur

kekurangan
volume

12.22

intake

dan

CTR < 2 detik


output DS : -

dengan akurat.

cairan
otput

DO : intake dan output


seimbang

berhubungan
dengan

DO : tidak ada sianosis,

2. Monitor masukan cairan


12.23

DS : -

yang berlebih.

DO : klien terpasang
3. Monitor membrane mukosa

infus RL 20 tpm

dan turgor kulit


12.23

DS : 4. Monitor tanda-tanda vital

DO : mukosa sedikit
kering, turgor kulit baik,
CTR < 2 detik

12. 25

DS : 5. Kolaborasi pemberian cairan


parenteral.

DO : TD : 120/80
RR : 20x/menit
S

: 36,5 C

HR : 80x/menit

12. 25

DS : DO : klien terpasang
infus RL 20 tpm

6.

Evaluasi Keperawatan

Dx. Kep
1

Tgl/Jam
15/01/2015
12.27

Evaluasi
S:O : klien tidak mengalami hipotermi, S :
36,6 C, CTR < 2 detik
TD : 120/80
RR : 20x/menit
S

: 36,6 C

HR : 80x/menit
A : masalah teratasi
2

15/01/2015
12.27

P : hentikan intervensi
S:O : tidak terjadi kekurangan cairan pada
klien
TD : 120/80
RR : 20x/menit
S

: 36,6 C

HR : 80x/menit
A : masalah teratasi
P : hentikan intervensi

TTD

C. Asuhan Keperawatan Post Operatif di Kamar Bedah


1. Pengkajian
a. Subjektif
Tn. H mengatakan akan memperhatikan makan dan minumnya setelah
dilakukan operasi. Tn. H mengatakan daerah selangkangannya terdapat
luka operasi. Klien merasakan badannya lemas setelah dilakukan
operasi.
b. Objektif ( = Iya, - = Tidak)

Klien sadar
GCS 15 (E4M6V5)
Spinal anestesi
General anestesi
Lokal anestesi
Reflek motorik

Delirium
Sianosis
Kounjuctiva anemis
Suara nafas ngorok
Bibir kering
Akral dingin

Tanda-tanda vital : TD: 124/82mmHg, N: 90 x/menit, RR: 18 x/menit,


Bising usus
CRT
Data lain

S: 36,6 0C, SaO2 = 98%.


: 7 x/menit
: < 3 detik
: Turgor kulit baik, terdapat luka sepanjang 7 cm di
bagian perut kanan bawah.

c. Standart Score
Penilaian Bromage Score
No
1
2
3
4

Kriteria
Gerakan penuh ditungkai
Tidak mampu ekstensi tungkai
Tidak mampu fleksi lutut
Tidak mampu fleksi pergelangan kaki

Masuk
v
V

Keluar
v
v
-

Pasien boleh kembali ke ruang dengan skor 2


2. Analisa Data
No
1

Jam
12.50

12.50

Data Focus

Masalah
Resiko perdarahan

Etiologi
tindakan pembedahan.

pengeluaran darah sebanyak


DS : Resti cedera : jatuh
DO : klien belum sadar penuh, masih

penurunan kesadaran,

DS : DO : selama proses operasi terjadi

dalam pengaruh anestesi spinal

proses
pasien.

pemindahan

3. Diagnosa Keperawatan

a. Resiko perdarahan berhubungan dengan tindakan pembedahan.


b. Resti cedera : jatuh berhubungan dengan penurunan kesadaran, proses
pemindahan pasien.
4. Intervensi Keperawatan
No
1

Diagnosa
Resiko

Tujuan dan Kriteria Hasil


Intervensi
perdarahan Setelah dilakukan tindakan 1. Jelaskan pada klien tentang

berhubungan dengan tindakan keperawatan selama 1x15

sebab

pembedahan.

setelah

menit diharapkan tidak ada


tanda perdarahan.
Kriteria hasil :
a) Klien

terjadi

perdarahan

pembedahan

dan

tanda tanda perdarahan.


2. Sediakan diet makanan tinggi
tidak

menunjukkan tanda
tanda perdarahan.
b) Tanda tanda

vital

dalam batas normal.


c) Urine
lancar
lewat

serat dan memberi obat untuk


memudahkan defekasi .
3. Observasi: Tanda tanda
vital, masukan dan haluaran
dan warna urine.

kateter
2

Resti

cedera

berhubungan

jatuh Setelah dilakukan tindakan 1. Pindahkan pasien dengan


dengan keperawatan selama 1x15

penurunan kesadaran, proses menit


pemindahan pasien.

diharapkan

pasien

aman
2. Sediakan lingkungan yang

aman untuk pasien


tidak mengalami cedera.
3. Memasang side rail tempat
Kriteria Hasil : Pasien
tidur
terbebas dari cedera

5. Implementasi Keperawatan
Dx. Keperawatan
Resiko
perdarahan

Tgl/jam
Implementasi
15/01/2015 1. Menjelaskan
pada
12.30

tentang

sebab

Respon Klien
klien DS : terjadi DO : klien terlihat diam,

berhubungan

perdarahan

setelah

dengan tindakan

pembedahan dan tanda

yang

pembedahan.

tanda perdarahan.

tim medis

2. Menyediakan diet makanan

mengerti dengan apa


disampaikan

TTD

12.35

tinggi serat dan memberi obat DS : untuk memudahkan defekasi . DO : memberitahukan


kepada

perawat

ruangan
3. Mengobservasi : Tanda
tanda vital, masukan dan
haluaran dan warna urine.

12.40

untuk

memberikan
makanan

diet
tinggi

serat pada klien.


DS : DO : TD : 120/80
RR : 20x/menit
S

: 36,5 C

HR : 80x/menit
Resti

cedera

: 15/01/2015 1. Pindahkan

jatuh

12.40

klien

dengan DS : -

aman

DO : petugas

berhubungan

memindahkan klien

dengan

dengan aman tanpa

penurunan

2. Sediakan lingkungan yang

kesadaran, proses
pemindahan

menimbulkan cedera

aman untuk klien


12.45

DS : -

pasien.

DO : klien ditempatkan
3. Memasang side rail tempat
tidur
12.50

di lingkungan yang
aman
DS : DO : side rail sudah
terpasang dengan
benar.

6. Evaluasi Keperawatan

Dx. Kep
1

Tgl/Jam
15/01/2015
12.50

Evaluasi

TTD

S:O : tidak ada tanda perdarahan


TD : 120/80

: 36,6 C

HR : 80x/menit

RR : 20x/menit

A : masalah teratasi
2

15/01/2015
12.50

P : hentikan intervensi
S:O : klien tidak mengalami cedera
tambahan di ruang operasi
A : masalah teratasi
P : hentikan intervensi