Anda di halaman 1dari 18

BAB 21

ASUHAN
ANTENATAL

Tujuan Umum
Memahami asuhan antenatal sebagai
upaya preventif untuk optimalisasi
luaran maternal dan neonatal dalam
kehamilan

Tujuan Khusus
Menjelaskan alasan asuhan antenatal
Menjelaskan jurnal kunjungan dalam
asuhan antenatal
Menjelaskan laporan langkah asuhan
antenatal
Mengenal gejala dan tanda bahaya
selama kehamilan

DEFINISI
Upaya preventif program pelayanan
kesehatan
obstetrik
untuk
optimalisasi luaran maternal dan
neonatal
melalui
serangkaian
kegiatan pemantauan rutin selama
kehamilan

6 ALASAN PENTING
MENDAPATKAN ASUHAN
ANTENATAL

1. Membangun rasa saling percaya antara klien dan


petugas kesehatan
2. Mengupayakan y terwujudnya kondisi terbaik bagi
ibu dan bayi dalam kandungan
3. Memperoleh informasi dasar tentang kesehatan
ibu dan kehamilannya
4. Mengidentifikasi dan menatalaksana kehamilan
risiko tinggi
5. Memberikan
pendidikan
kesehatan
yang
diperlukan dalam menjaga kualitas kehamilan dan
merawat bayi
6. Menghindari
gangguan
kesehatan
selama
kehamilan yang akan membahayakan keselamatan
ibu hamil dan bayi yang dikandungnya

JADWAL KUNJUNGAN ASUHAN


ANTENATAL
Pemeriksaan dilakukan sebanyak 4x
kunjungan
- usia kehamilan sampai 28 minggu =
1x
- kehamilan 28-36 minggu = 1x
- diatas kehamilan 36 minggu = 2x
Semakin tinggi risko kehamilan pada ibu
semakin sering kunjungan antenatal
dilakukan

PENCATATAN YANG DILAKUKAN


SAAT ANTENATAL
Keluhan yang dirasakan oleh
ibu hamil
Hasil pemeriksaan setiap
kunjungan
Menilai kesejahteraan janin

EDUKASI IBU HAMIL


Edukasi penting mengenai asupan
selama kehamilan, meliputi ;
1. Nutrisi yang adekuat
- kalori : 2500 kkal/hari, pertambahan BB
ibu tidak melebihi 10-12kg selama hamil
- Protein : 85 gram/hari
- Kalsium : 1,5 gram/hari
- zat besi : 30 mg/hari
- Asam folat : 400 mikrogram/hari

2. Perawatan payudara
3. Perawatan gigi dilakukan 2x
selama kehamilan pada trimester
I dan trimester III
4. Kebersihan tubuh dan pakaian

GEJALA dan TANDA BAHAYA


SELAMA KEHAMILAN
Pada
umumnya
80-90%
kehamilan
akan
berlangsung
normal
dan
hanya
10-12%
kehamilan yang disertai dengan
penyulit atau berkembang jadi
patologis.
Gejala
dan
tanda
bahaya
kehamilan yaitu :

1. PERDARAHAN
Perdarahan pada kehamilan muda atau
usia kehamilan dibawah 20 minggu :
- Kelainan kromosom yang ditemui pada
spermatozoa ataupun ovarium keguguran
- Ukuran pembesaran uterus yang diatas
normal mola hidatidosa
-Perdarahan pervaginam + hasil uji kehamilan
tidak jelas + uterus lebih kecil dari usia
kehamilan + ada masa di adneksa
kehamilan ektopik

Perdarahan pada kehamilan lanjut


atau diatas 20 minggu :
Pada umumnya disebabkan oleh
plasenta previa
- semakin tebal plasenta yang
menutupi seluruh jalan lahir maka
perdarahan semakin hebat tanpa
didahului oleh perdarahan bercak
berulang

GAMBAR PLASENTA

2. PRE-EKLAMPSIA
Umumnya
terjadi
pada
usia
kehamilan diatas 20 minggu disertai
dengan peningkatan tekanan darah
Harus dibedakan apakah hipertensi
didapat saat kehamilan atau sebelum
kehamilan, apabila hipertensi didapat
sebelum hamil hipertensi kronis

GEJALA dan TANDA PREEKLAMPSI


Hiperrefleksia
Sakit kepala atau sefalgia yang tidak membaik
dengan pengobatan umum
Gangguan penglihatan seperti pandangan
kabur, skotomata, silau atau berkunangkunang
Nyeri epigastrik
Oliguria ( <500ml/24 jam)
Tekanan darah sistolik 20-30 mmHg dan
diastolik 10-20mmHg diatas normal
Proteinuria (diatas +3)
Edema menyeluruh

3. NYERI HEBAT DI DAERAH


ABDOMINOPELVIKUM
Terjadi pada kehamilan trimester II atau
III disertai riwayat dibawah ini, maka
diagnosis mengarah pada solutio
plasenta baik disertai perdarahan
(revealed) atau tersembunyi (occult) ;
- Trauma
- Pre-eklampsia
- Tinggi fundus lebih dari usia kehamilan

- Bagian janin sulit diraba


- Uterus tegang dan nyeri
- Janin mati dalam rahim
Gejala dan tanda lain yang harus diwaspadai
;
- Muntah berlebihan yang berlangsung
selama kehamilan
- Disuria
- Menggigil atau demam
- Ketuban pecah dini atau sebelum waktunya
- Uterus lebih besar atau lebih kecil dari usia
kehamilan

Gambar solutio plasenta