Anda di halaman 1dari 8

DAFTAR ISI

Daftar
Isi

1.METODE
PERGULIRAN
POLA
JUAL

BELI

(AL-MURABAHAH)

1.1.
Dasar
Hukum
Pola
AL-MURABAHAH
..
1.2.
Ketentuan
Umum
Pola

1.3.
Ketentuan
Perguliran
dengan
.
2.
METODE
PERGULIRAN
POLA
.

Pola
BAGI

Jual

Beli

HASIL

AL-MURABAHAH
(AL-MURABAHAH)
(AL-MUDHARABAH)

2.1.
Dasar
Hukum
Pola
MUDHARABAH ...........................................................................................

AL-

2.2.
Ketentuan
Umum
Pola
MUDHARABAH .....................................................................................

AL-

2.3.
Ketentuan
Perguliran
dengan
.

Pola

Jual

Beli

(AL-MUDHARABAH)

3.
PENUTUP

DAFTAR
PUSTAKA

.
Lampiran-Lampiran :
1. Fatwa
Dewan
Syariah
Nasional
No.04/DSN-MUI/IV/2000

2. Fatwa
Dewan
Syariah
Nasional
No.07/DSN-MUI/IV/2000

3. Lampiran
Akad
Wakalah

4. Lampiran
Akad
AlMurabahah
..
5. Lampiran
Akad
AlMudharabah

DRAF
MEKANISME PERGULIRAN SPP POLA SYARIAH

1.METODE PERGULIRAN POLA JUAL BELI (AL-MURABAHAH)


1.1. Dasar Hukum Pola AL-MURABAHAH.
1. Firman Allah QS. Al-Nisa {4} :29 :
Artinya :
Hai orang yang beriman! Janganlah kalian saling memakan
(mengambil) harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali
dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan sukarela diantaramu....

2. Firman Allah QS. Al-Baqarah {2}: 275 :


Artinya :
Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.

3. Firman Allah QS. Al-Maidah {5}: 1 :


Artinya :
Hai orang yang beriman! Penuhilah akad-akad itu.

4. Firman Allah QS. Al-Baqarah {2}: 280 :


Artinya :
Dan jika (orang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah
tangguh sampai ia berkelapangan.

1.2. Ketentuan Umum Pola AL-MURABAHAH.


1. Unit Pengelola Kegiatan (UPK) dan Kelompok SPP harus melakukan akad
Murabahah yang bebas RIBA.
2. Barang yang diperjualbelikan tidak diharamkan oleh Syariah Islam.
3. Unit Pengelola Kegiatan (UPK) membiayai seluruh harga pembelian barang
yang telah disepakati kualifikasinya sesuai dengan Kebutuhan yang telah
dicantumkan dalam Proposal Pengajuan oleh Kelompok SPP.
4. Unit Pengelola Kegiatan (UPK) membeli barang yang diperlukan Kelompok
SPP atas nama Unit Pengelola Kegiatan (UPK) sendiri, dan pembelian ini harus
sah dan bebas RIBA.
5. Unit Pengelola Kegiatan (UPK) harus menyampaikan semua hal yang
berkaitan dengan pembelian kepada Kelompok SPP.
6. Unit Pengelola Kegiatan (UPK) kemudian menjual barang tersebut kepada
Kelompok SPP dengan harga jual senilai harga beli setelah ditambahkan
biaya administrasi dan keuntungannya. Dalam kaitan ini Unit Pengelola
Kegiatan (UPK) harus memberitahukan secara jujur harga pokok barang
kepada Kelompok SPP berikut biaya yang diperlukan dan keuntungan pihak
Unit Pengelola Kegiatan (UPK).
7. Kelompok SPP membayar harga barang yang telah disepakati tersebut sesuai
mekanisme jangka waktu tertentu yang telah disepakati oleh Unit Pengelola
Kegiatan (UPK) dengan Kelompok SPP sebelumnya.
8. Guna mencegah terjadinya penyalahgunaan atau kerusakan akad tersebut,
pihak Unit Pengelola Kegiatan (UPK) dapat mengadakan perjanjian khusus
dengan Kelompok SPP bila diperlukan.
9. Jika Unit Pengelola Kegiatan (UPK) hendak mewakilkan kepada Kelompok SPP
untuk membeli barang dari pihak ketiga, maka Unit Pengelola Kegiatan (UPK)
wajib membuat AKAD WAKALAH kepada Kelompok SPP, Akad Jual Beli
(AL-MURABAHAH) harus dilakukan setelah barang, secara prinsip sudah
menjadi milik Unit Pengelola Kegiatan (UPK).

1.3. Ketentuan Perguliran dengan Pola Jual Beli (AL-MURABAHAH).

1. Kelompok yang mengajukan permintaan pembelian barang kepada Unit


Pengelola Kegiatan (UPK) haruslah Kelompok yang telah disyaratkan dalam
PTO Penjelasan X Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri
Perdesaan (PNPM-MPd).
2. Kelompok SPP mengajukan Proposal Kelompok dengan mencantumkan
kebutuhan akan barang yang akan dibeli atau dengan kata lain Kelompok SPP
menyusun Rencana Usaha, sesuai dengan ketentuan Program Nasional
Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd).
3. Unit Pengelola Kegiatan (UPK) melakukan Verifikasi Awal, sesuai dengan
ketentuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan
(PNPM-MPd).
4. Setelah diverifikasi awal oleh Unit Pengelola Kegiatan (UPK), selanjutnya
kelayakan Kelompok diverifikasi kembali oleh Tim Verifikasi Kecamatan,
sesuai dengan ketentuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd).
5. Tim Verifikasi melakukan tahapan sebagai berikut :
a. Pembahasan Awal.
b. Kunjungan Lapangan.
c. Pembahasan Akhir.
d. Pembuatan Rekomendasi Tim Verifikasi.
6. Rekomendasi dari Tim Verifikasi seterusnya diserahkan kepada Tim
Pendanaan, untuk selanjutnya dibahas kembali dengan mempertimbangkan
Kondisi Keuangan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) dengan membuat prioritas
kelompok SPP yang dijadikan sebagai dasar Penyusunan Daftar Kelompok
Tunggu yang akan dilayani oleh Unit Pengelola Kegiatan (UPK), sesuai dengan
ketentuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan
(PNPM-MPd).
7. Unit Pengelola Kegiatan (UPK) membuat Akad Wakalah dengan Kelompok SPP
untuk membeli barang sesuai dengan kebutuhan kelompok sesuai dengan
yang dicantumkan dalam Proposal Kelompok SPP.
8. Setelah barang dibeli oleh Kelompok SPP sesuai dengan kebutuhan, maka
Kelompok SPP menyerahkan barang tersebut kembali kepada Unit Pengelola
Kegiatan (UPK).
10.Barang yang telah secara prinsip menjadi milik Unit Pengelola Kegiatan (UPK)
kemudian UPK menjual barang tersebut kepada Kelompok SPP dengan harga
jual senilai harga beli setelah ditambahkan biaya administrasi dan
keuntungannya. Penentuan Porsentase Biaya Administrasi dan Porsentase
Keuntungan Disepakati dan diputuskan melalui Musyawarah Antar Desa
(MAD). Dalam kaitan ini Unit Pengelola Kegiatan (UPK) harus memberitahukan
secara jujur harga pokok barang kepada Kelompok SPP berikut biaya yang
diperlukan dan keuntungan pihak Unit Pengelola Kegiatan (UPK) dengan
memakai Akad AL-MURABAHAH.
11.Kelompok SPP membayar harga barang yang telah disepakati tersebut sesuai
mekanisme jangka waktu tertentu yang telah disepakati oleh Unit Pengelola
Kegiatan (UPK) dengan Kelompok SPP sebelumnya. Jangka waktu Angsuran
tersebut bisa disepakati sebagai berikut :
a. Angsuran Per Bulan.
b. Angsuran Per Tiga Bulan.
c. Angsuran Per Enam Bulan.

2. METODE PERGULIRAN POLA BAGI HASIL (AL-MUDHARABAH)


2.1. Dasar Hukum Pola AL-MUDHARABAH.
1. Firman Allah QS.Al-Nisa [4]: 29 :
Artinya :
Hai orang yang beriman! Janganlah kalian saling memakan
(mengambil) harta sesamamu
dengan jalan yang bathil, kecuali
dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan sukarela diantaramu....
2. Firman Allah QS. Al-Maidah [5]: 1 :
Artinya :
Hai orang yang beriman! Penuhilah akad-akad itu....

3. Firman Allah QS. Al-Baqarah [2]: 283 :


Artinya :
Maka, jika sebahagian kamu mempercayai sebahagian orang lain,
hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya dan hendaklah
ia bertaqwa kepada Allah Tuhannya.

2.2. Ketentuan Umum Pola AL-MUDHARABAH.


1. Pembiayaan Mudharabah adalah pembiayaan yang disalurkan oleh Unit
Pengelola Kegiatan (UPK) kepada Kelompok SPP untuk suatu usaha yang
produktif.
2. Dalam pembiayaan ini Unit Pengelola Kegiatan (UPK) sebagai shahibul maal
(pemilik dana) membiayai 100% kebutuhan suatu usaha, sedangkan
Kelompok SPP bertindak sebagai mudharib atau pengelola usaha.
3. Jangka waktu usaha, tatacara pengembalian dana, dan pembagian
keuntungan ditentukan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak (UPK
dan Kelompok SPP).
4. Mudharib boleh melakukan berbagai macam usaha yang telah disepakati
bersama dan sesuai dengan syariah; dan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) tidak
ikut serta dalam manajemen Kelompok SPP atau Usaha Kelompok SPP tetapi
mempunyai hak untuk melakukan pembinaan dan pengawasan.
5. Jumlah dana pembiayaan harus dinyatakan dengan jelas dalam bentuk tunai
dan bukan piutang.

6. Unit Pengelola Kegiatan (UPK) sebagai penyedia dana menanggung semua


kerugian akibat dari mudharabah kecuali jika mudharib (Kelompok SPP)
melakukan kesalahan yang disengaja, lalai, atau menyalahi perjanjian.
7. Kriteria Kelompok SPP, prosedur pembiayaan dan mekanisme pembagian
keuntungan diatur oleh Unit Pengelola Kegiatan (UPK) dengan
memperhatikan Fatwa Dewan Syariah Nasional serta pertimbangan Petunjuk
Teknis Operasional (PTO) Penjelasan X tentang Pengelolaan Dana Bergulir
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd).
8. Biaya Operasional dibebankan kepada Mudharib (Kelompok SPP).
9. Dalam hal penyandang dana Unit Pengelola Kegiatan (UPK) tidak melakukan
kewajiban atau melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan, mudharib
berhak mendapat ganti rugi atau biaya yang telah dikeluarkan.

2.3. Ketentuan Perguliran dengan Pola Jual Beli (AL-MUDHARABAH).


1. Kelompok yang mengajukan permintaan pembelian tamabahan barang Modal
Usaha kepada Unit Pengelola Kegiatan (UPK) haruslah Kelompok yang telah
disyaratkan dalam PTO Penjelasan X Program Nasional Pemberdayaan
Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd).
2. Kelompok SPP mengajukan Proposal Kelompok dengan mencantumkan
kebutuhan akan barang yang akan dibeli atau dengan kata lain Kelompok SPP
menyusun Rencana Usaha Kelompok, sesuai dengan ketentuan Program
Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd).
3. Unit Pengelola Kegiatan (UPK) melakukan Verifikasi Awal, sesuai dengan
ketentuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan
(PNPM-MPd).
4. Setelah diverifikasi awal oleh Unit Pengelola Kegiatan (UPK), selanjutnya
kelayakan Kelompok diverifikasi kembali oleh Tim Verifikasi Kecamatan,
sesuai dengan ketentuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd).
5. Tim Verifikasi melakukan tahapan sebagai berikut :
e. Pembahasan Awal.
f. Kunjungan Lapangan.
g. Pembahasan Akhir.
h. Pembuatan Rekomendasi Tim Verifikasi.
6. Rekomendasi dari Tim Verifikasi seterusnya diserahkan kepada Tim
Pendanaan, untuk selanjutnya dibahas kembali dengan mempertimbangkan
Kondisi Keuangan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) dengan membuat prioritas
kelompok SPP yang dijadikan sebagai dasar Penyusunan Daftar Kelompok
Tunggu yang akan dilayani oleh Unit Pengelola Kegiatan (UPK), sesuai dengan
ketentuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan
(PNPM-MPd).
7. Unit Pengelola Kegiatan (UPK) membuat perjanjian dengan Kelompok SPP
tentang cara dan system bagi hasil yang sesuai dan bisa disepakati oleh
kedua belah pihak sebagai dasar perhitungan bagi hasil keuntungan Usaha.
8. Unit Pengelola Kegiatan (UPK) dalam melakukan ikatan perjanjian dengan
Kelompok SPP memakai Akad AL-MUDHARABAH.

9. Bagian Keuntungan harus proporsional bagi setiap pihak harus diketahui dan
dinyatakan pada waktu kontrak disepakati dan harus dalam bentuk
porsentasi (Nisbah) dari keuntungan sesuai kesepakatan. Penentuan
Porsentase Biaya Administrasi dan Porsentase Bagi Hasil Disepakati dan
diputuskan melalui Musyawarah Antar Desa (MAD).
10.Kelompok SPP melakukan bagi hasil yang telah disepakati tersebut sesuai
mekanisme jangka waktu tertentu yang telah disepakati oleh Unit Pengelola
Kegiatan (UPK) dengan Kelompok SPP sebelumnya. Jangka waktu Bagi Hasil
tersebut bisa disepakati sebagai berikut :
d. Bagi Hasil Per Bulan.
e. Bagi Hasil Per Tiga Bulan.
f. Bagi Hasil Per Enam Bulan.

3. PENUTUP
Mekanisme Perguliran dengan menggunaan Pola Syariah ini merupakan
bahagian yang tak terpisahkan dari Petunjuk Teknis Operasional (PTO) Penjelasan X
Program Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd). Hal-hal yang
tidak diatur dalam Mekanisme Perguliran Pola Syariah ini, maka akan langsung
mengikat dengan aturan Petunjuk Teknis Operasional (PTO) Penjelasan X Program
Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) tentang
Pengelolaan Dana Bergulir.

DAFTAR REFERENSI
1. Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI
No:04/DSN-MUI/IV/200, tentang MURABAHAH
2. Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI
No:07/DSN-MUI/IV/2000, tentang PEMBIAYAAN MUDHARABAH (QIRADH)
3. Petunjuk Teknis Operasional (PTO) PNPM-MPd
Penjelasan X, tentang Pengelolaan Dana Bergulir.

Anda mungkin juga menyukai