Anda di halaman 1dari 2

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Seorang dokter tidak selalu bergelut di rumah sakit ataupun di klinik pribadi,
melainkan juga ada yang berada di lingkungan masyarakat secara langsung seperti di
Puskesmas ataupun tempat kerja. Dalam hal ini kajian utama dari hal tersebut adalah
kedokteran komunitas. Salah satunya ruang lingkup kedokteran komunitas yakni
kedokteran keluarga. Yang ruang lingkupnya cukup luas dan perlu dikaji secara
mendalam. Mengingat banyak sekali alasan bahwa praktek kesehatan di era
modernisasi tak lagi dilakukan dengan cara fee for service melainkan telah di galakan
sistem baru yang disebut kapitasi seperti peraturan baru yang telah dibuat
pemerintah. Yang mendorong dokter yang secara aktif melakukan kegiatan kesehatan.
Hal tersebut juga merupakan salah satu kompetensi seorang mahasiswa kedokteran
tingkat strata 1.
Menjadi jembatan untuk dapat lebih mengerti materi mengenai kedokteran keluarga
dibuatlah skenario 2 yang akan mengantarkan mahasiswa untuk lebih memperdalam
tentang kedokteran komunitas terutama kedokteran keluarga sebagai salah satu
cabangnya. Berikut isi dari skenario 2 :
Tn. Burhan, umur 57 tahun, datang ke klinik Dokter keluarga dengan keluhan kepala
pusing dan leher cengeng (baca : leher kaku, bukan cengeng suka menangis). Pasien
menderita hipertensi selama 5 tahun. Pasien telah minum obat captopril 2 x 25 mg
sesuai anjuran dokter , tetapi bila sudah merasa enak obat tidak diminum. Pasien
sering cemas memikirkan penyakitnya dan kemungkinan mengalami stroke seperti
yang pernah dialami ayahnya, mudah tersinggung dan sering marah-marah. Akibatnya
hubungan pasien denagn keluarganya tidak harmonis.
Hasil pemeriksaan fisik didapatkan T=180/100, RR=16/menit, S=37,22 C, IMT=28.
Status neurologis normal. Dokter keluarga menanyakan struktur keluarga Tn. Burhan,
siklus kehidupan keluarga, dan membuat genogram. Lalu Dokter keluarga menilai
faktor resiko internal dan eksternal, serta dampak kesakitan pasien terhadap keluarga
dalam rangka membuat diagnosis secara holistik dan melakukan penatalaksanaan
secara komprevensif. Dokter merencanakan kunjungan rumah dan konselin.
B. Manfaat
Manfaat yang dapat diperoleh antara lain :
1.
Mahasiswa dapat memahami konsep kedokteran keluarga yang kemudian
dapat dipraktikan nantinya sebagai seorang profesional dokter

2.

Mahasiswa mengerti dampak positif dan negatif serta berbagai macam kendala
dan masalah dari pelaksanaan home visit sehingga kedepannya mampu untuk

mengatasi dan tampil secara profesional


C. Tujuan
1. Menjelaskan prinsip-prinsip kedokteran keluarga
2. Menjelaskan diagnosis holistik (strultur keluarga, siklus kehidupan keluarga,
genogram, faktor resiko internal dan eksternal, dampak kesakitan terhadap
keluarga)
3. Menjelasakan tentang penatalaksanaan secara komprehensif oleh dokter
keluarga
4. Menjelaskan fungsi dan prosedur kunjungan rumah
5. Menjelaskan fungsi dan prosedur konseling sebagai salah satu metode upaya
promosi kesehatan