Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH KIMIA KLINIK

KASUS

Disusun oleh :
Khansha Nur Alifa Luthfi

A.102.09.025

Latifah Istiqomah

A102.09.026

Nila Putri Wita Sari

A102.09.035

Novita Ayu Syafitri

A102.09.035

AKADEMI ANALIS KESEHATAN NASIONAL SURAKARTA


2014/2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami penjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa sehingga
kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah statistika yang berjudul Makalah
Kimia Klinik Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas yang diberikan
dalam mata kuliah Kimia Klinik di Akademi Analis Kesehatan Nasional
Surakarta.
Dalam Penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan baik
pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami
miliki. Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi
penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih
kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya
kepada Dosen kami yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada kami,
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini.

Surakarta, Januari 2014

Penulis

ii

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ................................................................................... i
KATA PENGANTAR ..........................................................................

ii

DAFTAR ISI ........................................................................................

iii

BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang .......................................................................

BAB II PEMBAHASAN
A. Tinjauan pustaka Asam urat
1. Pengertian Asam Urat...............................................2
2. Struktur Asam Urat..................................................2
3. Metabolisme Asam Urat............................................3
B. Pemeriksaan Asam Urat
1. Tahap Pra Analiti................................................4
2. Tahap Analitik....................................................5
3. Tahap Post Analitik.............................................6

C. Pembahasan.........................................................................6
BAB IV PENUTUPAN
A. Kesimpulan ..........................................................................

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................9

iii

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Wanita berusia 52 tahun memiliki riwayat asam urat mengaku
memiliki kolesterol tinggi, mengeluhkan jimpe / kaku pada pagi hari,
kesemutan, mudah lelah dan kaku pada tengkuk. Berdasarkan keluhan
wanita tersebut diduga ia mengalami peningkatan kadar asam urat dan
kolesterol.
Asam urat adalah produk akhir atau produk buangan yang
dihasilkan dari metabolisme/pemecahan purin.
Asam urat kurang larut dalam air dan konsentasi urat yang tinggi
dalam urine menyebabkan pengendapan kristal asam urat yang dapat
menyebabkan batu ginjal. Kadar asam urat darah yang tinggi sering
menyebabkan radang sendi tersebut ternyata disebabkan oleh penumpukan
kristal di daerah persendian yang disebut gout dengan gejala gangguan
linu-linu, terutama didaerah persendian tulang. Tidak jarang timbul rasa
amat nyeri bagi penderitanya.
Dampak lanjut jika penyakit ini tidak diatasi secara tepat
dikhawatirkan dapat menurunkan produktifitas kerja.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Tinjauan Pustaka
1. Pengertian Asam Urat
Asam urat adalah produk akhir atau produk buangan yang
dihasilkan dari metabolisme/pemecahan purin. Asam urat sebenarnya
merupakan antioksidan dari manusia dan hewan, tetapi bila dalam
jumlah berlebihan dalam darah akan mengalami pengkristalan dan
dapat menimbulkan gout. Asam urat mempunyai peran sebagai
antioksidan bila kadarnya tidak berlebihan dalam darah, namun bila
kadarnya berlebih asam urat akan berperan sebagai prooksidan.
Asam urat di sintesis terutama dalam hati dalam suatu reaksi yang
di katalisis oleh enzim xantin oksidase asam urat kemudian mengalir
melalui

darah

keginjal

tempat

ginjal

tempat

zat

itu

difiltrasi,direabsorbsi sebagian dan diekskresi sebagian sebelum


akhirnya diekresikan melalui urine.
Keadaan normal, setiap orang memiliki asam urat di dalam
tubuhnyatetapi dalam jmlah sedikit. Dalam beberapa keadaan misalnya
konsumsi makanan yang mengandung purin tinggi, atau karena ginjal
kurang mampu mengeluarkannya dalam tubuh, maka kadar asam urat
dalam darah akan meningkat. Kadar asam urat dalam darah adalah :
a. Laki laki 3,4-8,5 mg/dl;
b. Perempuan 2,8-7,3 mg/dl;
c. Anak-anak 2,0-5,5 mg/dl.
2. Struktur Asam Urat
Asam urat merupakan asam lemah dengan pKa 5,8. Asam urat
cenderung berada di cairan plasma ekstraselular. Sehingga membentuk
ion urat pada pH 7.4. ion urat mudah disaring dari plasma. Kadar urat
di darah tergantung usia dan jenis kelamin. Kadar asam urat akan
meningkat dengan bertambahnya usia dan gangguan fungsi ginjal.

Gamabar Struktur Asam Urat


3. Metabolisme Asam Urat
Pembentukan asam urat dalam darah juga dapat meningkat yang
disebabkan oleh faktor dari luar terutama makanan dan minuman yang
merangsang pembentukan asam urat. Adanya gangguan dalam proses
ekskresi dalam tubuh akan menyebabkan penumpukan asam urat di
dalam ginjal dan persendian.
Jalur kompleks pembentukan asam urat dimulai dari ribose 5phosphate, suatu pentose yang berasal dari glycidic metabolism,
dirubah menjadi PRPP (phosphoribosyl pyrophosphate) dan kemudian
phosphoribosilamine,

lalu

ditransformasi

menjadi

inosine

monophosphate (IMP). Dari senyawa perantara yang berasal dari


adenosine monophosphate (AMP) dan guanosine monophosphate
(GMP), purinic nucleotides digunakan untuk sintesis DNA dan RNA,
serta inosine yang kemudian akan mengalami degradasi menjadi
hypoxanthine, xanthine dan akhirnya menjadi uric acid. Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Kadar Asam Urat
a. Stress, menyebabkan kadar asam urat dalam serum meningkat.
b. Kontras radiologi menyebabkan kadar asam urat dalam serum
menurun dan kadar dalam urine meningkat.
c. Konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan bisa menghambat
pembuangan asam urat, sehingga terjadi penumpukan. Hal ini
disebabkan karena alkohol akan meningkatkan asam laktat plasma.
Asam laktat ini akan menghambat pengeluaran asam urat dari
tubuh.
d. Makanan tinggi protein

e. Obat-obatan yang dapat meningkatkan kadar asam urat dalam


serum: alkohol, asam askorbit, aspirin dosis rendah, kafein,
cisplatin, diazoxide, diuretik, epinefrin, ethambutol, levodopa,
metal-dopa, asam nikotinat, fenotiazin, dan theofilin.
f. Obat-obatan yang menurunkan kadar asam urat dalam serum :
alopurinol,

aspirin

kortikosteroid,

dosis

estrogen,

tinggi,

infuse

azathioprin,

glucose,guafenisin,

clofibrat,
manitol,

probenecid, danwarfarin.
g. Obat-obatan yang dapat meningkatkan kadar asam urat dalam
urine: asam askorbit, calcitonin, citrate, dicumarol, estrogen,
steroid, iodine, gliceril guaiacolat, fenolsulfonftalin, probenecid,
salisilat, dan tetrasiklin kadaluarsa.
B. Pemeriksaan Asam Urat
1. Tahapan Pra-Analitik
a. Persiapan bagi penderita yang akan diambil sampelnya yaitu puasa
10 - 12 jam dan tidak mengkonsumsi makanan tinggi purin
(misalnya : daging, jerohan, sarden, otak) dan obat obatan yang
mempengaruhi kadar asam urat minimal 24 jam sebelum uji
dilaksanakan, oleh karena dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan
yang dilakukan.
b. Pengambilan darah
1) Lakukan pengambilan darah vena sebanyak 5 ml dengan
vaccumtainer tanpa anticoagulant.
2) Beri label, masukkan ke dalam box berisi es kemudian dibawa
ke laboratorium Kimia Klinik AAK Nasional untuk dilakukan
pemeriksaan
3) Apabila dilakukan penundaan pemeriksaan maka sampel harus
disimpan pada suhu 2-8 C agar sampel tetap stabil.
c. Pengolahan sampel
1) Lakukan pemusingan sampel untuk mendapatkan serum,
dengan kecepatan 3000 rpm selam 15 menit.
2) Pisahkan serum dari sel darah.
2. Tahapan Analitik
a. Metode : Uricase PAP
b. Tujuan : untuk mengetahui kadar asam urat pada sampel yang
diperiksa dengan metode Uricase PAP
4

c. Prinsip : Asam urat ditentukan melalui reaksi dengan uricase. H2O2


bereaksi dibawah katalisa peroksidase dengan 3,5-dichloro-2hydroxybenzenesulfonic acid (DCHBS) dan 4-aminophenazone
(PAP) membentuk zat warna merah violet quinoneimine sebagai
indikator
d. Reaksi :
Asam Urat + O2 + 2H2O

allantoin + CO2 + H2O2

2H2O + DCHBS + PAP

N(4-antypiryl) 3-chloro-5-

sulfonate- p-benzoquinoneimine + HCl + 4 H2O


e. Alat dan Bahan :
1) Serum
2) Tabung reaksi pendek
3) Yellow tip dan blue tip
4) Mikropipet 20 l dan 1000l
5) Reagen dan standart warna asam urat
6) Fotometer
f. Cara Kerja :
1) Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
2) Lakukan pemipetan blanko, sampel, dan standart
Blanko

Sampel
20 l

Standart

Sampel
Standart
20 l
Reagen
1000l
1000l
1000l
Campur inkubasi sampel dalam waktu 5 menit pada suhu 37C
atau 10 menit pada suhu 20-25C.
3) Pembacaan fotometer
Atur :
a) Panjang gelombang : Hg 546 nm
b) Program
: C/St
c) Faktor
: 8,0
g. Nilai Normal :
1) Pria
: 3,4 7 mg/dl atau 200 420 mol/L
2) Wanita
: 2,4 5,7 mg/dl atau 140 340 mol/L
h. Catatan :
Metode ini tidak dipengaruhi oleh hemoglobin dengan kadar
kurang dari 10g/dl dan bilirubin kurang dari 20mg/dl.
3. Tahapan Post Analitik :
a. Pencatatan hasil dan penulisan dalam buku log pemeriksaaan
5

b. Hasil : mg/dl
C. Pembahasan
Dalam pemeriksaan ini didapatkan hasil kadar asm urat mg/dl, jika
dilihat dari nilai rujukan kadar asam urat tersebut melebihi ambang batas
normal. Berdasarkan tinjauan pustaka asam urat adalah adalah produk
akhir atau produk buangan yang dihasilkan dari metabolisme/pemecahan
purin.
Bila senyawa purin pada asam urat dalam jumlah besar di dalam
darah, maka akan memicu pembentukan yang berbentuk jarum. Ini
biasanya terkonsentrasi pada sendisendi (kaki, lutut, siku atau tangan)
sedemikian rupa sehingga mengakibatkan radang sendi (Artritis). Sendi
sendi tempat asam urat dalam darah secara kronis melebihi batas normal.
Umumnya gejala ini ditemui pada pria berumur lebih 30 tahun dan
wanita setelah menopause peningkatan asam urat dalam darah terjadi
akibat percepatan biosentesis purine dari asam amino atau degradasi purin
berlebihan, akibat adanya kematian sel dan melalui makanan atau eksresi
asam urat melalui ginjal yang tidak sempurna. Hal ini menjelaskan
mengenai keluhan probandus.
Bila keadaan keadaan tersebut tidak segera ditangani ditakutkan
dapat menurunkan produktivitas dari probandus. Penyakit asam urat dapat
dicegah dengan makanan yang rendah purin, memperbanyak minum air
putih dan rajin berolahraga.

BAB III
Kesimpulan
Hasil dari pemeriksaan kadar asam urat mg/dl sehingga dapat disimpulkan
bahwa kadar asam urat probandus melebihi ambang batas normal.

DAFTAR PUSTAKA
Artini,dkk. 2012. Estrak Daun Sirsak Sebagai Antioksidan Pada Penurunan Kadar
Asam Urat Tikus Wistar. Jurusan Kimia Fakultas Matematika Dan Ilmu
Pengetahuan Alam Universitas Udayana Bukit Jimbaran
Francis H. McCrudden. 2000. Uric Acid. Penterjemah Suseno Akbar. Salemba
Medika : Yogyakarta

Harrison. 2000. Prinsip-Prinsip Ilmu Penyakit Dalam, Edisi 13, Volume 3.


Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Lehninger, Thenawijaya Maggie. 2005. Dasar Dasar Biokimia Jilid 2. Jakarta:
Ciracas
Sustrani Lanny, dkk. 2006. Asam Urat . Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai