Anda di halaman 1dari 28

MASALAH DAN HIPOTESIS

PENELITIAN

PROF.DR.dr.SURYANI
AS’AD,MSc,SpGK
TUJUAN PEMBELAJARAN

• MAHASISWA MAMPU
MERUMUSKAN MASALAH
PENELITIAN
• MAHASISWA MAMPU
MENGEMBANGKAN HIPOTESIS
RUMUSAN MASALAH

• IDENTIFIKASI MASALAH YANG


TELAH DIURAIKAN PERLU
DIRUMUSKAN LEBIH SPESIFIK--------
>

– MASALAH LEBIH JELAS


DAN TERLOKALISASI
RUMUSAN MASALAH
PENELITIAN
• DIKEMUKAKAN DALAM KALIMAT
TANYA (INTEROGATIF)
• MENGANDUNG PERTANYAAN
PENELITIAN
• BERSIFAT KHAS, TIDAK BERMAKNA
GANDA
HIPOTESIS

• Hipo = di bawah (lemah)


• Thesis = dalil = kaidah = hukum
• Pernyataan tentang suatu dalil atau
kaidah, tetapi kebenarannya belum
terujikan secara empirik
• Jawaban sementara terhadap
permasalahan yang diajukan untuk
selanjutnya diuji secara empirik melalui
penelitian yg dilakukan.
HIPOTESIS

• Penjelasan sementara yang diajukan


untuk menerangkan fenomena
problematik atau persoalan penelitian
yang dihadapi
• Suatu pernyataan tentang hubungan
(yang diharapkan) antara dua variabel
atau lebih yang memungkinkan untuk
pembuktian secara empirik
HIPOTESIS

• HIPO: DIBAWAH
• TESIS: TEORI

•DUGAAN SEMENTARA
TENTANG SESUATU YANG
AKAN DICARI/DIBUKTIKAN
DALAM PENELITIAN
Ciri Pokok Suatu Hipotesis

• Kalimat deklaratif
• Mengekspresikan korelasi dua
variabel atau lebih
• Merupakan jawaban tentatif
(sementara terhadap permasalahan)
• Memungkinkan untuk dibuktikan
secara empirik
SYARAT HIPOTESIS

• DINYATAKAN DALAM KALIMAT DEKLARATIF


– JELAS
– SEDERHANA
– TIDAK BERMAKNA GANDA
• MEMPUNYAI LANDASAN TEORI YANG KUAT
– TIDAK MUNCUL SENDIRI
– DIBANGUN ATAS DASAR TEORI, PENGALAMAN,
DAN SUMBER ILMIAH YANG SAHIH
SYARAT HIPOTESIS

• MENYATAKAN HUBUNGAN ANTARA


SATU ATAU LEBIH VARIABEL BEBAS
DENGAN SATU VARIABEL TERGANTUNG
• MEMUNGKINKAN DIUJI SECARA EMPIRIS
• RUMUSAN BERSIFAT KHAS DAN
MENGGAMBARKAN VARIABEL-
VARIABEL YANG DIUKUR
HIPOTESIS PENELITIAN
(RESEARCH HYPOTHESIS)

• PERNYATAAN SEBAGAI
JAWABAN SEMENTARA ATAS
PERTANYAAN PENELITIAN
• VALIDITASNYA HARUS DIUJI
SECARA EMPIRIS
HIPOTESIS PENELITIAN

• TIDAK DINILAI BENAR ATAU SALAH


MELAINKAN APAKAH SAHIH/VALID ATAU
TIDAK
• MENCARI HUBUNGAN VARIABEL
• TIDAK HARUS ADA DALAM SETIAP
PENELITIAN
• DILIHAT DARI PERTANYAAN PENELITIAN
PENELITIAN YANG
MEMERLUKAN HIPOTESIS

• PERTANYAAN PENELITIAN
– LEBIH BESAR
– LEBIH KECIL
– BERHUBUNGAN DENGAN
– DIBANDINGKAN DENGAN
– MENYEBABKAN….
– DLL
Hipotesis Kerja

• Hipotesis yg akan dibuktikan/diuji


kebenarannya dengan penelitian yg
dilakukan
• Apabila…, maka ….
• Ada hubungan antara …. dengan …
• Ada perbedaan antara … dengan …
• Tergantung: (1) rumusan masalah; (2)
model kerangka teoritik yg
dikembangkan
JENIS HIPOTESIS

• Hipotesis Kerja (hipotesis


alternatif, hipotesis penelitian, H1)
• Hipotesis Nihil (Ho) Uji
Statistik
• Hipotesis Tandingan
Rancangan
Ada 2 bentuk Hipotesis
Kerja
• Hipotesis satu ekor dan hipotesis dua ekor
• Jumlah uban di kepala orang kota lebih banyak
daripada uban orang desa (satu ekor)
• Ada perbedaan jumlah uban di kepala orang kota
dibandingkan uban orang desa (2 ekor)
• Satu ekor  arah jelas; Dua ekor  belum jelas
arahnya
• Ditentukan oleh seberapa jauh kekuatan
landasan teoritik yg digunakan untuk menyusun
hipotesis
• Mempengaruhi cara pengambilan keputusan
statistik pd analisis hasil.
Hipotesis Nihil dan
Hipotesis Tandingan
• Aksioma  Hipotesis kerja tidak mungkin
berada dalam kebenaran bersama dengan
hipotesis nihil dan hipotesis tandingan.
• Untuk membuktikan hipotesis kerja
digunakan cara tidak langsung dengan jalan
menolak kebenaran kedua hipotesis lainnya
(hipotesis nihil dan hipotesis tandingan)
Hipotesis Nihil

• Ho adalah kebalikan dari hipotesis kerja (H1)


• Tidak ada korelasi antara … dengan …
• Tidak ada perbedaan antara … dengan …
• Hipotesis ini sebenarnya hanya ada dalam alam
pikiran peneliti, yg digunakan untuk pembuktian
dengan analisis statistik, karena semua analisis
statistik inferensial dikembangkan berdasarkan
pada karakteristik hipotesis nihil
Hipotesis Tandingan

• Hipotesis dari variabel-variabel “luar”, yaitu


variabel tandingan bagi variabel pengaruh yg
ada dalam hipotesis kerja.
• Peneliti dapat mengontrol atau membuktikan
ketidakbenaran hipotesis tandingan dengan
jalan membuat desain atau rancangan
penelitian yg adekuat.
• Hanya ada dalam pemikiran peneliti atas dasar
mana rancangan penelitian disusun.
Unsur yg Mendasari
Hipotesis
• Teori yg telah mapan, yg berkaitan dengan
permaslahan penelitian yg dihadapi
• Fakta empirik atau informasi yg diketahui
dari peneltian terdahulu
• Konsep atau teori “imajinatif” peneliti sendiri
(asumsi), yg dimunculkan dalam rangka
melengkapi teori dan fakta empirik di atas
agar dapat menjawab permasalahan
penelitian yg dihadapi.
• Ketiga unsur tsb dirangkai secara logis dan
sistematis oleh peneliti  hipotesis yg
dihasilkan “masuk akal” dan mempunyai
dasar yg kuat.
• Untuk pengembangan landasan teoritik ini
kemampuan analisis peneliti, termasuk di
dalamnya cara berpikir deduktif, amat
membantu.
Petunjuk Praktis

• Identifikasi variabel-variabel dari rumusan


permasalahan penelitian
• Cari informasi sedalam dan seluas mungkin, dari
teori dan fakta penelitian yg telah ada, yg
berkaitan dg variabel-variabel diatas.
• Hubungkan kenyataan yg ada dengan informasi
tersebut  peneliti mengetahui adanya “sesuatu
yang kurang”. Dari kekurangan inilah peneliti
“mereka-reka” konsep atau hubungan
imajinatifnya  antara kenyataan, teori, dan
permaslahan tdpt hubungan yg jelas.
Rumusan Hipotesis yg
Adekuat
• Prinsipnya: (1) menyangkut substansi atau
isi hipotesis itu sendiri; (2) formulasinya
• Substansi ditentukan oleh seberapa jauh
dapat menjawab permasalahan penelitian
yg diajukan dan seberapa lengkap
informasi teoritik maupun fakta penelitian
terdahulu digunakan dalam
mengembangkan landasan teori bagi
penyusunan hipotesis tersebut.
Rumusan Hipotesis yg
Baik
• Dinyatakan dalam kalimat deklaratif yg jelas dan sederhana
• Mempunyai landasan teori yang kuat. Dibangun dg teori,
pengalaman dan sumber ilmiah yg kuat
• Menyatakan hubungan antara satu variabel tergantung dengan
satu variabel satu atau lebih variabel bebas
• Memungkinkan diuji secara empiris (operasional)  keterukuran
variabel dan keterujian korelasi
• Rumusan harus khas dan menggambarkan variabel-variabel yg
diukur
• Dikemukakan secara a priori. Dinyatakan sebelum penelitian
dimulai, sebelum data terkumpul
Kegunaan Hipotesis

Instrumen kerja bagi peneliti


• Memberi tuntunan kepada peneliti ke arah mana
penelitian itu harus dilakukan
• Merupakan alat untuk melokalisasikan
fenomena-fenomena, dan menuntun cara
identifikasi variabel-variabel yg dibutuhkan
untuk menjawab masalah penelitian
Penelitian yg tidak perlu
Hipotesis
• Penelitian eksploratif murni (survei
deskriptif, reviuw program )
• Penelitian manuskrip sejarah
kedokteran
• Penelitian grounded di bidang
kedokteran
Kegunaan Hipotesis

• Memberi petunjuk prosedur mana atau rancangan


penelitian mana yg dipilih. Dalam kaitan ini
berarti hipotesis merupakan petunjuk bagi
penetapan populasi subyek penelitian, dan
bagaimana rancangan sampelnya, metoda dan
alat pengukur mana yg tepat untuk dipilih
• Memberi petunjuk bagi cara pengolahan data dan
cara analisis hasil penelitian. Sebagai contoh:
cara pengambilan keputusan statistik untuk
pembuktian hipotesis (satu ekor; atau dua ekor)
Contoh: