Anda di halaman 1dari 17

FARMAKOLOGI SMF

KELAS XI
SEMESTER GENAP
Ellin Febrina, M.Si.,
Apt.

Kompetensi Dasar
Menjelaskan obat-obat sistem
saraf pusat (SSP) dan otonom
(SSO).

Indikator
1.
2.
3.
4.
5.

Pengertian obat-obat SSP dan SSO dapat


disebutkan dengan benar.
Obat-obat SSP dan SSO dapat dikelompokkan
berdasarkan mekanisme kerjanya.
Mekanisme kerja obat SSP dan SSO dapat
dijelaskan dengan baik.
Indikasi, kontraindikasi, dan efek samping
dapat disebutkan dengan benar.
Contoh nama generik dan nama dagang dapat
disebutkan.

Materi Pembelajaran
A. Pendahuluan: Sistem Koordinasi
B. Obat-obat Sistem Saraf Pusat
1. Analgetika
a. Analgetika Nonnarkotika
b. Antiinflamasi Non Steroid (NSAID)
c. Analgetika Narkotika
2. Anestetika
a. Anestetika Umum
b. Anestetika Lokal
3. Antiemetika
4. Antiepilepsi
5. Psikofarmaka
6. Hipnotika Sedativa
7. Antiparkinson
8. Nootropik/Neurotropik
C. Obat-obat Sistem Saraf Otonom
D. Anoreksansia

Tinjauan

Terjadinya penyakit (patofisiologi)


Gejala penyakit
Pengelompokan penyakit
Pengelompokan obat
Mekanisme kerja (MK) obat
Indikasi (I), kontraindikasi (KI), dan efek
samping (ES) obat
Nama generik dan nama dagang obat

Kegiatan Pembelajaran

Membaca literatur
Membuat catatan/rangkuman
Menjelaskan patofisiologi penyakit
Menjelaskan pengertian, pengelompokan,
MK, I, KI, dan ES obat
Menyebutkan nama generik dan nama
dagang obat

Penilaian

Tugas mingguan
Perhatian, sikap & partisipasi selama
pembelajaran
Tes tertulis

Sumber Belajar

Buku cetak Depkes


Buku Obat-obat Penting
Buku ISO
Poster anatomi tubuh manusia
(Brosur obat)

SISTEM KOORDINASI

Koordinasi = pengaturan
Tubuh manusia dilengkapi dengan dua perangkat
pengatur seluruh kegiatan tubuh. Kedua perangkat
tsb merupakan sistem koordinasi.
Sistem koordinasi terdiri dari sistem saraf & sistem
hormon
Sistem saraf: kerja cepat, pengaturan oleh benangbenang saraf
Sistem hormon: kerja lambat, lebih teratur, jangka
waktu lama.

Sistem Saraf Manusia

Rangsang: semua penyebab terjadinya perubahan


dalam tubuh atau bagian tubuh.
Sumber rangsang:
dari luar tubuh: bau, rasa (pahit-manis),
sentuhan, cahaya, suhu, tekanan, gaya berat.
dari dalam tubuh: rasa lapar, kenyang, nyeri,
lelah.
Reseptor (indera): alat yang mampu menerima
rangsang.
reseptor luar (eksteroreseptor)
reseptor dalam (interoreseptor)

Jalur dari rangsangan


hingga timbul gerak
Rangsangan

neuron sensori (aferen)

Reseptor >---------------------<

Respon Efektor: >----------------------<


otot &
kelenjar

neuron motor (eferen)

SSP
*)

*) Gerak refleks disebabkan oleh rangsangan tertentu yg biasanya


mengejutkan atau menyakitkan, misalnya bila kaki menginjak paku
atau hidung membaui makanan enak secara otomatis kita akan
melakukan gerakan tanpa kita sadari.
Pada gerak refleks, rangsangan tidak diolah di otak tapi melewati
sumsum tulang belakang (STB)

Susunan Sistem Saraf


Tdd SS Pusat (sentral) dan SS Tepi (perifer).
1. SSP

Otak
otak depan:

hemisfer serebrum (area sensori, motor & asosiasi),


talamus (mengatur persepsi terhadap rasa sakit dan menyenangkan),
hipotalamus (mengontrol suhu tubuh, nafsu makan, lapar, haus, TD, TL,
tidur, keseimbangan metabolisme KH dan L).
kelenjar pituitari

otak tengah: pengatur penglihatan dan pendengaran, bentuk tubuh.


otak belakang: serebelum, medula oblongata
STB

2. SST

saraf otak (kranial) 12 pasang


saraf STB (spinal) 31 pasang
saraf otonom (mengontrol kegiatan organ2 dalam): SS simpatik & SS
parasimpatik.