Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN KASUS

Seorang perempuan, Ny. AP, umur 41 tahun, suku Minahasa, alamat Mokupa,
pekerjaan ibu rumah tangga, datang ke Instalasi Gawat Darurat Medik RSUP Prof. R. D.
Kandou, kemudian dirawat di irina C3 tanggal 1 oktober 2010 dengan keluhan utama
demam.
Pada anamnesis didapatkan demam yang dialami penderita sejak 1 minggu
SMRS, demam tinggi pada perabaan, demam naik turun, demam turun setelah penderita
minum obat penurun demam, tapi tidak sampai suhu normal kemudian naik lagi. Demam
terutama pada malam hari, demam tidak disertai menggigil dan tidak disertai kejang.
Nyeri kepala sejak 2 hari SMRS, nyeri terasa pada seluruh bagian kepala, nyeri hilang
timbul dirasakan seperti ditusuk-tusuk. Mual dan muntah sejak 1 minggu SMRS.
Frekuensi muntah 1 kali sehari, dengan volume 1 gelas aqua, berisi cairan dan sisa
makanan, berwarna sesuai makanan. Tidak ada darah.
Nyeri perut dialami penderita kurang lebih 1 minggu sebelum masuk rumah sakit. Nyeri
perut dirasakan hilang timbul dan sangat mengganggu sekali aktivitas penderita. Nyeri
disemua bagian perut. Lemah badan sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit. Batuk tidak
dialami penderita. Sesak tidak dialami penderita.
BAB : penderita belum BAB kurang lebih 1 minggu sebelum masuk rumah sakit
BAK : biasa, 5 kali sehari volume kurang lebih 700 cc, warna kuning pucat, tidak
berbusa.
Riwayat penyakit dahulu seperti demam tifoid, malaria, diabetes melitus, hipertensi,
penyakit jantung, penyakit ginjal, kolesterol atau asam urat disangkal. Riwayat penyakit
keluarga hanya penderita yang sakit seperti ini. Riwayat sosial penderita tidak merokok
dan ,mengkonsumsi alkohol.
Pada pemeriksaan fisik ditemukan keadaan umum sakit sedang, kesadaran
compos metis. Tekanan darah 140/90 mmHg, nadi 80 x/menit regular isi cukup kuat
angkat, respirasi 20 x/menit, suhu badan 36,8 0C. Tinggi badan 150 cm, berat badan 46
Kg, indeks massa tubuh (IMT) 20,4 kg/cm2. Kepala konjungtiva tidak anemis, sclera
tidak ikterus, dan ditemukan lidah beslag/lidah tifoid. Leher tidak ada pembesaran KGB,
trakea letak di tengah, JVP 5+0cm. Pada pemeriksaan dada tampak pergerakan dinding
dada simetris, tidak ada retraksi. Stem fremitus kanan dan kiri sama. Perkusi paru kanan

dan kiri sonor. Suara pernapasan vesikuler, ronkhi tidak ada, wheezing tidak ada. Iktus
cordis tidak tampak dan tidak teraba. Batas jantung kiri di linea midclavicularis sinistra
ICS V dan batas kanan di linea parasternalis dextra ICS IV. Denyut jantung regular,
frekuensi 80 kali permenit, suara jantung I dan II terdengar normal dan tidak ada bising.
Pada pemeriksaan perut tampak datar dan lemas. Hepar dan lien tidak teraba, ada nyeri
tekan epigastrium, ada nyeri tekan suprapubik, bising usus positif normal. Ekstremitas
hangat, tidak ada edema dan tidak ada tophi.
Pada pemeriksaan laboratorium tanggal 1 oktober 2010 didapatkan leukosit
10200/uL, eritrosit 5,41x10 6/ uL, trombosit 529000/uL, Hb 11,6g/dL, HCT 40,4 %, GDS
114 mg/dL, Na 140 mmol/L, K 2,9 mmol/L, Cl 105 mmol/L, Ureum 19 mg/dL, Creatinin
1,1 mg/dL, Malaria (-), Widal S. Paratyphi 1/320 (+)???, Tubex TF 6, Urine epitel 4-6,
leukosit 10-15, eritrosit 0-1.
Berdasarkan

anamnesis,

pemeriksaan

fisik

dan

laboratorium,

penderita

didiagnosis dengan Demam Tifoid, Hipokalemia. Penderita ini diterapi dengan


pemasangan IVFD NaCl 0,9% : D5% 28 gtt/mnt, Ceftriaxone 2 kali 1 gram IV (skin
test), Ranitidin 2 kali 1 amp IV, Aspar-K 1 kali 1, Ondancentron 3 kali 1 amp IV,
Paracetamol 3 kali 500mg (kalau perlu), serta pemberian diet rendah serat dan nasehat
istirahat total.
FOLLOW UP
2 Oktober 2010 (Hari rawat I)
Keadaan penderita masih lemah, demam (-), mual dan muntah (+).
Tekanan darah 110/80 mmHg, nadi 72 x/menit regular isi cukup kuat angkat, respirasi 20
x/menit, suhu badan 36,80C. Kepala lidah beslag (+). Pemeriksaan abdomen NTE (+).
Penderita masih didiagnosis dengan Demam Tifoid, Hipokalemia. Terapi pada penderita
masih tetap dilanjutkan yaitu IVFD NaCl 0,9% : D5% 28 gtt/mnt, Ceftriaxone 2 kali 1
gram IV (skin test), Ranitidin 2 kali 1 amp IV, Aspar-K 1 kali 1, Ondancentron 3 kali 1
amp IV, Paracetamol 3 kali 500mg (kalau perlu), serta pemberian diet rendah serat dan
nasehat istirahat total.

3-4 Oktober 2010 (Hari rawat II-III)


Keadaan penderita masih lemah, demam (-), mual muntah (+). Tekanan darah
110/70 mmHg, nadi 72 x/menit regular isi cukup kuat angkat, respirasi 20 x/menit, suhu
badan 36,50C. Kepala lidah beslag (+). Pemeriksaan abdomen NTE (+). Terapi pada
penderita masih tetap dilanjutkan, namun pemberian paracetamol dihentikan.
5 Oktober 2010 (Hari rawat III)
Keadaan penderita masih lemah namun nafsu makan sudah sedikit membaik,
demam (-), mual muntah (+). Tekanan darah 100/70 mmHg, nadi 80 x/menit regular isi
cukup kuat angkat, respirasi 20 x/menit, suhu badan 36,8 0C. Kepala lidah beslag (+).
Pemeriksaan abdomen NTE (-). Penderita masih didiagnosis dengan Demam Tifoid,
Hipokalemia. Terapi pada penderita masih tetap dilanjutkan.
6 Oktober 2010 (Hari rawat IV)
Keadaan penderita masih lemah namun nafsu makan sudah sedikit membaik,
demam (-), mual muntah (+). Tekanan darah 110/80 mmHg, nadi 80 x/menit regular isi
cukup kuat angkat, respirasi 20 x/menit, suhu badan 36,1 0C. Kepala lidah beslag (+).
Pemeriksaan dada, cor dan pulmo tidak ada kelainan. Pemeriksaan abdomen NTE (+).
Ekstremitas hangat. Penderita didiagnosis dengan Demam Tifoid, Hipokalemia. Terapi
pada penderita masih tetap dilanjutkan.
7 Oktober 2010 (IV)
Keadaan penderita masih lemah namun nafsu makan sudah membaik, demam (-),
mual muntah (-). Tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 76 x/menit regular isi cukup kuat
angkat, respirasi 20 x/menit, suhu badan 36,3 0C. Kepala, lidah beslag (-). Pemeriksaan
abdomen NTE (-). Didapatkan hasil pemeriksaan laboratorium leukosit 6800/uL, eritrosit
5,57x106/uL, trombosit 387000/uL, Hb 14,5 g/dL, HCT 40,2 %, Na 129 mmol/L, K 3,5
mmol/L, Cl 98 mmol/L. Penderita didiagnosis dengan Demam Tifoid, Hiponatremia,
Hiperuricemia. Terapi pada penderita yaitu Ceftriaxone 2 kali 1gramIV, Omeprazole 21
kali 1 caps. Recana pemeriksaan berikutnya yaitu widal test, darah lengkap, dan
elektrolit.

8 Oktober 2010
Keadaan penderita masih lemah namun nafsu makan sudah membaik, demam (-),
mual muntah (-). Tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 68 x/menit regular isi cukup kuat
angkat, respirasi 20 x/menit, suhu badan 36,8 0C. Kepala, lidah beslag (-). Pemeriksaan
abdomen NTE (-). Didapatkan hasil pemeriksaan laboratorium leukosit 6800/uL, eritrosit
5,57x106/uL, trombosit 387000/uL, Hb 14,5 g/dL, HCT 40,2 %, Na 136 mmol/L, K
3,0???? mmol/L, Cl 98 mmol/L. Penderita didiagnosis dengan Demam Tifoid,
Hipokalemia. Penderita direncanakan pulang. Terapi pada penderita ini Omeprazole 1
kali 1, Aspar-K 3 kali 1, tu satu nda dapa bacaaaaa, depe hasil widal test bgm mo
tulis?
Pada tanggal 9 Oktober 2010 pasien dipulangkan dalam keadaan cukup baik,
dengan anjuran pulang diet bubur saring kemudian ditingkatkan menjadi bubur kasar dan
akhirnya diberikan nasi, serta diet serat. Istirahat total dan perawatan, serta minum obat
teratur. Terapi waktu pulang Cefixime 2x100mg tab, Omeprazole 1 kali 1 caps, Aspar-K
3 kali 1, tu satu nda dapa bacaaa. Penderita dianjurkan untuk kontrol kembali ke poli
interna.