Anda di halaman 1dari 37

Journal reading

Pembimbing:
dr. Nur Anna C.S.,Sp.Pd

Co-Ass interna
Rofik Adnan
012096017

L/O/G/O

PENILAIAN DAN SKRINING


TERHADAP FAKTOR RESIKO
SINDROM METABOLIK
Jaspinder kaur 1
Ex- servicemen contributory health scheme (ECHS) polyclinic, sultanpur
lodhi, kapurthala, punjab-144626, india, email: mailtojaspinder@yahoo.in;
Tel: +91-8054816869
Alamat: medical officer, ex serviemen contributory health
scheme (ECHS) poliklinik, kapurthalam punjab-144601,india
Received: 13 juni 2014; revisi form: 13 july 2014/ diterima: 4 juli
2014/Publikasi: 11 juli 2014

Pendahuluan
Penyakit
kardiovascular
kematian
Sindrom metabolik

3
kali
stroke

Dan

beresiko

5 kali beresiko DM
type 2

Faktor resiko :
1.Hipertensi
2.Obesitas sentral
3.Dislipidemia
4.Intoleransi glukosa

Faktor predisposisi
1.Usia
2.Gaya hidup
3.genetik

Sindrom metabolik adalah inflamasi kronik yang awalnya dari


jaringan lemak dan selanjutnya akan merekrut sel-sel imun dan
berakibat terbentuknya citokin inflamasi ( TNF- dan IL-6,
adiponectin, dll) dan hasilnya adalah resistensi insulin.
Saat kemampuan sekresi pankreas sudah dalam kondisi kewalahan
akibat dari resistensi insulin, maka diabetes akan berkembang

Peningkatan

sekresi

berkontribusi

terhadap

protombin
pro

activator

koagualan,

dan

inhibitor-1
berakibat

terhadap kerusakan endotel yang memicu terhadap resiko


aterotrombosis, hipertensi dan penyakit jantung.

Produksi estrogen oleh karena adanya peningakatan


massa stromal menjadi predisposisi terhadap
perkembangan dari kanker payudara.

Selain

itu,

antidepresan,
mengahsilkan

beberapa

obat

antipsikotik,

dan

seperti

kortikosteroid,

antihistamin

dapat

penambahan berat badan dan menjadi

predisposisi sindrom metabolik; obesitas dan intoleransi


glukosa.

Selain

itu,

antidepresan,
mengahsilkan

beberapa

obat

antipsikotik,

dan

seperti

kortikosteroid,

antihistamin

dapat

penambahan berat badan dan menjadi

predisposisi sindrom metabolik; obesitas dan intoleransi


glukosa.

Prevalensi usia disesuaikan diantara populasi dewasa yang


diperkirakan sekitar 24-25 % in United state, dan diperkirakan
23% di negara eropa, dan 20-25% di asia selatan.

Desain penelitian
Desain: cross sectional
Kriteria inklusi:
1.
2.
3.
4.

Subjek yang telah pensiun dari masa kerjanya


Anggota keluarga yang terdiri dari pasangan
Orangtua dan anak
Dan telah mengunjungi poliklinik dari bulan agustus 2013 sampai
november 2013

Kriteria sindrom metabolik


1.Prevalensi sindrom metabolik telah dinilai dengan menggunakan guideline
NCEP-ATP III, dimana terdapat beberapa kriteria:
2.obesitas sentral: lingkar pinggang (WC) 102 cm (>40 in) pada laki-laki atau
88 cm(>35 in) pada wanita.
3.Trigliserid serum (TGs): 150 mg/dL(1.7 mmol/L)
4.HDL : <40 mg/dL (<1.03 mmol/L) pada laki-laki atau <50 mg/dL (<1.29
mmol/L) pada wanita.
5.Gula darah puasa: 100 mg/dL(5.6 mmol/L)
6.Tekanan darah :130/85

kuisioner penelitian
1. Terdiri dari variabel sosio-demografic, faktor resiko, dan
komponen sindrom metabolik. Varibel sosio-demografik
terdiri dari usia, jenis kelamin, pendidikan, status ekonomi
dan status pekerjaan.
2. Tingkat pendidikan dibagi menjadi : tidak/tidak formal, SD,
SMP, SMA,
3. Status sosial ekonomi terdiri dari: rendah, menengah, atas.

Hasil
Semua subjek( N=351) dibagi kedalam 2
kelompok. Subjek dengan (N=61) dan
tanpa sindrom metabolik (N=290).
Frekwensi sindrom metabolik adalah
17.38 % pada penelitian ini sesuai dengan
kriteria NCEP ATP III

Pembahasan
Sebuah statistik yang signifikan (p<0.05), peningkatan
frekeunsi (86.90%) sindrom metabolik terjadi setalah usia
diatras 50 tahun (tabel 1), sama dengan kanjal et al yang
melaporkan prevalensi pada usia antara 50-59 tahun, dan
reddy et al, melihat pada kelompok usia >60 tahun. Secara
keseluruhan, peningkatan tersebut mungkin berperan terhadap
resistensi insulin, perubahan hormonal, dan peningkaatan
jaringan lemak perut.

Trend yang lebih tinggi pada wanita (57.38 %) daripada lakilaki (42.63%) pada penelitian ini, didukung oleh magnat et al.
Sebaliknya sawan et al, melaporkan prevalensi sindrom
metabolik lebih tinggi pada laki-laki daripada wanita.
Perubahan dari pre menopause ke post menopause akibat
defisiensi

hormon

estrogen

mungkin

menjadi

meningakatnya siindrom metabolik pada wanita.

pemicu

Sebuah hubungan yang terbalik antrara pendapatan


rumah tangga dan pendidikan dengan sindrom metabolik
ditemukan pada penelitian ini, sesuai dengan Riediger et
al. Sebaliknya, magnat et al, menemukan bahwa
sindrom metabolik memiliki frekuensi yang lebih tinggi
pada status ekonomi atas daripada status ekonomi yang
lebih rendah.

Selain itu, sebuah statistik yang signifikan, menyatakan bahwa


prevaslensi sindrom metabolik lebih tinggi pada subjek yang
tidak bekerja (81,97 %) daripada yang bekerja (18.04%) pada
peneltian ini. Hal ini serupa dengan demiral et al yang
menggambarkan bahwa prevalensi sindrom metabolik itu lebih
tinggi pada ibu rumah daripada yang bekerja.

Sebuah statistik yang signifikan, hubungan antara


sindrom metabolik dengan BMI (83.62%) pada
penelitian ini. Kategori yang lebih tinggi dari BMI,
secara signifikan berhubungan dengan sindrom
metabolik, termasuk obesitas sentral, hipertrigliserid,
HDL yang rendah, hipertensi, dan hiperglikemia pada
kedua jenis kelamin.

Riwayat keluarga yang positif (42.63%) telah diketahuin


menjadi predisposisi sindrom metabolik daripada riwayat
keluarga yang negatif. Pada peneltian ini, yang ditemukan
sejalan dengan lee et al. Dallongvile et al, menyarankan bahwa
sindrom metabolik berkontribusi terhadap resiko penyakit
jantung.

Frekuensi sindrom metabolik juga dilaporkan lebih tinggi pada


subjek yaang omnivora (47.55%) daripada yang vegetarian.
Rizzo et al, telah menunjukkan bahwa TGs, glukosa, tekanan
darah, lingkar pinggang, dan BMI adalah jauh lebih rendah
pada vegetarian daripada non vegetarian setelah disesuaikan
dengan

usia,

jenis

kelamin,

etnik,

merokok,

alkohol,aktivitas fisik, intake asupan makanan

intake

Stress menjadi predisposisi sindrom metabolik pada penelitian ini


(78.69%). Hal ini sejalan dengan pykononn et al. Demikian pula,peristiwa
kehidupan yang ditemukan berhubungan dengan resistensi insulin,
obesitas, dan TGs, dan dianggap sebagai indikator kesehatan yang buruk.
Sebaliknya, bahwa konsumsi alkohol menunjukkan sebagai faktor proteksi
pada sindrom metabolik dalam penelitian ini.

Tidur yang tidak adekuat berkontribusi terhadap sindrom metabolik pada


penelitian ini.

kesimpulan

Jenis kelamin perempuan, usia tua, tidak bekerja, riwayat keluarga postifm
obesitas, dan gaya hidup yang buruk diketahui berkontribusi terhadap
sindrom metabolik. Oleh karena itu, identifikasi dini dari abnormalitasi
metabolik dan intervensi yang tepat, pencegahan secara holistik dan
multidisplinar dan multisektoral pada individu, kelompok, tinggkat sosial
dapat membantu mempromosikan kebiasaan makan yang sehat dan
aktivitas fisik yang baik mungkin bisa melawan pertumbuhan dari sindrom
metabolik.

CRITICAL
APPRAISAL

Judul sesuai ketentuan10 kata


Tidak terlalu panjang dan tidak
terlalu pendek
Tidak ada kalimat yang
disingkat dan mewakili isi
penelitian.

Sudah tercantum nama pengarang, alamat dan institusi

Abstrak < 250 kata; 233 kata


Hanya terdiri dari 1 paragraf.
Terdiri dari 229 kata(<250 kata)

mencantumkan kata kunci.


Terdiri dari pendahuluan, tujuan,

INTRODUCTION
terdiri dari 6 paragraf,
menjelaskan tentang
variabel bebas dan
variabel tergantung

METODE
1. jenis dan rancangan penelitian : observasional, cross sectional
2. waktu : bulan agustus 2013 sampai november 2013
3. tempat penelitian : di lodhii, distrik kaputhala, punjab,india
6. teknik sampling : sampel diambil secara acak
7. kriteria inklusi :
Subjek yang telah pensiun dari masa kerjanya
Anggota keluarga yang terdiri dari pasangan
Orangtua dan anak
Dan telah mengunjungi poliklinik dari bulan agustus 2013 sampai
november 2013
8. Kriteria eksklusi :tidak disebutkan
9. Perkiraan dan perhitungan besar sampel : tidak ada
10. Perincian cara penelitian : dijelaskan di metode

HASIL
1. jumlah subjek : 351 pasien
2. terdapat tabel karakteristik subjek
3. terdapat tabel hasil penelitian
4. terdapata komentar dan pendapat penulis
tentang hasil
5. tabel analisis data dengan uji tidak di
cantumkan

PEMBAHASAN,
KESIMPULAN, DAFTAR
PUSTAKA
1. Pembahasan dan kesimpulan terpisah
2. pembahasan dan kesimpulan dipaparkan dnegan jelas
3. pembahasan mengacu dari penelitian sebelumnya
4. pembahasan sesuai dengan landasan teori
5. dijelaskan tentang keterbatasan penelitian
6. kesimpulan berdasarkan hasil penelitian
7. tidak terdapat saran untuk penelitian selanjutnya
8. penulisan daftar pustaka dilakukan secara acak dan tidak sesuai
abjad