Anda di halaman 1dari 26

LEMBAR PERSETUJUAN NASKAH PROGRAM MEDIA NON CETAK

(WEB SUPLEMEN)

Mata Kuliah

: Pembinaan Kehidupan Keluarga (PEBI 4525)

Judul Program

: Hidup Sehat dan Sejahtera

Penulis

: Anna Ratnaningsih/ Gusti Nurdin

NASKAH INI TELAH DIPERIKSA DAN DISETUJUI OLEH:

Penelaah Materi

Penelaah Media

( Krisna Iryani )
NIP. 131 682 354

(..)
NIP.

Ketua Jurusan PMIPA

(Ucu Rahayu)
NIP. 131 993 845

TIU

: Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat


menerapkan kiat-kiat pembinaan dalam kehidupan berkeluarga

TIK

: Setelah mempelajari matakuliah ini kompetensi yang diharapkan


adalah agar Anda dapat:
1.

menjelaskan reproduksi manusia

2.

memberi contoh tanaman obat untuk keluarga

3.

menjelaskan bahaya bahan kimia makanan dan rumah


tangga

4.

menjelaskan bahaya merokok

Deskripsi mata kuliah : Matakuliah Pembinaan Kehidupan Keluarga ini akan membahas
kiat-kiat yang berkaitan dengan pendidikan berkeluarga,
pendidikan pada manusia, bahaya psikotropika (narkoba), bahaya
merokok, bahaya bahan kimia dan bahaya bahan kimia rumah
tangga.
Fakultas

: FKIP

Kode/ Matakuliah

: PEBI 4525/ Pembinaan Kehidupan Keluarga

Menu utama :
Topik 1

: Alat Kontrasepsi

Topik 2

: Manfaat Meniran

Topik 3

: Bahaya menggunakan Styrofoam

Topik 4

: Bahaya Merokok

Judul materi

: Hidup Sehat dan Sejahtera

Alamat e-mail

: annar@mail.ut.ac.id
gnur@mail.ut.ac.

PENDAHULUAN
Matakuliah Pembinaan Kehidupan Keluarga ini dirancang khusus untuk
mahasiswa S1 Pendidikan Biologi yang bersifat memperkaya dan memperluas wawasan
yang berkaitan dengan kehidupan keluarga sejahtera.
Materi yang terkandung dalam matakuliah ini merupakan bekal dalam
meningkatkan penguasaan konsep tentang kiat-kiat hidup sehat dan sejahtera dalam
kehidupan berkeluarga, mulai dari konsep reproduksi pada manusia, perkembangan anak,
perkembangan anak usia sekolah dan orang dewasa, tanaman obat untuk keluarga,
intoksikasi, psikotropika atau narkoba/merokok, bahan tambahan makanan dan bahan
kimia rumah tangga. Selain konsep-konsep materi, dalam matakuliah ini dipelajari juga
penerapan pembelajaran yang berkaitan dengan reproduksi dan perkembangan pada
manusia, serta pembelajaran tentang kiat-kiat hidup sehat yang berkaitan dengan
pemanfaatan pekarangan sebagai apotek hidup, dampak negatife intoksikasi bagi
kesehatan, dampak negatife penggunaan psikotropika atau narkoba dan merokok serta
efek samping dari bahan kimia pada makanan dan rumah tangga terhadap kesehatan.
Setelah mempelajari matakuliah ini kompetensi yang diharapkan adalah agar
Anda dapat:
1. menjelaskan reproduksi manusia
2. menjelaskan perkembangan anak
3. menjelaskan perkembangan anak usia sekolah dan orang dewasa
4. memberi contoh tanaman obat untuk keluarga
5. menjelaskan proses terjadinya intoksikasi
6. menjelaskan bahaya psikotropika
7. menjelaskan bahaya bahan kimia makanan dan rumah tangga
8. menerapkan proses pembelajaran reproduksi dan perkembangan pada manusia
9. menerapkan proses pembelajaran kiat-kiat hidup sehat
Matakuliah ini berbobot 3 sks dan disajikan dalam 9 modul
Modul 1: Reproduksi Manusia
Kegiatan Belajar 1: Anatomi dan Fisiologi Reproduksi Manusia
Kegiatan Belajar 2 : Pendidikan Keluarga Sejahtera dan Bahagia
3

Modul 2 : Perkembangan Anak


Kegiatan Belajar 1 : Perkembangan Masa Bayi dan Batita
Kegiatan Belajar 2 : Perkembangan Anak Pra Sekolah
Modul 3 : Perkembangan Anak Usia Sekolah dan Orang Dewasa
Kegiatan Belajar 1 : Usia Sekolah
Kegiatan Belajar 2 : Usia Remaja
Kegiatan Belajar 3 : Usia Dewasa
Kegiatan Belajar 4 : Usia Lanjut
Modul 4 : Tanaman Obat untuk Keluarga
Kegiatan Belajar 1 : Pemanfaatan Pekarangan Sebagai Apotik Hidup dan
Manfaat Tanaman
Kegiatan Belajar 2 : Pengembangan Budidaya Tanaman Obat
Modul 5 : Intoksikasi
Kegiatan Belajar 1 : Proses Intoksikasi
Kegiatan Belajar 2 : Akibat Intoksikasi
Modul 6 : Bahan Tambahan Makanan dan Bahan Kimia Rumah Tangga
Kegiatan Belajar 1 : Bahan Tambahan Makanan
Kegiatan Belajar 2 : Bahan Kimia Rumah Tangga
Modul 7 : Bahaya Narkotika dan Merokok
Kegiatan Belajar 1 : Narkotika dan Obat-obatan Berbahaya
Kegiatan Belajar 2 : Bahaya Merokok
Modul 8 : Proses Pembelajaran Reproduksi dan Pendidikan pada Manusia
Kegiatan Belajar 1 : Proses Pembelajaran Reproduksi pada Manusia
Kegiatan Belajar 2 : Proses Pembelajaran Pendidikan Usia sekolah dan Orang
Dewasa
Modul 9 : Proses Pembelajaran Kiat-Kiat Hidup Sehat
Kegiatan Belajar 1 : Proses Pembelajaran Pemanfaatan Pekarangan sebagai
Apotik Hidup
Kegiatan Belajar 2 : Proses Pembelajaran Intoksikasi, Bahaya Narkoba dan
Merokok
Kegiatan Belajar 3 : Proses Pembelajaran Bahan Tambahan pada Makanan dan
Bahan kimia Rumah Tangga
4

Modul 1: Reproduksi Manusia


Kegiatan Belajar 1: Anatomi dan Fisiologi Reproduksi Manusia
Jumlah penduduk Indonesia merupakan keempat terbesar di dunia. Mengapa
penduduk bertambah banyak? Hal ini disebabkan manusia juga merupakan makhluk
hidup yang secara biologis senantiasa melakukan reproduksi. Hanya dalam melahirkan
anak-anaknya ada yang cepat dan ada yang lambat tergantung kemampuan seseorang
dalam mengatur kelahiran anak tersebut.
Lebih jauh lagi pandangan mengenai keluarga pada masa sekarang ini telah
berbeda dengan masa lalu bahkan boleh dikatakan sangat mencolok. Bila pada masa lalu
tujuan seseorang berkeluarga agar memperoleh anak sebanyak mungkin karena memiliki
keyakinan bahwa banyak anak banyak rejeki, namun sekarang pandangan tersebut
mulai berubah. Bahkan suatu keluarga tidak lagi ingin memiliki anak yang terlalu banyak
dengan alasan:
-

makin banyak anak dianggap menambah beban tanggungan keluarga

keluarga khususnya wanita merasa terbatas ruang geraknya bila memiliki anak
terlalu banyak, karena sebagaimana kita tahu sekarang ini dalam rangka
menegakkan emansipasi, telah banyak ibu rumah tangga yang bertindak sebagai
wanita karier sehingga tidak selamanya mereka dapat berada di dalam rumah
untuk menjaga anak-anaknya.
Para orang tua yang telah berpandangan maju beranggapan bahwa anak

mengharapkan agar diasuh, dirawat, dibina, disekolahkan atau disejahterakan sebaikbaiknya oleh orang tuanya.
Pemerintah Indonesia saat sedang melaksanakan program Keluarga Berencana
yang bertujuan untuk mengatur atau menjarangkan kelahiran agar pertambahan penduduk
tidak terlalu pesat. Pengertian ini perlu ditekankan karena keluarga berencana bukan
bertujuan untuk menghentikan kelahiran, tetapi untuk mengendalikan kelahiran.
Proses pengontrolan kelahiran dapat dilakukan dengan beberapa cara. Dibawah ini akan
dibahas mengenai berbagai macam alat kontrasepsi.

Cara Tepat Memilih Alat Kontrasepsi Keluarga Berencana


bagi Wanita
HERTI MARYANI
Puslitbang Pelayanan dan Teknologi Kesehatan, Depkes RI
Pendahuluan
Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif
yang paling dasar dan utama bagi wanita, meskipun tidak selalu diakui demikian. Untuk
optimalisasi manfaat kesehatan KB, pelayanan tersebut harus disediakan bagi wanita
dengan cara menggabungkan dan memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan reproduksi
utama dan yang lain. Juga responsif terhadap berbagai tahap kehidupan reproduksi
wanita. Peningkatan dan perluasan pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu
usaha untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu yang sedemikian tinggi
akibat kehamilan yang dialami oleh wanita.
Banyak wanita harus menentukan pilihan kontrasepsi yang sulit. Tidak hanya
karena terbatasnya jumlah metode yang tersedia, tetapi juga karena metode-metode
tersebut mungkin tidak dapat diterima sehubungan dengan kebijakan nasional KB,
kesehatan individual, seksualitas wanita, atau biaya untuk memperoleh kontrasepsi.
Dalam memilih suatu metode, wanita harus menimbang berbagai faktor, termasuk status
kesehatan mereka, efek samping potensial suatu metode, konsekuensi terhadap kehamilan
yang tidak diinginkan, besarnya keluarga yang diinginkan, kerjasama pasangan, dan
norma budaya mengenai kemampuan mempunyai anak.
Setiap metode mempunyai kelebihan dan kekurangan. Namun demikian,
meskipun telah mempertimbangkan untung rugi semua kontrasepsi yang tersedia, tetap
saja terdapat kesulitan untuk mengontrol fertilitas secara aman, efektif, dengan metode
yang dapat diterima, baik secara perseorangan maupun budaya pada berbagai tingkat
reproduksi. Tidaklah mengejutkan apabila banyak wanita merasa bahwa penggunaan
kontrasepsi terkadang problematis dan mungkin terpaksa memilih metode yang tidak
cocok dengan konsekuensi yang merugikan, atau tidak menggunakan metode KB sama
sekali.
Perasaan dan kepercayaan wanita mengenai tubuh dan seksualitasnya tidak dapat
dikesampingkan dalam pengambilan keputusan untuk menggunakan kontrasepsi. Banyak
wanita tidak bersedia mengubah siklus normalnya, karena takut bahwa perdarahan yang
lama dapat mengubah pola hubungan seksual dan dapat mendorong suami berhubungan
seks dengan wanita lain. Siklus yang memanjang atau perdarahan intermiten dapat
membatasi partisipasi dalam aktivitas keagamaan maupun budaya. Oleh karena itu,
pendapat suami mengenai KB cukup kuat pengaruhnya untuk menentukan penggunaan
metode KB oleh istri, karena wanita mempunyai semacam kendali apabila mereka
bertanggung jawab dalam penggunaan kontrasepsi. Dilain pihak, mereka juga dapat
merasa kecewa karena harus menolak permintaan seks pasangannya dan memikul beban
berat dari setiap efek samping dan risiko kesehatan. Wanita mungkin takut, karena alasan
kesopanan atau rasa malu, untuk berbicara dengan pasangannya, baik tentang KB
6

maupun menolak keinginan pasangannya untuk berhubungan ataupun mempunyai anak.


Akhirnya, beberapa wanita memilih menggunakan kontrasepsi tanpa sepengetahuan
pasangannya.
Dalam tulisan ini akan diuraikan beberapa cara dan pemakaian alat kontrasepsi,
serta kelebihan dan kekurangan masing-masing kontrasepsi. Tulisan ini diharapakan
dapat memberi masukan dan menambah pengetahuan bagi wanita untuk memilih alat
kontrasepsi yang tepat.
Berbagai Cara Kontrasepsi
Kontrasepsi berasal dari kata kontra berarti mencegah atau melawan dan
konsepsi yang berarti pertemuan antara sel telur yang matang dan sel sperma yang
mengakibatkan kehamilan. Maksud dari kontrasepsi adalah menghindari/mencegah
terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel
sperma tersebut. Ada dua pembagian cara kontrasepsi, yaitu cara kontrasepsi sederhana
dan cara kontrasepsi moderen (metode efektif).
1.
Cara Kontrasepsi Sederhana
Kontrasepsi sederhana terbagi lagi atas kontrasepsi tanpa alat dan kontrasepsi
dengan alat/obat. Kontrasepsi sederhana tanpa alat dapat dilakukan dengan
senggama terputus dan pantang berkala. Sedangkan kontrasepsi dengan alat/obat
dapat dilakukan dengan menggunakan kondom, diafragma atau cup, cream, jelly,
atau tablet berbusa (vaginal tablet).
a. Senggama Terputus
Merupakan cara kontrasepsi yang paling tua. Senggama dilakukan sebagaimana
biasa, tetapi pada puncak senggama, alat kemaluan pria dikeluarkan dari liang vagina dan
sperma dikeluarkan di luar. Cara ini tidak dianjurkan karena sering gagal, karena suami
belum tentu tahu kapan spermanya keluar.
b. Pantang Berkala (Sistem Kalender)
Cara ini dilakukan dengan tidak melakukan senggama pada saat istri dalam masa
subur. Cara ini kurang dianjurkan karena sukar dilaksanakan dan membutuhkan waktu
lama untuk puasa. Selain itu, kadang juga istri kurang terampil dalam menghitung
siklus haidnya setiap bulan.
c. Kondom/Diafragma
Kondom merupakan salah satu pilihan untuk mencegah kehamilan yang sudah
populer di masyarakat. Kondom adalah suatu kantung karet tipis, biasanya terbuat dari
lateks, tidak berpori, dipakai untuk menutupi zakar yang berdiri (tegang) sebelum
dimasukkan ke dalam liang vagina. Kondom sudah dibuktikan dalam penelitian di
laboratorium sehingga dapat mencegah penularan penyakit seksual, termasuk HIV/AIDS.
Kondom mempunyai kelebihan antara lain mudah diperoleh di apotek, toko obat, atau
supermarket dengan harga yang terjangkau dan mudah dibawa kemana-mana. Selain itu,
hampir semua orang bisa memakai tanpa mengalami efek sampingan. Kondom tersedia
dalam berbagai bentuk dan aroma, serta mudah dibuang. Sedangkan diafragma adalah
kondom yang digunakan pada wanita, namun kenyataannya kurang populer di
masyarakat.

d. Cream, Jelly, atau Tablet Berbusa


Semua kontrasepsi tersebut masing-masing dimasukkan ke dalam liang vagina 10
menit sebelum melakukan senggama, yaitu untuk menghambat geraknya sel sperma atau
dapat juga membunuhnya. Cara ini tidak populer di masyarakat dan biasanya mengalami
keluhan rasa panas pada vagina dan terlalu banyak cairan sehingga pria kurang puas.
2.

Cara Kontrasepsi Moderen/Metode Efektif


Cara kontrasepsi ini dibedakan atas kontrasepsi tidak permanen dan kontrasepsi
permanen. Kontrasepsi tidak permanen dapat dilakukan dengan pil, AKDR (Alat
Kontrasepsi Dalam Rahim), suntikan, dan norplant. Sedangkan cara kontrasepsi
permanen dapat dilakukan dengan metode mantap, yaitu dengan operasi tubektomi
(sterilisasi pada wanita) atau vasektomi (sterilisasi pada pria).

a. Pil
Pil adalah obat pencegah kehamilan yang diminum. Pil telah diperkenalkan sejak
1960. Pil diperuntukkan bagi wanita yang tidak hamil dan menginginkan cara pencegah
kehamilan sementara yang paling efektif bila diminum secara teratur. Minum pil dapat
dimulai segera sesudah terjadinya keguguran, setelah menstruasi, atau pada masa postpartum bagi para ibu yang tidak menyusui bayinya. Jika seorang ibu ingin menyusui,
maka hendaknya penggunaan pil ditunda sampai 6 bulan sesudah kelahiran anak (atau
selama masih menyusui) dan disarankan menggunakan cara pencegah kehamilan yang
lain.
Pil dapat digunakan untuk menghindari kehamilan pertama atau menjarangkan
waktu kehamilan-kehamilan berikutnya sesuai dengan keinginan wanita. Berdasarkan
atas bukti-bukti yang ada dewasa ini, pil itu dapat diminum secara aman selama bertahuntahun. Tetapi, bagi wanita-wanita yang telah mempunyai anak yang cukup dan pasti tidak
lagi menginginkan kehamilan selanjutnya, cara-cara jangka panjang lainnya seperti spiral
atau sterilisasi, hendaknya juga dipertimbangkan. Akan tetapi, ada pula keuntungan bagi
penggunaan jangka panjang pil pencegah kehamilan. Misalnya, beberapa wanita tertentu
merasa dirinya secara fisik lebih baik dengan menggunakan pil daripada tidak. Atau
mungkin menginginkan perlindungan yang paling efektif terhadap kemungkinan hamil
tanpa pembedahan. Kondisi-kondisi ini merupakan alasan-alasan yang paling baik untuk
menggunakan pil itu secara jangka panjang.
Jenis-jenis Pil
1) Pil gabungan atau kombinasi
Tiap pil mengandung dua hormon sintetis, yaitu hormon estrogen dan
progestin. Pil gabungan mengambil manfaat dari cara kerja kedua hormon
yang mencegah kehamilan, dan hampir 100% efektif bila diminum secara
teratur.
2) Pil berturutan
Dalam bungkusan pil-pil ini, hanya estrogen yang disediakan selama 1415
hari pertama dari siklus menstruasi, diikuti oleh 56 hari pil gabungan antara
estrogen dan progestin pada sisa siklusnya. Ketepatgunaan dari pil berturutan
ini hanya sedikit lebih rendah daripada pil gabungan, berkisar antara 98
99%. Kelalaian minum 1 atau 2 pil berturutan pada awal siklus akan dapat
mengakibatkan terjadinya pelepasan telur sehingga terjadi kehamilan. Karena
8

pil berturutan dalam mencegah kehamilan hanya bersandar kepada estrogen


maka dosis estrogen harus lebih besar dengan kemungkinan risiko yang lebih
besar pula sehubungan dengan efek-efek sampingan yang ditimbulkan oleh
estrogen.
3) Pil khusus Progestin (pil mini)
Pil ini mengandung dosis kecil bahan progestin sintetis dan memiliki sifat
pencegah kehamilan, terutama dengan mengubah mukosa dari leher rahim
(merubah sekresi pada leher rahim) sehingga mempersulit pengangkutan
sperma. Selain itu, juga mengubah lingkungan endometrium (lapisan dalam
rahim) sehingga menghambat perletakan telur yang telah dibuahi.
Kontra indikasi Pemakaian Pil
Kontrasepsi pil tidak boleh diberikan pada wanita yang menderita hepatitis,
radang pembuluh darah, kanker payudara atau kanker kandungan, hipertensi, gangguan
jantung, varises, perdarahan abnormal melalui vagina, kencing manis, pembesaran
kelenjar gondok (struma), penderita sesak napas, eksim, dan migraine (sakit kepala yang
berat pada sebelah kepala).
Efek Samping Pemakaian Pil
Pemakaian pil dapat menimbulkan efek samping berupa perdarahan di luar haid,
rasa mual, bercak hitam di pipi (hiperpigmentasi), jerawat, penyakit jamur pada liang
vagina (candidiasis), nyeri kepala, dan penambahan berat badan.
b. AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)
AKDR atau IUD (Intra Uterine Device) bagi banyak kaum wanita merupakan alat
kontrasepsi yang terbaik. Alat ini sangat efektif dan tidak perlu diingat setiap hari seperti
halnya pil. Bagi ibu yang menyusui, AKDR tidak akan mempengaruhi isi, kelancaran
ataupun kadar air susu ibu (ASI). Namun, ada wanita yang ternyata belum dapat
menggunakan sarana kontrasepsi ini. Karena itu, setiap calon pemakai AKDR perlu
memperoleh informasi yang lengkap tentang seluk-beluk alat kontrasepsi ini.
Jenis-jenis AKDR di Indonesia
1) Copper-T
AKDR berbentuk T, terbuat dari bahan polyethelen di mana pada bagian
vertikalnya diberi lilitan kawat tembaga halus. Lilitan kawat tembaga halus ini
mempunyai efek antifertilisasi (anti pembuahan) yang cukup baik.
2) Copper-7
AKDR ini berbentuk angka 7 dengan maksud untuk memudahkan
pemasangan. Jenis ini mempunyai ukuran diameter batang vertikal 32 mm dan
ditambahkan gulungan kawat tembaga (Cu) yang mempunyai luas permukaan
200 mm2, fungsinya sama seperti halnya lilitan tembaga halus pada jenis
Coper-T.
3) Multi Load
AKDR ini terbuat dari plastik (polyethelene) dengan dua tangan kiri dan
kanan berbentuk sayap yang fleksibel. Panjangnya dari ujung atas ke bawah
3,6 cm. Batangnya diberi gulungan kawat tembaga dengan luas permukaan
9

250 mm2 atau 375 mm2 untuk menambah efektivitas. Ada 3 ukuran multi load,
yaitu standar, small (kecil), dan mini.
4) Lippes Loop
AKDR ini terbuat dari bahan polyethelene, bentuknya seperti spiral atau huruf
S bersambung. Untuk meudahkan kontrol, dipasang benang pada ekornya.
Lippes Loop terdiri dari 4 jenis yang berbeda menurut ukuran panjang bagian
atasnya. Tipe A berukuran 25 mm (benang biru), tipe B berukuran 27,5 mm
(benang hitam), tipe C berukuran 30 mm (benang kuning), dan 30 mm (tebal,
benang putih) untuk tipe D. Lippes Loop mempunyai angka kegagalan yang
rendah. Keuntungan lain dari pemakaian spiral jenis ini ialah bila terjadi
perforasi jarang menyebabkan luka atau penyumbatan usus, sebab terbuat dari
bahan plastik.
Pemasangan AKDR
Prinsip pemasangan adalah menempatkan AKDR setinggi mungkin dalam rongga
rahim (cavum uteri). Saat pemasangan yang paling baik ialah pada waktu mulut
peranakan masih terbuka dan rahim dalam keadaan lunak. Misalnya, 40 hari setelah
bersalin dan pada akhir haid. Pemasangan AKDR dapat dilakukan oleh dokter atau bidan
yang telah dilatih secara khusus. Pemeriksaan secara berkala harus dilakukan setelah
pemasangan satu minggu, lalu setiap bulan selama tiga bulan berikutnya. Pemeriksaan
selanjutnya dilakukan setiap enam bulan sekali.
Kontra indikasi pemasangan AKDR:
Belum pernah melahirkan
Adanya perkiraan hamil
Kelainan alat kandungan bagian dalam seperti: perdarahan yang tidak normal dari alat
kemaluan, perdarahan di leher rahim, dan kanker rahim.
Keluhan-keluhan pemakai AKDR
Keluhan yang dijumpai pada penggunaan AKDR adalah terjadinya sedikit
perdarahan, bisa juga disertai dengan mules yang biasanya hanya berlangsung tiga hari.
Tetapi, jika perdarahan berlangsung terus-menerus dalam jumlah banyak, pemakaian
AKDR harus dihentikan. Pengaruh lainnya terjadi pada perangai haid. Misalnya, pada
permulaan haid darah yang keluar jumlahnya lebih sedikit daripada biasa, kemudian
secara mendadak jumlahnya menjadi banyak selama 1--2 hari. Selanjutnya kembali
sedikit selama beberapa hari. Kemungkinan lain yang terjadi adalah kejang rahim
(uterine cramp), serta rasa tidak enak pada perut bagian bawah. Hal ini karena terjadi
kontraksi rahim sebagai reaksi terhadap AKDR yang merupakan benda asing dalam
rahim. Dengan pemberian obat analgetik keluhan ini akan segera teratasi. Selain hal di
atas, keputihan dan infeksi juga dapat timbul selama pemakaian AKDR.
Ekspulsi
Selain keluhan-keluhan di atas, ekspulsi juga sering dialami pemakai AKDR,
yaitu AKDR keluar dari rahim. Hal ini biasanya terjadi pada waktu haid, disebabkan
ukuran AKDR yang terlalu kecil. Ekspulsi ini juga dipengaruhi oleh jenis bahan yang
dipakai. Makin elastis sifatnya makin besar kemungkinan terjadinya ekspulsi. Sedangkan
jika permukaan AKDR yang bersentuhan dengan rahim (cavum uteri) cukup besar,
kemungkinan terjadinya ekspulsi kecil.
10

Lama Pemakaian AKDR


Sampai berapa lama AKDR dapat dipakai? Hal ini sering menjadi pertanyaan.
Sebenarnya, AKDR ini dapat terus dipakai selama pemakai merasa cocok dan tidak ada
keluhan. Untuk AKDR yang mengandung tembaga, hanya mampu berfungsi selama 2--5
tahun, tergantung daya dan luas permukaan tembaganya. Setelah itu harus diganti dengan
yang baru.
c. Suntikan
Kontrasepsi suntikan adalah obat pencegah kehamilan yang pemakaiannya dilakukan
dengan jalan menyuntikkan obat tersebut pada wanita subur. Obat ini berisi Depo
Medorxi Progesterone Acetate (DMPA). Penyuntikan dilakukan pada otot (intra
muskuler) di bokong (gluteus) yang dalam atau pada pangkal lengan (deltoid).
Cara pemakaian
Cara ini baik untuk wanita yang menyusui dan dipakai segera setelah melahirkan.
Suntikan pertama dapat diberikan dalam waktu empat minggu setelah melahirkan.
Suntikan kedua diberikan setiap satu bulan atau tiga bulan berikutnya.
Kontra indikasi
Kontrasepsi suntikan tidak diperbolehkan untuk wanita yang menderita penyakit jantung,
hipertensi, hepatitis, kencing manis, paru-paru, dan kelainan darah.
Efek samping kontrasepsi suntikan
Tidak datang haid (amenorrhoe)
Perdarahan yang mengganggu
Lain-lain: sakit kepala, mual, muntah, rambut rontok, jerawat, kenaikan berat badan,
hiperpigmentasi.
d. Norplant
Norplant merupakan alat kontrasepsi jangka panjang yang bisa digunakan untuk
jangka waktu 5 tahun. Norplant dipasang di bawah kulit, di atas daging pada lengan atas
wanita. Alat tersebut terdiri dari enam kapsul lentur seukuran korek api yang terbuat dari
bahan karet elastik. Masing-masing kapsul mengandung progestin levonogestrel sintetis
yang juga terkandung dalam beberapa jenis pil KB. Hormon ini lepas secara perlahanlahan melalui dinding kapsul sampai kapsul diambil dari lengan pemakai. Kapsul-kapsul
ini bisa terasa dan kadangkala terlihat seperti benjolan atau garis-garis. ( The Bostons
Book Collective, The Our Bodies, Ourselves, 1992)
Norplant sama artinya dengan implant. Norplant adalah satu-satunya merek
implant yang saat ini beredar di Indonesia. Oleh karena itu, sering juga digunakan untuk
menyebut implant. Di beberapa daerah, implant biasa disebut dengan susuk.
Indonesia merupakan negara pemula dalam penerimaan norplant yang dimulai
pada 1987. Sebagai negara pelopor, Indonesia belum mempunyai referensi mengenai efek
samping dan permasalahan yang muncul sebagai akibat pemakaian norplant. Pada 1993,
pemakai norplant di Indonesia tercatat sejumlah 800.000 orang.

11

Efektivitas norplant
Efektivitas norplant cukup tinggi. Tingkat kehamilan yang ditimbulkan pada
tahun pertama adalah 0,2%, pada tahun kedua 0,5%, pada tahun ketiga 1,2%, dan 1,6%
pada tahun keempat. Secara keseluruhan, tingkat kehamilan yang mungkin ditimbulkan
dalam jangka waktu lima tahun pemakaian adalah 3,9 persen. Wanita dengan berat badan
lebih dari 75 kilogram mempunyai risiko kegagalan yang lebih tinggi sejak tahun ketiga
pemakaian (5,1 persen).
Yang tidak diperbolehkan menggunakan norplant
Wanita yang tidak diperbolehkan menggunakan norplant adalah mereka yang
menderita penyakit diabetes, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, migrain, epilepsi,
benjolan pada payudara, depresi mental, kencing batu, penyakit jantung, atau ginjal. (The
Boston Womens Book Collective, 1992)
Pemasangan norplant
Pemasangan norplant biasanya dilakukan di bagian atas (bawah kulit) pada lengan
kiri wanita (lengan kanan bagi yang kidal), agar tidak mengganggu kegiatan. Norplant
dapat dipasang pada waktu menstruasi atau setelah melahirkan oleh dokter atau bidan
yang terlatih. Sebelum pemasangan dilakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu dan
juga disuntik untuk mencegah rasa sakit. Luka bekas pemasangan harus dijaga agar tetap
bersih, kering, dan tidak boleh kena air selama 5 hari. Pemeriksaan ulang dilakukan oleh
dokter seminggu setelah pemasangan. Setelah itu, setahun sekali selama pemakaian dan
setelah 5 tahun norplant harus diambil/dilepas.
Kelebihan dan kekurangan norplant
Kelebihan norplant adalah masa pakainya cukup lama, tidak terpengaruh faktor
lupa sebagaimana kontrasepsi pil/suntik, dan tidak mengganggu kelancaran air susu ibu.
Sedangkan kekurangannya adalah bahwa pemasangan hanya bisa dilakukan oleh dokter
atau bidan yang terlatih dan kadang-kadang menimbulkan efek samping, misalnya
spotting atau menstruasi yang tidak teratur. Selain itu, kadang-kadang juga menimbulkan
berat badan bertambah.
e. Tubektomi (Sterilisasi pada Wanita)
Tubektomi adalah setiap tindakan pada kedua saluran telur wanita yang
mengakibatkan wanita tersebut tidak akan mendapatkan keturunan lagi. Sterilisasi bisa
dilakukan juga pada pria, yaitu vasektomi. Dengan demikian, jika salah satu pasangan
telah mengalami sterilisasi, maka tidak diperlukan lagi alat-alat kontrasepsi yang
konvensional. Cara kontrasepsi ini baik sekali, karena kemungkinan untuk menjadi hamil
kecil sekali. Faktor yang paling penting dalam pelaksanaan sterilisasi adalah kesukarelaan
dari akseptor. Dengan demikian, sterilisasi tidak boleh dilakukan kepada wanita yang
belum/tidak menikah, pasangan yang tidak harmonis atau hubungan perkawinan yang
sewaktu-waktu terancam perceraian, dan pasangan yang masih ragu menerima sterilisasi.
Yang harus dijadikan patokan untuk mengambil keputusan untuk sterilisasi adalah jumlah
anak dan usia istri. Misalnya, untuk usia istri 25--30 tahun, jumlah anak yang hidup harus
3 atau lebih.

12

Penggunaan Kontrasepsi Menurut Umur


1. Umur ibu kurang dari 20 tahun:
o Penggunaan prioritas kontrasepsi pil oral.
o Penggunaan kondom kurang menguntungkan, karena pasangan muda
frekuensi bersenggama tinggi sehingga akan mempunyai kegagalan tinggi.
o Bagi yang belum mempunyai anak, AKDR kurang dianjurkan.
o Umur di bawah 20 tahun sebaiknya tidak mempunyai anak dulu.
2. Umur ibu antara 20--30 tahun
o Merupakan usia yang terbaik untuk mengandung dan melahirkan.
o Segera setelah anak pertama lahir, dianjurkan untuk memakai spiral
sebagai pilihan utama. Pilihan kedua adalah norplant atau pil.
3. Umur ibu di atas 30 tahun
o Pilihan utama menggunakan kontrasepsi spiral atau norplant. Kondom bisa
merupakan pilihan kedua.
o Dalam kondisi darurat, metode mantap dengan cara operasi (sterlilisasi)
dapat dipakai dan relatif lebih baik dibandingkan dengan spiral, kondom,
maupun pil dalam arti mencegah.
Beberapa Metode Kontrasepsi Baru
Dengan adanya metode kontrasepsi yang baru, berarti pula memberikan lebih
banyak pilihan, dapat membantu mengatasi beberapa kendala pemakaian kontrasepsi.
Meskipun demikian, pengembangan kontrasepsi baru untuk menambah yang sudah ada
sangat terasa kurang membawa perubahan yang positif dan inovatif. Beberapa metode
yang sedang diuji klinik antara lain:
1. Cincin kontrasepsi
Cincin ini dimasukkan ke dalam vagina, bentuknya seperti kue donat, dan
mengandung steroid, yaitu progestin atau progestin ditambah estrogen, yang
dilepas ke dalam aliran darah. Cincin kontrasepsi mengandung dosis hormon yang
lebih rendah dibanding dengan kontrasepsi oral. Wanita dapat memasukkan dan
mengeluarkan cincin ini sendiri.
2. Vaksin antifertilitas reversibel
Vaksin ini menyebabkan antibodi berinteraksi dengan human chorionic
gonadotropin (HCG), suatu hormon yang memelihara kehamilan. Tanpa HCG,
lapisan uterus lepas dengan membawa telur yang sudah dibuahi sehingga terjadi
menstruasi.
3. Norplant II
Norplant II memiliki kelebihan dibanding dengan norplant yang ada sekarang,
karena norplant II hanya memerlukan dua implantasi subdermal. Dengan
demikian, lebih mudah memasukkan dan mengeluarkannya.
4. Suntikan
Kontrasepsi ini menggunakan mikrosfero atau mikrokapsul. Injeksi terbuat dari
satu atau lebih hormon di dalam kapsul yang dapat dibiodegradasi, yang
melepaskan hormon dan menghambat ovulasi. Satu suntikan dapat melindungi
satu, tiga, atau enam bulan, tergantung dari jenis komposisi kimianya.
5. Implantasi Transdermal
Implantasi transdermal menyebabkan pelepasan kontrasepsi steroid yang lambat
13

dan teratur ke aliran darah melalui kulit. Wanita dapat menempatkan implant
tersebut pada tubuh dan melepaskannya sesuai keinginan. Pada salah satu jenis
implantasi transdermal, seorang wanita menggunakan tiga implantasi selama tiga
minggu. Setiap implantasi efektif selama tujuh hari. Pada minggu berikutnya,
digunakan implantasi plasebo sehingga terjadi menstruasi.
6. IUD bentuk T yang baru
IUD ini melepaskan lenovorgegestrel dengan konsentrasi yang rendah selama
minimal lima tahun. Dari hasil penelitian menunjukkan efektivitas yang tinggi
dalam mencegah kehamilan yang tidak direncanakan maupun perdarahan
menstruasi. Kerugian metode ini adalah tambahan terjadinya efek samping
hormonal dan amenore.
7. Kondom wanita
Kondom ini dikendalikan oleh wanita dan mengurangi risiko terkena penyakit
menular seksual. Dari uji klinik menunjukkan bahwa kelicinan, kebocoran,
kerusakan, dan hambatan efektivitasnya lebih baik dibandingkan kondom pria.
Kesimpulan dan Saran
Dalam memilih alat kontrasepsi yang tepat, sebaiknya calon akseptor diberi
penjelasan tentang keuntungan dan kerugian masing-masing alat kontrasepsi, sehingga
diharapkan dapat memperkecil terjadi kehamilan serta mengurangi efek samping dari alat
kontrasepsi tersebut.
Penelitian yang didasarkan pada hasil mengenai manfaat dan kepercayaan
akseptor yang berkaitan dengan seksualitas serta penggunaan kontrasepsi, harus
dilakukan terlebih dahulu sebelum suatu metode kontrasepsi dipasarkan dan dianggap
sebagai pilihan tambahan.
Untuk peningkatan dan perluasan pelayanannya, keluarga berencana dapat
dimasukkan ke dalam pelayanan kesehatan reproduksi serta pelayanan kesehatan primer
yang lain agar tanggap terhadap seluruh kebutuhan kesehatan reproduksi wanita. Di
dalam suatu program yang terintegrasi, harus terdapat metode kontrasepsi yang dapat
diterima, aman, dan efektif serta dapat dipakai wanita pada berbagai tahap kehidupan
reproduksi. Metode kontrasepsi juga harus dapat diterima secara seksual maupun sosial
tanpa adanya pengaruh negatif terhadap kesehatan dan kesejahteraan secara umum.
Apabila tersedia pilihan metode kontrasepsi yang lebih bervariasi dan pelayanan
yang lebih responsif terhadap keinginan serta kebutuhan pelayanan kesehatan reproduksi
wanita maka tujuan keluarga berencana akan mulai tercapai. Dengan demikian,
diharapkan wanita merasa terpanggil untuk meningkatkan kesadaran hak seksual dan
reproduksinya sebagai langkah utama menuju kesehatan yang utuh.
Daftar Pustaka
1. Sarwono, Sarlito Wirawan, 1979. Herman Memilih Sterilisasi, Perkumpulan
untuk Sterilisasi Sukarela Indonesia, Jakarta.
2. Myrnawati, 1979. Mengapa Mereka Memilih Sterilisasi, Perkumpulan untuk
Sterilisasi Sukarela Indonesia, Jakarta.
3. Sosrohadikoesoemo, Soemiani , 1984. Pil, Badan Koordinasi Keluarga Berencana
Nasional Propinsi Jawa Tengah Bidang Kependudukan.

14

4. Koblinsky, Marge; Timyan, Judith; Gay, Jill, 1997. Kesehatan Wanita Sebuah
Perspektif Global, Gajah Mada University Press.
5. Yuarsi, Susi Eja, 1997. Norplant, Penerimaan Program dan Layanan Lanjutan,
Pusat Penelitian Kependudukan, Universitas Gajah Mada.
6. Jakarta, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional,1980. Pedoman Praktis
Pelayanan Kontrasepsi Petugas Paramedis.
7. Jakarta, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional,1980. Alat Kontrasepsi
Dalam Rahim.
8. Melati, Mawar, 1985. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim, Majalah Warta Konsumen,
Edisi Tahun ke XII , No.138, hal 5-6.

15

Modul 4 : Tanaman Obat untuk Keluarga


Kegiatan Belajar 1 : Pemanfaatan Pekarangan Sebagai Apotik Hidup
dan Manfaat Tanaman
Seirama dengan sasaran pembangunan kesehatan yaitu terciptanya kualitas
manusia dan masyarakat Indonesia yang maju dan mandiri dalam suasana sejahtera lahir
dan batin, maka gerakan meningkatkan kesehatan telah menjadi tekad bangsa Indonesia.
Tidak terhitung banyaknya yang dapat di upayakan dalam gerakan meningkatkan
kesehatan tersebut, diantaranya adalah kecenderungan menggali pengalaman budaya
leluhur kembali ke alam (back to nature) melalui pemanfaatan tanaman obat.
Gerakan back to nature dengan memanfaatkan tumbuhan berkhasiat untuk
perawatan kesehatan dan pengobatan penyakit secara alami menawarkan suatu sistem
pengobatan yang efisien, efektif, aman dan ekonomis. Karena itu jangan heran jika kini
semakin banyak orang yang berusaha lebih dahulu memanfaatkan obat dari berbagai
tanaman sebelum memutuskan untuk memperoleh pengobatan yang lebih modern melalui
dokter.
Selain murah dan mudah di dapat, obat tradisional yang berasal dari tumbuhan
pun memiliki efek samping yang jauh lebih rendah tingkat bahayanya dibandingkan
dengan obat-obatan kimia. Hal ini disebabkan efek dari obat bersifat alamiah, tidak
sekeras efek dari obat-obatan kimia. Tubuh manusiapun relatif lebih gampang menerima
obat dari bahan tumbuh-tumbuhan dibandingkan dengan obat kimiawi
Pemakaian dan cara pengobatan obat tradisional dari bahan baku tanaman boleh
dibilang amat sederhana, walaupun para pengobat tradisionalpun telah banyak
mengetahui tumbuhan obat yang beracun, namun tetap menggunakannya, karena mereka
mengetahui cara pengolahannya. Dengan demikian racun dapat terbuang terlebih dahulu
misalnya dengan cara mengukus, menggongseng atau merebus dengan api kecil selama
4-5 jam sebelum digunakan. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian pemakainya
kurang mengindahkan hal-hal yang bersifat higienis. Padahal alat, bahan dan pelaku
sebaiknya harus bersih. Selain itu ada hal yang harus diketahui pula untuk
menghindarkan hal-hal yang tidak dikehendaki dalam pemakaian tanaman obat ini antara
lain bahan tanaman, peralatan yang digunakan, air, jangka waktu pemakaian dan tindakan
medis lainnya.
Disini kita akan mencoba melihat beberapa contoh tanaman yang dapat digunakan
sebagai obat untuk beberapa jenis penyakit. Mudah-mudahan dapat bermanfaat.
1. Kanker
a.Brokoli
Brokoli dimakan sebagai sayuran rebus atau dimasak dengan sayuran lain dengan
porsi secukupnya. Untuk mencegah/ menghambat perkembangan sel kanker.
b.
Jombang
Rebus 20-60 gram herba jombang segar dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas.
Setelah dingin, saring dan air sisa saringannya diminum sekaligus. Lakukan setiap
hari.

16

c.Keladi tikus
Siapkan 3 tangkai keladi tikus. Rendam dengan iar selama jam. Cuci bersih, lalu
tumbuk halus. Peras dengan kain. Tambahkan sendok makan madu, kemudian
minum segera. Lakukan 3x sehari, saat perut kosong, sekurang-kurangnya 2 jam
sebelum makan.
2. Hepatitis
a.Inggu/mimba
Cuci bersih 1/3 genggam daun inggu segar. Rebus dengan 3 gelas air hingga tinggal
separuh. Setelah dingin, saring. Minum 2 x sehari, masing-masing gelas.
Tambahkan gula batu seperlunya bila hendak diminum.
b.
Jombang
Cuci 30-60 gram herba jombang segar sampai bersih, lalu potong seperlunya. Rebus
dalam 3 gelas air sampai tersisa setengahnya. Setelah dingin, saring dan air
saringannya dibagi untuk 3 x minum sehari, masing-masing gelas
3. HIV
Daun dan batang sambiloto, temulawak, dan daun pegagan masing-masing setengah
genggam direbus dalam 4 gelas air. Setelah mendidih dan dingin barulah diminum.
4. Demam berdarah
Meniran 3-4 pohon, temu hitam 2-3 rimpang, kunyit 2-4 jari, daun pepaya tua 2
lembar dan garam secukupnya. Semua bahan dicuci bersih, lalu dimasukkan ke dalam
blender dan dicampur dengan 1 gelas air matang. Hancurkan semua bahan dengan
blender. Hasilnya diperas dan di saring. Ramuan ini diminum sekaligus. Jika kadar
trombosit masih rendah, sebaiknya diminum setiap 3-4 kali sehari sampai
trombositnya mendekati normal.
Demikianlah sedikit penjelasan tentang tanaman obat dan manfaatnya. Mudahmudahan dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin
MENIRAN
(Phylanthus urinaria,Linn)
Sinonim: Phylanthus alatus, BI. P.cantonensis, Hornem. P.echinatus, Wall.
P.lepidocarpus, Sieb.et Zucc P.lepocarpus, Wight Indonesia : Meniran;
Inggris: Child pick a back; India: Kilanelli; China: Zhen chu cao, ye xia zhu
Familia: Euphorbiaceae
Daerah asal: kawasan tropika
Ciri-ciri: Tumbuhan liar ini banyak ditemukan di hutan, ladang atau pekarangan rumah,
pada umumnya tidak terpelihara, terdapat di tempat yang lembab dan berbatu di
pinggir jalan ataupun di tanah kosong diantara rerumputan ataupun di pinggir
selokan. Tinggi 50 cm, batangnya berwarna hijau pucat (Phyllanthus niruri)
17

atau hijau kemerahan (Phyllanthus urinaria) berbentuk bulat basah. Daunnya


bersirip genap, tiap tangkai daun terdiri dari daun majemuk berukuran kecil dan
lonjong, bunga berseling, tumbuh pada ketiak daun, mirip meniran dan terdapat
pada ketiak daun menghadap ke bawah. Buahnya bulat berdiameter 2 mm 2,5
mm

Kandungan Kimia:
Meniran mengandung kalium, mineral, damar, zat filatin dan zat penyamak, hipofilantin
dan tanin. Rasanya agak asam, astriget dan sejuk.
Kegunaan:
1. Sakit Maag
5 tanaman meniran ( daun, batang, akar ) direbus dengan 2 gelas air sampai
tinggal setengah. Minum 3x sehari
2. Melancarkan Air Seni
Cara I : 50 g tanaman meniran ( daun, batang, akar ) direbus dengan 2 gelas air
sampai airnya tinggal setengah. Ramuan ini untuk diminum 3x sehari
Cara II : Daun dan akar meniran dicuci bersih lalu dikunyah , sambil sedikitsedikit cairannya ditelan.
18

3. Batu Ginjal
5 tanaman meniran ( daun, batang, akar ), 15 helai daun kumis kucing direbus
dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setangah. Ramuan ini untuk diminum 3x
sehari
4. Batu Empedu
Segenggam daun meniran, 1 jari temulawak, segenggam rambut jagung direbus
dengan 1 gelas air. Setelah mendidih berikan sedikit gula aren. Minum ramuan
ini 2x sehari
5. Malaria
Tumbuk 5 tanaman meniran ( daun, batang, akar ), 1 helai daun pepaya, 3
temulawak, 1 jari pule ( pulai ). Lalu, peras sambil diberi air 1 gelas. Minum
ramuan ini 1x sehari selama 2 minggu
6. Nyeri Haid
3 tanaman ( daun, batang, akar ) meniran, 1 ibu jari lengkuas, 1 sendok teh
ketumbar, 1 jari kunyit. Lengkuas dimemarkan, kunyit dikupas dan diiris tipistipis. Lalu, rebus semua bahan tersebut dengan 3 gelas air sampai airnya tinggal
setengah. Ramuan ini untuk diminum 2x sehari
7. Menurunkan Berat Badan
5 tanaman meniran, 15 lembar daun jati belanda, 1 jari pule direbus dengan 2
gelas air sampai airnya tingggal setengah. Minum ramuan ini 2x sehari.
8. Jerawat
7 tanaman ( daun, batang, akar ) meniran, 1 ibu jari temulawak ditumbuk lalu
direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Minum sekaligus,
setiap hari.
9. Sakit Gigi
Akar meniran setelah dicuci bersih, lalu dikunyah-kunyah pada gigi yang sakit.

19

Modul 6 : Bahan Tambahan Makanan dan Bahan Kimia Rumah Tangga


Kegiatan Belajar 2 : Bahan Kimia Rumah Tangga
Mengapa makanan yang masih panas tidak boleh dimasukkan ke dalam plastik
atau kotak styrofoam? Pernahkah memesan minuman teh panas dalam gelas styrofoam?
Styrofoam atau plastik busa merupakan salah satu jenis plastik dari sekian banyak
bahan lainnya. Styrofoam lazim digunakan sebagai bahan pelindung dan penahan getaran
barang-barang yang mudah pecah (fragile), seperti elektronik. Namun, saat ini bahan
tersebut juga banyak digunakan sebagai bahan pengemas makanan dan minuman.
Bahan dasar styrofoam adalah polistiren, suatu jenis plastik yang sangat ringan,
kaku, tembus cahaya dan murah. Namun, bahan tersebut cepat rapuh. karena kelemahan
tersebut, polistiren dicampur seng dan senyawa butadien.
Hal ini menyebabkan polistiren kehilangan sifat jernihnya dan berubah warna
menjadi putih susu. Kemudian untuk kelenturannya, ditambahkan zat plasticier seperti
dioktilptalat (DOP), butil hidroksi toluena, atau n butyl stearat.
Plastik busa yang mudah terurai menjadi struktur sel-sel kecil merupakan hasil
proses peniupan dengan menggunakan gas chlorofluorocarbon (CFC). Hasilnya adalah
bentuk seperti yang kita pergunakan saat ini.
Pemakaian styrofoam sebagai wadah makanan menimbulkan kekhawatiran dan
protes dari berbagai pihak. Berdasarkan berbagai penelitian yang dilakukan sejak tahun
1930-an, diketahui bahwa stiren, bahan dasar styrofoam, bersifat mutagenik (mampu
mengubah gen) dan potensial karsinogen (merangsang sel kanker). Demikian pula
butadien sebagai bahan penguat maupun DOP atau BHT sebagai plasticiser-nya.
Bahan-bahan tersebut, khususnya stiren, larut dalam air, lemak, alkohol, maupun
asam. Semakin lama waktu pendedahan dan semakin tinggi suhu, semakin besar pula
migrasi atau perpindahan bahan-bahan yang bersifat toksik tersebut ke makanan atan
minuman. Apalagi bila makanan atau minuman itu banyak mengandung lemak atau
minyak.
Memang toksisitas yang ditimbulkan tidak langsung tampak. Sifatnya akumulatif
dan dalam jangka panjang baru timbul akibatnya.
Sementara itu, CFC sebagai bahan peniup pada pembuatan styrofoam merupakan gas
yang tidak beracun dan mudah terbakar serta sangat stabil. Begitu stabilnya, gas ini baru
bisa terurai sekitar 65-130 tahun!
Gas ini akan melayang di udara mencapai lapisan ozon di atmosfer dan akan terjadi
reaksi dan menjebol lapisan pelindung bumi. Akibat jebolnya lapisan ozon, akan timbul
efek rumah kaca. Suhu bumi meningkat, sinar ultraviolet matahari akan terus menembus
bumi, sehingga menimbulkan kanker kulit.
Menurut hasil penelitian ternyata styrofoam dan plastik mengandung formalin
sebanyak 5 ppm. Satu ppm setara dengan satu mg/kg. Zat racun tersebut akan luruh ke
dalam makanan akibat kondisi panas, seperti saat terkena air atau minyak panas.
Karenanya makanan yang masih panas jangan langsung dimasukkan ke dalam plastik
atau kotak styrofoam, sebaiknya didinginkan dahulu dan diberi alas daun. Batas aman
kadar formalin di udara adalam 0.3 ppm.
Formalin adalah zat amat berbahaya karena dapat memicu mutasi sel pada jaringan
tubuh manusia dan binatang. Mutasi sel ini dapat menyebabkan kanker yang sangat sulit
disembuhkan. Kanker dapat dimulai dari pertumbuhan satu sel yang abnormal saja.
20

Pada manusia, paparan formalin lebih sering memicu kanker hidung dan
tenggorokan. Formalin dalam tubuh manusia dapat terakumulasi dan kadar dalam tubuh
ini tidak dapat diukur, karena formalin segera mengalami proses metabolisme yang
kompleks dalam tubuh dan larut dalam jaringan. Tidak ada terapi khusus untuk
membersihkan senyawa ini dari dalam tubuh. Satu-satunya cara adalah tindakan preventif
untuk menghindari mengkonsumsi makanan berformalin.
Antisipasi makanan berformalin:
1. tingkatkan daya tahan tubuh. Jaga kesehatan
2. Konsumsi makanan atau minuman mengandung antioksidan tinggi sebagai cellprotector
3. makan seimbang dan minum air cukup
4. tahu direndam semalan dengan air bersih sebelum dikonsumsi. Airnya dibuang
5. rebus mie dengan air banyak dan ganti air perebus
6. cuci ikan dengn bersih, lalu godok kulit ikan dan rendam dalam air.
Residu "Styrofoam" Semakin Berbahaya bagi Kesehatan
Senin, 17 September, 2001 oleh: Siswono
Residu "Styrofoam" Semakin Berbahaya bagi Kesehatan
Gizi.net - Prof Dr FG Winarno mengemukakan, residu bahan pengemas baik dalam
bentuk monomer, dimer; maupun trimer yang sering dicurigai mempunyai potensi bahaya
terhadap kesehatan manusiaterutama dianggap sebagai karsinogenikberdasarkan
hasil penelitian belakangan ini semakin diyakini bahwa memang berpotensi demikian.
Dalam kaitan itu, Guru Besar Teknologi Pangan IPB (Institut Pertanian Bogor)
yang mantan President Codex Alimentarius Commission dan kini menjadi Advisory
Board World Food Regulation Review tersebut mengutip hasil penelitian ilmiah terkini
mengenai bahayanya dimer dan trimer styrofoam yang dilaporkan World Food
Regulation Review. Disebutkan, pada tanggal 3 Juli 2001, untuk pertama kalinya Hiroshi
Hattori (wakil dari Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkapkan bahaya
residu styrofoam dalam makanan secara ilmiah bahwa styren dimer dan styren trimer
terbukti dapat menyebabkan Endocrine Disruption.
Endocrine Disruption Chemical (EDC) merupakan penyakit yang terjadi akibat
adanya gangguan pada sistem endokrinologi dan reproduksi pada manusia, yang
disebabkan oleh bahan kimia yang bersifat karsinogen dalam makanan, kata Winarno
dalam acara MBRIO Coffee Morning, Selasa (11/9) di Bogor.
Penelitian tersebut, menurut Winarno, akan diteruskan lagi untuk beberapa bulan
mendatang dengan menggunakan tikus dan binatang lain. Jika hasilnya positif, maka
pemerintah pusat di Jepang akan diminta untuk melarang secara berangsur penggunaan
bahan pengemas polystyrene pada bahan makanan, baik produk lokal maupun impor.
Prof Winarno menyebutkan informasi terakhir itu juga telah menjadi perhatian
dari World Food Regulation Review Agustus 2001. Karena tampaknya hasil penelitian
lanjutan tersebut juga mempunyai kecendrungan positif, dan akibatnya akan memberi
efek yang luar biasa di seluruh bisnis pangan dunia, termasuk Indonesia.
Jepang, papar Winarno mengutip data Japan Convinience Food Association,
memproduksi 2.965 milyar mi instan dalam mangkuk styrofoam pada tahun 1999lebih
21

tinggi 6,8 persen dari tahun 1998. Dari jumlah itu, lebih dari 86 juta mangkuk diekspor
ke mancanegara. Sedangkan di Indonesia, pemanfaatan styrofoam meluas ke berbagai
pemanfaatan dalam penyajian pangan, baik panas maupun dingin, katanya.
Diingatkan pula, berhubung EDC belum ditemukan pencegahannya terhadap
bahaya kesehatan manusia, maka pencarian alternatif bahan harus menjadi fokus bangsa
Indonesia.(pun)
Sumber : Kompas, Kamis, 13 September 2001

22

Modul 7 : Bahaya Narkotika dan Merokok


Kegiatan Belajar 2 : Bahaya Merokok
Pada saat ini sudah umum kita melihat orang merokok, baik di jalan, di rumah, di
kantor maupun di tempat lainnya. Orang yang merokok saat ini sudah tidak mengenal
usia dan jenis kelamin. Tidak hanya pria dewasa, banyak anak remaja juga wanita
terbiasa merokok.
Sebagian orang berpendapat bahwa merokok dapat menimbulkan ketenangan,
sehingga mengurangi stres. Sebagian orang lainnya berpendapat bahwa dengan merokok
dia dapat lebih kreatif dalam berkarya. Bahkan tidak sedikit orang berpendapat bahwa
merokok merupakan simbol kejantanan dan kepahlawanan.
Tahukah Anda bahaya yang tersembunyi dibalik kebiasaan perilaku merokok,
baik pada perokok aktif maupun pada lingkungan sekelilingnya (perokok pasif)?
Jika anda membaca peringatan pada bungkus rokok, di situ tertulis
MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG,
IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN.
Rupanya, itu belum seberapa, karena dari hasil penelitian terakhir dilaporan
bahwa ada 10 tipe kanker yang disebabkan oleh rokok dan kematian dini akibat merokok.
Dari penelitian tersebut ditemukan pula pada pria perokok akan meninggal 13,2 tahun
lebih muda. Sedangkan pada wanita perokok akan meninggal 14,5 tahun lebih muda.
Berikut penyakit yang diakibatkan merokok
No
Organ
1
Otak
2
Mata
3
4
5

6
7
8
9
10
11
12
13
14

Akibat merokok
penyebab stroke
Memiliki resiko 3x lebih tinggi menderita katarak yang
menyebabkan kebutaan
Mulut,tenggorokan, Mengakibatkan kanker mulut, oesophagus. Penyakit yang
pita suara dan
menyerang gusi, pilek
oesophagus
Gigi
Akan mengalami 10 x lebih tinggi terbakar yang mengarah
ke infeksi yang merusak jaringan halus dan tulang
Paru
Wanita 13 x lebih besar kemungkinan terkena kanker paru,
sedangkan pria 23 x lebih besar terkena kanker paru. Akibat
lainnya berupa pneumonia, bronchitis, asma, batuk kronis
dan bengek
Jantung
Gagal jantung, serangan jantung, hipertensi, stroke
Perut
Kanker perut dan resiko tinggi kanker lambung
Ginjal
Kanker ginjal
Pankreas
Kanker pankreas
Kantung kemih
Kanker kantung kemih
Leher rahim
Kanker leher rahim
Kehamilan
Kemandulan. Bayi prematur, bobot kurang, gangguan
pernafasan
Tulang
Tulang rapuh
Darah
Resiko terkena leukemia atau kanker darah
23

BAHAYA MEROKOK
Kanker paru sangat diketahui sebagai penyakit yang berhubungan dengan
merokok. Resiko seorang perokok untuk mendapatkan kanker paru rata-rata 7,8 kali
dibandingkan dengan bukan perokok. Penelitian menunjukkan resiko tersebut meningkat
bila jumlah konsumsi tiap hari lebih besar, umur mulai merokok lebih muda, menghisap
lebih dalam, lama kebiasaan merokok lebih panjang dan kadar tar dalam rokok lebih
tinggi. Bahkan perokok juga memiliki tingkat resiko yang lebih tinggi terhadap penyakit
kanker lainnya seperti kanker kandung kemih, kanker tenggorok, kanker rahim dan
kanker lambung.
Zat-zat yang terkandung dalam rokok dapat dikelompokkan dalam 3 komponen
utama, yaitu nikotin, tar dan kelompok gas. Pada kelompok nikotin terkandung zat adiktif
yang membuat orang menjadi kecanduan dan sulit menghilangkan kebiasaan merokok.
Kelompok tar terdiri dari banyak zat yang bersifat karsinogenik yang bertanggungjawab
atas tumbuhnya sel-sel kanker dalam tubuh pecandu rokok. Kelompok gas, antara lain
terdiri dari karbon monoksida yang akan mengikat hemoglobin darah dan membuat
oksigen tereliminasi. Oksigenasi yang buruk dalam tubuh dapat mengakibatkan serangan
jantung dan lain-lain. Selain itu terdapat juga hidrogen sianida, gas beracun yang pernah
dipakai tentara Nazi untuk mengeksekusi orang Yahudi.
Penemuan dini kanker paru melalui screening yang dilaksanakan dengan 2 cara,
yakni pemeriksaan dahak (sitologi sputum) dan rontgen dada (foto thoraks). Bila kedua
cara ini dilakukan secara berkala, diharapkan kasus yang ditemukan masih rendah
derajatnya. Di negara maju, pemeriksaan untuk penemuan dini kanker paru dianjurkan
hanya pada golongan resiko tinggi, yang mempunyai ciri: laki-laki berumur 40 tahun ke
atas; perokok berat, menghisap 20 batang atau lebih setiap hari dan/atau bekerja di
lingkungan yang memungkinkan timbulnya kanker paru (pabrik cat, plastik, asbes dan
lain-lain).
Berbeda dengan beberapa penyakit kanker lainnya, pada kanker paru hanya
pencegahan primer yang diharapkan memberi hasil yang baik. Pencegahan primer yang
utama untuk penyakit kanker paru adalah menghentikan kebiasaan merokok yang telah
berlangsung atau tidak mulai merokok. Sedangkan pencegahan sekunder, seperti dengan
penemuan kanker secara dini tidak membawa dampak positif yang cukup besar terhadap
angka kesakitan dan kematian (morbiditas dan mortalitas) penyakit ini.
Rokok adalah salah satu faktor resiko untuk penyakit kardiovaskuler dan hipertensi.
Rokok mengandung ratusan komponen kimia yang bersifat racun dan oksidatif.
Beberapa peneliti telah membuktikan bahwa radikal bebas dalam rokok
menyebabkan disfungsi endothelial.
Disfungsi endothelial merupakan salah satu tanda-tanda paling awal aterosklerosis,
penyebab utama serangan jantung dan stroke. Pembuluh darah yang terpapar
dengan asap rokok akan menyerupai pipa yang kaku dan kasar. Akibatnya,
pembuluh darah tidak dapat melebar untuk melewatkan darah (terutama saat
volume darah meningkat).

Evaluasi:
24

Petunjuk jawaban soal.


Pilihlah satu jawaban yang paling benar dari beberapa alternatif jawaban yang
disediakan
1. Salah satu cara kontrasepsi sederhana yang menggunakan alat/obat adalah....
A. diafragma
B. senggama terputus
C. pantang berkala
D. AKDR
2. Kontrasepsi permanen yang dilakukan pada pria adalah....
A. tubektomi
B. vasektomi
C. suntikan
D. norplant
3. Salah satu efek samping dari pemakaian pil KB adalah....
A. kejang rahim
B. pendarahan
C. hiperpigmentasi
D. menjadi steril
4. Tanaman obat yang bisa membantu dalam penyembuhan penyakit HIV adalah....
A. daun dan batang sambiloto
B. jombang
C. brokoli
D. mimba
5. Pengobatan demam berdarah dapat dibantu dengan tanaman obat....
A. meniran
B. daun sambiloto
C. keladi tikus
D. jombang
6. Tumbuhan meniran mempunyai ciri-ciri seperti berikut....
A. batang berbentuk bulat basah dengan tinggi kurang dari 50 cm
B. daerah asal di kawasan kutub
C. nama lokal Inggris adalah Old Pick Back
D. pada bagian daun bunga terdapat ketiak daun menghadap kearah atas
7. Styrofoam tidak baik digunakan untuk makanan yang masih panas, karena
styrofoam....
A. penyebab stroke
B. bersifat mutagenik
C. menyerang gusi
D. penyebab katarak
8. Bahan dasar styrofoam yang potensial penyebab karsinogenik adalah....
A. alkohol
B. polisakarida
C. polistiren
D. karbon monoksida

25

9. Karbon monoksida (CO) pada rokok berbahaya, karena....


A. lebih mudah terikat pada hemoglobin
B. menempel pada saluran pernapasan
C. merangsang hormon adrenalin
D. menyebabkan selera makan menurun
10. Orang menjadi kecanduan dalam merokok, karena dalam rokok terkandung....
A. polistiren
B. polisakarida
C. zat karsinogen
D. zat adiktif
Kunci Jawaban
1. A
2. B
3. C
4. A
5. A
6. A
7. B
8. C
9. A
10. D

26