Anda di halaman 1dari 22

1

NAMA

: DIKA NURSITA

NPM

: 12213448

KELAS

: 2EA32

MATA KULIAH : EKONOMI KOPERASI

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DIKA NURSITA

12213448

2EA32

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya-lah saya
dapatmenyelesaikan tulisan kreatif tentang Koperasi yang berjudul Perilaku Gerakan Koperasi
diIndonesia Terhadap Pertumbuhan Ekonomi ini tepat pada waktunya.
Tulisan ini disusun sebagai salah satu tugas berupa tulisan perorangan pada mata
kuliah Softskill Ekonomi Koperasi Universitas Gunadarma. Dalam menyusun tugas makalah
ini, saya banyak menerima bantuan baik berupa nasehat, dan petunjuk dari berbagai pihak
maupun literatur baik dari internet maupun yang tertuang dalam buku.
Dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan banyak terima kasih danpenghargaan
yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang sudah banyak membantudalam menyelesaikan tugas
makalah ini.Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih atas dukungannya dan menyadari masih
banyak kekurangan dari apa yang saya kerjakan dalam makalah ini, untuk itu saya
mengharapkankritikan dan saran yang bersifat membangun agar pada penulisan makalah
selanjutnya dapatmenjadi lebih baik dan sempurna.

Bekasi, 29 Januari 2015


Penulis,

Dika Nusita

DIKA NURSITA

12213448

2EA32

Koperasi mewujudkan kebersamaan dan kesejahteraan


PENDAHULUAN
Membangun sistem Perekonomian Pasar yang berkeadilan sosial tidaklah cukup dengan
sepenuhnya menyerahkan kepada pasar. Namun juga sangatlah tidak bijak apabila
menggantungkan upaya korektif terhadap ketidakberdayaan pasar menjawab masalah
ketidakadilan pasar sepenuhnya kepada Pemerintah. Koperasi sebagai suatu gerakan dunia telah
membuktikan diri dalam melawan ketidakadilan pasar karena hadirnya ketidaksempurnaan pasar.
Bahkan cukup banyak contoh bukti keberhasilan koperasi dalam membangun posisi tawar
bersama dalam berbagai konstelasi perundingan, baik dalam tingkatan bisnis mikro hingga
tingkatan kesepakatan internasional. Oleh karena itu banyak Pemerintah di dunia yang
menganggap adanya persamaan tujuan negara dan tujuan koperasi sehingga dapat
bekerjasama.Meskipun demikian di negeri kita sejarah pengenalan koperasi didorong oleh
keyakinan para Bapak Bangsa untuk mengantar perekonomian Bangsa Indonesia menuju pada
suatu kemakmuran dalam kebersamaan dengan semboyan makmur dalam kebersamaan dan
bersama dalam kemakmuran. Kondisi obyektif yang hidup dan pengetahuan masyarakat kita
hingga tiga dasawarsa setelah kemerdekaan memang memaksa kita untuk memilih menggunakan
cara itu. Persoalan pengembangan koperasi di Indonesia sering dicemooh seolah sedang
menegakan benang basah. Pemerintah di negara-negara berkembang memainkan peran ganda
dalam pengembangan koperasi dalam fungsi regulatory dan development.

Koperasi sejak kelahiranya disadari sebagai suatu upaya untuk menolong diri sendiri
secara bersama-sama. Oleh karena itu dasar self help and cooperation atau individualitet dan
solidaritet selalu disebut bersamaan sebagai dasar pendirian koperasi. Sejak akhir abad yang
lalu gerakan koperasi dunia kembali memperbaharui tekadnya dengan menyatakan keharusan
untuk kembali pada jati diri yang berupa nilai-nilai dan nilai etik serta prinsip-prinsip koperasi,
sembari menyatakan diri sebagai badan usaha dengan pengelolaan demoktratis dan pengawasan
bersama atas keanggotaan yang terbuka dan sukarela. Menghadapi milenium baru dan globalisasi
kembali menegaskan pentingnya nilai etik yang harus dijunjung tinggi berupa: kejujuran,
keterbukaan, tanggung jawab sosial dan kepedulian kepada pihak lain (honesty, openness, social
responsibility and caring for others) (ICA,1995). Runtuhnya rejim sosialis Blok-Timur dan
kemajuan di bagian dunia lainnya seperti Afrika telah menjadikan gerakan koperasi dunia kini
praktis sudah menjangkau semua negara di dunia, sehingga telah menyatu secara utuh. Dan kini
keyakinan tentang jalan koperasi itu telah menemukan bentuk gerakan global.
Koperasi Indonesia memang tidak tumbuh secemerlang sejarah koperasi di Barat dan
sebagian lain tidak berhasil ditumbuhkan dengan percepatan yang beriringan dengan kepentingan
program pembangunan lainnya oleh Pemerintah. Krisis ekonomi telah meninggalkan pelajaran

DIKA NURSITA

12213448

2EA32

baru, bahwa ketika Pemerintah tidak berdaya lagi dan tidak memungkinkan untuk
mengembangkan intervensi melalui program yang dilewatkan koperasi justru terkuak kekuatan
swadaya koperasi.
Di bawah arus rasionalisasi subsidi dan independensi perbankan ternyata koperasi mampu
menyumbang sepertiga pasar kredit mikro di tanah air yang sangat dibutuhkan masyarakat luas
secara produktif dan kompetitif. Bahkan koperasi masih mampu menjangkau pelayanan kepada
lebih dari 11 juta nasabah, jauh diatas kemampuan kepiawaian perbankan yang megah sekalipun.
Namun demikian karakter koperasi Indonesia yang kecil-kecil dan tidak bersatu dalam suatu
sistem koperasi menjadikannya tidak terlihat perannya yang begitu nyata.
Lingkungan keterbukaan dan desentralisasi memberi tantangan dan kesempatan baru
membangun kekuatan swadaya koperasi yang ada menuju koperasi yang sehat dan kokoh
bersatu. Menyambut pengeseran tatanan ekonomi dunia yang terbuka dan bersaing secara ketat,
gerakan koperasi dunia telah menetapkan prinsip dasar untuk membangun tindakan bersama.
Tindakan bersama tersebut terdiri dari tujuh garis perjuangan sebagai berikut :
1. Koperasi akan mampu berperan secara baik kepada masyarakat ketika koperasi secara benar
berjalan sesuai jati dirinya sebagai suatu organisasi otonom, lembaga yang diawasi
anggotanya dan bila mereka tetap berpegang pada nilai dan prinsip koperasi;
2. Potensi koperasi dapat diwujudkan semaksimal mungkin hanya bila kekhususan koperasi
dihormati dalam peraturan perundangan;
3. Koperasi dapat mencapai tujuannya bila mereka diakui keberadaannya dan aktifitasnya;
4. Koperasi dapat hidup seperti layaknya perusahaan lainnya bila terjadi fair playing field;
5. Pemerintah harus memberikan aturan main yang jelas, tetapi koperasi dapat dan harus
mengatur dirinya sendiri di dalam lingkungan mereka (self-regulation);
6. Koperasi adalah milik anggota dimana saham adalah modal dasar, sehingga mereka harus
mengembangkan sumberdayanya dengan tidak mengancam identitas dan jatidirinya, dan;
7. Bantuan pengembangan dapat berarti penting bagi pertumbuhan koperasi, namun akan lebih
efektif bila dipandang sebagai kemitraan dengan menjunjung tinggi hakekat koperasi dan
diselenggarakan dalam kerangka jaringan.

Bagi koperasi Indonesia membangun kesejahteraan dalam kebersamaan telah cukup


memiliki kekuatan dasar kekuatan gerakan. Daerah otonom harus menjadi basis penyatuan
kekuatan koperasi untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan lokal dan arus pengaliran
DIKA NURSITA

12213448

2EA32

surplus dari bawah. Ada baiknya koperasi Indoensia melihat kembali hasil kongres 1947 untuk
melihat basis penguatan koperasi pada tiga pilar kredit, produksi dan konsumsi.
Dengan mengembalikan koperasi pada fungsinya (sebagai gerakan ekonomi) atas prinsip dan
nilai dasarnya, koperasi akan semakin mampu menampilkan wajah yang sesungguhnya menuju
keadaan bersama dalam kesejahteraan dan sejahtera dalam kebersamaan.
Di samping globalisasi, koperasi Indonesia memiliki sekaligus tiga tantangan yaitu :
1. Memperbaiki citranya sebagai kumpulan golongan ekonomi lemah pemburu fasilitas.
2. Kontribusinya yang meskipun secara sosial cukup tinggi, namun secara nominal masih
sangat rendah dalam perekonomian nasional dibandingkan dengan badan usaha swasta.
3. Semakin rendahnya kesadaran masyarakat untuk bergotong-royong melalui koperasi
seiring dengan meningkatnya modernitas dan individualisme.
Seluruh anggota koperasi, semestinyalah percaya pada nilai-nilai etis dari kejujuran,
keterbukaan, tanggung Jawab sosial, dan kepedulian kepada orang lain. Koperasi yang baik,
tidak akan membiarkan anggota-anggotanya tertinggal satu sama lain dalam peningkatan
kesejahteraannya.la menambahkan prinsip-prinsip koperasi yang termuat dalam UU No 25 tahun
1992 tentang Perkoperasian yang kemudian ditegaskan dalam Pernyataan Identitas Koperasi
secara internasional pada tahun 1995 adalah keanggotaan sukarela dan terbuka.
Kemudian pengendalian anggota secara demokratis, partisipasi ekonomi anggota, otonomi, dan
kebebasan. Pendidikan, pelatihan, dan Informasi. Kerjasama antar-koperasi, serta kepedulian
terhadap komunitas. Dilihat dari prinsip-prinsip ini. koperasi adalah pengejawantahan
institusional dari gerakan anti-ka-pitalisme.
Oleh karenanya, membesarkan koperasi berarti membendung efek negatif globalisasi.
Membiarkannya, berarti memposisikan rakyat untuk bertanding tidak setara. Tidak
melindunginya, berarti mematikan kesejahteraan jutaan pedagang kaka lima, buruh, nelayan, dan
petani.
Untuk memastikan meningkatnya peran koperasi dalam perekonomian nasional, kata
Suryadharma, pemerintah melalui Kementerian Negara Koperasi dan UKM telah membuat
instrumen Pemeringkatan Koperasi guna mendorong koperasi Indonesia menerapkan kaidahkaidah usaha yang sehat.
Pemeringkatan dilakukan untuk mengklasifikasikan sekian banyak koperasi yang ada ke dalam
kelompok-kelompok kualitas, yang berguna untuk dasar pemberdayaan dan penetapan kebijakan perkoperasian, peningkatan kredibilitas koperasi dalam bertransaksi dagang dan
perbaikan kinerja koperasi.
Atas dasar nilai etis dan prinsip perkoperasian sebagaimana telah disebutkan sebelumnya,
DIKA NURSITA

12213448

2EA32

penilaian mencakup beberapa aspek badan usaha yang sehat dan keclrian koperasi yang
berkualitas. Yaitu aspek badan usaha aktif, aspek kinerja usaha, aspek kohesivitas dan partisipasi
anggota, aspek orientasi kepada pelayanan anggota, aspek pelayanan kepada masyarakat, dan
aspek kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Pencapaian ini tentunya tidak boleh berhenti semata pada labelisasi koperasi berkualitas. Atas
dasar klasifikasi ini. Kementerian Negara Koperasi berikut dua Badan Layanan Umumnya yang
baru, yaitu Lembaga Pengelola Dana Bergulir dan Lembaga Layanan Pemasaran dengan
pendekatan lintas pelaku, terus-menerus melakukan program pemberdayaan Usaha Mikro dan
Kecil yang berhimpun dalam koperasi.
Pemberdayaan dikelompokkan pada lima aspek. Pertama, aspek kualitas sumber daya manusia,
karena di situlah semuanya berawal. Kedua, aspek peningkatan aksesibilitas modal, karena dari
modal inilah mereka secara komersial mampu menerjemahkan ide-ide kreatifnya. Ketiga, aspek
mekanisasi dan inovasi teknologi, karena dari situ kualitas produksi dapat terjaga secara
konsisten. Keempat, pematenah hak cipta dan merk, yang melalui keduanyalah koperasi kita
dapat go international. Kelima, aspek kelembagaan dengan meningkatkan legalitas badan
koperasi melalui kerjasama dengan Ikatan Notaris Indonesia, sehingga memungkinkan koperasi
untuk membangun linkage program ke lemba-galembaga keuangan formal.
PEMBAHASAN
Globalisasi ekonomi tidak lebih dari arus ekonomi liberal yang menurut Mubyarto
mengandung pembelajaran tentang paham ekonomi Neoklasik Barat yang lebih cocok untuk
menumbuhkan ekonomi (ajaran efisiensi), tetapi tidak cocok untuk mewujudkan pemerataan
(ajaran keadilan). Pengalaman menunjukkan bahwa krisis ekonomi yang melanda Indonesia di
tahun 1997 merupakan akibat dari arus besar globalisasi yang telah menghancur-leburkan
sendi-sendi kehidupan termasuk ketahanan moral bangsa. Sebagai perkumpulan orang, Koperasi
Indonesia di era global akan selalu berhadapan dengan arus tatanan ekonomi liberal. Namun
diakui bahwa koperasi memiliki anggota dari berbagai lingkungan sosial, budaya, agama dan
kaum cerdik pandai yang semuanya menyumbangkan nilai-nilai koperasi.
Artinya sifat, watak, etika, moral dan ajaran terbaik yang dianut, dapat dilebur menjadi satu
dalam koperasi, hingga selanjutnya membentuk watak dan akhlak koperasi. Jika demikian
halnya, menghadapi tantangan globalisasi, koperasi percaya bahwa semua orang dapat dan
seharusnya berupaya keras mengendalikan nasibnya sendiri. Artinya, harus mampu menolong
diri sendiri.

Pengembangan diri secara penuh hanya terjadi jika orang-orang bergabung menjadi satu
dan secara bersama mencapai tujuan bersamanya. Koperasi dengan semboyan: satu untuk
semua dan semua untuk satu dapat meyakinkan bahwa anggota sebagai pemilik koperasi harus
mampu bertanggung jawab sendiri maupun bersama-sama demi sehat dan berkembangnya
koperasi ke depan.

DIKA NURSITA

12213448

2EA32

Anggota secara sendiri maupun bersama sebagai pemilik menyatukan kekuasaan, hak, kewajiban
dan tanggung jawab dalam satu tangan. Karenanya anggota harus mampu mengendalikan
koperasinya secara adil dan bijaksana, terutama dalam pengambilan keputusan. Dalam sistem
koperasi, uang betapapun pentingnya adalah tetap abdi dan alat koperasi, bukan majikan.
Menghadapi tantangan globalisasi, koperasi mestinya harus mampu memberikan kedudukan dan
pelayanan kepada anggota atas dasar persamaan. Dari persamaan, timbul rasa kebersamaan
dalam hidup berkoperasi, baik dalam penggunaan hak, kewajiban dan tanggung jawab.
Kebersamaan dan hidup bersama sebagai modal sosial menciptakan rasa saling percaya,
kerukunan dan toleransi satu sama lain. Kebersamaan seperti ini yang dikehendaki oleh
kegotong-royongan, saling menolong sebagai perwujudan dari asas kekeluargaan. Ini adalah
modal yang sangat berharga bagi koperasi dalam menghadapi tantangan globalisasi. Di era
globalisasi, keadilan harus tumbuh dalam nurani anggota dan dijabarkan dalam perlakuan adil
koperasi terhadap anggotanya. Dalam memanfaatkan hasil usaha, keadilan ini diterjemahkan
dalam pembagian SHU anggota, sesuai besarnya jasa anggota kepada koperasi. Di era
globalisasi, kesetiakawanan dalam koperasi adalah kekayaan sangat berharga bagi kehidupan
kolektif. Karena, koperasi bukan hanya perkumpulan pribadi sebagai anggota, tetapi anggota
koperasi secara bersama adalah suatu kolektivitas.
Bung Hatta melihat kesetiakawanan dalam masyarakat gotong royong dan dengan benar
dijadikan sebagai dasar koperasi di Indonesia. Kesetiakawanan berarti bahwa semua pribadi
bersatu membangun koperasi dan gerakan koperasi secara lokal, nasional, regional dan
internasional. Kesetiakawanan tumbuh secara timbal balik, karena swadaya dan tolong menolong
adalah dua faktor mendasar yang menjadi inti dari falsafah perkoperasian. Falsafah
perkoperasian inilah yang sangat membedakan koperasi dari bangun usaha yang lain. Jawaban
atas pertanyaan tersebut adalah bahwa prinsip-prinsip koperasi mestinya harus dilihat sebagai
sebuah kerangka kerja yang memberdayakan koperasi untuk dapat meraih hari depan.
Prinsip-prinsip ini bukan merupakan ketentuan yang terpisah satu sama lain, tetapi harus dilihat
dari keterkaitannya satu sama lain sebagai keseluruhan sistem yang utuh. Tidak ada satu yang
lebih penting dari pada yang lain, karena semuanya adalah sama pentingnya. Semua itu
bersumber satu, yaitu nilai-nilai koperasi.

DIKA NURSITA

12213448

2EA32

PERAN KOPERASI DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA


Kita telah sering mendengar kata-kata koperasi, tapi belum semua masyarakat Indonesia
memahami apa itu koperasi, apa tujuan koperasi dan juga apa keuntungan seseorang atau badan
usaha menjadi anggota koperasi?
Dalam kesempatan ini, kami akan membahas dan ingin menjelaskan secara detail maksud dan
tujuan koperasi. Sehingga dapat menambah wawasan masyarakat banyak yang belum
mengetahui tentang koperasi.
Kami juga akan menjelaskan peranan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) serta cara-cara
koperasi atau badan usaha kecil menengah (UKM) berhubungan dengan LPDB ini, agar
masyarakat mengetahui persis cara-cara menyampaikan aplikasi-aplikasi kepada LPDB
sehingga dapat mencegah terjadinya penipuan-penipuan yang mengatas-namakan LPDB
sebagaimana akhir akhir ini sering terjadi, hingga merugikan masyarakat koperasi dan UKM.
Bapak, ibu dan masyarakat Indonesia yang saya hormati
Koperasi adalah suatu badan yang mengelola kegiatan usaha. Koperasi adalah badan usaha yang
beranggotakan orang per orang atau badan berlandaskan asas kekeluargaan dan demokrasi
ekonomi.
Kegiatan usaha koperasi, merupakan penjabaran dari Undang Undang Dasar (UUD) 1945 pasal
33 ayat (1). Dengan adanya penjelasan UUD 1945 pasal 33 ayat (1), koperasi berkedudukan
sebagai sokoguru perekonomian nasional, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem
perekonomian nasional.
Sebagai salah satu pelaku ekonomi, koperasi merupakan organisasi ekonomi yang berusaha
menggerakkan potensi sumber daya ekonomi demi memajukan kesejahteraan anggota.
Karena sumber daya ekonomi tersebut terbatas dan dalam mengembangkan koperasi harus
mengutamakan kepentingan anggota. Maka koperasi harus mampu bekerja seefisien mungkin
dan menjalankan prinsip-perinsip koperasi serta kaedah-kaedah ekonomi.
Ada beberapa perinsip koperasi, antaranya adalah:
1. Keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terbuka

DIKA NURSITA

12213448

2EA32

2. Pengelolaan koperasi dilakukan secara demokratis jadi di sini maksudnya adalah


seluruh kegiatan usaha yang dilakukan koperasi harus berdasarkan keputusan yang
diambil melalui Rapat Anggota yang dilangsungkan secara demokratis.
3. Sisa hasil usaha (SHU) yang merupakan keuntungan dari usaha yang dilakukan oleh
koperasi dibagi berdasarkan besarnya jasa masing-masing anggota.
4. Modal diberi balas jasa secara terbatas dalam hal ini yang dimaksudkan modal diberi
jasa secara terbatas, yaitu apabila seseorang atau badan memasukkan modal ke koperasi,
maka koperasi akan memberikan balas jasa tetapi secara terbatas, artinya dengan
ketentuan jasa yang diberikan itu adalah atas keputusan Rapat anggota.
5. Koperasi bersifat mandiri.
Fungsi dan Peran Koperasi
Adalah untuk membangun dan mengembangkan potensi kemampuan ekonomi anggota pada
khususnya dan masyarakat pada umumnya, meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial.
Manusia selalu menginginkan agar hidupnya bahagia dan sejahtera. Kesejahteraan akan tercapai,
apabila kita dapat memenuhi kebutuhan hidup yang terdiri dari unsur jasmani dan rohani
sehingga kebutuhan kedua unsur tersebut harus terpenuhi secara seimbang.
Kaitannya dengan upaya memenuhi kebutuhan hidup tersebut, kita dapat memenuhinya melalui
usaha sendiri atau usaha bersama. Usaha bersama terasa lebih ringan daripada usaha sendiri.
Mengapa? Sebab setiap usaha apabila dilakukan secara bersama-sama (berkelompok) akan terasa
lebih mudah, lebih cepat, dan lebih berhasil. Ingat pepatah, Berat sama dipikul, ringan sama
dijinjing.
Dalam usaha bersama setiap anggota kelompok dapat saling melengkapi. Setiap orang pasti
memiliki kelebihan dan kelemahan, sehingga dapat saling menutupi dan saling membantu. Usaha
bersama yang bagaimanakah yang paling sesuai kita kembangkan di negara kita?
Dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33 ayat (1) tertulis Perekonomian disusun sebagai
usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. Pasal ini mengandung pengertian bahwa
usaha bersama yang sesuai di negara kita adalah usaha yang didasarkan pada asas kekeluargaan.
Pengertian koperasi
Dalam Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian disebutkan bahwa,
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi
dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan
ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.
Pada dasarnya koperasi memiliki pengertian sebagai berikut:

DIKA NURSITA

12213448

2EA32

10

a. Koperasi adalah badan usaha, artinya lembaga yang mengelola usaha. Misalnya, usaha
pertokoan, produksi barang, jasa simpan pinjam dan usaha perkreditan.
b. Koperasi ada yang beranggotakan orang, ada pula yang
beranggotakan badan
hukum koperasi. Maksudnya koperasi ada yang beranggotakan orang-orang ada pula
yang beranggotakan beberapa koperasi yang telah berbadan hukum. Badan hukum
koperasi artinya koperasi yang telah diakui oleh pemerintah sebagai lembaga hukum.
Ciri koperasi yang berbadan hukum adalah memiliki akta pendirian. Koperasi yang
mempunyai badan hukum berhak melakukan tindakan hukum. Misalnya, melakukan
perjanjian dengan pihak lain, kemudian bila ada masalah bisa menuntut dan dituntut ke
pengadilan.
Cara Mendirikan Koperasi
Mekanisme pendirian koperasi terdiri dari beberapa tahap :
1. Pertama adalah pengumpulan anggota, karena untuk menjalankan koperasi
membutuhkan minimal 20 anggota.
2. Kedua, para anggota tersebut akan mengadakan rapat anggota, untuk melakukan
pemilihan pengurus koperasi (ketua, sekretaris, dan bendahara yang selanjutnya disebut
sebagai perangkat manajemen koperasi).
3. Setelah itu, koperasi tersebut harus merencanakan anggaran dasar dan anggaran rumah
tangga koperasi.
4. Lalu meminta perizinan dari negara.
5. Barulah bisa menjalankan koperasi dengan baik dan benar.
Tujuan dan manfaat koperasi
Segala sesuatu dibentuk atau didirikan tentu mempunyai tujuan.
Apa tujuan dibentuknya koperasi?
Berikut ini adalah tujuan pembentukan koperasi di Indonesia:
a. Memajukan kesejahteraan anggota
b. Memajukan kesejahteraan masyarakat
c. Membangun tatanan ekonomi nasional
Ketiga tujuan tersebut saling berkaitan. Dengan adanya koperasi kebutuhan para anggota dapat
diperoleh di koperasi. Dengan terpenuhinya kebutuhan anggota maka semakin meningkatlah
kesejahteraan anggota koperasi. Dengan memajukan kesejahteraan anggotanya berarti koperasi
juga memajukan kesejahteraan masyarakat dan memajukan tatanan ekonomi nasional.

DIKA NURSITA

12213448

2EA32

11

Keseluruhan tujuan koperasi tersebut adalah dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju,
adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pengertian
sederhananya: bahwa koperasi bermanfaat bagi anggotanya.
Manfaat paling utama adalah anggota dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Misalnya dengan
adanya koperasi, anggota dapat meminjam uang pada koperasi untuk modal usaha.
Contoh sederhana: misalnya koperasi sekolah, biasanya koperasi ini menyediakan kebutuhan
siswa dan guru. Dengan demikian guru dan siswa tidak perlu jauh-jauh untuk membeli buku
tulis, pensil, seragam ataupun makanan kecil.
Manfaat koperasi bagi anggota tidak hanya memenuhi kebutuhan anggota. Jika kita menjadi
anggota sebuah koperasi, maka kita akan memperoleh manfaat lain yakni:
a. Pada akhir tahun setiap anggota mendapat keuntungan yang disebut Sisa Hasil Usaha (SHU)
b. Setiap anggota dapat berlatih berorganisasi dan bergotong royong
c. Setiap anggota dapat berlatih bertanggung jawab

Modal Koperasi
Usaha koperasi dilakukan bersama dan dibangun dengan modal bersama. Dengan demikian
diharapkan koperasi akan lebih maju dibandingkan badan usaha lain. Menurut Undang-Undang
Perkoperasian, modal koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman.
Modal sendiri
Modal sendiri dapat berasal dari:
a. Simpanan pokok
Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi
pada saat masuk menjadi anggota. Jumlah simpanan pokok setiap anggota adalah sama besar.
Simpanan pokok tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota.
b. Simpanan wajib
Simpanan wajib adalah sejumlah uang yang wajib dibayarkan anggota dalam jangka waktu
tertentu. Biasanya dibayar tiap bulan. Jumlah simpanan wajib tidak harus sama untuk tiap
anggota. Simpanan wajib tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi
anggota.
c. Simpanan sukarela

DIKA NURSITA

12213448

2EA32

12

Simpanan sukarela merupakan simpanan yang jumlah dan waktu pembayarannya tidak
ditentukan. Simpanan sukarela dapat diambil anggota sewaktu-waktu.
d. Dana cadangan
Dana cadangan adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan Sisa Hasil Usaha (SHU).
Dana cadangan berfungsi untuk memupuk modal sendiri dan untuk menutup kerugian koperasi
bila diperlukan.
e. Dana hibah.
Dana hibah adalah dana pemberian dari orang atau lembaga lain kepada koperasi.
Modal pinjaman
Modal pinjaman dapat berasal dari:
a. anggota
b. koperasi lain
c. bank
d. sumber lain yang sah
Salah satu lembaga yang akhir-akhir ini aktif memberikan dana pinjaman dalam bentuk dana
bergulir kepada Koperasi dan UKM adalah:
LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR (LPDB) Kementerian Koperasi dan UKM.
Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi koperasi dan UKM untuk mendapat pinjaman
itu?
Antaranya wajib memenuhi syarat sebagai berikut:
1. Koperasi Primer dan/atau Sekunder yang telah berbadan hukum.
2. Berpengalaman menjalankan usaha terkait dengan tujuan penggunaan
Pinjaman/Pembiayaan dan memiliki kinerja baik selama 2 (dua) tahun terakhir yang ditunjukkan
dengan:
A. memperoleh SHU yang positif,
B. melaksanakan RAT tepat waktu.

DIKA NURSITA

12213448

2EA32

13

3. Untuk seluruh Pinjaman/Pembiayaan dengan plafon di atas


Rp.1.000.000.000,- (satu
milyar rupiah), maka dilengkapi dengan laporan keuangan audited minimal 2 tahun terakhir
dengan opini minimal wajar dengan pengecualian.
4. Bersedia menandatangani surat perjanjian secara notaril untuk Pinjaman/Pembiayaan di atas
Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah), sedangkan untuk pinjaman/pembiayaan sampai dengan
Rp100.000.000.- (seratus juta rupiah) menanda-tangani surat perjanjian secara di bawah tangan.
Ketentuan Pinjaman/Pembiayaan dari LPDB-KUMKM kepada Koperasi adalah sebagai
berikut :
1. Pinjaman/Pembiayaan diberikan atas dasar analisa kelayakan usaha.
2. Penggunaan Pinjaman/Pembiayaan untuk modal kerja dan/atau investasi bagi Koperasi.
3. Jumlah Pinjaman/Pembiayaan sesuai kebutuhan dan kelayakan usaha.
4. Jangka waktu Pinjaman/Pembiayaan termasuk masa tenggang sesuai

kelayakan usaha.

5. Tingkat suku bunga/ jasa Pinjaman/Pembiayaan sesuai dengan tariff yang ditetapkan
oleh Menteri Keuangan.
6. Pembayaran bunga/jasa Pinjaman/Pembiayaan dilakukan sesuai kelayakan usaha
yang disetorkan ke Rekening Bunga/Jasa LPDB-KUMKM.
7. Pengembalian angsuran pokok Pinjaman/Pembiayaan dilakukan sesuai kelayakan usaha
yang disetorkan ke Rekening Pokok LPDB-KUMKM.
8. Menyerahkan kolateral atas obyek/barang dan/atau kontrak atas obyek/barang usaha
yang dibiayai oleh Pinjaman/Pembiayaan LPDB-KUMKM dan personal quarantee
pengurus dan pengelola (direksi atau manager) koperasi.
9. Dalam hal LPDB-KUMKM memandang perlu penjaminan
Pinjaman/Pembiayaan,
maka Koperasi wajib melakukan penjaminan atas
Pinjaman/Pembiayaan yang
diterima kepada perusahaan penjamin/asuransi kredit.
Koperasi yang memenuhi persyaratan dapat mengajukan surat permohonan
Pinjaman/Pembiayaan kepada LPDB-KUMKM dengan melampirkan kelengkapan
sebagai berikut:
1. Profil Koperasi yang berisi antara lain: kegiatan usaha, pengurus dan
koperasi, serta unit-unit usaha yang ada.

pengelola

2. Proposal Pinjaman/Pembiayaan yang berisikan antara lain kebutuhan jumlah


Pinjaman/Pembiayaan, rencana penggunaan
Pinjaman/Pembiayaan, rencana
penggunaan pinjaman/pembiayaan, rencana pendapatan dan rencana pengembalian

DIKA NURSITA

12213448

2EA32

14

pinjaman/pembiayaan yang tertuang dalam proyeksi cashflow dan perhitungan hasil


usaha (rugi laba).
3. Kelengkapan legalitas Koperasi, antara lain photo copy Akta Pendirian dan AD/ART,
serta perijinan lainnya.
4. Laporan pertanggungjawaban pengurus pada RAT untuk 2 (dua) tahun buku terakhir.
5. Photo copy KTP pengurus Koperasi, sesuai dengan hasil RAT terakhir.
6. Laporan keuangan 2 (dua) tahun terakhir. Untuk permohonan Pinjaman/Pembiayaan
kumulatif di atas Rp.1.000.000.000,- (satu milyar rupiah), disertai dengan opini akuntan
public.
7. Surat Permohonan ditembuskan kepada Dinas/Badan Provinsi dan
dimana Koperasi berdomisili.

Kabupaten/Kota

Monitoring dan Evaluasi (MONEV)


Koperasi sektor Riil harus bersedia menyampaikan laporan kepada LPDB mengenai:
1. Koperasi wajib menyampaikan laporan realisasi pencairan dan penggunaan
Pinjaman/Pembiayaan kepada LPDB-KUMKM paling lambat 3 (tiga) bulan sejak dana
pinjaman/pembiayaan masuk di rekening koperasi dan/atau rekening yang ditunjuk
sesuai kesepakatan.
2. Laporan sebagaimana yang dimaksud pada angka 1 ditembuskan kepada Dinas/Badan
Provinsi dan Dinas/Badan Kabupaten/Kota.
3. LPDB-KUMKM secara periodik memonitor, mengevaluasi dan melaporkan
perkembangan Pinjaman/Pembiayaan yang diberikan sebagaimana dimaksud dalam
Petunjuk teknis ini kepada Menteri Negara Koperasi dan UKM dan Menteri Keuangan.
Kelengkapan dan Kegiatan Koperasi
Koperasi memiliki tiga kelengkapan yaitu, rapat anggota, pengurus, dan pengawas.
Rapat anggota
Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Rapat anggota berhak
meminta keterangan dan pertanggung jawaban pengurus dan pengawas mengenai pengelolaan
koperasi. Rapat anggota diadakan paling sedikit sekali dalam setahun. Hal yang dilakukan dalam
rapat anggota tahunan antara lain:
a. Menetapkan anggaran dasar

DIKA NURSITA

12213448

2EA32

15

b. Memilih, mengangkat dan memberhentikan pengurus serta pengawas


c. Meminta laporan pertanggungjawaban pengurus
d. Menetapkan pembagian sisa hasil usaha
Di dalam koperasi, setiap anggota mempunyai kewajiban dan hak yang sama. Kewajiban
anggota koperasi adalah sebagai berikut :
a. Mentaati peraturan koperasi
b. Menghadiri rapat anggota
c. Membayar iuran atau simpanan pokok dan simpanan wajib
Sedangkan hak-hak anggota koperasi antara lain sebagai berikut:
a. Mengajukan usul dalam suatu rapat
b. Mendapat keuntungan atas Sisa Hasil Usaha (SHU)
c. Dipilih menjadi pengurus koperasi
d. Memanfaatkan koperasi dan mendapat pelayanan yang sama antara
sesama anggota
e. Mendapatkan keterangan mengenai perkembangan Koperasi
Pengurus
Pengurus koperasi dipilih dari dan oleh anggota koperasi dalam rapat anggota. Masa jabatan
pengurus paling lama lima tahun. Untuk pertama kali,
susunan dan nama anggota pengurus dicantumkan dalam akta pendirian. Kegiatan yang harus
dilakukan oleh pengurus koperasi antara lain:
a.

Mengelola koperasi dan usahanya

b.

Menyelenggarakan rapat anggota

c.
Mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan
tugas
Pengawas

DIKA NURSITA

12213448

2EA32

16

Pengawas dipilih dari dan oleh anggota koperasi dalam rapat anggota. Pengawas
bertanggungjawab pada rapat anggota. Semua hasil pengawasan yang dilakukan oleh pengawas
harus dirahasiakan dari pihak luar koperasi. Hal yang harus dilakukan oleh pengawas koperasi
antara lain:
a. Mengawasi pelaksanaan dan pengelolaan koperasi
b. Membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasan
c. Meneliti catatan yang ada pada koperasi
Macam-Macam Koperasi
Koperasi dapat kita kelompokan berdasarkan jenis usahanya, keanggotaannya dan tingkatannya.
Berdasarkan jenis usahanya
Berdasarkan jenis usahanya koperasi dapat kita bedakan sebagai berikut:
a. Koperasi produksi
Koperasi jenis ini melakukan usaha produksi atau menghasilkan barang. Barang-barang yang
dijual di koperasi adalah hasil produksi anggota koperasi. Bagi para anggota yang memiliki
usaha, dapat memasok hasil produksinya ke koperasi. Misalnya, berupa hasil kerajinan, pakaian
jadi, dan bahan makanan.
b. Koperasi konsumsi
Koperasi ini menyediakan semua kebutuhan para anggota dalam bentuk barang antara lain
berupa bahan makanan, pakaian, alat tulis atau peralatan rumah tangga.
c. Koperasi Simpan Pinjam (KSP)
Koperasi ini melayani para anggotanya untuk menabung dengan mendapatkan imbalan jasa. Bagi
anggota yang memerlukan dana dapat meminjam dengan memberikan jasa kepada koperasi.
Pengembalian pinjaman dilakukan dengan mengangsur. Jasa yang diberikan kepada penabung
dan jasa yang diterima koperasi dari peminjam sesuai dengan kesepakatan pada rapat anggota.
d. Koperasi Serba Usaha (KSU)
Koperasi Serba Usaha (KSU) terdiri atas berbagai jenis usaha. Seperti menjual kebutuhan pokok
dan barang-barang hasil produksi anggota, melayani simpan pinjam dan pelayanan jasa.
Berdasarkan keanggotaannya
Berdasarkan keanggotaannya koperasi dapat dibedakan antara lain:

DIKA NURSITA

12213448

2EA32

17

a. Koperasi Pegawai Negeri (KPN)


Koperasi ini beranggotakan para pegawai negeri baik pegawai pusat maupun daerah. Koperasi
pegawai negeri didirikan untuk meningkatkan kesejahteraan para pegawai negeri.
b. Koperasi Pasar (Koppas)
Koperasi ini beranggotakan para pedagang pasar. Pada umumnya pedagang di setiap pasar
mendirikan koperasi untuk melayani kebutuhan yang berkaitan dengan kegiatan para pedagang.
Misalnya modal dan penyediaan barang dagangan. Di tingkat kabupaten atau provinsi terdapat
Pusat Koperasi Pasar (Puskoppas) yang bertujuan memberikan bimbingan kepada koperasi pasar
yang ada di wilayah binaannya.

c. Koperasi Unit Desa (KUD)


Koperasi Unit Desa beranggotakan masyarakat pedesaan. Koperasi ini melakukan kegiatan usaha
bidang ekonomi terutama berkaitan dengan pertanian atau perikanan (nelayan). Beberapa usaha
KUD, antara lain:
1. Menyalurkan sarana produksi pertanian seperti pupuk, bibit tanaman, obat pemberantas
hama, dan alat-alat pertanian.
2. Memberikan penyuluhan teknis bersama dengan petugas penyuluh
kepada para petani.

lapangan

d. Koperasi Sekolah
Koperasi sekolah beranggotakan warga sekolah yaitu guru, karyawan, dan siswa. Koperasi
sekolah biasanya menyediakan kebutuhan warga sekolah. Misalnya alat tulis menulis, buku-buku
pelajaran, serta makanan. Keberadaan koperasi sekolah sangat penting. Selain menyediakan
kebutuhan bagi warga sekolah, juga sebagai sarana pendidikan bagi siswa untuk belajar
berorganisasi dalam bentuk usaha bersama.
Berdasarkan Tingkatannya
Berdasarkan tingkatannya koperasi dapat dibedakan sebagai berikut:
a. Koperasi primer
Koperasi primer merupakan koperasi yang beranggotakan orang-orang. Anggota koperasi primer
paling sedikit 20 orang.
b. Koperasi sekunder

DIKA NURSITA

12213448

2EA32

18

Koperasi sekunder merupakan koperasi yang beranggotakan beberapa koperasi. Koperasi


sekunder meliputi:
- Pusat koperasi
Pusat koperasi merupakan koperasi yang anggotanya paling sedikit lima buah koperasi primer
dan berada di satu kabupaten/kota.
- Gabungan koperasi
Gabungan koperasi merupakan koperasi yang anggotanya paling sedikit tiga buah pusat koperasi.
Wilayahnya meliputi satu provinsi atau lebih.

- Induk koperasi
Induk koperasi merupakan koperasi yang anggotanya paling sedikit tiga buah gabungan koperasi.
Peran Koperasi dalam Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat
Setiap orang dewasa dapat menjadi anggota sebuah koperasi. Keanggotaan koperasi bersifat
terbuka dan sukarela. Terbuka artinya anggota koperasi terbuka bagi siapa saja sesuai dengan
jenis koperasinya. Keanggotaan koperasi tidak membedakan suku, derajat maupun agama.
Sukarela artinya keanggotaan koperasi tidak atas paksaan. Setiap anggota mempunyai hak dan
kewajiban yang sama. Sesuai dengan pengertian koperasi bahwa koperasi merupakan kegiatan
ekonomi yang berasaskan kekeluargaan.
Maka tujuan utama koperasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Dengan
adanya koperasi anggota yang membutuhkan kebutuhan pokok dapat membeli di koperasi
dengan harga yang lebih murah. Anggota yang membutuhkan pinjaman modal usaha dapat
meminjam di koperasi. Dengan demikian para anggota dapat terbebas dari rentenir yang
meminjamkan uang dengan bunga sangat tinggi.
Bagi anggota yang memiliki hasil produk tertentu juga dapat menjualnya di koperasi. Demikian
pula para petani di desa juga dapat terhindar dari tengkulak yang membeli hasil panen dengan
harga seenaknya.
Koperasi bisa mendapatkan untung. Keuntungan koperasi bisa diperoleh antara lain dari laba
penjualan dan jasa peminjaman. Meskipun koperasi tidak mengambil laba penjualan atau jasa
peminjaman yang besar. Namun apabila koperasi berjalan dengan lancar keuntungan koperasi
pun bisa menjadi besar pula.

DIKA NURSITA

12213448

2EA32

19

Keuntungan koperasi akan dikembalikan kepada anggota sebagai SHU (Sisa Hasil Usaha). Tentu
saja setelah dikurangi biaya-biaya operasional. Pembagian keuntungan atau sisa hasil usaha ini
dibagi secara adil sehingga tidak ada yang dirugikan.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa koperasi memiliki peran yang besar di masyarakat.
Jika banyak orang yang dapat mengambil kemanfaatan koperasi maka ekonomi masyarakat pun
akan kuat. Oleh karena itu tak heran jika koperasi disebut sebagai soko guru atau tiang utama
perekonomian di Indonesia.
Kelebihan koperasi di Indonesia
Hal-hal yang menjadi kelebihan koperasi di Indonesia adalah:
a. Bersifat terbuka dan sukarela.
b.Besarnya simpanan pokok dan simpanan wajib tidak memberatkan

anggota.

c. Setiap anggota memiliki hak suara yang sama, bukan berdasarkan

besarnya modal

d. Bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggota dan bukan sematakeuntungan.

mata mencari

Namun di balik kelebihan itu, ada juga hal yang menjadi kelemahan koperasi di Indonesia, yaitu:
a. Koperasi sulit berkembang karena modal terbatas.
b. Kurang cakapnya pengurus dalam mengelola koperasi.
c. Pengurus kadang-kadang tidak jujur.
d. Kurangnya kerja sama antara pengurus, pengawas dan anggotanya.
Manfaat Koperasi Bagi Masyarakat
Prinsip pendirian koperasi adalah sebagai usaha bersama yang ditujukan untuk kemakmuran
anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Pendirian koperasi juga harus
mendapat pengesahan sedagai badan hukum koperasi dari pihak yang berwenang. Sejauh ini
koperasi dengan prinsip usaha bersama atas asas kekeluargaan banyak menolong/membantu para
anggotanya.
Manfaat koperasi yang tercermin dari tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan
anggota baik dalam tataran ekonomi maupun sosial. Kesejahteraan yang erat kaitannya dengan
pemanfaatan jasa dari koperasi ikut membantu anggota dalam menghadapi kesulitan terutama
yang menyangkut persoalan keuangan.

DIKA NURSITA

12213448

2EA32

20

Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi juga menjadi salah satu elemen penting dalam meningkatkan
kesejahteraan para anggota. SHU sendiri dibagikan kepada para anggota koperasi berdasarkan
kesepakatan anggota yang biasanya terakumulasi dari penghitungan jasa kepada koperasi.
Adapun SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku setelah
dikurangi biaya, penyusutan dan kewajiban lain (termasuk pajak ) dan besarnya SHU yang
dibagikan kepada masing-masing anggota sebanding dengan jasa yang dilakukan oleh anggota
tersebut.
Sebagai badan usaha yang ditujukan untuk kepentingan bersama, kesejahteraan anggota koperasi
mutlak harus didahulukan karena anggota koperasi adalah elemen terpenting yang menjadi roda
penggerak koperasi.
Koperasi dapat tumbuh dan berkembang tergantung pada partisipasi aktif anggota, di mana
partisipasi menentukan kelangsungan dan berkembangnya lapangan usaha atau unit usaha
koperasi. Dengan demikian tanggungjawab berupa kesadaran berkoperasi sangat diperlukan dan
menjadi perhatian agar koperasi dapat hidup tumbuh dan berkembang maju.
Kesadaran berkoperasi yang dimaksud antara lain:
a. keinginan untuk memajukan koperasi,
b. kesanggupan mentaati peraturan dalam koperasi seperti kewajiban terhadap simpan
pinjam,
c. mentaati ketentuan-ketentuan baik sebagai anggota, pengurus dan badan pengawas,
d. membina hubungan sosial dalam koperasi,
e. melakukan pengawasan terhadap jalannya koperasi.
Dalam tata perekonomian Indonesia, fungsi koperasi tertuang dalam Undang-Undang No.25
Tahun 1992 Pasal 4 tentang Perkoperasian, yakni:
a. membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada
khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi
dan sosialnya;
b. berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan
masyarakat;
c. memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan
perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya;
d. berusaha mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan
usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

DIKA NURSITA

12213448

2EA32

21

Fungsi koperasi untuk mencapai tujuan seperti yang dimaksud akan sulit tercapai apabila
koperasi yang dijalankan tidak berdasarkan atas asas kekeluargaan serta gotong royong yang
mengandung unsur kerja sama.
Agar koperasi dapat berfungsi dan memiliki nilai manfaat bagi anggota dan masyarakat sekaligus
menunjang perkembangan perekonomian nasional, maka koperasi perlu mendapat perhatiaan
dari pemerintah.
Peranan pemerintah dalam gerakan koperasi antara lain dengan:
a. memberi bimbingan berupa penyuluhan, pendidikan ataupun melakukan penelitian bagi
perkembangan koperasi serta bantuan konsultasi terhadap permasalahan koperasi;
b. melakukan pengawasan termasuk memberi perlindungan terhadap
koperasi berupa
penetapan bidang kegiatan ekonomi yang telah berhasil diusahakan oleh koperasi untuk
tidak diusahakan oleh badan usaha lainnya;
c. memberikan fasilitas berupa kemudahan permodalan, serta
usaha dan kerja sama.

pengembangan jaringan

Peran pemerintah ini penting agar keberadaan koperasi terus berkembang maju. Apalagi isu
keberadaan koperasi saat ini berdasarkan tujuan jangka pendek adalah untuk mengurangi
kemiskinan dan kebodohan, dalam arti bahwa keberadaan koperasi dapat dimanfaatkan oleh para
anggota hingga mereka dan masyarakat tidak kekurangan sandang, pangan maupun papan.
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi
dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan
ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan
anggotanya.
Berdasarkan pengertian tersebut, yang dapat menjadi anggota koperasi yaitu:
1. Perorangan, yaitu orang yang secara sukarela menjadi anggota koperasi;
2. Badan hukum koperasi, yaitu suatu koperasi yang menjadi anggota koperasi yang
memiliki lingkup lebih luas.
Pada Pernyataan Standard Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 27 (Revisi 1998), disebutkan bahwa
karateristik utama koperasi yang membedakan dengan badan usaha lain, yaitu anggota koperasi
memiliki identitas ganda. Identitas ganda maksudnya anggota koperasi merupakan pemilik
sekaligus pengguna jasa koperasi.
Umumnya koperasi dikendalikan secara bersama oleh seluruh anggotanya, dimana setiap
anggota memiliki hak suara yang sama dalam setiap keputusan yang diambil koperasi.
Pembagian keuntungan koperasi (biasa disebut Sisa Hasil Usaha atau SHU) biasanya dihitung

DIKA NURSITA

12213448

2EA32

22

berdasarkan andil anggota tersebut dalam koperasi, misalnya dengan melakukan pembagian
dividen berdasarkan besar pembelian atau penjualan yang dilakukan oleh si anggota.***
PENUTUP
Tidak dapat dipungkiri, tatanan sosial ekonomi kita sudah masuk dalam tatanan arus
global. Karena itu, kita harus lebih banyak dan terus menerus menyoroti nasib buruk ekonomi
rakyat yang selalu tertekan oleh pelaku sektor ekonomi modern. Koperasi Indonesia dibentuk,
dibangun dan dikembangkan hanya oleh dan untuk anggotanya, yaitu masyarakat Indonesia.
walaupun koperasi menjadi beragam, itu hanya pada kegiatan keseharian sebagai akibat dari
karakter masyarakat kita yang beragam. Sebagai sebuah lembaga koperasi, aktualisasi prinsip
dan nilai tidak harus menyimpang dari jatidirinya. Segala penyimpangan, secara konsisten
patut ditindak tegas, mulai dari peringatan hingga tindakan hukum. Untuk sampai pada
pemahaman makna nilai dasar dan jatidiri koperasi diperlukan secara terus menerus
pengkajian dan pembelajaran yang benar dan aktual tentang itu. Tentunya tepat sasaran.
Pembelajaran Perkoperasian Indonesia dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, maupun
di masyarakat, perlu disesuaikan dengan karakter dan kondisi mereka. Karena itu, perlu selalu
dikaji ulang, dicermati dan disesuaikan dengan perkembangan dan kemurniannya.

DIKA NURSITA

12213448

2EA32