Anda di halaman 1dari 13

Penatalaksanaan DM

Bagaimana meningkatkan
kualitas hidup bagi penderita DM?

EDISI JANUARI 2013

Salam Redaksi ,

JANUARI 2013

TOPIK UTAMA

3 Diabetes & Komplikasinya


Penatalaksanaan DM
6
Informasi seputar diabetes

Bagaimana meningkatkan kualitas


hidup bagi penderita DM?

Kaki Diabetes
Masalah & pencegahannya

Kisah Nyata

11

Dapur Tumbuh:
Pasta Saus Krim Tomat

12

INFO

14

Pemeriksaan Lab
Diabetes Mellitus

16
18
19

Mitos & Fakta

20

Diabetes, bukanlah
akhir dari segalanya

Nusasweet
Profil: Suharini

SANTAI

19

KESEHATAN

8 Titik Perbedaan

10
13

Olahraga Bagi Diabetesi


Pola Makan 3J

KONTRIBUTOR

Prof. Dr. dr. Djoko Hardiman, Sp.PD-KEMD


Professor kelahiran Solo 67 tahun yang lalu ini
masih tercatat sebagai pembimbing Pendidikan Dokter Spesialis I di Fakultas Kedokteran
UNS. Beliau menyelesaikan spesialisasi Penyakit Dalam di FK UGM pada tahun 1992 dan
tahun 2005 dinyatakan sebagai Guru Besar
di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas
Maret Surakarta. Sejak masih sebagai dokter
umum tahun 1981 sampai sekarang menjadi
Guru Besar, beliau aktif melayani pasien di RS
Dr. OEN SURAKARTA.

Dr. Isbianto Sutedjo, MSc Sp.PD


Meski belum genap setahun bergabung (mengawali karir di bulan Mei 2012) menjadi dokter
spesialis penyakit dalam purna waktu di RS Dr.
OEN Surakarta, jumlah pasien yang dilayani
oleh dokter low profile ini sudah mulai menunjukkan peningkatan setiap bulannya. Bapak 3
anak ini yang hobi mendengarkan musik dan
nonton film ini dalam kesehariannya melayani
pasien di Poliklinik Spesialis RS Dr. OEN Surakarta.

Dr. Indrawati Salim


Berawal dari keprihatinan terhadap ibunya
yang menderita diabetes, dr. Indra (begitu beliau akrab disapa) tergerak untuk aktif memperdalam tentang diabetes. Sejak tahun 1997,
beliau aktif mengikuti berbagai seminar dan
pelatihan tentang diabetes baik di dalam maupun di luar negeri. Ilmu dan pengetahuan yang
telah didapat, diterapkannya dalam melayani
pasien sehari-hari di Poliklinik Umum dan Klinik
Medikasi RS Dr. OEN Surakarta.

Waktu berputar begitu cepat dan tanpa terasa tahun


2012 baru saja berlalu. Pergantian tahun bagi banyak
orang biasanya dijadikan momentum untuk memulai lagi
dengan semangat baru, menetapkan target-target baru
yang akan dicapai serta menjalani hidup lebih sehat dari
tahun kemarin. Di awal tahun 2013 ini, perkenankan
kami mengucapkan Selamat Tahun Baru 2013, selamat
memasuki tahun penuh kesuksesan, kesehatan dan
kebahagiaan. Buletin TUMBUH edisi kali ini mengambil
tema tentang Diabetes mellitus yang sering disebut
sebagai ibu dari segala penyakit (the mother of all
disease) karena diabetes dapat memicu timbulnya
penyakit lain seperti stroke, jantung koroner, kebutaan,
gagal ginjal, dan sebagainya. Pada edisi ini akan
dibahas secara lebih mendalam tentang berbagai hal
yang berhubungan dengan Diabetes mulai dari gejala
diabetes, penatalaksanaan terkini, komplikasi hingga
pola makan sehat serta beberapa info lain seputar
diabetes yang tentunya juga menarik untuk disimak.
Menanggapi adanya permintaan Buletin TUMBUH untuk
dibuat dalam versi digital, maka mulai edisi Januari
2013 ini kami juga menyediakan Buletin TUMBUH
dalam bentuk portable document format (pdf) yang
dapat diunduh melalui www.droenska.com. Semoga
dengan tersedianya format digital ini memudahkan para
pembaca yang menggunakan smartphone, tablet atau
gadget lainnya. Kami juga mengundang para pembaca
yang mempunyai permasalahan kesehatan untuk dapat
mengirimkan e-mail ke alamat redaksi.tumbuh@gmail.
com. Semua pertanyaan yang masuk akan dijawab
oleh dokter-dokter RS Dr. OEN SURAKARTA yang
kompeten di bidangnya.
Akhir kata, dari dapur redaksi kami ucapkan Selamat
Membaca

PENASEHAT
Direksi RS Dr. OEN
SURAKARTA
PEMIMPIN REDAKSI
Dr. Andi Wibawanto, MPH
TIM REDAKSI
Dr. Antonius Budi Santoso
Dr. Budi Hartono
Dr. Budi Santoso
Dr. Yudhie Chandra Rayon
Junita Tandiyono, S.Psi
Kussetyanto Prihatmono
Retno Wulandari, Amd. Gz

JANUARI 2013 |

TOPIK UTAMA | DIABETES

Kisah

oleh Prof. Dr. dr. Djoko Hardiman, SpPD-KEMD.

NYATA
Pak Anton (sebut saja begitu) saat ini berusia 56 tahun adalah seorang ayah dari dua putra. Lima tahun belakangan
ini, Pak Anton rutin berobat ke seorang dokter spesialis penyakit dalam (internist). Pertama kali periksa (lima tahun
lampau) ia datang dengan keluhan mudah capai, maunya makan terus, minum terus, dan seringkali kencing (beser),
terutama malam hari. Kesemutan (jw : gringgingen) ia rasakan di ujung-ujung jari tangan dan kaki. Setelah melalui
serangkaian tes laboratorium, Pak Anton divonis menderita kencing manis atau Diabetes Mellitus (DM). Dokter yang
merawat sudah menjelaskan panjang lebar tentang penyakit ini serta komplikasi yang dapat terjadi.
Namun nasihat tinggallah nasihat. Alih-alih minum obat secara teratur, seringkali Pak Anton ogah minum obat berharihari. Olah raga teratur dan menjaga pola makan pun sering diabaikan. Dia sering mengeluh badannya tidak fit, mudah
lelah dan betapa terkejutnya dia saat mengetahui bahwa gula darah puasanya mencapai angka 300 mg/dl. Sejak
sekitar satu tahun yang lalu, pandangan matanya mulai kabur, berkabut, mudah silau, dan mata berair. Saat berjalan
di tempat yang minim cahaya, ia harus berpegangan pada lengan istrinya. Pernah saat menyetir mobil, hampir-hampir
ia menyenggol becak yang ada di depannya, bahkan sekali waktu secara tak sengaja ia menabrak pintu kaca yang
ada di depannya saat hendak makan malam di sebuah rumah makan. Merasa panik, ia buru-buru memeriksakan diri
ke rumah sakit mata di Yogyakarta, dan menjalani operasi mata. Ia menderita katarak diabetika. Masih untung penglihatannya dapat kembali, walau tetap harus mengenakan kacamata lensa plus. Menurut penuturan dokter, banyak
pasien lain menjadi benar-benar buta akibat kerusakan pembuluh darah halus di retina yang disebabkan oleh DM,
disebut retinopati diabetika.
Semenjak kejadian itu, kini ia lebih peduli pada dirinya sendiri. Ia telah merasakan salah satu komplikasi DM yang cukup menakutkan. Ia pun ingat dan lebih sadar bahwa DM bisa membuat luka sukar sembuh, terutama dengan adanya
pengalaman kawan seangkatannya yang diamputasi jempol kakinya akibat luka busuk di kaki. Kini ia sadar bahwa DM
bukan saja mengganggu produktivitas kerja tetapi juga berujung pada kematian akibat penyulit / komplikasi berupa
penyakit lain seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan gagal ginjal menahun.
Wow, serem juga, DM kelihatannya sepele ternyata punya banyak cara buat gerogoti badan, ujarnya. Sayangnya,
semenjak lima tahun lampau, baru kali ini ia menyadari hal itu dengan baik. DM adalah penyakit yang susah-susah
gampang dan kadang menakutkan. Banyak yang telah merasakan komplikasinya, tetapi banyak juga yang hidup damai dengan DM karena mereka menjaga pola makan, berolahraga, mengonsumsi obat secara teratur sesuai anjuran
dokter, bahkan tak jarang tetap patuh bila harus memakai insulin sebagai terapi. Jangan sekali-kali anggap enteng
DM, karena lalai sedikit saja, banyak organ akan tergerogoti, pesannya.
2

JANUARI 2013 |

Pendahuluan
Jumlah penduduk dunia yang menderita Diabetes
Mellitus cenderung meningkat dari tahun ketahun. Indonesia sendiri saat ini menduduki rangking ke 4 (empat)
dunia setelah Amerika Serikat, China, dan India dalam
prevalensi diabetes. Dari berbagai penelitian epidemiologi yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa
peningkatan prevalensi akan lebih menonjol perkembangannya di negara berkembang dibandingkan dengan
negara maju. Tahun 2007 prevalensi diabetes mellitus di
Indonesia sebesar 1,2% - 2,3% dari seluruh penduduk,
maka diperkirakan pada tahun 2030 akan ada sebanyak
20,1 juta penderita diabetes di Indonesia. Peningkatan
jumlah penderita diabetes yang besar ini disebabkan
karena faktor demografi, gaya hidup yang kurang sehat,
serta kurang patuh dalam pengelolaan diet dan pengobatan. Data-data diatas menimbulkan keprihatinan dan
perlunya kewaspadaan kita untuk mengenal lebih dalam
mengenai Diabetes Mellitus.
Apa itu diabetes mellitus (DM)? Bagaimana gejala
DM? Apa bahaya diabetes sehingga sering dijuluki the
sillent killer atau Pembunuh Diam-diam? (wow, ngeri
juga) Dapatkah DM disembuhkan? Itulah pertanyaanpertanyaan yang akan coba kita bahas berikut ini.

Apa itu Diabetes Mellitus?


Istilah Diabetes mellitus (DM) memiliki arti gula
madu. Istilah ini berasal dari Bahasa Yunani, artinya
mengalirkan melalui pipa dengan tekanan atmosfer
dan dari Bahasa Latin, artinya semanis madu. Dengan kata lain, pengertian diabetes yaitu air yang mengalir melewati tubuh penderita DM dari mulut langsung
keluar melalui saluran kemih. Air seni diabetisi rasanya
manis karena mengandung gula. Dulu, salah satu tes
untuk diabetes adalah dengan menuangkan air seni
pasien ke dekat sarang semut. Jika semut mengerumuni air seni tersebut, suatu pertanda bahwa pasien
tersebut menderita DM. Itu sebabnya diabetes sering
disebut sebagai penyakit kencing manis.
Ketika seseorang menderita DM maka pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin untuk menyerap
gula yang diperoleh dari makanan, atau tubuh mem-

produksi insulin yang cacat, atau tubuh tidak dapat memanfaatkan insulin dengan baik. Insulin adalah hormon
yang dihasilkan oleh sel Pulau Langerhans pankreas.
Hormon ini melekatkan dirinya pada reseptor-reseptor
yang ada pada dinding sel. Insulin bertugas untuk membuka reseptor pada dinding sel agar glukosa memasuki
sel untuk diubah melalui proses pembakaran / metabolisme menjadi energi untuk melakukan aktivitas. Jika
jumlah insulin tidak cukup, maka terjadi penimbunan
gula dalam darah sehingga menyebabkan diabetes.

CARA KERJA INSULIN

Ada banyak pembagian DM, antara lain DM tipe 1, DM


tipe 2, DM tipe lain, DM gestasional / kehamilan, dan
pra-DM. Namun pada artikel ini hanya akan dibahas
mengenai diabetes tipe 1 dan tipe 2, yang sering dialami
oleh diabetisi.

Diabetes Mellitus Tipe 1, DM tipe 1 atau yang


dulu dikenal dengan nama Insulin Dependent Diabetes
Mellitus (IDDM), terjadi karena kerusakan sel (beta)
pankreas. Bila kerusakan sel beta telah mencapai 8090% maka gejala DM mulai muncul. Perusakan sel
ini lebih cepat terjadi pada anak-anak daripada dewasa.
Sebagian besar penderita DM tipe 1 mempunyai antibodi yang menunjukkan adanya proses autoimun. Sebagian kecil tidak terjadi proses autoimun, sehingga
digolongkan sebagai tipe 1 idiopatik. Autoimun adalah
kegagalan suatu organisme untuk mengenali bagian dari
diri sendiri sebagai bagian dari dirinya, yang membuat
JANUARI 2013 |

TOPIK UTAMA | DIABETES

TOPIK UTAMA | DIABETES

respon kekebalan melawan sel & jaringan milik sendiri.


Sebagian besar (75%) kasus terjadi sebelum usia 30 tahun, tetapi usia tidak termasuk kriteria untuk klasifikasi.

Diabetes Mellitus Tipe 2, DM tipe 2 merupakan


90% dari kasus DM yang dulu dikenal sebagai Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). Pada diabetes ini terjadi penurunan kemampuan insulin bekerja
di seluruh jaringan tubuh (insulin resistance) dan kelainan fungsi sel . Akibatnya, walau pankreas masih dapat
memproduksi insulin namun jumlahnya tidak cukup untuk mengkompensasi / mengatasi ketidakmampuan
tubuh dalam menggunakan insulin tadi. Kedua hal ini
menyebabkan terjadinya defisiensi insulin relatif. Gejala
DM tipe 2 hampir-hampir tidak terdeteksi dan kegemukan sering berhubungan dengan kondisi ini, umumnya
terjadi pada usia >40 tahun. Kadar insulin bisa normal,
rendah, maupun tinggi karena penumpukan insulin
dalam darah yang tidak terpakai, sehingga penderita tidak tergantung pada pemberian insulin.

Pada DM Tipe
1, jumlah insulin
kurang, namun
reseptor insulin
permukaan sel
normal, sedangkan
pada DM Tipe 2,
jumlah insulin cukup,
namun terjadi gangguan fungsi reseptor
insulin permukaan
sel; sehingga hasil
dari keduanya adalah
peningkatan kadar
gula dalam darah.

Beberapa penyebab utama DM tipe 2 sebagai berikut:


Faktor keturunan, apabila orang tua atau saudara
sekandung yang menderita DM.
Pola makan atau gaya hidup tidak sehat.
Kadar kolesterol yang tinggi.
Jarang berolahraga.
Obesitas atau kelebihan berat badan.
Semua penyebab diabetes tipe 2 umumnya karena gaya
hidup yang tidak sehat. Hal ini membuat metabolisme
4

JANUARI 2013 |

dalam tubuh tidak sempurna sehingga membuat insulin


dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik. Hormon
insulin dapat diserap oleh lemak dalam tubuh, sehingga
pola makan dan gaya hidup tidak sehat bisa membuat
tubuh kekurangan insulin.

GEJALA DM

Hiperglikemia
Kadar glukosa dalam darah yang tinggi di atas 200 mg/
dl, merupakan kadar yang melebihi ambang batas ginjal.
Akibatnya glukosa akan dikeluarkan oleh ginjal melalui
air kemih / urine, dan hasil pemeriksaan glukosa dalam
urine selalu positif. Glukosa dalam urine akan meningkatkan produksi dan pengeluaran urine, sehingga diabetisi akan sering dan banyak membuang air kemih
(poliuri). Sering berkemih dalam jumlah banyak akan
menyebabkan penurunan jumlah cairan dalam tubuh,
yang berakibat diabetisi akan sering dan banyak minum
(polidipsi). Glukosa sebagai sumber energi banyak yang
terbuang saat berkemih, berakibat diabetisi akan lemah
dan loyo, sehingga diabetisi juga semakin sering lapar
dan banyak makan (polifagi). Sering kesemutan pada
ujung jari tangan dan kaki (polineuropati perifer), gatalgatal di kulit (pruritus). Semua hal tersebut di atas merupakan gejala dan tanda seseorang mengidap DM.
Kadar glukosa yang tinggi di atas 200 mg/dl dalam waktu lama akan menimbulkan gangguan fungsi sel. Karena tubuh tidak dapat menggunakan glukosa sebagai
sumber energi, maka tubuh akan memecah lemak dan
protein sebagai sumber energi. Akibatnya akan terjadi
penurunan berat badan yang drastis. Penderita tampak
makin kurus. Kerusakan tubuh akan menjadi lebih hebat
bila diabetisi juga mengidap penyakit lain, yaitu tekanan
darah tinggi / hipertensi, kadar lemak dalam darah tinggi
/ hiperkolesterolemia, kadar trigliserida tinggi dan HDL
rendah / dislipidemia, peningkatan berat badan / berat
badan berlebih atau obesitas, maupun kebiasaan merokok.
Hasil akhir dari keadaan di atas adalah komplikasi
berupa kerusakan beberapa organ penting, antara lain
kelumpuhan oleh karena stroke, kebutaan akibat kerusakan lensa mata / katarak diabetika ataupun kerusakan selaput jala mata / retinopati diabetika, serangan
jantung akibat penyempitan / ischaemic myocard ataupun sumbatan pembuluh darah koroner jantung / acute
myocard infarct, yang sering berujung pada kematian,
gagal ginjal / nefropati diabetika yang mengharuskan
penderita menjalani cuci darah seumur hidup, terjadinya
luka/ulkus (biasanya pada kaki) yang lama sembuh dan
terkadang perlu tindakan amputasi sehingga menyebabkan kecacatan, serta impotensi yang mengakibatkan
stress pada seorang lelaki.

Hipoglikemia
Seorang penderita DM dapat secara tiba-tiba mengalami penurunan kadar gula darah yang sangat rendah di
bawah ambang normal yang disebut hipoglikemia. Hal
ini ditandai dengan gemetar, berkeringat, lelah, lapar,
denyut jantung cepat sekali, pandangan kabur, nyeri kepala, tubuh kebas, atau kesemutan di sekitar mulut dan
bibir. Bahkan bisa kejang atau pingsan. Hal ini terjadi bila
mengonsumsi obat anti DM yang tidak disertai cukup
asupan makanan. Otak menggunakan glukosa sebagai sumber energi utama. Kondisi ini sangat berbahaya
karena menyebabkan kerusakan otak. Tak jarang berakhir pada koma hipoglikemia yang mematikan.

glikemia, yang juga dapat berujung pada kematian.


Mengingat bahaya komplikasi DM yang menakutkan,
maka sudah seharusnya kita memberi perhatian lebih
terhadap penyakit ini. Tidak hanya penderita DM, tetapi
seluruh anggota keluarga juga harus menjadi pendukung pasien agar dibetisi selalu patuh dan menjaga
kondisi tubuh sehingga jauh dari komplikasi DM. Obat
penyembuh DM memang tidak ada, tetapi dengan mengendalikan kadar gula darah, seseorang dapat terhindar dari bahaya penyakit ini. Mengubah gaya hidup menjadi lebih baik dan lebih sehat harus segera dijalankan.
Orang-orang yang menduga bahwa dirinya menderita
diabetes hendaknya memeriksakan diri ke dokter dalam
upaya pencegahan dan penanganan penyakit DM serta
komplikasinya. (ABS)

BERMACAM KOMPLIKASI DM

Ketoasidosis Diabetikum
Akibat badan tidak dapat menggunakan glukosa sebagai
sumber energi, maka tubuh akan memecah lemak dan
pada akhirnya protein untuk digunakan sebagai sumber
energi. Namun saat tubuh membakar lemak, terbentuklah hasil sampingan berupa benda keton. Keton bersifat
asam sehingga dalam kadar tinggi dapat menyebabkan
gangguan keseimbangan metabolisme tubuh yang disebut ketoasidosis diabetikum. Gejala awalnya sama seperti DM. Pernafasan menjadi cepat dan dalam karena
tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah.
Bau napas tercium seperti bau apel manis atau aseton.
Ketoasidosis bisa berkembang menjadi koma hiper-

JANUARI 2013 |

TOPIK UTAMA | DIABETES

TOPIK UTAMA | DIABETES

oleh Dr. Isbianto Sutedjo, MSc Sp.PD

Penatalaksanaan DM secara umum bertujuan untuk


meningkatkan kualitas hidup penyandang diabetes dengan tujuan jangka pendek yaitu menghilangkan keluhan dan tanda DM, mempertahankan rasa nyaman, dan
mencapai target pengendalian gula darah. Sedangkan
tujuan jangka panjang meliputi pencegahan dan penghambatan timbulnya komplikasi DM serta menurunkan
angka kesakitan dan kematian akibat DM.
Target penatalaksanaan DM meliputi kendali kadar
gula darah, kendali penyakit penyerta dan pengelolaan
komplikasi. Kendali gula darah meliputi diet atau gaya
hidup sehat, latihan jasmani, dan penggunaan obat atau
insulin. Kendali penyakit penyerta meliputi dislipidemia
(peningkatan kadar kolesterol, LDL, trigliserida dan atau
penurunan HDL), peningkatan tekanan darah, obesitas,
dan penyakit jantung koroner. Pengelolaan komplikasi
meliputi pencegahan dan pengobatan komplikasi pada
organ mata, ginjal, saraf, jantung dan pembuluh darah.

Untuk mencapai tujuan tersebut perlu dilakukan pengendalian gula darah, tekanan darah, berat badan,
dan profil lipid. Kadar gula darah pada penderita DM
dikatakan terkendali bila kadar gula darah puasa < 100
mg/dl, gula darah 2 jam sesudah makan < 140 mg/dl,
dan kadar HbA1C < 7,0. Tekanan darah pada penderita
DM sebaiknya 130/80 mmHg. Kadar kolesterol Low
Density Lypoprotein (LDL) harus < 100 mg/dl pada penderita tanpa penyakit jantung dan < 70 mg/dl pada penderita dengan penyakit jantung.

Penatalaksanaan terpadu pada penderita DM meliputi 4 pilar utama, yaitu Edukasi, Diet atau Perencanaan
Makan, Latihan Jasmani, dan Penggunaan Obat Anti
Diabetes atau Insulin.

1. Edukasi
Edukasi pada penyandang diabetes meliputi pema haman tentang perjalanan penyakit DM, perlunya
pengendalian dan pemantauan DM secara berke lanjutan, penyulit/komplikasi DM dan risikonya,
dan cara penggunaan obat diabetes/insulin. Selain
itu, untuk mencapai pengelolaan diabetes yang op timal pada penyandang DM dibutuhkan perubahan
perilaku agar dapat menjalani pola hidup sehat me liputi:
6

JANUARI 2013 |

a. Mengikuti pola makan sehat


b. Merningkatkan kegiatan jasmani
c. Menggunakan obat diabetes dan obatobatan
pada keadaan khusus secara aman dan teratur
d. Melakukan pemantauan gula darah mandiri
e. Melakukan perawatan kaki secara berkala
f. Memiliki kemampuan untuk mengenal dan meng hadapi keadaan sakit akut seperti hipoglikemia


2. Diet atau perencanaan makan
Perencanaan makan menggambarkan apa yang
dimakan, berapa banyak, dan kapan makan. Diet isien atau ahli diet dapat membantu membuat
perencanaan makan yang cocok. Makanan seha ri-hari hendaknya cukup karbohidrat, serat, prote in, rendah lemak jenuh, kolesterol, sedangkan
natrium dan gula secukupnya.
Karbohidrat adalah sumber zat tenaga dan zat gizi
utama yang menyebabkan kadar gula darah naik.
Namun penyandang diabetes tidak usah takut
mengkonsumsi karbohidrat. Kebutuhan karbohi drat pada penyandang diabetes antara 45-65%
kebutuhan kalori dengan asupan karbohidrat terse bar dalam sehari, hindari makan karbohidrat dalam
jumlah besar dalam satu kali makan. Sumber kar-
bohidrat yang dianjurkan adalah karbohidrat kom pleks seperti nasi, roti, mie, dan kentang. Batasi
karbohidrat sederhana seperti gula, kue, tarcis,
dodol, sirup, dan madu.
Serat merupakan bagian dari karbohidrat yang ti dak dapat diserap tubuh, rendah lemak serta ber
pengaruh baik untuk kadar gula darah. Pada umum nya gula darah setelah makan akan naik lebih lam bat bila makan makanan yang mengandung ban
yak serat. Makanan berikut yang mengandung

EDUKASI
PERENCANAAN MAKAN
LATIHAN JASMANI
PENGGUNAAN OBAT

banyak serat makanan adalah havermout, kacang kacangan, sayur-sayuran, dan buah-buahan se perti apel, jeruk, pir, sirsak, jambu biji dan lain-lain.
Protein digunakan untuk pertumbuhan & meng ganti jaringan tubuh yang rusak. Sumber protein
terdiri dari protein hewani & protein nabati. Sum ber protein hewani utama adalah ikan atau ayam
tanpa kulit oleh karena rendah kandungan lemak
nya. Sumber protein lemak sedang seperti daging
atau telur sebagai pengganti protein rendah lemak
dapat dikonsumsi kira-kira 3x seminggu. Sedang
kan sumber protein tinggi lemak seperti otak,
merah telur, dan jerohan perlu dibatasi. Sumber
protein nabati adalah kacang-kacangan seperti ka cang hijau, kacang merah, kacang tanah, kacang
kedele, tahu, & tempe. Kebanyakan makanan na bati rendah kandungan lemaknya dan mengan dung lemak tidak jenuh tinggi sehingga dapat
membantu menurunkan kolesterol darah.
Sayuran merupakan bahan makanan yang sehat,
tinggi kandungan vitamin, mineral, dan serat. Sayu ran boleh dimakan bebas tanpa dibatasi dan dian-
jurkan mengkonsumsi aneka ragam sayuran.
Buah-buahan juga merupakan makanan yang se
hat, selain berkalori juga merupakan sumber vita min, mineral, dan serat. Dianjurkan makan buah 2
sampai 3 buah sehari.
Susu merupakan sumber protein, dan mengan dung emak, karbohidrat, dan vitamin serta kalsium
Penyandang diabetes dianjurkan minum susu yang
tanpa atau rendah lemak. Bagi yang menyukai
susu dapat menggantikan 1 lauk hewani dengan
1 penuh takar susu.

3. Latihan jasmani
Kegiatan jasmani seharihari dan latihan secara
teratur 3-4 kali seminggu selama kurang lebih 30
menit. Tujuan latihan jasmani untuk menjaga kebu garan, menurunkan berat badan, dan memperbaiki
sensitivitas insulin sehingga akan memperbaiki
kendali gula darah. Latihan jasmani yang dianjur-
kan berupa latihan jasmani yang bersifat aerobik
seperti jalan kaki, bersepeda santai, jogging, dan
berenang. Hindarkan kebiasaan hidup yang kurang
gerak.

4. Intervensi obat oral farmakologis


Terapi farmakologis diberikan bersama dengan
pengaturan makan dan latihan jasmani. Terapi far makologis terdiri dari obat oral & bentuk suntikan
insulin. Saat ini terdapat 5 macam obat tablet yang
beredar di pasaran untuk menurunkan kadar gula
darah. Beberapa obat yg sering digunakan adalah:

a. Golongan insulin sekretagok


Obat ini bekerja dengan cara merangsang pan kreas untuk menghasilkan insulin. Obat ini meru pakan pilihan utama pada penyandang diabetes
dengan berat badan kurang atau normal. Obat
golongan ini terdapat 2 jenis yaitu: golongan sulfo nilurea dan glinid.

b. Golongan Biguanid
Obat yang termasuk golongan biguanid hanyalah
metformin. Obat ini terutama dipakai pada penyan dang diabetes gemuk. Penggunaan obat ini dikon-
traindikasikan pada gangguan fungsi ginjal & hati.
Metformin sebaiknya diberikan pada saat atau se sudah makan karena dapat menyebabkan mual &
iritasi pada lambung.

c. Golongan Glitazone
Cara kerja obat ini adalah dengan membantu tu buh menggunakan insulin yang tersedia sehingga
lebih efektif. Penggunaan obat ini dikontraindika
sikan pada mereka dengan gagal jantung, penyakit
hati akut, diabetes tipe 1, dan kehamilan.
d. Golongan Penghambat Alpha

Glukosidase (Acarbose)

Obat ini bekerja dengan cara menghambat penye rapan glukosa di usus sehingga mempunyai efek
menurunkan gula darah sesudah makan.
Obat ini hanya mempengaruhi konsentrasi gula
darah setelah makan. Efek samping yang sering
terjadi pada penggunaan obat ini adalah perut
kembung, sering buang angin, dan mencret.

e. Dipeptidyl peptidase-4 (DPP-4) inhibitor


Pengobatan dengan golongan ini merupakan pen dekatan baru pengelolaan DM. Obat ini mengham bat pelepasan glukagon, yang pada gilirannya me ningkatkan sekresi insulin, menurunkan pengoso ngan lambung, dan menurunkan kadar glukosa
darah. Beberapa obat golongan ini sudah masuk
di Indonesia sejak tahun 2007 antara lain vilda
gliptin dan sitagliptin.

5. Insulin
Insulin diperlukan pada keadaan seperti penurunan
berat badan yang cepat, komplikasi akut DM (hi-
perglikemia berat yang disertai ketosis, ketoasi dosis diabetik, hiperglikemia hiperosmolar non
ketotik, hiperglikemia dengan asidosis laktat), ga gal dengan pengobatan obat diabetes oral dosis
optimal, kehamilan dengan DM, stress berat (in feksi sistemik, operasi besar, stroke, dll), ganggu an fungsi ginjal dan hati yang berat, dan adanya
kontra indikasi/alergi terhadap obat diabetes oral.

JANUARI 2013 |

TOPIK UTAMA | KAKI DIABETES

TOPIK UTAMA | KAKI DIABETES

4. Pembengkakan ibu jari kaki

3. Kontrol infeksi: pengobatan infeksi secara agresif, jika

Terjadi jika ibu jari kaki condong ke arah jari di sebelahnya


sehingga menimbulkan kemerahan, rasa sakit, dan infeksi.
Dapat terjadi pada salah satu atau kedua kaki karena penggunaan sepatu berhak tinggi dan ujung yang sempit.

terlihat tanda klinis infeksi.


4. Kontrol luka: pembuangan jaringan terinfeksi dan jari ngan mati secara teratur
5. Kontrol tekanan: mengurangi tekanan. Tekanan yang
berulang dapat menyebabkan perlukaan, sehingga harus
dihindari. Hal ini sangat penting dilakukan pada luka akibat
kerusakan saraf, dan diperlukan pembuangan kalus serta
pemakaian sepatu yang pas yang berfungsi untuk mengu rangi tekanan. Gunakan alas kaki yang cocok dengan ben tuk kaki, 1-2 cm lebih panjang dari ukuran kaki. Selalu gu nakan alas kaki baik didalam maupun diluar rumah. Apabila
perlu, dapat dibuat sepatu khusus yang sesuai dengan ben tuk atau kelainan kaki yang ada.
6. Kontrol edukasi: penyuluhan yang baik.
Edukasi perawatan kaki harus diberikan secara rinci pada
semua orang dengan luka maupun neuropati perifer atau
peripheral arterial disease.

5. Jari kaki bengkok


oleh Dr. Indrawati Salim

Kaki Diabetes merupakan salah satu komplikasi diabetes yang sering terjadi. Banyak penelitian menyatakan
bahwa sekitar 4-10% diabetisi akan mengalami masalah kaki diabetes. Sebagian besar diantaranya (4070%) harus menjalani amputasi kaki.
Bagaimana terjadinya?
Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama akan menimbulkan beban kepada
jaringan tubuh. Gula darah yang merupakan nutrisi tubuh, karena jumlahnya berlebih
malah menjadi racun bagi sel-sel tubuh. Penumpukan racun itu akan mengganggu
pembuluh darah dan sel saraf. Jika hal ini berlangsung terus menerus, pembuluh
darah akan mengalami kerusakan dan tidak dapat menyediakan kebutuhan nutrisi dan
oksigen kepada jaringan tubuh yang membutuhkan. Akibatnya, jaringan tubuh menjadi tidak sehat, sel-selnya kekurangan nutrisi dan dalam waktu lama menjadi rusak.
Keadaan jaringan yang tidak sehat ini juga menjadi rentan terhadap masalah infeksi,
karena sistem imunitas jaringan juga menjadi tidak optimal.
Kerusakan sel saraf tepi khususnya pada tungkai kaki menyebabkan kulit kaki mengalami pengurangan sensasi. Selain itu ditemukan juga kelemahan otot-otot intrinsik
kaki, sehingga otot tersebut tidak dapat mempertahankan struktur-struktur dalam
kaki terhadap pengaruh berat badan dan tekanan dari luar (misal: sepatu, alas kaki
yang lain).
Kondisi-kondisi di atas menyebabkan kaki rentan mengalami luka dan infeksi.

Terjadi ketika otot intrinsik kaki menjadi lemah. Kerusakan


saraf karena diabetes dapat menyebabkan kelemahan ini.
Otot yang lemah dapat menyebabkan tendon (jaringan yang
menghubungkan otot dan tulang) di kaki memendek sehingga
jari kaki menjadi bengkok. Akan menimbulkan masalah dalam
berjalan dan kesulitan menemukan sepatu yang tepat. Dapat
juga disebabkan pemakaian sepatu yang terlalu pendek.

6. Kulit kaki kering dan pecah


Dapat terjadi karena kerusakan saraf pada kaki. Sehingga kulit kaki berkurang memproduksi keringat yang akan menjaga
kulit tetap lembut dan lembab. Kulit yang kering dapat pecah.
Adanya pecahan pada kulit dapat membuat kuman masuk dan
menyebabkan infeksi. Dengan gula darah anda yang tinggi,
kuman akan mendapatkan makanan untuk berkembang sehingga memperburuk infeksi.
Iskemi pada kaki memberikan dua gambaran klinik yang
berbeda,yaitu nyeri istirahat (rest pain) dan gangren. Pada
nyeri istirahat, kaki teraba dingin dan tampak merah muda.
Perasaan nyeri seperti terbakar pada seluruh kaki dan biasanya memburuk di malam hari. Gangren hampir selalu dimulai
pada ibu jari kaki. Biasanya tanpa nyeri, warna keungu-unguan
kemudian menjadi hitam dan kering. Bila disertai infeksi, gangren menjadi basah dan berbau khas.

Apa tanda-tandanya?
Adanya keluhan kaki kesemutan atau baal (kulit terasa tebal)
Adanya perubahan bentuk kaki seperti jari bengkok, kulit kering dan pecah-pecah, mata ikan, dll
Denyut nadi kaki melemah

Apa pemeriksaan yang biasa dilakukan?


Melakukan pemeriksaan dengan MONOFILAMEN
Melakukan pengukuran tekanan pembuluh darah di kaki dengan Doppler

Masalah Kaki Diabetes


1. Kalus
Merupakan penebalan kulit yang umumnya terjadi di telapak kaki, terutama di bagian yang menonjol. Kalus disebabkan gesekan
atau tekanan berulang pada daerah yang sama, juga karena distribusi berat badan yang tidak seimbang, sepatu yang tidak sesuai
(kesempitan), atau kelainan kulit. Kalus dapat menjadi berkembang menjadi infeksi, terlebih bila dimanipulasi (dikorek, digunting)

2. Kulit melepuh
Terjadi jika sepatu selalu menggesek kaki pada daerah yang sama. Disebabkan penggunaan sepatu yang kurang pas atau tanpa
kaus kaki. Kulit melepuh dapat berkembang menjadi infeksi. Penanganan kulit melepuh adalah dengan tidak meletuskannya.

3. Kuku kaki yang tumbuh ke dalam


Terjadi saat ujung kuku tumbuh ke dalam kulit & menimbulkan tekanan yg dapat merobek kulit hingga kulit bengkak kemerahan &
terinfeksi. Kuku kaki yg tumbuh ke dalam dpt terjadi jika memotong kuku sampai ke ujung, dpt pula disebabkan pemakaian sepatu
yg terlalu ketat/trauma kaki krn aktivitas seperti berlari & aerobik. Jika ujung kuku kaki kasar, pergunakan kikir utk meratakannya.

JANUARI 2013 |

Prinsip Penanganan Kaki Diabetes


1. Kontrol metabolik: pengendalian keadaan metabolik
sebaik mungkin seperti pengendalian kadar gula darah,
kolesterol, dan sebagainya.
2. Kontrol vaskular: perbaikan suplai vascular (kecukupan
aliran darah), biasanya dibutuhkan pada keadaan kerusakan
pembuluh darah tepi, dilakukan dengan operasi atau angio
plasty.

TIPS MENCEGAH
KAKI DIABETES
1. Tidak boleh berjalan tanpa alas kaki, terma suk di pasir dan air.
2. Periksa kaki setiap hari, dan laporkan pada
dokter apabila ada kulit terkelupas atau
daerah kemerahan atau luka.
3. Periksa alas kaki dari benda asing sebelum
memakainya.
4. Selalu menjaga kaki dalam keadaan bersih,
dan mengoleskan krim pelembab ke kulit
yang kering.
5. Gunting kuku dengan cara yang benar, ja ngan membuat luka dan jangan sampai
kuku tumbuh ke dalam daging.
6. Bersihkan kaki setiap hari.
7. Setiap 4-6 jam lepaskan sepatu
8. Gerakkan pergelangan kaki & jari-jari kaki
untuk melancarkan sirkulasi darah.
9. Jangan merendam kaki
10. Jangan menggunakan botol panas / per alatan listrik untuk memanaskan kaki.
11. Jangan menggunakan silet untuk mengu rangi kapalan.
12. Jangan menggunakan obat-obat tanpa an juran dokter untuk menghilangkan mata
ikan.
13. Jangan menggunakan sikat tajam /pisau
untuk kaki.
14. Jangan membiarkan luka di kaki sekecil
apa pun.

JANUARI 2013 |

s
i
p
a
L
g
n
i
d
u
P

KESEHATAN | OLAHRAGA

TOPIK UTAMA | GANGGUAN SUSAH MAKAN

Bahan Puding
1 bungkus Agar-agar
750 ml Air
100 gr
Susu Bubuk
75 gr
Gula Pasir

Bahan Vla
Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai
penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem
metabolisme dalam tubuh. Hal ini dapat karena kurangnya
produksi insulin, atau gangguan fungsi insulin.
Diabetes merupakan salah satu penyakit yang memiliki komplikasi yang paling banyak. Hal ini berkaitan dengan kadar gula
darah yang tinggi. Tingginya kadar gula dalam tubuh dalam
jangka waktu lama dapat menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah, pembuluh saraf, dan organ tubuh lainnya. Oleh
karena itu, diperlukan upaya-upaya untuk mencegah dan mengontrol penyakit ini, agar dapat terhindar dari berbagai komplikasi yang mengancam.
Penanganan diabetes mellitus meliputi empat pilar, yaitu:
Edukasi - Pengaturan makan - Olahraga - Obat-obatan
Dari urutan di atas, obat-obatan dan atau insulin merupakan pilar yang terakhir dalam penanganan diabetes. Dengan demikian, penderita diabetes mellitus (diabetisi) semestinya lebih
memperhatikan tiga pilar utama dan tidak hanya bergantung
kepada obat-obatan atau insulin.
Olahraga merupakan aktivitas yang penting bagi setiap orang.
Pada saat olahraga terjadi peningkatan kebutuhan bahan bakar tubuh oleh otot yang aktif. Di samping itu, terjadi pula reaksi tubuh yang kompleks meliputi fungsi sirkulasi, metabolisme,
dan pengaturan hormonal dan sistem saraf otonom.
Manfaat olahraga bagi diabetisi antara lain meningkatkan
penurunan kadar glukosa dalam darah, mencegah kegemukan, menurunkan tekanan darah, memperbaiki kadar lemak
dalam darah, meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru,
dan meningkatkan kepercayaan diri.
Pada diabetisi, olehraga yang dipilih sebaiknya olahraga yang
disenangi dan melibatkan otot-otot besar. Olahraga sebaiknya
dilakukan secara teratur dan dilaksanakan pada saat yang menyenangkan. Dalam pelaksanaannya, perlu diperhatikan prinsip FITT, yaitu:
Frekuensi : Jumlah olahraga per minggu, sebaiknya dilakukan
secara teratur 3 5 kali per minggu.
Intensitas : Ringan sedang, yaitu hingga mencapai 60%70% denyut jantung maksimum.
(denyut jantung maksimum = 220 - usia dalam tahun).
Time (durasi) : 30 60 menit.
Tiper : olahraga endurans (aerobik) untuk meningkatkan kemampuan kardiorespirasi, seperti berjalan, jogging, berenang,
atau bersepeda.

10

JANUARI 2013 |

Hal yang perlu diperhatikan setiap kali melakukan olahraga


adalah tahapan-tahapan seperti berikut ini:
1. Pemanasan
Kegiatan ini dilakukan sebelum memasuki latihan inti den gan tujuan untuk memepersiapkan berbagai sistem tubuh
sebelum memasuki latihan yang sebenarnya, seperti me naikkan suhu tubuh dan meningkatkan denyut nadi secara
bertahap. Selain itu, pemanasan perlu untuk mengurangi
kemungkinan terjadinya cedera akibat berolahraga. Lama
pemanasan cukup 5 5-10 menit.
2. Latihan inti
Pada tahap ini, denyut nadi diusahakan mencapai target
agar latihan benar-benar bermanfaat. Bila target tidak ter capai, maka latihan tidak akan bermanfaat, tapi bila mele bihi target, dapat menimbulkan resiko yg tidak diinginkan.
3. Pendinginan
Sebaiknya setelah selesai olahraga dilakukan pendinginan
untuk mencegah terjadinya penimbunan asam laktat yg
bisa menimbulkan rasa nyeri pada otot sesudah berolah
raga/pusing-pusing karena darah masih terkumpul pada
otot yang aktif. Bila olahraga yang dilakukan adalah jog-
ging, maka pendinginan sebaiknya tetap jalan selama be berapa menit. Bila bersepeda, tetap mengayuh sepeda
tanpa beban. Lama pendinginan kurang lebih 5-10 menit,
hingga denyut nadi mendekati nadi istirahat.
4. Peregangan
Hal ini dilakukan untuk melemaskan dan melenturkan
otot-otot yang masih teregang agar lebih elastis. Kompo nen ini lebih penting bagi diabetisi usia lanjut. Bagi diabe tisi yang sebelumnya tidak pernah atau jarang berolah
raga, sebaiknya dimulai secara bertahap, perlahan, dan
setelah merasa tidak berat, dapat ditingkatkan intensitas
dan durasinya. Misalnya mulai dengan berjalan selama 5
menit, kemudian setelah 1-2 minggu, ditambahkan men jadi 10 menit, semikian seterusnya, hingga mencapai
target 30-60 menit, 3-5 kali per minggu.
Sebelum memulai program olahraga, sebaiknya diabe tisi berkonsultasi terlebih dulu pada dokter. Komunikasi kan dengan dokter Anda, mengenai kondisi fisik, gang guan penglihatan, masalah pada anggota gerak, obat-
obatan yang dikonsumsi, atau keluhan fisik yang lain
untuk menghindari resiko-resiko yang tidak diinginkan.

(PBH)

75 gr
25 gr
1/2 sdt
1 sdt
400 ml

Susu Bubuk
Tepung Maizena
Rum Bakar
Rum Jamaika
Air

Cara Membuat
PUDING:
1. Campurkan semua bahan, masak hingga mendidih.
2. Kemudian dibagi menjadi 3 bagian, 1 bagian ditambahkan coklat bubuk, 1 bagian ditambahkan pewarna makanan
kuning dan 1 bagian tanpa tambahan (tetap putih).
3. Masukkan ke dalam cetakan diurutkan dari adonan putih, kuning kemudian coklat (Setiap penuangan lapisan
adonan tunggu sampai adonan yang pertama membentuk lapisan atasnya, baru dilapisi dengan lapisan berikutnya.
Hal ini dimaksudkan supaya warna tidak tercampur).
4. Dinginkan.
5. Hidangkan dalam keadaan dingin dilengkapi dengan vla.
VLA:
1. Campurkan bahan kecuali Rum Jamaika, masak hingga mendidih.
2. Angkat dan dinginkan.
3. Setelah dingin masukkan Rum Jamaika.
TIPS: Bagi penderita Diabetes Mellitus, resep puding ini bisa digunakan yaitu dengan menggantikan gula pasir dengan pemanis buatan (zero calory sweetener).

RUMAH SAKIT DR. OEN SURAKARTA


Jl. Brigjend. Katamso No. 55 Surakarta
Telp. (0271) 643 139

healthy by food
MENYEDIAKAN:
Aneka Juice, Catering & Snack Diet, Produk Makanan
& Minuman Kesehatan
JANUARI 2013 |

11

KESEHATAN | POLA MAKAN

Pelatihan PPI
Pada tanggal 20 Desember 2012 diadakan penyegaran pada tim
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RS Dr. OEN Surakarta.
Acara ini lebih merupakan sharing antar anggota tim sekaligus update informasi terkini dalam bidang PPI, pembicara pelatihan adalah
beberapa anggota tim yang baru saja mendapatkan pelatihan tentang PPI. Acara yang berlangsung sehari ini kembali menyegarkan
tim PPI tentang perlunya mewaspadai dan mengendalikan infeksi
yang dapat terjadi di rumah sakit.

Pelatihan PPGD
RS Dr. OEN Surakarta bekerjasama dengan PPNI Komisariat RS Dr. OEN Surakarta pada tanggal 5-7 Nopember 2012 mengadakan Pelatihan Penanggulangan Gawat
Darurat bertempat di Ruang Diklat. Acara yg diikuti sebanyak 30 orang perawat ini berlangsung seru & menyenangkan. Tahun 2013 pelatihan ini akan diadakan rutin
setiap bulan, dgn tujuan semua perawat di RS Dr. OEN
Surakarta mampu melakukan penanganan kegawatdaruratan secara tepat.
Pelatihan Nanda NIC NOC
Untuk mewujudkan pelayanan keperawatan berkelas dunia, pada tanggal 12-13 Desember 2012 diadakan Sosialisasi Asuhan Keperawatan sesuai standar internasional
(menggunakan sistem Nanda NIC NOC). Bertempat di
Ruang Diklat, acara ini terselenggara atas kerjasama RS
Dr. OEN Surakarta dengan AKPER Panti Kosala dan diikuti oleh 30 orang peserta.

Penderita diabetes (diabetesi) seringkali mengeluh merasa lapar yang berakibat


mereka makin sering makan. Sementara semakin tinggi asupan makanan akan
mempengaruhi kadar gula dalam darah. Oleh karenanya, diperlukan pengaturan
pola dan menu makan yang baik supaya kebutuhan gizi diabetesi dapat terpenuhi
namun kadar gula darahnya tetap terkontrol.
Berikut adalah pedoman pola makan yang benar bagi
(diabetesi) yaitu pola makan 3J (jadwal, jumlah dan jenis). Pola makan 3J ini harus dipahami dan diingat oleh
para diabetesi dalam mengatur pola makan sehari-hari,
3 J dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Jadwal
Aturlah jadwal makan









Dalam pola makan 3 J, biasanya jadwal makan


dibagi dalam 6 kali waktu makan. 3 kali makan besar
dan 3 kali selingan. Adapun jadwal waktunya adalah
sebagai berikut:
a. Makan Pagi (jam 07.00)
b. Snack I (jam 10.00)
c. Makan siang (13.00)
d. Snack II (jam 16.00)
e. Makan malam (jam 19.00)
f. Snack III (jam 21.00)

Usahakan makan tepat pada waktunya, hal ini dimaksudkan supaya kadar gula darah stabil. Karena apabila
terlambat makan, maka bisa terjadi hipoglikemia (rendahnya kadar gula darah) dengan gejala seperti pusing,
mual, mata berkunang-kunang dan bisa pingsan.
Apabila kondisi hipoglikemia ini terjadi, maka segera
minumlah air gula.

2. Jumlah
Perhatikan jumlah/porsi makanan yang anda
konsumsi
Health Expo
RS Dr. OEN Surakarta ikut berpartisipasi pada acara Solo Health Expo 2012 yang bertempat di
Atrium Solo Paragon Life Style Mall dari tanggal 20-24 Desember 2012. Selama acara tersebut,
tercatat lebih dari 400 orang yang berkunjung ke stand RS Dr. OEN Surakarta dan mendapatkan
pemeriksaan tekanan darah, gula darah, serta konsultasi dokter. Dr. Andi Hendrawan, Sp.OT juga
ikut ambil bagian sebagai pembicara Talk Show dengan tema Osteoporosis dan Osteoarthritis.

12

JANUARI 2013 |

Prinsip jumlah makanan yang dianjurkan untuk penderita diabetes adalah sesuai dengan perhitungan
kebutuhan kalori harian. Kebutuhan kalori harian,
dapat anda ketahui dengan berkonsultasi dengan
dokter ataupun dengan ahli gizi. Dari kebutuhan kalori
harian akan diterjemahkan dalam bentuk jumlah
makanan yang harus dikonsumsi dalam satu hari.

Adapun pembagian kalori dalam sehari adalah sebagai


berikut :
a. Makan Pagi (20%) maksudnya 20% dari total
kebutuhan kalori harian.
b. Snack I (10%)
c. Makan siang (25%)
d. Snack II (10%)
e. Makan malam (25%)
f. Snack III (10%)

3. Jenis
Jenis makanan menentukan kecepatan
naiknya kadar gula darah










Kecepatan suatu makanan dalam menaikkan kadar


gula darah disebut juga indeks glikemik. Semakin
cepat menaikkan kadar gula darah sehabis makan,
maka semakin tinggi indeks glikemik makanan
tersebut. Jadi, hindari makanan yang berindeks
glikemik tinggi seperti sumber karbohidrat sederhana, gula, madu, sirup, roti, mie dan lain-lain.
Makanan yang berindeks glikemik lebih rendah
adalah makanan yang kaya dengan serat. Con-
tohnya karbohidrat kompleks (beras, umbi-umbi-
an), sayuran dan buah-buahan.

3 J ,.....mudah diingat bukan??


Dengan pola makan yang baik, gula darah dapat terkontrol (RW)
JANUARI 2013 |

13

TOPIK UTAMA | DIABETES

TOPIK UTAMA | DIABETES

biliubin, darah), sedimen mikroskopis (eritrosit, leukosit,


silinder, epitel sel, bakteri, kristal), dan makroskopis (warna
dan kejernihan). Dalam kaitannya dengan diabetes, pemeriksaan ini digunakan untuk mendeteksi adanya protein dan
glukosa dalam urin. Sampel yang digunakan adalah urin
segar, sangat dianjurkan urin pagi pertama yang telah terkonsentrasi selama 8 jam di kandung kemih.

3. Mikroalbuminuria Urine

Ada tiga tujuan utama pemeriksaan laboratorium bagi penderita diabetes yaitu untuk
menegakkan diagnosis diabetes, pemantauan
efektivitas terapi dan deteksi dini / mengetahui
komplikasi yang mungkin terjadi.

Untuk penegakan diagnosis diabetes :


1. Glukosa darah puasa adalah pemeriksaan glukosa
darah yang didahului oleh puasa selama 10 12 jam. Bia sanya pasien diminta untuk makan malam terakhir pada
pukul 22.00; dan keesokan paginya (kurang lebih jam
08.00) sebelum makan apa-apa, dilakukan pemeriksaan
darah. Nilai normal untuk orang dewasa sehat adalah 70 110 mg/dL. Seseorang dinyatakan menderita diabetes mel litus apabila kadar glukosa darah puasanya lebih dari 126
mg/dL. Sedangkan kadar glukosa darah puasa di antara
110 dan 126 mg/dL menunjukkan gangguan pada toleransi
glukosa, yang perlu diwaspadai dapat berkembang menjadi
diabetes melitus di masa mendatang.

1. Glycosylated hemoglobin (HbA1c) adalah peme-

Seseorang dinyatakan menderita diabetes mellitus apabila


kadar glukosa darah sewaktunya lebih dari 200 mg/dL.
Hasil antara 140 200 mg/dl dinyatakan mengalami gangguan toleransi glukosa.

Mikroalbuminuria adalah ekskresi albumin di urin sebesar


30-300 mg/24 jam atau sebesar 20-200 mg/menit. Pada
orang normal, didapatkan hasil kurang dari 30 mg/24 jam.
Pemeriksaan ini digunakan untuk medeteksi dini adanya
kerusakan pada ginjal. Mikroalbuminuria apabila tidak diberikan penanganan yang tepat dapat berkembang menjadi
makroalbuminuria. Sekali makroalbuminuria terjadi maka
akan terjadi penurunan yang menetap dari fungsi ginjal.
Kontrol DM yang ketat dapat memperbaiki mikroalbuminuria pada beberapa pasien, sehingga perjalanan menuju ke
nefropati bisa diperlambat. Sampel yang digunakan untuk
pengukuran ini adalah sampel urine 24 jam.

4. Pemeriksaan untuk Komplikasi Aterosklerosis


Untuk pemantauan pengelolaan DM :










riksaan penunjang diabetes mellitus yang ditujukan untuk


menilai kontrol glikemik seorang pasien. HbA1c adalah
salah satu fraksi hemoglobin (bagian sel darah merah) yang
berikatan dengan glukosa secara enzimatik. HbA1c ini
menunjukkan kadar glukosa dalam 3 bulan terakhir, karena
sesuai dengan umur eritrosit (sel darah merah) yaitu 90 120 hari. Nilai HbA1c yang baik adalah 4-6%. Nilai 6-8%
menunjukkan kontrol glikemik sedang; dan lebih dari 8% 10% menunjukkan kontrol yang buruk. Pemeriksaan ini
penting untuk menilai kepatuhan seorang pasien diabetes
dalam berobat.

Pemeriksaan untuk memantau komplikasi aterosklerosis


ini ialah profil lipid, yaitu kolesterol total, low density lipo
protein cholesterol (LDL-C), high density lipoprotein cholesterol (HDL-C), dan trigliserida serum. Pada pemeriksaan
profil lipid ini, penderita diminta berpuasa sedikitnya 12 jam.

5. Pemeriksaan untuk Komplikasi Lainnya






Albumin/Globulin, SGPT (untuk melihat ada tidaknya gangguan hati). Untuk pemeriksaan laboratorium infeksi, sering
dibutuhkan kultur (pembiakan), misalnya kultur darah, kultur urine, atau lainnya. Terkadang juga dibutuhkan pemeriksaan seperti pemeriksaan elektrolit dan analisa gas darah.

Perlukah Pasien mempunyai Alat untuk


Memeriksa Gula Darah Secara Mandiri?
Alat pemeriksa gula darah (glukosa meter) banyak macamnya dan dapat diperoleh dengan mudah di apotek. Pemeriksaannya cukup mudah, pasien menusuk jari tangan dengan
menggunakan lancet, kemudian darah yang keluar diserap
oleh secarik strip yang dirancang khusus yang disusupkan
ke alat untuk dibaca kadar gula darahnya. Pasien bisa memeriksa sendiri kadar gula darahnya. Metode ini jauh lebih cepat
dibanding pemeriksaan laboratorium (biasanya menggunakan
sampel darah vena) karena hanya membutuhkan waktu kurang
dari satu menit untuk mendapat pembacaan gula darah. Hasil yang diperoleh masih dikatakan akurat apabila perbedaan
de-ngan pemeriksaan laboratorium sekitar 20%. Jadi apabila
anda memeriksa dgn glukosa meter, hasilnya 100 mg/dl sedangkan di laboratorium hasilnya 80 atau 120 mg/dl, glukosa
meter tersebut masih dikatakan akurat. Keuntungan pemeriksaan gula darah secara mandiri (PGDM) adalah pemeriksaan
darah dapat dilakukan sendiri setiap saat, dan risiko munculnya hipoglikemia pun dapat diminimalisir.(AW)

Untuk mengetahui komplikasi diabetes :

2. Glukosa darah 2 jam postprandial (2 jam setelah










makan) adalah pemeriksaan glukosa darah yang dilakukan


2 jam setelah orang tersebut makan. Untuk keperluan diagnostik, pemeriksaan gula darah dilakukan setelah pemeriksaan gula darah puasa. Caranya adalah pasien diminta untuk meminum glukosa 75 gram yang dilarutkan dalam 200
mL air dan dihabiskan dalam 5 menit. Selanjutnya pasien
diistirahatkan selama 2 jam (tidak boleh beraktivitas fisik
berlebihan). Nilai normal untuk dewasa adalah kurang dari
140 mg/dL.

3. Glukosa darah sewaktu adalah pemeriksaan glukosa


darah terhadap seseorang yang tidak dipuasakan terlebih
dahulu. Digunakan untuk skrining/pemeriksaan penyaring.
Tanpa persiapan apa-apa, gula darah langsung diperiksa.

14

JANUARI 2013 |

1. Serum Ureum, Creatinin











Ureum merupakan produk akhir dari metabolisme protein


yang disintesis oleh hati, dan difiltrasi oleh ginjal. Konsentrasi ureum dalam darah dapat meningkat pada kondisi penyakit ginjal akut maupun kronik. Kreatinin merupakan hasil
penguraian kreatin fosfat dalam otot. Kadar kreatinin dalam
darah berkisar dalam batas 0,5 - 1,2 mg/dL. Apabila terjadi penurunan fungsi ginjal, maka kadar creatinin darah naik
karena kemampuan ginjal membersihkan kreatinin dari tubuh menurun.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat fungsi ginjal.

2. Urine Rutin
Pemeriksaan urin rutin meliputi kimia (berat jenis, pH, leu kosit esterase, nitrit, albumin, glukosa, keton, urobilinogen,

Jawaban

8 Titik Perbedaan
JANUARI 2013 |

15

Mitos

FAKTA

Pasien diabetes dapat terus berolah raga, bahkan olah raga sangat dianjurkan untuk menjaga
kesehatan mereka. Berolah raga dapat memperbaiki aliran darah, meningkatkan penyerapan zat
gula oleh sel-sel tubuh, mengontrol berat badan, dan menurunkan kadar kolestrol jahat serta menurunkan tekanan darah. Namun beberapa hal perlu diperhatikan saat berolah raga, misalnya dengan
membatasi tingkatan olah raga agar tidak terlalu capai, dan menyiapkan makanan atau permen untuk
dikonsumsi untuk mencegah kadar gula darah drop.

Mitos

Madu merupakan pengganti gula yang baik dan dapat membuat kadar gula darah
menjadi terkontrol

FAKTA

Baik madu maupun gula sama-sama meningkatkan kadar gula darah. Madu sedikit lebih manis daripada gula pasir, sehingga harus dipergunakan dalam takaran yang lebih sedikit. Kadar karbohidrat yang
terkandung dalam madu juga sedikit lebih tinggi daripada gula pasir, demikian pula kandungan energinya. Jika Anda menyukai rasa madu, Anda tetap dapat menggunakannya, asalkan dalam takaran
secukupnya saja.

Mitos

Jika dokter menyuruh saya menggunakan suntikan insulin berarti saya sudah mengalami diabetes parah

FAKTA

Menggunakan suntikan insulin tidak berarti Anda sudah mengalami diabetes yang parah. Penelitian
menunjukkan bahwa memulai pengobatan diabetes dengan insulin lebih dini akan memberikan manfaat untuk mencegah terjadinya komplikasi ke berbagai organ (misal: stroke, gangguan saraf, dll).
Sebenarnya pada saat terdiagnosa menderita diabetes, pasien telah mengalami penurunan fungsi
sel beta pankreas (sel pembuat hormon insulin alami) sebanyak 50%, namun sejalan dengan waktu,
kemunduran fungsi sel beta akan terus berlanjut, sampai kadar insulin menjadi hampir habis, dan
pada saat itulah pengobatan yang diberikan tidak akan berespon dengan baik. Pada kondisi demikian,
mau tidak mau, suntikan insulin harus diberikan untuk menggantikan hormon insulin alami yang hampir habis. Namun pada titik ini, seringkali komplikasi sudah terjadi, karena perjalanan diabetes sudah
menahun. Memulai suntikan insulin lebih dini akan mencegah berbagai komplikasi diabetes.
Memang pada saat ini peneliti masih terus berjuang untuk memberikan insulin tanpa suntikan, karena
seringkali pasien keberatan menggunakan insulin akibat ketakutan terhadap jarum suntik. Memang
saat ini insulin belum dapat diberikan seperti layaknya meminum obat biasa, namun teknologi masa
kini dengan pena insulin membuat penggunaan insulin tidak lagi menyakitkan.

Mitos

Penderita diabetes yang mengalami keluhan neuropati (rasa kesemutan tebal atau
kebas) pada kakinya dianjurkan untuk berjalan-jalan di atas permukaan kerikil sambil bertelanjang kaki

FAKTA

Menggunakan suntikan insulin tidak berarti Anda sudah mengalami diabetes yang parah. Penelitian
menunjukkan bahwa memulai pengobatan diabetes dengan insulin lebih dini akan memberikan manfaat untuk mencegah terjadinya komplikasi ke berbagai organ (misal: stroke, gangguan saraf, dll).
Sebenarnya pada saat terdiagnosa menderita diabetes, pasien telah mengalami penurunan fungsi
sel beta pankreas (sel pembuat hormon insulin alami) sebanyak 50%, namun sejalan dengan waktu,
kemunduran fungsi sel beta akan terus berlanjut, sampai kadar insulin menjadi hampir habis, dan
pada saat itulah pengobatan yang diberikan tidak akan berespon dengan baik. Pada kondisi demikian,
mau tidak mau, suntikan insulin harus diberikan untuk menggantikan hormon insulin alami yang hampir habis. Namun pada titik ini, seringkali komplikasi sudah terjadi, karena perjalanan diabetes sudah
menahun. Memulai suntikan insulin lebih dini akan mencegah berbagai komplikasi diabetes.
Memang pada saat ini peneliti masih terus berjuang untuk memberikan insulin tanpa suntikan, karena
seringkali pasien keberatan menggunakan insulin akibat ketakutan terhadap jarum suntik. Memang
saat ini insulin belum dapat diberikan seperti layaknya meminum obat biasa, namun teknologi masa
kini dengan pena insulin membuat penggunaan insulin tidak lagi menyakitkan.

Seputar Diabetes Melitus (kencing Manis)


Ada banyak anggapan masyarakat yang keliru mengenai diabetes, namun ternyata ada pula yang
benar. Memiliki pengetahuan yang benar tentang penyakit ini tentu akan membantu kita mencegah dan menghadapi penyakit ini dengan benar. Apa saja mitos dan fakta mengenai penyakit
diabetes? Mari kita simak bersama.
Mitos

FAKTA

Pasien diabetes yg menggunakan insulin/obat anti diabetes dapat makan apa saja
semaunya.
pengobatan bukanlah pengganti untuk pola makan yang baik dan seimbang. Bahkan walaupun
mendapat pengobatan diabetes, pasien harus menjaga pola hidup yang sehat. Obat akan bekerja
lebih baik dan efektif jika pasien mengikuti pola hidup yang sehat.

Mitos

Jika orang tua kita terkena diabetes, maka anak-anaknya juga akan terkena diabetes.

FAKTA

Secara umum, jika salah satu orang tua terkena diabetes melitus tipe 2, maka anak-anaknya cenderung akan terkena diabetes juga, terlebih jika orang tua menderita diabetes sejak usia muda, atau
jika orang tua terkena diabetes keduanya. Kecenderungan ini dapat berkaitan dengan faktor genetik
atau keturunan, maupun karena didikan yang tidak baik dari orang tua, misalnya orang tua yang pola
makannya tidak sehat & tidak pernah berolah raga. Oleh karena itu, anak dari orang tua penderita diabetes masih dimungkinkan untuk mencegah terkena penyakit ini dgn menjalani pola hidup yg sehat.

Mitos

Penderita diabetes tidak boleh mengkonsumsi nasi /makanan kaya karbohidrat lainnya.

FAKTA

makanan yang mengandung karbohidrat merupakan salah satu aspek yang harus diatur dalam menu
sehat penderita diabetes. Mereka masih dapat mengkonsumsi 3-4 kali makanan yang mengandung
karbohidrat, asalkan yang terpenting adalah porsi atau jumlahnya. Mungkin penderita diabetes dapat
mengganti nasi dengan nasi merah, kentang, atau gandum yang indeks glikeminya lebih rendah (tidak
terlalu cepat meningkatkan kadar gula darah).

Mitos

Penderita diabetes pantang makan makanan manis

FAKTA

Bila makanan manis itu tergolong makanan yang menyehatkan (misalnya buah-buahan), tidak ada
pantangan untuk mengkonsumsinya asalkan diiringi dengan olah raga. Bahkan beberapa penelitian
telah membuktikan bahwa buah dan sayuran dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung
dan kanker. Namun ada satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu porsinya harus dikendalikan agar tidak
berlebihan.

Mitos

Buah adalah makanan sehat, sehingga dapat dimakan sebanyak-banyaknya oleh penderita diabetes

FAKTA

Buah merupakan makanan sehat yang mengandung serat, vitamin, dan mineral, namun buah-buahan
juga mengandung karbohidrat (zat gula) cukup tinggi, sehingga jumlahnya perlu diatur dalam menu
makanan. Segala sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan biasanya tidak menyehatkan.

Mitos

Pemanis buatan dapat membahayakan pasien diabetes

FAKTA

16

Pemanis buatan sebenarnya jauh lebih manis daripada gula biasa dalam takaran yang sama. Dengan
demikian, gula ini hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit untuk mendapatkan rasa manis yang sama
dengan gula biasa. Hal ini membuat kita mengkonsumsi kalori lebih sedikit dibanding gula biasa. Hal
ini memberikan manfaat tersendiri bagi penderita diabetes yang perlu membatasi konsumsi kalori.

JANUARI 2013 |

Penderita diabetes tidak boleh berolah raga

Demikian sedikit ulasan kita mengenai mitos dan fakta seputar Diabetes Mellitus.
Semoga bermanfaat. (YCR)
JANUARI 2013 |

17

Sudah pernah dengar?


Bagi komunitas pencinta senam kesehatan di RS Dr. OEN SURAKARTA, nama ini
sudah tak asing lagi. Ya, NUSASWEET!
Terdiri dari gabungan Club Venus, Club Asma, dan Club Diabetes Melitus/Penyakit
Gula atau Kencing Manis (yang biar gampang diasosiasikan dengan Sweet, yang
berarti manis).
Koq bisa jadi satu??
Dr. Florensia menceritakannya pada penulis. Inilah sejarahnya.
Pada tahun 2005, Dr. Hardiyanto Eko. P membidani (atau mendokteri?) lahirnya Club Asma, yang
merupakan club senam pertama di RS Dr. OEN SURAKARTA. Kegiatan senam kesehatan untuk para
penyandang penyakit asma ini dilakukan seminggu sekali.
Setahun kemudian, Dr. Florensia pun tak mau ketinggalan. Sebagai seorang dokter yang sangat
peduli pada kesehatan dan kebugaran, beliau membentuk club senam khusus untuk pencegahan
osteoporosis/pengeroposan tulang bagi para wanita. Makanya dipilih nama Venus untuk club senam
kedua ini, merujuk pada nama seorang dewi dalam mitologi Romawi, lambangnya kaum wanita.
Para penyandang Diabetes Melitus (DM) pun harus menjaga kesehatan dan kebugaran dalam hidup
kesehariannya, tidak cukup hanya rutin meminum obat DM dari dokter. Atas dasar kepedulian seperti
itulah, pada bulan Nopember 2006 Dr. Indrawati Salim (yang paham betul dalam pengelolaan dan
edukasi penyakit DM) membentuk club DM, yang salah satu kegiatannya adalah senam kesehatan/
kebugaran.
Oleh karena ketiga Club tersebut mempunyai kesamaan dalam kegiatannya, yakni senam, maka tercetuslah ide untuk menggabungkannya. Lahirlah NUSASWEET, diketuai oleh Dr. Hardiyanto Eko P.
(Sebenarnya ada 1 club lagi yang ada di RS Dr. OEN SURAKARTA, Club Donor Darah. Hanya kegiatannya belum ada olahraga senamnya. Tapi siapa tau di lain waktu bisa juga bergabung atau paling
tidak melakukan kegiatan bersama?)
Ngapain sih pake senam-senam segala? Kualitas hidup! Itulah jawaban singkatnya.
Karena tidak hanya senam kegiatannya. Secara periodik, para anggota Club NUSASWEET juga
mendapatkan fasilitas cek kesehatan gratis, cek laboratorium gratis, diikutkan dalam kegiatan seminar kesehatan dan gathering. Pada hari-hari tertentu juga diadakan kegiatan senam bersama (senam
asma, senam DM) se-eks Karesidenan Surakarta. Di sana mereka bisa berbagi cerita dan pengalaman, yang tentunya dapat saling memotivasi dan menginspirasi untuk menjalani kehidupan sehari-hari
yang lebih baik. Indahnya berbagi, indahnya kebersamaan!
(Ssssstttt...NUSASWEET sudah melakukan 8x kegiatan gathering lho. Baik di dalam kota maupun di
luar kota Surakarta. Di antaranya ke Wonogiri, Gajah Mungkur, Sarangan, dan Pantai Depok bantul.
Pokoke siipplahhh..having fun!)
Para pembaca tertarik? Gampak koq jadi anggota NUSASWEET. Daftar aja ke RS Dr. OEN SURAKARTA (Dr. Florensia siap membantu!) Biaya pendaftaran hanya sepuluh ribu rupiah. Dapat fasilitas kartu anggota (member card) yang berlaku untuk satu tahun. Kartu ini dapat berfungsi untuk
mendapatkan discount (potongan harga) setiap berobat di RS Dr. OEN SURAKARTA.
Yang lebih menarik, setiap kali senam, anggota cukup membayar iuran dua ribu rupiah sudah mendapat
fasilitas gratis pengukuran tensi/tekanan darah, konsultasi dokter, air minum dalam kemasan, dan
pada hari-hari tertentu juga mendapatkan snack yang sehat
Berapa jumlah anggota NUSASWEET sekarang?
Pada awal berdirinya, jumlah anggotanya hanya sekitar 50-an orang. Namun karena keberadaannya
mendatangkan manfaat yang besar, sekarang jumlah anggotanya sudah mencapai 318 orang. Wow!
So,bagi para penyandang Asma, DM, osteoporosis, atau siapa saja yang menginginkan badannya
sehat dan bugar, jangan ragu lagi untuk bergabung bersama NUSASWEET. Kegiatan senam dilakukan
setiap hari Sabtu pukul 06.30 07.30 WIB. Sebelum dan sesudah senam dilakukan pemeriksaan tensi
dan gula darah. Tunggu apa lagi!?
Semoga NUSASWEET tetap eksis memberikan pelayanan yang bermanfaat bagi masyarakat Surakarta dan sekitarnya, serta semakin mengharumkan nama RS Dr. OEN SURAKARTA. Good Luck!
(nodustobias, awal Desember 2012)

Suharini
Tak ada gading yang tak retak. Tidak ada sesuatu di dunia ini yang sempurna. Karena
kesempurnaan hanya milik Allah semata (dan Andra & the back bone....hehehe...maaf,
bercanda).
Itulah kalimat mutiara dari Suharini. Sesuatu banget..... Mbak Rini, demikian tokoh kita kali
ini biasa dipanggil. Sebagai penyandang Diabetes Melitus (DM), wanita kelahiran Madiun,
22 September 40 tahun yang lalu ini tetap berpikiran positif . Pola hidup sehat, kontrol ke
dokter secara teratur, dan olah raga ringan, dengan penuh semangat kini dijalaninya.
Walaupun diketahui menderita DM sejak tahun 1993, ibu 3 orang anak ini (Oky Fauzia E,
14 tahun; Sukma Anggiarini, 12 tahun; dan Sultan Muhammad R, 4 tahun) pantang stres.
Isteri dari Edy Siswoyo ini yakin bahwa DM tidak menghalanginya untuk memberikan yang
terbaik bagi keluarga!
Kesehatan itu mahal harganya, wanita lulusan D3 keperawatan ini menambahkan. Sebenarnya dia sangat ingin mengikuti kegiatan senam Nusasweet (baca ulasan tentang Nusasweet). Namun dikarenakan jadwal kerja yang cukup
padat dan rumahnya yang cukup jauh (di Pakis Boto Wonosari, Klaten), keinginan itu dia alihkan pada hobinya yang
lain, yakni bersih-bersih rumah.
Sembilan belas tahun bukanlah waktu yang pendek bagi Mbak Rini dalam menjalani profesi perawat yang sangat
dicintainya itu. Pertamakali bekerja di RS Dr. OEN SURAKARTA pada tanggal 13 September 1993 (bagian Poliklinik)
dan 3 bulan kemudian ditempatkan ke bagian IGD, sampai sekarang. Wanita yang selalu mengucapkan salam bila
bertemu ini, sangat setuju ketika di tempat kerjanya ini digalakkan kembali program SSP (Senyum, Salam, Peduli).
Alasannya? Ya, karena kita sebagai pribadi juga senang bila melihat orang lain senang. Siapa sih yang tidak senang
bila diberi salam dan senyuman? Itu juga ibadah lho, katanya mantap!
Ketika ditanya tentang buletin ini, dia berkomentar walaupun tipis tetapi syarat dengan manfaat. Artikel-artikel tentang
penyakit ditambah dong, biar para pembaca, terutama yang awam lebih tahu dan mengenal tentang penyakit dan
kesehatan, dia menyarankan.
Okelah Mbak Rini.....sukses terus buat Anda dan keluarga. Walaupun tak ada gading yang tak retak, tapi gading tetaplah gading, tetap tinggi nilainya! (apalagi Gading Marten, menurut Giselle tentunya, halah. Maaf, sulit untuk tidak
bercanda, hehehe). (nodustobias, akhir november 2012)

8 TITIK PERBEDAAN

TEMUKAN JAWABANNYA DI HALAMAN 15


JANUARI 2013 |

19

Mohon doa restu untuk pembangunan

Gedung Baru RS Dr. OEN SURAKARTA

Kaget, bingung, stress atau merasa seperti sudah tidak mempunyai semangat hidup? Mungkin itulah yang Anda
rasakan ketika Anda pertama kali mendengar dokter memvonis kalau Anda terkena diabetes...
Ketika seseorang didiagnosis mengalami penyakit seperti diabetes akan terjadi banyak sekali perubahan baik dari
pola makan, gaya hidup, mindset dan kebiasaan-kebiasaan yang lain, apalagi bagi yang sudah mempunyai pasangan, juga harus menyesuaikan baik kebiasaan maupun komunikasi dengan pasangannya. Penderita harus mulai meninggalkan keadaan nyamannya dan mulai berusaha berjuang merubah gaya hidup. Perubahan inilah yang seringkali
dapat memicu timbulnya stress, bingung dan apabila sampai berkepanjangan dapat menimbulkan terjadinya depresi
Hal-hal apa saja yang dapat Anda lakukan ketika secara tiba-tiba kita mendapati bahwa kehidupan Anda tidak akan
pernah sama lagi?
1. Diskusikan penyakit Anda dan apa yang dirasakan saat ini kepada keluarga. Orang-orang terkasih Anda adalah
sumber semangat yang luar biasa. Katakan secara terus terang, perubahan apa saja yang terjadi dan bahwa
Anda sedang membutuhkan dukungan mereka dalam proses penyesuaian
2. Temukan program edukasi diabetes (tempat konsultasi) atau support group (klub/kelompok penderita diabetes)
di daerah lingkungan Anda dan berbicara kepada mereka. Menemukan kenyataan bahwa ada orang lain yang
mengalami hal yang sama dengan Anda dan berjuang bersama, akan membuat Anda merasa tidak sendiri dan
lebih kuat
3. Ubah gaya hidup dan pola makan Anda, mulai biasakan hidup sehat.
Masalah seksual juga sering dialami oleh penderita diabetes. Diperkirakan sekitar 40% penderita diabetes kronis
mengalami disfungsi ereksi (pada pria) dan pengurangan pelumasan vagina (pada wanita). Untuk mengatasi hal ini,
keterbukaan dan komunikasi dengan pasangan adalah sangat penting. Biarkan pasangan Anda mengetahui segala
masalah dan keterbatasan Anda serta bersama-sama berusaha menemukan solusinya.
Diabetes bukanlah akhir dari segalanya, ilmu kesehatan dan teknologi untuk pengobatan penyakit ini sudah berkembang sedemikian majunya. Yang dibutuhkan penderita adalah semangat untuk tetap berjuang dan mendisiplinkan diri
dalam menjaga pola hidup sehat. (JT)
20

JANUARI 2013 |

Dapur