Anda di halaman 1dari 146

Kamus bergambar tentang benda-benda yang ada di dalam tas sekolah. Selamat menghafal.

Gejalah2 Penyakit (Byouki no Shoujou)


Kaze wo Hiku) : Flu
Seki ga deru) : Batuk
Zutsuu ga suru) : Sakit kepala
Samuke ga suru) : Meriang
Haki ki ga suru) : Mual
Haku) : Muntah
Nodo ga itai) : Sakit tenggorokan
Hanamizu ga deru) : Keluar ingus
Netsu ga deru) : Panas
Geri wo suru) : Berak2
Benpi ni naru) : Susah buang air
I ga itai) : Sakit maag
I ga motareru) : maag akut
Onaka ga itai) : Sakit perut
Kossetsu) : Patah Tulang
Nenza) : Keseleo
: Bisulan
Jinmashin ga dekiru) : gatal2 alergi
Yakedo wo suru) : Luka bakar

Buah-Buahan Kudamono)
Ichigo: Stroberi
(Abokado) : Alpukat
Ume) : Plum
Mikan) : Jeruk
Zakuro) : Delima
Sakuranbo) : Buah cherry
Suika) : Semangka
Nashi) : Pear
Houri/Painappuru) : Nenas
Banana) : Pisang
Meron) : Melon
Budou) : Anggur

Momo) : Persik
Ringo) : Apel

Kata Kerja I (
Arau) : Mencuci
Iku) : Pergi
Owaru) : Selesai
Kau) : Membeli
Kaeru) : Pulang
((jikan ga) Kakaru) : memakan waktu
Kiku) : Mendengar
Nomu) : Minum
Noru) : Menaiki
((Ofuro ni) Hairu) : Masuk (Ofuro)
Hajimaru) : Mulai
Migaku) : Menyikat
Yomu) : Membaca

Jugyou Kamoku) : Mata Pelajaran


Butsuri) = Fisika
Rika) = IPA
Kagaku) = Kimia
Kokugo) = Pelajaran Bahasa/Sastra Jepang
Eigo) = Bahasa Inggris
Shakai) = IPS
Shansuu) = Aljabar
Zukou) = Kesenian dan Ketrampilan
Ongaku) = Musik
Taiiku) = Olahraga

Tenki) = Cuaca
(Kaibare) = Sangat Cerah
(Hare) = Cerah
(Kumori) = Berawan
(Usukumori) = Berawan Tipis

(Ame) = Hujan
(Kosame) = Hujan rintik-rintik
(Ooame) = Hujan deras
(Gouu) = Hujan deras/lebat
(Niwaka ame) = Hujan tiba-tiba
(Arare) = Hujan es ringan
(Hyou) = Hujan Es
(Mizore) = Hujan bercampur salju
(Yuki) = Salju
(Taifuu) = Angin topan/taifun
(Kyoufuu) = Angin Kencang
(SajinArashi) = Badai Pasir
(Fubuki) = Badai Salju
(Kaminari) = Petir/Guntur
(Inazuma) = Kilat
(Kiri) = Kabut
(Enmu) = Kabut asap
(Kasumi) = Berkabut (Kabut musim semi)

Kata Kerja Intransitif --- (Jidoushi)


(Okiru) = Tidur
(Neru) = Tidur
(Hataraku) = Bekerja
(Asobu) = Bermain
(Yasumu) = Beristirahat
(Warau) = Tertawa
(Naku) = Menangis
(Okoru) = Marah
(Shinu) = Mati
(Oriru) = Turun
(Fuku) = Bertiup
(Saku) = Mekar
(Naru) = Berbunyi
(Naku) = Berbunyi (suara binatang)
(Hiraku) = Terbuka
(Shimaru) = Tertutup
(Wareru) = Terbelah
(Kowareru) = Rusak

(Hajimaru) = Mulai
(Owaru) = Selesai

Pola Kalimat Verbal 1


Kata Benda + Kata Benda (Tempat) /+ Kata Kerja
( Menyatakan arah atau tujuan)

(Watashi wa mainichi gakkou he ikimasu = Saya setiap hari pergi ke sekolah)

(Anata wa itsu Indonesia ni kimashitaka = Kapan anda datang di Indonesia?)

Kata Kerja Transitif (Tadoushi)


(Taberu) = Makan
(Nomu) = Minum
(Suu) = Menghisap
(Miru) = Melihat
(Kiku) = Mendengar
(Yomu) = Membaca
(Kaku) = Menulis
(Benkyou suru) = Belajar
(Ai suru) = Mencintai/Menyayangi
(Arau) = Mencuci
(Kiru) = Memotong
(Kiru) = Mengenakan/Memakai
(Motsu) = Memegang/Membawa
(Toru) = Mengambil
(Toru) = Mengambil (gambar/foto).
(Tsukuru) = Membuat
(Utsu) = Memukul/Mengetik/Menampar/Mengetuk
(Kowasu) = Merusak
(Waru) = Membelah
(Korosu) = Membunuh
(Akeru) = Membuka
(Shimeru) = Menutup
(Yobu) = Memanggil
(Suru) = Melakukan

Kata Kerja Hari ini


(Aruku) = Berjalan
(Hashiru) = Berlari
(Tooru) = Melewati
(Wataru) = Menyeberang
(Oyogu) = Berenang
(Tobu) = Terbang/Loncat
(Deru) = Keluar
(Hanareru) = Terpisah
(Oriru) = Turun
(Hairu) = Masuk
(Noru) = Mengendarai
(Sawaru) = Duduk
(Sumu) = Tinggal

Kumpulan Kata Kerja Hari ini


(Katsu) = Menang
(Makeru) = Kalah
(Kotaeru) = Menjawab
(Naru) = Menjadi
(Kawaru) = Berubah
(Ageru) = Memberikan
(Watasu) = Menyerahkan
(Oshieru) = Mengajarkan
(Kasu) = Meminjamkan
(Kaku) = Menulis
() (Denwa wo kakeru) = Menelpon
(Miseru) = Memperlihatkan

Kosakata hari ini


(Morau) = Menerima
(Kariru) = Meminjam
(Narau) = Belajar
(Kiku) = Mendengar

(Kau) = Membeli
(Toru) = Mengambil
(Nusumu) = Mencuri
(Oku) = Meletakkan
(Noseru) = Memuat
(Kakeru) = Menggantungkan
(Ireru) = Memasukan

Kosakata hari ini


(Morau) = Menerima
(Kariru) = Meminjam
(Narau) = Belajar
(Kiku) = Mendengar
(Kau) = Membeli
(Toru) = Mengambil
(Nusumu) = Mencuri
(Oku) = Meletakkan
(Noseru) = Memuat
(Kakeru) = Menggantungkan
(Ireru) = Memasukan

Kata Sifat Bentuk 1 ()


(Ataarashii) = Baru
(Furui) = Lama
(Atsui) = Tebal
(Usui) = Tipis
(Oishii) = Enak/Lezat
(Mazui) = Tidak Enak/Lezat
(Ookii) = Besar (Ukuran)
(Chiisai) = Kecil (Ukuran)
(Omoi) = Berat (bobot)
(Karui) = Ringan (bobot)
(Omoshiroi) = Lucu, menarik.
(Tsumaranai) = Membosankan, tidak menarik
(Tinggi) = Tinggi, Mahal.
(Hikui) = Pendek.
(Yasui) = Murah

Kata Sifat Bentuk 1 ()


() Ii(Yoi) = Bagus, baik.
(Kawai) = Lucu, imut.
(Marui) = Bundar
(Akai) = Merah
(Kuroi) = Hitam
(Shiroi) = Putih
(Aoi) = Biru
(Amai) = Manis
(Karai) = Pedas
(Katai) = Keras
(Chikai) = Dekat
(Hayai) = Cepat (dibandingkan dengan waktu yang telah ditentukan)

Kata Sifat Bentuk 1 ()


(Atatakai) = Hangat (suhu udara)
(Suzushii) = Sejuk
(Atsui) = Panas (suhu udara)
(Samui) = Dingin (suhu udara)
(Akarui) =Riang. Terang.
(Tanoshii) = Gembira. Bahagia/Senang.
(Isogashii) = Sibuk
(Mezurashii) = Tidak biasanya. Jarang-jarang.
(Tooi) = Jauh
(Itai) = Rasa sakit
(Ooi) = Banyak (jumlah)
(Warui) = Jelek. Tidak baik.
(Hayai) = Cepat (gerakan)
(Osoi) = Lambat (gerakan)
(Kitanai) = Jorok.
(Nemui) = Rasa ngantuk
(Yowai) = Lemah
(Wakai) = Muda
(Tsuyoi) = Kuat

Kosakata hari ini.


(Hoshii)= Kepengen
(Sukunai)= Sedikit
(Tsumetai)= Dingin
(Tadashii)= Benar
(Abunai)= Bahaya
(Hazukashii)= Malu
(Kanashii)= Sedih
(Sambishii)= Kesepian
(Umai)= Sedap
(Kowai)= Takut
(Urusai)= Berisik
(Yawarakai)= Lunak
(Yasashii)= Baik hati, ramah.
(Nigai)= Pahit
(Hosonagai)= Bulat panjang
(Atsui)= Panas
(Ureshii) =Senang, gembira
(Kurai)= Gelap

Contoh-contoh kata sifat bentuk Na..


(Kirei) = Cantik
(Shizuka)= Tenang, sepi.
(Nigiyaka)= Ramai
(Joubu)= Kuat, sehat.
(Iroiro)= Macam-macam
(Shinsetsu)= Ramah
(Benri)= Praktis
(Suki)= Suka
(Kirai)= Benci, tidak suka.
(Hima)= Tidak ada kerjaan, santai.
(Genki)= Sehat, baik-baik.
(Kantan)= Mudah, gampang.
(Zannen)= Kecewa, sesal.
(Shinsen)= Segar
(Jouzu)= Pintar, berbakat.
(Heta)= Tidak begitu pintar atau terampil

Kosakata hari ini....


(Hashiru)= Berlari
(Hanasu)= Bercerita
(Hiku)= Memetik (alat music)
(Furu)= Turun (hujan)
(Matsu)= Menunggu
(Morau)= Menerima
(Keshu)= Menghapus, memadamkan
(Hairu)= Masuk
(Yasumu)= Beristirahat
(Yamu)= Terkena sakit
(Aruku)= Berjalan
(Utau)= Menyanyi
(Odoru)= Menari
(Tobu)= Melompat, terbang
(Noboru)= Memanjat
(Hataraku)= Bekerja
(Wataru)= Menyeberang
(Warau)= Tertawa

(Agaru)= Naik
(Iu)= Mengucapkan
(Ugoku)= Bergerak
(Kiku)= Mendengar
(Kiru)= Memotong
() Tabako wo (Suu)= Menghisap (rokok)
() Iki wo (Suu)= Menghirup (napas)
(Tomaru)= Berhenti
(Naru)= Menjadi
(Nugu)= Menanggalkan (pakaian)
(Hiku)= Menarik
() Gakkou wo (Yasumu)= Tidak masuk (sekolah), libur.

Daftar kata kerja baru


(Otosu)= Menjatuhkan
(Kazaru)= Memajang, menghias.
(Kawaku)= Kering
(Komaru)= Kesulitan, bermasalah.
(Saku)= Mekar
(Dasu)= Mengeluarkan
(Tsukau)= Menggunakan
(Tsukuru)= Membuat (barang2 yg besar)
(Narau)= Belajar
(Harau)= Membayar
(Hosu)= Menjemur, mengeringkan
(Motteiku)= Membawa pergi
(Au)= Berjumpa, bertemu
(Kiku)= Mendengar
(Oku)= Meletakkan
() E ga (Kakaru)= Tergantung (lukisan)
() Kagi ga (Kakaru)= Terkunci (gembok)
(Kaburu)= Menutupi kepala, memakai (topi)
(Kumoru)= Berawan
(Kesu)= Menghapus
(Shimaru)= Tertutup
(Shiru)= Mengetahui, mengenal.
(Sumu)= Tinggal
(Sumu)= Terselesaikan
(Suwaru)= Duduk
() Dentou ga (Tsuku)= (Lampu) menyala
() Eki ni (Tsuku)= Tiba (di stasiun)
(Tsumoru)= Menumpuk

(Narabu)= Berbaris
() Zubon wo (Haku)= Memakai (celana)
(Haru)= Membusungkan.
(Futoru)= Menjadi gemuk
(Motsu)= Memegang, memiliki.
(Okuru)= Menghadiahkan
(Kau)= Memelihara
() Kasa wo (Sasu)= Membuka (Payung)
(Sasou)= Mengajak
(Damaru)= Diam (tidak berkata-kata)
(Tomaru)= Bermalam
() Kawa wo (Muku)= Mengupas (kulit)
(Yoru)= Singgah
(Watasu)= Menyerahkan
(Iru)= Butuh
(Kaesu)= Mengembalikan
(Kotowaru)= Menolak
(Kowasu)= Merusak
(Sagaru)= Turun
(Tanomu)= Meminta (bantuan)
() Uso wo (Tsuku)= Berbohong
(Hiyasu)= Mendinginkan
(Yaru)= Melakukan
() Densha ga (Suku)= (KRLnya) Kosong
(Chigau)= Berbeda
(Chiru)= Gugur, menyebar.
() Kase ga (Fuku)= (Angin) Bertiup

(Osu)= Mendorong
(Omoidasu)= Teringat kembali
(Kawaigaru)= Sayang
(Daku)= Memeluk
(Tasu)= Menambahkan
(Tsureteiku)= Membawa serta
() Neko ga (Tobu)= (Kucingnya) Melompat
() Ten wo (Toru)= Mendapat (nilai)
() Toshi wo (Toru)=Bertambah (usia)
(Nemuru)= Tidur
() Kazi wo (Hiku)= Mengurangi (angka)
() Esa wo (Yaru)= Memberi makan
(Yorokobu)= Bergembira

Bila ingin pintar bahasa Jepang, jangan bosan-bosannya untuk menghafal kosakata baru.

(Isogu) Tergesah-gesah
(Kawaru) Berubah
(Kotowaru) =Menolak (ajakan/tawaran)
(Dasu)= Mengeluarkan
(Tetsudau= Membantu (pekerjaan)
() Menkyo wo (Toru)= Mendapatkan SIM
(Naoru)= Sembuh, bagus kembali.
() Jisho wo (Hiku)= Membuka (kamus)
() Seki ga (Aku)= (Kursinya) Kosong
() Te wo (Ageru)= Mengangkat (tangan)
(Okuru)= Mengirim
(Kasu)= Meminjamkan
(Suberu)= Meluncur, tergelincir.
(Naosu)= Memperbaiki
(Naku)= Menangis (suara hewan)
(Nakusu)= Menghilangkan

Omatase itashimashita. Nagai aida update shiteinakute gomenasai ne minasan.


Nihongo no benkyou wo gambateru no desuka? Gambateiru desu yo ne. Ja kyou mo
nihongo no kotoba wo oboemashou.
(Mareshia Jin) = Orang Malaysia.
(Namae) = Nama
(Sensei) = Guru
(Yamada) = Yamada (nama orang)
(Otoko) = Laki-laki
(Onna) = Perempuan
(Nan) = Apa?
(Kyou no kotoba) = Kosakata Hari ini
(Gakkou) = Sekolah
(Kimura) = Kimura (Nama orang)
(Kyoushitsu) = Ruang Kelas
(Shokuin Shitsu) = Ruang Guru (pekerja)
(Jimushitsu) = Ruang Kerja (Kantor)
(Ni Kai) = Lantai Dua
(Nihongo) = Bahasa Jepang
(Sukoshi) = Sedikit
(Muzukashii) = Sulit
(Yasashii) = Gampang
(Omoshiroi) = Menarik

(Doubutsuen) = Kebun Binatang


(Tatemono) = Bangunan
(Naka) = Dalam
(Ookii) = Besar
(Okaasan) = Ibu (orang lain).
(Kodomo)
(Ishi) = Batu
(Ue) = Atas

(Marui) = Bundar
(Hiroba) = Tanah Lapang
(Kuni) = Negara
(Shiroi) = Putih

Kosakata Hari Ini


(O hiru) = Makan siang
(Chikaku) = Dekat
(Yasui) = Murah
(Mise) = Kedai/Warung/Restoran
(Suki) = Suka
(Ginkou) = Bank
(Shizuka) = Tenang.
(Ryouri) = Masakan
(Takai) = Mahal, Tinggi.
(Shujin) = Pemilik, Suami.

(Atarashii Kotoba)
(Taberu) = Makan
(Nomu) = Minum
(Neru) = Tidur
(Okiru) = Bangun
(Iku) = Pergi
(Deru) = Keluar
(Mai ban) = Setiap malam
(Mai Asa) = Setiap pagi
(Fukushuu) = Belajar (Mengulang)
(Yoshuu) = Belajar (Persiapan)
(Gakusei) = Siswa, murid.

Nama-nama Hari dalam Bahasa Jepang


(Nichi youbi) = Hari Minggu
(Getsu youbi) = Hari Senin

(Ka youbi) = Hari Selasa


(Sui youbi) = Hari Rabu
(Moku youbi) = Hari Kamis
(Kin youbi) = Hari Jumat
(Do youbi) = Hari Sabtu

Mengungkapkan waktu (Jam) dalam bahasa Jepang.


(Ichi Ji) = Jam 1
(Ni Ji) = Jam 2
(San Ji) = Jam 3
(Yo Ji) = Jam 4
(Go Ji) = Jam 5
(Roku Ji) = Jam 6
(Shichi Ji) = Jam 7
(Hachi Ji) = Jam 8
(Ku Ji) = Jam 9
(Juu Ji) = Jam 10
(Juuichi Ji) = Jam 11
(Juuni Ji) = Jam 12
(Gozen) = AM
(Gogo) = PM
(Gogo Kuji ) = Pukul 21.00

Mengungkapkan Waktu (Menit) dalam Bahasa Jepang.


(Ip pun) = 1 menit
(Ni fun) = 2 menit
(Sam pun) = 3 menit
(Yon pun) = 4 menit
(Go fun) = 5 menit
(Rop pun) = 6 menit
(Nana fun) = 7 menit
(Hap pun atau Hachi fun) = 8 menit
(Kyuu fun) = 9 menit
(Jup pun) = 10 menit
(Juuip pun) = 11 menit
(Nijup pun) = 20 menit
(Sanjup pun) = 30 menit

(Yonjuugo fun) = 45 menit


8 (Gogo Hachi ji Sanjup pun) = Pukul 20.30
atau
(Gogo hachi ji han) = Pukul setengah 9 malam.

Atarashii kotoba
(Michi) = Jalan
(otouto) = Adik (sendiri)
(Yakyuu jou) = Lapangan Bisbol
(Baiten) = Kios
(E hagaki) = Kartupos bergambar.
(Kau) = Membeli
(Katachi) = Bentuk
(Suidoubashi Eki) = Stasiun Suidoubashi (nama tempat)
(Mieru) = Kelihatan
(Shiai) = Pertandingan
(Kouen) = Taman

Tahukah anda bahwa kata / (ARU/ARIMASU) dalam bahasa Jepang memiliki


beberapa arti??
1. Menunjukan keberadaan.
(ASOKO NI YUUBINKYOKU GA ARIMASU)
= DISANA ADA KANTOR POS =
2. Menyatakan tempat berlangsungnya suatu peristiwa.
(KONBAN SENAYAN DE ROKKU NO RAIBU
GA ARIMASU).
= Malam ini di senayan akan berlangsung (ada) Konser Musik Rock =
3. Menyatakan kepunyaan.
((WATASHI WA KURUMA GA ARIMASU)
= Saya punya mobil =

Bagian-bagian tubuh:
(Kuchi) = Mulut
(Me) = Mata

(Kubi) = Leher
(Mimi) = Telinga
(Se) = Punggung
(Te) = Tangan

Contoh Penggunaan Idiom :


(Hajimete NATTOU wo kuchi ni shite, odoroita) = Pertama
kali mencicipi nattou, saya terkejut.
(Kyo, machi de mezurashii tokei wo me ni shita) = Hari
ini, (saya) melihat jam antik di kota.
Ano kaisha wa kongetsu nijuu nin kubi ni shita) =
Perusahaan itu, telah memecat 20 orang dalam bulan ini.
( (Saya barusan) Mendengar cerita menarik)
(Fujisan wo se ni shite shassin wo totta) = (Saya)
Mengambil foto dengan membelakangi gunung Fuji (gunung Fuji sebagai latar belakang).
(Yatto, kin medaru wo te ni shita) = Akhirnya, (saya bisa)
memperoleh medali emas.

Pengertian SUMIMASEN (:
1. Permohonan maaf.
(Contoh ketika kita datang terlambat)
(Konna ni osokunatte sumimasen) = Mohon maaf, (saya)
jadi terlambat seperti ini.
2. Ucapan terima kasih.
(Contoh ketika seseorang memunggut dan mengembalikan barang kita yang jatuh)
A : (Kore otoshimashita yo) = Ini, barusan anda jatuhkan.
B : (Sumimasen) = Terima kasih banyak.
3. Permisi.
(Contoh ketika berada dalam bis)
Sumimasen. Orimasu) = Permisi (mohon jalan). (Saya) mau
turun (disini).

(Aisatsu Kotoba = Salam dalam Bahasa Jepang)


= Selamat Pagi
= Selamat Siang/Halo
= Selamat Malam
= Selamat Tinggal
= Selamat Tidur
= Salam Kenal
= Senang bertemu dengan anda.
= Terima kasih banyak.
= Permisi/Maaf/Terima kasih
= Selamat

Apakah perbedaan antara kedua kalimat berikut ?


(Siapa yang bermain piano)
a.
Oneechan GA kaettekitara, sugu piano no renshuu da.
b.
Oneechan WA kaettekitara, sugu piano no renshuu da.
Kalimat a yang bermain piano adalah saya atau orang yang mengucapkan kalimat tersebut (Pembicara).
Sedangkan dalam kalimat b, yang bermain piano adalah Kakak si pembicara.

Yang perlu diingat Dalam bahasa jepang apabila subjeknya adalah si Pembicara maka dalam kalimat
subjek dapat ditiadakan.

Arti kalimat di atas kurang lebih seperti berikut :

a. Apabila kakak pulang, (Saya akan) segera latihan piano.


b. Apabila pulang, kakak akan segera latihan piano.

Anata no kurushimi wo Aishinasai (Cintailah penderitaan anda)

Sore ni teikou shinai koto, sore kara nigenai koto (Jangan menolak atau menghindarinya)

Kurushi no wa anata ga nigeteiru kara desu ( Anda menderita sebab anda sedang
menghindarinya)

Partikel (YO)
Partikel (YO) terletak diakhir sebuah kalimat berfungsi untuk memberikan penekanan
terhadap isi kalimat tersebut.
(Watashitachi wa eiga ni ikun desu yo) = Kami
akan pergi menonton film LOH.

Partikel (NE)
Partikel (NE) di akhir sebuah kalimat berfungsi untuk meminta tanggapan balik lawan
bicara terhadap isi kalimat yang disampaikan.
Contoh:

(Kono gyuuniku wa totemo yawarakakute oishii desu ne)


Daging sapi ini sangat empuk dan enak, iya gak..

Keterangan Waktu dalam Bahasa Jepang


(Kyou) = Hari ini
(Kon shuu) = Minggu ini
(Kon getsu ) = Bulan ini
(Kotoshi) = Tahun ini
(Ashita) = Besok
(Rai shuu) = Minggu depan
(Rai getsu) = Bulan depan
(Rai nen ) = Tahun depan
(Kinou) = Kemarin
(Sen shuu) = Minggu lalu

(Sen getsu ) = Bulan lalu


(Kyo nen ) = Tahun Lalu

Sekilas tentang(KUBI)
(Kubi) adalah bagian tubuh manusia yang menghubungkan antara (Atama) atau
kepala dengan (Doutai) atau batang tubuh, atau dalam bahasa Indonesia dikenal
dengan istilah LEHER.
Akan tetapi dalam bahasa Jepang juga sering diasosiasikan dengan Kepala atau puncak
suatu kedudukan. Misalnya (Shushou) atau Perdana Menteri dan (Shuchou) atau
Kepala Pemerintah Daerah. (Shuto = Leher Kota) atau Ibu Kota Negara/Pusat
pemerintahan.
Selain itu juga juga diasosiasikan dengan sesuatu yang mirip dengan sifat-sifat leher.
Misal nya (Tekubi = Leher Tangan) atau pergelangan tangan, (Ashi kubi = Leher
Kaki) atau pergelangan kaki.
Selain itu adapula beberapa makna konotasi yang dibentuk dari kata . Misalnya :
(Kubi ni suru ) Memecat
(Kubi ni naru) Dipecat
(Kubi wo tate ni furu = Mengoyangkan leher ke atas/bawah) = Menyetujui
(Kubi wo yoko ni furu = Mengelengkan leher ke samping) = Tidak menyetujui

Pengenalan tentang Partikel (WA) dalam bahasa Jepang


Partikel berfungsi sebagai pembentuk topik pembicaran/kalimat. Misalnya seseorang
mengatakan (Siswa), dalam bahasa Jepang rangkaian kata ini sudah
merupakan sebuah kalimat akan tetapi kalimat ini belum bisa menjelaskan siapa yang
sedang dibicarakan atau yang menjadi topik kalimat.
Dengan menambahkan partikel (WA) kita dapat memperjelas topik
pembicaraan/kaliamat tersebut. Misalnya :
1. (Watashi wa gakusei desu = Saya siswa)
Penggunaan partikel membentuk kata (Watahsi=Saya) yang berada didepannya
menjadi topik pembicaraan/kalimat. Sedangkan kata (Gakusei = siswa) menjelaskan
tentang topik pembicaraan/kalimat tersebut.
2. (Watashi wa hima desu = Saya lenggang/bebas/kosong).

3.(Watashi wa isogashii desu = Saya sibuk)

Pengenalan tentang Partikel (GA) dalam bahasa Jepang bagian I


Partikel berfungsi untuk menyatakan subjek dari suatu kalimat. Terutama untuk kalimat
yang menyatakan KEBERADAAN ), KEADAAN (), PERGERAKAN () serta
PERUBAHAN ().
Contohnya :
(HITO ga Iru = ORANG ada)
(HITO ga korobu = ORANG terjungkir)
(AME ga Furu = HUJAN turun)
(IRO ga kawaru = WARNA berubah)
(SORA ga akai = LANGIT memerah)
(SAKURA ga Kirei da = SAKURA indah)
Catatan:
Kata yang dicetak dengan huruf kapital merupakan subjek dalam kalimat bahasa Jepang

Pengenalan tentang Partikel (GA) dalam bahasa Jepang bagian III


Salah satu fungsi partikel yaitu untuk menunjukan sisi atau bagian tertentu dari topik
kalimat/pembicaraan.
Misalnya :
(Kanojo wa se ga takai = Wanita itu pundak (badannya)nya tinggi)
(Kono himo wa chotto nagasa ga mijikai = Tali ini
panjangnya pendek)
(Watashi wa kami ga mijikai = Saya rambutnya pendek)

Pengenalan tentang Partikel (WO) dalam bahasa Jepang bagian I


Partikel berfungsi untuk menyatakan objek penderita langsung dari suatu tindakan. Kata
kerja yang menjadi predikat dalam kalimat ini adalah kata kerja transitif ( = Tadoshi).
Misalnya :
(Hon wo yomu = Membaca buku)
(Uso wo iu = Berkata dusta)

( Mono wo kowasu= Merusak Barang)


(Ana wo Horu = Menggali lubang)
(Hito wo aisuru = Mencintai manusia)
Ket :
Kata-kata yang menjadi objek
Hon = Buku
Uso = Dusta
Mono = Barang
Ana = Lubang
Hito = Orang/manusia
Kata Kerja yang menjadi predikat :
Yomu = Membaca
Iu = Mengucapkan/berkata
Kowasu = Merusak
Horu = Menggali
Ai suru = Mencintai

Berikut ini adalah 20 gramatika yang biasa digunakan oleh Anak perempuan dalam anime (J-SLANK)
Note: yang didalam kurung berarti bentuk biasa (sopan-nya)
1. ~te/~nai de = Biasa digunakan untuk menyuruh/melarang sesuatu.
Contoh:
-Onegai, himitsu ni shite.. (Onegai, himitsu ni shite kudasai.) Ku mohon rahasiakan hal ini.
-sawannaide! (Sawaranaide kudasai!) Jangan sentuh aku!
2. ~tageru (~te ageru)
Contoh: Atashi tori-mottatageru yo. (Watashi ga tori-motte agemasu yo.) = Biar aku yang yang ngasih deh.
3. ~cha dame (~te wa ikenai) = Digunakan sebagai bentuk larangan.
Contoh: Dame jyan. Katte ni haiccha. (Katte ni haitte wa ikemasen.) = Dilarang menerobos.
4. ~nakya/~nakucha/~nakya dame (nakereba naranai) = harus
Contoh:
-Otonappoku shinakya to omotte.. (Otonappoku shinakereba naranai to omoimashite.) = Sepertinya aku
harus terlihat dewasa.
-Hayaku sagashi-dasa nakucha. (Hayaku sagashi-dasanakereba naranai.) = Aku harus menemukannya
dengan cepat.
- Ishho janakya dame. (Issho denakereba naranai.) = Kita harus tetap sama-sama.
5. ~tteba (~wa, to ieba) = Digunakan sebagai bentuk penegasan. Dalam bentuk positif, menandakan
sedang membicarakan seseorang. Dalam hal negatif, merupakan bentuk kekesalan pembicara karena
harus mengulang2 perkataannya.
Contoh:

- Aitsutteba sugo~i. (Ano kata wa sugoi desu.) = Orang itu hebat deh.
- Mo~ iin datte ba. (Mou iin desutte.) = Sudah cukup kubilang!
6. ~kamo (~kamoshirenai) = mungkin
Contoh: Wtashi kara CHOKO moratte mo meiwaku kamo.. (Watashi kara CHOKORE~TO wo moratte mo
meiwaku kamo shiremasen.) = Mungkin dia akan merasa terganggu mendapat coklat dari ku.
7. ~kedo = tetapi (sebenarnya~)
Contoh: Yoku wakannai kedo... (Yoku wakarimasen ga..) Aku juga sebenarnya nggak ngerti sih..
8. ~noni = padahal
Contoh: Sekkaku nakayoku nareta noni... = Padahal kita sudah menjadi teman baik..
9. ~ndakara = karena
Contoh: Okotterun dakara ne. (Okotte irun desu kara ne.)
10. ~shi = dan, lagipula => digunakan untuk menjelaskan lebih dari 1 alasan. Meskipun jika alasan yg
diungkapkan hanya satu, maksud sebenarnya adalah ada alasan selain yang disebutkan.
Contoh: Atashi ni wa suki na hito ga iru shi! (Watashi ni wa suki na hito ga imasu kara.) = Lagipula ada
orang yang aku suka.
11. ~desho? (~deshou) = Digunakan untuk mengkonfirmasi sesuatu. Si pembicara dalam hal ini
mengharapkan bahwa lawan bicara juga berpendapat yang sama dengannya.
Contoh: Kore de wakatta desho?! (Kore de wakatta deshou.) = Sekarang kau sudah mengerti kan?!
12. ~chau/~chatta/~chaou (~te shimaimasu/~te shimaimashita/~te shimaimasho) = Biasa digunakan untuk
menunjukan ketuntasan akan suatu hal/pekerjaan. Bisa juga untuk sesuatu yang tidak menyenangkan.
Contoh:
- Kya~ chikoku shicchau. (A~ chikoku shite shimaimasu.) = Duh, bakalan telat deh.
- Homerarechatta. (Homerarete shimaimashita.)
- PAPA ni nedacchau. (Otousan ni nedatte shimaimashou.)
13. ~shina yo (~nasai yo) = Digunakan untuk memperhalus perintah
Contoh: Hayaku shina yo! (Hayaku shinasai yo.) = Cepetan dong!
14. ~yo/~yo ne = digunakan sebagai penegasan.
Contoh:
- Kore, PUREZENTO yo. (Kore, PUREZENTO desu yo.) = Ini hadiah untuk mu.
- Yappari akogareru yo ne~. (Yappari akogaremasu ne.) = Tentu saja dia menarik.
15. ~mon/~datte...mon (~mono/~naze nara...kara nan desu) = dikarenakan
Contoh:
- Minna itteru mon. (Minna itte imasu kara.) = Karena semua orang bilang begitu.
- Datte ie kara gakkou tooin da mon. (Naze nara ie kara gakkou ga tooi kara nan desu.) = Itu karena
rumahku jauh dari sekolah.
16. ~jya nai/~jyan (dewa nai desu ka) = merupakan pertanyaan retorikal ketika membantah/tidak setuju atas
pernyataan seseorang.
Contoh:
- Sonna hito iru wake nai jya nai. (Sonna hito iru ga wake ga nai dewa nai desu ka.) = Oh, nggak mungkin

ada orang kayak gitu kan.


- Kokurareteta jyan! (Kokuhaku sarete ita dewa nai desu ka.) = Dia menyatakan cinta padamu kan?!
17. ~kana/~kashira (~darou ka) = Digunakan sebagai ungkapan keragu-raguan, untuk memprediksi
sesuatu (mendumel/bertanya-tanya kepada diri sendiri).
Contoh:
- Nani iro RIBON ni shiyou kana. (Nani iro RIBON ni shimashouka.) = Duh, pakai pita yang mana yah..
18. ~no/~no yo (no da) = Dalam bentuk tanya, digunanakan untuk menunjukkan rasa ingin tahu yang
dalam, terkadang merupakan bentuk sedikit menuduh.
Dalam kalimat positif merupakan bentuk penegasan, keteguhan hati.
Contoh:
- Nande nigeru no~? (Doushite nigerun desu ka?) = Kenapa kau kabur?
- Yappari aitaku naru no. (Yappari aitaku narun desu.) = Tentu saja aku rindu (ingin bertemu).
- Ima go-kigen naname na no yo. (Ima go-kigen ga yokunain desu yo.) = Hey, saat ini perasaan ku sedang
tidak baik nih!
19. ~wa/~wa yo (yo) = Digunakan untuk menekankan informasi atau menunjukkan penilaian akan suatu hal.
Contoh:
-Watashi kare to kekkon shitai wa. (Watashi kare to kekkon shitai desu.) = Aku ingin menikah dengannya.
-Kaeru wa yo. (Kaerimasu yo). Aku akan pulang.
20. ~ttara (~wa... to ittara)= Digunakan untuk menekankan subjek pembicaraan.
Contoh: Karettara shinjirannai. (Kare no koto wa shinjiraremasen.) = Dia sih tak bisa dipercaya

Kata Kerja yang muncul dalam artikel sebelumya :


(Jisatsu suru) = Bunuh Diri
(Ijime wo ukeru) = Menerima/mengalami ejekan
(Yobu) = Memanggil
(Hanashi wo Kiku) = mendengar cerita
(Wakaru) = Mengerti/mengetahui
(Tashikameru) = Memastikan.
(Oeru) = Menyelesaikan
(Iu) = Mengatakan
(Jisshi suru) = Menerapkan/melaksanakan
(Setsumei suru) = Menjelaskan
(Shiraberu) = Menyelidiki
(Mokugeki suru) = Menyaksikan
(Shogen suru) = Bersaksi (memberi kesaksian)

Ada 8 pembicara dengan gaya bicara berbeda yang muncul kali ini: A = Anak lakiB = Anak perempuanC =
Lelaki slengeanD = SamuraiE = Kakek-kakekF = Asisten pribadiG = Wanita dewasaH = Orang Osaka

Mau tau apa bedanya?? Yuk kita check!!-----------------------------------------------1. Ungkapan menyebut diri
sendiri (Watashi ~wa~desu).A = Boku~tte iun da.B = Atashi~.C = Ore~ wa~ da.D = Sessha ~ to mousu
mono de gozaru.E = Washi ~wa~ja.F = Watakushi~de gozaimasu.
G = Watakushi~ to moushimasu no.
H = Wate/Washi~ iiman nen.
2. Menanyakan nama kepada seseorang (O-namae wa/Anata no namae wa?)
A = Kimi, namae nan to iu no?
B = Anata dare na no?
C = Temee, nani mono da?D = Na o nano rei/na o nanorare yo.
E = Anta namae wa nan to iunja?
F = O-namae o ukagatte moyoroshii deshou ka?
G =Anata, o-namae wa?
H = Ware, nani mon ya?
3. Ungkapan salam (semacam Ohayou gozaimasu/Konnichiwa)A = Ohayou.
B = Ohayo!C = Yoo, ossu.D = Go-kigen ikaga de gozaru ka?E = Oo you kita nou.F = Omezama wa ikaga
desu ka?
G = Go-kigen you.H = Maido.
4. Ungkapan perpisahan (Sayounara/Dewa, mata.)
A = Bai-bai.
B = Jaa ne.
C = Jaa na/Abayo.
D = Saraba ja/Shikkei/Shitsurei tsukamatsuru.
E = Kaeru ka nou.
F = Shitsurei itashimasu.
G = Go-kigen you.H = Honana/Hona.
5. Ungkapan terimakasih (Arigatou gozaimasu).
A = Arigatou.B = Arigatoo/Arigato ne.
C = Arigato yo/Sankyu/ Warii na (warui na).

D = Katajikenai/Rei o iu zo/ Arigataki shiawase.E = Arigatai nou.F = Arigatou gozaimasu.G = Ara,


arigatou.H = Ooki ni.
6. Ungkapan maaf (Sumimasen).A = Gomen ne.
B = Gomen ne.C = Warukatta na.
D = Sumanu/Menbokunai.
E = Suman nou.
F = Moushiwake gozaimasen.G = Gomen nasai.
H = Summasen/Kannin.
7. Menyatakan benar (Hai, sou desu).
A = Un, sou da yo.B = Un, sou yo.C = Aa, sou da ze.D = Umu, sayou de gozaru.E = Oo, sou ja.F = Hai,
sayou de gozaimasu.G = Ee, sou desu wa.H = Ou, seya de.
8. Menyatakan salah (Iie, chigaimasu).A = Uun, chigau yo.B = Uun, chigau wa yo.C = Iya, sorya de makase
da ze.D = Ina sore wa machigoute oru.E = Uumu sore wa chigau nou.
F = Iie, sono youna koto wa gozaimasen.
G = Iie, sono youna koto wa nakutte yo.H = Iya, chau de.
9. Menyatakan boleh/ok (ii desu).
A = Ii yo.B = Ii wa yo.C = Ii ze.D = Yoki koto.E = Yoi zo. Een ja.F = Yoroshuu gozaimasu.
G = Yoroshikutte yo.H = Ee de.
10. Menyatakan tak boleh (Dame desu).A = Dame da yo.
B = Dame yo.
C = Yabaitte/Ya da ne.D = Yurusare nu/Shouchi itashi kaneru.E = Dame Ja.
F = Oyoshi kudasai.G = Sore wa oyoshi ni natte/Dame desu wa.H = Akante.

Ayo belajar menghafal kata sifat bentuk i.


(Omoshiroi) = Menarik/lucu
(Oishii) = Enak/Lezat
(Ishogashii) = Sibuk
(Tanoshii) = Menyenangkan/menggembirakan
(Shiroi) = Putih
(Kuroi) = Hitam

(Akai) = Merah
(Aoi) = Biru
(Chikai) = Dekat
(Tooi) = Jauh
(Hayai) = Cepat (pergerakan)
(Hayai) = Cepat (waktu)
(Osoi) = Lambat

Belajar membuat kalimat dengan kosakata bahasa Jepang


(Furui) = Tua/Lama
(Furui Ie ni sumu) = Tinggal di rumah tua
(Chuuko) = Bekas
(Chuuko no kuruma wo kau) = Membeli mobil bekas
(Iu) = Mengatakan/Menyebutkan
(Namae wo iu) = Menyebut nama
(Hougen) = Dialeg/Logat daerah
(Hougen wo shaberu) = Berbicara logat daerah.
(Kogoto) = Teguran
(Kogoto wo naraberu) = Menegur berulang-ulang.
(Dengon) = Pesan suara
(Dengon wo kiku) = Mendengar pesan suara
(Uta) = Lagu
(Uta wo utau) = Menyanyikan lagu.
(Kashu) = Penyanyi
(Kashu ni naru) = Menjadi penyanyi.

Minasan Ohayou gozaimasu. Kyo mo ichi nichi gambarimashou.


Selamat pagi semuanya. Ayo tetap semangat sepanjang hari ini.
Biar semangat satu lagi peribahasa Jepang pagi ini :
(Kabe ni mimi ga ari, shouji ni me ga ari)
(Kabe) = Dinding
(Mimi) = Telinga
(Shouji) = Pintu Kertas ala Jepang yang bisa digeser
(Me) = Mata

Terjemahannya :
Dinding bertelinga, Pintu bermata.
Artinya :
Kita tidak tahu siapa yang sedang mendengarkan atau sedang melihat sesuatu yang kita
kerjakan. Oleh karenanya sering kali sesuatu yang kita rahasiakan mudah bocor.

Kyou no Tango desu = Kosakata hari ini


(Kaijo) = Tempat?Balai Pertemuan
(Hiroba) = Lapangan
(Genshoku) = Warna dasar
(Kiiro) = Warna Kuning
(Shikishi) = Kertas berwarna
(Taberu) = Makan
(choushoku) = Makan pagi
(Kuu) = Makan (non formal)
Contoh Kalimat :
(Kaijou he iku)
(Hiroba de odoru)
(Hikari no sangenshoku)
(Kiiro e no gu )
(Shikishi ni Kaku)
(Asa gohan wo taberu)
(O medama wo kuu)

Aksara Kanji yang dipelajari Anak kelas 4 SD beserta contoh kalimatnya.


(Sanpo) = Jalan-jalan
(Bunsan) = Membagi-bagi
(Kubetsu) = Membedakan
(Wakare) = Perpisahan
(Shio) = Garam
(Enbun) = Kadar garam
(Ijou) = lebih dari
(Igai) = Selain/diluar
Contoh penggunaannya dalam kalimat sederhana :

1. (Kouen de sanpo suru)


2. (Okane wo bunsan suru)
3. (Iro wo kubetsu suru)
4. (Wakare no tegami)
5. (SHio wo kakeru)
6. (Enbun ga ooi)
7. (Kore ijou wa ienai)
8. (Sore igai no koto)

Aksara kanji yang dipelajari anak kelas 1 SD


(Ichi) = Satu
(Migi) = Kanan
(Shita) = Bawah
(Hi) = Api
Yuk kita coba, ada yang bisa mengartikan kata-kata berikut yang menggunakan keempat
kanji di atas ngga ya .....
1. (Ichi nichi)
2. (Ik kai)
3. (Hito tsu)
4. (Sa yuu)
5. (Migi ashi)
6. (U setsu)
7. (Rouka)
8. (Jouge)
9. (Shita gawa)
10. (Oriru)
11. (Ka zan)
12. (Hana bi)

Bagi yang belum sempat menjawab arti kanji kemarin, berikut beberapa Aksara kanji
lainnya yang dipelajari anak kelas 1 SD di Jepang.
(Ame) = Hujan
(Ou) = Raja

(En) = Yen (mata uang Jepang)/Bulat


(Hana) = Bunga
Sekarang contoh kata2 yang menggunakan aksara kanji di atas.
1. (Uten)
2. (Ooame)
3. (Ama gaza)
4. (Ou sama)
5. (Ou ji)
6. (Ou koku)
7. (Daiou)
8. (Juu en)
9. (En ban)
10. (Marui Sara)
11. (Ka dan)
12. (Hana bira)

1. (Uten) = Cuaca hujan


2. (Ooame) = Hujan deras
3. (Ama gasa) = Payung hujan
4. (Ou sama) = Raja
5. (Ou ji) = Pangeran
6. (Ou koku) = Kerajaan
7. (Daiou) = Raja Agung
8. (Juu en) = 10 Yen
9. (En ban) = Cakram
10. (Marui Sara) = Piring bundar
11. (Ka dan) = Bak bunga
12. (Hana bira) = Kelopak bunga

Aksara Kanji Kelas 1 SD (Lanjutan)


(Kyuu) = Sembilan
(Yama) = Gunung
(Ue) = Atas
(Onna) = Perempuan
Contoh penggunaan dan cara bacanya.
1. (KYUU hiki)
2. (KUKU)

3. (KOKONO ka)
4. (KOKONO tsu)
5. (Fuji SAN)
6. (YAMA nobori)
7. (JOU kuu)
8. (Kawa KAMI)
9. (UWA baki)
10. (NOBOru)
11. (AGAru)
12. (JO shi)
13. (Ou JO)
14. (ONNA no Ko)
1. (KYUU hiki) : 9 ekor
2. (KUKU) : Kalian
3. (KOKONO ka) : Tgl 9
4. (KOKONO tsu) : 9 buah
5. (Fuji SAN) : Gunung Fuji
6. (YAMA nobori) : Naik / mendaki gunung

7. (JOU kuu) : Udara di atas


8. (Kawa KAMI) : Hulu Sungai
9. (UWA baki) : Selop
10. (NOBOru) : Mendaki
11. (AGAru) : Naik / Meningkat

12. (JO shi) : Wanita / Putri


13. (Ou JO) : Putri Raja
14. (ONNA no Ko) : Anak perempuan

Peribahasa Hari ini.....


(Tetsu wa atsui uchi ni Ute ) == Tempalah besi selagi panas.

(Tetsu) = Besi
(Atsui) = Panas (benda)
(... uchi) = Selagi/ketika ....
(Utsu) = Memukul
Arti Peribahasa :
Seseorang harus ditempah/disiapkan/diajarkan semenjak usia belia (usia yang masih
memiliki fleksibilitas untuk diajarkan). Atau ... Kita harus melakukan yang seharusnya
dilakukan sebelum terlambat ... jika tidak akan semakin sulit untuk melakukannya.

Jawaban Penggunaan Kata sambung.


1. ()
Kyou wa atsukatta. (dakara) aisukuri-mu wo tabeta.
Hari ini (udaranya) panas. (Karena itu) saya makan es krim.
2. ()
Eki made hashitte itta. (shikashi) densha ni maniawanakatta.
Saya sudah pergi dengan berlari sampai stasiun. (Tetapi) keretanya tidak terkejar.
3. ()
Kuroi kumo ga detekita. (suruto) ame ga furidashita.
Awan hitam muncul (Selanjutnya) hujan turun.
4. ()
Ame ga yanda (node) soto ni asobi ni itta.
Karena hujan telah berhenti, saya bermain ke luar.
5. ()
Kyou wa kare- raisu ni shiyouka (soretomo) omuraisu ni shiyouka.
Hari ini makan nasi kare (atau) makan nasi omlet ya.

Contoh Kata Kerja Transitif (TADOUSHI) dan Kata Kerja Intransitif (JIDOUSHI) serta contoh
kalimatnya (Bag 6).
Siap untuk belajar lagi tentang kata kerja transitif dan intransitif bahasa Jepang??
1. (Kimemasu) = Memutuskan, menetapkan, menentukan
(Kodomo no namae wo kimemasu) = Menentukan nama anak.
2. (Kimarimasu) = ditetapkan, diputuskan.
(Daitouryou ga kimarimashita) = Presiden telah ditetapkan

3. (Kirimasu) = Memotong
(Hasami de kirimasu) = Memotong kertas dengan gunting
4. (Kiremasu) = Terpotong
(Kami de yubi ga kiremasu) = Jari terpotong (terluka) kertas
5. (Ki wo tsukemasu) = Menaruh perhatian (waspada)
(Densha ni ki wo tukemasu) = Menaruh perhatian (waspada) terhadap
kereta listrik
6. (Ki ga tsukimasu) = Menjadi sadar/tahu.
(Machigai ni ki ga tsukimashita) = Menyadari kesalahan
7. (Keshimasu) = Menghapus, memadamkan
(Hi wo keshimasu) = Memadamkan api.
8. (Kiemasu) = lenyap, padam
(Hi ga kiemasu) = Api padam
9. (Komemasu) = memuat, memasukan.
(Kaban ni nimotsu wo komemasu) = Memasukan barang bawaan
kedalam tas
10. (Komimasu) = menjadi penuh
(Densha ga hito de komimasu) = Kereta listrik (menjadi) penuh dengan
orang

Contoh Kata Kerja Transitif (TADOUSHI) dan Kata Kerja Intransitif (JIDOUSHI) serta contoh
kalimatnya (Bag 7).
Sambil menanti datangnya Natal, ayo tetap semangat belajar bahasa Jepang.
1. (Kowashimasu) = Merusak
(Tokei wo kowashimasu) = Merusak jam
2. (rusak)
(Tokei ga kowaremasu) = Jam rusak
3. (Sashimasu) = Menusuk
(Hari wo sashimasu) = Menusukan jarum
4. (Sasarimasu) = Tertusuk
(Hari ga sasarimasu) = Jarum tertusuk

5. (Sagemasu) = Menurunkan
(Nedan wo sagemasu) = Menurunkan harga
6. (Sagarimasu) = Turun
(Nedan ga sagarimasu) = Harga turun.
7. (Sawarimasu) = Menyentuh, merabah
(Te de mado ni sawarimasu) = Menyentuh jendela dengan tangan
8. (Furemasu) = Tersentuh
(Te ga mado ni furemashita) = Tangan tersentuh di jendela.
9. (Shimasu) = Melakukan, membuat menjadi
(Heya wokuraku shimasu) = Membuat kamar menjadi gelap
10. (Narimasu) = Menjadi
(Heya ga kuraku narimasu) = Kamar menjadi gelap.

Sakura - Moriyama Naotaro


(Bait 1)
(Boku ra wa kitto matteru)
(Kimi to mata aeru hibi wo)
(Di Hari yang sangat kita nanti-nantikan, untuk dapat bertemu dengan mu)
(Sakura namiki no michi no ue de)
(Te wo furi sakebu yo)
((aku) berteriak dan melambaikan tangan di atas jalan yang tumbuh deretan pohon
sakura, )
Pembahasan :
(Boku ra) = Kita, berasal dari kata (Boku) = Saya (tunggal) + (Ra) = (bentuk
jamak atau sama dengan tachi)
(Kitto) = Penuh harapan
(Matteru) berasal dari kata (Matsu) = Menunggu
(Matteru) adalah bentuk percakapan dari (Matteiru) dimana huruf (i)
dihilangkan.
(Kimi) = Kamu, loe.
(Aeru) = dapat bertemu, Berasal dari kata (Au) = bertemu.
(Hibi) = hari-hari, bentuk pengulangan dari kata (Hi) = Hari
(Sakura nami ki) = Deretan pohon sakura

(Michi) = Jalan
(Ue) = atas
(De) = Partikel yang menunjukkan tempat berlangsungya suatu pekerjaan/kegiatan.
(Te) = Tangan
(Furi) berasal dari kata (Furu) = Menggoyangkan, mengayunkan, melambaikan.
(Sakebu) = Berteriak
Sakura - Moriyama Naotaro
(Bait 2)
( Donna ni kurushii toki mo)
(Kimi wa waratteiru kara)
( Karena engkau (tetap) tertawa di saat sesusah apa pun)
(Kujikesou ni narikakete mo)
(Gambareru ki ga shita yo)
( Aku merasa bisa bersemangat, meskipun hampir terjatuh )
(Kasumiyuku keshiki no naka ni)
(Ano hi no uta ga kikoeru)
( Di dalam pandangan yang mulai berkabut terdengar lagu hari itu)
-----------------------------------------------------------------------------------------Pembahasan :
(Donna) = yang mana
(Kurushii) = Menyakitkan, susah.
(Toki) = Waktu, saat.
(Waratteiru) = sedang tertawa, berasal dari kata (Warau) = tertawa.
(~kara) = karena ...
(Kujikesou) = seperti akan keseleo, atau patah semangat, berasal dari kata
(kujikeru)= keseleo, patah semangat.
(narikaketemo) berasal dari kata (narikaketemo) = hampir
menjadi.
(gambareru)= bisa bersemangat, berasal dari kata (Ganbaru) =
bersemangat.
(ki ga suru)= merasa.
(kasumi)= kabut
(keshiki) = pemandangan

(naka) = dalam
(Uta) = lagu
(Kikoeru) = Terdengar
Sakura - Moriyama Naotaro
(Bait 3) # Ref
(Sakura-sakura ima sakihokuru)
(Setsuna ni ciru yuku sadame to sitte)
(Sakura-sakura takdirmu sekarang bermekaran seindah-indahnya, tak lama kemudian
berguguran)
(Saraba tomo yo tabi dachi no toki)
(Kawaranai sono omoi wo ima)
(Selamat tinggal sahabat, saat engkau pergi berkelana, kenangan yang tak kan berubah itu
sekarang... )
Pembahasan
(Sakura) = Bunga sakura yang biasanya melambangkan persahabatan
(Sakihokoru) = Bermekaran dengan indah, berasal dari dua kata kerja yaitu
(Saku) = Mekar dan (Hokoru) = Bangga (merasa unggul daripada yang lain)
(Setsuna) = Waktu yang singkat
(Chiruyuku) = jatu berguguran
(Sadame) = ketentuan, takdir
(Shitte) berasal dari kata (Shiru) = Mengetahui, mengenal.
(Saraba) = Selamat tinggal atau sayounara.
(Tomo) = Sahabat
(Tabidachi) = Memulai perjalanan/pengembaraan.
(Toki) = Waktu, saat.
(Kawaranai) = Tidak berubah
(Sono) = ... itu
(Omoi) = Ingatan, kenangan, berasal dari kata (Omou) = Mengenang.
Sakura - Moriyama Naotaro
(Bait 4)
(Ima nara ieru darouka)
(Itsuwari no nai kotoba)
(Bisakah sekarang terucap kata-kata tanpa kebohongan)
(Kagayakeru kimi no mirai wo)
(Negau honto no kotoba)
(Kata-kata jujur yang mengharapkan masa depanmu yang berkilau)
(Utsuriyuku machi wa marude)

(Bokura wo sekasuyouni)
( Jalanan yang beranjak berubah, bagaikan mengejar-ngejar kita)
Pembahasan
(Ieru) = Bisa mengatakan, berasal dari (Iu) = mengucapkan, mengatakan.
(~darou) : bentuk dugaan
(Itsuwari) = kepalsuan, kebohongan
(Kotoba) = Kata-kata
(Kagayakeru) = Bercahaya, berkemilau.
(Kimi) = Kamu
(Mirai) = Masa depan
(Negau) = Memohon
(Honto) = Sungguh
(Utsuriyuku) = Beranjak berubah, berasal dari kata (Utsuru) = Berpindah,
berubah dan (Yuku) = Pergi
(Machi) = Jalan
(Bokura) = Kita
(Sekasu) = Memburu, mengejar
~ (Marude ~ Youni) = Seperti, bagaikan.
Sakura - Moriyama Naotaro
(Bait 5)
(Sakura Sakura tadamaiochiru)
(Itsuka umarekawaru toki wo shinji)
(Sakura, Sakura hanya jatuh melayang, dengan keyakinan suatu saat nanti akan terlahir
kembali)
(Naku na tomo yo sekibetsu no toki)
(kazaranai ano egao de saa)
(Janganlah kau menangis di kala perpisahan yang tak terelakan ini, jangan biarkan hal itu
menghiasi (merusak) senyumanmu)
Pembahasan
(Tada) = Hanya
(Maiochiru) = Jatuh melayang, berasal dari kata (Mau) = Menari, melayanglayang dan (Ochiru) = Jatuh
(Itsuka) = Suatu saat nanti
(Umarekawaru) = Lahir kembali, berasal dari kari kata (Umareru) =
Lahir dan (Kawaru) = Berubah
(Toki) = Waktu, saat
(Shinji) Berasal dari kata (Shinjiru) = Mempercayai, meyakini
(Naku) = Menangis
(Tomo) = Teman

(Sekibetsu) = Perpisahan yang tak terelakan


(Kazaranai), bentuk negatif dari (Kazaru) = Menghias
(Ano) = Yang itu
(Egao) = Senyuman
(Bait 6) Owari.
(Sakura Sakura izamaiagare)
(Towa ni sanzameku hikari wo abite)
(Sakura Sakura melayanglah tinggi, bermandikan cahaya yang bersorak abadi )
(Saraba to mo yo matakono bashou de aou)
(Sakura mai chiru michi no)
(Sakura mai chiru michi no ue de)
(Selamat tinggal sahabat, Sampai ketemu lagi ditempat ini, di atas jalan (makna ambigunya
: tempat yang belum diketahui) sakura berguguran)
Pembahasan:
(Iza) =
(Maiagaru) = melayang ke atas
(Towa) = Selamanya
(sanzameku) = Bersorak
(Hikari) = Cahaya
(Abiru) = Bersiraman/Bermandikan
(Saraba) = Selamat tinggal
(Tomo) = Sahabat, teman, kawan
(Kono) = Ini
(Basho) = Tempat
(Au) = Bertemu, berjumpa
(Maichiru) = Jatuh berguguran
(Michi) = Bisa (Michi) = jalan atau (Michi) = Belum diketahui.
(Dalam syair lagu bahasa Jepang sering kata-kata tertentu tidak dituliskan dalam kanji
tetapi hanya hiragana yang secara sengaja dilakukan untuk menimbulkan makna ambigu)
(Ue) = Atas

.
Danjikiake omedetou gozaimasu. Ayamatte iru koto ga takusan aru kara Oyurushi kudasai
<Selamat Idul Fitri. Mohon Maaf karena banyak kesalahan yang diperbuat.> ied mubaroq
1435 h.
mewakili para admin <rijyun>

Mengutarakan Tema:

[TATA BAHASA ] Banyaknya variasi pola kalimat yang


dibentuk dengan kata bantu dalam bahasa
Jepang sudah tidak asing lagi. Berikut pola
tata bahasa hasil bentukan kata bantu
NI: 1. --- (tentang/mengenai/
sesuatu, berkenaan dengan)
a.
Konpyta ni tsuite benky shitai
to omotte iru, Saya berpikir ingin belajar
tentang komputer.
b.
Konpyta ni tsuite no hon o yonde
iru_Saya sedang membaca buku berkaitan
dengan komputer.
. --- (bagi seseorang) Jika dilihat
dari status/posisia.

Rygakusei ni totte,
Nihon no bukka ga takai koto wa taihen'na
mondaida.Bagi mahasiswa asing, mahalnya
harga barang di Jepang sangat bermasalah.
b.
Rygakusei ni totte no
mondai wa, Nihon no bukka ga takai
kotoda_Mahalnya harga barang di Jepang
adalah masalah bagi mahasiswa asing.
3. --- (atau ) Terhadap
sesuatua.

Honde wa, meue no hito ni taishite


keigo o tsukau.Di Jepang, bahasa hormat
digunakan kepada orang atas atau lebih
tua dari kita.
b.
Meue no hito ni taisuru

kotobadzukai ni kiwotsukey. Berhatihatilah terhadap budi bahasa kepada orang


atas atau lebih tua dari kita.
4. --- (di suatu tempat)a.
6
Konsto wa 6-ji kara, shimin
kaikan ni oite okonawa reru. Konser akan
diselenggarakan mulai jam 06:00 di Balai
Sipil.
b.
Ronbun no kakikata no
rru wa, dono bun'ya ni oite mo onajida
Aturan cara tulis skripsi di bidang mana
pun sama.
c.
Shakai ni okeru rru o shiranai
wakamono ga i.Banyak muda-mudi yang
tidak tahu tata krama dalam masyarakat.
5. --- sebagai jabatan, posisi,
status, kualifikasia.
Kare
wa watashi-hi rygakusei to shite Nihon e
kitaa datang ke Jepang sebagai mahasiswa
atas biaya sendiri.
b. Kare
ni wa kyshi to shite no jikaku ga
nai__Baginya tidak ada kesadaran berprofesi
sebagai guru/pengajar.

Pelajaran ke tigaini apa?apakah ini?


kaiwapercakapan

Tono : nomimono wo douzo=silahkan minumannya.

Yamada : Hai, itadakimasu=terima kasih atas hidangannya.(diucapkan sebelum

makan+minum)
Tono : Kore ha nan desu ka=apakah ini?

Tono : Esu chendoru desu. Indonesia no nomimono desu=ini es cendol. Minuman asal/dari
indonesia.

Yamada : oishii desu ne. gochisou sama=enak ya. Terimakasih atas


hidangannya(diucapkan setelah makan+minum)

Tono : mou ippai ikaga desu ka=apakah mau tambah 1gelas lagi?

Yamada : iie, mou kekko desu=tdk, sudah cukup. (terimakasih=menolak dengan secara
halus)

Yamada : ko-hi- ha dore desu ka=kopi yang mana?/yang mana kopinya?

Tono : ko-hi- ha kore desu=kopi yang ini/ini adalah kopi.

Yamada : ko-hi- kappu ha dore desu ka=gelas kopi yang mana?/yang mana gelas kopinya?

Tono : kore desu. Douzo=yang ini. silahkan

Yamada : arigatou gozaimasu=terima kasih.


bunkeicontoh kalimat
1. nomimono wo douzo=silahkan minumannya.
2. ocha wo douzo=silahkan teh nya.
3. ko-hi- wo douzo=silahkan kopinya.
4. okashi wo douzo=silahkan camilan/kue nya.
5. ame wo douzo=silahkan permennya.
6. kore ha nan desu ka=apakah ini?/ini apa?
7. kore ha dejikame desu=ini adalah sebuah digital kamera.
8. sore ha aipo-do desu=itu adalah sebuah ipod.
9. are ha pidi-e=itu(jauh) adalah sebuah pde
10. dore desu ka=yang mana?(untuk menentukan memilih sebuah benda)
11. kore ha Indonesia no nomimono desu=ini adalah

minuman dari/asal Indonesia.


12. kore ha watashi no pen desu=ini adalah bullpen milik saya.
13. sore ha sensei no kaban desu=itu adalah tasnya milik guru.
14. are ha dare no kuruma desu ka=mobil itu miliknya siapa?/siapa
yang memiliki mobil itu?
15. are ha nihon no kuruma desu yo=itu adalah nobil dari/buatan
jepang.
16. mou ippai ikaga desu ka=apakah mau tambah 1gelas
lagi?
17. mou hitotsu onengai shimasu=tolong berikan 1lagi.
18. ima ha mou osoi desu=sekarang sudah terlambat.(waktu0
19. mou maniaimasen=sudah terlambat.(waktu)
20. mou sugu uki desu ne.=akan segera tiba turunnya musim hujan
ya.
21. mou nani mo arimasen=sudah tidak ada apa~apa lagi.
22. dore ga ko-hi- kappu desu ka=yang mana gelas
kopinya?/gelas kopinyua yang mana?
23. nani ga oishii desu ka=apa (nya)yang enak?
24. dare ga ikimasu ka=siapa yang akan pergi?/yang akan pergi siapa?
25. doko ga itai desu ka=ada 2 arti. Ingin tinggal dimana? Ingin pergi
kemana?
26. itsu ga itai desu ka=kapan ingin perginya?/ingin pergi kapan?

GODAN DSHI ( ) ..
TE KEI : Kata kerja bentuk sedang, perintah
Cara merubah JISHO KEI ( ) Ke bentuk TE KEI : =(Kata kerja bentuk sedang, perintah)=
Caranya sebagai berikut, dan perubahan bentuk/konjugashi ini perlu di ingat yah ==> U , TSU, SU, BU, GU, RU, MU,
NU, KU <== di HILANGKAN dan di GANTI sesuai pola di bawah ini:
U ,TSU,RU ==> Tte ( )
MU,NU,BU ==> Nde ( )
KU ==> Ite ( )
GU ==> Ide ( )
SU ==> Shite ( )
Ini admin kasih 2 contoh:
()-yoMU- = membaca
()-kaKU- = menulis.
Perhatikan ==> ()-yoMU- = membaca ..
Lalu huruf akhiran => MU () dihilang kan, brati tinggal ==> () YO..

Lalu baru kita tambahkan bentuk TE KEI .


() YO+ NDE " maka menjadi ==> YONDE (...)
2: ()-kaKU
Menjadi ==> KAITE ()
RENSHUU/LATIHAN:
"Rubahlah kata kerja di bawah ini ke bentuk TE KEI
kau =membeli
narau =belajar
arau =mencuci
iku =pergi
kaku =menulis
hiku =menarik
kiku =mendengar;menanyakan
hanasu =berbicara;mencertakan
naosu =memperbaiki;mengoreksi;menyemb
uhkan
dasu =mengeluarkan
matsu =menunggu
katsu =menang
utsu =memukul
shinu =mati
nomu =minum
yomu =membaca
sumu =tinggal
uru =menjual
aru =ada
damaru =diam
tsukuru =membuat
oyogu =berenang
kogu =mendayung
hakobu =mengangkut
asobu =bermain
narabu =berbaris;berjejer

GODAN DSHI ( ) ..
JISHO KEI
Ciri-ciri dari kata kerja ini adalah kata kerjanya selalu berakhiran dengan huruf : U , TSU,
SU, BU, GU, RU, MU, NU, KU..
Contoh kata kerja yg termasuk GODAN DOOSHI dan ini adalah bentuk JISHO
KEI Kata kerja bentuk kamus
()-au- = bertemu
()-au- = cocok/sesuai

()-tatsu- = berdiri
()-hanasu-= bercerita/berbicara
()-tobu- = terbang
()-oyogu- = berenang
()-wakaru-= mengerti / tahu
()-yomu- = membaca
()-kaku- = menulis
()-shinu = Mati/Tewas
Perhatikan akhiran kata2 kerja di atas, ==> U , TSU, SU, BU, GU, RU, MU, NU, KU. dan
itulah ciri2 kata kerja GODAN DOOSHI ( ).. Jangan sampai lupa
/keliru.

DOOSHI ( = Kata Kerja) Dalam Bahasa Jepang


Kata kerja dalam bahasa Jepang terdiri dari 5 (lima) golongan, yaitu :
GODAN DOOSHI
KAMI ICHIDAN DOOSHI
SHIMO ICHIDAN DOOSHI
KAHEN DOOSHI
SAHEN DOOSHI
Kelima golongan kata kerja tersebut di atas mempunyai 5 (lima) bentuk perubahan atau
konjugashi, dan masing-masing golongan mempunyai ciri khas dan cara perubahan
tersendiritergantungdari akhiran huruf kata kerjanya. Kelima perubahan yang ada pada kata
kerja tersebut adalah :
Jisho kei Kata kerja bentuk kamus
Te kei : Kata kerja bentuk sedang, perintah
Ta ke : Kata kerja bentuk lampau (biasa)
Masu Kei : Kata kerja bentuk sopan / formal
Nai kei : Kata kerja bentuk menyangkal(biasa)
Baiklah, mari kita bahas satu per satu kata kerja di atas.
A. Godan Dooshi
Ciri-ciri dari kata kerja ini adalah kata kerjanya selalu berakhirandengan huruf : U , TSU,
SU, BU, GU, RU, MU, NU, KU

B. KAMI ICHIDAN DOOSHI


Ciri-ciri dari kerja golongan ini adalah kata kerjanya selalu berakhirandengan "IRU"
C. SHIMO ICHIDAN DOOSHI
Ciri-ciri dari kata kerja golongan ini adalah kata kerjanya berakhirandengan "ERU".
D. KAHEN DOOSHI
Ciri-ciri kata kerja golongan ini adalah kata kerjanya cuma satu yaitu berakhirandengan
"KURU".
E. SAHEN DOOSHI
Ciri-ciri kata kerja golongan ini adalah cuma satu kata yaitu "SURU" yang berarti
"mengerjakan" atau "melakukan" tetapi banyak kata benda maupun kata sifat yang di
tambah dengan kata "SURU" berubah fungsinya menjadi kata kerja..

[agemasu] = memberi
[moraimasu] = menerima
[purezento] = hadiah
POLA KALIMAT
MEMBERI
[Pemberi] + + [penerima] + + [kata benda / hadiah] + +
^[pemberi] + wa + [penerima] + ni + [hadiah] + o + agemashita .
-DIGUNAKAN UNTUK MENYATAKAN MEMBERI HADIAH KEPADA SESEORANG !
-[PEMBERI] BOLEH DIRI SENDIRI ATAU ORANG LAIN ! [PENERIMA] TIDAK BOLEH DIRI
SENDIRI .
MENERIMA
[Penerima] + + [pemberi] + + [kata benda hadiah] + +
Penerima + wa + pemberi + ni + kata benda hadiah + o + moraimashita .
-DIGUNAKAN UNTUK MENYATAKAN MENERIMA HADIAH DARI SESEORANG .
-[PENERIMA] BOLEH DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN ! [PEMBERI] TIDAK BOLEH DIRI
SENDIRI .
CONTOH KALIMAT
MEMBERI

1)
. [Watashi wa a san ni kaban o agemashita]
. [Saya memberi tas kepada A]
2)
. [Haha wa chichi ni nekutai o agemashita]
. [Ibu memberi dasi kepada ayah]
MENERIMA
1)
. [Eri san wa vivi san ni purezento o moraimashita]
. [Eri menerima hadiah dari vivi]
2)
. [Watashi wa chichi ni purezento o moraimashita]
. [Saya menerima hadiahh dari ayah]

<Tempat rekreasi>
[umi] = laut
[yama] = gunung
[mizuumi] = danau
[doubutsuen] = kebun binatang
[yuuenchi] = taman bermain
POLA KALIMAT
+ [kata tempat] + + [*kata kerja bentuk negatif] +
[ Isshoni + kata tempat + e + kata kerja bentuk negatif + ka ?]
*kata kerja untuk mengajak pergi :
-ikimasu --> ikimasen ka ? ^ngajak pergi^
CONTOH KALIMAT

[Isshoni yama e ikimasen ka ?]


*mau sama2 pergi ke gunung gak ?*
NOTE : ini adalah pola untuk MENGAJAK PERGI ! Kalau pola untuk mengajak yang lain2 ,
misalnya ngajak minum ato ngajak jalan2 , beda lagi
Tapi dalam pola mengajak , kata kerja nya tetep bentuk negatif + ka .

Belajar kata kerja memakai yukk


Kalau dalam bahasa indonesia , 'memakai' itu tidak ada perbedaan perbedaan pada benda
yang dipakai yah .
Tapi kalau dalam bahasa jepang , beda-beda loh .
Memakai [memakai yang menutupi kepala. Ex : jilbab , topi , dsb] =
[kaburimasu]
Memakai [memakai kacamata] = [kakemasu]
Memakai [memakai pakaian , jakett , blazer , dsb] = [kimasu]
Memakai [memakai aksesoris] = [shimasu]
Memakai [memakai bawahan seperti celanaa , sepatuu , rok , kaoskaki , dsb] =
[hakimasu]

[Minasan , konbanwa .]
[Ogenki desu ka ?]
[Tokorode , moshi doraemon no fushigina pokke ga attara , nani ga hoshii desu ka ?]
~selamat malem , teman-teman~
~apa kabar ?~
~ngomong2 , kalau ada kantung ajaib doraemon , temen2 pingin barang apa ?~

Minasan , konbanwa
Gomen neh admin CC uda jarang mosting lagi sibuk ma urusan skola ()
Tapi malem nih admin sempetin mosting yah XD
Yukk kita belajar "kata tanya" .
1) Nani / nan = apa .
~> kata tanya untuk suatu hal / benda .
Contoh : nani o tabemasuka ? (Makan apa ?)
2) Dare / donata (b. Sopan) = siapa .
Contoh : ano hito wa dare desu ka ? Ano hito wa donata desuka ? (Orang itu siapa ?)
3) Itsu = kapan .
~> kata tanya untuk waktu .
Contoh : yasumi wa itsu desuka ? (Kapan libur ?)

4) Ikutsu = berapa .
~> kata tanya untuk benda / usia .
Contoh :
mikan wa ikutsu ga arimasu ka ? (Jeruknya ada berapa ?)
rainen ikutsu ni narimasu ka ? (Tahun depan umurnya brapa ?)
5) Doushite (sopan) / naze (b. Biasa) / nande (ucapan sesama teman) = mengapa ?
Contoh :
doushite gohan o tabemasenka ? (Kenapa gaak makan ?)
nande okureta ? (Kenapa telat ?)
6) Dono gurai / dore gurai = berapa lama / berapa banyak ?
~> perkiraan jumlah .
Contoh :
mai nichi dono gurai benkyou shimasu ka ? (Tiap hari kira2 belajar brapa lama ?)
omosa wa dore gurai desu ka ? (Kira2 brapa beratnya ?)
7) Dou / ikaga = keadaan .
~> kata tanya untuk keadaan atau sifat seseorang .
Contoh :
koohii wa dou desu ka ? (Bagaimana kalau kopi ?)
kinou no eiga wa ikaga deshita ka ? (Film kemarin gmna ?)
8) Ikura = berapa (harga) .
Contoh : tokei wa ikura desu ka ? (Jam nya berapa ?)
Partikel O (ditulis wo) berfungsi sebagai
kata bantu untuk kata kerja.
1. Menunjukkan objek dari kata kerja.
Biiru o nomimasu.

Minum bir.
Hambg o tabemasu.

Makan hamburger.
Nihongo no benky o shimasu.

Belajar Bahasa Jepang.

2. Menunjukkan tempat dilalui/dilewati.


Niwa o arukimasu.

Berjalan di pekarangan
Hashi o watarimasu.

Menyeberangi jembatan.
3. Menunjukkan tempat titik tolak dari verba
intransitif
Uchi o dete, gakk e ikimasu.

Keluar rumah, pergi ke sekolah.
Daigaku o sotsugy shimashita.

Tamat universitas/kuliah.
4. Bekerja atau menjabat sesuatu.
(bentuk ... o shite imasu )
Otsan wa keikan o shite imasu.

Ayahnya adalah seorang polisi.
Kanojo wa shach o shite imasu.

Dia adalah seorang presiden direktur

Partikel GA memiliki banyak fungsi,


yaitu :
1. Menunjukkan subjek dan kata bantu dari
kata kerja intransitif
Ame ga furimasu.

Hujan turun.
Bukka ga agarimasu.

Harga barang-barang naik.
2. Menunjukkan keberadaan sesuatu.
(Bentuk GA ARIMASU (benda mati), GA
IMASU (mahkluk hidup))
Chdo asoko ni ebguriin Nihongo gakk ga
arimasu.


Persis di sana ada sekolah Bahasa Jepang
Evergreen.
Kurasu ni gakusei ga jnin imasu.

Di kelas ada 10 orang siswa.
3. Menunjukkan kata ganti tanya berfungsi
sbg subjek.
Nani ga oishii desu ka.

Apa yang enak?
Doko ga warui desu ka.

Bagian mana yang sakit/rusak?
4. Memberi penegasan pada subjek.
Kore ga oishii desu.

Inilah yang enak. (di antara yang lain)
5. Menunjukkan benda yang menjadi objek
dari kata2 seperti mempunyai, perlu, bisa,

mengerti, suka dsb


Watashi wa hon ga takusan arimasu.

Saya mempunyai banyak buku.
Nihongo ga sukoshi dekimasu.

Saya dapat berbahasa Jepang sedikit.
Eigo ga wakarimasu ka.

Apakah Anda mengerti bahasa Inggris?
Anata no koto ga suki desu.

Saya suka kamu.
6. Menunjukkan memiliki sifat/keadaan.
Z wa hana ga nagai desu.

Gajah belalainya panjang.
Koko wa keshiki ga kirei desu.

Di sini pemandangannya indah.
7. Subjek dari anak kalimat. (*Bisa diganti
dengan Partikel NO )
Ane ga tsukutta okashi wa kore dake nokotte
imasu.

Kue yang kakak perempuan buat hanya sisa


ini saja.
8. Kata bantu untuk kalimat pengandaian
Anata ga ikeba, watashi mo ikimasu.

Kalau kamu pergi, saya juga pergi.


Penggunaan GA selanjutnya, lihat Partikel
Keredomo .. tiga partikel aja dulu ya. atode mata tsuzukeru nee...

Partikel KA , secara umum berarti


'...kah;apakah?'
1. Diletakkan pd akhir kalimat digunakan
untuk bertanya.
Anata wa donata desu ka.

Kamu siapa?
Kore wa nan desu ka.

Ini apa?
2. Diletakkan di belakang kata tanya untuk
menunjukkan sesuatu yg tidak jelas/tentu
Poribukuro no naka ni nanika arimasu.

Di dalam kantong plastik ada sesuatu.


Itsuka tenki no ii hi ni tsuri ni ikitai desu.

Kapan-kapan pada hari yg bercuaca baik


saya ingin pergi memancing.
3. Digunakan dua hal atau lebih untuk
menunjukkan salah satu. 'atau'
Suika ka meron ka papaiya no you na
kudamono o kudasai.

Berikan saya buah seperti semangka atau


melon atau pepaya.
Iku ka ikanai ka tenki shidai desu.

Pergi atau tidak tergantung cuaca.


4. Bentuk '... ka d ka' '... atau tidak/bukan'
Oishii ka d ka, tabete mimash.

Mari kita coba enak atau tidak.


Watashi to kekkon suru ka d ka, dekiru
dake hayaku kimete kudasai.

Partikel WA
Partikel WA berfungsi sebagai kata bantu
subjek.
1. Menunjukkan subjek pembicaraan atau
pokok kalimat.
Watashi wa gakusei desu.

Saya adalah siswa.
Indoneshia wa kirei na kuni desu.

Indonesia adalah negara yang indah.
2. Menunjukkan penekanan/penegasan
Akai bshi wa arimasu ga, kuroi bshi wa
arimasen

Saya mempunyai topi merah, tetapi tidak


mempunyai topi hitam.
Keimusho kara wa demashita.

Dia sudah keluar dari penjara.
3. Menunjukkan suatu hal yang kontras/
bertentangan dengan yang diutarakan
selanjutnya.
Kakaku wa takai desu ga, hinshitsu wa warui
desu.

Harganya mahal, tetapi kualitasnya jelek.
Khii wa kaimashita ga, sat wa kaimasen
deshita.

Saya telah membeli kopi, tetapi tidak


membeli gula.
Partikel WA berfungsi sebagai kata bantu
badan Partikel WA...
1. Menunjukkan badan; sangat beruntung;
atau pokok kalimat.
Watashi wa gakusei desu.
Saya pelajar.
Saya adalah siswa.
Indoneshia wa kirei na kuni desu.
Indonesia adalah negara yang indah.
Indonesia adalah negara yang indah.
2. Memiliki Menunjukkan penekanan/

penegasan Akai b fne shi wa arimasu ga,


kuroi b fne shi wa arimasen Red Hat, Black
Hat adalah tidak.
Saya mempunyai topi merah, tetapi tidak
mempunyai topi hitam.
Keimusho kara wa demashita.
Keluar dari penjara.
DIA sudah keluar dari penjara.
3. Menunjukkan suatu hal yang kontras/
bertentangan dengan yang diutarakan
MotoGP.
Kakaku wa takai desu ga, hinshitsu wa warui
desu.
Ini adalah harga tinggi, kualitas buruk.
Tetapi kualitasnya jelek, Harganya mahal.
K fne hii wa kaimashita ga, duduk fne wa
kaimasen deshita.
Gula adalah membeli kopi, tidak
membelinya.
JOSHI--PARTIKEL...
1- Fukujoshi
2- Kakujoshi
3- Setsuzokujoshi
4- Shuujoshi
1- FUKUJOSHI ialah partikel yg bisa menambah arti kata lain yg ada sebelumnya. diantara
adalah...
1. Bakari
2. Dake
3. Demo

4. Hodo
5. Ka
6. Kiri
7. Koso
8. Kurai
9. Made
10. Mo
11. Nado
12. Nomi
13. Nari
14. Sae
15. Shika
16. Wa
17. Yara
18. Zutsu
2. KAKUJOSHI ialah partikel yg menyatakan hubungan satu bagian kalimat (bunsetsu)
dengan (bunsetsu) lainya. yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
1. De
2. He
3. Ga
4. Kara
5. Ni
6. No
7. Wo
8. To
9. Ya
10. Yori
3. SETSUZOKUJOSHI ialah partikel yg berfungsi untuk menghubungkan bagian bagian
kalimat.
1. Ba
2. Ga
3. Kara
4. Keredomo
5. Nagara
6. Shi
7. Tari
8. Te
9. Temo
10. To

11. Noni
12. Node
4. SHUUJOSHI ialah partikel yg di gunakan pada akhiran kalimat.
1. Ka
2. Kashira
3. Ne
4. Na
5. No
6. Sa
7. Tomo
8. Wa
9. Zo
10. Yo
11. Kana



,

O tanjbi o-me de to ugozaimasu ^ ^


korekara, kenk ni ki o fu ke nakute wa
naranaidesu ne. Egao ka naniyori no kenk o
tamotsu hiketsu toka, akaruku genki ni sugoshi
te, yoi toshi o kasanete kudasai. O tanjbi ni
kanpai.

cara membaca hitungan.,.,.,.,.,


(+) : tasu
(-) :hiku
(:) : waru
(x) : kakeru
(=) : ikooru

1/2 : ni(2) bun no ichi(1)


2/3 : san(3) bun no ni(2).,,dst.,.,
3 1/2 : san (3) ka ni(2) bun no ichi(1)
2 3/5 : ni(2) ka go(5) bun no san(3).,,.,

Belajar kosa-kata yg sering kita gunakan dalam pergaulan yukk


1. uwaki otoko : cowok yang suka selingkuh
2. uwaki onna : cewek yang suka selingkuh
3. choukawaii : manis banget
4. ikemen : cowok cakep
5. otokotarashi : Play Boy
6. onnatarashi : Play Girl
7. hitomebore : cinta pandangan pertama
8. ai shitemo ii? : bolehkah aku mencintaimu?
9. boku no soba ni ite kurenai? : maukah kau berada di sisiku?
10.puropoozu shitemo ii? : bolehkah aku melamarmu?
11.tada anata o aishiteru : aku cuma cinta sama kamu ( per )
tada kimi o aishiteru : aku cuma cinta sama kamu ( laki2 )
12.anata ni aete, yokatta : aku beruntung bisa bertemu denganmu
13.hanaretakunai : aku gak mau putus denganmu
14.anata ni deatte, yokatta : aku senang bisa mengenalmu (dikatakan saat putus dengan
pacar)
15.mou wakareta : udah putus
16.ganbatte ne! : semangat!
17.tsumanne : membosankan ( per )
tsumanna : membosankan ( laki2 )

18.mendoukusaina : malasnya.
19.yatta!! : asyik!!! / berhasil!!
20.sugee : hebat
21.akiramenna!! : jangan putus asa!!
22.namaiki iun ja nee yo : jangan sombong-sombong
23.arienai : gak mungkin
24.nani atta no? : ada apa sih?
25.oshiete kure! : kasih tau dong!
26.betsu ni : gak ada apa-apa
27.majide? : sumpah lo?
28.sokka : gitu ya / oya
29.maa ne : ya gitu deh
30.atarimaeda! : ya iyalah! (ya iya lah, masa ya iya dong)
31.yappa : sudah kuduga
32.shikata nai : apa boleh buat
33.kawaisou : kasian deh lo
34.iya / yada : gak mau
35.usotsuki : pembohong
36.urusai yo! : berisik tau! ( per )
urusee yo! :berisik tau! ( laki2 )
37.jiro-jiro mite nanda yo! apa lo liat-liat!
38.baka mitai : seperti orang bodoh / dasar oon
39.baka yaro : dasar goblok
40.kusso : brengsek / sialan

41.saiteidayo : kamu gak ada apa-apanya


42.sukebe : dasar omes (otak mesum)
43.yabai! : gawat!
44.kimochi warui : sebel
45.suman : sorry
46. Sankyu : thank you

Pola kalimat untuk menyatakan bisa (mampu) dalam suatu hal .


Harus sudah mengerti dengan bentuk kamus atau bentuk -u yah
Karena pada kata kerja , akan menggunakan bentuk kamus (-u) !!
POLA :
-KK(-U) - [koto ga dekimasu]
-KB [ga dekimasu]
Contoh kalimat menggunakan kata kerja :
1) bisa membaca kanji .
.
. [Kanji o yomu koto ga dekimasu] .
2) Bisa bermain piano .
.
. [Piano o hiku koto ga dekimasu] .
Contoh kalimat menggunakan kata benda :
1) Bisa bahasa jepang .
.
. [Nihongo ga dekimasu]
2) Bisa fotocopy .
.
. [Kopii ga dekimasu]
Nooto =
koto : hal .
dekimasu : bisa (mampu) .
yomu <--> yomimasu : membaca .
kopii : fotocopy .

[mou asa gohan o tabemashitaka ?] ~~> sudah


sarapan belum ? ><

1. Ki wo tasukete ne.
''Hati-hati di jalan ya''
2. O-sewa ni narimasu.
''Maaf telah merepotkan''
3. Anata no namae wa nan desu ka?
''Nama anda siapa?''
4. Nani wo shite imasu ka?
''Sedang apa/lagi ngapain?''
5. Nihongo wo benkyou shimasu.
''Belajar bahasa jepang''
6. Ongaku wo kiite imasu.
''Sedang mendengarkan musik''
7. Terebi wo mite iru.
''Sedang nonton tv''
8. Doko e ikitai ka?
''Pengen pergi kemana?''
9. Gakkou e ikimasu.
''Pergi ke sekolah''
10. Nemukatta, netai n desu.
''Ngantuk, saya ingin tidur ah''
11. Daijoubu desu.
''Tidak apa-apa''
Biasanya di pakai pada saat keadaan kita tidak apa-apa.
Misalnya saya jatuh dan di tanya teman,
Rai : anata wa daijoubu desu ka?
(Kamu tidak apa-apa?)
Kai : hai, daijoubu desu.
(Iya, tidak apa-apa)

12. Chotto matte kudasai.


''(tolong) Tunggu sebentar''
13. Anata no koto ga suki desu.
''Aku suka kamu''
Ini biasa di pakai kalau kita suka dengan seseorang tapi suka nya ini dengan perasaan.
Kalau ''Anata ga suki'' aja, ini hanya sekedar suka aja atau seperti tertarik.
14. Douzo...
''Silahkan...''
15. Dare ni mo iwanaide.
''Jangan bilang ke siapa-siapa?''
16. Doko ni itta no?
''Dari mana saja?''
17. Dou iu imi desu ka?
''Maksudnya bagaimana?''
18. Homete kurete, arigatou.
''Terima kasih atas pujian nya''
19. Gakkari shita.
''Saya kecewa''
20. Go seikou wo...
''Semoga sukses''
21. Tonde mo arimasen.
''Ah, sama sekali tidak''.
22. Sumimasen.
''Maaf/Permisi''.
Sumimasen juga bisa berarti permisi ya.
23. Shitsurei shimashita.
''Mohon maaf (telah/bila tidak sopan)''
24. Moushiwake arimasen.
''Mohon maaf''
25. Oyurushi kudasai.
''Maafkanlah saya''.
Nah kalo yg ini jika kita memang benar2 salah dan mau minta maaf sebesar2nya.

26. Nido to kurikaeshimasen.


''Saya tak akan mengulanginya lagi''.
26. Okoranaide kudasai.
''Jangan marah''.

1. Irasshaimase

''Selamat datang''.
Biasanya di ucapkan di toko-toko atau pedagang untuk menyambut tamu yang datang.
2. Youkoso

''Selamat datang''.
Ucapan secara umum dan biasanya untuk para tamu undangan.
3. Ittekimasu.

''Saya berangkat dulu''.


Ini dalam keadaan berangkat tapi nanti akan kembali lagi.
4. Itterasshai.

''Selamat jalan''.
5. Tadaima.

''Saya pulang...''
6. Okaerinasai

''Selamat datang/kembali (pulang)''


Ini ucapan balesan dari Tadaima.
7. Ojama shimasu.

''Permisi, Maaf jika saya mengganggu''.


Ini dalam keadaan tidak enak dengan orang.
8. Gomen kudasai.

''Maaf/Minta Maaf''.

9. Osaki ni shitsurei shimasu.

''Saya permisi dulu''.


10. Sorosoro oitomashimasu.

''Saya segera mohon diri''.


Ini di pakai biasanya pada keadaan tergesa-gesa.
11. Kokoro kara kansha shimasu

''Terima kasih tulus dari hati saya''.


12. Makoto/Hontou ni arigatou gozaimashita.
/
''Benar-benar terima kasih''.
13. Goshinsetsu arigatou gozaimashita.

''Terima kasih atas keramahannya''.


14. Osewa ni natte, doumo arigatou gozaimashita.

''Terima kasih telah membantu/menjaga saya''.


15. Atatakai omotenashi, hontou ni arigatou gozaimashita.

''Sungguh terima kasih atas sambutan hangat anda''.


16. Iie, dou itashimashite.

''Tidak, tidak apa-apa/sama2''.


17. Kochira koso.

''Sama-sama''.
Ini intinya berterima kasih kembali.

contoh kotowaza / peribahasa yg sering ada di jepang


Okubi ni mo dasanai.

Diam seribu bahasa. (Okubi = cegukan, dasanai = tidak mengeluarkan)

Isseki nich.
.
Sekali lempar batu, mendapatkan dua ekor burung. (Sekali merengkuh dayung, dua tiga
pulau terlampaui.)
Kaeru no ko wa kaeru.

Anak kodok ya kodok. (Air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga. / Buah jatuh tidak jauh
dari pohonnya)
Naki ni wa masaru.

Lebih baik daripada tidak ada sama sekali. (Tiada rotan akar pun jadi.)
Kuraku o tomo ni suru.

Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. (kuraku = susah atau tenang. tomo = bersama)
Hito wa iwasete oke, inu wa hoesasete oke.

Biarkanlah orang berbicara, biarkanlah anjing menggonggong. (Anjing menggonggong


kafilah berlalu)
Kimben wa seik no haha.

Rajin pangkal pandai. (Rajin adalah ibu dari kesuksesan)


Shippai wa seik no moto.

Kegagalan adalah pangkal keberhasilan.

Metode Gakushudou Pelajaran 2

Pelajaran ke duaini apa?apakah ini?


kaiwapercakapan

Tono : nomimono wo douzo=silahkan minumannya.


Yamada : Hai, itadakimasu=terima kasih atas hidangannya.(diucapkan sebelum
makan+minum)
Tono : Kore ha nan desu ka=apakah ini?

Tono : Esu chendoru desu. Indonesia no nomimono desu=ini es cendol. Minuman asal/dari
indonesia.

Yamada : oishii desu ne. gochisou sama=enak ya. Terimakasih atas


hidangannya(diucapkan setelah makan+minum)

Tono : mou ippai ikaga desu ka=apakah mau tambah 1gelas lagi?

Yamada : iie, mou kekko desu=tdk, sudah cukup. (terimakasih=menolak dengan secara
halus)

Yamada : ko-hi- ha dore desu ka=kopi yang mana?/yang mana kopinya?

Tono : ko-hi- ha kore desu=kopi yang ini/ini adalah kopi.

Yamada : ko-hi- kappu ha dore desu ka=gelas kopi yang mana?/yang mana gelas kopinya?

Tono : kore desu. Douzo=yang ini. silahkan

Yamada : arigatou gozaimasu=terima kasih.


bunkeicontoh kalimat
1. nomimono wo douzo=silahkan minumannya.
2. ocha wo douzo=silahkan teh nya.
3. ko-hi- wo douzo=silahkan kopinya.
4. okashi wo douzo=silahkan camilan/kue nya.
5. ame wo douzo=silahkan permennya.
6. kore ha nan desu ka=apakah ini?/ini apa?
7. kore ha dejikame desu=ini adalah sebuah digital kamera.
8. sore ha aipo-do desu=itu adalah sebuah ipod.
9. are ha pidi-e=itu(jauh) adalah sebuah pde

10. dore desu ka=yang mana?(untuk menentukan memilih sebuah benda)


11. kore ha Indonesia no nomimono desu=ini adalah
minuman dari/asal Indonesia.
12. kore ha watashi no pen desu=ini adalah bullpen milik saya.
13. sore ha sensei no kaban desu=itu adalah tasnya milik guru.
14. are ha dare no kuruma desu ka=mobil itu miliknya siapa?/siapa
yang memiliki mobil itu?
15. are ha nihon no kuruma desu yo=itu adalah nobil dari/buatan
jepang.
16. mou ippai ikaga desu ka=apakah mau tambah 1gelas
lagi?
17. mou hitotsu onengai shimasu=tolong berikan 1lagi.
18. ima ha mou osoi desu=sekarang sudah terlambat.(waktu0
19. mou maniaimasen=sudah terlambat.(waktu)
20. mou sugu uki desu ne.=akan segera tiba turunnya musim hujan
ya.
21. mou nani mo arimasen=sudah tidak ada apa~apa lagi.
22. dore ga ko-hi- kappu desu ka=yang mana gelas
kopinya?/gelas kopinyua yang mana?
23. nani ga oishii desu ka=apa (nya)yang enak?
24. dare ga ikimasu ka=siapa yang akan pergi?/yang akan pergi siapa?
25. doko ga itai desu ka=ada 2 arti. Ingin tinggal dimana? Ingin pergi
kemana?
26. itsu ga itai desu ka=kapan ingin perginya?/ingin pergi kapan?

ikemen = cowok ganteng)


(bijin = wanita cantik)
Secara pribadi, lebih suka lagu yang versi bahasa Jepang. Yang nyanyi juga lebih cantik.
Miori-chan kawaii! Bijin desu ne. ;P
Liriknya cukup simpel untuk dipelajari.
Kosa Kata:
aitai = kangen, ingin bertemu, dari au (=bertemu)
zutto = terus-terusan, sejak dulu
furetai = ingin menyentuh, dari fureru (=sentuh)
motto = lebih lagi
kimi = kamu
yokogao = wajah tampak samping
kirei na = cantik
yubisaki = ujung jari

naze = mengapa
toozakatte yuku = pergi menjauh, dari toozakaru + iku/yuku
hitomi = mata, bola mata
tojiru = menutup
te mo = meski
mimi = telinga
fusagu = menutupi
hanikamu = tersipu-sipu
egao = senyum, wajah yang tersenyum
atataka na = hangat
kioku = ingatan, memori
ima = sekarang
ima mo = sekarang pun
wasureru = lupa
wasurerarenai = tidak bisa lupa
ai = cinta
dake = hanya
sotto = dengan diam=diam, dengan lembut
oshieru = mengajarkan
nee = eh (untuk memanggil)
dshite = mengapa
sayonara = salam perpisahan, sayonara, sayonara, sampai berjumpa pula
kotoba = kata-kata
naku = tanpa, dari nai (=tidak ada)
nagareru = mengalir
toki = masa, waktu
mune = dada
s = seakan .
harisakes = seolah akan meledak/tercabik
ataeru = memberikan
kiete yuku = pergi menghilang, kieru (menghilang) + yuku/iku (pergi)
suteru = membuang
suterarenai = tidak bisa membuang
ano = itu
hibi = hari-hari
kotae = jawaban

nai = tidak ada


mama = tetap
dakishimeru = mendekap, memeluk
dakishimetai = ingin mendekap
naku = menangis
nakitai = ingin menangis
nakitaku naru = jadi ingin menangis
daisuki na = tercinta, sangat disuka
hito = orang
daisuki na hito = orang tercinta
ni = untuk, pada
okuru = mengirimkan
okuru ai = cinta yang dikirimkan
haruka na = nun jauh
sora = langit
miageru = menengadah
nagara = sambil
tomedonai = tak putus-putus
kono = ini
itoshisa = perasaan cinta
afuredasu = meluap
oto = suara
maebure = peringatan sebelumnya, pertanda
aizu = isyarat
Lirik:

Aitakute zutto
Ingin bertemu, sejak lama

Furetakute motto
Ingin bersentuhan, lebih banyak lagi

Kimi no yokogao
Sisi wajahmu


Kirei na yubisaki
Ujung jemari yang cantik

Naze toozakatte yuku no


Mengapa pergi menjauh

Hitomi tojitemo
Meski kututup mata

Mimi fusaidemo
Meski kututup telinga

Hanikamu egao
Senyum yang tersipu-sipu

Atataka na kioku
Ingatan yang hangat

Ima mo wasurerarenai yo
Sekarang pun tak dapat kulupakan

Ai dake o sotto oshiete


Dengan diam mengajariku cinta

Nee doushite sayonara na no?


Mengapa salam perpisahan?

Kotoba mo naku
Tanpa kata

nagareru toki
waktu yang mengalir


Mune ga harisakesou
Dada ini terasa tercabik

Ai dake o sotto ataete


Dengan diam memberikan cinta saja

Nee doushite kiete yuku no


Mengapa kau pergi menghilang?

Suterarenai ano hibi


Hari-hari yang tak bisa dibuang itu

Kotae mo nai mama


Tetap tanpa jawaban

Tomedonai kono itoshisa


Rasa cinta ini yang tak putus-putusnya

Oto mo naku afuredasu yo


Tanpa suara, mengalir meruah

Kimi dake o motto motomete


Hanya kamu yang terus kucari

Kimi dake o machitsuzukeru


Hanya kamu yang terus kutunggu

Haruka na sora miagenagara


Sembari menengadah ke langit nun jauh

Nakitaku naru kedo


Kungin menangis, tetapi


Maebure mo aizu mo naku
Tanpa peringatan sebelumnya, tanpa isyarat

Wakare no toki mukaetemo


Meski sampai pada waktu berpisah

Kotoba mo naku dakishimetai


Tanpa kata-kata, ingin kudekap

daisuki na hito ni
untuk orang tercinta

okuru ai o
cinta yang kukirimkan

Hitomi tojitemo
Meski kututup mata

Mimi fusaidemo
Meski kututup telinga

Hanikamu egao
Senyum yang tersipu

Atataka na kioku
Ingatan yang hangat

Kitto wasurerarenai yo
.Pasti tak akan terlupa
Selamat sore all. sore ini saya akan posting sesuatu,ya tentu kalian semua pasti dah sering
dengar atau baca 'paham tentang aisatsu. tapi tenang saja nanti juga saya posting materi
buat kelas menengah. sebelum baca di like dulu.ok n tolong jangan ada katakata kasar lagi.

chekidot... NICHIJOU
AISATSU TO HYOUGEN
SALAM DAN UNGKAPAN
SEHARI-HARI
Bahasa Jepang memiliki banyak ungkapan
termasuk salam yang digunakan dalam
percakapan sehari-hari. Berikut ini adalah
beberapa di antaranya. Walaupun
lazimnya salam tidak pernah / jarang
ditulis menggunakan kanji, sebagai
referensi saya cantumkan kanji asal dari
masing-masing untuk sekedar menambah
pengetahuan kita.
Arigatou Gozaimasu
Terimakasih
Secara gramatik berarti sulit (bagi saya)
untuk menerima (kebaikan dari anda). Di
ucapkan ketika orang lain telah
membantu / memberikan sesuatu kepada
kita.
Ungkapan terima kasih ini mempunyai
berbagai macam varian.
Kita bisa menambahkan kata
Doumo di depannya, yang bisa diartikan
Sangat/Sekali
.
Kita-pun dapat juga mengubahnya
menjadi bentuk lampau, ketika bantuan /

sesuatu dari orang lain telah kita terima


.
Dapat juga kita pakai dengan cara
memenggal, dan mengambil salah satu
katanya saja atau saja,
yang sudah berarti Terimakasih namun
merupakan ungkapan tidak formal /
ungkapan plain.
Di kalangan remaja, ada kata
Sankyuu yang diserap dari kata bahasa
Inggris Thankyou. Bahasa Slank ini
kadang ditulis dengan angka 39 (angka 3
dalam bahasa jepang dibaca san dan
angka 9 dibaca kyuu), bahasa sms nee
hehehe ^o^
Di daerah Oosaka, ada juga dialek daerah
yang kadang dipadukan menjadi
yang juga berarti
Terimakasih.
Itadakimasu
Ucapan ketika akan mulai makan /
minum
Secara gramatik berarti Saya menerima.
Ucapan Itadakimasu mengandung
makna rasa syukur dan terima kasih
kepada semua yang telah berjasa,
sehingga seseorang dapat menyantap
suatu makanan / kadang termasuk

minuman. Dalam bahasa Indonesia


(termasuk dalam Dorama dan Anime)
kata Itadakimasu sering diartikan
menjadi Selamat makan atau Saya
makan.
Gochisousama
deshita Ucapan ketika selesai
makan / minum
Kata berarti Hidangan yang
lezat. Gochisousama deshita diucapkan
untuk berterimakasih kepada semua yang
telah berjasa menyediakan makanan
untuk kita. Kadang diartikan menjadi
Saya selesai makan atau Terimakasih
atas makanannya.
Ketika diajak pergi makan oleh orang lain,
orang Jepang mempunyai kebiasaan
mengucapkan gochisousama deshita
berulang-ulang. Pertama ketika dia baru
saja selesai makan. Kedua ketika mereka
pulang dan akan berpisah kembali ke
tempat tinggal masing-masing. Dan
ketiga, adalah ketika mereka bertemu lagi
keesokan harinya, atau beberapa hari
setelah itu.
Hal tersebut adalah hal yang lazim, dan
dianggap sebagai sebuah sopan santu.
Ittekimasu Saya

berangkat
Arti yang lebih tepat sesuai dengan asal
kata-nya adalah Saya pergi dan akan
kembali lagi. Diucapkan oleh seseorang
yang akan berangkat meninggalkan suatu
tempat, kemudian dia akan kembali lagi
ke tempat itu. Orang Jepang mempunyai
kebiasaan mengucapkan
ketika mereka pergi dari rumah.
Itte
(i)rasshai Silakan berangkat ^o^
Merupakan jawaban dari .
Bunyi I di tengah-tengah bisa
dihilangkan. Diucapkan kepada orang
yang akan pergi dari suatu tempat, dan
dia akan kembali lagi (misalnya diucapkan
ke anak yang akan berangkat ke sekolah)
Yang perlu diketahui adalah, dalam
kehidupan sehari-hari, bisa juga kedua
ungkapan di atas dibalik, seseorang yang
berada di rumah lebih dulu mengucapkan
dan orang yang akan
pergi baru mengucapkan .
Bukan sebuah contoh percakapan formal,
tapi patut untuk diketahui.
Coba anda lihat penggunaan lainnya pada
contoh di bawah ini:

Yamapi : Tomoko-sayang abis ini ke


bioskop bareng2 yuk?
Tomoko : Hh? Oke kalo gitu.... selamat
jalan
Di percakapan itu Itterasshai dipakai
oleh Tomoko untuk menolak ajakan
Yamapi secara kasar dan dengan unsure
bercanda. Itterasshai disitu bisa
diartikan, berangkat sendiri sono gih, aku
disini aja ga ikutan ^o^. Hehehe.
Irasshaimase
Selamat datang
Merupakan kata yang sering dipakai oleh
pelayan toko untuk memberi sambutan
kepada para costumer-nya. Irasshaimase
hampir tidak pernah dipakai di kantorkantor pelayanan umum, bank, kantor
pos, juga oleh pribadi ketika menyambut
seseorang. Ungkapan lain yang juga
berarti Selamat datang" adalah
Irasshai dan Youkoso.
Tadaima Saya kembali
Sering juga diartikan Saya pulang.
Diucapkan ketika kita kembali dari suatu
tempat.

Okaerinasai Selamat
datang kembali
Merupakan jawaban dari Tadaima. Berasal
dari kata yang berarti pulang, dan
yang berarti silakan.
Shinchan (Nohara Shinosuke di Crayon
Shinchan) selalu terbalik mengucapkan
kedua salam ini. Dia selalu mengucapkan
Okaerinasai ketika dia pulang, bukan
Tadaima ^o^
Ogenki desuka Apa
kabar?
Dipakai untuk menanyakan keadaan orang
lain. Kita bisa menjawabnya dengan
Hai, genki desu Iya, sehat.
Atau Hai, okagesama de
Iya, berkat doa anda (saya baik-baik saja).
Osakini Diucapkan ketika
pergi terlebih dahulu
Lengkapnya adalah
Osakini shitsureishimasu. Berarti Saya
pergi duluan. Dalam situasi di kelas
misalnya, ketika kita ingin pulang terlebih
dahulu, sementara teman-teman yang
lain masih berada di dalam kelas, kita
mengucapkan Osakini shitsureishimasu.
Orang yang kita tinggalkan menjawabnya
dengan osakini douzo yang

berarti Silakan duluan.


Otsukaresama deshita
Terimakasih telah bersusah payah
Biasa juga diartikan Terimakasih atas
kerjasamanya. Otsukaresama deshita
diucapkan untuk situasi dimana beberapa
orang telah selesai melakukan suatu
pekerjaan / hal secara bersama-sama. Di
dalam kelas, di dalam sebuah acara,
ketika akan pulang dari tempat kerja dsb.
Lazim juga diucapkan dengan dipenggal
atau
saja. Bentuk lain yang artinya sama,
tapi bentuknya lebih tidak sopan adalah
Gokurousama deshita.
Ja, mata ashita
Sampai jumpa besok
Ashita berarti Besok. Kata Ashita disitu
bisa diganti dengan kata-kata lain seperti
Sebentar lagi,
Minggu depan, Bulan depan,
dst. Bentuk yang lebih formal adalah
Dewa, mata. Sedangkan bentuk
yang tidak formal antara lain
Ja ne, atau Ja, mata ne,
serta Honjya (logat Kansai/
Osaka).
Ojyama shimasu

Permisi
Jama berarti Gangguan sehingga
Ojamashimasu bisa diartikan Saya
mengganggu. Dipakai ketika akan masuk
ke kamar / rumah orang lain, atau juga
sekedar basa-basi ketika akan meminta
bantuan.
Gomen kudasai
Permisi
Diucapkan ketika kita akan bertamu ke
rumah seseorang. Bisa juga sebagai
pengganti mengetuk pintu.
Osewani narimasu
Telah merepotkan
Saya telah merepotkan anda. Merupakan
ungkapan yang diucapkan ketika kita
merasa telah membuat orang lain repot
karena kita.
Onegai shimasu
Tolong
Merupakan permohonan ketika kita ingin
meminta pertolongan kepada orang lain.
Mohon bantuannya Mohon
kerjasamanya. Ada juga kata
yang artinya juga sama seperti
Onegaishimasu. Kadang keduanya
digabung menjadi
Yoroshiku onegaishimasu, atau yang

lebih sopan lagi


Yoroshiku onegaiitashimasu.
Artinya akan sama sekali berbeda ketika
kita menambahkan kata di
depannya
Hajimemashite Salam
kenal
Diucapkan ketika mengawali perkenal saat
kita bertemu pertama kali dengan
seseorang. Dalam bahasa Inggris sama
artinya dengan How do you do.
Douzo
yoroshiku onegai shimasu Terimalah
perkenalan dari saya
Walaupun maknanya mirip dengan
, tapi ungkapan ini
dipakai ketika kita mengakhiri saja. Lebih
umum disingkat menjadi
saja. Jawaban untuk kalimat ini adalah

Senang juga berkenalan dengan anda,


mulai sekarang, sayapun akan
membutuhkan bantuan dari anda.
Ohayou gozaimasu
Selamat pagi
Walaupun tidak mengandung kata yang
dalam bahasa Jepang berarti Pagi, tapi
kata inilah yang diucapkan ketika kita

pertama kali bertemu seseorang suatu


hari. Untuk teman akrab atau orang yang
kedudukannya di bawah kita, kita bisa
mengucapkan Ohayou.
diucapkan sejak dini
hari, sampai sekitar jam 11 pagi. Namun
ada juga teman saya orang Jepang yang
mengucapkan ohayou gozaimasu jam 2
siang, karena kami baru mau mulai kuliah
dan baru saja bertemu hari itu ^O^
Konnichiwa Selamat siang
Konnichi berarti Hari ini. Konnichiwa
diucapkan mulai tengah hari, sampai
matahari tenggelam. Yang perlu diingat,
salam seperti Ohayou gozaimasu,
Konnichiwa dan Konbanwa hanya dapat
kita ucapkan ke seseorang satu kali dalam
sehari. Lebih dari itu, jika kita bertemu
lagi dengan orang yang sama dan ingin
mengucapkan salam, kita bisa pake
Doumo sambil menganggukkan kepala
sedikit.
Konbanwa Selamat malam
Konban berarti malam ini. Dengan
menambahkan partikel WA di
belakangnya, kata ini berubah menjadi
salam, yang diucapkan pada waktu malam
hari.

Ohisashiburi desu
Lama tidak bertemu
Sesuai dengan artinya, diucapkan ketika
bertemu orang yang kita sudah lama tidak
berjumpa dengannya. Bentuk yang lebih
kasar adalah Shibaraku desu.
Omedetou
gozaimasu Selamat
Selamat. Biasa digabung dengan kata lain
seperti
Shinnen omedetou gozaimasu Selamat
tahun baru
Go-kekkon omedetou gozaimasu
Selamat Menikah
Tanjoubi omedetou gozaimasu
Selamat ulang tahun
Rubaran omedetou gozaimasu
Selamat Lebaran dst.
Oyasumi nasai
Selamat tidur
Diucapkan ketika kita berpisah dengan
orang lain untuk tidur, atau berpisah
ketika sudah larut malam.
Sumimasen Maaf
Digunakan untuk meminta maaf atas
kesalahan kita, atau berterima kasih ketika
orang lain melakuka hal yang seharusnya
tidak perlu dia lakukan untuk kita. Ada

juga yang mengucapkannya dengan


. Bentuk biasa dari ungkapan ini
adalah Gomennasai, atau
Gomen. Kata lain yang artinya mirip
adalah Shitsureishimasu,
yang berarti Maaf atas kelancangan
saya.
Sayounara Selamat
Tinggal
Merupakan ucapan ketika akan berpisah
untuk jangka waktu yang lama, bahkan
mungkin tidak akan bertemu lagi.
Merupakan kependekan dari kalimat
bahasa Jepang Klasik
Sayounaraba oitoma o
moushimasu.
Moshimoshi Halo
Ada cerita yang mengatakan bahwa, kata
ini dipakai karena setan tidak bisa
mengucapkan kata moshimoshi. Ini
menandakan bahwa orang yang
mengangkat telepon dari kita benar-benar
manusia, bukan hantu setan atau
sejenisnya.
Terlepas dari benar atau tidaknya, kata ini
cuma dipakai untuk pembicaraan di
telepon saja.
Hmm adakah hal baru yang bisa

minasan ambil dari artikel ini? Walaupun


sekedar salam dan ungkapan sehari-hari,
namun tambahan yang saya tuliskan
dengan mengambil bahan dari berbagai
sumber ini semoga dapat memberi
pengetahuan baru bagi kita.

*TELUR*
Telur, bahasa Jepangnya tamago. Bisa ditulis atau atau kalau mau menulis dengan
hiragana pun boleh juga, . Hei, saya juga pernah kok melihatnya ditulis dengan
katakana, . Biasanya merupakan salah satu kata pertama yang dihapal oleh
pembelajar bahasa Jepang di Jepang karena kita semua pasti perlu beli telur kan? Tinggal
digoreng jadi telur mata sapi atau medamayaki (). Lalu ditambahi saus tomat atau
kechappu (), versi pendek dari tomato kechappu (). Ada
juga yang suka pakai kecap asin Jepang, shouyu (). Atau so-su (), yang
biasanya berarti saus Worcestershire, atau usuta- so-su .
Kalau orang Jepang bertanya, Kamu golongan saus? Atau golongan shoyu? Kimi wa sosu ha? Shouyu ha? () bisa dipastikan mereka sedang bertanya
tentang bagaimana Anda suka menikmati telur mata sapi. Meskipun sampai sekarang saya
tidak tahu, apa pentingnya pertanyaan ini.
Telur dadar di Indonesia pakai garam, tetapi orang Jepang pakai gula. Orang Indonesia
yang tinggal di Jepang suka bilang begitu. Maksudnya menunjuk masakan tamagoyaki (
), semacam omelet yang rasanya manis. Sebenarnya saya tak yakin juga bagaimana
mengatakan telur dadar dalam bahasa Jepang, apakah omelette atau omuretsu (),
ataukah tamagoyaki ala Indonesia atau Indoneshiafuu no tamagoyaki (
)?
Telur rebus bahasa Jepangnya yudetamago ().
Telur mentah, nama tamago ().
Kulit telur, tamago no kara ().
Putih telur, shiromi ().
Kuning telur, kimi ().

Telur mentah yang dikocok, tokitamago ().


Telur orak arik, iritamago ().
Memecahkan telur, tamago o waru ().
Mengupas kulit telur, tamago no kara o muku ().
Telur di Jepang dijual per pak isi 6 butir atau 10 butir. Ukuran telur sudah disortir, menjadi
ukuran XS, S, M, dan L. Yang paling besar ukuran L dan harganya paling mahal. Telurnya
bersih-bersih bebas dari tahi ayam. Bisa langsung masuk kulkas tanpa dicuci. Telur yang
sudah baik kualitasnya itu pun masih dibedakan berdasarkan merek. Yang bermerek dan
dikemas lebih indah, dan mengaku lebih lezat atau lebih bergizi, harganya lebih mahal
daripada telur biasa yang generik.
Dalam kemasan telur di Jepang selalu ada tanggal kadaluwarsanya, atau shoumi kigen (
). Tetapi setelah lewat tanggal kadaluwarsa itu, bukan berarti telur sudah tidak bisa
dimakan lagi. Tanggal kadaluwarsa itu hanya menandakan batas aman bolehnya telur
dimakan dalam keadaan mentah. Jadi meskipun sudah lewat kadaluwarsa, kalau telur
disimpan dalam kulkas, dan dimasak sampai matang, tidak apa-apa mengonsumsinya.
Sampai kira-kira sebulan setelah lewat tanggal kadaluwarsa, telur-telur itu masih bagus.
Pengetahuan tentang tanggal kadaluwarsa tersebut membuat saya mempertanyakan
keamanan telur Indonesia untuk dimakan mentah. Baru beli pun kadang-kadang ketemu
satu butir yang busuk, gitu loh. Berarti kan telur yang lain pun kemungkinan sudah lama ya.
Istilah tamago () bisa juga berarti orang yang masih hijau, belum mahir dalam sesuatu,
atau pemula. Misalnya, wartawan pemula, yaitu kisha no tamago (). Mahasiswa
kedokteran, bisa disebut isha no tamago (). Sedangkan penulis pemula atau calon
penulis, sakka no tamago ().

lanjutanya,,
11. Ungkapan suka kepada seseorang (Watashi wa anata ga suki desu).
A = Boku, kimi no koto suki da yo.
B = Atashi, ~ kun ga daai suki.
C = Orea, omae no koto aishiteru ze.
D = Sessha wa sonata itooshiku omotte oru.
E = Washi wa anta ni horetorun ja.
F = Isshou ~sama no o-soba de mimamotte orimasu.
G = Watakushi, anata no koto aishitemasu wa.
H = Washi, anta no koto sukki ya dee.

12. Memanggil agar lawan bicara menghampiri (koko ni kite kudasai).


A = Kocchi ni oide yo.
B = Kocchi ni kite!
C = Kocchi koi yo!
D = Kochira ni mairare yo.
E = Kocchi ni konka.
F = Kochira ni okoshi kudasai.
G = Kochira ni oide asobase.
H = Kocchi ni koi ya.
13. Menyuruh menghentikan sesuatu (yamenasai).
A = Yamete.
B = Yamete yo.
C = Yamero!
D = Yosanuka.
E = Yosankai.
F = O-yame kudasai.
G = Oyoshinasai.
H = Yamenkai!
14. Mengajak pergi bersama (Issho ni ikimasenka?).
A = Issho ni ikou yo.
B = Issho ni iko!
C = Issho ni ikanee ka? (ikanai ka)
D = Tomo ni mairanu ka?
E = Issho ni ikan ka nou?
F = Go-issho ni irassshaimasenka?
G = Issho ni irassharu?
H = Isho ni ikoo ya.
15. Melarang nangis (Naite wa ikemasen).
A = Naicha ikenai yo!
B = Naicha dame!
C = Nakun ja nee! (Nakun ja nai)
D = Naite wa nara nu!
E = Naicha ikan zo!
F = Namida wo o-mise ni natte wa ikemasen.
G = Namida wo misete wa ikemasen wa.
H = Naitara akan!
16. Expresi marah (okoru).
A = Moo, hidoi yoo!
B = Mou, yurusenai!

C = Temee, fuzaken na yo!


D = Yousha wa senu zo!
E = Kora, yamen ka.
F = Yurusu wake ni wa mairimasen.
G = Yurusanakutte yo.
H = Omae, dotsuitarouka, boke!
17. Expresi memuji (homeru).
A = Sugoi yo!
B = Suggooi/Suteki!
C = Yaru ja nee ka.
D = Onushi, dekiru na.
E = Naka-naka yaru nou.
F = O-jouzu desu.
G = Yoroshikutteyo.
H = Jibun, yaru yanke.
18. Expresi gembira (yorokobu).
A = Waai, yatta ze.
B = Ureshii/Shiawase.
C = Oo, RAKKI.
D = Kouetsu shigoku.
E = Ikitete yokatta wai.
F = Go-manzoku itadaketa you de, yokatta desu.
G = Konna mono demo ureshii mono desu ne.
H = Ee, kibun ya.
19. Untuk memberi dukungan (hagemasu).
A = Daijoubu da yo/Ganbatte!
B = Daijoubu yo/FAITO!
C = Kuyo-kuyo sun na yo/ Omee nara, yarerutte.
D = Tsuyoku nare!/Shikkari itase!
E = Mada saki ga arun ja kara.
F = Kage nagara, ouen shite orimasu.
G = Ouen shitemasu wa.
H = Bochi-bochi ganbari yaa!
20. Gaya tertawa di komik (warau-onomatope).
A = Hehe/Ehehe.
B = Ufufu.
C = Wahaha.
D = Fu.
E = Fofo.

F = Fufufu.
G = Ohohoho.
H = Gahaha.
==============================
Penggunaan kata ganti (sebutan untuk orang pertama, kedua, ketiga dan anggota
keluarga)
* Sebutan untuk orang pertama (saya)
A = boku
B = atashi, watashi, jibun no namae
C = ore
D = sessha, ware, washi, soregashi
E = washi, jijii
F = watakushi (me)
G = watashi, watakushi
H = wai, washi
* Panggilan untuk orang ke dua (kamu, dsb)
A = kimi, ~kun, ~chan, ~san
B = ~chan, ~kun, ~san, minna, senpai
C = temee, omae, omee, kisama, anta
D = onushi, onore, kisama, ~dono/~sonata, wappa/kozou/bouzu, minanoshuu/minanomono
E = anta, omae, kozou, bouzu
F = go-shujin sama/danna sama => tuan, okusama => nyonya, wakadanna sama
/bocchama/(o)bocchan => tuan muda, waka-oku sama => isteri dari tuan muda, ojousama
=> nona, ~sama
G = anata
H = ansan/jibun, ~han, anta, omae, occhan/ossan => lelaki tua, obahan/obachan =>
perempuan tua
* Panggilan untuk orang ke tiga (dia, orang itu, dsb)
A = ~kun, ~chan, ~san
B = ano ko => anak itu, kare => dia laki-laki
C = koitsu, soitsu, aitsu, yatsu, yarou
D = gojin => org itu, onago => wanita itu, koyatsu/soyatsu/ayatsu=> org itu,
konomono/sonomono/anomono => org itu,
E = koyatsu, soyatsu, ayatsu, koitsu, soitsu, aitsu, yatsu
F = ~sama shujin sama/danna sama => tuan, okusama => nyonya, wakadanna sama
/bocchama/(o)bocchan => tuan muda, waka-oku sama => isteri dari tuan muda, ojousama
=> nona
G = minasan
H = koitsu/soitsu/aitsu, yatsu

* Panggilan untuk keluarga sendiri


A = PAPA/otousan => ayah, MAMA/okaasan => ibu, (o)niichan => kakak laki-laki,
(o)neechan => kakak perempuan, (o)jiichan => kakek, (o)baachan => nenek
B = PAPA/otousan => ayah, MAMA/okaasan => ibu, oniichan => kakak laki-laki, oneechan
=> kakak perempuan, ojiichan => kakek, obaachan => nenek
C = oyaji => ayah/lelaki tua, ofukuro => ibu, aniki => kakak laki-laki, aneki/neechan =>
kakak perempuan
D = (o)chichiue => ayah, (o)hahaue => ibu, aniue => kakak laki-laki, aneue => kakak
perempuan, ojiji => kakek/lelaki tua, obaba=> nenek/wanita tua, segare => anak laki-laki
E = mago=> cucu, musume => anak perempuan, musuko => anak laki-laki, baasan =>
nenek (maksudnya isteri sendiri)
F=x
G = otousama => ayah, okaasama => ibu, oniisama => kakak laki-laki, oneesama => kakak
perempuan, ojisama => paman, obasama => bibi, ojiisama/ojiichama => kakek,
obaasama/obaachama => nenek
H = oton/otouchan => ayah, okan/okaachan => ibu
iro iro
Ada 8 pembicara dengan gaya bicara berbeda yang muncul kali ini:A = Anak lakiB = Anak
perempuanC = Lelaki slengeanD = SamuraiE = Kakek-kakekF = Asisten pribadiG = Wanita
dewasaH = Orang Osaka
Mau tau apa bedanya?? Yuk kita check!!-----------------------------------------------1. Ungkapan
menyebut diri sendiri (Watashi ~wa~desu).A = Boku~tte iun da.B = Atashi~.C = Ore~ wa~ da.D
= Sessha ~ to mousu mono de gozaru.E = Washi ~wa~ja.F = Watakushi~de gozaimasu.
G = Watakushi~ to moushimasu no.
H = Wate/Washi~ iiman nen.
2. Menanyakan nama kepada seseorang (O-namae wa/Anata no namae wa?)
A = Kimi, namae nan to iu no?
B = Anata dare na no?
C = Temee, nani mono da?D = Na o nano rei/na o nanorare yo.
E = Anta namae wa nan to iunja?
F = O-namae o ukagatte moyoroshii deshou ka?
G =Anata, o-namae wa?
H = Ware, nani mon ya?

3. Ungkapan salam (semacam Ohayou gozaimasu/Konnichiwa)A = Ohayou.


B = Ohayo!C = Yoo, ossu.D = Go-kigen ikaga de gozaru ka?E = Oo you kita nou.F =
Omezama wa ikaga desu ka?
G = Go-kigen you.H = Maido.
4. Ungkapan perpisahan (Sayounara/Dewa, mata.)
A = Bai-bai.
B = Jaa ne.
C = Jaa na/Abayo.
D = Saraba ja/Shikkei/Shitsurei tsukamatsuru.
E = Kaeru ka nou.
F = Shitsurei itashimasu.
G = Go-kigen you.H = Honana/Hona.
5. Ungkapan terimakasih (Arigatou gozaimasu).
A = Arigatou.B = Arigatoo/Arigato ne.
C = Arigato yo/Sankyu/ Warii na (warui na).
D = Katajikenai/Rei o iu zo/ Arigataki shiawase.E = Arigatai nou.F = Arigatou gozaimasu.G =
Ara, arigatou.H = Ooki ni.
6. Ungkapan maaf (Sumimasen).A = Gomen ne.
B = Gomen ne.C = Warukatta na.
D = Sumanu/Menbokunai.
E = Suman nou.
F = Moushiwake gozaimasen.G = Gomen nasai.
H = Summasen/Kannin.
7. Menyatakan benar (Hai, sou desu).
A = Un, sou da yo.B = Un, sou yo.C = Aa, sou da ze.D = Umu, sayou de gozaru.E = Oo, sou
ja.F = Hai, sayou de gozaimasu.G = Ee, sou desu wa.H = Ou, seya de.
8. Menyatakan salah (Iie, chigaimasu).A = Uun, chigau yo.B = Uun, chigau wa yo.C = Iya,
sorya de makase da ze.D = Ina sore wa machigoute oru.E = Uumu sore wa chigau nou.
F = Iie, sono youna koto wa gozaimasen.
G = Iie, sono youna koto wa nakutte yo.H = Iya, chau de.
9. Menyatakan boleh/ok (ii desu).
A = Ii yo.B = Ii wa yo.C = Ii ze.D = Yoki koto.E = Yoi zo. Een ja.F = Yoroshuu gozaimasu.
G = Yoroshikutte yo.H = Ee de.

10. Menyatakan tak boleh (Dame desu).A = Dame da yo.


B = Dame yo.
C = Yabaitte/Ya da ne.D = Yurusare nu/Shouchi itashi kaneru.E = Dame Ja.
F = Oyoshi kudasai.G = Sore wa oyoshi ni natte/Dame desu wa.H = Akante.
1433 10 1
tsutsushin de isuramu koyomi 1433 nen 10 gatsu 1 nichi , danjiki ake no oiwai wo
moushiagemasu .

dari saya dan teman2 disini , selama ini kalau ada kesalahan, mohon di maafkan
minal aidzin wal faidzin.
*chuuko mubaraku*

Sekedar ingin share aja pola yg menyatakan ''pernah melakukan/bla bla bla''
Untuk menyatakan seperti ini contohnya, ''Saya pernah tuh baca buku itu''.
Nah untuk membuat pola kalimat seperti itu dalam bahasa jepang menggunakan pola
seperti ini,
Rumus:
K.Kerja~ta + koto ga aru
(Pernah melakukan ~)
Pertama, kita ubah dulu K.Kerja bentuk kamus menjadi bentuk ~ta dan tinggal kita
tambahkan 'koto ga aru' aja...
Jadi itu berarti kita sudah pernah melakukan perbuatan/hal itu sebelumnya...
Contoh:
1. Watashi wa sono hon wo yonda koto ga aru
(Saya pernah tuh membaca buku itu)
2. Watashi wa ano hito wo mita koto ga aru yo
(Saya pernah lihat orang itu lho...)
3. Yappari sono koto wo shita koto ga aru
(Ternyata saya sudah pernah melakukan hal itu)
Yappari = ternyata
Sono koto = hal itu
Dan untuk membuat kalimat tanya, kita tinggal tambahkan partikel ''ka'' aja di akhir kalimat.
Contoh:

1. Anata wa sono hon wo yonda koto ga aru ka?


(Pernahkah kamu membaca buku itu?)
Dah, gampang kan? X)
Yaku ni tatsu to wakaru you ni...
(Semoga bermanfaat ya dan semoga mengerti...)

#Pidato Bahasa Jepang berta artinya.


Minasan, konichiwa
Teman, Selamat siang..
Gorei watashi no tomodachi,Ramadhani
Yang terhormat temanku,Ramadhani
Konkai, watashi no supichi wa YUMEI no koto desu
Pada kesempatan kali ini saya akan berbicara tentang MIMPI
Watashitachi wa yumei o motonakereba naranai desu
Kita semua harus mempunyai impian.
Sono mama matte wa yumei ga naka naka hikiyoserenai desu yo..
Impian tidak akan datang dengan sendirinya
Yumei wa kanemochi no hito dake shoyuserenakute, watashi tachi mo sono chansu o
moteimasu
Impian bukan hanya milik orang kaya,akan tetapi kita memiliki kesempatan itu juga.
Mai nichi . suki na koto o sukoshi zutsu o shite,dandan dandan yokunarimashita.
Lakukanlah sesuatu yang positif yang anda sukai,maka sedikit demi sedikit akan menjadi
lebih baik.
Noryoku wa doko de mo dare ni mo nararemasu yo.
Kemampuan dapat dipelajari dari manapun dan dari siapapun juga
Taisetsu na koto wa seishin ga hogoshi nakerebanaranai.

Yang terpenting adalah jangan patah semangat


Sessoku no kanke mo taihen keikyo ga arimasu
Hubungan pergaulan juga menentukan
Dakara ii tomodachi o erande kudasai
Oleh karena pilihlah teman yang baik
Subarashii mirei ga watashitachi no me ni arimasu
Masa depan yang indah sudah ada didepan kita
Minasan, kore kara watashi to issoni ganbatte kudasai
Teman teman,mulai sekarang marilah kita samasama bersemgat ya
Domo arigato gozaimasu
Terima kasih..

kalao begitu q cm mu kasih 1 kata saja untuk mlm ini


**TADA**
Tada: hanya satu kata, namun penggunaannya beragam
tada adalah salah satu lagi kata yang ampuh di bahasa Jepang. Makna dasarnya adalah
hanya, dan dari situ kita bisa menemukan berbagai penggunaannya.
Tentu saja penggunaannya yang paling mudah adalah untuk menunjukkan jumlah yang
sedikit. Ini sama persis dengan saja atau hanya di bahasa kita.

seikai wa tada no gonin datta


Yang benar hanya 5 orang
......

hitsuyou na koto wa tada hitotsu dake da


Yang diperlukan hanyalah satu hal saja
......
Perhatikan bahwa tada bisa digabung dengan dake yang artinya sama (hanya) untuk lebih
memperkuat lagi. Hanya saja, tada muncul sebelum katanya.

Pada penggunaan di atas, tada diikuti oleh suatu jumlah. Penggunaan berikutnya sangat
mirip, namun kali ini yang ditunjukkan bukanlah jumlah tapi satu-satunya hal atau benda
yang dimaksud. Artinya juga sama dengan sebelumnya yaitu hanya.

kare wa tada shigoto bakari shite iru


Yang dia lakukan hanyalah bekerja dan bekerja
......
Pada contoh di atas, perhatikan bahwa tada bisa digabung dengan bakari (hanya).

tada kimi dake ga tayori da


Yang bisa kuandalkan hanyalah kamu saja
......
Arti berikutnya adalah gratis. Kamu bisa mengingatnya sebagai harganya hanya 0
rupiah.

kono keeki wa tada desu


Kue ini gratis
......
Arti yang lainnya adalah sesatu yang biasa. Pernah dengan hanya orang biasa kan? Di
situ jelas terlihat bahwa biasa berhubungan dengan kata hanya.

tada no sarariiman de isshou o oetakunai


Aku tidak ingin mengakhiri hidupku sebagai pekerja kantoran biasa
......
Berikutnya, tada bisa menyatakan bahwa tidak terjadi apa-apa. Makna ini muncul saat
digunakan dengan kata sumu (berakhir). Lihat arti literal yang diberikan di bawah untuk
mengetahui hubungannya dengan arti dasarnya yaitu hanya.

uragittara tada de sumanai zo


Kalau kamu berkhianat, aku tidak akan tinggal diam! (ini tidak akan berakhir hanya dengan
aku diam)
......
Penggunaan satu lagi yang akan dibahas di sini adalah sebagai penyambung antar kalimat
yang artinya tetapi. Kalau dipikir-pikir, maknanya sama dengan istilah lain bahasa
Indonesia yaitu hanya saja.
100 5
nyuujouryou wa hyaku en. tada gosai ika no kodomo wa muryou.

Harga masuknya 100 Yen. Hanya saja untuk anak di bawah 5 tahun gratis.
......
Walaupun penggunaannya bermacam-macam, mudah-mudahan bisa mempermudah kalau
kita memikirkannya sebagai perluasan arti dari arti dasarnya yaitu hanya.
JYUN.
Sebagai bonus di akhir, menarik untuk diketahui bahwa tada yang berarti gratis bisa ditulis
dengan kanji yang bentuknya sederhana. Dia bisa dianggap terdiri dari bentuk katakana
(ro) dan (ha). Oleh karenanya ada istilah slang roha yang artinya gratis.
# | Kufuku toki o ikinobita (Selamat Menunaikan Ibadah Puasa)

Dalam tata bahasa jepang,bentuk perintah ada bermacam-macam bentuk dari yang paling
sopan sampai yang paling tidak sopan,masalah pemakaiannya harus melihat situasi dan
kondisi,dengan siapa kita berbicara.Sebaiknya sebagai orang timur, sebaiknya jika ada dari
rekan pembaca yang berksempatan berkunjung ke jepang,gunakanlah bahasa yang sopan
karena orang jepang sendiri sangat menghargai orang lain.
Kuasai terlebih dahulu perbahan kata kerja ke bentuk perintah(TE-KEI)
Adapun bentuk perintah dan cara penggunaannya sebagai berkut:
1.BentukTE + KUDASAI (ini adalah bentuk yang paling sopan)(baca
bentuk..TE)
contoh:
a.
tabete kudasai
silahkan makan
b.
ashita tesuto ga arimasukara,kyou bengkyousitekudasai
karena besok ada tes ,hari ini silahkan belajar
c.
nonde kudasai
silahkan minum
2.Bentuk MASU(dihilangkan)+NASAI
contoh:
a.
tabenasai
silahkan makan
b.
nominasai

minumlah
3.Bentuk TE+GORANG (kasar) (baca bentukTE)
Contoh:
a.
yatte gorang!
kerjakanlah!
b.
mite gorang!
lihatlah!
c.
iite gorang!
pergilah!
4.Bentuk TE + MIRO(kasar-situasi agak marah)(baca bentuk ..TE)
Contoh:
a.
yatte miro
kerjakanlah!
b.
mite miro
lihatlah!
c.
shigotou shiro
kerjalah
5.Bentuk suara o(kasar-situasi sangat marah)
contoh
a.kata kerja kelompok 1 suara I menjadi o
-
yaro
kerjakan!
-
iko
pergi!
-
nomo
minum!
b.Kata kerja kelompok 2 ,masu dihilangkan +RO
contoh
_
shimero
tutup!
_
tabero

makan!
_
akero
buka!
c.kata kerja kelompok 3 ,shimasu menjadi shiro
contoh:
-
bengkyoushiro
belajarlah!
-
shigotushiro
kerjalah!
Dalam tata bahasa jepang kata-kata yang diakkhiri bunyi te()dan de() disebut kata
kerja bentuk te().Adapun perubahannya tergantung dari kelompok kata kerja itu
sendiri. Rumus merubah kata kerja menjadi bentuk te(),berikut di bawah ini:
A.Kata kerja kelompok 1( dihilangkan)
Kata kerja
Bentuk TE
Contoh
Perubahan ke-TE
.,,< > :
:
:
. ;
.:
. :
;
:
;
Pengecualian:
Kata kerja berikut ini bukan merupakan kata kerja kelompok satu(1),melainkan kata kerja
kelompok dua(2),yaitu:
bangun tidur
turun(dari kereta)
jatuh
mandi
bisa
meminjamkan
cukup

melihat
memakai
B.Kata kerja kelompok dua(2), dihilangkan +
Contoh:

(pengecualian)
(pengecualian)
(pengecualian)
Dll
C.Kata kerja kelompok tiga(3),untuk yang berartidatang
dihilangkan+,sedangkan kata kerja yang berakhir
Contoh:

Bentuk ...boleh()
Rumus:
Kata kerja bentuk -te()
Pelajari juga perubahan ke bentuk TE (read)
:yasumimasu:istirahat
?yasundemo ii desuka :bolehkah istirahat?(pertanyaan)
yasundemo ii desu:boleh istirahat.
:kakimasu:menulis
?:kaitemo ii desuka?bolehkah saya tulis?
:boleh tulis
Contoh Kalimat:
?
onaka ga itai desukara yasundemo ii desu ka?
karena perut sakit,bolehkah istirahat?
,
hai,yasundemo ii desu
ya,boleh istirahat.

?
mada wakarimaseng kara kaitemo ii duseka?
karena belum mengerti bolehkah saya tulis?
,
hai,kaitemo iidesu.
ya,boleh tulis
Catatan:
dalam percakapan sehari hari untuk orang yang lebih muda ,atau sama sama
muda,suasana yang tidak begitu formal biasanya kata desu/desuka? tidak dipakai
cukutemo ii..untuk pertanyaan sedikit penekanan suara naik dan untuk jawaban dengan
nada suara turun
Kosakata:
:yasumimasu:istirahat
:kakimasu:menulis
:mada:belum
:wakarimasu:mengerti
Pelajaran 50
"Sasete Itadakimasu"
Dalam percakapan bahasa Jepang sehari-harinya kita sering mendengar kata-kata ~
sasete itadakimasu. Banyak yang berpikir bahwa mereka menunjukkan penghormatan
selama mengucapkan ~ sasete itadakimasu.
Di awal pertemuan, misalnya, seseorang akan mengucapkan , Setsumei sasete
itadakimasu kepada peserta pertemuan lainnya. Artinya "saya menerima kehormatan untuk
diminta memberikan penjelasan". Tapi dalam situasi ini kita cukup menggunakan Setsumei
shimasu, yang berarti "saya akan jelaskan".
Mungkin anda juga menyadari bahwa di depan toko kita sering menemui tulisan Juji kara
eigyo sasete itadakimasu, yang secara harafiah berarti "kami mohon kepada anda agar
mengizinkan kami buka pada pukul 10". Ini juga merupakan penggunaan yang salah.
Tapi kata-kata ini akan berubah seiring waktu. Ungkapan-ungkapan tersebut mungkin akan
bisa menjadi bahasa Jepang yang benar.
tata bahasa,
Mengutarakan Tema:
[TATA BAHASA ]

Banyaknya variasi pola kalimat yang dibentuk dengan kata bantu dalam bahasa Jepang sudah
tidak asing lagi. Berikut pola tata bahasa hasil bentukan kata bantu NI:
1. --- (tentang/mengenai/ sesuatu, berkenaan dengan)
a. Konpyta ni tsuite benky shitai to omotte
iru, Saya berpikir ingin belajar tentang komputer.
b. Konpyta ni tsuite no hon o yonde iruSaya
sedang membaca buku berkaitan dengan komputer.
. ---(bagi seseorang) Jika dilihat dari status/posisia.
Rygakusei ni totte, Nihon no bukka
ga takai koto wa taihen'na mondaida.Bagi mahasiswa asing, mahalnya harga barang di
Jepang sangat bermasalah.
b. Rygakusei ni totte no mondai wa,
Nihon no bukka ga takai kotodaMahalnya harga barang di Jepang adalah masalah bagi
mahasiswa asing.
3. --- (atau )Terhadap sesuatua.
Honde wa, meue no hito ni taishite keigo o
tsukau.Di Jepang, bahasa hormat digunakan kepada orang atas atau lebih tua dari kita.
b. Meue no hito ni taisuru kotobadzukai ni
kiwotsukey.Berhati-hatilah terhadap budi bahasa kepada orang atas atau lebih tua dari kita.
4. ---(di suatu tempat)a. 6
Konsto wa 6-ji kara, shimin kaikan ni oite okonawa reru. Konser akan diselenggarakan mulai
jam 06:00 di Balai Sipil.
b. Ronbun no kakikata no rru wa,
dono bun'ya ni oite mo onajida Aturan cara tulis skripsi di bidang mana pun sama.
c. Shakai ni okeru rru o shiranai wakamono ga
i.Banyak muda-mudi yang tidak tahu tata krama dalam masyarakat.
5. ---sebagai jabatan, posisi, status, kualifikasia.
Kare wa watashi-hi rygakusei to shite Nihon e kitaa
datang ke Jepang sebagai mahasiswa atas biaya sendiri.
b. Kare ni wa kyshi to shite no jikaku ga naiBaginya tidak
ada kesadaran berprofesi sebagai guru/pengajar.
(nen no tame) = untuk jaga jaga; untuk lebih meyakinkan
nen no tame, kakunin shite okimashou = untuk lebih meyakinkan, mari pastikan lebih dulu.
nen no tame, shirabemashou = untuk lebih meyakinkan ayo kita periksa.
nen no tame, kasa o motteiku yo = untuk jaga jaga, aku pergi bawa payung.

- Shieki kei (bentuk causative) Pembentukan :


Kata kerja gol I
bentuk "nai" , buang "nai" tambahkan dengan "~seru"
iu => iwa"nai" + seru => iwaseru
iku => ika"nai" + seru => ikaseru
motsu => mota"nai" + seru => motaseru
dll deh..kalian bisa mencoba sendiri ama KK gol I yang laen
Kata Kerja gol II
bentuk "nai", buang "nai" tambahkan dengan "saseru"
taberu => tabe"nai" + saseru => tabesaseru
iru => i"nai" + saseru => isaseru
miru => mi"nai" + saseru => misaseru
dll
Untuk "kuru" dan "suru" :
kuru => kosaseru
suru => saseru
fungsi shieki (basic):
1. melakukan tindakan menyuruh kepada orang lain
pola :
A wa/ga B ni objek o (bentuk shieki dari kata kerja transitif)
partikel yang digunakan "ni" untuk sasaran objek yang disuruh
(gunakan partikel ni sebagai arti "ke" )
youchien no sensei wa itsumo kodomo ni e o kakasemasu
guru TK selalu menyuruh anak anak menggambar
(artinya kira2: guru menyuruh menggambar ke anak anak)
e o kaku = menggambar
haha wa imouto ni souji o sasemashita
ibu menyuruh adik membersihkan kamar
(ibu menyuruh membersihkan kamar ke adik)
bentuk ini hanya untuk atasan ke bawahan, kakak ke adik, ortu ke anak, teman sebaya
untuk ke orang yang lebih tinggi dipergunakan "~te morau"

kodomo wa sensei ni e o kakasemasu (X)


kodomo wa sensei ni e o kaite moraimasu (O)
Note : jangan menggunakan partikel dengan dobel dlam satu kalimat seperti partikel o dan
o, partikel ni dan ni
misalnya:
kaimono ni iku = pergi berbelanja
haha wa kodomo ni kaimono ni iku (X)
haha wa kodomo o kaimono ni iku (O)
Ibu menyuruh anak pergi belanja
2. Membuat orang/benda menjadi...
polanya biasanya : subjek wa/ga objek o (bentuk shieki)
watashi wa imouto o odorokaseru
saya membuat adik terkejut
mizu o yaru no o wasurete, niwa no hana o karesasete shimatta
saya lupa menyiram shgga membuat bunga di taman menjadi kering/membuat kering
bunga di taman
watashi wa sono hito o ikaseru
saya membiarkan dia pergi (saya membuat dia pergi)
bentuk shieki ada bentuk pendeknya yaitu "~seru" -> "~su"
(biasanya di kamus yg lengkap sering dikasih juga kosakatanya), tapi ga semua ada bentuk
pendeknya, beberapa aja (biasa yang fungsi "membuat menjadi.." )
ikaseru => ikasu
nakaseru => nakasu
watashi wa sono hito o ikaseru = watashi wa sono hito o ikasu
imouto o nakaseru = imouto o nakasu = saya membuat adik menagis
-------------------------------------------------------------Bentuk shieki juga ada sebagai bentuk sopan. Tetapi artinya beda (ga ada hubungannya
dengan fungsinya)
1. ashita wa yasumasete itadakitain desu ga...
besok saya ingin libur (biarkan saya ingin meliburkan diri..)

2. sono shigoto wa zehi watashi ni yarasete kudasai.


pekerjaan itu mohon biarkan saya yang melakukannya.
Kalimat pasif
Cara Pertama:
1. Untuk KK berakhiran -u, diubah menjadi bentuk KK-areru
contoh:kau => kawareru = dibeliyomu => yomareru = dibacakaku => kakareru = dibacakiru
=> kirareru = dipotongyobu => yobareru = dipanggilhanasu => hanasaseru = dibicarakan
2. Untuk kata kerja berkahiran -ru dirubah menjadi KK-rareru
contoh:taberu = taberareru = dimakanakeru = akerareu = dibuka
3. Untuk kata kerja + suru, dirubah menjadi KK+saseru
contoh:untensuru => untensaseru = dikemudikan jamasuru => jamasaseru = diganggu
4. Kuru => korareru (didatangi)
Contoh Kalimat:sensei wa watashi o yobimasu (guru memarahi saya)=> watashi wa sensei
ni yobaremasu. (saya dimarahi Guru)Watashi wa kono hon o kaimashita (saya membeli
buku ini)=> kono hon wa watashi ni kawaremashita (buku ini dibeli saya)
Anata wa ano shirase o shirimashita ka?
(apakah Anda mengetahui berita itu?)
=> ano shirase wa anata ni shiraremashita ka?
(apakah berita itu diketahui Anda)
dikit2 aja ya..

Ungkapan yang sering dipakai


Youkoso irrashaimashita (selamat datang)
Ogenku desu ka (apa khabar)
chotto o machi kudasai ( tunggulah sebentar)
chotto matte kudasai (tunggulah sebentar)
ee, chotto ( eh,tunggu bentar ya)
Dou narimashita ka ? ( apa yang terjadi ?)
Dou iu imi desu ka ( apa artinya, apa maksudnya)
Gomen nasai / Gomen kudasai ( maafkan saya)
Kamaimasen (tidak apa)

Nan to osshaimashita ka ?( apa katamu ?)


Yukkuri hanashite kudasai ( bicaralah dengan pelan )
motto hakkiri ittekudasai (tolong ucapkan lagi lebih jelas)
oboete imasu (saya lupa)
wasuremashita (saya lupa)
Dou itashimashite ( tak apa, sama-sama, biasanya ketika seseorang mengucapkan terima
kasih 'arigatou' kepada kita, dan kita membalasnya dengan 'iie, dou itashimashite')
douzo (silahkan)
douzo o hairi kudasai (silahkan masuk)
kekko desu ( that's fine , ya tak apa)
mata aimasho ( mari , ketemu lagi )
... o goshoukaishimasu ( mari , saya perkenalkan .... )
misal : tsuma o goshoukaishimasu ( mari,saya perkenalkan istri saya)
.... o oshiete kudasai (tolong,beritahukan....)
misal denwa bangou o oshiete kudasai (tolong beritahukan nomor telponnya)
zannen desu ne ( wah,terlalu buruk)
o doroita ( wow, kejutan)
o tesuu desu ga ...........( maaf mengganggu kamu,tapi.........)
odaijini ( jaga diri baik2,semoga lekas sembuh)
suteki desu ne (ya,bagus..)
sugoi (luar biasa,hebat)
oitomashimasu (permisi/maaf,saya harus pergi/saya harus meninggalkan pembicaraan ini) ,
dipakai ketika ingin memutuskan suatu pembicaraan karena ingin pergi.
Ganbatte kudasai (SEMANGAT !!) -- untuk menyemangati seseorang
omedetou (gozaimasu) (SELAMAT !)
Abunai ( awas, bahaya !)

Ki o tsukete (hati-hati)
jyun,,

nenryo neage enki


kenaikan harga BBM ditunda
(nenryo) = bahan bakar
(ne) = harga
(age) = naik
(neage) = kenaikan harga
(enki) = ditangguhkan/ditunda

(nenryone ga agaranai you ni negaimashou)


mari kita berharap agar harga BBM ga naik

Konbanwa
Ada yang sudah dengar kata "ii kara" ? kata ini seing dijumpai baik di anime maupun di
manga, bisanya di anime lebh bnyak ditemui.
sebenarnya apa arti "ii kara"?
mungkin klo yang mencoba menerjemahkannya secara harafiah artinya "karena baik2 saja"
atau "karena bagus",dll
karena "kara" menunjukkan "karena" dan "ii" artinya "baik, bgus"
tetapi klo diterjemahkan secara itu akan susah untuk diterapkan.
arti dari "ii kara" kalo dalam bhs indo bisa diartikan "udah gpp" ato "dah aku sendiri gpp"
ambil ilustrasi percakapan dlm indo
si A lagi ga bawa pensil
A : duh aku ga bawa pensil
B : klo mau pinjam aja punya aku
A : tapi kan kamu ntr nulis pake apa?
B : ii kara. douzo tsukatte kudasai (dah gpp. pake aja)
contoh percakapan lain
A : teki ga kita (ad musuh datang)
B : boku ga mamoru kara hayaku nigenasai (aku akan melindungi kalian, cepatlah lari)
A : demo... (tapi..)
B : ii kara. hayaku (udah aku gpp. cepet)

Taukah kalo masing2 dari a,i,u,e, dan o


seperti:
a,i,u,e,o
ka,ki,ku,ke,ko
sa,shi,su,se,so
ta,chi,tsu,te,to
dll
adalah patokan buat perubahan bentuk kata kerja gol I (atau yang disebut dengan
konjugasi ato renyouku)
Semua pasti udah banyak yang tau kan kalo dalam kata kerja terdiri dari 3 golongan :
- golongan I yang mempunyai ekor: u,tsu,nu,mu,ru,bu,su,ku,gu
- gol II yang mmiliki ekor :~eru dan ~iru
- gol III : suru dan kuru
tinggalkan dulu gol II dan III, sekarang yang dibahas adalah khusus gol I aja.
ambil contoh kata kerja "kaku"(menulis)
kaku terdiri dari ka-ku
ekor katanya adalah "-ku"
terapkan dengan sistem aiueo yaitu ka,ki,ku,ke,ko (klo yang berakhiran -su ya pakenya
sa,shi,su,se,so..dsb)
ka
untuk mengubah bentuk "nai"
ka-ku => ganti "ku" dengan ka + nai => kakanai (tidak menulis)
ki
untuk mengubah ke bentuk masu
ka-ku => ganti "ku"dengan "ki" + masu => kakimasu
ku
untuk menunjukan bentuk dasar/bentuk kamus
ka-ku => tetap "kaku"
ke
untuk mengubah ke bentuk perintah kasar atau patokan untuk ke bentuk kesanggupan
ka-ku => ganti "ku"dengan "ke" => kake (tulis!!)
ka-ku => ganti "ku"dengan "ke" + ru => kakeru (bisa menulis)

ko
untuk mengubah ke bentuk ajakan/keinginan
ka-ku => ganti "ku" dengan "ko" + u => kakou (ayo nulis!/mau menulis)
bentuk ini hanya bisa diterapkan untuk semua kata kerja gol I saja.

TATTA, TADA, SHIKA, DAKE, [PARTIKEL]


Terkadang kita sering dibingungkan oleh kehadiran partikel-partikel seperti ini. Artinya bisa
sama, namun sebenarnya cara pemakaian berbeda-beda. Baiklah, kita bahas satu
persatu.TATTA (cuma)Contoh:TADA (biasanya pembicara memandang skala/ukuran kecil)
SHIKA & DAKE Kita sering mendengar ungkapan dake dan shika (artinya hanya). Apakah
perbedaan dan bagaimana cara penggunaannya dalam kalimat. Di samping itu banyak
sekali ragam selain dake dan shika,,,seperti: bakari,nomi, tatta,tada, tannaru..
.honno,moppara.Kalau dalam bahasa Indonesia misalnya:hanya, saja, melulu, cuma,
semata-mata. ..Masalahnya, dalam bahasa Jepang ungkapan tersebut sering divariasikan
atau digabung dengan kata depan, bahkan perubahan bentuk kata kerjanya yang membuat
kita bingung dan kesulitan. Mari kita perhatikancontoh kalimat berikut:
1. Watashi wa ima (tada) 1000en shika motte imasen.
2. Watashi wa ima (tada) 1000en dake motte imasu. =saya sekarang hanya ada/punya
1000 yen.
3. Kyuri shika tabenai (makan hanya kyuri/mentimunsaja)
4. Kyuri dake tabenai (kyuri/mentimun saja tidakmakan) sama halnya dengan Watashi wa
butaniku dake tabenai (tidak makandaging babi saja)Pembahasan:shika biasanya diikuti
bentuk negatif,tapi kalau dake bisa keduanya.
1. Watashi dake kono paatii de kanoujo o kisu shita(Watashi shika kono paatii de kanoujo o
kisu shinakatta)
2. Watashi wa kono paatii dake kanoujo o kisu shita (Watashi wa kono paatii shika kanoujo
o kisu shinakatta)
3. Watashi wa kono paatii de kanoujo dake kisu shita(Watashi wa kono paatii de kanoujo
shika kisu shinakatta)Apakah dake dan shika juga dapat menggantikan wa sebagai
pewatas subjek, de sebagai pewatas keterangan tempat dan contoh 3 menggantikan o
sebagai pewatas objek?

(1).Tegami wa watashi shika todokimasendeshita.(hanya/cuma saya yang mendapat surat)


(2).Tegami wa watashi dake todokimasendeshita.(hanya/cuma saya yang tidak mendapat
surat)
Pengertian kalimat (1) dan (2) jelas berbeda.Kalimat(1) menyatakan cuma saya yang
mendapat surat,yang lain tidak. Kalimat (2) menyatakan hanya sayayang tidak
mendapat surat,sedangkan yang lain (selain saya) dapat.
Ingat saja polanya (...SHIKA + nai -bentuk negatifsaja) dan (DAKE + bisa
negatif/positif) Shika harus diikuti bentuk negatif.Misalnya:Tonikaku, sore wa yaru shika nai
wake desuyo! (Pokoknya, kalau itu cuma bisa dikerjakan lho!)*Perasaan apa boleh buat:
tidak ada cara selainmengerjakannya. .. *wake=pengungkapan alasan..
Terkadang ada kalimat penggabungan DAKE dan SHIKA
:.Koko dake de shika kaenai (hanya di sini saja kitabisa beli)
.Anata dake shika tsukaenain dakara! (hanya kamusaja yang bisa memakainya.. .)
*dakara=menyatakanhubungan sebab akibat.
.Ima dake shika taberarenai pan (Roti yang hanyabisa dimakan sekarang saja) *besok
atau lusa rotitersebut tidak dibuat/tidak bisa makan...Biasanya tokoyang menyediakan roti
spesial (kikan genteihanbai=penjualan waktu terbatas/tertentu) . Misalnyaroti rasa kare,
rasa cokelat melon, dsb...
Hal ini ditujukan sebagai penegas saja (DAKE + SHIKANAI)..
DAKE dan KATA BANTU
Menurut Yoshiyuki Morita (1971), ada perbedaan menarik antara makna "dakede" dan
"dedake".(1)a. Chuusha dakede naorub. Chuusha dedake naoru
DAKEDE pada(1a) menyatakan: "Meskipun disertai berbagai macam cara lainnya, minimal
hanya dengan suntik akan sembuh". Namun, DEDAKE pada (1b) menyatakan "Dengan
cara lain jelas tidak bisa, hanya dengan suntik akan sembuh". Dengan demikian (1a)
memiliki arti pembatas minimal yang diperlukan dalam batasan hal/masalah, sedangkan
(1b) menyatakan batasan sesuatu hal yang seharusnya dapat diambil sebagai satu cara
pengobatan.
[TINJAUAN 2] DEDAKE di sini karena adanya batas dari satu keputusan terhadap cara
tindakan pada hal/ masalah yang kenyataannya itu bisa terwujud atau tidak. Bukan fakta
kebenaran yang terperinci saja, tetapi kebanyakan konsep ungkapan berasal dari adat
kebiasaan, kebenaran, unsur kemungkinan, keterkabulan.

[TINJAUAN 3] Menurut alasan di atas, jika (1b) diubah ke [Bentuk lampau & selesai]
...DEDAKE...SHITA, serta [Bentuk kesinambungan dan situasi kondisi]
...DEDAKE...SHITEIRU maka akan terasa pelik.(2)a. *Sengetsu hiita kaze wa chuusha
dedake naotta. b. *Boku no kaze wa, itsumo chuusha dedake naotteiru. (3)a. Sengetsu hiita
kaze wa baiyaku (kusuri) dakede naotta.b. Boku no kaze wa, itsumo baiyaku (kusuri)
dakede naotteiru.
[TINJAUAN 4] Karena DEDAKE dianggap sebagai cara bicara yang membatasi hanya
suatu perihal/masalah tertentu, maka tidak bisa memperkirakan kondisi yang lain. Oleh
sebab itu, "DEDAKE MO"tidak mungkin diungkapkan atau tidak diakui keberadaannya. (4)a.
Ano yama wa, jidousha dedake wa noborenai. (kalau cara selain mobil semuanya
mungkin..)b. *Ano yama wa, jidousha dedake mo noboreru.
Namun lain halnya dengan DAKEDE,yang asalnya mengandung unsur asumsi (zentei)
yang di perkirakan, sehingga bisa dikombinasikan dengan kata bantu [WA atau MO]..
panggilan,,
Okey.. kita mulai pelajarannya. Aya-chan bilang "aya-chan mo ii", ini maksudnya '(panggil)
aya-chan saja', ya?
Nihongo yg lebih tepat adalah:
"Aya de ii yo" >>> jd utk menyebut diri sendiri ga pake ~chan, ~san, dsb. Atau:
"Aya to yonde kudasai" >> yg ini Nihongo yg formal, baik & benar, lho! hehehe.. Atau:
"Aya to yondemo ii yo" & dlm bhs yg sangat gaul mjd:
"Aya tte yonde ii yo"..... Perhatikan perubahan dari 'to' mjd 'tte', terus.. 'mo' juga boleh
dihilangkan..
Memang dlm bhs gaul banyak sekali yg dihilangkan, lho! Oya, utk pola "~mo ii" itu biasanya
lebih lengkapnya adalah: ~temo ii. Misalnya:
Kono shashin o mitemo ii desuka? (Buku Minna I bab 15), Atau:
A: Raishuu no nichiyoubi ni kite kudasai. Konshuu wa konakutemo ii desu.
B: Hai, wakarimashita

#dikutip dari salah satu anggota fanspage ini. (Ferdi Kakkoii).


#kalian bisa berbagi ilmu disini dan kemungkinan post akan di publikasikan.

~SOU DESU TO ~YOU DESU


Kayaknya mau turun hujan

Td kayaknya mau turun hujan

Tidak ada tanda-tanda hujan akan berhenti

Anak itu sedang memakan kue yg kelihatannya enak

Anak itu kelihatannya sedang belajar dgn tenang

Kayaknya di tokyo sedang turun hujan

Kayaknya ditokyo telah turun hujan

Kayaknya dia tidak akan datang

~nasa sou desu (tidak ada~)


Kayaknya dia tdk ada duit

Kayaknya waktu itu dia tdk ada duit

Kata sifat I & II (hanya pakai ~SOU DESU)


Kue ini kayaknya enak

Kue ini kayaknya tdk enak

Orang tua itu kelihatannya sehat

Orang tua itu kelihatannya tdk sehat

KATANYA (pake Bentuk INFORMAL)


Katanya akan turun hujan

Katanya td telah turun hujan

Katanya tdk akan turun hujan

Katanya tdk ada uang

bentuk2 percakapan part 1


syarat : - sudah menguasai penggunaan dan fungsi bentuk ~te iru, ~te iku, dan ~te kuru.
1. ~te iru => ~te ru
untuk pola ~te iru, huruf i nya hilang menjadi ~te ru
contoh:
matte iru yo => matte ru yo
motte ite ne => motte te ne
shite inaide => shite naide
dll
2. ~te iku => ~te ku
untuk pola ~te iku, juga sama huruf i nya hilang dan jadi ~te ku
contoh :
tsurete iku yo => tsurete ku yo
hanarete iku => hanarete ku
dll
3. ~te oku => ~toku
untuk pola ~te oku, huruf e nya hilang dan menjadi ~toku
contoh :
katte oite ne => katoite ne
oboete oite => oboetoite
oboete oke => oboetoke

kata tanya
what - nani/nan
Nani adalah jika dipake sendiri aja (liat aja ya contohnya)
nani?
apa?
(dalam bahasa Jepang gak usah pake tanda tanya juga boleh) Biasanya "nani" tidak
disertai "ka". Tapi lain cerita kalo penggunaan "nan". You'll see what I mean...
(maafkan contoh translasinya dalam bahasa Inggris karena ngopy juga,,
nan desu ka?

What is it?
nan ji desu ka?
What time is it?
kore wa nan desu ka?
What is this?
Kreasi dengan kata nan:
nannin how many people? berapa orang?
nannen how many years? berapa tahun?
nanban what number? nomor berapa?
nando what's the temperature? temperaturnya?
nanyoubi what day (Mon-Sun)? hari apa?
nannichi which day? kapan (harinya)?
nanko how many pieces? berapa buah...?
nanika something sesuatu
nandemo anything, whatever apa saja
nanto how...! bagaimana...!
nan no tame what for? untuk apa?
nanto naku somehow sebagaimanacaranya
how - dou
Dah dari dasar aja:
dou desu ka?
How is it? Bagaimana keadaannya?
dou deshita ka?
How was it? Bagaimana keadaannya sebelumnya?
douyatte?
How do you do it? Bagaimana kau melakukannya?
Tetapi ada lagi penggunaan lain dan kalau diterjemahkan menjadi Inggris menjadi "what".
dou shimashita ka?
What happened? Apa yang terjadi?
dou shiyou?
What should we do? Apa yang harus kita lakukan?
dou suru no?
Well, what will you do? Apa yang mau kau lakukan?
Nah arti lain di Indonesia...
koohii wa dou?
How about some cofee? Bagaimana dengan kopi (maksudnya mau meminum apa gitu)?
How's the cofee? Bagaimana kopinya?

saikin wa dou desu ka?


How is it going recently? Bagaimana kabar(nya) akhir-akhir ini?
Dan sebagainya... fiuh...
why - doushite naze
kanji dou dari doushite berasal dari dou "bagaimana". shite adalah bentuk -te dari suru
artinya melakukan. Bingung? Sama saya juga...
Pemakaiannya tuh suuuuuuuuuuper simple. Watch this.
doushite?
Why?
doushite no?
Why does it happen? (Gak yakin sih but I heard it somewhere... CMIIW)
doushite desu ka?
Why?
doushite anata wa nihongo wo benkyou shimasu
ka?
Why do you learn Japanese Language?
when - itsu
itsu desu ka?
When? When does it happen?
Setelah mempelajari kata "nan", ya bisa juga bacanya "nan ji desu ka?"
itsu ikimasu ka?
When do you leave? When do you go?
who - dare
Keep it simple guys...
dare?
Who?
dare desu ka?
Who is it?
kare wa dare desu ka?
Who is he?
dare kimashita ka?
Who came?
dare boku ni butsushita ka?
Who hit me???
>>

where - doko
doko desu ka?
Where is it?
eki wa doko desu ka?
Where is the (train) station?
anata no ei wa doko desu ka?
Where is your house?

bentuk te
1. K. Benda ga ~te imasu
1-1
(1) Denki ga tsuite imasu = Lampunya menyala.
(2) Mado ga aite imasu = Jendelanya terbuka.
(3) Isu ga kowarete imasu = Kursinya rusak.
Seperti terlihat pada contoh di atas, waktu melukiskan keadaan di depan si pembicara
(kenyataan kongkrit) sebagaimana adanya, Subyek dari perbuatan atau keadaan itu
dinyatakan dengan ga. ~te imasumenunjukkan keadaan atau akibat dari suatu perbuatan. (1)
menyatakan "sebelum itu lampu sudah menyala, dan keadaan ini masih berlangsung saat ini".
Yang dipentingkan adalah keadaan saat ini, tetapi di dalamnya bisa terlihat perbuatan di masa
lampau.
1-2 Yang dapat dipakai bersama dengan ~te imasu yang menunjukkan suatu keadaan akibat,
adalah kata-kata yang menunjukkan tindakan atau efek, yang selesai di saat itu juga atau yang
mementingkan akibat dari perbuatan itu.
Misalnya:
- (denki ga) tsukimasu = (lampunya) menyala
- akimasu = buka
- yogoremasu (kotor)
- kowaremasu (rusak)
2. K. Benda wa ~te imasu
Apabila subyek darin(2) dan (3) dinyatakan dengan wa, maka kalimat-kalimatnya akan
menjadi:
(4) Mado wa aite imasu = Jendelanya terbuka.
(5) Isu wa kowarete imasu = Kursinya rusak.

Si pembicara dan yang diajak bicara punya pokok pembicaraan yang sama:mado dan isu. Jadi
kalau si pembicara mengatakan isu wa maka yang diajak bicara sudah mengerti kursi yang
mana yang dimaksud, dan si pembicara menerangkan mengenai kursi tersebut.
Apabila ditambahkan kata penunjuk kono atau ano maka akan lebih jelas lagi apa yang
dimaksud oleh si pembicara.
(6) Kono isu wa kowarete imasu = Kursi ini rusak.
3. ~te shimaimashita
3-1 Pada dasarnya berarti "selesai".
Misalnya:
- Shukudai o shite shimaimashita = Sudah selesai mengerjakan pekerjaan rumah.
Tetapi bentuk ini mempunya arti lain yang justeru lebih sering dipakai.
Perhatikan contoh kalimat berikut ini.
3-2
(7) Pasupo-to o nakushite shimaimashita = Saya kehilangan paspor.
(8) Kuruma ga koshoushite shimaimashita = Mobilnya rusak.
Ini menunjukkan perasaan menyesalkan atau sesuatu yang sudah terlanjur terjadi.
Misalnya (7) kalau hanya dinyatakan dengan nakushimashita maka menunjukkan
kenyataannya saja, tapi kalau kita katakan nakushite shimaimashita maka juga menyatakan
fakta dan perasaan bahwa " susah karena kehilangan paspor dan menyesalkannya".
4. Pemakaian bentuk ta
Bentuk ta umumnya dipakai untuk menyatakan fakta di masa lampau atau perbuatan yang
sudah selesai. Tetapi ada kalanya untuk membenarkan atau mengakui suatu kenyataan pada
masa sekarang. Misalnya:
(9) A: Koujyou no naka de kikai ya seihin ni sawaranai de kudasai.
= Di pabrik jangan menyentuh mesin atau produk.
B: Wakarimashita = Baiklah.
(10) Komatta na = Celaka.
(11) Aa, yokatta = Wa, untunglah.
(12) [Kaban ga] arimashita yo = Tasnya ada.

n-desu

15 Januari 2012 pukul 18:02

1. Menghubungkan ~n desu
Formula:
- K. Kerja bentuk biasa + n desu
- K. Sifat i bentuk biasa + n desu
- K. Sifat na bentuk biasa + n desu
- K. Benda (~da --> ~na) + n desu

~n desu bisa dihubungkan baik dengan K. Kerja, K. Sifat i, K. Sifat na maupun K. Benda.
Dengan K. Kerja dan K. Sifat i dapat dihubungkan begitu saja dengan bentuk biasanya.
Tetapi bila dengan bentuk positif Waktu Sekarang dari Sifat na maupun K. Benda maka akan
menjadi ~na'n desu, jadi berhati-hatilah.
Bentuk biasa dari ~n desu adalah ~n da, tapi ini biasa dipakai oleh orang laki-laki.
2. Arti dan Pemakaian ~n desu
2-1. ~n desu
1). ~ n desu dipakai pada waktu menerangkan sebab ucapan atau perbuatan kita, atau
ucapan lawan bicara.
Contohnya:
- Watashi wa kinou kaisha o yasumimashita. (Pernyataan pembicara).
Netsu ga atta'n desu.
= Kemarin saya tidak masuk kantor. Panas badan saya naik.
Di sini, kalimat yang belakangan menerangkan sebab mengapa si pembicara tidak masuk
kantor. Jadi ~n desu menjadi keterangan alasan bagi kalimat sebelumnya.
- A: Ashita pa-tii ni ikimasu ka. (Ucapan lawan bicara)
= Besok anda pergi ke pesta?
B: Iie, ikimasen. Tsugou ga warui'n desu.
= Tidak, saya tidak pergi. Ada urusan.
Di sini, penyebab tidak pergi ke pesta ditambahkan kemudian.
2). Selain untuk menerangkan sebab, ~n desu juga dipakai waktu menerangkan keadaan pada
saat itu.
- Ima kara dekakeru'n desu.
= Saya berangkat sekarang.
2-2. ~n desu ka
1) Bentuk kalimat tanya ~n desu ka dipakai pada waktu memintakan keterangan kepada yang
diajak bicara tentang apa yang dilihat atau didengarnya.
Misalnya:
- Nihongo ga jyouzu desu ne. Donokurai benkyoushita'n desu ka?
= Anda pandai bahasa Jepang ya. Sudah berpa lama belajar?
Kalimat ini pada hakekatnya sama artinya dengan Donokurai benkyoushimashita ka, tetapi
pada benkyoushimashita ka si pembicara tidak menyertakan perasaannya, melainkan
menanyakan jangka waktu belajar itu saja.

Sedangkan benkyoushita'n desu ka menunjukkan rasa ingin tahu yang kuat si pembicara
setelah mendengar bahasa Jepang yang fasih dari lawan bicaranya.
2) A: (Melihat bahwa lawan bicaranya tidak punya nafsu makan)
Kyou wa amari tabemasen ne. Dou shita'n desu ka?
= Hari ini (anda) tidak makan. Ada apa?
B: Onaka ga itai'n desu.
= Saya sakit perut.
Pada kalimat yang menanyakan sebab, doushite maupun kalimat yang memintakan
keterangan tentang keadaan dou shita sering dipakai ~n desu.
Pola kalimat ~n desu ka seringkali mengandung rasa heran (terkejut) atau ragu-ragu si
pembicara. Berhati-hatilah memakai bentuk ini karena pemakaian yang salah dapat
menimbulkan rasa tidak senang pada yang diajak bicara.
2-3. ~ n desu ga
Contohnya:
- Sentakuki ga ugokanai'n desu ga, chotto mite kudasaimasen ka.
= Mesin cucinya tidak jalan, dapatkah anda memeriksa sebentar?
- Tokei o kaitai'n desu ga, doko de kattara ii desu ka.
= Saya ingin membeli jam. Di mana sebaiknya membelinya?
- Anou, 0-furo no tsukai-kata ga yoku wakaranai'n desu ga...
= Anu, saya tidak begitu mengerti cara memakai ofuro.
~n desu ga berfungsi untuk menarik perhatian orang yang diajak bicara pada topik yang
sedang dibicarakan. Ga dalam kalimat ini dipakai untuk menghubungkan 2 kalimat secara
longgar, dan menunjukkan keraguan atau perasaan.
2-4. Kasus dimana ~n desu tidak bisa dipakai
Pada waktu hanya akan mengatakan suatu kenyataan saja, maka ~n desutidak bisa dipakai.
Contohnya:
- Watashi wa Indonesia no Eko desu. ( X Eko nan'n desu)
= Saya Eko dari Indonesia.
- Ima 9ji 15fun desu. (X 15 fun nan'n desu)
= Sekarang jam 9 lewat 15 menit.
Contoh berikut hanya mengatakan suatu kenyataan di masa lampau.
- Kinou wa totemo isogashikatta desu.

= Kemarin saya sangat sibuk.


Sedangkan contoh berikut ini menggunakan ~n desu yang mengandung maksud yang tidak
disebutnya, misal "jadi waktu itu saya tidak ikut ke pesta" atau "karena itu saya sekarang lelah
sekali", dsb.
- Kinou wa totemo isogashikatta'n desu.
= Kemarin saya sangat sibuk.
3. ~te kudasaimasen ka
Artinya: Dapatkan anda me~ untuk saya?
Ini adalah salah satu cara untuk meminta pertolongan. Cara ini lebih hormat daripada ~te
kudasai yang telah dipelajari sebelumnya, karena juga menanyakan kesediaan orang yang
diajak bicara.
Contohnya:
- Soujiki no tsukaikata o oshiete kudasaimasen ka.
= Dapatkan anda mengajar saya bagaimana cara menggunakan alat penghisap debu?
4. K. Tanya (+Partikel) + ~tara ii desu ka
Artinya: Sebaiknya ~?
Contohnya:
- Doko de tokei o kattara ii desu ka.
= Sebaiknya dimana saya membeli jam?
- Jikan ni maniawanai toki, dou shitara ii desu ka.
= Kalau tidak keburu, sebaiknya bagaimana?
~tara ii desu ka adalah ungkapan yang dipakai pada waktu meminta petunjuk dari lawan
bicara tentang apa yang semestinya atau sebaiknya dilakukan.
Pada kalimat di atas si pembicara ingin membeli jam tetapi tidak tahu sebaiknya dimana
membelinya. Oleh karena itu dia meminta supaya ditunjukkan toko yang baik.

menyatakan kesangguapan
15 Januari 2012 pukul 6:38

1. Menyatakan Kesanggupan
1-1 Cara untuk menyatakan kesanggupan adalah sbb:
1) K. Benda + ga dekimasu (Pel. 18)
(1) Watashiwa unten ga dekimasu = Saya bisa menyetir mobil
2) Bentuk Kamus + koto ga dekimasu(Pel. 18)
(2) Watashi wa oyogu koto ga dekimasu = Saya bisa berenang
3) K. Kerja kesanggupan
(3) Watashi wa oyogemasu = Saya bisa berenang

(2) dan (3) menyatakan hal yang sama, tetapi bentuk (2) boleh dikata lebih sopan.
1-2 Cara membuat K. Kerja Kesanggupan
K. Kerja Kesanggupan
Bentuk Sopan
Bentuk Biasa
I
Kakimasu
Hanashimasu
Machimasu
Kakemasu
Hanasemasu
Matemasu
Hakeru
Hanaseru
Materu
II
Tabemasu
Okimasu
Taberaremasu
Okiraremasu
Taberareru
Okirareru
III
Kimasu
Shimasu
Koraremasu
*dekimasu
Korareru
*dekiru
1-3 Kalimat yang memakai K. Kerja Kesanggupan
K. Kerja Kesanggupan bukannya menunjukkan perbuatan, melainkan keadaan.
Apabila obyek dari K. Kerja transitif ditunjukkan dengan K.Bantu o, jadi dalam kalimat K. Kerja
Kesanggupan obyeknya biasanya ditunjukkan dengan ga.
(4) Watashiwa Nihon-go o hanashimasu --> Watashiwa Nihon-go ga hanasemasu.
Perhatikan bahwa K. Bantu yang lain dari o tidak berubah:
(5) Hitori de byouin e ikemasu ka = Bisakah anda pergi ke rumah sakit sendirian?
(6) Tanaka-san ni aemasendeshita = Saya tidak bisa bertemu dengan Sdr. Tanaka.

1-4 Arti K. Kerja Kesanggupan


Sama halnya dengan "Bentuk Kamus + koto ga dekimasu", maka K. Kerja Kesanggupan
mempunyai 2 makna, yaitu:
- kesanggupan seseorang melakukan sesuatu
(7) Ari-san wa kanji ga dekimasu = Sdr. Ari bisa membaca Kanji.
- kemungkinan perbuatan pada suatu keadaan
(8) Ano ginkou de doru ga kaeraremasu = Di bank itu kita bisa menukar dolar.
2. Wa yang menyatakan Perbandingan
2-1 Penggunaan wa yang menunjukkan makna perbandingan
(9) Kyou wa ikimasen ga, ashita wa ikimasu = Hari ini saya tidak pergi, tapi besok pergi.
(10) Tanaka-san wa ikimasu ga, watashi wa ikimasen = Sdr. Tanaka akan pergi, tapi saya
tidak.
2-2
(11) Osake o nomimasu. Tabako o suimasen = Saya minum sake. Saya tidak merokok.
(11') Osake wa nomimasu ga, tabako wa suimasen = Saya minum sake tapi tidak merokok.
(12) Hiragana ga kakemasu. Katakana ga kakemasen = Saya bisa menulis Hiragana. Saya
tidak bisa menulis Katakana.
(12') Hiragana wa kakemasu ga, katakana wa kakemasen = Saya bisa menulis Hiragana tapi
tidak bisa menulis Katakana.
Kalimat (11) dan (12) bila diubah menjadi kalimat perbandingan akan menjadi seperti (11') dan
(12').
Kata bantu wa tidak dapat dipakai bersama dengan o dan ga; wa dipakai setelah kata bantu
yang bukan o dan ga.
(13) Shinjuku e wa ikimasu ga, Ginza e wa ikimasen = Saya pergi ke Shinjuku tapi tidak ke
Ginza.
(14) Ginkou de wa okane ga kaeraremasu ga, uketsuke de wa kaeraremasen = Di bank kita
bisa menukar uang tapi di respsionis tidak bisa.
(15) Terebi wa robii ni wa arimasu ga, heya ni wa arimasen = Televisi ada di lobi tapi tidak ada
di kamar.
3. mada masen
Artinya: belum~
(17) A: Hiragana ga kakemasu ka = Apakah bisa menulis Hiragana?
B: Iie, mada kakemasen = Belum, belum bisa menulis

Kalimat ini menunjukkan bentuk negatif fari K. Kerja Kesanggupan yang tidak mengandung
makna keinginan.
4. ~shikamasen
Artinya: hanya/cuma~
4-1 shika disusul dengan bentuk negatif, menunjukkan bahwa selain dari hal itu tidak ada yang
lain. shika tidak dapat dipakai bersama dengan kata bantu ga dan o.
(18) Romaji shika kakemasen = Hanya bisa menulis abjad Romawi.
4-2 Selain shika, dake dapat pula dipakai menunjukkan keterbatasan. Tetapi dake bisa dipakai
dalam bentuk positif maupun negatif.
(19) Romaji shika kakemasen
(20) Romaji dake kakemasu
(21) Romaji dake kakemasen
Pada (19) dan (20) berarti hanya bisa menulis abjad Romawi.
(21) mengandung arti hanya abjad Romawi yang tidak bisa ditulis.
Untuk menekankan jumlah yang sedikit, shika lebih tepat dipakai daripada dake:
(22) 20 me-toru shika oyogemasen = Hanya bisa berenang 20 meter.
(23) Kuni de 3shuukan shika Nihon-go o benkyoushimasendeshita
= Belajar bahasa Jepang hanya 3 minggu di tanah air.

masih ttg tata bahasa


8 Januari 2012 pukul 7:01

1. Bentuk masu + nagara


Artinya: Sambil~
Pola kalimat ini dipakai untuk menunjukkan 2 perbuatan yang dilakukan serentak oleh orang
yang sama. ~nagara dihubungkan dengan K. Kerja bentukmasu. Perbuatan yang lebih
diutamakan ditunjukkan dengan K. Kerja yang diletakkan di belakang nagara.
(1) Ongaku o kikinagara kohii o nomimasu = Minum kopi sambil mendengarkan musik.
(2) Ocha o nominagara hanashimasenka = Bagaimana kalau kita ngobrol sambil minum teh?
2. ~te imasu
2-1 Pemakaian ~te imasu yang telah dipelajari sebelumnya adalah:
1) Menunjukkan perbuatan yang sedang berlangsung
(3) Ria-san wa ima terebi o mite imasu = Sdri. Ria sedang menonton TV.
2) Menunjukkan keadaan yang diakibatkan oleh sesuatu perbuatan
(4) Suzuki-san wa mou kekkon-shite imasu = Sdri. Suzuki sudah menikah.

3) Menunjukkan profesi atau jabatan


(5) Watashi wa jidousha no kaisha de hataraite imasu = Saya bekerja di perusahaan mobil.
2-2 ~te imasu yang kita pelajari sekarang menunjukkan perbuatan seseorang yang sudah
menjadi kebiasaan yang maknanya mirip dengan 3) di atas.
Umumnya dipakai bersama dengan K. Keterangan seperti itsumo, mainichi, maishuu, dsb.
(6) Himana toki, itsumo ongaku o kiite imasu = Kalau ada waktu senggang, selalu
mendengarkan musik.
(7) Yasumi no hi wa itsumo supo-tsu o shite imasu = Pada hari libur, selalu berolahraga.
3. Bentuk Biasa + shi
3-1 Pada Pel. 9 sudah kita pelajari ~kara yang berfungsi mengungkapkan penyebab atau
alasan. Apabila penyebab atau alasan ini ada lebih dari 2, maka dipakai ~shi.
- Nimotsu ga ooi desu = Barangnya banyak (penyebab I)
- Ame ga futte imasu = Sedang turun hujan (penyebab II)
--> takushii de kaerimasu = Pulang dengan taksi.
(8) Nimotsu ga ooi shi, ame ga futte iru shi, takushii de kaerimasu
= Karena barangnya banyak dan sedang turun hujan, maka pulang dengan taksi.
3-2 ~shi tidak hanya menyatakan deretan penyebab atau alasan, tetapi juga mengandung
makna "tambahan lagi" atau "apalagi". Apabila K. Bantuga ataupun o diganti dengan mo maka
maknanya menjadi semakin kuat.
(9) Nimotsu mo ooi shi, ame mo futte iru shi, takushii de kaerimasu
= Karena barangnya banyak dan sedang turun hujan, maka pulang dengan taksi.
3-3 Apabila induk kalimatnya sudah jelas dari kalimat sebelumnya, adakalanya kita hanya
menyebutkan penyebeb/alasannya saja:
(10) A: Zuibun hito ga ooi desu ne = Orangnya banyak sekali ya.
B: Kyou wa nichiyoubi da shi, tenki mo ii shi... (dalam percakapan)
= Karena hari ini hari Minggu, lagipula cuacanya baik...
3-4 ~shi biasanya dipakai untuk menyebutkan lebih dari 2 penyebab, tetapi kadang dipakai
pula untuk menyebutkan hanya satu di antaranya. Berbeda dengan pengunaan ~kara, pada
penggunaan ~shi terkandung pula penyebab-penyebab yang tidak disebutkan.
(11) Kyou wa samui shi, doko mo dekakemasen
= Saya tidak kemana-mana antara lain karena dingin.
3-5 Cara menjawab kalimat tanya doushite dengan menggunakan ~shiadalah sbb:
(12) A: Doushite itsumo kono su-pa- de kaimono-suru'n desu ka

= Kenapa anda selalu belanja di toko swalayan ini?


B: Nedan mo yasui shi, soreni shinamono mo ooi desu kara
= Harganya murah, apalagi barangnya banyak.
Soreni dipakai pada waktu kita khususnya sedang ingin menyatakan "apalagi" atau "tambahan
lagi".
4. Soreni dan Sorede
Soreni dipakai untuk menambah 1 lagi hal atau keadaan kepada yang sudah ada.
(13) Kono hana wa iro ga kirei desu. Soreni nioi mo ii desu.
= Bunga ini warnanya indah. Tambahan lagi baunya juga enak.
Sorede artinya mirip dengan desukara atau dakara (oleh karena itu), dan dipakai pada waktu
mengakui kalimat sebelumnya sebagai penyebab/alasan dari kalimat yang akan diucapkan
kemudian.
(14) A: Kono resutoran wa ryouri mo oishi shi, nedan mo yasui desu
= Restoran ini makanannya enak, dan harganya juga murah.
B: Sorede hito ga ooi'n desu ne = Karena itu ada banyak orang ya.
5. Zuibun
Zuibun menunjukkan tingkat yang sangat, seperti misalnya 1) luar biasa, 2) banyak, lama dan
sebagainya, dan seringkali disertai dengan perasaan heran atau di luar dugaan si pembicara.
1) luar biasa
(15) Kyou wa zuibun hito ga ooi desu ne = Hari ini orang luarbiasa banyaknya ya.
Zuibun yang berarti luar biasa dapat diganti dengan taihen atau totemo.
2) banyak
(16) Zuibun biiru o nomimashita ne = Minum banyak bir ya.
3) lama
(17) Kono dougu wa zuibun tsukatte imasu. Sorosoro atarashii no o kawanakereba narimasen
= Alat ini sudah lama dipakai. Sudah waktunya harus membeli yang baru.

bentuk te <n5>
7 November 2011 pukul 19:13

KEGUNAAN LAIN BENTUK-TE


Bentuk-te sangatlah berguna karena dia digunakan di berbagai macam tata bahasa untuk
menyatakan beragam ekspresi. Kita akan mempelajari keadaan berlanjut dengan bentuk
dan . Walaupun kita telah belajar berbagai konjugasi verba, semuanya
menyatakan aksi sesaat (sekali tembak). Sekarang kita akan belajar cara mengatakan

misalnya "Saya sedang berlari." Kita juga akan belajar cara melakukan aksi demi masa depan
dengan menggunakan dan memberi nuansa gerakan pada aksi dengan
dan .
MENGGUNAKAN UNTUK KEADAAN BERLANJUT
Kita telah belajar cara menyatakan keadaan benda dengan , , dsb. Tapi tidak
ada dimensi keberlanjutan pada tata bahasa tersebut; yang ada hanyalah mengungkapkan:
kamu adalah sesuatu atau bukan. Tata bahasa kali ini menyatakan keadaan berlanjut suatu
verba. Ini biasanya berarti "sedang melakukan" di bahasa Indonesia kecuali beberapa
perkecualian yang akan kita pelajari nanti. Kita bisa memanfaatkan bentuk-te yang dipelajari di
bab sebelumnya karena yang perlu dilakukan hanyalah menambahkan ! Hasil
gabungannya adalah verba-ru biasa.
yang dipakai di sini adalah verba-ru yang menyatakan adanya sesuatu, pertama kali
kita pelajari di bab verba negatif. Tapi dalam penggunaan kali ini, kamu tidak perlu
memusingkan apakah subjeknya benda hidup atau bukan.
Menggunakan untuk keadaan berlanjut
Untuk menyatakan aksi berlanjut, pertama konjugasikan verbanya ke bentuk-te lalu
tempelkan verba . Hasilnya berkonjugasi sebagai verba-ru.


Hasilnya adalah verba-ru, tanpa peduli apa verba aslinya
Positif
Negatif
Taklampau

sedang membaca

tidak sedang membaca


Lampau

sedang membaca
(lampau)

tidak sedang membaca


(lampau)
Contoh

- Teman(mu) sedang melakukan apa?


- (temanku) sedang makan siang.
Tentu saja setelah kamu mengubahnya menjadi verba-ru biasa dengan cara seperti ini, semua
konjugasinya berlaku. Contoh berikut menunjukkan konjugasi bentuk-masu dan negatif:
- (Kamu) sedang membaca apa?
- (Saya) sedang membaca buku pelajaran.
- Apakah kamu sedang mendengarkan? (lit: Apakah kamu
sedang mendengarkan pembicaraanku?)
- Tidak, tidak sedang mendengarkan.
Perhatikan bahwa pada kasus terakhir, bahasa Indonesia yang lebih alami adalah tanpa
menggunakan "sedang", misalnya "Kamu ndengerin nggak sih?!?" Walaupun begitu, cara
berpikir bahasa Jepangnya yang menggunakan pun seharusnya bisa dengan
mudah dimengerti karena pada waktu tersebut memang orangnya "sedang" mendengarkan
(atau tidak).
Karena orang biasanya terlalu malas menggerakkan lidahnya untuk membunyikan
dengan benar, di situasi yang santai -nya bisa dibuang begitu saja. Ini adalah
kepraktisan untuk berbicara. Kalau kamu sedang menulis esai atau karya tulis, kamu harus
selalu menggunakan . Inilah versi yang disingkat dari contoh-contoh sebelumnya:
- Teman(mu) sedang melakukan apa?
- (temanku) sedang makan siang.
- (Kamu) sedang membaca apa?
- (Saya) sedang membaca buku pelajaran.
- Apakah kamu sedang mendengarkan? (lit: Apakah kamu
sedang mendengarkan pembicaraanku?)
- Tidak, tidak sedang mendengarkan.
Perhatikan bahwa saya tetap menggunakan untuk bentuk sopan. Walaupun tentunya
orang juga membuang -nya pada bentuk sopan, mungkin sebaiknya kamu
membiasakan diri berbicara dengan bentuk standardnya sebelum asyik terbawa penyingkatanpenyingkatan santai. Kamu benar-benar akan terkejut mengetahui banyaknya penyingkatan
yang mungkin di pembicaraan santai. (Kamu juga akan kagum bahwa semua hal menjadi
sangat panjang di gaya bicara super sopan) Pada intinya, penyingkatan-penyingkatan itu
terjadi kalau kamu mengucapkan segala sesuatunya dengan malas-malasan dan
menyambung semuanya menjadi satu. Partikel-partikel di sana-sini juga akan dibuang.
Contohnya:

(Repot banget sih ada partikel segala...)


(Uh, males rasanya ngebunyiin semua vokalnya.)
(Ah, sempurna.)
HASIL BERLANJUT DAN BUKAN AKSI BERLANJUT
Ada beberapa kasus di mana keadaan berlanjut tidak bisa diterjemahkan sebagai "sedang"
pada kerangka berpikir bahasa Indonesia. Ini karena sebetulnya ada ambigu mengenai "apa"
yang sedang berlanjut pada bentuk : aksinya ataukah hasil aksinya. Maksud
sebenarnya bisa diketahui dari konteks dan penggunaan umumnya. Sebagai contoh, walaupun
secara teknis bisa berarti bahwa suatu pasangan "sedang" melakukan akad
nikah (aksi), biasanya ungkapan tersebut digunakan untuk mengacu pada orang yang "telah"
melakukan akad nikah dan saat ini sedang berada pada "status" menikah yang terlahir dari
aksi akad nikah tersebut (hasil).
- Dia sudah menikah/Dia berkeluarga. (kalau dijabarkan: Dia
"telah" melakukan aksi akad nikah, sehingga "hasilnya" statusnya berubah dari singlemenjadi
menikah, dan status tersebut "berlanjut" sampai sekarang. Jadi di sini
menyatakan aspek keberlanjutan hasilnya.)
Kita akan membahas beberapa verba umum yang sering membuat pelajar bahasa Jepang
bingung dalam aspek ini.

artinya "tahu". Bahasa Indonesia sebetulnya aneh karena "tahu" adalah suatu verba,
padahal fungsinya lebih pada menyatakan keadaan punya pengetahuan. Bahasa Jepang lebih
konsisten dan hanyalah verba aksi biasa. Dengan kata lain, aku "tahu" (aksi, misal
mendengar berita) sesuatu sehingga sekarang aku tahu hal tersebut (keadaan). Inilah
alasannya kenapa kata "tahu" bahasa Indonesia berpadanan dengan keadaan berlanjut di
bahasa Jepang, yaitu: .
vs
yang berarti "paham/mengerti" mungkin kedengarannya mirip dengan di
kasus-kasus tertentu. Namun ada perbedaan nyata antara "tahu" dan "paham". Jangan
sampai menukar-balikkan dengan .
artinya kamu sudah berada di keadaan paham. Dengan kata lain, kamu sudah "ngeh". Kalau
kamu salah menggunakan kata ini, kamu akan terdengar sok. ("Iya, iya, aku dah ngerti kok.
Jadi plis deh jangan ngomong lagi.") Tapi di lain sisi, hanya berarti bahwa
kamu tahu sesuatu.
Contoh
- Saya mengetahuinya hari ini. (Saya melakukan aksi "tahu" hari
ini.)
- Apakah (kamu) tahu lagu ini?

Apakah (kamu) tahu jalannya? (lit: Apakah (kamu) paham


jalannya?)
- Iya, iya, ngerti, ngerti.
Verba Gerakan (etc.)
Sangatlah masuk akal kalau kamu menebak bahwa aksi dan
berarti masing-masing "sedang pergi" dan "sedang datang". Tapi sayangnya tidak begitu.
Bentuk dari verba gerakan lebih menunjuk pada urutan aksi seperti yang kita
pelajari di bab sebelumnya. Kamu menyelesaikan gerakannya, lalu sekarang kamu berada di
kondisi tersebut. (Ingat, adalah verba yang menyatakan adanya benda.) Mungkin
akan memudahkan kalau kamu memikirkannya sebagai dua aksi bertahap dan terpisah:
lalu .
Ini tentunya sama seperti kasus yang telah kita pelajari sebelumnya. Yang
berlanjut adalah hasilnya, bukan aksinya. Dengan kata lain, penjabaran
adalah: Kamu "telah" melakukan aksi pergi, sehingga "hasilnya" kamu sekarang berada di
tempat tujuan, dan keadaan "sampai tujuan" tersebut berlanjut sampai sekarang.
Contoh
Di mana Suzuki-san?
- Dia sudah di rumah. (telah pulang dan sampai sekarang
ada di sana)
- Saya pergi duluan. (Saya akan pergi dan berada di sana
sebelum kamu.)
- Mie-chan sudah di sini loh. (telah datang dan
sampai sekarang ada di sini.)
MENGGUNAKAN UNTUK KEADAAN HASIL
Sebagaimana ada sebagai pasangan , ada juga bentuk yang
memiliki arti khusus. Dengan mengganti dengan , maksudnya bukanlah
keadaan berlanjut tetapi menyatakan hasil dari suatu aksi yang telah dikerjakan. Biasanya,
ungkapan ini digunakan untuk menjelaskan bahwa sesuatu telah selesai dilakukan. Aksi yang
diselesaikan juga membawa nuansa dilakukan sebagai persiapan untuk hal lainnya.
Contoh
Karena tata bahasa ini menyatakan keadaan dari aksi yang telah diselesaikan, umumnya kita
akan menemui partikel , , dan , bukannya .
- Huruf kanji tertulis di papan tulis. (Seseorang selesai
menulisnya, dan hasilnya bisa kamu lihat)
Perhatikan bahwa pola dasarnya yaitu (menulis kanji) berubah menjadi
(kanji telah selesai ditulis dan hasilnya bisa dilihat).
- Bagaimana persiapannya?

- Persiapannya sudah selesai. (sudah dilakukan, dan


sebagai hasilnya kita bisa ke tahap selanjutnya)
- Apakah rencana perjalanannya sudah selesai?
- Iya, saya tidak hanya membeli
tiketnya, tapi juga sudah membooking hotelnya. (dan sebagai hasilnya, kita bisa menginap di
hotel itu)
MENGGUNAKAN SEBAGAI PERSIAPAN UNTUK WAKTU MENDATANG
memang mengandung nuansa bahwa suatu aksi selesai dilakukan sebagai
persiapan hal lainnya. Namun secara eksplisit menyatakan bahwa suatu aksi
dikerjakan (atau akan dikerjakan) demi masa depan (sebagai suatu persiapan). Bayangkan ini:
Kamu telah membuat kue pai lezat dan kamu akan meletakkannya di dekat jendela agar
menjadi dingin sehingga bisa kamu makan setelahnya. Ini menjelaskan kenapa verba
, yang berarti "meletakkan", bisa dipakai untuk menyatakan persiapan demi
masa depan. Walaupun yang berdiri sendiri ditulis dengan kanji, kalau ditempelkan
ke bentuk-te biasanya digunakan hiragana.
Contoh
- Saya akan membuat makan malam (sebagai persiapan,
untuk dimakan nanti malam tentunya).
- Saya akan membeli baterai (sebagai persiapan, untuk
dibawa kemah misalnya).
juga kadang disingkat demi kemudahan.
- Saya akan membuat makan malam (sebagai persiapan, untuk
dimakan nanti malam tentunya).
- Saya akan membeli baterai (sebagai persiapan, untuk dibawa
kemah misalnya).
MENGGUNAKAN VERBA GERAKAN DENGAN BENTUK-TE
Kamu juga bisa menggunakan verba gerakan "pergi" dan "datang" dengan
bentuk-te, untuk menunjukkan bahwa aksi dasarnya dilakukan dengan unsur gerakan. Contoh
yang paling umum dan berguna dari hal ini adalah verba (memegang).
berarti kamu sedang dalam keadaan memegang sesuatu (atau memiliki), sedangkan jika
diganti menjadi atau maka artinya menjadi kamu pergi atau
datang membawa sesuatu. Tentu saja, konjugasinya sama dengan dan
biasa.
Contoh
- Apakah (kamu) punya pensil?
- Apakah (kamu) akan pergi membawa pensil ke sekolah?
- Apakah (kamu) akan datang membawa pensil ke rumah?

Untuk contoh-contoh tersebut, mungkin akan lebih mudah kalau kamu memikirkannya sebagai
rentetan aksi: pegang lalu pergi, atau pegang lalu datang. Inilah beberapa contoh lain:
- Ayah pulang cepat.
- Berlari menuju arah stasiun.
Pada contoh di atas, sebetulnya verba seperti dan secara implisit sudah
mengandung makna perpindahan tempat. Namun tanpa verba gerakan, kesannya hanyalah
satu titik waktu di mana aksi tersebut berlangsung (bayangkan melihat foto orang berlari).
Penambahan maupun di sini membuat kesan "bergerak" tersebut lebih kentara dan
hidup.
Verba gerakan juga bisa digunakan di ekspresi waktu untuk memberikan gambaran waktu
yang maju atau bergerak.

- Memasuki musim dingin, orang yang menggunakan mantel akan bertambah (seiring jalannya
waktu).
Pada contoh di atas, kita bisa membayangkan bahwa seiring dengan pergerakan waktu ke
masa depan, jumlahnya secara bertahap bertambah.

- Saya akan berusaha (menuju masa depan) dengan seluruh kemampuan yang ada!

- Saya telah bergaul (dari dulu sampai saat ini) dengan bermacam-macam orang, tapi belum
menemukan orang yang baik.
Di contoh atas juga terbayang, seiring majunya waktu, penulisnya bertemu dengan orangorang baru yang akan menjadi teman bergaulnya.

- Belajar bahasa Jepang sejak sangat lama dan pada akhirnya berhenti.
Sebagai penutup, perlu diketahui bahwa sebagaimana bisa disingkat menjadi
, pada pembicaraan santai bentuk juga bisa menjadi .
Lalu, karena kanji juga memiliki bacaan alternatif , kamu juga akan menjumpai
yang artinya tentu saja sama dengan .

rikuesuto no materi ^_^


21 Oktober 2011 pukul 12:03

no ni
no ni digunakan untuk menunjukkan tujuan kegunaan, cara penggunaan,dll. Memiliki arti
"memiliki kegunaan untuk...".

pembentukannya:
bentuk kamus + no ni ...
biasanya setelah no ni di gunakan kata kerja atau kata sifat yang menunjukkan kegunaan atau
ke praktisan
seperti tsukau (menggunakan), benri da (praktis), hitsuyou da (penting)
contoh :
kono enpitsu wa kanji o kaku no ni benri desu
pensil ini praktis untuk menulis kanji
(untuk menulis kanji, pensil ini praktis)
gakkou e iku no ni jitensha o tsukaimasu
saya menggunakan sepeda untuk pergi ke sekolah
(untuk pergi ke sekolah saya menggunakan sepeda)
kono sakubun o kaku no ni, kanari jikan ga kakarimashita
untuk menulis karangan ini, memerlukan waktu yang lumayan lama
dll

beberapa perbandingan yang sejenis


~shi ni iku /kuru / modoru
pembentukan:
bentuk masu + ni iku/kuru/modoru
kata kerja suru => hilangkan suru + ni iku/kuru/modoru
kata benda + ni iku/kuru/modoru
contoh:
tabe ni ikimasu => pergi untuk makan
sagashi ni kimasu => datang untuk mencari
pola kalimat ini memiliki arti "untuk..." tetapi pola ini menunjukkan pergerakan bukan
menunjukkan kegunaan, atau cara pemakaian.
Biasanya setelah ~shi ni di letakan kata kerja yang menunjukkan pergerakan seperti iku
(pergi), kuru (datang), modoru (kembali),dll

contoh :
watashi wa suupaa e kaimono ni ikimasu
saya ke supermarket untuk berbelanja
bandingkan dengan no ni
hashi wa taberu no ni tsukaimasu (O)
hashi wa tabe ni tsukaimasu (X)

~tame ni untuk~
~tame ni digunakkan untuk tujuan mencapai atau melakukan sesuatu, bisa diartikan
"untuk.." atau "demi...".
Ada target yang dicapai.
Biasanya setelah tame ni, menunjukkan keinginan]
contoh :
kanemochi ni naru tame ni isshokenmei hatarakimasu
bekerja dengan giat agar bisa kaya
(untuk bisa kaya, giat bekerja)=> ada keinginan untuk kaya
=============================================================

~noni
~noni adalah partikel setsuzokushi yang menunjukkan kebalikan dari klausa pertama.
Dalam bahasa Indo bisa diartikan "padahal...", "meskipun..."
Biasanya pola kalimat ini banyak digunakkan untuk menunjukkan ketidakpuasan, atau
penyesalan.
pembentukkan:
kata kerja & kata sifat I bentuk kamus + noni
kata sifat II & kata benda + na noni
iku + noni => iku noni
atsui + noni => atsui noni
yasumi + na noni => yasumi na noni
genki na + no ni => genki na noni

contoh :
san kagetsukan daietto o shita noni, hotondo yasenakatta
padahal udah diet 3 selama bulan, tapi ga kurus juga
ame ga futte iru noni gakkou e ikimasu
padahal hujan sedang turun tapi tetep pergi ke sekolah juga
dll
karena ~noni menunujukkan ketidak puasan atau penyesalan maka pada klausa kedua tidak
boleh digunakan bentuk perintah, bentuk permintaan, keinginan, kemungkinan,pertanyaan
mou 9 ji nan noni, mou sukoshi nete kudasai (X)
doyoubi na noni, kare ga uchi ni iru darou (X)
yasumi na noni, gakkou e ittemo ii desu ka? (X)

=============================================================

~no wa
~no wa terdiri dari partikel modifier "no" dan partikel "wa". Sebenarnya untuk bisa ini mesti
dipelajari terlebih dahulu partikel no yang berfungsi untuk mengubah kata kerja menjadi kata
benda.
iku = pergi
iku + no => perginya (kata benda)
iku no wa dare desu ka
yang pergi sapa?
"iku no" sudah menjadi kata benda
"wa" partikel penanda topik subjek
jadi kita tidak bisa mengatakan
iku wa dare desu ka? (X)
kata kerja + partikel "wa" ga bisa

saikin, nihongo o benkyou suru no wa mou ninki ni natte imasu.


akhir2 ini, belajar bahasa jepang menjadi terkenal.
saikin, nihongo o benkyou suru wa mou ninki ni natte imasu. (X)
=============================================================

~node
~node adalah partikel setsuzokushi yang menunjukkan alasan. Yang berarti "karena"
pembentukkan:
kata kerja dan kata sifat I bentuk dasar + node
kata benda dan kata sifat II + na node
taberu + node => taberu node
tabeta + node => tabeta node
atsui + node => atsui node
atsukatta + node => atsukatta node
yasumi + na node => yasumi na node
genki + na node => genki na node
contoh:
ashita shiken ga aru node, konban benkyou shinakereba narimasen
karena ada ujian, malam ini harus belajar.
tetapi katanya node tidak bisa digunakan ke kalimat yang menunjukkan ajakan, perintah,
keinginan
shiken ga mou owatta node, asobimashou (X)
shiken ga mou owatta kara, asobimashou (O)
kecuali dalam situasi kalimat formal (keigo), node atau kara bisa digunakan pada kalimat
ajakan, perintah, keinginan
jikan ga nai desu kara, isoide kudasai (O)
jikan ga nai desu node, isoide kudasai (O)
shiken ga mou owarimashita kara, asobimashou (O)

shiken ga mou owarimashita node, asobimashou (O)


sukoshi,,
ola Kalimat
1. Pola SP : Subyek + wa + Predikat + (desu)
* (desu) dipakai bila Predikat bukan kata kerja
* wa adalah partikel setelah subyek
Contoh
- Watashi wa neru : Saya tidur
- Watashi wa Indonesia-jin desu : Saya orang Indonesia
- Jakarta wa nigiyaka desu : Jakarta ramai
2. Pola SOP : Subyek + wa + Obyek + o + Predikat
* o adalah partikel penghubung antara Obyek dg Predikat
Contoh
- Watashi wa gohan o taberu : Saya makan nasi
- Watashi wa mizu o nomu : Saya minum air
3. Pola Umum : Subyek + wa + Ket Waktu + ni + Ket Tempat + Obyek + o + Predikat
* ni adalah kata depan waktu
* ket waktu dan ket tempat bisa berubah posisinya
Contoh
- Watashi wa nichiyoubi ni Jakarta e iku : Saya Hari minggu pergi ke Jakarta
- Warashi wa shokudo de shichiji ni gohan o taberu : Saya makan nasi di kantin jam 7.

Noun modifier form


13 Mei 2011 pukul 13:27

(materi ini belum atau udah ya? maaf kalau repost)


Dalam bahasa Jepang banyak sekali dijumpai bentuk bentuk penjelas kata benda(modifier
noun), biasanya ini lumayan sulit bagi para pembelajar bahasa Jepang tingkat dasar karena
urutannya terbalik dengan bahasa Indonesia. Disamping itu bentuk kata yang digunakan
harus menggunakan bentuk dasar, oleh karena itu, jangan lupakan bentuk dasar dalam
bahasa jepang karena bentuk tersebut banyak sekali memegang peranan penting dalam pola
kalimat, maupun percakapan sehari hari ^_^
biasanya di terjemahkan dalam bahasa Indo yaitu "yang"
kita mulai dari kata sifat
1. kata sifat I+ kata benda
contoh:
atsui (panas) + hi (hari) => atsui hi (hari yang panas)

tsumetai (dingin) + mizu (air) => tsumetai mizu (air yang dingin)
contoh kalimat:
kurasu de ichiban atama ga ii hito ha dare desu ka
orang yang paling pintar di kelas ini siapa?
amai (manis) + mono (barang) => amai mono (barang yang manis/ makanan yang manis)
amai mono ga suki desu ka?
kamu suka makanan yang manis?

2. kata sifat II + kata benda


untuk kata sifat II harus menggunakan "na" sebelum kata benda nya
genki (sehat) + kodomo (anak) => genki na kodomo (anak yang sehat)
shizuka (sepi) + machi (kota) => shizuka na machi (kota yang sepi)
nigiyaka (ramai) + mura (desa) => nigiyaka na mura (desa yang ramai)
dll
--------perhatian:
untuk kata sifat II, jangan selalu dihafal kan bersamaan dengan "na"
ambil contoh, misalkan menghafal "genki na = sehat"
ada bnyak pola kalimat yang tidak menyertakan na dalam perannya
contoh:
apabila digunakan pada kalimat (yg biasa dikenal aja deh)
A : genki desu ka ? (bukan genki na desu ka?)
B : genki desu (bukan genki na desu)
*takutnya kebawa aja
--------

3. kata kerja + kata benda


biasanya ini banyak sekali dipakai dalam percakapan, dan cukup membingungkan juga baik
org jepang yang belajar bhs indo maupun kita yang belajar bhs jepang
yomu (membaca) + hon ( buku) => yomu hon (buku yang dibaca)

kiku (mendengarkan) + hito (orang) => kiku hito (orang yang mendengarkan, bukan orang
yang didengarkan)
iku (pergi) + basu (bis) => iku basu (bis yang pergi)
untuk kata kerja tidak hanya bentuk biasa aja, bisa juga digunakan bersamaan dengan bentuk
lain
ambil contoh digunakan bersamaan dengan bentuk ~te iru (sedang)
naku + te iru => naite iru (sedang menangis)
naite iru hito => orang yang sedang menangis
soko de naite iru hito ha dare desu ka (siapa orang yang sedang menangis disitu?)
---------------------------------------------------------------------------pokoknya inti dari modifikasi untuk kata benda ini menggunakan bentuk dasar, yaitu
bentuk dasar + kata benda
---------------------------------------------------------------------------kalau bentuk negatif gimana?
sama aja penerapannya, kuasai dulu bentuk negatif bentuk dasar yaitu bentuk nai
yomu (membaca) => yomanai (tidak membaca)
yomanai(tidak membaca) + hon (buku) => buku yang tidak dibaca
iru (ada-utk org/binatang) => inai (tidak ada)
inai(tidak ada) + hito (orang) => inai hito (orang yang tidak ada / orang yang tidak hadir)
samui (dingin) => samukunai (tidak dingin)
samukunai tenki => cuaca yang tidak dingin
suki (suka) => suki dewa nai /suki denai (ga suka)
suki dewanai hito / suki denai hito => org yang tidak disukai
------------------bagaimana kalau digunakan bersamaan dengan bentuk lampau??
yup, gunakan bentuk -ta
disarankan kuasai bentuk ta
nomu (present) => nonda(past)
nonda(telah diminum) + mizu (air) => nonda mizu (air yang telah diminum)

watashi ga nonda mizu => air yang telah aku minum (biasanya menggunakan partikel ga)
dareka ga nonda mizu => air yang telah diminum seseorang
Suzuki san ga nonda mizu => air yang telah diminum Suzuki
kau (present) => katta (past)
katta (telah membeli) + kaban (tas) => katta kaban (tas yang telah dibeli)
imouto ga katta kaban => "tas yang telah dibeli adik" atau "tas yang telah adik beli"
======================
INGAT!! bentuk ini harus menggunakan bentuk dasar, tidak bisa digunakan bersamaan
dengan bentuk masu, mashita, desu, deshita, atau masen
atsui desu tenki (X)
genki deshita kodomo (X)
yomimasu hon (X)
kikimasu hito (X)
naite imasu hito (X)
yomimasen shimbun (X)
nomimashita mizu (X)
=====================
kata benda yang telah dimodifikasi oleh kata kerja atau kata sifat biasanya merupakan 1
subjek atau objek tergantung posisi dari kata benda yang dimodifikasi
contoh yang sebagai subjek:
yonda (telah dibaca) + shimbun (koran) => yonda shimbun (koran yang telah dibaca)
watashi ga yonda shimbun => koran yang telah aku baca
watashi ga yonda shimbun ha mou yaburete shimatta
koran yang telah aku baca sudah robek
watashi ga yonda shimbun berperan sebagai subjek
contoh yang sebagai objek:
otouto ha watashi ga yonda shimbun wo yaburimasu
adik merobek koran yang telah aku baca
watashi ga yonda shimbun disini berperan sebagai objek

memang agak susah awal2 nya, tapi dengan sering latihan pasti terbiasa ^_^

Tadoushi() dan Jidoushi()


28 Maret 2011 pukul 14:32

-Tadoushi adalah kata kerja transitif, yaitu kata kerja yang memerlukan objek (ingat aja
pelajaran bhs Indo wktu SMP dulu)
Karena memerlukan objek maka partikel yang harus digunakan yaitu o (), karena partikel o
adalah partikel penanda objek.
Tadoushi ini biasanya berpola (subjek) wa/ga (objek) o (kata kerja transitif-tadoushi)
- Jidoushi adalah kata kerja intransitif, yaitu kata kerja yang tidak memerlukan objek atau kata
kerja yang tidak berobjek
karena tidak berobjek maka Jidoushi biasanya memakai partikel ga
(subyek) ga (kata kerja intransitif - jidoushi)
contoh:
miru = melihat => kata kerja transitif
mieru = terlihat => kata kerja intransitif
watashi wa eiga o miru
saya menonton film
yama ga mieru
gunung terlihat
perhatikan!! kata kerja intransitif itu kata kerja yang tak berobjek jadi ga bisa digunakan
bersama dengan partikel o
contoh:
watashi wa eiga o mieru (X)
tetapi, kata kerja transitif bisa menduduki posisi dimana saja,bahkan dia bisa berperan seperti
kata kerja intransitif tidak perlu berpatokan kepada partikel o
contoh:
watashi ga miru
saya melihat

watashi ga mieru
saya terlihat
bagaimana membedakan kata kerja transitif dan intransitif dalam bhs Jepang?? aku sarankan
yaitu dihafal dan dibiasakan penggunaannya
sebenarnya ada beberapa karakteristik pembeda antara kata kerja intransitif(jidoushi) dengan
kata kerja transitif (tadoushi)
karakteristik tersebut antara lain: (semua nya berpasangan, ada jodohnya masing2 ^^ )
1. kata kerja jidoushi(intransitif) berunsur ~aru berpasangan dengan kata kerja tadoushi
(transitif) berunsur ~eru pada kata nya
contoh:
agaru (intran) => naik
ageru (tran) => menaikkan
atatamaru (intran) =>menjadi khangat
atatameru (tran) => memanaskan/ menghangatkan
ataru (intran) => tepat/kena
ateru (tran) => mengenai
tsukamaru (intran) => tertangkap
tsukamaeru (tran) => menangkap
tsutawaru (intran) => tersampaikan
tsutaeru (tran) => menyampaikan
owaru (intran) => selesai
oeru (tran) => menyelesaikan
kimaru (intran) => ditentukan/diputuskan
kimeru (tran) => memutuskan/menentukan
shimaru (intran) =>tertutup
shimeru (tran) => menutup

dll
2. kata kerja jidoushi(intransitif) berunsur ~aru berpasangan dengan kata kerja tadoushi
(transitif) berunsur ~u pada kata nya
contoh:
sasaru (intran)=> tertusuk/ tertancap
sasu (tran) => menusuk/menancap
hasamaru (intran) => terjepit
hasamu (tran) => menjepit
dll
3. kata kerja jidoushi(intransitif) berunsur ~reru berpasangan dengan kata kerja
tadoushi (transitif) berunsur ~su pada kata nya
contoh:
kakureru (intran) = tersembunyi / bersembunyi
kakusu (tran) = menyembunyikan
kuzureru (intran) = runtuh
kuzusu (tran) = meruntuhkan
koboreru (intran) = tumpah
kobosu (tran) = menumpahkan
taoreru (intran) = jatuh
taosu (tran) = menjatuhkan
hazureru (intran) = lepas/meleset
hazusu (tran) = melepaskan/ mencopot
yogoreru (intran) = kotor
yogosu (tran) = mengotori
dll

4. kata kerja jidoushi(intransitif) berunsur ~reru berpasangan dengan kata kerja


tadoushi (transitif) berunsur ~ru pada kata nya
contoh:
ureru (intran) = terjual
uru (tran) = menjual
oreru (intran) = patah
oru (tran) = mematahkan
kireru (intran) = terpotong
kiru (tran) = memotong
wareru (intran) = terbelah/retak
waru (tran) = membelah
dll
5. kata kerja jidoushi(intransitif) berunsur ~arareru berpasangan dengan kata kerja
tadoushi (transitif) berunsur ~u pada kata nya
umareru (intran) = lahir
umu (tran) = melahirkan
6. kata kerja jidoushi(intransitif) berunsur ~ru berpasangan dengan kata kerja tadoushi
(transitif) berunsur ~su pada kata nya
contoh:
utsuru (intran) = berpindah/pindah
utsusu (tran) = memindahkan
kaeru (intran) = kembali/pulang
kaesu (tran) = memulangkan/ mengembalikan
korogaru (intran) = terguling
korogasu (tran) = menggulingkan
deru (intran) = keluar
dasu (tran) = mengeluarkan

naoru (intran) = sembuh / betul


naosu (tran) = menyembuhkan / membetulkan
nokoru (intran) = tersisa
nokosu (tran) = menyisakan
dll
7. kata kerja jidoushi(intransitif) berunsur ~eru berpasangan dengan kata kerja
tadoushi (transitif) berunsur ~asu pada kata nya
nigeru (intran) = kabur
nigasu (tran) = membiarkan kabur
hieru (intran) = mnjadi dingin
hiyasu (tran) = mendinginkan
fueru (intran) = bertambah
fuyasu (tran) = menambah
okureru (intran) = terlambat
okurasu (tran) = melambatkan/menunda nunda
moeru (intran) = terbakar
moyasu (tran) = membakar
dll
pengecualian:
kieru (intran) = hilang/padam
kesu (trans) = memadamkan/menghilangkan/menghapus

8. kata kerja jidoushi(intransitif) berunsur ~u berpasangan dengan kata kerja tadoushi


(transitif) berunsur ~asu pada kata nya
ugoku (intran) = bergerak
ugokasu (tran) = menggerakan

naku (intran) = menangis


nakasu (trans) = menangiskan/membuat jadi nangis
tobu (intran) = terbang
tobasu (tran) = menerbangkan
dll
9. kata kerja jidoushi(intransitif) berunsur ~iru berpasangan dengan kata kerja tadoushi
(transitif) berunsur ~osu pada kata nya
okiru (intran) = bangun
okosu (tran) = membangunkan
ochiru (intran) = jatuh
otosu (tran) = menjatuhkan
oriru (intran) = turun
orosu (tran) = menurunkan
horobiru (intran) = musnah
horobosu (tran) = membinasakan/memusnahkan
dll
10. kata kerja jidoushi(intransitif) berunsur ~u berpasangan dengan kata kerja tadoushi
(transitif) berunsur ~eru pada kata nya
aku (intran) = terbuka
akeru (tran) = membuka
katazuku (intran) = teratur/sudah teratur
katazukeru (tran) = mengatur/membereskan
sodatsu (intran) = tumbuh
sodateru (tran) = menumbuhkan/mendidik
tsuzuku (intran) = berlanjut/bersambung
tsuzukeru (tran) = melanjutkan
susumu (intran) = maju/berkembang

susumeru (tran) = memajukan/mengembangkan


tatsu (intran) = berdiri
tateru (tran) = mendirikan
todoku (intran) = tersampaikan
todokeru (tran) = menyampaikan
dll
11. kata kerja jidoushi(intransitif) berunsur ~eru berpasangan dengan kata kerja
tadoushi (transitif) berunsur ~u pada kata nya
kikoeru (intran) = terdengar
kiku (tran) = mendengarkan
kudakeru (intran) = remuk/pecah
kudaku (tran) = meremukan/memecahkan
yakeru (intran) = terpanggang
yaku (tran) = memanggang
mieru (intran) = terlihat
miru (tran) = melihat
tokeru (intran) = lebur/mencair
toku (tran) = meleburkan / mencairkan
Waktu itu ada yg request ttg percakapan. Ini dia percakapan ringan yg akan qt pelajari hari
ini.
Percakapan antara pelayan restoran dan tamunya.
P : nani ka onomimono wa ikaga desu ka? (apakah anda ingin minum?)
T : nani ga arimasu ka?(ada minuman apa?)
P : ko-hi, koucha, ko-ra, bi-ru, orenji ju-su ga gozaimasu ga.(ada kopi, teh, cola, bir dan jus
jeruk)
T : jaa, ko-hi o onegai shimasu(klo begitu, minta kopi)
P : satou to miruku wa otsukai ni narimasu ka?(apakah anda ingin pakai gula dan

susu/krim?)
T : jwbnya bs hai(iya) atau bs iie (tdk)
P : oshokuji wa gyuuniku ka sakana no dochira ni nasaimasu ka?(anda ingin hidangan sapi
atau ikan?)
T : sakana o onegai shimasu (minta ikan)
P : shokuji wa osumi desu ka?(apakah makannya sdh selesai?)
T : iie, mada desu.(belum)