Anda di halaman 1dari 26

Tugas Makalah Individu Kesehatan Ibu & Anak

Dosen : Dr. dr. H. Noer Bahry Noor, M. Sc

disusun oleh :
FITRIANI SUDIRMAN
K 111 08 251
KELAS B

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2010

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG


Sistem reproduksi adalah sistem yang berfungsi untuk berkembang biak.
Terdiri dari testis, ovarium dan bagian alat kelamin lainnya Reproduksi atau
perkembangbiakan merupakan bagian dari ilmu faal (fisiologi). Reproduksi secara
fisiologis tidak vital bagi kehidupan individual dan meskipun siklus reproduksi
suatu manusia berhenti, manusia tersebut masih dapat bertahan hidup, sebagai
contoh manusia yang dilakukan vasektomi pada organ reproduksinya (testes atau
ovarium) atau mencapai menopause dan andropouse tidak akan mati.
Pada umumnya reproduksi baru dapat berlangsung setelah manusia
tersebut mencapai masa pubertas atau dewasa kelamin, dan hal ini diatur oleh
kelenjar-kelenjar endokrin dan hormon yang dihasilkan dalam tubuh manusia.
Reproduksi juga merupakan bagian dari proses tubuh yang bertanggung jawab
terhadap kelangsungan suatu generasi.
Untuk kehidupan makhluk hidup reproduksi tidak bersifat vital artinya
tanpa adanya proses reproduksi makhluk hidup tidak mati. Akan tetapi bila
makhluk tidup tidak dapat bereproduksi maka kelangsungan generasi makhluk
hidup tersebut terancam dan punah, karena tidak dapat dihasilkan keturunan
(anak) yang merupakan sarana untuk melanjutkan generasi.

I.2 RUMUSAN MASALAH


Berdasarkan

latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam

makalah ini yakni :


1. Menjelaskan tentang anatomi sistem reproduksi pria!
2. Menjelaskan tentang fisiologi sistem reproduksi pria!
3. Menjelaskan tentang anatomi sistem reproduksi wanita!
4. Menjelaskan tentang fisiologi sistem reproduksi wanita!

I.3 TUJUAN MASALAH


Adapaun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang ;
1. Anatomi sistem reproduksi pria.
2. Fisiologi sistem reproduksi pria.
3. Anatomi sistem reproduksi wanita.
4. Fisiologi sistem reproduksi wanita.

BAB II
PEMBAHASAN

II.1 Anatomi Sistem Reproduksi Pria


Organ reproduksi pria terbagi dua yakni struktur luar (eksterna)
dan struktur dalam (interna). Struktur luar dari sistem reproduksi pria
terdiri dari penis, skrotum (kantung zakar) dan testis (buah zakar). Struktur

dalamnya terdiri dari vas deferens, uretra, kelenjar prostat dan vesikula
seminalis.
Berikut yang termasuk struktur luar dari sistem reproduksi pria :
a. Penis
Penis dibagi menjadi dua bagian yaitu batang penis (bagian
terbesar dari penis) dan kepala penis. Pada bagian kepala penis
terdapat kulit yang menutupinya yang disebut preputium . Kulit ini
yang diambil secara operatif saat seseorang melakukan sunat
(sirkumsisi). Pada bagian dalam dari penis terdapat jaringan seperti
spons yang bisa membesar dan menegang. Bila hasrat seksual seorang
pria meningkat, atau kadangkala tanpa alasan yag jelas, jaringan ini
akan terisi pembuluh darah dan syaraf sehingga akibatnya penis
membesar dan mengeras. Hal ini terjadi karena penis terisi darah saat
terangsang. Penis tidak mengandung tulang dan tidak terbentuk dari
otot. Ukuran dan bentuk penis bervariasi, namun umumnya bila penis
ereksi

ukurannya

hampir

sama.Keadaan

ini

disebut

ereksi.

Kemampuan untuk ereksi sangat berperan dalam fungsi reproduksi.


Pada bagian dalam penis juga terdapat sebuah saluran yang berfungsi
untuk mengeluarkan urin. Saluran ini juga berperan untuk mengalirkan
sperma keluar. Jadi fungsi penis secara keseluruhan adalah sebagai alat
sanggama dan sebagai saluran untuk pengeluaran sperma dan urin.

b. Skrotum (kantung zakar)


Skrotum merupakan sebuah kantong kulit yang melindungi
testis, berwarna gelap dan berlipat lipat. Skrotum adalah tempat
bergantungnya testis. Scrotum mengandung otot polos yang mengatur
jarak testis ke dinding perut dengan maksud mengatur suhu testis agar
relatif tetap. Kondisi ini menguntungkan karena testis dapat membuat
sperma pada kondisi terbaik. Dalam menjalankan fungsinya, skrotum
bahkan dapat merubah ukurannya. Bila suhu udara dingin, skrotum
akan mengerut dan menyebabkan testis lebih dekat dengan tubuh dan
dengan demikian lebih hangat. Sebaliknya pada cuaca panas, skrotum
akan membesar dan kendur. Akibatnya luas permukaan skrotum
meningkat dan panas dapat dikeluarkan.
c. Testis (buah pelir / zakar)
Testis merupakan organ kecil yang memiliki diameter sekitar 5
cm pada orang dewasa. Testis membutuhkan suhu sedikit lebih rendah
dari suhu badan (36,7 oC) agar dapat berfungsi secara optimal, Hal
inilah yang menyebabkan mengapa testis terletak di luar tubuh di
dalam suatu kantong yang disebut skrotum. Pada laki-laki, ukuran dan
posisi testis yang agak sedikit berbeda antara kanan dan kiri. Hal ini
masih normal.

Saat melewati masa pubertas, saluran khusus berbentuk koil di


dalam testis mulai membuat sel-sel sperma. Sejak saat inilah, testis
akan memulai tugasnya dalam membuat sperma. Tugas khusus akan
terus diembannya sampai sang pemilik meninggal. Bentuk sperma
sangat kecil dan hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop.
Berbentuk seperti berudu (kecebong), dapat bergerak sendiri dengan
ekornya. Cairan putih dan kental yang diproduksi oleh vesikula
seminalis dan kelenjar prostat bercampur dengan spermatozoa
membentuk campuran yang disebut semen. Epididimis, vas deferens,
dan urethra merupakan saluran untuk jalannya semen.
Pada saat puncak rangsang seksual terjadi orgasme atau
ejakulasi, yaitu semen dipancarkan keluar dari ujung penis yang ereksi.
Testis juga memiliki tanggung jawab lain. Ia harus membuat hormon
testosteron. Hormon ini merupakan hormon yang sangat bertanggung
jawab atas perubahan anak laki-laki menjadi dewasa. Membuat suara
laki-laki menjadi besar dan berat, dan berbagai perubahan lain yang
memperlihatkan bahwa seorang anak telah beranjak dewasa.
Berikut yang termasuk struktur dalam (interna) dari sistem reproduksi pria
adalah sebagai berikut :
a. Vas deferens (saluran sperma)

Vas deferens adalah sebuah tabung yang dibentuk dari otot. Vas
deferens membentang dari epididimis ke uretra/ saluran kencing pars
prostatika.. Vas deferens berfungsi sebagai tempat penyimpanan
sperma sebelum dikeluarkan melalui penis. Vas deferens memiliki
panjang sekitar 4,5 cm dengan diameter sekitar 2,5 mm. Saluran ini
muara dari Epididymis yaitu saluran- saluran yang lebih kecil dari vas
deferens. Bentuknya berkelok-kelok dan membentuk bangunan seperti
topi.
b. Uretra
Uretra berfungsi 2 fungsi:
Bagian dari sistem kemih yang mengalirkan air kemih dari
kandung kemih.
Bagian dari sistem reproduksi yang mengalirkan semen.

c. Prostat
Prostat adalah kelenjar yang bertugas untuk membuat cairan
sperma (ejakulat/semen). Ini berguna untuk memberikan makanan
pada sperma. Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih di
dalam pinggul dan mengelilingi bagian tengah dari uretra. Biasanya
ukurannya sebesar walnut dan akan membesar sejalan dengan
pertambahan usia.
Prostat mengeluarkan sekeret cairan yang bercampur secret dari
testis, perbesaran prostate akan membendung uretra dan menyebabkan

retensi urin. Kelenjar prostat, merupakan suatu kelenjar yang terdiri


dari 30- 50 kelenjar yang terbagi atas 4 lobus yaitu:

Lobus posterior
Lobus lateral
Lobus anterior
Lobus medial
Fungsi Prostat : Menambah cairan alkalis pada cairan seminalis

yang berguna untuk melindungi spermatozoa terhadap sifat asam yang


terapat pada uretra dan vagina. Di bawah kelenjar ini terdapat Kelenjar
Bulbo Uretralis yang memilki panjang 2-5 cm. fungsi hampir sama
dengan kelenjar prostat.
d. Vesikula Seminalis
Prostat dan vesikula seminalis menghasilkan cairan yang
merupakan sumber makanan bagi sperma. Cairan ini merupakan
bagian terbesar dari semen. Cairan lainnya yang membentuk semen
berasal dari vas deferens dan dari kelenjar lendir di dalam kepala
penis. Fungsi Vesika seminalis yakni mensekresi cairan basa yang
mengandung nutrisi yang membentuk sebagian besar cairan semen.

II.2 Fisiologi Sistem Reproduksi Pria


1. Hormon pada Laki-laki
a. FSH (Follicle Stimulating Hormone)
Berfungsi untuk menstimulir spematogenesis.

b. LH (Luteinizing Hormone)

Menstimulir Sel Interstitiil Leydig untuk memproduksi Testosteron.


c. Testosteron
Bertanggung jawab dalam perubahan fisik laki-laki terutama organ
seks sekundernya.
Efek hormon testoteron pada pria:
Sebelum lahir:

Maskulinasi saluran reproduksi dan genital eksterna


Mendorong penurunan testis ke skrotum

Efek reproduksi

Pertumbuhan dan pematangan organ reproduksi


Penting dalam spermatogenesis

Pertumbuhan tanda kelamin sekunde


2. Spermatogenesis
Spermatogenesis adalah perkembangan spermatogonia menjadi
spermatozoa. Berlangsung 64 hari. Spermatogonia berkembang menjadi
spermatozit primer. Spermatozit primer menjadi spermatozit sekunder.
Spermatozit sekunder berkembang menjadi spermatid. Tahap akhir
spermatogenesis adalah pematangan spermatid menjadi spermatozoa.
Ukuran spermatozoa adalah 60 mikron. Spermatozoa terdiri dari kepala,
badan dan ekor.

II.3 Anatomi Sistem Reproduksi Wanita


Saat dilahirkan seorang anak wanita telah mempunyai organ reproduksi
yang lengkap tetapi belum berfungsi sepenuhnya. Organ reproduksi akan
berfungsi sepenuhnya saat seorang wanita telah memasuki masa pubertas.
Anatomi organ reproduksi wanita terdiri atas alat / organ eksternal dan
internal, sebagian besar terletak dalam rongga panggul. Eksternal (sampai
vagina) : fungsi kopulasi. Internal : fungsi ovulasi, fertilisasi ovum,
transportasi blastocyst, implantasi, pertumbuhan fetus, kelahiran. Fungsi
sistem reproduksi wanita dikendalikan / dipengaruhi oleh hormon-hormon
gondaotropin / steroid dari poros hormonal thalamus hipothalamus
hipofisis

adrenal

ovarium.

Selain

itu

terdapat

organ/sistem

ekstragonad/ekstragenital yang juga dipengaruhi oleh siklus reproduksi :


payudara, kulit daerah tertentu, pigmen.
Berikut yang termasuk organ genitalia eksterna :
a. Vulva
Vulva merupakan suatu daerah yang menyelubungi vagina. Vulva
terdiri atas mons pubis, labia (labia mayora dan labia minora), klitoris,
hymen (selaput dara), vestibulum, orificium urethrae externum,
kelenjar-kelenjar pada dinding vagina.

Mons pubis / mons veneris : gundukan jaringan lemak yang


terdapat dibagian bawah perut, Daerah ini dapat dikenali

dengan mudah karena tertutup oleh rambut pubis. Rambut ini


akan tumbuh saat seorang gadis beranjak dewasa.

Labia: Lipatan berbentuk seperti bibir yang terletak di dasar


mons pubis.Terdiri dari dua bibir, yaitu labium mayora (bibir
luar) merupakan bibir yang tebal dan besar dan labium minora
(bibir dalam), merupakan bibir yang tipis yang menjaga jalan
masuk ke vagina.

Klitoris : merupakan organ kecil yang terletak pada pertemuan


antara ke dua labia minora dan dasar mons pubis. Ukurannya
sebesar kacang polong, penuh dengan sel syaraf sensorik dan
pembuluh darah. Organ mungil ini sangat sensitif dan berperan
besar dalam fungsi seksual.

Vestibulum : Daerah dengan batas atas clitoris, batas bawah


fourchet, batas lateral labia minora. Berasal dari sinus
urogenital. Terdapat 6 lubang/ orificium, yaitu orificium
urethrae externum, introitus vaginae, ductus glandulae
Bartholinii kanan-kiri dan duktus Skene kanan-kiri. Antara
fourchet dan vagina terdapat fossa navicularis.

Introitus / orificium vagina : Terletak di bagian bawah


vestibulum. Pada gadis (virgo) tertutup lapisan tipis bermukosa
yaitu selaput dara / hymen, utuh tanpa robekan. Hymen normal

terdapat lubang kecil untuk aliran darah menstruasi, dapat


berbentuk bulan sabit, bulat, oval, cribiformis, septum atau
fimbriae. Akibat coitus atau trauma lain, hymen dapat robek
dan bentuk lubang menjadi tidak beraturan dengan robekan
(misalnya berbentuk fimbriae). Bentuk himen postpartum
disebut parous. Corrunculae myrtiformis adalah sisa2 selaput
dara yang robek yang tampak pada wanita pernah melahirkan /
para. Hymen yang abnormal, misalnya primer tidak berlubang
(hymen imperforata) menutup total lubang vagina, dapat
menyebabkan darah menstruasi terkumpul di rongga genitalia
interna.
b. Vagina
Vagina merupakan saluran yang elastis, panjangnya sekitar 8-10
cm, dan berakhir pada rahim. Vagina dilalui oleh darah pada saat
menstruasi dan merupakan jalan lahir. Karena terbentuk dari otot,
vagina bisa melebar dan menyempit. Kemampuan ini sangat hebat,
terbukti pada saat melahirkan vagina bisa melebar seukuran bayi yang
melewatinya.
Pada bagian ujung yang terbuka, vagina ditutupi oleh sebuah
selaput tipis yang dikenal dengan istilah selaput dara. Bentuknya bisa
berbeda-beda antara tiap wanita. Selaput ini akan robek pada saat

bersanggama, kecelakaan, masturbasi/ onani yang terlalu dalam, olah


raga dsb.
c. Perineum
Daerah antara tepi bawah vulva dengan tepi depan anus. Batas otototot diafragma pelvis (m.levator ani, m.coccygeus) dan diafragma
urogenitalis (m.perinealis transversus profunda, m.constrictor urethra).
Perineal body adalah raphe median m.levator ani, antara anus dan
vagina. Perineum meregang pada persalinan, kadang perlu dipotong
(episiotomi) untuk memperbesar jalan lahir dan mencegah ruptur.
Berikut yang termasuk organ genitalia interna :
a. Serviks
Serviks dikenal juga dengan istilah mulut rahim. Disebut
demikian karena serviks memang merupakan bagian terdepan dari
rahim yang menonjol ke dalam vagina. Sehingga berhubungan dengan
bagian vagina. Serviks memproduksi cairan berlendir (mucus). Pada
sekitar waktu ovulasi, mukus ini menjadi banyak, elastik, dan licin.
Hal ini membantu spermatozoa untuk mencapai uterus. Saluran yang
berdinding tebal ini akan menipis dan membuka saat proses persalinan
dimulai.
b. Rahim (Uterus)

Uterus (rahim) merupakan organ yang memiliki peranan besar


dalam reproduksi wanita, yakni dari saat menstruasi hingga
melahirkan. Bentuknya seperti buah pear, berongga, dan berotot.
Sebelum hamil beratnya 30-50 gram dengan ukuran panjang 9 cm dan
lebar 6 cm kurang lebih sebesar telur ayam kampung. Tetapi saat hamil
mampu membesar dan beratnya mencapai 1000 gram.
Uterus terdiri dari 3 lapisan, yaitu:

Lapisan parametrium merupakan lapisan paling luar dan yang


berhubungan dengan rongga perut.

Lapisan

myometrium

merupakan

lapisan

yang

berfungsi

mendorong bayi keluar pada proses persalinan (kontraksi).

Lapisan endometrium merupakan lapisan dalam rahim tempat


menempelnya sel telur yang sudah dibuahi. Lapisan ini terdiri dari
lapisan kelenjar yang berisi pembuluh darah.
Setelah menstruasi permukaan dalam uterus menjadi tebal

karena pengaruh hormon estrogen. Kemudian terjadi ovulasi diikuti


dengan keluarnya cairan karena pengaruh hormon progresteron. Bila
tidak terjadi pembuahan maka lapisan tadi bersama sel telur akan
terlepas (meluruh) dan keluar melalui vagina yang disebut sebagai
menstruasi. Waktu antara dua menstruasi disebut siklus menstruasi.
Walaupun rata-rata periodenya datang setiap 28 hari, hal ini dapat

bervariasi pada setiap perempuan. Periode ini juga sangat tidak teratur
pada 2-3 tahun pertama mulai menstruasi.
c. Saluran Telur (oviduct /tuba fallopii)
Tuba falopii adalah organ yang dikenal dengan istilah saluran
telur. Saluran telur adalah sepasang saluran yang berada pada kanan
dan kiri rahim sepanjang +10cm yang menghubungkan uterus dengan
ovarium melalui fimbria. Ujung yang satu dari tuba falopii akan
bermuara di uterus sedangkan ujung yang lain merupakan ujung bebas
dan terhubung ke dalam rongga abdomen.
Ujung yang bebas berbentuk seperti umbai yang bergerak
bebas. Ujung ini disebut fimbria dan berguna untuk menangkap sel
telur saat dilepaskan oleh ovarium (indung telur). Dari fimbria, telur
akan digerakkan oleh rambut-rambut halus yang terdapat di dalam
saluran telur menuju ke dalam rahim.
Ovarium/indung telur terletak pada kiri dan kanan ujung tuba
(fimbria/umbai-umbai) dan terletak di rongga panggul. Ovarium
merupakan kelenjar yang memproduksi hormon estrogen dan
progresteron. Ukurannya 332 cm, tiap ovarium mengandung
150.000-200.000 folikel primordial. Sejak pubertas setiap bulan secara
bergantian ovarium melepas satu ovum dari folikel degraaf (folikel
yang telah matang), peristiwa ini disebut ovulasi.

Berikut yang termasuk Organ Reproduksi / Organ Seksual Ekstragonadal :


a. Payudara
Seluruh susunan kelenjar payudara berada di bawah kulit di daerah
pektoral.

Terdiri

dari

massa

payudara

yang

sebagian

besar

mengandung jaringan lemak, berlobus-lobus (20-40 lobus), tiap lobus


terdiri dari 10-100 alveoli, yang di bawah pengaruh hormon prolaktin
memproduksi air susu. Dari lobus-lobus, air susu dialirkan melalui
duktus yang bermuara di daerah papila / puting. Fungsi utama
payudara adalah laktasi, dipengaruhi hormon prolaktin dan oksitosin
pascapersalinan. Kulit daerah payudara sensitif terhadap rangsang,
termasuk sebagai sexually responsive organ.
b. Kulit
Di berbagai area tertentu tubuh, kulit memiliki sensitifitas yang lebih
tinggi dan responsif secara seksual, misalnya kulit di daerah bokong
dan lipat paha dalam. Protein di kulit mengandung pheromone (sejenis
metabolit steroid dari keratinosit epidermal kulit) yang berfungsi
sebagai parfum daya tarik seksual (androstenol dan androstenon
dibuat di kulit, kelenjar keringat aksila dan kelenjar liur). Pheromone
ditemukan juga di dalam urine, plasma, keringat dan liur.

II.4 Fisiologi Sistem Reproduksi Wanita

Berdasarkan fungsinya ( fisiobginya ), alat reproduksi wanita


mempunyai 3 fungsi, yaitu:
1. Fungsi seksual
Alat yang berperan adalah vulva clan vagina. Ketenjar pada
vulva yang dapat mengeluarkan cairan, berguna sebagai pefumas pada
saat sanggama. Selain itu vulva dan vagina juga berfungsi sebagai
jalan lahir.
2. Fungsi hormonal
Yang disebut fungsi hormonal ialah peran indung telur dan
rahim didalam memperlahankan ciri kewanitaan dan pengaturan haid.
Perubahan-perubahan fisik dan psikis yang terjadi sepanjang
kehidupan seorang wanita erat hubungannya dengan fungsi indung
telur yang menghasilkan hormon-harmon wanita yaitu estrogen dan
progesteron.
Dalam masa kanak-kanak indung telur belum menunaikan
fungsinya dengan baik. Indung teiur mulai berfungsi, yaitu kurang
lebih pada usia 9 tahun, mulailah ia secara produktif menghasilkan
hormon hormon wanita. Hormon-hormon ini mengadakan interaksi
dengan hormon-hormon yang dihasilkan kelenjar-kelenjar di otak.
Akibatnya terjadilah perubahan-perubahan fisik pada wanita. Paling
awal terjadi pertumbuhan payudara, kemudian terjadi pertumbuhan
rambut kemaluan disusul rambut-rambut di ketiak. Selanjutnya
terjadilah haid yang pertama kali, disebut menarche, yaitu sekitar usia
10-16 tahun. Mula-mula haid datang tidak teratur, selanjutnya timbul
secara teratur. Sejak saat inilah seorang wanita masuk kedalam masa

reproduksinya yang berlangsung kurang iebih 30 tahun. Pertumbuhan


badan menjelang menarche dan 1 sampai 3 tahun setelah menarche
berlangsung dengan cepat, saat ini disebut masa pubertas.
Setelah masa reproduksi wanita masuk kedalam masa
klimakterium yaitu masa yang menunjukan fungsi indung telur yang
mulai berkurang. Mula-mula haid menjadi sedikit, kemudian datang 12 bulan sekali atau tidak teratur dan akhirnya berhenti sama sekali.
Bila keadaan ini berlangsung 1 tahun, maka dikatakan wanita
mengalami menopause. Menurunnya fungsi indung telur ini sering
disertai gejala-gejala panas, berkeringat, jantung berdebar, gangguan
psikis yaitu emosi yang labil. Pada saat ini terjadi pengecilan alat-alat
reproduksi dan kerapuhan tulang.
Berikut hormon yang berperan dalam sistem reproduksi wanita :
1. GnRH (Gonadotrophin Releasing Hormone)
Diproduksi

di

hipotalamus,

kemudian

dilepaskan,

berfungsi

menstimulasi hipofisis anterior untuk memproduksi dan melepaskan


hormon-hormon gonadotropin (FSH / LH ).
2. FSH (Follicle Stimulating Hormone)
Diproduksi di sel-sel basal hipofisis anterior, sebagai respons terhadap
GnRH. Berfungsi memicu pertumbuhan dan pematangan folikel dan
sel-sel granulosa di ovarium wanita (pada pria : memicu pematangan
sperma di testis). Pelepasannya periodik / pulsatif, waktu paruh

eliminasinya pendek (sekitar 3 jam), sering tidak ditemukan dalam


darah. Sekresinya dihambat oleh enzim inhibin dari sel-sel granulosa
ovarium, melalui mekanisme feedback negatif.
3. LH (Luteinizing Hormone) / ICSH (Interstitial Cell Stimulating
Hormone)
Diproduksi di sel-sel kromofob hipofisis anterior. Bersama FSH, LH
berfungsi memicu perkembangan folikel (sel-sel teka dan sel-sel
granulosa) dan juga mencetuskan terjadinya ovulasi di pertengahan
siklus (LH-surge). Selama fase luteal siklus, LH meningkatkan dan
mempertahankan

fungsi

korpus

luteum

menghasilkan

pascaovulasi

dalam

progesteron.

Pelepasannya juga periodik / pulsatif, kadarnya dalam darah bervariasi


setiap fase siklus, waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 1 jam).
Kerja sangat cepat dan singkat. (Pada pria : LH memicu sintesis
testosteron di sel-sel Leydig testis).
4. Estrogen
Estrogen (alami) diproduksi terutama oleh sel-sel teka interna folikel
di ovarium secara primer, dan dalam jumlah lebih sedikit juga
diproduksi di kelenjar adrenal melalui konversi hormon androgen.
Pada pria, diproduksi juga sebagian di testis. Selama kehamilan,
diproduksi

juga

oleh

plasenta.

Berfungsi stimulasi pertumbuhan dan perkembangan (proliferasi) pada


berbagai organ reproduksi wanita.

Pada

uterus

menyebabkan

proliferasi

endometrium.

Pada serviks : menyebabkan pelunakan serviks dan pengentalan


lendir serviks.

Pada vagina : menyebabkan proliferasi epitel vagina.

Pada payudara : menstimulasi pertumbuhan payudara. Juga


mengatur distribusi lemak tubuh.

Pada tulang, estrogen juga menstimulasi osteoblas sehingga


memicu

pertumbuhan

regenerasi

tulang.

Pada

wanita

pascamenopause, untuk pencegahan tulang keropos / osteoporosis,


dapat diberikan terapi hormon estrogen (sintetik) pengganti.
5. Progesteron
Progesteron (alami) diproduksi terutama di korpus luteum di ovarium,
sebagian diproduksi di kelenjar adrenal, dan pada kehamilan juga
diproduksi di plasenta. Progesteron menyebabkan terjadinya proses
perubahan sekretorik (fase sekresi) pada endometrium uterus, yang
mempersiapkan endometrium uterus berada pada keadaan yang
optimal jika terjadi implantasi.
6. HCG (Human Chorionic Gonadotrophin)

Mulai diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 minggu oleh jaringan


trofoblas (plasenta). Kadarnya makin meningkat sampai dengan
kehamilan 10-12 minggu (sampai sekitar 100.000 mU/ml), kemudian
turun pada trimester kedua (sekitar 1000 mU/ml), kemudian naik
kembali sampai akhir trimester ketiga (sekitar 10.000 mU/ml).
Berfungsi meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum
dan produksi hormon-hormon steroid terutama pada masa-masa
kehamilan awal. Mungkin juga memiliki fungsi imunologik. Deteksi
HCG pada darah atau urine dapat dijadikan sebagai tanda
kemungkinan adanya kehamilan (tes Galli Mainini, tes Pack, dsb).
7. LTH (Lactotrophic Hormone) / Prolactin
Diproduksi

di

hipofisis

anterior,

memiliki

aktifitas

memicu

/meningkatkan produksi dan sekresi air susu oleh kelenjar payudara.


Di ovarium, prolaktin ikut mempengaruhi pematangan sel telur dan
mempengaruhi fungsi korpus luteum.Pada kehamilan, prolaktin juga
diproduksi oleh plasenta (HPL / Human Placental Lactogen). Fungsi
laktogenik / laktotropik prolaktin tampak terutama pada masa laktasi /
pascapersalinan. Prolaktin juga memiliki efek inhibisi terhadap GnRH
hipotalamus, sehingga jika kadarnya berlebihan (hiperprolaktinemia)
dapat terjadi gangguan pematangan follikel, gangguan ovulasi dan
gangguan haid berupa amenorhea.
3. Fungsi Reproduksi ( melanjutkan keturunan ).

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
1. Organ reproduksi pria terbagi dua yakni struktur luar (eksterna) dan
struktur dalam (interna). Struktur luar dari sistem reproduksi pria terdiri
dari penis, skrotum (kantung zakar) dan testis (buah zakar).
2. Fisiologi sistem reproduksi pada pria terdiri dari hormon hormon seperti
FSH, LH dan testosterone serta proses spermatogenesis.
3. Anatomi organ reproduksi wanita terdiri atas alat / organ eksternal dan
internal, sebagian besar terletak dalam rongga panggul.
4. Berdasarkan fungsinya ( fisiobginya ), alat reproduksi wanita mempunyai
tiga fungsi, yaitu: fungsi seksual, fungsi hormonal dan fungsi reproduksi.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2008. Anatomi dan Fisiologi Sistem Reproduksi Wanita. [Online]


http://kuliahbidan.wordpress.com/category/anatomi/. Di akses tanggal 24
Oktober 2010.
http://pustaka.unpad.ac.id/wpcontent/uploads/2009/12/anatomi_dan_fisiologi_alat
_reproduksi_wanita.pdf. Di akses tanggal 2 November 2010.
Iqbal. 2007. Reproduksi Pada Manusia. [Online] http://www.blogger.com/. Di
akses tanggal 2 november 2010.
S, Wibowo Daniel. 2005. Anatomi Tubuh Manusia. Jakarta: PT Grasindo.

Safarila. 2010. Sistem Ekskresi & Alat Reproduksi Manusia [Online]


http://safarila.blog.friendster.com/. Di akses tanggal 8 November 2010.
Siswanto, Edy. 2009. Anatomi dan Fisiologi Sistem
Reproduksi Wanita. [Online]
http://jangkriktertawa.wordpress.com/2009/11/16/anatomidan-fisiologi-sistem-reproduksi-wanita/. Di akses tanggal 24
Oktober 2010.