Anda di halaman 1dari 181

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

MATERI PELATIHAN GURU


IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
TAHUN 2014
Mata Pelajaran
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan
SMA/SMK

UNTUK GURU

PUSAT PENGEMBANGAN PROFESI PENDIDIK


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAANDAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2014

Bahasa Inggris SMA | i

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Diterbitkan oleh:
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan
dan Penjaminan Mutu Pendidikan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
2014

Copyright 2014, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan


Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Dilarang mengcopy sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan komersial tanpa izin
tertulis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Bahasa Inggris SMA | ii

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

SAMBUTAN
KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN

Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Kurikulum 2013 pada tahun 2014 mulai
dilaksanakan pada semua sekolah. Kurikulum 2013 merupakan pengembangan dari kurikulum
sebelumnya untuk merespon berbagai tantangan internal dan eksternal.
Titik tekan pengembangan Kurikulum 2013 adalah penyempurnaan pola pikir, penguatan tata kelola
kurikulum, pendalaman dan perluasan materi, penguatan proses pembelajaran, dan penyesuaian
beban belajar agar dapat menjamin kesesuaian antara apa yang diinginkan dengan apa yang
dihasilkan. Pengembangan kurikulum menjadi amat penting sejalan dengan kontinuitas kemajuan
ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni budaya serta perubahan masyarakat pada tataran lokal,
nasional, regional, dan global di masa depan. Aneka kemajuan dan perubahan itu melahirkan
tantangan internal dan eksternal pada bidang pendidikan. Karena itu, implementasi Kurikulum 2013
merupakan langkah strategis dalam menghadapi globalisasi dan tuntutan masyarakat Indonesia masa
depan.
Pengembangan Kurikulum 2013 dilaksanakan atas dasar beberapa prinsip utama. Pertama, standar
kompetensi lulusan diturunkan dari kebutuhan. Kedua, standar isi diturunkan dari standar
kompetensi lulusan melalui kompetensi inti yang bebas mata pelajaran. Ketiga, semua mata
pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta
didik. Keempat, mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai. Kelima, semua mata
pelajaran diikat oleh kompetensi inti. Keenam, keselarasan tuntutan kompetensi lulusan, isi, proses
pembelajaran, dan penilaian. Aplikasi yang taat asas dari prinsip-prinsip ini menjadi sangat esensial
dalam mewujudkan keberhasilan implementasi Kurikulum 2013.
Untuk menjamin keterlaksanaan implementasi Kurikulum 2013, maka kepada semua guru dan
kepala sekolah di semua sekolah, serta pengawas diberikan pelatihan implementasi Kurikulum 2013.
Pelatihan sudah dimulai pada tahun 2013 dan berlanjut pada tahun 2014 dan 2015 untuk semua
mata pelajaran. Mengingat jumlah peserta pelatihan yang sangat besar, maka pelatihan ini
melibatkan semua stakeholder pendidikan baik di Pusat maupun Daerah.
Mudah-mudahan pelatihan implementasi Kurikulum 2013 ini bisa berjalan dengan baik dan lancar.
Akhirnya, kepada semua pihak yang telah mendedikasikan dirinya dalam memberikan kontribusi dan
mempersiapkan pelatihan Kurikulum 2013, saya mengucapkan banyak terima kasih. Semoga
bermanfaat untuk mencerdaskan bangsa Indonesia.

Jakarta, Maret 2014


Kepala

SYAWAL GULTOM
NIP 196202031987031002

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | iii

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas selesainya Panduan Pelatihan
Implementasi Kurikulum 2013. Panduan ini merupakan panduan wajib dalam rangka pelatihan calon
instruktur, dan guru untuk memahami Kurikulum 2013 dan kemudian mengiimplementasikannya
dalam proses pembelajaran di sekolah.
Kurikulum 2013 ini diberlakukan secara bertahap mulai tahun ajaran 2013-2014 melalui pelaksanaan
terbatas, khususnya bagi sekolah-sekolah yang sudah siap melaksanakannya. Pada Tahun Ajaran
2013/2014, Kurikulum 2013 dilaksanakan secara terbatas untuk Kelas I, IV, VII, dan X. Pada Tahun
ajaran 2014/2015 akan dilaksanakan oleh semua sekolah untuk kelas I, II, IV, V, VII, IX, dan X. Ajaran
2015/2016 diharapkan Kurikulum 2013 telah dilaksanakan di seluruh kelas I sampai dengan Kelas XII.
Menjelang implementasi Kurikulum 2013, penyiapan tenaga guru dan tenaga kependidikan lainnya
sebagai pelaksana kurikulum di lapangan perlu dilakukan. Sehubungan dengan itu, Badan
Pengembangan Sumberdaya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan
(BPSDMPK dan PMP), telah menyiapkan strategi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi guru,
kepala sekolah, dan pengawas.
Pada tahun 2014 pelatihan dilakukan bagi pengawas SD/SMP/SMA/SMK, kepala sekolah
SD/SMP/SMA/SMK, dan guru Kelas I, II, IV, V, VII, IX, dan X. Guna menjamin kualitas pelatihan
tersebut, maka Badan PSDMPK dan PMP telah menyiapkan Buku 1 Panduan untuk Narasumber
Nasional dan Instruktur Nasional, dan Buku 2 Modul Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013
sesuai dengan kelas, mata pelajaran, dan jenjang pendidikan. Modul ini diharapkan dapat membantu
semua pihak menjalankan tugas dalam Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013.
Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas partisipasi aktif kepada pejabat dan staf di
jajaran BPSDMPK dan PMP, dosen perguruan tinggi, konsultan, widyaiswara, pengawas, kepala
sekolah, dan guru yang terlibat di dalam penyusunan modul-modul tersebut di atas.

Jakarta, Maret 2014


Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidik

UNIFAH ROSYIDI
NIP. 19620405 198703 2 001

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | iv

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

DAFTAR ISI
Halaman
SAMBUTAN

ii

KATA PENGANTAR

ii

DAFTAR ISI

iv

A.

Materi Pelatihan 1: Konsep Kurikulum 2013


1.1 Rasional dan Elemen Perubahan Kurikulum 2013
1.2 SKL, KI, KD dan Strategi Implementasi Kurikulum 2013
1.3 Pendekatan, Penilaian, dan Model-model Pembelajaran pada Kurikulum
2013

B.

Materi Pelatihan 2: Analisis Buku


Analisis Buku Guru dan Buku Siswa

C.

Materi Pelatihan 3: Perancangan dan Penilaian Pembelajaran


3.1 Pendekatan Scientific, Model-model Pembelajaran dan Cara Penilaiannya
3.2 Perancangan Penilaian Pembelajaran
3.3 Pelaporan Hasil Penilaian Pembelajaran dalam Rapor

D.

Materi Pelatihan 4: Praktik Pembelajaran Terbimbing


4.1 Analisis Video Pembelajaran
4.2 Penyusunan RPP
4.3 Peer Teaching

DAFTAR PUSTAKA

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | v

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

MATERI PELATIHAN 1
KONSEP KURIKULUM 2013
1.1 RASIONAL DAN ELEMEN PERUBAHAN KURIKULUM
1.2 SKL, KI, DAN KD DAN STRATEGI IMPLEMENTASI
KURIKULUM 2013
1.3 PENDEKATAN PEMBELAJARAN, PENILAIAN, DAN MODELMODEL PADA KURIKULUM 2013

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 1

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

MATERI PELATIHAN 1
KONSEP KURIKULUM 2013

A. Pengantar

Kurikulum merupakan salah satu unsur yang memberikan kontribusi untuk mewujudkan proses
berkembangnya kualitas potensi peserta didik tersebut. Kurikulum 2013 dikembangkan berbasis
pada kompetensi sangat diperlukan sebagai instrumen untuk mengarahkan peserta didik menjadi:
(1) manusia berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu
berubah; (2) manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri; dan (3) warga negara yang demokratis,
bertanggung jawab.
Pada materi pelatihan ini Anda mempelajari konsep Kurikulum 2013 yang meliputi rasional dan
elemen perubahan kurikulum, SKL, KI, KD, strategi implementasi Kurikulum 2013, serta
pendekatan pembelajaran dan penilaian pada Kurikulum 2013.
B. Kompetensi
Peserta pelatihan dapat:
1. Memahami secara utuh rasional kurikulum 2013;
2. Memahami secara utuh elemen perubahan kurikulum 2013;
3. Memahami keterkaitan antara SKL, KI, dan KD pada kurikulum 2013;
4. Memahami secara utuh strategi implementasi kurikulum 2013;
5. Mendeskripsikan konsep pendekatan scientific dalam pembelajaran PJOK;
6. Mendeskripsikan konsep penilaian authentic pada proses dan hasil belajar;
7. Mendeskripsikan model-model pembelajaran kurikulum 2013.
C. Lingkup materi
1. Rasional kurikulum 2013
2. Elemen perubahan kurikulum 2013
3. Standar nasional pendidikan
a. Standar kompetensi lulusan (SKL)
b. Standar isi yang berisi kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD)
c. Standar proses
d. Standar penilaian
4. Strategi implementasi kurikulum 2013
5. Pendekatan scientific
6. Penilaian authentic
7. Model-model pembelajaran
D. Indikator
1. Menerima rasional pengembangan kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan perkembangan
masa depan.
2. Menjelaskan rasional pengembangan kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan perkembangan
masa depan.
3. Menjelaskan permasalahan kurikulum 2006 (KTSP).
4. Mengidentifikasi kesenjangan kurikulum antara kondisi saat ini dengan kondisi ideal.
5. Menjelaskan alasan pengembangan kurikulum.
6. Menerima empat elemen perubahan kurikulum 2013 yang mencakup: SKL, SI, standar proses,
dan standar penilaian.
7. Menjelaskan empat elemen perubahan kurikulum 2013 yang mencakup: SKL, SI, standar
proses, dan standar penilaian.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 2

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

8. Menjelaskan empat elemen perubahan kurikulum dalam hubungannya dengan kompetensi


yang dibutuhkan pada masa depan.
9. Menganalisis keterkaitan antara SKL, KI, dan KD.
10. Mengidentifikasi elemen-elemen penting strategi implementasi kurikulum 2013.
11.Menjelaskan konsep pendekatan scientific.
12. Menjelaskan konsep penilaian authentic pada proses dan hasil belajar.
13. Menjelaskan konsep model pembelajaran problem based learning pada kurikulum 2013.
14. Menjelaskan konsep model pembelajaran project based learning kurikulum 2013.
15. Menjelaskan konsep model pembelajaran discovery learning kurikulum 2013.
E. Perangkat Pelatihan
1. Video pembelajaran mata pelajaran PJOK
2. Bahan tayang:
a. Rasional dan elemen perubahan kurikulum 2013
b. Standar Kompetensi Lulusan (SKL), standar isi (Kompetensi Inti (KI), dan Kompetensi Dasar
(KD) , serta strategi implementasi kurikulum 2013
c. Konsep pendekatan scientific
d. Konsep penilaian authentic
e. Konsep model-model pembelajaran
3. Hand-out
a. Naskah kurikulum 2013.
b. Konsep pendekatan scientific , penilaian authentic, dan model-model pembelajaran.
4. ATK
F. Langkah Kegiatan

Pemaparan 1

Pemaparan 2

Pemaparan 3

Menyimpulkan
hasil diskusi

Diskusi konsep
kurikulum

Presentasi hasil
diskusi

1. Pemaparan 1
Fasilitator memaparkan rasional dan elemen perubahan kurikulum.
2. Pemaparan 2
Fasilitator memaparkan SKL, KI, dan KD dan strategi implementasi kurikulum 2013.
3. Pemaparan 3
Fasilitator memaparkan pendekatan, penilaian, dan model-model pembelajaran pada
kurikulum 2013.
4. Diskusi
Peserta mendiiskusikan tentang konsep kurikulum 2013.
5. Pemaparan hasil diskusi
Peserta mempresentasikan hasil diskusi tentang konsep kurikulum 2013.
6. Menyimpulkan hasil diskusi
Peserta enyimpulkan hasil diskusi tentang materi konsep kurikulum 2013.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 3

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

G. Lembar Kegiatan
LK-1.1
ANALISIS KONSEP KURIKULUM 2013
Tujuan:
Mendiskusikan rasional dan elemen perubahan kurikulum, SKL, KI dan KD, strategi implementasi
Kurikulum 2013 serta pendekatan, model pembelajaran dan penilaian pada Kurikulum 2013
Langkah Kerja:
1. Cermati hand-out konsep kurikulum 2013 serta Permendikbud tahun 2013 yang terkait dengan Standar
Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian !

2. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut melalui diskusi kelompok dan tuliskan jawaban hasil diskusi pada
kolom yang tersedia!

3. Presentasikan hasil diskusi kelompok (satu kelompok satu jawaban pertanyaan)!


4. Berikan komentar terhadap jawaban kelompok lain!
No

Pertanyaan

Mengapa perlu adanya pengembangan


Kurikulum?

Apa sajakah elemen perubahan dalam


kurikulum 2013?

Jawaban

Bagaimanakah proses pembelajaran


dalam kurikulum 2013 dilakukan?

Apa perbedaan kompetensi peserta didik


pada Kurkulum 2006 dan kurikulum 2013?

Bagaimanakah pendekatan dan modelmodel pembelajaran dalam kurikulum


2013 diterapkan?

Bagaimana penilaian pembelajaran dalam


kurikulum 2013 dilakukan?

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 4

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

H. Hand Out
HO-1.1
RASIONAL PENGEMBANGAN DAN ELEMEN PERUBAHAN KURIKULUM 2013
A. Rasional Pengembangan Kurikulum 2013
1. Latar Belakang Perlunya Pengembangan Kurikulum 2013
Penyelenggaraan pendidikan sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-undang Nomor
20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional diharapkan dapat mewujudkan proses
berkembangnya kualitas pribadi peserta didik sebagai generasi peneru, yang diyakini akan
menjadi faktor determinan bagi tumbuh kembangnya bangsa dan negara Indonesia sepanjang
zaman.
Dari sekian banyak unsur sumber daya pendidikan, kurikulum merupakan salah satu unsur
yang memberikan kontribusi yang signifikan untuk mewujudkan proses berkembangnya
kualitas potensi peserta didik. Jadi tidak dapat disangkal lagi bahwa kurikulum yang
dikembangkan dengan berbasis pada kompetensi sangat diperlukan sebagai instrumen untuk
mengarahkan peserta didik menjadi: (1) manusia berkualitas yang mampu dan proaktif
menjawab tantangan zaman yang selalu berubah; dan (2) manusia terdidik yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri; dan (3) warga negara yang demokratis,bertanggung jawab.
Kurikulum sebagaimana yang ditegaskan dalam Pasal 1 Ayat (19) Undang-undang Nomor 20
Tahun 2003 adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Pengembangan Kurikulum 2013
merupakan langkah lanjutan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah
dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan secara terpadu.
2. Rasional Pengembangan Kurikulum 2013
Pengembangan kurikulum perlu dilakukan karena adanya berbagai tantangan yang dihadapi,
baik tantangan internal maupun tantangan eksternal. Lebih lanjut di bawah ini penjelasannya.
a. Tantangan Internal
Tantangan internal antara lain terkait dengan kondisi pendidikan dengan tuntutan
pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang meliputi
standar pengelolaan, standar biaya, standar sarana prasarana, standar pendidik dan tenaga
kependidikan, standar isi, standar proses, standar penilaian, dan standar kompetensi
lulusan. Tantangan internal lainnya terkait dengan faktor perkembangan penduduk
Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 5

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Gambar 1: Reformasi Pendidikan Mengacu pada 8 Standar Nasional Pendidikan


Terkait dengan perkembangan penduduk, SDM usia produktif yang melimpah apabila
memiliki kompetensi dan keterampilan akan menjadi modal pembangunan yang luar biasa
besarnya. Namun, apabila tidak memiliki kompetensi dan keterampilan tentunya akan
menjadi beban pembangunan. Oleh sebab itu, tantangan besar yang dihadapi adalah
bagaimana mengupayakan agar SDM usia produktif yang melimpah ini dapat
ditransformasikan menjadi SDM yang memiliki kompetensi dan keterampilan melalui
pendidikan agar tidak menjadi beban (Gambar 2).

Gambar 2: Bonus Demografi sebagai Modal


b. Tantangan Eksternal
Tantangan eksternal yang dihadapi dunia pendidikan antara lain berkaitan dengan
tantangan masa depan, kompetensi yang diperlukan di masa depan, persepsi masyarakat,
perkembangan pengetahuan dan pedagogi, serta berbagai fenomena negatif yang
mengemuka.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 6

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Tekanan Untuk Pengembangan Kurikulum


Tantangan Masa Depan

Kompetensi Masa Depan

Kemampuan berkomunikasi
Kemampuan berpikir jernih dan kritis
Kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu
permasalahan
Kemampuan menjadi warga negara yang bertanggungjawab
Kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap
pandangan yang berbeda
Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal
Memiliki minat luas dalam kehidupan
Memiliki kesiapan untuk bekerja
Memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya
Memiliki rasa tanggungjawab terhadap lingkungan

Globalisasi: WTO, ASEAN Community, APEC, CAFTA


Masalah lingkungan hidup
Kemajuan teknologi informasi
Konvergensi ilmu dan teknologi
Ekonomi berbasis pengetahuan
Kebangkitan industri kreatif dan budaya
Pergeseran kekuatan ekonomi dunia
Pengaruh dan imbas teknosains
Mutu, investasi dan transformasi pada sektor
pendidikan
Materi TIMSS dan PISA

Persepsi Masyarakat

Fenomena Negatif yang Mengemuka

Terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif


Beban siswa terlalu berat
Kurang bermuatan karakter

Perkembangan Pengetahuan dan Pedagogi


Neurologi
Psikologi
Observation based [discovery] learning dan
Collaborative learning

Perkelahian pelajar
Narkoba
Korupsi
Plagiarisme
Kecurangan dalam Ujian (Contek, Kerpek..)
Gejolak masyarakat (social unrest)

Gambar 3: Tekanan untuk Pengembangan Kurikulum


c. Penyempurnaan Pola Pikir
Pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan hanya akan dapat terwujud apabila
terjadi pergeseran atau perubahan pola pikir. Pergeseran itu meliputi proses pembelajaran
sebagai berikut ini.
1) Dari berpusat pada guru menuju berpusat pada siswa.
2) Dari satu arah menuju interaktif.
3) Dari isolasi menuju lingkungan jejaring.
4) Dari pasif menuju aktif-menyelidiki.
5) Dari maya/abstrak menuju konteks dunia nyata.
6) Dari pembelajaran pribadi menuju pembelajaran berbasis tim.
7) Dari luas menuju perilaku khas memberdayakan kaidah keterikatan.
8) Dari stimulasi rasa tunggal menuju stimulasi ke segala penjuru.
9) Dari alat tunggal menuju alat multimedia.
10) Dari hubungan satu arah bergeser menuju kooperatif.
11) Dari produksi massa menuju kebutuhan pelanggan.
12) Dari usaha sadar tunggal menuju jamak.
13) Dari satu ilmu pengetahuan bergeser menuju pengetahuan disiplin jamak.
14) Dari kontrol terpusat menuju otonomi dan kepercayaan.
15) Dari pemikiran faktual menuju kritis.
16) Dari penyampaian pengetahuan menuju pertukaran pengetahuan.
d. Penguatan Tata Kelola Kurikulum
Pada Kurikulum 2013, penyusunan kurikulum dimulai dengan menetapkan standar
kompetensi lulusan berdasarkan kesiapan peserta didik, tujuan pendidikan nasional, dan
kebutuhan. Setelah kompetensi ditetapkan kemudian ditentukan kurikulumnya yang terdiri
dari kerangka dasar kurikulum dan struktur kurikulum. Satuan pendidikan dan guru tidak
diberikan kewenangan menyusun silabus, tetapi disusun pada tingkat nasional. Guru lebih
diberikan kesempatan mengembangkan proses pembelajaran tanpa harus dibebani dengan
tugas-tugas penyusunan silabus yang memakan waktu yang banyak dan memerlukan
penguasaan teknis penyusunan yang sangat memberatkan guru. Perbandingan kerangka
kerja penyusunan kurikulum dapat dilihat pada Gambar 5.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 7

Formatted: Space After: 0 pt

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kerangka Kerja Penyusunan KBK 2004

TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL

KERANGKA DASAR KURIKULUM


(Filosofis, Yuridis, Konseptual)

STRUKTUR KURIKULUM

STRUKTUR KURIKULUM

STANDAR ISI (SKL MAPEL, SK MAPEL, KD MAPEL)


STANDAR
PROSES

STANDAR ISI (SKL MAPEL, SK MAPEL, KD MAPEL)

STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN

STANDAR
PENILAIAN

STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN

STANDAR
PROSES

PEDOMAN

STANDAR
PENILAIAN

PEDOMAN

SILABUS

SILABUS

RENCANA PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
Oleh Satuan Pendidikan

Formatted: Centered, Indent: Before:


0 cm

Kerangka Kerja Penyusunan KTSP 2006

TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL

KERANGKA DASAR KURIKULUM


(Filosofis, Yuridis, Konseptual)

BUKU TEKS
SISWA
PEMBELAJARAN &
PENILAIAN

RENCANA PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN

BUKU TEKS
SISWA
PEMBELAJARAN &
PENILAIAN

Oleh Satuan Pendidikan

Kerangka Kerja Penyusunan Kurikulum 2013


KESIAPAN PESERTA DIDIK

TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL

KEBUTUHAN

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) SATUAN PENDIDIKAN

KERANGKA DASAR KURIKULUM


(Filosofis, Yuridis, Konseptual)
STRUKTUR KURIKULUM
STANDAR
PROSES

KI KELAS & KD MAPEL


(STANDAR ISI)

STANDAR
PENILAIAN

SILABUS
PANDUAN
GURU
Oleh Satuan
Pendidikan

BUKU TEKS
SISWA
PEMBELAJARAN &
PENILAIAN (KTSP)

Gambar 6: Alur Penataan Kurikulum


Hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang
dilakukan Balitbang pada tahun 2010 juga menunjukkan bahwa secara umum total waktu
pembelajaran yang dialokasikan oleh banyak guru untuk beberapa mata pelajaran di SD,
SMP, dan SMA lebih kecil dari total waktu pembelajaran yang dialokasikan menurut Standar
Isi. Di samping itu, dikaitkan dengan kesulitan yang dihadapi guru dalam melaksanakan
KTSP, ada kemungkinan waktu yang dialokasikan dalam Standar Isi tidak dapat dilaksanakan
sepenuhnya. Hasil monitoring dan evaluasi ini juga menunjukkan bahwa banyak
kompetensi yang perumusannya sulit dipahami guru, dan kalau diajarkan kepada siswa sulit
dicapai oleh siswa.
e. Pendalaman dan Perluasan Materi
Berdasarkan analisis hasil PISA 2009, ditemukan bahwa dari 6 (enam) level kemampuan
yang dirumuskan di dalam studi PISA, hampir semua peserta didik Indonesia hanya mampu
menguasai pelajaran sampai level 3 (tiga) saja, sementara negara lain yang terlibat di dalam
studi ini banyak yang mencapai level 4 (empat), 5 (lima), dan 6 (enam). Dengan keyakinan
bahwa semua manusia diciptakan sama, interpretasi yang dapat disimpulkan dari hasil studi
ini, hanya satu, yaitu yang kita ajarkan berbeda dengan tuntutan zaman (Gambar 6).

Gambar 6: Refleksi Hasil PISA 2009

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 8

Formatted: Centered

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Analisis hasil TIMSS tahun 2007 dan 2011 di bidang matematika dan IPA untuk peserta didik
kelas 2 SMP juga menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda. Untuk bidang matematika,
lebih dari 95% peserta didik Indonesia hanya mampu mencapai level menengah, sementara
misalnya di Taiwan hampir 50% peserta didiknya mampu mencapai level tinggi dan
advance. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa yang diajarkan di Indonesia berbeda
dengan apa yang diujikan atau yang distandarkan di tingkat internasional (Gambar 7).

Gambar 7: Result of Mathematics


Untuk bidang IPA, pencapaian peserta didik kelas 2 SMP juga tidak jauh berbeda dengan
pencapaian yang mereka peroleh untuk bidang matematika. Hasil studi pada tahun 2007
dan 2011 menunjukkan bahwa lebih dari 95% peserta didik Indonesia hanya mampu
mencapai level menengah, sementara hampir 40% peserta didik Taiwan mampu mencapai
level tinggi dan lanjut (advanced). Dengan keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama,
kesimpulan yang dapat diambil dari studi ini adalah bahwa apa yang diajarkan kepada
peserta didik di Indonesia berbeda dengan apa yang diujikan atau distandarkan di tingkat
internasional. (Gambar 8).

Gambar 8: Result of Science

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 9

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Hasil studi internasional untuk reading dan literacy (PIRLS) yang ditujukan untuk kelas IV SD
juga menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda dengan hasil studi untuk tingkat SMP
seperti yang dipaparkan terdahulu. Dalam hal membaca, lebih dari 95% peserta didik
Indonesia di SD kelas IV juga hanya mampu mencapai level menengah, sementara lebih dari
50% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Hal ini juga menunjukkan
bahwa apa yang diajarkan di Indonesia berbeda dengan apa yang diujikan dan distandarkan
pada tingkat internasional (Gambar 9).

Gambar 9: Results of Reading


Hasil analisis lebih jauh untuk studi TIMSS dan PIRLS menunjukkan bahwa soal-soal yang
digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik dibagi menjadi empat kategori,
yaitu:
- low mengukur kemampuan sampai level knowing
- intermediate mengukur kemampuan sampai level applying
- high mengukur kemampuan sampai level reasoning
- advance mengukur kemampuan sampai level reasoning with incomplete information.
Hal yang sama juga terdapat di kurikulum matematika kelas VIII SMP di mana juga terdapat
beberapa topik yang belum diajarkan di kelas XIII. Lebih parahnya lagi, malah terdapat
beberapa topik yang sama sekali tidak terdapat di dalam kurikulum saat ini, sehingga
menyulitkan bagi peserta didik kelas VIII SMP menjawab pertanyaan yang terdapat di dalam
TIMSS (Tabel 3).

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 10

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Tabel 3: Perbandingan Kurikulum Matematika SMP Kelas VIII dan Materi TIMSS
Hal yang sama juga terjadi di kurikulum matematika kelas IV SD pada studi internasional di
mana juga terdapat topik yang belum diajarkan pada kelas IV dan topik yang sama sekali
tidak terdapat di dalam kurikulum saat ini, seperti bisa dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4: Perbandingan Kurikulum Matematika SD Kelas IV dan Materi TIMSS


Dalam kaitan itu, perlu dilakukan langkah penguatan materi dengan mengevaluasi ulang ruang
lingkup materi yang terdapat di dalam kurikulum dengan cara meniadakan materi yang tidak
esensial atau tidak relevan bagi peserta didik, mempertahankan materi yang sesuai dengan
kebutuhan peserta didik, dan menambahkan materi yang dianggap penting dalam
perbandingan internasional.
Formatted: Justified, Indent: Before:
1 cm, Line spacing: single, Tab stops:
Not at 8,5 cm

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 11

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

3. Tujuan Kurikulum
Tujuan Pendidikan Nasional sebagaimana telah dirumuskan dalam Undang-Undang Nomor 20
Tahun 2003 adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Secara
singkatnya, undang-undang tersebut berharap pendidikan dapat membuat peserta didik
menjadi kompeten dalam bidangnya. Di mana kompeten tersebut, sejalan dengan tujuan
pendidikan nasional yang telah disampaikan di atas, harus mencakup kompetensi dalam ranah
sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagaimana dijelaskan dalam penjelasan pasal 35
undang-undang tersebut.
Sejalan dengan arahan undang-undang tersebut, telah pula ditetapkan visi pendidikan tahun
2025 yaitu menciptakan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif. Cerdas yang dimaksud di
sini adalah cerdas komprehensif, yaitu cerdas spiritual dan cerdas sosial/emosional dalam
ranah sikap, cerdas intelektual dalam ranah pengetahuan, serta cerdas kinestetis dalam ranah
keterampilan.
Dengan demikian, Kurikulum 2013 dirancang dengan tujuan untuk mempersiapkan insan
Indonesia supaya memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warganegara yang beriman,
produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban dunia. Kurikulum adalah instrumen
pendidikan untuk dapat membawa insan Indonesia memiliki kompetensi sikap, pengetahuan,
dan keterampilan sehingga dapat menjadi pribadi dan warga negara yang produktif, kreatif,
inovatif, dan afektif
4. Kerangka Dasar Kurikulum 2013
Kerangka dasar adalah pedoman yang digunakan untuk mengembangkan dokumen kurikulum,
implementasi kurikulum, dan evaluasi kurikulum. Kerangka Dasar juga digunakan sebagai
pedoman untuk mengembangkan kurikulum tingkat nasional, daerah, dan KTSP.
a. Landasan Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan landasan yuridis, landasan filosofis, dan
landasan empirik, dan landasan teoretis. Landasan yuridis merupakan ketentuan hukum
yang dijadikan dasar untuk pengembangan kurikulum. Landasan filosofis adalah landasan
yang mengarahkan kurikulum kepada manusia apa yang akan dihasilkan kurikulum.
Landasan empirik memberikan arahan berdasarkan pelaksanaan kurikulum yang sedang
berlaku di lapangan. Landasan teoritik memberikan dasar-dasar teoritik pengembangan
kurikulum sebagai dokumen dan proses
1) Landasan Yuridis
Landasan yuridis kurikulum adalah Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, Undangundang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan
Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, dan Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi
Lulusan dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang
Standar Isi.Lebih lanjut, pengembangan Kurikulum 2013 diamanatkan oleh Rencana
Pendidikan Pendidikan Menengah Nasional (RJPMN). Landasan yuridis pengembangan

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 12

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 lainnya adalah Instruksi Presiden Republik Indonesia tahun 2010
tentang Pendidikan Karakter, Pembelajaran Aktif dan Pendidikan Kewirausahaan.
2) Landasan Filosofis
Secara singkat kurikulum adalah untuk membangun kehidupan masa kini dan masa akan
datang bangsa, yang dikembangkan dari warisan nilai dan prestasi bangsa di masa lalu,
serta kemudian diwariskan serta dikembangkan untuk kehidupan masa depan. Ketiga
dimensi kehidupan bangsa, masa lalu-masa sekarang-masa yang akan datang, menjadi
landasan filosofis pengembangan kurikulum. Pewarisan nilai dan pretasi bangsa di masa
lampau memberikan dasar bagi kehidupan bangsa dan individu sebagai anggota
masyarakat, modal yang digunakan dan dikembangkan untuk membangun kualitas
kehidupan bangsa dan individu yang diperlukan bagi kehidupan masa kini, dan
keberlanjutan kehidupan bangsa dan warga negara di masa mendatang. Dengan tiga
dimensi kehidupan tersebut, kurikulum selalu menempatkan peserta didik dalam
lingkungan sosial-budayanya, mengembangkan kehidupan individu peserta didik sebagai
warga negara yang tidak kehilangan kepribadian dan kualitas untuk kehidupan masa kini
yang lebih baik, dan membangun kehidupan masa depan yang lebih baik lagi.
3) Landasan Empirik
Sebagai negara bangsa yang besar dari segi geografis, suku bangsa, potensi ekonomi,
dan beragamnya kemajuan pembangunan dari satu daerah ke daerah lain, sekecil
apapun ancaman disintegrasi bangsa masih tetap ada. Maka, kurikulum harus mampu
membentuk manusia Indonesia yang mampu menyeimbangkan kebutuhan individu dan
masyarakat untuk memajukan jatidiri sebagai bagian dari bangsa Indonesia dan
kebutuhan untuk berintegrasi sebagai satu entitas bangsa Indonesia.
Berbagai elemen masyarakat telah memberikan kritikan, komentar, dan saran berkaitan
dengan beban belajar siswa, khususnya siswa sekolah dasar. Beban belajar ini bahkan
secara kasatmata terwujud pada beratnya beban buku yang harus dibawa ke sekolah.
Beban belajar ini salah satunya berhulu dari banyaknya matapelajaran yang ada di
tingkat sekolah dasar. Maka, kurikulum pada tingkat sekolah dasar perlu diarahkan
kepada peningkatan 3 (tiga) kemampuan dasar, yakni baca, tulis, dan hitung, dan
pembentukan karakter.
Pada saat ini, upaya pemenuhan kebutuhan manusia telah secara nyata mempengaruhi
secara negatif lingkungan alam. Pencemaran, semakin berkurangnya sumber air bersih
adanya potensi rawan pangan pada berbagai belahan dunia, dan pemanasan global
merupakan tantangan yang harus dihadapi generasi muda di masa kini dan di masa yang
akan datang. Kurikulum seharusnya juga diarahkan untuk membangun kesadaran dan
kepedulian generasi muda terhadap lingkungan alam dan menumbuhkan kemampuan
untuk merumuskan pemecahan masalah secara kreatif terhadap isu-isu lingkungan dan
ketahanan pangan.
Dengan berbagai kemajuan yang telah dicapai, mutu pendidikan Indonesia harus terus
ditingkatkan. Hasil riset PISA (Program for International Student Assessment),studi yang
memfokuskan pada literasi bacaan, matematika, dan IPAmenunjukkan peringkat
Indonesia baru bisa menduduki 10 besar terbawah dari 65 negara. Hasil Riset TIMSS
(Trends in International Mathematics and Science Study) menunjukkan siswa Indonesia
berada pada rangking amat rendah dalam kemampuan (1) memahami informasi yang
komplek, (2) teori, analisis dan pemecahan masalah, (3) pemakaian alat, prosedur dan
pemecahan masalah dan (4) melakukan investigasi. Hasil-hasil ini menunjukkan perlu
ada perubahan orientasi kurikulum, dengan tidak membebani peserta didik dengan

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 13

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

konten namun pada aspek kemampuan esensial yang diperlukan semua warga negara
untuk berperan serta dalam membangun negaranya pada abad 21.
4) Landasan Teoretik
Kurikulum 2013 dikembangkan atas dasar teori pendidikan berdasarkan standar
(standard-based education), dan teori kurikulum berbasis kompetensi.
Pendidikan berdasarkan standar adalah pendidikan yang menetapkan standar nasional
sebagai kualitas minimal warga negara untuk suatu jenjang pendidikan. Standar bukan
kurikulum dan kurikulum dikembangkan agar peserta didik mampu mencapai kualitas
standar nasional atau di atasnya. Standar kualitas nasional dinyatakan sebagai Standar
Kompetensi Lulusan. Standar Kompetensi Lulusan mencakup sikap, pengetahuan, dan
keterampilan. Standar Kompetensi Lulusan dikembangkan menjadi Standar Kompetensi
Lulusan Satuan Pendidikan yaitu SKL SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA, SMK/MAK.
Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk bersikap, menggunakan pengetahuan
dan keterampilan untuk melaksanakan suatu tugas di sekolah, masyarakat, dan
lingkungan dimana yang bersangkutan berinteraksi. Kurikulum berbasis kompetensi
dirancang untuk memberikan pengalaman belajar seluas-luasnya bagi peserta didik
untuk mengembangkan sikap, keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk
membangun kemampuan yang dirumuskan dalam SKL. Hasil dari pengalaman belajar
tersebut adalah hasil belajar peserta didik yang menggambarkan manusia dengan
kualitas yang dinyatakan dalam SKL.
b. Karakteristik Kurikulum 2013
Kompetensi untuk Kurikulum 2013 dirancang berikut ini.
1) Isi atau konten kurikulum yaitu kompetensi dinyatakan dalam bentuk Kompetensi Inti
(KI) kelas dan dirinci lebih lanjut dalam Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran.
2) Kompetensi Inti (KI) merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi
dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (kognitif dan psikomotor) yang
harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran.
Kompetensi Inti adalah kualitas yang harus dimiliki seorang peserta didik untuk setiap
kelas melalui pembelajaran KD yang diorganisasikan dalam proses pembelajaran siswa
aktif.
3) Kompetensi Dasar (KD) merupakan kompetensi yang dipelajari peserta didik untuk suatu
tema untuk SD/MI, dan untuk mata pelajaran di kelas tertentu untuk SMP/MTS,
SMA/MA, SMK/MAK.
4) Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar di jenjang pendidikan menengah diutamakan
pada ranah sikap sedangkan pada jenjang pendidikan menengah pada kemampuan
intelektual (kemampuan kognitif tinggi).
5) Kompetensi Inti menjadi unsur organisatoris (organizing elements) Kompetensi Dasar
yaitu semua KD dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi
dalam Kompetensi Inti.
6) Kompetensi Dasar yang dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling
memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antarmata pelajaran dan jenjang
pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal).
7) Silabus dikembangkan sebagai rancangan belajar untuk satu tema (SD/MI) atau satu
kelas dan satu mata pelajaran (SMP/MTS, SMA/MA, SMK/MAK). Dalam silabus
tercantum seluruh KD untuk tema atau mata pelajaran di kelas tersebut.
8) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dikembangkan dari setiap KD yang untuk mata
pelajaran dan kelas tersebut.
8)

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 14

Formatted: Space After: 0 pt, Line


spacing: single

Formatted: English (U.S.)


Formatted: Indent: Before: 1 cm,
Hanging: 0,5 cm, Space After: 6 pt,
Line spacing: single, Numbered +
Level: 1 + Numbering Style: 1, 2, 3,
+ Start at: 1 + Alignment: Left +
Aligned at: 1,63 cm + Indent at: 2,27
cm, Don't adjust space between Latin
and Asian text, Don't adjust space
between Asian text and numbers, Tab
stops: 1,5 cm, Left

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

c. Proses Pembelajaran
Proses pembelajaran Kurikulum 2013 terdiri atas pembelajaran intrakurikuler dan
pembelajaran ekstrakurikuler.
1) Pembelajaran intrakurikuler didasarkan pada prinsip-prinsip berikut ini.
a) Proses pembelajaran intrakurikuler adalah proses pembelajaran yang berkenaan
dengan mata pelajaran dalam struktur kurikulum dan dilakukan di kelas, sekolah, dan
masyarakat.
b) Proses pembelajaran di SD/MI berdasarkan tema sedangkan di SMP/MTS, SMA/MA,
dan SMK/MAK berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dikembangkan
guru.
c) Proses pembelajaran didasarkan atas prinsip pembelajaran siswa aktif untuk
menguasai Kompetensi Dasar dan Kompetensi Inti pada tingkat yang memuaskan
(excepted).
d) Proses pembelajaran dikembangkan atas dasar karakteristik konten kompetensi yaitu
pengetahuan yang merupakan konten yang bersifat mastery dan diajarkan secara
langsung (direct teaching), keterampilan kognitif dan psikomotorik adalah konten
yang bersifat developmental yang dapat dilatih (trainable) dan diajarkan secara
langsung (direct teaching), sedangkan sikap adalah konten developmental dan
dikembangkan melalui proses pendidikan yang tidak langsung (indirect teaching).
e) Pembelajaran kompetensi untuk konten yang bersifat developmental dilaksanakan
berkesinambungan antara satu pertemuan dengan pertemuan lainnya dan saling
memperkuat antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya.
f) Proses pembelajaran tidak langsung (indirect) terjadi pada setiap kegiatan belajar
yang terjadi di kelas, sekolah, rumah dan masyarakat. Proses pembelajaran tidak
langsung bukan kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) karena sikap yang
dikembangkan dalam proses pembelajaran tidak langsung harus tercantum dalam
silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat guru.
g) Proses pembelajaran dikembangkan atas prinsip pembelajaran siswa aktif melalui
kegiatan mengamati (melihat, membaca, mendengar, menyimak), menanya (lisan,
tulis), menganalis (menghubungkan, menentukan keterkaitan, membangun
cerita/konsep), mengkomunikasi-kan (lisan, tulis, gambar, grafik, tabel, chart, dan
lain-lain).
h) Pembelajaran remedial dilaksanakan untuk membantu peserta didik menguasai
kompetensi yang masih kurang. Pembelajaran remedial dirancang dan dilaksanakan
berdasarkan kelemahan yang ditemukan berdasarkan analisis hasil tes, ulangan, dan
tugas setiap peserta didik. Pembelajaran remedial dirancang untuk individu,
kelompok atau kelas sesuai dengan hasil analisis jawaban peserta didik.
i) Penilaian hasil belajar mencakup seluruh aspek kompetensi, bersifat formatif dan
hasilnya segera diikuti dengan pembelajaran remedial untuk memastikan
penguasaan kompetensi pada tingkat memuaskan.
2) Pembelajaran ekstrakurikuler.
Pembelajaran ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan untuk aktivitas yang
dirancang sebagai kegiatan di luar kegiatan pembelajaran terjadwal secara rutin setiap
minggu. Kegiatan ekstrakurikuler terdiri atas kegiatan wajib dan pilihan. Pramuka adalah
kegiatan ekstrakurikuler wajib. Kegiatan ekstrakurikuler wajib dinilai yang hasilnya
digunakan sebagai unsur pendukung kegiatan intrakurikuler.
d. Prinsip Pengembangan Kurikulum 2013
Pengembangan kurikulum didasarkan pada prinsip-prinsip berikut ini.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 15

Formatted: Space After: 0 pt, Line


spacing: single

Formatted: Indent: Before: 1,5 cm,


Hanging: 0,5 cm, Space After: 3 pt,
Add space between paragraphs of the
same style

Formatted: Space After: 0 pt

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

1)

Kurikulum bukan hanya merupakan sekumpulan daftar mata pelajaran karena mata
pelajaran hanya merupakan sumber materi pembelajaran untuk mencapai
kompetensi.
2) Kurikulum didasarkan pada standar kompetensi lulusan yang ditetapkan untuk satu
satuan pendidikan, jenjang pendidikan, dan program pendidikan. Sesuai dengan
kebijakan pemerintah mengenai Wajib Belajar 12 Tahun maka Standar Kompetensi
Lulusan yang menjadi dasar pengembangan kurikulum adalah kemampuan yang harus
dimiliki peserta didik setelah mengikuti proses pendidikan selama 12 tahun.
3) Kurikulum didasarkan pada model kurikulum berbasis kompetensi. Model kurikulum
berbasis kompetensi ditandai oleh pengembangan kompetensi berupa sikap,
pengetahuan, keterampilan berpikir, dan keterampilan psikomotorik yang dikemas
dalam berbagai mata pelajaran.
4) Kurikulum didasarkan atas prinsip bahwa setiap sikap, keterampilan, dan pengetahuan
yang dirumuskan dalam kurikulum berbentuk Kompetensi Dasar dapat dipelajari dan
dikuasai setiap peserta didik (mastery learning) sesuai dengan kaidah kurikulum
berbasis kompetensi.
5) Kurikulum dikembangkan dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik
untuk mengembangkan perbedaan dalam kemampuan dan minat.
6) Kurikulum berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan
peserta didik dan lingkungannya. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa
peserta didik berada pada posisi sentral dan aktif dalam belajar.
7) Kurikulum harus tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, budaya, teknologi,
dan seni.
8) Kurikulum harus relevan dengan kebutuhan kehidupan.
9) Kurikulum harus diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan dan
pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.
10) Kurikulum didasarkan kepada kepentingan nasional dan kepentingan daerah.
Penilaian hasil belajar ditujukan untuk mengetahui dan memperbaiki pencapaian
kompetensi. Instrumen penilaian hasil belajar adalah alat untuk mengetahui kekurangan
yang dimiliki setiap peserta didik atau sekelompok peserta didik. Kekurangan tersebut
harus segera diikuti dengan proses memperbaiki kekurangan dalam aspek hasil belajar yang
dimiliki seorang atau sekelompok peserta didik.
5. Struktur Kurikulum
Struktur kurikulum menggambarkan konseptualisasi konten kurikulum dalam bentuk mata
pelajaran, posisi konten/mata pelajaran dalam kurikulum, distribusi konten/mata pelajaran
dalam semester atau tahun, beban belajar untuk mata pelajaran dan beban belajar per minggu
untuk setiap siswa. Struktur kurikulum adalah juga merupakan aplikasi konsep
pengorganisasian konten dalam sistem belajar dan pengorganisasian beban belajar dalam
sistem pembelajaran. Pengorganisasian konten dalam sistem belajar yang digunakan untuk
kurikulum yang akan datang adalah sistem semester sedangkan pengorganisasian beban
belajar dalam sistem pembelajaran berdasarkan jam pelajaran per semester.

Formatted: Indent: Before: 1 cm,


Hanging: 0,75 cm, Space After: 0 pt,
Add space between paragraphs of the
same style

Formatted: Font: 11 pt, Complex


Script Font: Calibri
Formatted: Font: 11 pt, Font color:
Auto, Complex Script Font: Calibri

a. Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah (SMA/MA/SMK/MAK)


Struktur kurikulum SMA/MA/SMK/MAK terdiri atas:
1) kelompok mata pelajaran wajib yang diikuti oleh seluruh peserta didik; dan
2) kelompok mata pelajaran peminatan yang diikuti oleh peserta didik sesuai dengan
bakat, minat, dan kemampuannya.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 16

Formatted: Space After: 0 pt


Formatted: Space After: 6 pt, Add
space between paragraphs of the same
style, Line spacing: single

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Adanya kelompok mata pelajaran wajib dan mata pelajaran peminatan dimaksudkan untuk
menerapkan prinsip kesamaan antara SMA/MA dan SMK/MAK. Mata pelajaran wajib
sebanyak 9 (sembilan) mata pelajaran dengan beban belajar 24 jam per minggu. Kelompok
mata pelajaran peminatan SMA/MA terdiri atas 18 jam per minggu untuk kelas X, dan 20
jam per minggu untuk kelas XI dan XII. Kelompok mata pelajaran peminatan SMK/MAK
masing-masing 24 jam per kelas. Kelompok mata pelajaran peminatan SMA/MA bersifat
akademik, sedangkan untuk SMK/MAK bersifat vokasional. Struktur ini menempatkan
prinsip bahwa peserta didik adalah subjek dalam belajar dan mereka memiliki hak untuk
memilih sesuai dengan minatnya.
1) Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah
Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah adalah sebagaimana yang tertera di dalam
tabel berikut ini. Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah kelompok mata pelajaran
wajib.

ALOKASI WAKTU BELAJAR


PER MINGGU

MATA PELAJARAN

XI

XII

Kelompok A (Wajib)
1.

Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

2.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

3.

Bahasa Indonesia

4.

Matematika

5.

Sejarah Indonesia

6.

Bahasa Inggris

Kelompok B (Wajib)
7.

Seni Budaya

8.

Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan

9.

Prakarya dan Kewirausahaan

24

24

24

18

20

20

Jumlah Jam Pelajaran Kelompok A dan B per minggu


Kelompok C (Peminatan)
Mata Pelajaran Peminatan Akademik (SMA/MA)

Jumlah Jam Pelajaran yang Harus Ditempuh per Minggu


42
44
44
Beban belajar di SMA/MA untuk Tahun X, XI, dan XII masing-masing 43 jam belajar per
minggu. Satu jam belajar adalah 45 menit.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 17

Formatted: Font: Bold, Complex Script


Font: Calibri

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Struktur Kurikulum SMA/MA

Formatted: Font: Bold, Complex Script


Font: Calibri

MATA PELAJARAN
Kelompok A dan B (Wajib)
C. Kelompok Peminatan
Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam
I
1 Matematika
2 Biologi
3 Fisika
4 Kimia
Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial
II
1 Geografi
2 Sejarah
3 Sosiologi
4 Ekonomi
Peminatan Ilmu-Ilmu Bahasa dan Budaya
III 1 Bahasa dan Sastra Indonesia
2 Bahasa dan Sastra Inggris
3 Bahasa dan Sastra Asing Lainnya
4 Antropologi
Mata Pelajaran Pilihan dan Pendalaman
Pilihan Lintas Minat dan/atau Pendalaman Minat
Jumlah jam pelajaran yang tersedia per minggu
Jumlah jam pelajaran yang harus ditempuh per minggu

X
24

Kelas
XI
24

XII
24

3
3
3
3

4
4
4
4

4
4
4
4

3
3
3
3

4
4
4
4

4
4
4
4

3
3
3
3

4
4
4
4

4
4
4
4

6
66
42

4
76
44

4
76
44

Kelompok Peminatan terdiri atas Peminatan Matematika dan Ilmu-ilmu Alam,


Peminatan Ilmu-ilmu Sosial, dan Peminatan Ilmu-ilmu Bahasa dan Budaya. Sejak kelas X
peserta didik sudah harus memilih kelompok peminatan yang akan dimasuki. Pemilihan
peminatan berdasarkan nilai rapor di SMP/MTsdan/atau nilai UN SMP/MTs dan/atau
rekomendasi guru BK di SMP/MTs dan/atau hasil tes penempatan (placement test)
ketika mendaftar di SMA/MA dan/atau tes bakat minat oleh psikolog dan/atau
rekomendasi guru BK di SMA/MA. Pada akhir minggu ketiga semester pertama peserta
didik masih mungkin mengubah pilihan peminatannya berdasarkan rekomendasi para
guru dan ketersediaan tempat duduk. Untuk sekolah yang mampu menyediakan layanan
khusus maka setelah akhir semester pertama peserta didik masih mungkin mengubah
pilihan peminatannya. Untuk MA, selain ketiga peminatan tersebut ditambah dengan
Kelompok Peminatan Keagamaan.
Semua mata pelajaran yang terdapat dalam suatu Kelompok Peminatanyang dipilih
peserta didik harus diikuti. Setiap Kelompok Peminatan terdiri atas 4 (empat) mata
pelajaran dan masing-masing mata pelajaran berdurasi 3 jam pelajaran untuk kelas X,
dan 4 jam pelajaran untuk kelas XI dan XII.
Setiap peserta didik memiliki beban belajar per semester selama 42 jam pelajaran untuk
kelas X dan 44 jam pelajaran untuk kelas XI dan XII. Beban belajar ini terdiri atas

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 18

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kelompok Mata Pelajaran Wajib A dan B dengan durasi 24 jam pelajaran dan Kelompok
Mata Pelajaran Peminatan dengan durasi 12 jam pelajaran untuk kelas X dan 16
jampelajaran untuk kelas XI dan XII.
Untuk Mata Pelajaran Pilihan Lintas Minat dan/atau Pendalaman Minat kelas X, jumlah
jam pelajaran pilihan per minggu berdurasi 6 jam pelajaran yang dapat diambil dengan
pilihan sebagai berikut:
a) Dua mata pelajaran di luar Kelompok Peminatan yang dipilihnya tetapi masih dalam
satu Kelompok Peminatan lainnya, dan/atau
b) Satu mata pelajaran dari masing-masing Kelompok Peminatan yang lainnya.
Pada kelas XI dan XII, peserta didik mengambil Pilihan Lintas Minat dan/atau
Pendalaman Minat dengan jumlah jam pelajaran pilihan per minggu berdurasi 4 jam
pelajaran yang dapat diambil dengan pilihan sebagai berikut.
a) Satu mata pelajaran di luar Kelompok Peminatan yang dipilihnya tetapi masih dalam
Kelompok Peminatan lainnya, dan/atau
b) Mata pelajaran Pendalaman Kelompok Peminatan yang dipilihnya.
2) Struktur Kurikulum SMK/MAK

Formatted: Font: Bold, Complex Script


Font: Calibri

a) Mata Pelajaran Pendidikan Menengah


MATA PELAJARAN
Kelompok A (Wajib)
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3. Bahasa Indonesia
4. Matematika
5. Sejarah Indonesia
6. Bahasa Inggris
Kelompok B (Wajib)
7. Seni Budaya
8. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan
9. Prakarya dan Kewirausahaan
Jumlah Jam Pelajaran Kelompok A dan B per minggu
Kelompok C (Peminatan)
Mata Pelajaran Peminatan Akademik (SMA/MA)
Mata Pelajaran Peminatan Akademik dan Vokasi (SMK/MAK)
Jumlah Jam Pelajaran yang Harus Ditempuh Perminggu
(SMA/MA)
Jumlah Jam Pelajaran yang Harus Ditempuh Perminggu
(SMK/MAK)

ALOKASI WAKTU
PER MINGGU
X
XI
XII
3

2
4
4
2
2

2
4
4
2
2

2
4
4
2
2

2
3
2
24

2
3
2
24

2
3
2
24

18
24
42

20
24
44

20
24
44

48

48

48

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 19

Formatted: Font: 11 pt, Bold, Font


color: Auto, Complex Script Font: 11 pt
Formatted: Font: 11 pt, Bold,
Complex Script Font: 11 pt
Formatted: Space After: 6 pt, Add
space between paragraphs of the same
style, Line spacing: single, Numbered
+ Level: 1 + Numbering Style: a, b, c,
+ Start at: 1 + Alignment: Left +
Aligned at: 1,5 cm + Indent at: 2,14
cm
Formatted: Font: Bold, Font color:
Auto
Formatted: Space Before: 0 pt
Formatted: Font: Bold, Font color:
Auto
Formatted: Space Before: 0 pt

Formatted: Space Before: 0 pt


Formatted: Font: Bold, Font color:
Auto

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Mata pelajaran Kelompok A dan C adalah kelompok mata pelajaran yang substansinya
dikembangkan oleh pusat. Mata pelajaran Kelompok B adalah kelompok mata pelajaran
yang substansinya dikembangkan oleh pusat dan dapat dilengkapi dengan muatan lokal
yang dikembangkan oleh pemerintah daerah.
Kegiatan Ekstrakurikuler SMA/MA, SMK/MAK: Pramuka (wajib), OSIS, UKS, PMR, dan
lain-lain, diatur lebih lanjut dalam bentuk Pedoman Program Ekstrakurikuler.
Kurikulum SMK/MAK dirancang dengan pandangan bahwa SMA/MA dan SMK/MAK pada
dasarnya adalah pendidikan menengah, pembedanya hanya pada pengakomodasian
minat peserta didik saat memasuki pendidikan menengah. Oleh karena itu, struktur
umum SMK/MAK sama dengan struktur umum SMA/MA, yakni ada tiga kelompok Mata
pelajaran: Kelompok A, B, dan C.
Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan
Pendidikan Pasal 80 menyatakan bahwa: (1) penjurusan pada SMK, MAK, atau bentuk
lain yang sederajat berbentuk bidang keahlian; (2) setiap bidang keahlian sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dapat terdiri atas 1 (satu) atau lebih program studi keahlian; (3)
setiap program studi keahlian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat terdiri atas 1
(satu) atau lebih kompetensi keahlian.
Bidang keahlian pada SMK/MAK meliputi: a) Teknologi dan Rekayasa; b) Teknologi
Informasi dan Komunikasi; c) Kesehatan; d) Agribisnis dan Agroteknologi; e) Perikanan
dan Kelautan; f) Bisnis dan Manajemen; g) Pariwisata; h) Seni Rupa dan Kriya; dan i) Seni
Pertunjukan.
Dalam penetapan penjurusan sesuai dengan bidang/program/ paket keahlian
mempertimbangan Spektrum Pendidikan Menengah Kejuruan yang ditetapkan oleh
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Pemilihan Peminatan Bidang Keahlian dan program keahlian dilakukan saat peserta didik
mendaftar pada SMK/MAK. Pilihan pendalaman peminatan keahlian dalam bentuk
pilihan Paket Keahlian dilakukan pada semester 3, berdasarkan nilai rapor dan/atau
rekomendasi guru BK di SMK/MAK dan/atau hasil tes penempatan (placement test) oleh
psikolog.
Pada SMK/MAK, Mata Pelajaran Kelompok Peminatan (C) terdiri atas:
a) Kelompok Mata Pelajaran Dasar Bidang Keahlian (C1);
b) Kelompok Mata Pelajaran Dasar Program Keahlian (C2);
c) Kelompok Mata Pelajaran Paket Keahlian (C3).
Mata pelajaran serta KD pada kelompok C2 dan C3 ditetapkan oleh Direktorat Jenderal
Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyesuaikan
dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia usaha dan industri.
Khusus untuk MAK dapat ditambah dengan muatan keagamaan yang diatur lebih lanjut
oleh Kementerian Agama

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 20

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

b) Mata Pelajaran Umum SMK/MAK [Tiga Tahun]


ALOKASI WAKTU
PER MINGGUALOKASI
WAKTU
PER MINGGU
XX
XI
XXII

MATA PELAJARANMATA PELAJARAN

Kelompok A (Wajib)
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
3
3
3
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
2
2
2
3. Bahasa Indonesia
4
4
4
4. Matematika
4
4
4
5. Sejarah Indonesia
2
2
2
6. Bahasa Inggris
2
2
2
Kelompok B (Wajib)
7. Seni Budaya
2
2
2
8. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan
3
3
3
9. Prakarya dan Kewirausahaan
2
2
2
Jumlah Jam Pelajaran Kelompok A dan B per minggu
24
24
24
Kelompok C (Peminatan)
Mata Pelajaran Peminatan Akademik dan Vokasi
24
24
24
(SMK/MAK)
JUMLAH ALOKASI WAKTU PER MINGGU
48
48
48
Keterangan: Mata pelajaran 1 sampai dengan 8 Kelas XII Pelaksanaan pembelajarannya
dapat dilakukan di satuan pendidikan dan/atau industri (terintegrasi dengan Praktik
Kerja Lapangan) dengan Portofolio sebagai instrumen utama penilaian.
c) Mata Pelajaran Umum SMK/MAK [Empat Tahun]
ALOKASI WAKTU PER MINGGU
X
XI
XII
XIII

MATA PELAJARAN
Kelompok A (Wajib)
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3. Bahasa Indonesia
4. Matematika
5. Sejarah Indonesia
6. Bahasa Inggris
Kelompok B (Wajib)
7. Seni Budaya
8. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan
Kesehatan
9. Prakarya dan Kewirausahaan
Jumlah Jam Pelajaran Kelompok A dan B per
minggu
Kelompok C (Peminatan)
Mata Pelajaran Peminatan Akademik dan Vokasi

3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

2
3

2
3

2
3

2
3

2
24

2
24

2
24

2
24

24

24

24

24

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 21

Formatted: Indent: Before: 1,5 cm,


Hanging: 0,63 cm, Space Before: 0 pt,
After: 0 pt, Numbered + Level: 1 +
Numbering Style: a, b, c, + Start at:
1 + Alignment: Left + Aligned at: 1,5
cm + Indent at: 2,14 cm

Formatted: Space Before: 0 pt


Formatted: Font: Bold, Font color:
Auto

Formatted: Space Before: 0 pt, After:


10 pt, Numbered + Level: 1 +
Numbering Style: a, b, c, + Start at:
1 + Alignment: Left + Aligned at: 1,5
cm + Indent at: 2,14 cm
Formatted: Font: 11 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 11 pt
Formatted: Font: Bold, Font color:
Auto
Formatted: Font: 11 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 11 pt
Formatted: Font: Bold, Font color:
Auto
Formatted: Font: Bold, Font color:
Auto

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

(SMK/MAK)
JUMLAH ALOKASI WAKTU PER MINGGU
48
48
48
48
Keterangan: Mata pelajaran 1 sampai dengan 8 Kelas XIII pelaksanaan pembelajaran
dapat dilakukan di satuan pendidikan dan/atau industri (terintegrasi dengan Praktik
Kerja Lapangan) dengan Portofolio sebagai instrumen utama penilaian.
d) Mata Pelajaran SMK/MAK Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa

KELAS DAN SEMESTER


XI
XII
2
1
2
1
2

3
2

3
2

3
2

3
2

3
2

3
2

4
4
2
2

4
4
2
2

4
4
2
2

4
4
2
2

4
4
2
2

4
4
2
2

2
2
3

2
2
3

2
2
3

2
2
3

2
2
3

2
2
3

2
2
2
18
48

2
2
2
18
48

2
2
2
18
48

2
2
2
18
48

24
48

24
48

MATA PELAJARAN

Kelompok A (Wajib)
1
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
2
Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan
3
Bahasa Indonesia
4
Matematika
5
Sejarah Indonesia
6
Bahasa Inggris
Kelompok B (Wajib)
7
Seni Budaya
8
Prakarya dan Kewirausahaan
9
Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan
Kesehatan
Kelompok C (Peminatan)
C1. Dasar Bidang Keahlian
10 Fisika
11 Kimia
12 Gambar Teknik
C2. Dasar Program Keahlian
C3. Paket Keahlian
TOTAL

Formatted: Font: Bold, Font color:


Auto
Formatted: Space Before: 0 pt

Formatted: Space Before: 0 pt, After:


10 pt, Numbered + Level: 1 +
Numbering Style: a, b, c, + Start at:
1 + Alignment: Left + Aligned at: 1,5
cm + Indent at: 2,14 cm
Formatted: Font: 11 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 11 pt
Formatted: Font: Bold, Font color:
Auto
Formatted: Font: 11 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 11 pt
Formatted: Font: Bold, Font color:
Auto
Formatted: Font: Bold, Font color:
Auto
Formatted: Font: Bold, Font color:
Auto

Formatted: Font: Bold, Font color:


Auto
Formatted: Space Before: 0 pt, Line
spacing: Multiple 1,15 li
Formatted: Space Before: 0 pt, After:
10 pt, Numbered + Level: 1 +
Numbering Style: a, b, c, + Start at:
1 + Alignment: Left + Aligned at: 1,5
cm + Indent at: 2,14 cm

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 22

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Formatted: Font: Bold, Font color:


Auto

e) Mata Pelajaran SMK/MAK Bidang Keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi


KELAS DAN SEMESTER
X
XI
XII
1
2
1
2
1
2

MATA PELAJARAN
Kelompok A (Wajib)
1
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
2
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3
Bahasa Indonesia
4
Matematika
5
Sejarah Indonesia
6
Bahasa Inggris
Kelompok B (Wajib)
7
Seni Budaya
8
Prakarya dan Kewirausahaan
9
Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan
Kelompok C (Peminatan)
C1. Dasar Bidang Keahlian
10 Fisika
11 Pemrograman Dasar
12 Sistem Komputer
C2. Dasar Program Keahlian
C3. Paket Keahlian
TOTAL

f)

3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

2
2
3

2
2
3

2
2
3

2
2
3

2
2
3

2
2
3

2
2
2
18
48

2
2
2
18
48

2
2
2
18
48

2
2
2
18
48

24
48

24
48

Kelompok A (Wajib)
1
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
2
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3
Bahasa Indonesia
4
Matematika
5
Sejarah Indonesia
6
Bahasa Inggris
Kelompok B (Wajib)
7
Seni Budaya
8
Prakarya dan Kewirausahaan
9
Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan
Kelompok C (Peminatan)
C1. Dasar Bidang Keahlian
10 Fisika
11 Kimia
12 Biologi
C2. Dasar Program Keahlian
C3. Paket Keahlian
TOTAL

KELAS DAN SEMESTERKELAS DAN


SEMESTER
XX
XI
XXII
11
2
11
2
11
2
3
2
4
4
2
2
2
2
3

2
2
2
18
48

Formatted: Font: Bold, Font color:


Auto
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Space Before: 0 pt, After:
10 pt, Numbered + Level: 1 +
Numbering Style: a, b, c, + Start at:
1 + Alignment: Left + Aligned at: 1,5
cm + Indent at: 2,14 cm
Formatted: Font: Bold, Font color:
Auto
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Font color: Auto
Formatted: Font: Bold, Font color:
Auto
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt

Mata Pelajaran SMK/MAK Bidang Keahlian Kesehatan

MATA PELAJARANMATA PELAJARAN

Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font


color: Auto, Complex Script Font: 10 pt

3
2
4
4
2
2
2
2
3

2
2
2
18
48

3
2
4
4
2
2
2
2
3

2
2
2
18
48

3
2
4
4
2
2
2
2
3

2
2
2
18
48

3
2
4
4
2
2
2
2
3

24
48

3
2
4
4
2
2
2
2
3

24
48

Formatted: Font: Bold, Font color:


Auto
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Font: Bold, Font color:
Auto
Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted: Space Before: 0 pt

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 23

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

g)

MataPelajaran SMK/MAK Bidang Keahlian Agribisnis dan Agroteknologi


MATA PELAJARANMATA PELAJARAN

Kelompok A (Wajib)
1
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
2
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3
Bahasa Indonesia
4
Matematika
5
Sejarah Indonesia
6
Bahasa Inggris
Kelompok B (Wajib)
7
Seni Budaya
8
Prakarya dan Kewirausahaan
9
Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan
Kelompok C (Peminatan)
C1. Dasar Bidang Keahlian
10 Fisika
11 Kimia
12 Biologi
C2. Dasar Program Keahlian
C3. Paket Keahlian
TOTAL

KELAS DAN SEMESTERKELAS DAN


SEMESTER
XX
XI
XXII
11
2
11
2
11
2
3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

2
2
3

2
2
3

2
2
3

2
2
3

2
2
3

2
2
3

Kelompok A (Wajib)
1
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
2
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3
Bahasa Indonesia
4
Matematika
5
Sejarah Indonesia
6
Bahasa Inggris
Kelompok B (Wajib)
7
Seni Budaya
8
Prakarya dan Kewirausahaan
9
Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan
Kelompok C (Peminatan)
C1. Dasar Bidang Keahlian
10 Fisika
11 Kimia
12 Biologi
C2. Dasar Program Keahlian
C3. Paket Keahlian
TOTAL

Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font


color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Centered, Line spacing:
single
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Centered, Line spacing:
single
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt

2
2
2
18
48

2
2
2
18
48

2
2
2
18
48

2
2
2
18
48

24
48

24
48

h) Mata Pelajaran SMK/MAK Bidang Keahlian Perikanan dan Kelautan

MATA PELAJARANMATA PELAJARAN

Formatted: Indent: Before: 1,5 cm,


Hanging: 0,63 cm, Space Before: 0 pt,
After: 0 pt, Numbered + Level: 1 +
Numbering Style: a, b, c, + Start at:
1 + Alignment: Left + Aligned at: 1,5
cm + Indent at: 2,14 cm

KELAS DAN SEMESTERKELAS DAN


SEMESTER
XX
XI
XXII
11
2
11
2
11
2
3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

2
2
3

2
2
3

2
2
3

2
2
3

2
2
3

2
2
3

Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font


color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt

Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font


color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Space Before: 0 pt, After:
10 pt, Numbered + Level: 1 +
Numbering Style: a, b, c, + Start at:
1 + Alignment: Left + Aligned at: 1,5
cm + Indent at: 2,14 cm
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Centered, Space Before:
0 pt
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt

2
2
2
18
48

2
2
2
18
48

2
2
2
18
48

2
2
2
18
48

24
48

24
48

Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font


color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Space Before: 0 pt

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 24

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

i)

Mata Pelajaran SMK/MAK Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen

MATA PELAJARANMATA PELAJARAN


Kelompok A (Wajib)
1
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
2
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3
Bahasa Indonesia
4
Matematika
5
Sejarah Indonesia
6
Bahasa Inggris
Kelompok B (Wajib)
7
Seni Budaya
8
Prakarya dan Kewirausahaan
9
Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan
Kelompok C (Peminatan)
C1. Dasar Bidang Keahlian
10 Pengantar Ekonomi dan Bisnis
11 Pengantar Akuntansi
12 Pengantar Administrasi Perkantoran
C2. Dasar Program Keahlian
C3. Paket Keahlian
TOTAL
j)

Formatted: Space Before: 0 pt, After:


10 pt, Numbered + Level: 1 +
Numbering Style: a, b, c, + Start at:
1 + Alignment: Left + Aligned at: 1,5
cm + Indent at: 2,14 cm

KELAS DAN SEMESTERKELAS DAN


SEMESTER
XX
XI
XXII
11
2
11
2
11
2

Kelompok A (Wajib)
1
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
2
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3
Bahasa Indonesia
4
Matematika
5
Sejarah Indonesia
6
Bahasa Inggris
Kelompok B (Wajib)
7
Seni Budaya
8
Prakarya dan Kewirausahaan
9
Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan
Kesehatan
Kelompok C (Peminatan)
C1. Dasar Bidang Keahlian
10 IPA Terapan
11 Pengantar Pariwisata

Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font


color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Font color: Auto

3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

2
2
3

2
2
3

2
2
3

2
2
3

2
2
3

2
2
3

2
2
2
18
48

2
2
2
18
48

2
2
2
18
48

2
2
2
18
48

24
48

24
48

Mata Pelajaran SMK/MAK Bidang Keahlian Pariwisata

MATA PELAJARANMATA PELAJARAN

Formatted: Font: Bold, Font color:


Auto

KELAS DAN SEMESTERKELAS DAN


SEMESTER
XX
XI
XXII
11
2
11
2
11
2
3
2
4
4
2
2
2
2
3

2
2

3
2
4
4
2
2
2
2
3

2
2

3
2
4
4
2
2
2
2
3

2
2

3
2
4
4
2
2
2
2
3

2
2

3
2
4
4
2
2
2
2
3

3
2
4
4
2
2
2
2
3

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 25

Formatted: Font: Bold, Font color:


Auto
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Font: Bold, Font color:
Auto
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Font: Bold, Font color:
Auto
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Font: Bold, Font color:
Auto
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted: Space Before: 0 pt


Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

C2. Dasar Program Keahlian


C3. Paket Keahlian
TOTAL
k)

20
48

20
48

20
48

20
48

24
48

24
48

Formatted: Space Before: 0 pt

Mata Pelajaran SMK/MAK Bidang Keahlian Seni Rupa dan Kriya

MATA PELAJARANMATA PELAJARAN


Kelompok A (Wajib)
1
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
2
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3
Bahasa Indonesia
4
Matematika
5
Sejarah Indonesia
6
Bahasa Inggris
Kelompok B (Wajib)
7
Seni Budaya
8
Prakarya dan Kewirausahaan
9
Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan
Kelompok C (Peminatan)
C1. Dasar Bidang Keahlian
10 Dasar-dasar Desain
11 Pengetahuan Bahan
C2. Dasar Program Keahlian
C3. Paket Keahlian
TOTAL

Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font


color: Auto, Complex Script Font: 10 pt

KELAS DAN SEMESTERKELAS DAN


SEMESTER
XX
XI
XXII
11
2
11
2
11
2
3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

2
2
3

2
2
3

2
2
3

2
2
3

2
2
3

2
2
3

2
2
20
48

2
2
20
48

2
2
20
48

2
2
20
48

24
48

24
48

Formatted: Space Before: 0 pt, After:


10 pt, Numbered + Level: 1 +
Numbering Style: a, b, c, + Start at:
1 + Alignment: Left + Aligned at: 1,5
cm + Indent at: 2,14 cm
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Centered, Space Before:
0 pt
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt

Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font


color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Space Before: 0 pt

l)

Mata Pelajaran SMK/MAK Bidang Keahlian Seni Pertunjukan

MATA PELAJARANMATA PELAJARAN


Kelompok A (Wajib)
1
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
2
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3
Bahasa Indonesia
4
Matematika
5
Sejarah Indonesia
6
Bahasa Inggris
Kelompok B (Wajib)
7
Seni Budaya
8
Prakarya dan Kewirausahaan
9
Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan
Kelompok C (Peminatan)
C1. Dasar Bidang Keahlian
10 Wawasan Seni Pertunjukan

KELAS DAN SEMESTERKELAS DAN


SEMESTER
XX
XI
XXII
11
2
11
2
11
2
3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

3
2
4
4
2
2

2
2
3

2
2
3

2
2
3

2
2
3

2
2
3

2
2
3

Formatted: Space Before: 0 pt, After:


10 pt, Numbered + Level: 1 +
Numbering Style: a, b, c, + Start at:
1 + Alignment: Left + Aligned at: 1,5
cm + Indent at: 2,14 cm
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Centered, Line spacing:
single
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt
Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font
color: Auto, Complex Script Font: 10 pt

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 26

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

11 Tata Teknik Pentas


12 Manajemen Pertunjukan
C2. Dasar Program Keahlian
C3. Paket Keahlian
TOTAL

2
2
18
48

2
2
18
48

2
2
18
48

2
2
18
48

24
48

24
48

B. Elemen Perubahan Kurikulum 2013


Elemen-elemen perubahan kurikulum 2013 mencakup Standar Kompetensi Lulusan (SKL),
Standar Isi (SI), Standar Proses dan Standar Penilaian.
Penjelasan lebih lanjut elemen perubahan Kurikulum 2013 yang mencakup kompetensi
lulusan, materi, proses dan penilaian pembelajaran dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 10: Wujud Perubahan Kurikulum 2013


Berdasarkan gambar 11 di atas, perubahan kurikulum 2013 berwujud pada: a) kompetensi
lulusan, b) materi, c) proses, dan d) penilaian. Perubahan Kurikulum 2013 pada Kompetensi
Lulusan adalah: konstruksi holistik, didukung oleh semua materi atau mapel, terintegrasi
secara vertikal maupun horizontal.
Perubahan Kurikulum 2013 pada materi pembelajaran dikembangkan berbasis kompetensi
sehingga memenuhi aspek kesesuaian dan kecukupan, kemudian mengakomodasi conten
lokal, nasional, dan internasional antara lain TIMMS, PISA, PIRLS.
Perubahan Kurikulum 2013 pada proses pembelajaran mencakup: a) berorientasi pada
karakteristik kompetensi yag mencakup: 1) sikap (Krathwohl): menerima, menjalankan,
menghargai, menghayati, dan mengamalkan, 2) keterampilan (Dyers): mengamati, menanya,
mencoba, menalar, menyajikan, dan mencipta, dan 3) pengetahuan (Bloom & Anderson):
mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta; b)
menggunakan pendekatan scientific, karakteristik kompetensi sesuai jenjang. Untuk SD:
tematik terpadu; untuk SMP: tematik terpadu untuk IPA dan IPS, serta mapel; untuk SMA:
tematik dan Mapel; c) mengutamakan Discovery Learning dan Project Based Learning.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 27

Formatted: Font: 10 pt, Bold, Font


color: Auto, Complex Script Font: 10 pt

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Perubahan Kurikulum 2013 pada penilaian mencakup: a) berbasis tes dan nontes (portofolio),
menilai proses dan output dengan menggunakan authentic assesment, rapor memuat
penilaian kuantitatif tentang pengetahuan dan deskripsi kualitatif tentang sikap dan
keterampilan kecukupan.
Selanjutnya dalam Kurikulum 2013 terdapat elemen utama perbaikan kurikulum 2013 seperti
terlihat dalam gambar di bawah ini.

Gambar 11: Elemen Utama Perbaikan Kurikulum 2013


Berdasarkan gambar di atas, elemen utama perbaikan Kurikulum 2013 dalam rekonstruksi
kompetensi mencakup: sikap, pengetahuan, dan keterampila. Kompetensi sikap mencakup
sikap spiritual (KI-1) dan sikap sosial (KI-2). Sikap spiritual (KI-1) untuk mencapai insan yang
beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sikap sosial (KI-2) untuk mencapai insan
yang berakhlak mulia, sehat, mandiri, demokratis, bertanggung jawab. Kompetensi
pengetahuan (KI-3) untuk mencapai insan yang berilmu. Kompetensi keterampilan (KI-4) untuk
mencaai insan yang cakap dan kreatif.
Elemen utama perbaikan Kurikulum 2013 dalam kesesuaian dan kedalaman materi mencakup:
a) mempertahankan, mengurangi, dan/ atau menambah materi, b) bahasa sebagai penghela,
c) tematik terpadu, d) penguatan IPA dan IPS di SMP, e) penyesuaian dengan PISA, TIMMS dan
lembaga lainnya serta dengan perkembangan di berbagai negara.
Elemen utama perbaikan Kurikulum 2013 dalam revolusi proses pembelajaran mencakup: a)
lintasan taksonomi Anderson untuk pengetahuan, Dyers untuk keterampilan, dan Krathwohl
untuk sikap, b) pendekatan saintific, c) inquiry dan discovery, d) project based learning, dan e)
cooperative learning.
Elemen utama perbaikan Kurikulum 2013 dalam reformasi penilaian mencakup: tes, portofolio,
pedoman observasi, dan tes performansi.
Selanjutnya Kurikulum 2013 mengusung adanya keseimbangan antara sikap, keterampilan,
dan pengetahuan untuk membangun soft skills dan hard skills seperti terlihat pada gambar di
bawah ini.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 28

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Gambar 12: Elemen Perubahan


Berdasarkan gambar 11 di atas, elemen perubahan jenjang SD, SMP, SMA, SMK dalam
kompetensi lulusan adalah adanya peningkatan dan keseimbangan soft skills dan hard skills
yang meliputi aspek kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Elemen perubahan
kedudukan mata pelajaran (ISI), adalah kompetensi yang semula diturunkan dari mata
pelajaran berubah menjadi mata pelajaran dikembangkan dari kompetensi. Elemen
pendekatan (ISI) kompetensi yang dikembangkan di SD adalah tematik terpadu dalam semua
mata pelejaran dengan pendekatan saintific, di SMP tematik terpadu pada IPA dan IPS, dan
mapel, di SMA mapel, di SMK vokasional. Selanjutnya elemen perubahan pada proses
pembelajaran dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Adanya keseimbangan soft skills dan
hard skills tersebut dapat terlihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 14: Keseimbangan antara Sikap, Keterampilan, dan Pengetahuan untuk Membangun
Soft Skills dan Hard Skills
Berdasarkan gambar di atas dapat dijelaskan bahwa salah satu karakteristik Kurikulum 2013
adanya keseimbangan antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan untuk membangun soft
skills dan hard skills peserta didik dari mulai jenjang SD, SMP, SMA/ SMK, dan PT seperti yang
diungkapkan Marzano (1985) dan Bruner (1960). Pada jenjang SD ranah attitude harus lebih
banyak atau lebih dominan dikenalkan, diajarkan dan atau dicontohkan pada anak, kemudian
diikuti ranah skill, dan ranah knowledge lebih sedikit diajarkan pada anak. Hal ini berbanding
terbalik dengan membangun soft skills dan hard skills pada jenjang PT. Di PT ranah knowledge
lebih dominan diajarkan dibandingkan ranah skills dan attutude.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 29

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Gambar 15: Rumusan Proses dalam Kurikulum 2013


Berdasarkan gambar 15 di atas, terdapat perluasan dan pendalaman taksonomi dalam proses
pencapaian kompetensi. Dalam kurikulum 2013 untuk jenjang SD, SMP, SMA, dan PT
memadukan lintasan taksonomi sikap (attitude) dari Krathwohl, keterampilan (skill) dari Dyers,
dan Pengetahuan (knowledge) dari Bloom dengan revisi oleh Anderson. Taksonomi sikap
(attitude) dari Krathwohl meliputi: accepting, responding, valuing, organizing/internalizing,
dan characterizing/actualizing. Taksonomi keterampilan (skill) dari Dyers meliputi: observing,
questioning, experimenting, associating, dan communicating. Taksonomi pengetahuan
(knowledge) dari Bloom degan revisi oleh Anderson meliputi: knowing/ remembering,
understanding, appllying, analyzing, evaluating, dan creating.

Gambar 16: Ruang Lingkup Keterpaduan dan Prosesnya


Berdasarkan gambar 16, dapat dijelaskan bahwa ruang lingkup keterpaduan dan prosesnya
mencakup: a) keterpaduan dalam mapel (integratif vertikal) bersifat intradisipliner, b)
keterpaduan antarmapel (integrasi horizontal) yang bersifat multidisipliner dan interdisipliner,
dan c) keterpaduan luar mapel (transdisipliner) yang bersifat berbasis konteks melalui
observasi.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 30

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Tabel 17 : Langkah Penguatan Proses


Berdasarkan gambar 17 di atas, langkah penguatan terjadi pada proses pembelajaran dan
proses penilaian. Penguatan pada proses pembelajaran karakteristik penguatannya mencakup:
a) menggunakan pendekatan scientific melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah,
menyajikan, menalar, mencipta, dan mengkomunikasikan dengan tetap memperhatikan
karakteristik siswa, b) menggunakan ilmu pengetahuan sebagai penggerak pembelajaran untuk
semua mata pelajaran, c) menuntun siswa untuk mencari tahu, bukan diberitahu (discovery
learning), dan d) menekankan kemampuan berbahasa sebagai alat komunikasi, pembawa
pengetahuan dan berpikir logis, sistematis, dan kreatif. Penguatan pada penilaian
pembelajaran karakteristik penguatannya, mencakup: a) mengukur tingkat berpikir mulai dari
rendah sampai tinggi, b) menekankan pada pertanyaan yang membutuhkan pemikiran
mendalam (bukan sekedar hafalan), c) mengukur proses kerja siswa, bukan hanya hasil kerja
siswa, dan d) menggunakan portofolio pembelajaran siswa.

Gambar 18: Critical Point Implementasi Kurikulum 2013


Melihat gambar 18 di atas, critical point implementasi Kurikulum 2013 dapat dilihat dari:
a) perancangan RPP, b) pelaksanaan pembelajaran sesuai RPP, c) supervisi pendampingan, dan

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 31

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

d) budaya mutu sekolah. Perancangan RPP mencakup: Kompetensi Dasar, indikator, dan
tujuan pembelajaran, melanglir secara logis ke materi ajar, rancangan proses dan aktivitas
belajar, sumber dan media, output/produk siswa, dan penilaian. Pelaksanaan pembelajaran
sesuai RPP mencakup: instrumen pengendalian, dan undeks kesesuaian RPP dengan
pelaksanaan. Supervisi pendampingan mencakup: pedoman pelaksanaan supervisi,
pelaksanaan, eksekusi rekomendasi supervisi, dan sistem pelaporan perbaikan pasca supervisi.
Budaya mutu sekolah mencakup: standar mutu, kepemimpinan, atmosfir sekolah, ketaatan
terhadap standar, dan proses pembudayaan (penguatan dan penghargaan).

HO-1.2

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN, KOMPETENSI INTI, KOMPETENSI DASAR, DAN


STRATEGI IMPLEMENTASI
A. Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Kompetensi Inti ( KI), dan Kompetensi Dasar (KD)
1. Standar Kompetensi Lulusan (SKL SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK)
a. Pendahuluan
Pendidikan sebagaimana yang dinyatakan di dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 1 angka 1 adalah: usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik
secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang
diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Paradigma pendidikan tersebut selanjutnya dirumuskan ke dalam fungsi dan tujuan
pendidikan nasional. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional pada Pasal 3 menetapkan bahwa: pendidikan nasional berfungsi mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa; bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab.
Fungsi dan tujuan pendidikan nasional tersebut menjadi parameter utama untuk
merumuskan standar nasional pendidikan sebagaimana yang diamanatkan oleh UndangUndang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 35 sebagai
berikut:

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 32

Formatted: Font: Not Bold

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

(1) Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga
kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian
pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala.
(2) Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum,
tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, dan pembiayaan.
(3) Pengembangan standar nasional pendidikan serta pemantauan dan pelaporan
pencapaiannya secara nasional dilaksanakan oleh suatu badan standardisasi,
penjaminan, dan pengendalian mutu pendidikan.
(4) Ketentuan mengenai standar nasional pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), ayat (2), dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.
Fungsi standar nasional pendidikan adalah untuk penjaminan dan pengendalian mutu
pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan.
Standar Kompetensi Lulusan merupakan salah satu dari 8 (delapan) standar nasional
pendidikan sebagaimana yang ditetapkan dalam Pasal 35 Ayat (1) Undang-Undang Nomor
20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap,
pengetahuan, dan keterampilan, yang akan menjadi acuan bagi pengembangan kurikulum
dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

b. Tujuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah


Penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang dinyatakan dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Pendidikan bertujuan membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik
agar menjadi manusia yang:
1) beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan
berkepribadian luhur;
2) berilmu, cakap, kritis, kreatif, dan inovatif;
3) sehat, mandiri, dan percaya diri; dan
4) toleran, peka sosial, demokratis, dan bertanggung jawab.
c. Cakupan Kompetensi Lulusan
Penetapan pendekatan kompetensi lulusan didahului dengan mengidentifikasi apa yang
hendak dibentuk, dibangun, dan diberdayakan dalam diri peserta didik sebagai jaminan
yang akan mereka capai setelah menyelesaikan pendidikannya pada satuan pendidikan
tertentu.
Pendekatan kompetensi lulusan menekankan pada kemampuan holistik yang harus dimiliki
setiap peserta didik. Hal itu akan membawa implikasi terhadap apa yang seharusnya
dipelajari oleh setiap individu peserta didik, bagaimana cara mengajarkan, dan kapan
diajarkannya.
Cakupan kompetensi lulusan satuan pendidikan berdasarkan elemen-elemen yang harus
dicapai dapat dilihat dalam tabel berikut ini.
Tabel 1: Kompetensi Lulusan Berdasarkan Elemen-Elemen yang Harus Dicapai
DOMAIN

Elemen

SIKAP

Proses

SD

SMP

SMA-SMK

Menerima + Menjalankan + Menghargai + Menghayati +


Mengamalkan

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 33

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

DOMAIN

KETERAMPILAN

PENGETAHUAN

Elemen

SD

SMP

SMA-SMK

Individu

beriman, berakhlak mulia (jujur, disiplin, tanggung jawab,


peduli, santun), rasa ingin tahu, estetika, percaya diri, motivasi
internal

Sosial

toleransi, gotong royong, kerjasama, dan musyawarah

Alam

pola hidup sehat, ramah lingkungan, patriotik, dan cinta


perdamaian

Proses

Mengamati + Menanya + Mencoba + Mengolah + Menyaji +


Menalar + Mencipta

Abstrak

membaca, menulis, menghitung, menggambar, mengarang

Konkret

menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, membuat,


mencipta

Proses

Mengetahui + Memahami + Menerapkan + Menganalisa +


Mengevaluasi

Objek

ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya

Subyek

manusia, bangsa, negara, tanah air, dan dunia

Cakupan kompetensi lulusan satuan pendidikan secara holistik dapat dilihat dalam tabel di
bawah ini.
Tabel 2: Kompetensi Lulusan Secara Holistik
DOMAIN

SD

SMP

SMA-SMK

Menerima + Menjalankan + Menghargai + Menghayati + Mengamalkan


SIKAP

KETERAMPILAN

pribadi yang beriman, berakhlak mulia, percaya diri, dan bertanggung jawab
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial, alam sekitar,
serta dunia dan peradabannya
Mengamati + Menanya + Mencoba + Mengolah + Menyaji + Menalar +
Mencipta
pribadi yang berkemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam
ranah abstrak dan konkret
Mengetahui + Memahami + Menerapkan + Menganalisa + Mengevaluasi

PENGETAHUAN

pribadi yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan


berwawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban

Dari tabel di atas, cakupan kompetensi lulusan secara holistik dirumuskan sebagai berikut:
1) Kemampuan Lulusan dalam Dimensi Sikap:
Manusia yang memiliki pribadi yang beriman, berakhlak mulia, percaya diri, dan
bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial, alam
sekitar, serta dunia dan peradabannya.
Pencapaian pribadi tersebut dilakukan melalui proses: menerima, menjalankan,
menghargai, menghayati, dan mengamalkan.
2) Kemampuan Lulusan dalam Dimensi Keterampilan:

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 34

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Manusia yang memiliki pribadi yang berkemampuan pikir dan tindak yang efektif dan
kreatif dalam ranah abstrak dan konkret.
Pencapaian pribadi tersebut dilakukan melalui proses: mengamati, menanya, mencoba,
mengolah, menyaji, menalar, dan mencipta.
3) Kemampuan Lulusan dalam Dimensi Pengetahuan:
Manusia yang memiliki pribadi yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya dan berwawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
Pencapaian pribadi tersebut dilakukan melalui proses: mengetahui, memahami,
menerapkan, menganalisa, dan mengevaluasi.
Perumusan kompetensi lulusan antarsatuan pendidikan mempertimbangkan gradasi
setiap tingkatan satuan pendidikan dan memperhatikan kriteria sebagai berikut:
a) perkembangan psikologis anak,
b) lingkup dan kedalaman materi,
c) kesinambungan, dan
d) fungsi satuan pendidikan.
d. Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan
Kompetensi lulusan satuan pendidikan SD/MI/SDLB/Paket A, SMP/MTs/SMPLB/Paket B,
SMA/MA/SMK/MAK/Paket C diuraikan masing-masing berikut ini.
1) Standar Kompetensi Lulusan SD/MI/SDLB/Paket A
Lulusan SD/MI/SDLB/Paket A adalah manusia yang memiliki sikap, keterampilan, dan
pengetahuan sebagai berikut:
Tabel 3: Kompetensi Lulusan SD/MI/SDLB/PAKET A
DIMENSI
SIKAP
KETERAMPILAN

PENGETAHUAN

KOMPETENSI LULUSAN
Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia,
percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam di sekitar rumah, sekolah, dan tempat bermain.
Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah
abstrak dan konkret sesuai dengan yang ditugaskan kepadanya.
Memiliki pengetahuan faktual dan konseptual dalam ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian di lingkungan
rumah, sekolah, dan tempat bermain.

2) Standar Kompetensi Lulusan SMP/MTs/SMPLB/Paket B


Lulusan SMP/MTs/SMPLB/Paket B adalah manusia yang memiliki sikap, keterampilan,
dan pengetahuan sebagai berikut:
Tabel 4:
DIMENSI
SIKAP

Kompetensi Lulusan SMP/MTs/SMPLB/ PAKET B


KOMPETENSI LULUSAN
Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia,
percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

KETERAMPILAN

Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah
abstrak dan konkret sesuai dengan yang dipelajari di sekolah atau sumber
lain yang sama dengan yang diperoleh dari sekolah.

PENGETAHUAN

Memiliki pengetahuan faktual, konseptual dan prosedural dalam ilmu


pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan,

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 35

Formatted: Space After: 10 pt

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian yang


tampak mata.

3) Kompetensi Lulusan SMA/MA/SMK/MAK/Paket C


Lulusan SMA/MA/SMK/MAK/Paket C adalah manusia yang memiliki sikap, keterampilan,
dan pengetahuan sebagai berikut:
Tabel 5:
Kompetensi Lulusan SMA/MA/SMK/MAK/ Paket C
DIMENSI
SIKAP

KETERAMPILAN

PENGETAHUAN

KOMPETENSI LULUSAN
Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia,
percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan dirinya sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah
abstrak dan konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri.
Memiliki pengetahuan prosedural dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian.

2. Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Mata Pelajaran PJOK SMA/SMK
KELA
KELAS: X
KOMPETENSI INTI
1.Menghayati dan mengamalkan
ajaran agama yang dianutnya

tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama,
toleran, damai), santun,
responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.

KOMPETENSIDASAR
1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak
dan kemampuannya sebagai anugrah Tuhan yang
tidak ternilai.
1.2 Tumbuhnya kesadaran bahwa tubuh harus dipelihara
dan dibina, sebagai wujud syukur kepada sang
Pencipta.
2.2 Bertanggung jawab terhadap keselamatan dan
kemajuan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan
sekitar, serta dalam penggunaan sarana dan
prasarana pembelajaran.
2.3 Menghargai perbedaan karakteristik individual
dalam melakukan berbagai aktivitas fisik.
2.4 Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam
melakukan berbagai aktivitas fisik.
2.5 Toleransi dan mau berbagi dengan teman dalam
penggunaan peralatan dan kesempatan.
2.6 Disiplin selama melakukan berbagai
aktivitas fisik.
2.7 Menerima kekalahan dan kemenangan dari
suatu permainan.
2.8 Memiliki perilaku hidup sehat dalam
memilih makanan dan minuman,
penyalahgunaan obat-obatan, dan
kebersihanan alat reproduksi.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 36

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

KOMPETENSI INTI
3.Memahami ,menerapkan,
menganalisis pengetahuan
faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingintahunya
tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan
wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah

4.Mengolah, menalar, dan menyaji


dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, dan mampu
menggunakan metoda
sesuai kaidah keilmuan

KOMPETENSIDASAR
3.1 Menganalisis variasi dan kombinasi keterampilan
gerak salah satu permainan bola besar untuk
menghasilkan koordinasi gerak yang baik.
3.2 Menganalisis variasi dan kombinasi keterampilan
permainan bola kecil untuk menghasilkan
koordinasi gerak yang baik.
3.3 Menganalisis variasi dan kombinasi keterampilan
salah satu nomor atletik (jalan cepat, lari, lompat
dan lempar) untuk menghasilkan koordinasi gerak
yang baik.
3.4 Menganalisis variasi dan kombinasi keterampilan
olahraga beladiri untuk menghasilkan koordinasi
gerak yang baik.
3.5 Menganalisis konsep latihan, pengukuran, dan
hasilpengembangan komponen kebugaran jasmani.
3.6 Menganalisis dua jenis rangkaian keterampilan
senam. lantai untuk menghasilkan koordinasi gerak
yang baik.
3.7 Menganalisis variasi dan kombinasi
keterampilan rangkaian aktivitas gerak ritmik
untuk menghasilkan koordinasi gerak yang
baik.
3.8 Menganalisis keterampilan tiga gaya renang yang
berbeda, dan mengidentifikasi teknik dan peralatan
yang digunakan untuk tindakan penyelamatan di
air. *
3.9 Menganalis berbagai jenis makanan dan minuman
yang bermanfaat terhadap kesehatan,
pertumbuhan dan perkembangan tubuh.
3.10 Menganalisis peran aktivitas fisik dalam
pencegahan penyakit dan pengurangan biaya
perawatan kesehatan.
3.11 Mengidentifikasi jenis-jenis dan menganalisis
bahaya penggunaan NARKOBA dan
psikotropikaterhadap diri sendiri, keluarga dan
masyarakat luas.
4.1 Mempraktikkan variasi dan kombinasi keterampilan
dalam memainkan salah satu permainan bola besar
dengan koordinasi gerak yang baik.
4.2 Mempraktikkan variasi dan kombinasi keterampilan
dalam memainkan salah satu permainan bola kecil
dengan koordinasi gerak yang baik.
4.3 Mempraktikkan variasi dan kombinasi keterampilan
salah satu nomor atletik (jalan cepat, lari, lompat
danlempar) dengan koordinasi gerak yang baik.
4.4 Mempraktikkan variasi dan kombinasi keterampilan
olahraga beladiri dengan koordinasi gerak yang
baik.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 37

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

KOMPETENSI INTI

KOMPETENSIDASAR
4.5 Mempraktikkan latihan, pengukuran, dan analisis
hasil latihan pengembangan komponen kebugaran
jasmani.
4.6 Mempraktikkan dua jenis rangkaikan keterampilan
senam lantai dengan koordinasi gerak yang baik.
4.7 Mempraktikkan variasi dan kombinasi rangkaian
aktivitas gerak ritmik dengan koordinasi gerak yang
baik.
4.8 Mempraktikkan keterampilan tiga gaya
renang yang berbeda dengan koordinasi yang
baik, dan teknik penyelamatan kecelakaan di air
dengan menggunakan peralatan yang ada (tali,
pelampung, galah, skoci dan lain sebagainya).*
4.9 Menyajikan hasil analisis berbagai jenis makanan dan
minuman yang bermanfaat terhadap kesehatan,
pertumbuhan dan perkembangan tubuh.
4.10 Menyajikan hasil analisis peran aktivitas fisik dalam
pencegahan penyakit dan pengurangan biaya
perawatan kesehatan.
4.11 Menyajikan hasil identifikasi dan analisis bahaya
penggunaan NARKOBA dan psikotropika terhadap
dirinya, keluarga dan masyarakat luas.

KELAS XI
KOMPETENSI INTI
1.Menghayati dan mengamalkan
ajaran agama yang dianutnya

2.Menghayati dan mengamalkan


perilaku jujur, disiplin,
tanggungjawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran,
damai), santun, responsif dan
pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia

KOMPETENSIDASAR
1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat
gerakdan kemampuannya sebagai anugrah Tuhan
yang tidak ternilai.
1.2 Tumbuhnya kesadaran bahwa tubuh harus
dipelihara dan dibina, sebagai wujud syukur kepada
sang Pencipta.
2.1 Berperilaku sportif dalam bermain.
2.2 Bertanggung jawab terhadap keselamatan dan
kemajuan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan
sekitar, serta dalam penggunaan sarana dan
prasarana pembelajaran.
2.3 Menghargai perbedaan karakteristik
individual dalam melakukan berbagai
aktivitas fisik.
2.4 Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam
melakukan berbagai aktivitas fisik.
2.5 Toleransi dan mau berbagi dengan teman dalam
penggunaan peralatan dan kesempatan.
2.6 Disiplin selama melakukan berbagai aktivitas fisik.
2.7 Menerima kekalahan dan kemenangan dari suatu

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 38

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

KOMPETENSI INTI

3.Memahami, menerapkan, dan


menganalisis pengetahuan
faktual, konseptual, prosedural,
dan metakognitif berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan
wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah

4.Mengolah, menalar, dan menyaji


dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan

KOMPETENSIDASAR
permainan.
2.8 Memiliki perilaku hidup sehat untuk tidak
merokok, mengkonsumsi alkohol dan
narkoba/psikotropika, serta menghindari
perilaku seks bebas, dan HIV/AIDS.
3.1 Menganalisis dan mengkategorikan
keterampilan gerak salah satu permainan bola
besar serta menyusun rencana perbaikan.
3.2 Menganalisis dan mengkategorikan
keterampilan gerak salah satu permainan
bola kecilserta menyusun rencana perbaikan.
3.3 Menganalisis dan mengkategorikan
keterampilan gerak salah satu nomor atletik
(jalan cepat, lari, lompat, dan lempar) serta
menyusun rencana perbaikan.
3.4 Menganalisis strategi dalam pertarungan
bayangan (shadowfighting) olahraga beladiri.
3.5 Menganalisis konsep pengukuran komponen
kebugaran jasmani terkait kesehatan dan
keterampilan menggunakan instrumen
terstandar.
3.6 Menganalisis dan mengkategorikan
keterampilan gerak senam ketangkasan
menggunakan meja lompat serta menyusun
rencana perbaikan.
3.7 Menganalisis dan mengkategorikan
keterampilan rangkaian gerak (koreo)
aktivitas gerak ritmik.
3.8 Menganalisis dan mengkategorikan
keterampilan dasar empat gaya renang, dan
keterampilan dasar penyelamatan, serta
tindakan pertolongan kegawatdaruratan di
air.*
3.9 Memahami upaya pencegahan dan
penanggulangan bahaya NARKOBA dan
psikotropika terhadap diri sendiri, keluarga,
lingkungan, bangsa dan negara.
3.10 Memahami dampak seks bebas terhadap diri
sendiri, keluarga dan masyarakat luas.
3.11 Memahami bahaya, penularan, dan cara mencegah
HIV danAIDS.
3.12 Menganalisis perencanaan program kesehatan
pribadi.
4.1 Mempraktikkan perbaikan keterampilan salah
satu permainan bola besarsesuai hasil analisis
dan kategorisasi.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 39

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

KOMPETENSI INTI
pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, bertindak secara efektif
dan kreatif, serta mampu
menggunakan metoda sesuai
kaidah keilmuan

KOMPETENSIDASAR
4.2 Mempraktikkan perbaikan keterampilan salah
satu permainan bola kecilsesuai hasil analisis dan
kategorisasi.
4.3 Mempraktikkan perbaikan keterampilan salah satu
nomor atletik (jalan cepat, lari, lompat, dan
lempar) sesuai hasil analisis dan kategorisasi.
4.4 Mempraktikkan strategi dalam pertarungan
bayangan (shadowfighting) olahraga beladiri
dengan lancar dan koordinasi gerak yang baik.
4.5 Mempraktikkan pengukuran derajat
komponen kebugaran jasmani terkait
kesehatan dan keterampilan menggunakan
instrumen terstandar.
4.6 Mempraktikkan perbaikan keterampilan dua jenis
gerak dasar senam ketangkasan menggunakan
meja lompat sesuai hasil analisis dan kategorisasi.
4.7 Mempraktikkan perbaikan keterampilan
rangkaian gerak (koreo) aktivitas gerak ritmik
sesuai hasil analisis dan kategorisasi.
4.8 Mempraktikkan keterampilan dasar empat
gaya renang dengan koordinasi yang baik,
dan keterampilan dasar penyelamatan, serta
tindakan pertolongan kegawatdaruratan di
air.*
4.9 Menyajikan informasi berkaitan dengan upaya
pencegahan dan penanggulangan bahaya
NARKOBA dan psikotropika.terhadap diri sendiri,
keluarga, lingkungan, bangsa dan negara.
4.10 Menyajikan informasi tentangdampak seks bebas
terhadap diri sendiri, keluarga dan masyarakat luas.
4.11 Menyajikan informasi berkaitan dengan
bahaya, penularan, dan cara mencegah
HIV dan AIDS.
4.12 Merancangprogram perencanaan kesehatan
pribadi untuk 1 semester.

KELAS XII

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 40

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

KOMPETENSI INTI
1.Menghayati dan mengamalkan
ajaran agama yang dianutnya

2.Menghayati dan mengamalkan


perilaku jujur, disiplin,
tanggungjawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran,
damai), santun, responsif dan
pro-aktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi
atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial
dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia

3.Memahami, menerapkan,
menganalisis dan mengevaluasi
pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan
metakognitif berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan,
teknologi, seni, budaya,
danhumaniora dengan
wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah

KOMPETENSI DASAR
1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh
perangkat gerak dan kemampuannya
sebagai anugrah Tuhan yang tidak ternilai
1.2 Tumbuhnya kesadaran bahwa tubuh harus
dipelihara dan dibina, sebagai wujud syukur
kepada sang Pencipta
2.1 Berperilaku sportif dalam bermain.
2.2 Bertanggung jawab terhadap keselamatan dan
kemajuan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan
sekitar, serta dalam penggunaan sarana dan
prasarana pembelajaran.
2.3 Menghargai perbedaan karakteristik individual
dalam melakukan berbagai aktivitas fisik.
2.4 Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam
melakukan berbagai aktivitas fisik.
2.5 Toleransi dan mau berbagi dengan teman dalam
penggunaan peralatan dan kesempatan.
2.6 Disiplin selama melakukan berbagai aktivitas fisik.
2.7 Menerima kekalahan dan kemenangan dari
suatu permainan.
2.8 Memilikiperilaku hidup sehat.
3.1 Menganalisis, merancang, dan mengevaluasi taktik
dan strategi permainan (pola menyerang dan
bertahan) salah satu permainan bola besar.
3.2 Menganalisis, merancang, dan mengevaluasi
taktik dan strategi permainan (pola
menyerang dan bertahan) salah satu
permainan bola kecil.
3.3 Menganalisis, merancang, dan
mengevaluasi taktik dan strategi dalam simulasi
perlombaan salah satu nomor atletik (jalan
cepat, lari, lompat dan lempar)yang disusun
sesuai peraturan.
3.4 Menganalisis, merancang, dan mengevaluasi
strategi dan taktik menyerang dan bertahan dalam
olahraga beladiri yang disusun sesuai peraturan
permainan.
3.5 Menganalisis konsep penyusunan program
peningkatan serta mengevaluasiderajat kebugaran
jasmani terkaitkesehatan dan keterampilan secara
pribadi berdasarkan instrument yang dipakai.
3.6 Menganalisis, merancang, dan mengevaluasi
beberapa rangkaian senam lantai
3.7 Menganalisis, dan merancang koreografi aktivitas
gerak ritmik, serta mengevaluasi kualitas gerakan
(execution).

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 41

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

KOMPETENSI INTI

4.Mengolah, menalar, menyaji,


dan mencipta dalam ranah
konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya disekolah
secara mandiri serta bertindak
secara efektif dan kreatif, dan
mampu menggunakan metoda
sesuai kaidah keilmuan

KOMPETENSI DASAR
3.8 Menganalisis keterampilan 4 gaya renang untuk
memperbaiki keterampilan gerak, dan
keterampilanrenang penyelamatan/pertolongan
kegawatdaruratan di air, serta tindakan lanjutan di
darat.
3.9 Memahami berbagai peraturan perundangan
serta konsekuensi hukum bagi para pengguna
dan pengedar NARKOBA dan psikotropika.
3.10 Memahami beberapa faktor yang dapat mencegah
perilaku terkait yang menjurus kepada STDS
(Sexually Transmitted Disease), AIDS dankehamilan.
3.11 Memahami dampak dan penanggulangan Penyakit
Menular Seksual (PMS) terhadap diri sendiri,
keluarga dan masyarakat.
4.1 Memperagakan dan mengevaluasitaktik dan
strategi permainan (menyerang dan bertahan) salah
satu permainan bola besar dengan peraturan
terstandar.
4.2 Memperagakan dan mengevaluasitaktik dan
strategi permainan (menyerang dan
bertahan) salah satu permainan bola kecil
dengan peraturan terstandar.
4.3 Memperagakan dan mengevaluasitaktik dan
strategi dalam perlombaan salah satu nomor
atletik (jalan cepat, lari, lompat, dan lempar)
dengan peraturan terstandar.
4.4 Memperagakan dan mengevaluasitaktik dan
strategi menyerang dan bertahan pada simulasi
pertarunganolahraga bela diri.
4.5 Memperagakan beberapa rangkaian
senam lantai.
4.6 Memperagakan dan mengevaluasi rangkaian
aktivitas gerak ritmik (masing- masing tiga hingga
lima gerak).
4.7 Menyusun program peningkatan serta
mengevaluasiderajat kebugaran jasmani
terkaitkesehatan dan keterampilan secara pribadi
berdasarkan instrument yang dipakai.
4.8 Mempraktikkan keterampilan 4 gaya
renang,dan keterampilanrenang
penyelamatan/pertolongan kegawatdaruratan
di air,serta tindakan lanjutan di darat (contoh:
tindakanresusitasi jantung dan paru (RJP)).
4.9 Menyajikan berbagai peraturan perundangan
serta konsekuensi hukum bagi para pengguna
dan pengedar NARKOBA dan psikotropika.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 42

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI DASAR
4.10 Menyajikan berbagai upaya untuk mencegah
perilaku terkait yang menjurus kepada STDS
(Sexually Transmitted Disease), AIDS
dankehamilan.
4.11 Menyajikan dampak dan penanggulangan Penyakit
Menular Seksual (PMS) terhadap diri sendiri,
keluarga dan masyarakat.

B.
C.
D.
E.
F.B.

Strategi Implementasi

1. Pengembangan Kurikulum 2013 pada Satuan Pendidikan


Pengembangan Kurikulum 2013 dilakukan atas prinsip berikut ini.
a. Sekolah adalah satu kesatuan lembaga pendidikan dan kurikulum adalah kurikulum satuan
pendidikan, bukan daftar mata pelajaran.
b. Guru di satu satuan pendidikan adalah satu satuan pendidik (community of educators),
mengembangkan kurikulum secara bersama-sama.
c. Pengembangan kurikulum di jenjang satuan pendidikan langsung dipimpin kepala sekolah.
d. Pelaksanaan implementasi kurikulum di satuan pendidikan dievaluasi oleh kepala sekolah.
2. Manajemen Implementasi
a. Implementasi kurikulum adalah usaha bersama antara Pemerintah dengan pemerintah
propinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota.
b. Pemerintah bertangung jawab dalam mempersiapkan guru dan kepala sekolah untuk
melaksanakan kurikulum.
c. Pemerintah bertanggung jawab dalam melakukan evaluasi pelaksanaan kurikulum secara
nasional.
d. Pemerintah propinsi bertanggung jawab dalam melakukan supervisi dan evaluasi terhadap
pelaksanaan kurikulum di propinsi terkait.
e. Pemerintah kabupaten/kota bertanggung jawab dalam memberikan bantuan profesional
kepada guru dan kepala sekolah dalam melaksanakan kurikulum di kabupaten/kota terkait.
3. Strategi Implementasi Kurikulum 2013

Formatted: Indent: Before: 0,5 cm,


Hanging: 0,5 cm, Line spacing:
Multiple 1,15 li

Formatted: Line spacing: Multiple


1,15 li
Formatted: Space Before: 0 pt, After:
6 pt, Line spacing: Multiple 1,15 li
Formatted: Line spacing: Multiple
1,15 li

Formatted: Space Before: 0 pt, After:


6 pt, Line spacing: Multiple 1,15 li

a. Pelaksanaan kurikulum di seluruh sekolah dan jenjang pendidikan sebagai berikut.


1) Juli 2013: Kelas I, IV terbatas pada sejumlah SD/MI (30%), dan seluruh VII (SMP/MTs),
dan X (SMA/MA, SMK/MAK). Ini adalah tahun pertama implementasi dan dilakukan di
seluruh wilayah NKRI. Untuk SD akan dipilih 30% SD dari setiap kabupaten/kota di setiap
propinsi.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 43

Formatted: Add space between


paragraphs of the same style, Line
spacing: Multiple 1,15 li

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

2) Juli 2014: Kelas I, II, IV, V, VII, VIII, X, dan XI: tahun 2014 adalah tahun kedua
implementasi. Seperti tahun pertama maka SD akan dipilih sebanyak 30% sehingga
secara keseluruhan implementasi kurikulum pada tahun kedua sudah mencakup 60% SD
di seluruh wilayah NKRI. Pada tahun kedua ini, hanya kelas terakhir SMP/MTs, SMA/MA,
SMK/MAK yang belum melaksanakan kurikulum.
3) Juli 2015: seluruh kelas dan seluruh sekolah SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK telah
melaksanakan sepenuhnya Kurikulum 2013.
b. Pelatihan Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas, dari tahun 2013 2016. Pelatihan guru,
kepala sekolah dan pengawas adalah untuk guru, kepala sekolah yang akan melaksanakan
Kurikulum 2013 dan dilakukan sebelum Kurikulum 2013 diimplementasikan. Prinsip ini
menjadi prinsip utama implementasi dimana guru, kepala sekolah dan pengawas di wilayah
sekolah terkait yang akan mengimplemntasikan kurikulum adalah mereka yang sudah
terlatih. Dengan demikian, ketika Kurikulum 2013 akan diimplementasikan pada tahun
pembelajaran 2015-2016, seluruh guru, kepala sekolah dan pengawas di seluruh Indonesia
sudah mendapatkan pelatihan untuk melaksanakan kurikulum.

Formatted: Line spacing: Multiple


1,15 li

c. Pengembangan buku babon, dari tahun 2013 2016. Sejalan dengan strategi implementasi,
penulisan dan percetakan serta distribusi buku babon akan seluruhnya selesai pada awal
tahun terakhir implementasi kurikulum atau sebelumnya. Pada prinsipnya ketika
implementasi Kurikulum 2013 memasuki tahun 2015-2016 seluruh buku babon sudah
teredia di setiap sekolah. Buku babon terdiri atas buku untuk peserta didik dan buku untuk
guru. Isi buku babon guru adalah sama dengan buku babon peserta didik dengan tambahan
strategi pembelajaran dan penilaian hasil belajar. Sedangkan pedoman pembelajaran dan
penilaian hasil belajara secara rinci tercantum dalam buku pedoman pembelajaran dan
penilaian.
d. Pengembangan manajemen, kepemimpinan, sistem administrasi, dan pengembangan
budaya sekolah (budaya kerja guru) terutama untuk SMA/MA dan SMK/MAK, dimulai dari
bulan Januari Desember 2013. Implementasi Kurikulum 2013 mensyaratkan penataan
administrasi, manajemen, kepemimpinan dan budaya kerja guru yang baru. Oleh karena itu
dalam persiapan implementasi Kurikulum 2013, pelatihan juga berkenaan dengan tata kerja
baru para guru dan kepemimpinan kepala sekolah.Dengan penerapan pelatihan ini maka
implementasi Kurikulum tidak hanya berkenaan dengan upaya realisasi ide dan rancangan
kurikulum tetapi juga pembenahan pada pelaksanaan pendidikan di satuan pendidikan.
e. Pendampingan dalam bentuk Monitoring dan Evaluasi untuk menemukan kesulitan dan
masalah implementasi dan upaya penanggulangan: Juli 2013 2016. Strategi implementasi
Kurikulum 2013 menghindari pelatihan yang dinamakan one-shot training sebagai strategi
implementasi mengingat kelemahan strategi tersebut. Pleatihan yang dilakukan untuk para
guru, kepala sekolah, dan pengawas akan diikuti dengan monitoring dan evaluasi sepanjang
pelaksanaan paling tidak dari tahun pertama sampai tahun ketiga implementasi. Pada akhir
tahun ketiga implementasi diharapkan permasalahan yang dihadapi para pelaksana sudah
tidak lagi merupakan masalah mendasar dan kurikulum sudah dapat dilaksanakan
sebagaimana seharusnya. Permasalahan lapangan yang muncul adalah yang dapat

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 44

Formatted: Indent: Before: 0,5 cm,


Hanging: 0,5 cm, Line spacing:
Multiple 1,15 li

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

diselesaikan oleh kolaborasi guru, kepala sekolah dan pengawas di bawah supervisi dinas
pendidikan kabupaten/kota.
4. Evaluasi Kurikulum
Evaluasi Kurikulum dilaksanakan selama masa pengembangan ide (deliberation process),
pengembangan desain dan dokumen kurikulum, dan selama masa implementasi kurikulum.
Evaluasi dalam deliberation process menghasilkan penyempurnaan dalam Kompetensi Inti
yang dijadikan organising element dalam mengikat Kompetensi dasar mata pelajaran.
Pelaksanaan evaluasi implementasi kurikulum dilaksanakan sebagai berikut.

Formatted: Space After: 6 pt, Line


spacing: Multiple 1,15 li

a. Sampai tahun pelajaran 2015-2016: untuk memperbaiki berbagai kesulitan pelaksanaan


kurikulum.

Formatted: Indent: Before: 0,5 cm,


Hanging: 0,5 cm, Space After: 6 pt,
Add space between paragraphs of the
same style, Line spacing: Multiple 1,15
li

b. Sampai tahun pelajaran 2016 secara menyeluruh untuk menentukan efektivitas, kelayakan,
kekuatan, dan kelemahan implementasi kurikulum.
Evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum (implementasi kurikulum) diselenggarakan dengan
tujuan untuk mengidentifikai masalah pelaksanaan kurikulum dan membantu kepala sekolah
dan guru menyelesaikan masalah tersebut. Evaluasi dilakukan pada setiap satuan pendidikan
dan dilaksanakan pada satuan pendidikan di wilayah kota/kabupaten secara rutin dan bergilir.

HO-1.3

PENDEKATAN SCIENTIFIC, PENILAIAN, DAN


MODEL-MODEL PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013

A. Pendekatan Scientific pada Kurikulum 2013

1. Esensi Pendekatan Scientific/ Pendekatan Ilmiah


Proses pembelajaran dapat dipadankan dengan suatu proses ilmiah, karena itu Kurikulum 2013
mengamanatkan esensi pendekatan scientific dalam pembelajaran. Pendekatan scientific
diyakini sebagai titian emas perkembangan dan pengembangan sikap, keterampilan, dan
pengetahuan peserta didik. Dalam pendekatan atau proses kerja yang memenuhi kriteria
ilmiah, para ilmuan lebih mengedepankan pelararan
induktif (inductive reasoning) dibandingkan dengan
penalaran deduktif (deductivereasoning). Penalaran
deduktif melihat fenomena umum untuk kemudian
menarik simpulan yang spesifik. Sebaliknya,

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 45

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

penalaran induktif memandang fenomena atau situasi spesifik untuk kemudian menarik
simpulan secara keseluruhan. Sejatinya, penalaran induktif menempatkan bukti-bukti spesifik
ke dalam relasi idea yang lebih luas. Metode ilmiah umumnya menempatkan fenomena unik
dengan kajian spesifik dan detail untuk kemudian merumuskan simpulan umum. Metode
ilmiah merujuk pada teknik-teknik investigasi atas suatu atau beberapa fenomena atau gejala,
memperoleh pengetahuan baru, atau mengoreksi dan memadukan pengetahuan sebelumnya.
Untuk dapat disebut ilmiah, metode pencarian (method of inquiry) harus berbasis pada buktibukti dari objek yang dapat diobservasi, empiris, dan terukur dengan prinsip-prinsip penalaran
yang spesifik.Karena itu, metode ilmiah umumnya memuat serangkaian aktivitas pengumpulan
data melalui observasi atau ekperimen, mengolah informasi atau data, menganalisis,
kemudian memformulasi, dan menguji hipotesis.
2. Langkah-langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Ilmiah
Menurut Permendikbud no. 81 A tahun 2013 lampiran IV, Proses pembelajaran terdiri atas
lima pengalaman belajar. Kelima langkah pembelajaran pokok tersebut dapat dirinci dalam
berbagai kegiatan belajar sebagaimana tercantum dalam tabel berikut:
Tabel 1: Keterkaitan antara Langkah Pembelajaran dengan Kegiatan Belajar dan Maknanya

LANGKAH
PEMBELAJARAN

KEGIATAN BELAJAR

KOMPETENSI YANG
DIKEMBANGKAN

Mengamati

Membaca, mendengar, menyimak,


melihat (tanpa atau dengan alat)

Melatih kesungguhan, ketelitian,


mencari informasi

Menanya

Mengajukan pertanyaan tentang


informasi yang tidak dipahami dari apa
yang diamati atau pertanyaan untuk
mendapatkan informasi tambahan
tentang apa yang diamati

Mengembangkan kreativitas, rasa


ingin tahu, kemampuan
merumuskan pertanyaan untuk
membentuk pikiran kritis yang
perlu

(dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke


pertanyaan yang bersifat hipotetik)

untuk hidup cerdas dan belajar


sepanjang hayat

- melakukan eksperimen

Mengembangkan sikap teliti,


jujur,sopan, menghargai pendapat
orang lain, kemampuan
berkomunikasi, menerapkan
kemampuan mengumpulkan
informasi melalui berbagai cara
yang dipelajari, mengembangkan
kebiasaan belajar dan belajar
sepanjang hayat.

Mengumpulkan
informasi/
eksperimen

- membaca sumber lain selain buku teks


- mengamati objek/ kejadian/
- aktivitas
- wawancara dengan narasumber

Mengasosiasikan/
mengolah informasi

- mengolah informasi yang sudah


dikumpulkan baik terbatas dari hasil
kegiatan mengumpulkan/eksperimen
mau pun hasil dari kegiatan mengamati
dan kegiatan mengumpulkan informasi.
- Pengolahan informasi yang
dikumpulkan dari yang bersifat

Mengembangkan sikap jujur, teliti,


disiplin, taat aturan, kerja keras,
kemampuan menerapkan prosedur
dan kemampuan berpikir induktif
serta deduktif dalam
menyimpulkan .

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 46

Formatted: Font: 10 pt, Bold


Formatted: Centered, Space After: 6
pt, Don't add space between
paragraphs of the same style
Formatted Table

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

LANGKAH
PEMBELAJARAN

KEGIATAN BELAJAR

KOMPETENSI YANG
DIKEMBANGKAN

menambah keluasan dan kedalaman


sampai kepada pengolahan informasi
yang bersifat mencari solusi dari
berbagai sumber yang memiliki
pendapat yang berbeda sampai kepada
yang bertentangan.
Mengkomunikasikan

Menyampaikan hasil pengamatan,


kesimpulan berdasarkan hasil analisis
secara lisan, tertulis, atau media lainnya

Formatted: Font: 10 pt, Bold


Formatted: Centered, Space After: 6
pt, Don't add space between
paragraphs of the same style
Formatted Table

Mengembangkan sikap jujur, teliti,


toleransi, kemampuan berpikir
sistematis, mengungkapkan
pendapat dengan
singkat dan jelas, dan
mengembangkan kemampuan
berbahasa yang baik dan benar.

a. Mengamati
Kegiatan belajar yang dilakukan dalam proses mengamati adalah: membaca, mendengar,
menyimak, melihat (tanpa atau dengan alat). Kompetensi yang dikembangkan adalah:
melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi.
Metode mengamati mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran (meaningfull
learning). Metode ini memiliki keunggulan tertentu, seperti menyajikan media objek secara
nyata, peserta didik senang dan tertantang, dan mudah pelaksanaannya. Tentu saja
kegiatan mengamati dalam rangka pembelajaran ini biasanya memerlukan waktu persiapan
yang lama dan matang, biaya dan tenaga relatif banyak, dan jika tidak terkendali akan
mengaburkan makna serta tujuan pembelajaran.
Metode mengamati sangat bermanfaat bagi pemenuhan rasa ingin tahu peserta didik,
sehingga proses pembelajaran memiliki kebermaknaan yang tinggi. Dengan metode
observasi peserta didik menemukan fakta bahwa ada hubungan antara objek yang dianalisis
dengan materi pembelajaran yang digunakan oleh guru.
Kegiatan mengamati dalam pembelajaran dilakukan dengan menempuh langkah-langkah
seperti berikut ini.
1) Menentukan objek apa yang akan diobservasi
2) Membuat pedoman observasi sesuai dengan lingkup objek yang akan diobservasi
3) Menentukan secara jelas data-data apa yang perlu diobservasi, baik primer maupun
sekunder
4) Menentukan di mana tempat objek yang akan diobservasi
5) Menentukan secara jelas bagaimana observasi akan dilakukan untuk mengumpulkan
data agar berjalan mudah dan lancar
6) Menentukan cara dan melakukan pencatatan atas hasil observasi , seperti menggunakan
buku catatan, kamera, tape recorder, video perekam, dan alat-alat tulis lainnya.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 47

Formatted: Indent: Before: 0,5 cm,


Hanging: 0,5 cm, Line spacing:
Multiple 1,1 li, Tab stops: 1 cm, Left +
Not at 1,5 cm

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Praktik observasi dalam pembelajaran hanya akan efektif jika peserta didik dan guru
melengkapi diri dengan dengan alat-alat pencatatan dan alat-alat lain, seperti (1) tape
recorder, untuk merekam pembicaraan; (1) kamera, untuk merekam objek atau kegiatan
secara visual; (2) film atau video, untuk merekam kegiatan objek atau secara audio-visual;
dan (3) alat-alat lain sesuai dengan keperluan.
Secara lebih luas, alat atau instrumen yang digunakan dalam melakukan observasi, dapat
berupa daftar cek (checklist), skala rentang (rating scale), catatan anekdotal (anecdotal
record), catatan berkala, dan alat mekanikal (mechanical device). Daftar cek dapat berupa
suatu daftar yang berisikan nama-nama subjek, objek, atau faktor- faktor yang akan
diobservasi. Skala rentang , berupa alat untuk mencatat gejala atau fenomena menurut
tingkatannya. Catatan anekdotalberupa catatan yang dibuat oleh peserta didik dan guru
mengenai kelakuan-kelakuan luar biasa yang ditampilkan oleh subjek atau objek yang
diobservasi.
b. Menanya
Kegiatan belajar menanya dilakukan dengan cara: mengajukan pertanyaan tentang
informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan
informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke
pertanyaan yang bersifat hipotetik). Kompetensi yang dikembangkan adalah
mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk
membentuk pikiran kritis yang diperlukan untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat.
Istilah pertanyaan tidak selalu dalam bentuk kalimat tanya, melainkan juga dapat dalam
bentuk pernyataan, asalkan keduanya menginginkan tanggapan verbal. Bentuk pertanyaan,
misalnya: Apakah ciri-ciri kalimat yang efektif? Bentuk pernyataan, misalnya: Sebutkan ciriciri kalimay efektif!
1) Fungsi bertanya
a) Membangkitkan rasa ingin tahu, minat, dan perhatian peserta didik tentang suatu
tema atau topik pembelajaran.
b) Mendorong dan menginspirasi peserta didik untuk
mengembangkan pertanyaan dari dan untuk dirinya sendiri.

aktif

belajar,

serta

c) Mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik sekaligus menyampaikan ancangan


untuk mencari solusinya.
d) Menstrukturkan tugas-tugas dan memberikan kesempatan kepada peserta didik
untuk menunjukkan sikap, keterampilan, dan pemahamannya atas substansi
pembelajaran yang diberikan.
e) Membangkitkan keterampilan peserta didik dalam berbicara, mengajukan
pertanyaan, dan memberi jawaban secara logis, sistematis, dan menggunakan
bahasa yang baik dan benar.
f) Mendorong partisipasi peserta didik dalam berdiskusi, berargumen, mengembangkan
kemampuan berpikir, dan menarik simpulan.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 48

Formatted: Indent: Before: 0,5 cm,


Hanging: 0,5 cm, Line spacing:
Multiple 1,1 li, Tab stops: 1 cm, Left +
Not at 1,5 cm

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

g) Membangun sikap keterbukaan untuk saling memberi dan menerima pendapat atau
gagasan, memperkaya kosa kata, serta mengembangkan toleransi sosial dalam hidup
berkelompok.
h) Membiasakan peserta didik berpikir spontan dan cepat, serta sigap dalam merespon
persoalan yang tiba-tiba muncul.
i) Melatih kesantunan dalam berbicara dan membangkitkan kemampuan berempati
satu sama lain.
2) Kriteria pertanyaan yang baik
a) Singkat dan jelas
Contoh: (1) Seberapa jauh pemahaman Anda mengenai faktor-faktor yang
menyebabkan generasi muda terjerat kasus narkotika dan obat-obatan terlarang? (2)
Faktor-faktor apakah yang menyebabkan generasi muda terjerat kasus narkotika dan
obat-obatan terlarang? Pertanyaan kedua lebih singkat dan lebih jelas dibandingkan
dengan pertanyaan pertama.
b) Menginspirasi jawaban
Contoh: Membangun semangat kerukunan umat beragama itu sangat penting pada
bangsa yang multiagama. Jika suatu bangsa gagal membangun semangat kerukukan
beragama, akan muncul aneka persoalan sosial kemasyarakatan. Coba jelaskan
dampak sosial apa saja yang muncul, jika suatu bangsa gagal membangun
kerukunan umat beragama?Dua kalimat yang mengawali pertanyaan di muka
merupakan contoh yang diberikan guru untuk menginspirasi jawaban peserta
menjawab pertanyaan.
c) Memiliki fokus
Contoh: Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya kemiskinan? Untuk
pertanyaan seperti ini sebaiknya masing-masing peserta didik diminta memunculkan
satu jawaban. Peserta didik pertama hingga kelima misalnya menjawab: kebodohan,
kemalasan, tidak memiliki modal usaha, kelangkaan sumber daya alam, dan
keterisolasian geografis. Jika masih tersedia alternatif jawaban lain, peserta didik
yang keenam dan seterusnya, bisa dimintai jawaban. Pertanyaan yang luas seperti di
atas dapat dipersempit, misalnya: Mengapa kemalasan menjadi penyebab
kemiskinan? Pertanyaan seperti ini dimintakan jawabannya kepada peserta didik
secara perorangan.
d) Bersifat probing atau divergen
Contoh: (1) Untuk meningkatkan kualitas hasil belajar, apakah peserta didik harus
rajin belajar?(2) Mengapa peserta didik yang sangat malas belajar cenderung
menjadi putus sekolah? Pertanyaan pertama cukup dijawab oleh peserta didik
dengan Ya atau Tidak. Sebaliknya, pertanyaan kedua menuntut jawaban yang
bervariasi urutan jawaban dan penjelasannya, yang kemungkinan memiliki bobot
kebenaran yang sama.
e) Bersifat validatif atau penguatan

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 49

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Pertanyaan dapat diajukan dengan cara meminta kepada peserta didik yang berbeda
untuk menjawab pertanyaan yang sama. Jawaban atas pertanyaan itu dimaksudkan
untuk memvalidsi atau melakukan penguatan atas jawaban peserta didik
sebelumnya. Ketika beberapa orang peserta didik telah memberikan jawaban yang
sama, sebaiknya guru menghentikan pertanyaan itu atau meminta mereka
memunculkan jawaban yang lain yang berbeda, namun sifatnya menguatkan.
Contoh:
Guru: mengapa kemalasan menjadi penyebab kemiskinan?
Peserta didik I: karena orang yang malas lebih banyak diam ketimbang bekerja.
Guru: siapa yang dapat melengkapi jawaban tersebut?
Peserta didik II: karena lebih banyak diam ketimbang bekerja, orang yang malas
tidak produktif
Guru : siapa yang dapat melengkapi jawaban tersebut?
Peserta didik III: orang malas tidak bertindak aktif, sehingga kehilangan waktu
terlalu banyak untuk bekerja, karena itu dia tidak produktif.
f) Memberi kesempatan peserta didik untuk berpikir ulang
Untuk menjawab pertanyaan dari guru, peserta didik memerlukan waktu yang cukup
untuk memikirkan jawabannya dan memverbalkannya dengan kata-kata. Karena itu,
setelah mengajukan pertanyaan, guru hendaknya menunggu beberapa saat sebelum
meminta atau menunjuk peserta didik untuk menjawab pertanyaan itu.
g) Merangsang peningkatan tuntutan kemampuan kognitif
Pertanyaan guru yang baik membuka peluang peserta didik untuk mengembangkan
kemampuan berpikir yang makin meningkat, sesuai dengan tuntunan tingkat
kognitifnya. Guru mengemas atau mengubah pertanyaan yang menuntut jawaban
dengan tingkat kognitif rendah ke makin tinggi, seperti dari sekadar mengingat fakta
ke pertanyaan yang menggugah kemampuan kognitif yang lebih tinggi, seperti
pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Kata-kata kunci pertanyaan
ini, seperti: apa, mengapa, bagaimana, dan seterusnya.
h) Merangsang proses interaksi
Pertanyaan guru yang baik mendorong munculnya interaksi dan suasana
menyenangkan pada diri peserta didik.Dalam kaitan ini, setelah menyampaikan
pertanyaan, guru memberikan kesempatan kepada peserta didik mendiskusikan
jawabannya. Setelah itu, guru memberi kesempatan kepada seorang atau beberapa
orang peserta didik diminta menyampaikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Pola
bertanya seperti ini memposisikan guru sebagai wahana pemantul.
3) Tingkatan Pertanyaan
Pertanyaan guru yang baik dan benar menginspirasi peserta didik untuk memberikan
jawaban yang baik dan benar pula. Guru harus memahami kualitas pertanyaan, sehingga
menggambarkan tingkatan kognitif seperti apa yang akan disentuh, mulai dari yang lebih

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 50

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

rendah hingga yang lebih tinggi. Bobot pertanyaan yang menggambarkan tingkatan
kognitif yang lebih rendah hingga yang lebih tinggi disajikan berikut ini.

Tingkatan

Subtingkatan

Kognitif yang Pengetahuan


lebih rendah
(knowledge)

Pemahaman
(comprehension)

Penerapan
(application)

Kognitif yang Analisis (analysis)


lebih tinggi

Sintesis (synthesis)

Kata-kata kunci pertanyaan

Apa...
Siapa...
Kapan...
Di mana...
Sebutkan...
Jodohkan atau pasangkan...
Persamaan kata...
Golongkan...
Berilah nama...
Dll.
Terangkahlah...
Bedakanlah...
Terjemahkanlah...
Simpulkan...
Bandingkan...
Ubahlah...
Berikanlah interpretasi...
Gunakanlah...
Tunjukkanlah...
Buatlah...
Demonstrasikanlah...
Carilah hubungan...
Tulislah contoh...
Siapkanlah...
Klasifikasikanlah...
Analisislah...
Kemukakan bukti-bukti
Mengapa
Identifikasikan
Tunjukkanlah sebabnya
Berilah alasan-alasan

Ramalkanlah
Bentuk
Ciptakanlah
Susunlah
Rancanglah...
Tulislah
Bagaimana kita dapat
memecahkan
Apa yang terjadi seaindainya
Bagaimana kita dapat
memperbaiki
Kembangkan

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 51

Formatted: Font: Bold


Formatted: Space After: 0 pt
Formatted: Font: 11 pt, Bold,
Complex Script Font: 11 pt
Formatted: Space After: 0 pt, Add
space between paragraphs of the same
style, Line spacing: single
Formatted: Space After: 0 pt
Formatted: Font: 11 pt, Complex
Script Font: 11 pt
Formatted: Space After: 0 pt, Add
space between paragraphs of the same
style
Formatted: Font: 11 pt, Complex
Script Font: 11 pt
Formatted: Space After: 0 pt, Add
space between paragraphs of the same
style

Formatted: Font: 11 pt, Complex


Script Font: 11 pt
Formatted: Space After: 0 pt, Add
space between paragraphs of the same
style

Formatted: Space After: 0 pt


Formatted: Font: 11 pt, Complex
Script Font: 11 pt
Formatted: Font: 11 pt, Complex
Script Font: 11 pt
Formatted: Space After: 0 pt, Add
space between paragraphs of the same
style
Formatted: Space After: 0 pt, Add
space between paragraphs of the same
style
Formatted: Space After: 0 pt

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Tingkatan

Subtingkatan
Evaluasi (evaluation)

Kata-kata kunci pertanyaan


Berilah pendapat
Alternatif mana yang lebih baik
Setujukah anda
Kritiklah
Berilah alasan
Nilailah
Bandingkan
Bedakanlah

c. Mengumpulkan informasi/ Eksperimen (Mencoba)


Mengumpulkan informasi/ eksperimen kegiatan pembelajarannya antara lain:
1)
2)
3)
4)

melakukan eksperimen;
membaca sumber lain selain buku teks;
mengamati objek/ kejadian/aktivitas; dan
wawancara dengan narasumber.

Formatted: Font: Bold


Formatted: Font: 11 pt, Bold,
Complex Script Font: 11 pt
Formatted: Space After: 0 pt
Formatted: Space After: 0 pt, Add
space between paragraphs of the same
style, Line spacing: single
Formatted: Font: 11 pt, Complex
Script Font: 11 pt
Formatted: Space After: 0 pt, Add
space between paragraphs of the same
style
Formatted: Indent: Before: 0,5 cm,
Hanging: 0,5 cm, Line spacing:
Multiple 1,1 li, Tab stops: 1 cm, Left +
Not at 1,5 cm

Kompetensi yang dikembangkan dalam proses mengumpulkan informasi/ eksperimen


adalah Mengembangkan sikap teliti, jujur,sopan, menghargai pendapat orang lain,
kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui
berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang
hayat.
Untuk memperoleh hasil belajar yang nyata atau authentic, peserta didik harus mencoba
atau melakukan percobaan, terutama untuk materi atau substansi yang sesuai. Peserta
didik pun harus memiliki keterampilan proses untuk mengembangkan pengetahuan tentang
alam sekitar, serta mampu menggunakan metode ilmiah dan bersikap ilmiah untuk
memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya sehari-hari.
Agar pelaksanaan percobaan dapat berjalan lancar (1) Guru hendaknya merumuskan tujuan
eksperimen yanga akan dilaksanakan murid, (2) Guru bersama murid mempersiapkan
perlengkapan yang dipergunakan, (3) Perlu memperhitungkan tempat dan waktu, (4) Guru
menyediakan kertas kerja untuk pengarahan kegiatan murid, (5) Guru membicarakan
masalah yanga akan yang akan dijadikan eksperimen, (6) Membagi kertas kerja kepada
murid, (7) Murid melaksanakan eksperimen dengan bimbingan guru, dan (8) Guru
mengumpulkan hasil kerja murid dan mengevaluasinya, bila dianggap perlu didiskusikan
secara klasikal.
d. Mengasosiasi/ Mengolah informasi
Kegiatan belajar yang dilakukan dalam proses mengasosiasi / mengolah informasi adalah
sebagai berikut.
1) mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan
mengumpulkan/eksperimen mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan
mengumpulkan informasi.
2) Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan
kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 52

Formatted: Indent: Before: 1 cm,


Space Before: 0 pt, After: 6 pt, Line
spacing: Multiple 1,1 li

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang
bertentangan.
Kompetensi yang dikembangkan dalam proses mengasosiasi/ mengolah inofrmasi adalah
mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan
menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam
menyimpulkan.
Dalam kegiatan mengasosiasi/ mengolah informasi terdapat kegiatan menalar. Istilah
menalar dalam kerangka proses pembelajaran dengan pendekatan ilmiah yang dianut
dalam Kurikulum 2013 untuk menggambarkan bahwa guru dan peserta didik merupakan
pelaku aktif. Titik tekannya tentu dalam banyak hal dan situasi peserta didik harus lebih
aktif daripada guru. Penalaran adalah proses berfikir yang logis dan sistematis atas faktakata empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan.
Penalaran dimaksud merupakan penalaran ilmiah, meski penakaran nonilmiah tidak selalu
tidak bermanfaat. Istilah menalar di sini merupakan padanan dari associating; bukan
merupakan terjemanan dari reasonsing, meski istilah ini juga bermakna menalar atau
penalaran. Karena itu, istilah aktivitas menalar dalam konteks pembelajaran pada
Kurikulum 2013 dengan pendekatan ilmiah banyak merujuk pada teori belajar asosiasi atau
pembelajaran asosiatif. Istilah asosiasi dalam pembelajaran merujuk pada kemamuan
mengelompokkan beragam ide dan mengasosiasikan beragam peristiwa untuk kemudian
memasukannya menjadi penggalan memori.
Bagaimana aplikasinya dalam proses pembelajaran? Aplikasi pengembangan aktivitas
pembelajaran untuk meningkatkan daya menalar peserta didik dapat dilakukan dengan cara
berikut ini.
1) Guru menyusun bahan pembelajaran dalam bentuk yang sudah siap sesuai dengan
tuntutan kurikulum.
2) Guru tidak banyak menerapkan metode ceramah atau metode kuliah. Tugas utama guru
adalah memberi instruksi singkat tapi jelas dengan disertai contoh-contoh, baik
dilakukan sendiri maupun dengan cara simulasi.
3) Bahan pembelajaran disusun secara berjenjang atau hierarkis, dimulai dari yang
sederhana (persyaratan rendah) sampai pada yang kompleks (persyaratan tinggi).
4) Kegiatan pembelajaran berorientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati
5) Seriap kesalahan harus segera dikoreksi atau diperbaiki
6) Perlu dilakukan pengulangan dan latihan agar perilaku yang diinginkan dapat menjadi
kebiasaan atau pelaziman.
7) Evaluasi atau penilaian didasari atas perilaku yang nyata atau authentic.
8) Guru mencatat semua kemajuan peserta didik untuk kemungkinan memberikan
tindakan pembelajaran perbaikan.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 53

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

e. Mengomunikasikan
Kegiatan belajar mengkomunikasikan adalah menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan
berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya. Kompetesi yang
dikembangkan dalam tahapan mengkomunikasikan adalah Mengembangkan sikap jujur,
teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan singkat
dan jelas, dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar.

Formatted: Indent: Before: 0,5 cm,


Hanging: 0,5 cm, Line spacing:
Multiple 1,1 li, Tab stops: 1 cm, Left +
Not at 1,5 cm

Dalam kegiatan mengkomunikasikan dapat dilakukan pembelajaran kolaboratif.


Pembelajaran kolaboratif merupakan suatu filsafat personal, lebih dari sekadar teknik
pembelajaran di kelas-kelas sekolah. Kolaborasi esensinya merupakan filsafat interaksi dan
gaya hidup manusia yang menempatkan dan memaknai kerja sama sebagai struktur
interaksi yang dirancang secara baik dan disengaja rupa untuk memudahkan usaha kolektif
untuk mencapai tujuan bersama.
Pada pembelajaran kolaboratif kewenangan guru dan fungsi guru lebih bersifat direktif atau
manajer belajar. Sebaliknya, peserta didiklah yang harus lebih aktif. Jika pembelajaran
kolaboratif diposisikan sebagai satu falsafah peribadi, ia menyentuh tentang identitas
peserta didik terutama jika mereka berhubungan atau berinteraksi dengan yang lain atau
guru. Dalam situasi kolaboratif itu, peserta didik berinteraksi dengan empati, saling
menghormati, dan menerima kekurangan atau kelebihan masing-masing. Dengan cara
semacam ini akan tumbuh rasa aman sehingga memungkin peserta didik menghadapi
aneka perubahan dan tuntutan belajar secara bersama-sama.
Ada empat sifat kelas atau pembelajaran kolaboratif. Dua sifat berkenaan dengan
perubahan hubungan antara guru dan peserta didik. Sifat ketiga berkaitan dengan
pendekatan baru dari penyampaian guru selama proses pembelajaran. Sifat keempat
menyatakan isi kelas atau pembelajaran kolaboratif.
1) Guru dan Peserta Didik Saling Berbagi Informasi
Dengan pembelajaran kolaboratif, peserta didik memiliki ruang gerak untuk menilai
dan membina ilmu pengetahuan, pengalaman personal, bahasa komunikasi, strategi dan
konsep pembelajaran sesuai dengan teori, serta menautkan kondisi sosiobudaya dengan
situasi pembelajaran. Di sini, peran guru lebih banyak sebagai pembimbing dan manajer
belajar ketimbang memberi instruksi dan mengawasi secara rijid.
2) Berbagi Tugas dan Kewenangan
Pada pembelajaran atau kelas kolaboratif, guru berbagi tugas dan kewenangan dengan
peserta didik, khususnya untuk hal-hal tertentu. Cara ini memungkinan peserta didik
menimba pengalaman mereka sendiri, berbagi strategi dan informasi, menghormati
antarsesa, mendorong tumbuhnya ide-ide cerdas, terlibat dalam pemikiran kreatif dan
kritis serta memupuk dan menggalakkan mereka mengambil peran secara terbuka dan
bermakna.
a) Contoh Pembelajaran Kolaboratif
Guru ingin mengajarkan tentang konsep, penggolongan sifat, fakta, atau mengulangi
informasi tentang objek. Untuk keperluan pembelajaran ini dia menggunakan media
sortir kartu (card sort). Prosedurnya dapat dilakukan seperti berikut ini.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 54

Formatted: Indent: Before: 1,5 cm,


Hanging: 0,5 cm, Space Before: 0 pt,
After: 6 pt, Line spacing: Multiple 1,1
li, Numbered + Level: 1 + Numbering
Style: a, b, c, + Start at: 1 +
Alignment: Left + Aligned at: 2 cm +
Indent at: 2,63 cm
Formatted: Space Before: 0 pt, After:
6 pt, Line spacing: Multiple 1,1 li

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kepada peserta didik diberikan kartu indeks yang memuat informasi atau contoh
yang cocok dengan satu atau lebih katagori.

Formatted: Line spacing: Multiple 1,1


li, Tab stops: 2,5 cm, Left

Peserta didik diminta untuk mencari temannya dan menemukan orang yang
memiliki kartu dengan katagori yang sama.
Berikan kepada peserta didik yang kartu katagorinya sama menyajikan sendiri
kepada rekanhya.
Selama masing-masing katagori dipresentasikan oleh peserta didik, buatlah
catatan dengan kata kunci (point) dari pembelajaran tersebut yang dirasakan
penting.
b) Pemanfaatan Internet
Pemanfaatan internet sangat dianjurkan dalam pembelajaran atau kelas kolaboratif.
Karena memang, internet merupakan salah satu jejaring pembelajaran dengan akses
dan ketersediaan informasi yang luas dan mudah. Saat ini internet telah
menyediakan diri sebagai referensi yang murah dan mudah bagi peserta didik atau
siapa saja yang hendak mengubah wajah dunia.
Penggunaan internet disarakan makin mendesak sejalan denan perkembangan
pengetahuan terjadi secara eksponensial. Masa depan adalah milik peserta didik
yang memiliki akses hampir ke seluruh informasi tanpa batas dan mereka yang
mampu memanfaatkan informasi diterima secepat mungkin.

B.
C.B.

Penilaian Authentic pada Kurikulum 2013

1. Definisi dan Makna Penilaian Authentic


Penilaian authentic merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai
mulai dari masukan (input), proses,dan keluaran (output) pembelajaran.
Penilaian authentic adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar
peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Istilah asesmen merupakan
sinonim dari penilaian, pengukuran, pengujian, atau evaluasi. Istilah authentic merupakan
sinonim dari asli, nyata, valid, atau reliabel. Dalam kehidupan akademik keseharian, frasa
penilaian authentic dan penilaian authentic sering dipertukarkan. Akan tetapi, frasa
pengukuran atau pengujian authentic, tidak lazim digunakan.
2. Penilaian otentik Authentic dan Tuntutan Kurikulum 2013
Penilaian authentic memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah dalam pembelajaran
sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013, karena, asesmen semacam ini mampu
menggambarkan peningkatan hasil belajar peserta didik, baik dalam rangka mengobservasi,
menalar, mencoba, membangun jejaring, dan lain-lain.Penilaian authentic cenderung fokus
pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual, memungkinkan peserta didik untuk
menunjukkan kompetensi mereka dalam pengaturan yang lebih authentic. Karenanya,

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 55

Formatted: Indent: Before: 1,5 cm,


Hanging: 0,5 cm, Space Before: 0 pt,
After: 6 pt, Line spacing: Multiple 1,1
li, Numbered + Level: 1 + Numbering
Style: a, b, c, + Start at: 1 +
Alignment: Left + Aligned at: 2 cm +
Indent at: 2,63 cm
Formatted: Default, Line spacing:
Multiple 1,1 li

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

penilaian authentic sangat relevan dengan pendekatan tematik terpadu dalam pembejajaran,
khususnya jenjang sekolah dasar atau untuk mata pelajaran yang sesuai.
Kata lain dari penilaian authentic adalah penilaian kinerja, portofolio, dan penilaian proyek.
Penilaian authentic adakalanya disebut penilaian responsif, suatu metode yang sangat populer
untuk menilai proses dan hasil belajar peserta didik yang miliki ciri-ciri khusus, mulai dari
mereka yang mengalami kelainan tertentu, memiliki bakat dan minat khusus, hingga yang
jenius. Penilaian authentic dapat juga diterapkan dalam bidang ilmu tertentu seperti seni atau
ilmu pengetahuan pada umumnya, dengan orientasi utamanya pada proses atau hasil
pembelajaran.
Penilaian authentic mencoba menggabungkan kegiatan guru mengajar, kegiatan siswa belajar,
motivasi dan keterlibatan peserta didik, serta keterampilan belajar. Karena penilaian itu
merupakan bagian dari proses pembelajaran, guru dan peserta didik berbagi pemahaman
tentang kriteria kinerja. Dalam beberapa kasus, peserta didik bahkan berkontribusi untuk
mendefinisikan harapan atas tugas-tugas yang harus mereka lakukan.
Penilaian authentic sering digambarkan sebagai penilaian atas perkembangan peserta didik,
karena berfokus pada kemampuan mereka berkembang untuk belajar bagaimana belajar
tentang subjek. Penilaian authentic harus mampu menggambarkan sikap, keterampilan, dan
pengetahuan apa yang sudah atau belum dimiliki oleh peserta didik, bagaimana mereka
menerapkan pengetahuannya, dalam hal apa mereka sudah atau belum mampu menerapkan
perolehan belajar, dan sebagainya. Atas dasar itu, guru dapat mengidentifikasi materi apa yang
sudah layak dilanjutkan dan untuk materi apa pula kegiatan remidial harus dilakukan.

3. Penilaian Authentic dan Belajar Authentic


Penilaian authentic meniscayakan proses belajar yang Authentic pula. Menurut Ormiston
belajar authentic mencerminkan tugas dan pemecahan masalah yang dilakukan oleh peserta
didik dikaitkan dengan realitas di luar sekolah atau kehidupan pada umumnya.Asesmen
semacam ini cenderung berfokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual bagi peserta
didik, yang memungkinkan mereka secara nyata menunjukkan kompetensi atau keterampilan
yang dimilikinya. Contoh penilaian authentic antara lain keterampilan kerja, kemampuan
mengaplikasikan atau menunjukkan perolehan pengetahuan tertentu, simulasi dan bermain
peran, portofolio, memilih kegiatan yang strategis, serta memamerkan dan menampilkan
sesuatu.
Dalam pembelajaran authentic, peserta didik diminta mengumpulkan informasi dengan
pendekatan scientific, memahahi aneka fenomena atau gejala dan hubungannya satu sama
lain secara mendalam, serta mengaitkan apa yang dipelajari dengan dunia nyata yang luar
sekolah. Di sini, guru dan peserta didik memiliki tanggung jawab atas apa yang terjadi. Peserta
didik pun tahu apa yang mereka ingin pelajari, memiliki parameter waktu yang fleksibel, dan
bertanggungjawab untuk tetap pada tugas. Penilaian authentic pun mendorong peserta didik
mengkonstruksi, mengorganisasikan, menganalisis, mensintesis, menafsirkan, menjelaskan,
dan mengevaluasi informasi untuk kemudian mengubahnya menjadi pengetahuan baru.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 56

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Sejalan dengan deskripsi di atas, pada pembelajaran authentic, guru harus menjadi guru
authentic. Peran guru bukan hanya pada proses pembelajaran, melainkan juga pada
penilaian. Untuk bisa melaksanakan pembelajaran authentic, guru harus memenuhi kriteria
tertentu seperti disajikan berikut ini.
a. Mengetahui bagaimana menilai kekuatan dan kelemahan peserta didik serta desain
pembelajaran.
b. Mengetahui bagaimana cara membimbing peserta didik untuk mengembangkan
pengetahuan mereka sebelumnya dengan cara mengajukan pertanyaan dan menyediakan
sumberdaya memadai bagi peserta didik untuk melakukan akuisisi pengetahuan.
c. Menjadi pengasuh proses pembelajaran, melihat informasi baru, dan mengasimilasikan
pemahaman peserta didik.
d. Menjadi kreatif tentang bagaimana proses belajar peserta didik dapat diperluas dengan
menimba pengalaman dari dunia di luar tembok sekolah.
4. Prinsip dan Pendekatan Penilaian
Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan
pada prinsip-prinsip sebagai berikut.
a. Objektif, berarti penilaian berbasis pada standar dan tidak dipengaruhi faktor subjektivitas
penilai.
b. Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana,
a. menyatu dengan kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan.
c. Ekonomis, berarti penilaian yang efisien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan
pelaporannya.
d. Transparan, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan
keputusan dapat diakses oleh semua pihak.
e. Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak internal sekolah
maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur, dan hasilnya.
f. Edukatif, berarti mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru.
Pendekatan penilaian yang digunakan adalah penilaian acuan kriteria (PAK). PAK merupakan
penilaian pencapaian kompetensi yang didasarkan pada kriteria ketuntasan minimal (KKM).
KKM merupakan kriteria ketuntasan belajar minimal yang ditentukan oleh satuan pendidikan
dengan mempertimbangkan karakteristik Kompetensi Dasar yang akan dicapai, daya dukung,
dan karakteristik peserta didik.
5. Ruang Lingkup, Teknik, dan Instrumen Penilaian
a. Ruang Lingkup Penilaian
Penilaian hasil belajar peserta didik mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga dapat digunakan untuk
menentukan posisi relatif setiap peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 57

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Cakupan penilaian merujuk pada ruang lingkup materi,


pelajaran/kompetensi muatan/kompetensi program, dan proses.

kompetensi

mata

b. Teknik dan Instrumen Penilaian


Teknik dan instrumen yang digunakan untuk penilaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan sebagai berikut.
1.1)

Penilaian kompetensi sikap

Pendidik melakukan penilaian kompetensi sikap melalui observasi, penilaian diri,


penilaian teman sejawat(peer evaluation) oleh peserta didik dan jurnal. Instrumen
yang digunakan untuk observasi, penilaian diri, dan penilaian antarpeserta didik adalah
daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik, sedangkan pada jurnal
berupa catatan pendidik.
1)a) Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan
dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan
menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang
diamati.

Formatted: Indent: Before: 1 cm,


Hanging: 0,5 cm, Space After: 6 pt,
Add space between paragraphs of the
same style, Line spacing: Multiple 1,1
li, Numbered + Level: 2 + Numbering
Style: 1, 2, 3, + Start at: 1 +
Alignment: Left + Aligned at: 1,9 cm +
Indent at: 2,54 cm

Formatted: Indent: Before: 1,5 cm,


Hanging: 0,5 cm, Space After: 6 pt,
Add space between paragraphs of the
same style, Line spacing: Multiple 1,1 li

2)b) Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik
untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian
kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri.
3)c) Penilaian antarpeserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta
peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi. Instrumen
yang digunakan berupa lembar penilaian antarpeserta didik.
4)d) Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi
informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang
berkaitan dengan sikap dan perilaku.

2.2)

Penilaian Kompetensi Pengetahuan

Pendidik menilai kompetensi pengetahuan melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan.
1)a) Instrumen tes tulis berupa soal pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah,
menjodohkan, dan uraian. Instrumen uraian dilengkapi pedoman penskoran.
2)b)

Instrumen tes lisan berupa daftar pertanyaan.

3)c) Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah dan/atau proyek yang dikerjakan
secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas.

3.3)

Penilaian Kompetensi Keterampilan

Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian


yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan
menggunakan tes praktik, proyek, dan penilaian portofolio. Instrumen yang digunakan
berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 58

Formatted: Indent: Before: 1 cm,


Hanging: 0,5 cm, Space After: 6 pt,
Add space between paragraphs of the
same style, Line spacing: Multiple 1,1
li, Numbered + Level: 2 + Numbering
Style: 1, 2, 3, + Start at: 1 +
Alignment: Left + Aligned at: 1,9 cm +
Indent at: 2,54 cm
Formatted: Indent: Before: 1,5 cm,
Hanging: 0,5 cm, Space After: 6 pt,
Add space between paragraphs of the
same style, Line spacing: Multiple 1,1
li, Numbered + Level: 5 + Numbering
Style: a, b, c, + Start at: 1 +
Alignment: Left + Aligned at: 5,71 cm
+ Indent at: 6,35 cm
Formatted: Indent: Before: 1 cm,
Hanging: 0,5 cm, Space After: 6 pt,
Add space between paragraphs of the
same style, Line spacing: Multiple 1,1
li, Numbered + Level: 2 + Numbering
Style: 1, 2, 3, + Start at: 1 +
Alignment: Left + Aligned at: 1,9 cm +
Indent at: 2,54 cm

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

1)a) Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan
melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuai dengan tuntutan kompetensi.
2)b) Proyek adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang meliputi kegiatan
perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu
tertentu.

Formatted: Indent: Before: 1,5 cm,


Hanging: 0,5 cm, Space After: 6 pt,
Add space between paragraphs of the
same style, Line spacing: Multiple 1,1
li, Numbered + Level: 5 + Numbering
Style: a, b, c, + Start at: 1 +
Alignment: Left + Aligned at: 5,71 cm
+ Indent at: 6,35 cm

3)c) Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai
kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang tertentu yang bersifat reflektifintegratif untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/atau kreativitas
peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Karya tersebut dapat berbentuk tindakan
nyata yang mencerminkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungannya.
4.4)

Persyaratan Instrumen

Formatted: Indonesian

Instrumen penilaian harus memenuhi persyaratan:


1)a)

substansi yang merepresentasikan kompetensi yang dinilai;

2)b) konstruksi yang memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen
yang digunakan; dan
3)c) penggunaan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan tingkat
perkembangan peserta didik.
6. Mekanisme dan Prosedur Penilaian
a. Penilaian hasil belajar pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dilaksanakan oleh
pendidik, satuan pendidikan, Pemerintah dan/atau lembaga mandiri.
b. Penilaian hasil belajar dilakukan dalam bentuk penilaian authentic, penilaian diri, penilaian
proyek, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat
kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian sekolah, dan ujian nasional.
1)
2)
3)
4)

Penilaian authentic dilakukan oleh guru secara berkelanjutan.


Penilaian diri dilakukan oleh peserta didik untuk tiap kali sebelum ulangan harian.
Penilaian proyek dilakukan oleh pendidik untuk tiap akhir bab atau tema pelajaran.
Ulangan harian dilakukan oleh pendidik terintegrasi dengan proses pembelajaran dalam
bentuk ulangan atau penugasan.
5) Ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester, dilakukan oleh pendidik di bawah
koordinasi satuan pendidikan.
c. Ujian tingkat kompetensi dilakukan oleh satuan pendidikan pada akhir kelas II (tingkat 1),
kelas IV (tingkat 2), kelas VIII (tingkat 4), dan kelas XI (tingkat 5), dengan menggunakan kisikisi yang disusun oleh Pemerintah. Ujian tingkat kompetensi pada akhir kelas VI (tingkat 3),
kelas IX (tingkat 4A), dan kelas XII (tingkat 6) dilakukan melalui UN.
d. Ujian Mutu Tingkat Kompetensi dilakukan dengan metode survei oleh Pemerintah pada
akhir kelas II (tingkat 1), kelas IV (tingkat 2), kelas VIII (tingkat 4), dan kelas XI (tingkat 5).
e. Ujian sekolah dilakukan oleh satuan pendidikan sesuai dengan peraturan perundangundangan

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 59

Formatted: Indent: Before: 1,5 cm,


Hanging: 0,5 cm, Space After: 6 pt,
Add space between paragraphs of the
same style, Line spacing: Multiple 1,1
li, Numbered + Level: 5 + Numbering
Style: a, b, c, + Start at: 1 +
Alignment: Left + Aligned at: 5,71 cm
+ Indent at: 6,35 cm

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

f. Ujian Nasional dilakukan oleh Pemerintah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.


g. Perencanaan ulangan harian dan pemberian proyek oleh pendidik sesuai dengan silabus
dan dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
h. Kegiatan ujian sekolah/madrasah dilakukan dengan langkah-langkah:
1)
2)
3)
4)
5)

menyusun kisi-kisi ujian;


mengembangkan (menulis, menelaah, dan merevisi) instrumen;
melaksanakan ujian;
mengolah (menyekor dan menilai) dan menentukan kelulusan peserta didik; dan
melaporkan dan memanfaatkan hasil penilaian.

i. Ujian nasional dilaksanakan sesuai langkah-langkah yang diatur dalam Prosedur Operasi
Standar (POS).
j. Hasil ulangan harian diinformasikan kepada peserta didik sebelum diadakan ulangan harian
berikutnya. Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti pembelajaran
remedial.
k. Hasil penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan dilaporkan dalam bentuk nilai dan
deskripsi pencapaian kompetensi kepada orangtua dan pemerintah.

D.C.

Mode-model Pembelajaran

1. Model Pembelajaran Berbasis Proyek/Project Based Learning


a. Pengertian Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP)
Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning) adalah model pembelajaran yang
menggunakan proyek/kegiatan sebagai proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi
sikap, pengetahuan dan ketrampilan. Penekanan pembelajaran terletak pada aktivitasaktivias peserta didik untuk menghasilkan produk dengan menerapkan keterampilan
meneliti, menganalisis, membuat, sampai dengan mempresentasikan produk pembelajaran
berdasarkan pengalaman nyata. Produk yang dimaksud adalah hasil proyek dalam bentuk
desain, skema, karya tulis, karya seni, karya teknologi/prakarya, dan lain-lain. Pendekatan
ini memperkenankan pesera didik untuk bekerja secara mandiri maupun berkelompok
dalam mengkostruksikan produk nyata.
Pembelajaran Berbasis Proyek merupakan model pembelajaran yang menggunakan proyek
sebagai langkah awal dalam mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan baru
berdasarkan pengalaman nyata. PBP dilakukan secara sistematik yang mengikutsertakan
peserta didik dalam pembelajaran sikap, pengetahuan dan keterampilan melalui investigasi
dalam perancangan produk. PBP merupakan pendekatan pembelajaran yang inovatif, yang
menekankan belajar kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks. Pelaksanaan
pembelajaran berbasis proyek memberi kesempatan peserta didik berpikir kritis dan
mampu mengembangkan kreativitasnya melalui pengembangan inisiatif
untuk
menghasilkan produk nyata berupa barang atau jasa.
Pada PBP, peserta didik terlibat secara aktif dalam memecahkan masalah yang ditugaskan
oleh guru dalam bentuk suatu proyek. Peserta didik aktif mengelola pembelajarannya

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 60

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

dengan bekerja secara nyata yang menghasilkan produk riil. PBP dapat mereduksi kompetisi
di dalam kelas dan mengarahkan peserta didik lebih kolaboratif daripada bekerja sendirisendiri. Di samping itu PBP dapat juga dilakukan secara mandiri melalui bekerja
mengkonstruk pembelajarannya melalui pengetahuan serta keterampilan baru, dan
mewujudkannya dalam produk nyata.
b. Tujuan Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP)
1) Memperoleh pengetahuan dan ketrampilan baru dalam pembelajaran.
2) Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam pemecahan masalah proyek.
3) Membuat peserta didik lebih aktif dalam memecahkan masalah proyek yang kompleks
dengan hasil produk nyata berupa barang atau jasa.
4) Mengembangkan dan meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengelola
sumber/bahan/alat untuk menyelesaikan tugas/proyek.
5) Meningkatkan kolaborasi peserta didik khususnya pada PBP yang bersifat kelompok.
c. Prinsip-prinsip Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP)
PBP adalah pembelajaran dengan menggunakan tugas proyek sebagai metode
pembelajaran. Para peserta didik bekerja secara nyata, seolah-olah ada di dunia nyata yang
dapat menghasilkan produk secara nyata atau realistis. Prinsip yang mendasari pada PBP
adalah: Pembelajaran berpusat pada peserta didik yang melibatkan tugas-tugas proyek pada
kehidupan nyata untuk memperkaya pembelajaran. Tugas proyek menekankan pada
kegiatan penelitian berdasarkan suatu tema atau topik yang telah ditentukan dalam
pembelajaran. Penyelidikan atau eksperimen dilakukan secara authentic dan menghasilkan
produk nyata yang telah dianalisis dan dikembangkan berdasarkan tema/topik yang disusun
dalam bentuk produk (laporan atau hasil karya). Produk tersebut selanjutnya
dikomunikasikan untuk mendapat tanggapan dan umpan balik untuk perbaikan produk.
Berikut contoh yang dapat digunakan dalam pembelajaran berbasis proyek:
1) Membuat rangkaian variasi dan kombinasi gerak berirama pada senam aerobik.
2) Membuat rangakaian gerak pada senam.
3) Membuat pola penyerangan dan pertahanan pada permaianan olahraga.
4) Ada fakta setelah dilakukan tes kebugaran jasmani ternyata didapat tingkat kebugaran
perserta didik berada pada level yang rendah, pada kasus ini guru pendidikan jasmani
olahraga dan kesehatan dapat mengarahkan kepada peserta didik untuk dapat
mengatasi masalah pada pembelajaran. dengan menugaskan peserta didik untuk
membuat program latihan kebugaran jasmani.
5) Membuat modifikasi peraturan permaian olahraga.
6) Membuat laporan kunjungan (event task).
7) Membuat modifikasi peralatan pedidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan.
d. Langkah-langkah Pembelajaran Berbasis Proyek
Dalam PBP, peserta didik diberikan tugas dengan mengembangkan tema/topik dalam
pembelajaran dengan melakukan kegiatan proyek yang realistik. Di samping itu, penerapan

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 61

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

pembelajaran berbasis proyek ini mendorong tumbuhnya kreativitas, kemandirian,


tanggung jawab, kepercayaan diri, serta berpikir kritis dan analitis pada peserta didik.
Secara umum, langkah-langkah Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP) dapat dijelaskan
sebagai berikut

1.Penentuan Proyek

2. Perancangan langkahlangkah penyelesaian Proyek

3. Penyusunan Jadwal
Pelaksanaan Proyek

6. Evaluasi proses dan


hasil Proyek

5. Penyusunan laporan dan


presentasi/publikasi hasil
Proyek

4. Penyelesaian Proyek
dengan fasilitasi dan
monitoring guru

Gambar 1: Langkah-Langkah Pembelajaran Berbasis Proyek


Diadaptasi dari Keser & Karagoca (2010)

Berdasarkan bagan tersebut, kegiatan yang harus dilakukan pada setiap langkah PBP adalah
sebagai berikut:
1) Penentuan Proyek
Pada langkah ini, peserta didik menentukan tema/topik proyek bersama guru. Peserta
didik diberi kesempatan untuk memilih/menentukan proyek yang akan dikerjakannya
baik secara kelompok ataupun mandiri dengan catatan tidak menyimpang dari tema.
2) Perancangan Langkah-langkah Penyelesaian Proyek
Peserta didik merancang langkah-langkah kegiatan penyelesaian proyek dari awal
sampai akhir beserta pengelolaannya. Kegiatan perancangan proyek ini berisi
perumusan tujuan dan hasil yang diharapkan, pemilihan aktivitas untuk penyelesaian
proyek, perencanaan sumber/bahan/alat yang dapat mendukung penyelesaian tugas
proyek, dan kerja sama antar anggota kelompok.
3) Penyusunan Jadwal Pelaksanaan Proyek
Peserta didik dengan pendampingan guru melakukan penjadwalan semua kegiatan yang
telah dirancangnya. Berapa lama proyek itu harus diselesaikan tahap demi tahap.
4) Penyelesaian Proyek dengan Fasilitasi dan Monitoring Guru
Langkah ini merupakan pelaksanaan rancangan proyek yang telah dibuat. Aktivitas yang
dapat dilakukan dalam kegiatan proyek di antaranya dengan:
a)
b)
c)
d)
e)

membaca,
membuat disain,
meneliti,
menginterviu,
merekam,

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 62

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

f) berkarya,
g) mengunjungi objek proyek, dan/atau
h) akses internet.
Guru bertanggung jawab membimbing dan memonitor aktivitas peserta didik dalam
melakukan tugas proyek mulai proses hingga penyelesaian proyek. Pada kegiatan
monitoring, guru membuat rubrik yang akan dapat merekam aktivitas peserta didik
dalam menyelesaikan tugas proyek.
5) Penyusunan Laporan dan Presentasi/Publikasi Hasil Proyek
Hasil proyek dalam bentuk produk, baik itu berupa produk karya tulis, disain, karya seni,
karya teknologi/prakarya, dan lain-lan dipresentasikan dan/atau dipublikasikan kepada
peserta didik yang lain dan guru atau masyarakat dalam bentuk presentasi, publikasi,
dan pameran produk pembelajaran.
6) Evaluasi Proses dan Hasil Proyek
Guru dan peserta didik pada akhir proses pembelajaran melakukan refleksi terhadap
aktivitas dan hasil tugas proyek. Proses refleksi pada tugas proyek dapat dilakukan
secara individu maupun kelompok. Pada tahap evaluasi, peserta didik diberi kesempatan
mengemukakan pengalamannya selama menyelesaikan tugas proyek yang berkembang
dengan diskusi untuk memperbaiki kinerja selama menyelesaikan tugas proyek. Pada
tahap ini juga dilakukan umpan balik terhadap proses dan produk yang telah dilakukan.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 63

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

2.
3. Contoh penilaian produk
4. (Demonstrasi variasi dan kombinasi rangkaian aktivitas gerak ritmik dengan menggunakan
gerak dasar senam aerobik)
5. Aspek Penilaian
1. kekompakan

Formatted: Heading 1, Indent:


Before: 0 cm, Hanging: 0,5 cm, Space
After: 6 pt, Line spacing: Multiple 1,1
li, Numbered + Level: 4 + Numbering
Style: 1, 2, 3, + Start at: 1 +
Alignment: Left + Aligned at: 5,31 cm
+ Indent at: 5,95 cm

2. Teknik gerak
3. kreativitas
6.
7. Teknik Penilaian aspek Keterampilan
Mempraktikkan variasi dan kombinasi rangkaian gerak ritmik (senam aerobik) dengan
koordinasi yang baik
Kriteria penilaian kekompakan.
1. Nilai 4 Jika selama melakukan rangkaian gerak selalu kompak
2. Nilai 3 jika Jika selama melakukan rangkaian gerak sering kompak
3. Nilai 2 Jika Jika selama melakukan rangkaian gerak kadang kompak
4. Nilai 1 jika Jika selama melakukan rangkaian gerak selalu tidak kompak
Kriteria penilaian teknik gerak.
1. Nilai 4 Jika selama melakukan rangakaian gerak sesuai dengan teknik gerak
2. Nilai 3 Jika selama melakukan rangakaian gerak sebagaian kecil kurang sesuai teknik gerak
3. Nilai 3 Jika selama melakukan rangakaian gerak kadang-kadang sesuai teknik gerak
4. Nilai 3 Jika selama melakukan rangakaian gerak tidak sesuai teknik gerak
Kriteria penilaian kreativitas.
1. Nilai 4 jika melakukan:
a. perubahan formasi barisan,
b. perubahan arah gerak dasar,
c. melakukan variasi intensitas gerak,
d. melakukan variasi gerak lengan.
2. Nilai 3 jika hanya melakukan 3 unsur.
3. Nilai 2 jika hanya melakukan 2 unsur
8.2.

Model Pembelajaran Berbasis Masalah/ Problem Based Learning

a. Pengertian Pembelajaran Berbasis Masalah

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 64

Formatted: Heading 1, Indent:


Before: 0 cm, Hanging: 0,5 cm, Space
After: 6 pt, Line spacing: Multiple 1,1
li, Numbered + Level: 4 + Numbering
Style: 1, 2, 3, + Start at: 1 +
Alignment: Left + Aligned at: 5,31 cm
+ Indent at: 5,95 cm

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning) mula-mula dikembangkan pada


sekolah kedokteran di Ontario Kanada pada 1960-an (Barrows, 1996). Pendekatan ini
dikembangkan sebagai respon atas fakta bahwa para dokter muda yang baru lulus dari
sekolah kedokteran itu memiliki pengetahuan yang sangat kaya, tetapi kurang memiliki
keterampilan memadai untuk memanfaatkan pengetahuan tersebut dalam praktik seharihari. Perkembangan selanjutnya, Pembelajaran pembelajaran Berbasis berbasis Masalah
masalah secara lebih luas diterapkan di berbagai mata kuliah di perguruan tinggi dan di
berbagai mata pelajaran di sekolah.
Pembelajaran Berbasis berbasis Masalah masalah adalah pembelajaran yang menggunakan
masalah nyata yang tidak terstruktur (ill-structured) dan bersifat terbuka (open-ended)
sebagai konteks atau sarana bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan
menyelesaikan masalah dan berpikir kritis serta membangun pengetahuan baru. Berbeda
dengan pembelajaran konvensional yang menjadikan masalah nyata, dalam bentuk soal
cerita, sebagai penerapan dari konsep atau pengetahuan yang telah dipelajari,
Pembelajaran pembelajaran Berbasis berbasis Masalah masalah menggunakan masalah
nyata di awal tahap pembelajaran sebagai sarana bagi peserta didik untuk membangun
pengetahuannya.
Dalam Pembelajaran pembelajaran Berbasis berbasis Masalahmasalah, peserta didik,
secara individual maupun berkelompok, menyelesaikan masalah nyata tersebut dengan
menggunakan strategi atau pengetahuan yang telah dimiliki. Secara kritis, peserta didik
menginterpretasikan masalah, mengidentifikasi informasi dan strategi yang diperlukan,
menemukan dan mengidentifikasi solusi yang mungkin, mengevaluasi kesesuaian strategi
dan solusi, dan mengkomunikasikan simpulan. Proses tersebut memungkinkan peserta
didik berlatih mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan menyelesaikan
masalah serta membangun konsep, pengetahuan, atau strategi tertentu. Proses
pembelajaran demikian sejalan dengan paham konstruktivisme yang menekankan peserta
didik untuk secara aktif membangun pengetahuannya sendiri, bukan menerimanya dalam
bentuk jadi dari guru.
b. Tujuan Pembelajaran Berbasis Masalah
Tujuan utama pembelajaran berbasis masalah bukanlah penyampaian sejumlah besar fakta
kepada peserta didik, melainkan pada pengembangan kemampuan peserta didik untuk
berpikir kritis, menyelesaikan masalah, dan sekaligus mengembangkan pengetahuannya.
Pembelajaran berbasis masalah juga dimaksudkan untuk mengembangkan kemandirian
belajar dan keterampilan sosial peserta didik yang dapat terbentuk ketika peserta didik
berkolaborasi dalam mengidentifikasi informasi, strategi, dan sumber belajar yang relevan
untuk menyelesaikan masalah.
Hasil penelitian Gijselaers (1996) menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis
masalah meningkatkan kemampuan pemecahan masalah yang ditunjukkan oleh
kemampuan peserta didik untuk mengidentifikasi informasi yang diketahui dan diperlukan
serta strategi yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah.
c. Prinsip-prinsip Pembelajaran Berbasis Masalah

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 65

Formatted: Font color: Auto

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Prinsip utama pembelajaran berbasis masalah adalah penggunaan masalah nyata sebagai
sarana bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, keterampilan
menyelesaikan masalah dan serta mengembangkan pengetahuan. Masalah nyata
merupakan masalah yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari dan bermanfaat langsung
apabila diselesaikan. Penggunaan masalah nyata dapat mendorong minat dan
keingintahuan peserta didik karena mereka mengetahui kebermanfaatan pengetahuan
yang dipelajari.
Pemilihan masalah nyata dalam pembelajaran berbasis masalah dilakukan atas
pertimbangan kesesuaiannya dengan pencapaian kompetensi dasar tertentu dan
potensinya untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Masalah itu bersifat terbuka
(open-ended problem) yang memiliki banyak jawaban atau strategi penyelesaian yang
mendorong keingintahuan peserta didik untuk mengeksplorasinya. Masalah itu juga
bersifat tidak terstruktur dengan baik (ill-structured) yang tidak dapat diselesaikan secara
langsung dengan cara menerapkan rumus atau strategi tertentu, melainkan memerlukan
informasi lebih lanjut untuk memahami atau memerlukan kombinasi beberapa strategi atau
bahkan mengkreasi strategi sendiri untuk menyelesaikannya.
Berikut adalah contoh masalah nyata yang dapat digunakan dalam pembelajaran berbasis
masalah:
1) Jika indikator yang dimunculkan pada permainan bola kecil Bulutangkis bulutangkis
peserta didik dapat melakukan teknik overhead back handhand, maka untuk
mempelajari teknik tersebut pada sesi pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan
kesehatan pemainan bola kecil bulutangkis, peserta didik ditugaskan untuk memcahkan
masalah bagaimana cara melakukan teknik overhead back hand yang tepatbenar, tanpa
diberikan demonstrasi yang lengkap terlebih dahulu.
2) Pada permainan sepakbola peserta didik mengalami kesulitan pada teknik menendang
bola ke atas atau melambung maka peserta didik ditantang untuk menyelasaikan
masalah tersebut dalam pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan,
peserta didikdengan ditugaskan untuk menemukan cara menendang bola agar bola
mengarah ke atas atau melambungpanduan dari guru (dapat berbentuk LKS).

Formatted: List Paragraph;Body of


text, Indent: Before: 1 cm, Hanging:
0,5 cm, Line spacing: Multiple 1,1 li,
Numbered + Level: 4 + Numbering
Style: 1, 2, 3, + Start at: 1 +
Alignment: Left + Aligned at: 3,33 cm
+ Indent at: 3,97 cm, Tab stops: 1,5
cm, Left + Not at 0,5 cm
Formatted: Font: 11 pt, Italic,
Complex Script Font: 11 pt

1) Pada satu sesi permainan bola besar bola voli, salah satu tim mengalami kesulitan untuk
mendapatkan atau mencetak angka, sehingga mengalami kekalahan. Untuk mengatasi
masalah tersebut maka tim yang kalah harus menerapkan strategi penyerangan
tertentu. Strategi apa yang harus diterapkan agar tim tersebut mendapatkan
kemenangan. Atau dapat juga diberi penugasan melakukan strategi pertahanan
permainan olahraga.
3)
Pembelajaran berbasis masalah berpusat pada peserta didik (student-centered). Guru
berperan sebagai fasilitator yang memfasilitasi peserta didik untuk agar secara aktif
menyelesaikan masalah dan membangun pengetahuannya. Pembelajaran berbasis masalah
juga bercirikan adanya kolaborasi antar peserta didik untuk mengeksplorasi masalah nyata
dan menyelesaikannya.
d. Langkah-langkah Pembelajaran Berbasis Masalah

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 66

Formatted: Font: 11 pt, Complex


Script Font: Times New Roman, 11 pt,
Indonesian
Formatted: List Paragraph;Body of
text, Indent: Before: 1 cm, Hanging:
0,5 cm, Line spacing: Multiple 1,1 li,
Numbered + Level: 4 + Numbering
Style: 1, 2, 3, + Start at: 1 +
Alignment: Left + Aligned at: 3,33 cm
+ Indent at: 3,97 cm, Tab stops: 1,5
cm, Left + Not at 0,5 cm

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Pembelajaran berbasis masalah diawali dengan aktivitas peserta didik secara individual
maupun kelompok dalam menyelesaikan masalah nyata dengan menggunakan strategi atau
pengetahuan yang telah dimiliki. Proses penyelesaian masalah tersebut berimplikasi pada
terbentuknya keterampilan peserta didik dalam menyelesaikan masalah dan berpikir kritis
serta sekaligus membentuk pengetahuan baru. Secara umum, poses tersebut dilakukan
melalui sintaks atau langkah-langkah pembelajaran yang dikemukakan Nur (2011)
sebagaimana disajikan pada Tabel 1 berikut.
Tabel 1. Langkah-Langkah Pembelajaran Berbasis Masalah
Tahap
Tahap 1
Mengorientasikan peserta
didik terhadap masalah
Tahap 2
Mengorganisasi peserta didik
untuk belajar
Tahap 3
Membimbing penyelidikan
individual maupun kelompok
Tahap 4
Mengembangkan dan
menyajikan hasil karya
Tahap 5
Menganalisis dan
mengevaluasi proses
pemecahan masalah

9.3.

Aktivitas Guru dan Peserta didik


Guru menjelaskan tujuan pembelajaran Guru menyiapkan
sarana dan sarana atau logistik yang dibutuhkan. Guru
memotivasi peserta didik untuk terlibat dalam aktivitas
pemecahan masalah nyata yang dipilih atau ditentukan

Formatted: Space After: 6 pt, Don't


add space between paragraphs of the
same style, Line spacing: single

Guru membantu peserta didik mendefinisikan dan


mengorganisasi tugas belajar yang berhubungan dengan
masalah yang sudah diorientasikan pada tahap
sebelumnya.

Formatted: Space After: 6 pt, Don't


add space between paragraphs of the
same style, Line spacing: single

Guru mendorong peserta didik untuk mengumpulkan


informasi yang sesuai dan melaksanakan eksperimen untuk
mendapatkan kejelasan yang diperlukan untuk
menyelesaikan masalah.

Formatted: Space After: 6 pt, Don't


add space between paragraphs of the
same style, Line spacing: single

Guru membantu peserta didik untuk berbagi tugas dan


merencanakan atau menyiapkan karya yang sesuai sebagai
hasil pemecahan masalah dalam bentuk laporan, video,
atau model.

Formatted: Space After: 6 pt, Don't


add space between paragraphs of the
same style, Line spacing: single

Guru membantu peserta didik untuk melakukan refleksi


atau evaluasi terhadap proses pemecahan masalah yang
dilakukan

Formatted: Space After: 6 pt, Don't


add space between paragraphs of the
same style, Line spacing: single

Model Pembelajaran Penemuan/ Discovery Learning

a. Pengertian Pembelajaran Penemuan


Metode Discovery Learning adalah teori belajar yang didefinisikan sebagai proses
pembelajaran yang terjadi bila pelajar tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya,
tetapi diharapkan mengorganisasi sendiri. Sebagaimana pendapat Bruner, bahwa: Discovery
Learning can be defined as the learning that takes place when the student is not presented with
subject matter in the final form, but rather is required to organize it him self (Lefancois dalam
Emetembun, 1986:103). Dasar ide Bruner ialah pendapat dari Piaget yang menyatakan bahwa
anak harus berperan aktif dalam belajar di kelas.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 67

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Bruner memakai metode yang disebutnya Discovery Learning, di mana murid mengorganisasi
bahan yang dipelajari dengan suatu bentuk akhir (Dalyono, 1996:41). Metode Discovery
Learning adalah memahami konsep, arti, dan hubungan, melalui proses intuitif untuk akhirnya
sampai kepada suatu kesimpulan (Budiningsih, 2005:43). Discovery terjadi bila individu terlibat,
terutama dalam penggunaan proses mentalnya untuk menemukan beberapa konsep dan
prinsip. Discovery dilakukan melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan dan
inferi. Proses tersebut disebut cognitive process sedangkan discovery itu sendiri adalah the
mental process of assimilatig conceps and principles in the mind (Robert B. Sund dalam Malik,
2001:219).
Sebagai strategi belajar, Discovery Learning mempunyai prinsip yang sama dengan inkuiri
(inquiry) dan Problem Solving. Tidak ada perbedaan yang prinsipil pada ketiga istilah ini, pada
Discovery Learning lebih menekankan pada ditemukannya konsep atau prinsip yang
sebelumnya tidak diketahui. Perbedaannya dengan discovery ialah bahwa pada discovery
masalah yang diperhadapkan kepada siswa semacam masalah yang direkayasa oleh guru,
sedangkan pada inkuiri masalahnya bukan hasil rekayasa, sehingga siswa harus mengerahkan
seluruh pikiran dan keterampilannya untuk mendapatkan temuan-temuan di dalam masalah
itu melalui proses penelitian.
Problem Solving lebih memberi tekanan pada kemampuan menyelesaikan masalah. Akan
tetapi prinsip belajar yang nampak jelas dalam Discovery Learning adalah materi atau bahan
pelajaran yang akan disampaikan tidak disampaikan dalam bentuk final akan tetapi siswa
sebagai peserta didik didorong untuk mengidentifikasi apa yang ingin diketahui dilanjutkan
dengan mencari informasi sendiri kemudian mengorgansasi atau membentuk (konstruktif) apa
yang mereka ketahui dan mereka pahami dalam suatu bentuk akhir.
Dengan mengaplikasikan metode Discovery Learning secara berulang-ulang dapat
meningkatkan kemampuan penemuan diri individu yang bersangkutan. Penggunaan metode
Discovery Learning, ingin merubah kondisi belajar yang pasif menjadi aktif dan kreatif.
Mengubah pembelajaran yang teacher oriented ke student oriented. Mengubah modus
Ekspositori siswa hanya menerima informasi secara keseluruhan dari guru ke modus Discovery
siswa menemukan informasi sendiri.
Dalam Konsep Belajar, sesungguhnya metode Discovery Learning merupakan pembentukan
kategori-kategori atau konsep-konsep, yang dapat memungkinkan terjadinya generalisasi.
Sebagaimana teori Bruner tentang kategorisasi yang nampak dalam Discovery, bahwa
Discovery adalah pembentukan kategori-kategori, atau lebih sering disebut sistem-sistem
coding. Pembentukan kategori-kategori dan sistem-sistem coding dirumuskan demikian dalam
arti relasi-relasi (similaritas & difference) yang terjadi diantara obyek-obyek dan kejadiankejadian (events).
Bruner memandang bahwa suatu konsep atau kategorisasi memiliki lima unsur, dan siswa
dikatakan memahami suatu konsep apabila mengetahui semua unsur dari konsep itu, meliputi:
1) Nama; 2) Contoh-contoh baik yang positif maupun yang negatif; 3) Karakteristik, baik yang
pokok maupun tidak; 4) Rentangan karakteristik; 5) Kaidah (Budiningsih, 2005:43). Bruner
menjelaskan bahwa pembentukan konsep merupakan dua kegiatan mengkategori yang
berbeda yang menuntut proses berpikir yang berbeda pula. Seluruh kegiatan mengkategori

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 68

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

meliputi mengidentifikasi dan menempatkan contoh-contoh (obyek-obyek atau peristiwaperistiwa) ke dalam kelas dengan menggunakan dasar kriteria tertentu.
Di dalam proses belajar, Bruner mementingkan partisipasi aktif dari tiap siswa, dan mengenal
dengan baik adanya perbedaan kemampuan. Untuk menunjang proses belajar perlu
lingkungan memfasilitasi rasa ingin tahu siswa pada tahap eksplorasi. Lingkungan ini
dinamakan Discovery Learning Environment, yaitu lingkungan dimana siswa dapat melakukan
eksplorasi, penemuan-penemuan baru yang belum dikenal atau pengertian yang mirip dengan
yang sudah diketahui. Lingkungan seperti ini bertujuan agar siswa dalam proses belajar dapat
berjalan dengan baik dan lebih kreatif.
Untuk memfasilitasi proses belajar yang baik dan kreatif harus berdasarkan pada manipulasi
bahan pelajaran sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif siswa. Manipulasi bahan
pelajaran bertujuan untuk memfasilitasi kemampuan siswa dalam berpikir (merepresentasikan
apa yang dipahami) sesuai dengan tingkat perkembangannya.
Menurut Bruner perkembangan kognitif seseorang terjadi melalui tiga tahap yang ditentukan
oleh bagaimana cara lingkungan, yaitu: enactive, iconic, dan symbolic. Tahap enactive,
seseorang melakukan aktivitas-aktivitas dalam upaya untuk memahami lingkungan sekitarnya,
artinya, dalam memahami dunia sekitarnya anak menggunakan pengetahuan motorik,
misalnya melalui gigitan, sentuhan, pegangan, dan sebagainya. Tahap iconic, seseorang
memahami objek-objek atau dunianya melalui gambar-gambar dan visualisasi verbal.
Maksudnya, dalam memahami dunia sekitarnya anak belajar melalui bentuk perumpamaan
(tampil) dan perbandingan (komparasi). Tahap symbolic, seseorang telah mampu memiliki ideide atau gagasan-gagasan abstrak yang sangat dipengaruhi oleh kemampuannya dalam
berbahasa dan logika. Dalam memahami dunia sekitarnya anak belajar melalui simbol-simbol
bahasa, logika, matematika, dan sebagainya.
Komunikasinya dilakukan dengan menggunakan banyak simbol. Semakin matang seseorang
dalam proses berpikirnya, semakin dominan sistem simbolnya. Secara sederhana teori
perkembangan dalam fase enactive, iconic dan symbolic adalah anak menjelaskan sesuatu
melalui perbuatan (ia bergeser ke depan atau kebelakang di papan mainan untuk
menyesuaikan beratnya dengan berat temannya bermain) ini fase enactive. Kemudian pada
fase iconic ia menjelaskan keseimbangan pada gambar atau bagan dan akhirnya ia
menggunakan bahasa untuk menjelaskan prinsip keseimbangan ini fase symbolic (Syaodih,
85:2001).
Dalam mengaplikasikan metode discovery learning guru berperan sebagai pembimbing dengan
memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif, sebagaimana pendapat guru
harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan
(Sardiman, 2005:145). Kondisi seperti ini ingin merubah kegiatan belajar mengajar yang
teacher oriented menjadi student oriented.
Hal yang menarik dalam pendapat Bruner yang menyebutkan: hendaknya guru harus
memberikan kesempatan muridnya untuk menjadi seorang problem solver, seorang scientis,
historin, atau ahli matematika. Dalam metode discovery learning bahan ajar tidak disajikan
dalam bentuk akhir, siswa dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan menghimpun
informasi,
membandingkan,
mengkategorikan,
menganalisis,
mengintegrasikan,
mereorganisasikan bahan serta membuat kesimpulan-kesimpulan.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 69

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Hal tersebut memungkinkan murid-murid menemukan arti bagi diri mereka sendiri, dan
memungkinkan mereka untuk mempelajari konsep-konsep di dalam bahasa yang dimengerti
mereka. Dengan demikian seorang guru dalam aplikasi metode discovery learning harus dapat
menempatkan siswa pada kesempatan-kesempatan dalam belajar yang lebih mandiri. Bruner
mengatakan bahwa proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan
kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan, atau pemahaman
melalui contoh-contoh yang ia jumpai dalam kehidupannya (Budiningsih, 2005:41).
Pada akhirnya yang menjadi tujuan dalam metode discovery learning menurut Bruner adalah
hendaklah guru memberikan kesempatan kepada muridnya untuk menjadi seorang problem
solver, seorang scientist, hystorian, atau ahli matematika. Melalui kegiatan tersebut siswa akan
menguasainya, menerapkan, serta menemukan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya.
Karakteristik yang paling jelas mengenai discovery sebagai metode mengajar ialah bahwa
sesudah tingkat-tingkat inisial (pemulaan) mengajar, bimbingan guru hendaklah lebih
berkurang dari pada metode-metode mengajar lainnya. Hal ini tak berarti bahwa guru
menghentikan untuk memberikan suatu bimbingan setelah problema disajikan kepada pelajar.
Tetapi bimbingan yang diberikan tidak hanya dikurangi direktifnya melainkan pelajar diberi
responsibilitas yang lebih besar untuk belajar sendiri.
b. Langkah-langkah Pembelajaran Penemuan
1) Persiapan
a) Menentukan tujuan pembelajaran.
b) Melakukan identifikasi karakteristik siswa (kemampuan awal, minat, gaya belajar, dan
sebagainya).
c) Memilih materi pelajaran.
d) Menentukan topik-topik yang harus dipelajari siswa secara induktif (dari contoh-contoh
generalisasi).
e) Mengembangkan bahan-bahan belajar yang berupa contoh-contoh, ilustrasi, tugas dan
sebagainya untuk dipelajari siswa.
f) Mengatur topik-topik pelajaran dari yang sederhana ke kompleks, dari yang konkret ke
abstrak, atau dari tahap enaktif, ikonik sampai ke simbolik.
g) Melakukan penilaian proses dan hasil belajar siswa.
2) Pelaksanaan Pembelajaran Penemuan
Menurut Syah (2004:244) dalam mengaplikasikan metode Discovery Learning di kelas, ada
beberapa prosedur yang harus dilaksanakan dalam kegiatan belajar mengajar secara umum
sebagai berikut:
a) Stimulation (Stimulasi/Pemberian Rangsangan)
Pertama-tama pada tahap ini pelajar dihadapkan pada sesuatu yang menimbulkan
kebingungannya, kemudian dilanjutkan untuk tidak memberi generalisasi, agar timbul
keinginan untuk menyelidiki sendiri. Disamping itu guru dapat memulai kegiatan PBM
dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, dan aktivitas belajar lainnya
yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 70

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Stimulasi pada tahap ini berfungsi untuk menyediakan kondisi interaksi belajar yang
dapat mengembangkan dan membantu siswa dalam mengeksplorasi bahan. Dalam hal
ini Bruner memberikan stimulation dengan menggunakan teknik bertanya yaitu dengan
mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat menghadapkan siswa pada kondisi
internal yang mendorong eksplorasi. Dengan demikian seorang Guru harus menguasai
teknik-teknik dalam memberi stimulus kepada siswa agar tujuan mengaktifkan siswa
untuk mengeksplorasi dapat tercapai.
b) Problem Statement (Pernyataan/ Identifikasi Masalah)
Setelah dilakukan stimulasi langkah selanjutya adalah guru memberi kesempatan
kepada siswa untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin agenda-agenda masalah yang
relevan dengan bahan pelajaran, kemudian salah satunya dipilih dan dirumuskan dalam
bentuk hipotesis (jawaban sementara atas pertanyaan masalah) (Syah 2004:244),
sedangkan menurut permasalahan yang dipilih itu selanjutnya harus dirumuskan dalam
bentuk pertanyaan, atau hipotesis, yakni pernyataan (statement) sebagai jawaban
sementara
atas
pertanyaan
yang
diajukan.
Memberikan kesempatan siswa untuk mengidentifikasi dan menganalisis
permasasalahan yang mereka hadapi, merupakan teknik yang berguna dalam
membangun siswa agar mereka terbiasa untuk menemukan suatu masalah.
c) Data Collection (Pengumpulan Data)
Ketika eksplorasi berlangsung guru juga memberi kesempatan kepada para siswa untuk
mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya yang relevan untuk membuktikan benar
atau tidaknya hipotesis (Syah, 2004:244). Pada tahap ini berfungsi untuk menjawab
pertanyaan atau membuktikan benar tidaknya hipotesis.
Dengan demikian anak didik diberi kesempatan untuk mengumpulkan (collection)
berbagai informasi yang relevan, membaca literatur, mengamati objek, wawancara
dengan nara sumber, melakukan uji coba sendiri dan sebagainya. Konsekuensi dari
tahap ini adalah siswa belajar secara aktif untuk menemukan sesuatu yang berhubungan
dengan permasalahan yang dihadapi, dengan demikian secara tidak disengaja siswa
menghubungkan masalah dengan pengetahuan yang telah dimiliki.
d) Data Processing (Pengolahan Data)
Menurut Syah (2004:244) pengolahan data merupakan kegiatan mengolah data dan
informasi yang telah diperoleh para siswa baik melalui wawancara, observasi, dan
sebagainya, lalu ditafsirkan. Semua informai hasil bacaan, wawancara, observasi, dan
sebagainya, semuanya diolah, diacak, diklasifikasikan, ditabulasi, bahkan bila perlu
dihitung dengan cara tertentu serta ditafsirkan pada tingkat kepercayaan tertentu
(Djamarah, 2002:22).
Data processing disebut juga dengan pengkodean coding/ kategorisasi yang berfungsi
sebagai pembentukan konsep dan generalisasi. Dari generalisasi tersebut siswa akan
mendapatkan pengetahuan baru tentang alternatif jawaban/ penyelesaian yang perlu
mendapat pembuktian secara logis
e) Verification (Pembuktian)

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 71

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Pada tahap ini siswa melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar
atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan tadi dengan temuan alternatif, dihubungkan
dengan hasil data processing (Syah, 2004:244). Verification menurut Bruner, bertujuan
agar proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan
kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan atau
pemahaman melalui contoh-contoh yang ia jumpai dalam kehidupannya.
Berdasarkan hasil pengolahan dan tafsiran, atau informasi yang ada, pernyataan atau
hipotesis yang telah dirumuskan terdahulu itu kemudian dicek, apakah terjawab atau
tidak, apakah terbukti atau tidak.
f) Generalization (Menarik Kesimpulan/Generalisasi)
Tahap generalisasi/ menarik kesimpulan adalah proses menarik sebuah kesimpulan yang
dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang
sama, dengan memperhatikan hasil verifikasi (Syah, 2004:244). Berdasarkan hasil
verifikasi maka dirumuskan prinsip-prinsip yang mendasari generalisasi. Setelah
menarik kesimpulan siswa harus memperhatikan proses generalisasi yang menekankan
pentingnya penguasaan pelajaran atas makna dan kaidah atau prinsip-prinsip yang luas
yang mendasari pengalaman seseorang, serta pentingnya proses pengaturan dan
generalisasi dari pengalaman-pengalaman itu.
3) Evaluasi
Evaluasi proses dan hasil penemuan, yaitu meninjau proses pelaksanan penemuan dan
menilai produk yang dihasilkan untuk mengetahui ketercapaian tujuan penemuan.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 72

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

MATERI PELATIHAN 2
ANALISIS BUKU
ANALISIS BUKU GURU DAN BUKU SISWA

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 73

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

MATERI PELATIHAN 2
ANALISIS BUKU GURU DAN SISWA
A. Pengantar
Buku guru dan buku siswa merupakan salah satu sarana implementasi Kurikulum Tahun 2013
dalam pembelajaran. Buku guru dan buku siswa telah disiapkan Pemerintah sesuai dengan
Permendikbud no 71 Tahun 2013 tentang Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan Guru.
Buku Guru merupakan pedoman bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran yang meliputi
persiapan, pelaksanaan dan penilaian serta pedoman penggunaan buku siswa. Buku guru terdiri
dari dua bagian, yaitu petunjuk umum pembelajaran dan petunjuk khusus pelaksanaan
pembelajaran pada setiap bab sesuai dengan buku siswa.
Petunjuk umum pembelajaran berisi informasi tentang cakupan dan lingkup materi
pembelajaran, tujuan pembelajaran, strategi pembelajaran yang meliputi pendekatan, model dan
metode, penjelasan tentang media dan sumber belajar serta prinsip-prinsip penilaian pada
pembelajaran.
Petunjuk khusus pembelajaran terdiri dari beberapa bab sesuai dengan materi pada buku siswa.
Umumnya berisi informasi bagi guru untuk persiapan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian
pembelajaran pada bab tersebut. Pada umumnya bagian ini berisi : peta konsep untuk materi
pada bab ini, cakupan materi untuk tatap muka, KI dan KD yang sesuai dengan materi, alokasi
waktu dan rincian materi setiap tatap muka. Selanjutnya pada bagian ini terdapat uraian
pembelajaran untuk setiap tatap muka, mulai dari tujuan pembelajaran, alternatif kegiatan
pembelajaran, sumber belajar dan media pembelajaran. Bagian penilaian berisi informasi
tentang teknik dan bentuk penilaian oleh guru, penilaian diri, penilaian antar peserta didik dan
informasi pembahasan soal pada buku siswa. Pada buku guru juga ada informasi bagaimana cara
informasi komunikasi dengan Orangtua/Wali.
Buku siswa merupakan buku sumber belajar bagi siswa/peserta didik yang memuat hal-hal
berikut, yaitu: Judul bab, infomasi kompetensi dasar yang sesuai dengan topik pada setiap bab.
Pada setiap bab dilengkapi dengan peta konsep, pengantar, bagian kegiatan siswa baik
ekperimen maupun non eksperimen atau diskusi, latihan soal, rangkuman, evaluasi, dan tugas
bagi peserta didik.
Penggunaan buku siswa oleh peserta didik disarankan dimulai dengan membaca dan mengkaji
bagian pengantar bab atau subbab, melakukan kegiatan-kegiatan yang tersedia, mendiskusikan
hasil kegiatan dan memverifikasi hasil diskusi dengan informasi konsep yang ada di buku. Uraian
materi lainnya merupakan bagian untuk memperdalam pemahaman konsep dan diakhiri dengan
soal-soal untuk menguji pemahaman konsep secara individual.
Buku guru dan buku siswa merupakan standar minimal yang dapat dikembangkan jika guru
merasa perlu mengembangkannya sesuai dengan kondisi sekolah. Terutama yang berkaitan
dengan kegiatan pembelajaran, guru dapat menyesuaikan sesuai dengan alat dan bahan
praktikum atau media belajar yang tersedia di sekolah atau model-model pembelajaran yang
dipilih guru. Untuk lebih memahami isi buku guru dan buku siswa serta mengetahui hal-hal yang
perlu dikembangkan atau disesuaikan dengan keperluan implementasi kurikulum 2013 dalam
pembelajaran, guru dapat melakukannya melalui kegiatan analisis buku guru dan buku siswa
sesuai dengan petunjuk dan format yang tersedia.
B. Kompetensi
Peserta pelatihan dapat:
1. Menganalisis kesesuaian isi buku guru dengan tuntutan SKL, KI, dan KD.
2. Menganalisis buku guru dilihat dari aspek kecukupan dan kedalaman materi.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 74

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

3. Menguasai secara utuh materi, struktur, dan pola pikir keilmuan materi pelajaran.
4. Menguasai penerapan materi pelajaran pada bidang/ ilmu lain serta kehidupan sehari-hari.
5. Memahami strategi menggunakan buku guru untuk kegiatan pembelajaran.
6. Menganalisis kesesuaian isi buku siswa dengan tuntutan SKL, KI, dan KD.
7. Menganalisis buku siswa dilihat dari aspek kecukupan dan kedalaman materi.
8. Menguasai secara utuh materi, struktur, dan pola pikir keilmuan materi pelajaran.
9. Menguasai penerapan materi pelajaran pada bidang/ ilmu lain serta kehidupan sehari-hari.
10. Memahami strategi menggunakan buku siswa untuk kegiatan pembelajaran.
C. Indikator
1. Mengidentifikasi kesesuaian isi buku guru dengan tuntutan SKL, KI, dan KD.
2. Menganalisis kecukupan dan kedalaman materi buku guru.
3. Menganalisis kesesuaian proses, pendekatan scientific, serta strategi evaluasi
diintegrasikan dalam buku.
4. Menjelaskan secara utuh materi, struktur, dan pola pikir keilmuan materi pelajaran
terdapat dalam buku.
5. Menerapkan materi pelajaran yang terdapat dalam buku guru pada bidang/ ilmu lain
kehidupan sehari-hari.
6. Menjelaskan strategi penggunaan buku guru untuk kegiatan pembelajaran.
7. Mengidentifikasi kesesuaian isi buku siswa dengan tuntutan SKL, KI, dan KD.
8. Menganalisis kecukupan dan kedalaman materi buku siswa.
9. Menganalisis kesesuaian proses, pendekatan scientific, serta strategi evaluasi
diintegrasikan dalam buku.
10.Menjelaskan secara utuh materi, struktur, dan pola pikir keilmuan materi pelajaran
terdapat dalam buku siswa.
11.Menerapkan materi pelajaran yang terdapat dalam buku siswa pada bidang/ ilmu lain
kehidupan sehari-hari.
12.Menjelaskan strategi penggunaan buku siswa untuk kegiatan pembelajaran.

yang
yang
serta

yang
yang
serta

D. Lingkup materi
1. Analisis Buku Guru (Kesesuaian, Kecukupan, dan Kedalaman Materi)
2. Analisis Buku siswa (Kesesuaian, Kecukupan, dan Kedalaman Materi)
E. Perangkat Pelatihan
1. Bahan Tayang
a. Panduan Tugas Analisis Buku Guru
b. Panduan Tugas Analisis Buku Siswa
2. Lembar Kerja:
a. Analisis Buku Guru
b. Analisis Buku Siswa
3. ATK

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 75

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

F. Langkah Kegiatan Inti

Pengkajian

Analisis
Buku

Diskusi 1

Presentasi

Diskusi 3

Diskusi 2

1. Pengkajian
1.
Peserta mengkaji isi materi struktur, dan pola pikir keilmuan dalam buku guru dan
buku siswa dalam kelompok
2. Analisis Buku
Peserta menganalisis isi buku guru (LK-2.1) dan buku siswa (LK-2.2).
3. Diskusi 1
Peserta mendiskusikan hasil analisis buku guru dan buku siswa dalam kesesuaiannya dengan
pendekatan scientific dan standar proses.
4. Diskusi 2
Peserta mendiskusikan hasil analisis buku guru dan buku siswa dalam kesesuaiannya dengan
standar penilaian.
5. Diskusi 3
Mendiskusikan hasil analisis untuk membuat rekomendasi tentang penggunaan buku guru
dan buku siswa.
6. Presentasi
Mempresentasi kan hasil analisis buku guru (perwakilan kelompok), kemudian menyimpulkan
strategi penggunaan buku guru dan buku siswa untuk kegiatan pembelajaran.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 76

Formatted: Font color: Black, Complex


Script Font: Times New Roman,
Indonesian
Formatted: Indent: Before: 1 cm, No
bullets or numbering, Tab stops: Not at
0,5 cm
Formatted: Font: Not Bold, English
(U.S.)

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

G. Lembar Kerja Analisis Buku


LK 2.1

Formatted: Space Before: 2 pt, After:


0 pt

Analisis Buku Guru

PETUNJUK PENGISIAN FORMAT ANALISIS BUKU GURU

Tujuan:
Melalui kegiatan analisis buku guru peserta dapat:
-1. Mendeskripsikan isi buku guru yang sesuai dengan kegiatan perencanaan pembelajaran
-2. Mendeskripsikan isi buku guru yang sesuai dengan penilaian proses dan hasil belajar
-3. Menganalisis kesesuaian isi buku guru dan menentukan tindak lanjut berdasarkan hasil analisis
Panduan Kegiatan:
1. Kerjakanlah secara berkelompok!
2. Pelajari format analisis buku guru!
3. Siapkan SKL, KI dan KD sesuai jenjang pendidikan dan mata pelajaran!
4. Cermatilah buku guru yang berisi strategi penyajian pembelajaran dan informasi lainnya!
5. Lakukanlah analisis terhadap buku guru dan tuliskan hasil analisis pada kolom yang tersedia pada
format dengan cara:
-a. mendeskripsikan secara singkat isi buku sesuai dengan aspek kegiatan guru
-b. memberikan tanda cek ( ) pada kolom kualifikasi kurang, cukup atau baik
-c. menuliskan alas an Anda memilih kualifikasi tersebut
6. Berdasarkan hasil analisis, tuliskan tindak lanjut hasil analisis!,
Jika kurang/tidak sesuai, Anda disarankan untuk memberikan rekomendasi tindak lanjut yang
harus dikerjakan guru sebagai pengguna buku guru tersebut.
Jika sesuai dengan kebutuhan, buku bisa digunakan sebagai pedoman dalam pembelajaran.

Formatted: Space Before: 6 pt, Line


spacing: single
Formatted: Font: Not Bold
Formatted: Line spacing: single
Formatted: Font: 11 pt
Formatted: Indent: Before: 0 cm,
Hanging: 0,5 cm, Add space between
paragraphs of the same style, Line
spacing: Multiple 1,15 li, Numbered +
Level: 1 + Numbering Style: 1, 2, 3,
+ Start at: 1 + Alignment: Left +
Aligned at: 0,63 cm + Indent at: 1,27
cm, Tab stops: 0,5 cm, Left
Formatted: Space Before: 6 pt, Line
spacing: single
Formatted: Font: 11 pt
Formatted: Indent: Before: 0 cm,
Hanging: 0,5 cm, Add space between
paragraphs of the same style, Line
spacing: Multiple 1,15 li, Tab stops:
0,5 cm, Left
Formatted: Font: 11 pt
Formatted: Font: 11 pt, Complex
Script Font: 11 pt
Formatted: Font: 11 pt, Complex
Script Font: 11 pt
Formatted: Font: 11 pt, Complex
Script Font: 11 pt

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 77

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

FORMAT ANALISIS BUKU GURU


Judul Buku
Kelas
Jenjang
Topik
Kegiatan Guru

:
.....................................................................................................
:
....................................................................................................
:
.....................................................................................................
.....................................................................................................
Isi buku yang relevan dengan
kegiatan guru

Kualifikasi
Kurang

Cukup

Baik

Alasan

Formatted: Indent: Before: 0 cm,


Space Before: 0 pt, After: 0 pt, Line
spacing: single, Tab stops: 2,5 cm,
Left + 3 cm, Left

Tindak lanjut

A. Perencanaan Pembelajaran
Memilih KI dan
KD yang
berkaitan
Menentukan
alokasi waktu
Merumuskan
indikator
Merumuskan
tujuan
pembelajaran
Menentukan
cakupan materi
pembelajaran
Menentukan
pendekatan
Menentukan
model
Menentukan
strategi
Menentukan
metode
Menentukan
media, sumber
dan alat
Mendeskripsika
n langkah
pembelajaran
sesuai dengan
pendekatan,
model, metode
B. Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Menilai
Pengetahuan
- Contoh
instrumen
- Pembahasan
Menilai Sikap

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 78

Formatted: Space After: 0 pt, Line


spacing: single, Tab stops: 2,5 cm,
Left + 3 cm, Left

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kegiatan Guru

Isi buku yang relevan dengan


kegiatan guru

Kualifikasi
Kurang

Cukup

Baik

Alasan

Tindak lanjut

- Contoh
instrumen
- Rubrik
Menilai
Keterampilan
- Contoh
instrumen
- Rubrik
Portofolio

Penilaian Diri

Informasi
Pengayaan
Belajar
Informasikan
hubungan guru
dan Orang tua
Formatted: Tab stops: 2,5 cm, Left +
3 cm, Left

R-2.1

Formatted: Space Before: 2 pt

RUBRIK PENILAIAN ANALISIS BUKU GURU


Rubrik penilaian analisis buku guru digunakan fasilitator untuk menilai hasil analisis peserta
pelatihan terhadap buku guru sesuai dengan mata pelajaran yang diampu.

Formatted: Justified
Formatted: English (U.S.)

Langkah-langkah penilaian hasil analisis


1. Cermati format penilaian analisis buku guru serta hasil analisis peserta yang akan dinilai!
2. Berikan nilai pada setiap komponen sesuai dengan penilaian Anda terhadap hasil analisis
menggunakan rentang nilai sebagai berikut:
PERINGKATKUALIFIKASI
Amat Baik ( AB)

NILAI

KRITERIA

90 < AB 100

Baik (B)

80 < B 90

Cukup (C)

70 < C 80

Kurang (K)

70

Hasil analisis tepat, tindak lanjut logis


dan bisa dilaksanakan
Hasil analisis tepat, tindak lanjut
kurang logis
Hasil analisis kurang tepat, tindak
lanjut logis
Hasil analisis kurang tepat, tindak
lanjut tidak logis

3. Setelah selesai penilaian masing-masing komponen, jumlahkan nilai seluruh komponen


sehingga menghasilkan nilai hasil analisis buku guru!

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 79

Formatted: Font: 11 pt, Complex


Script Font: 11 pt
Formatted: Justified, Indent: Before:
0 cm, Hanging: 0,5 cm, Tab stops:
0,5 cm, Left
Formatted: Font: 11 pt, Complex
Script Font: 11 pt
Formatted: Font: 11 pt, Complex
Script Font: 11 pt
Formatted: Font: Bold
Formatted Table
Formatted: English (U.S.)
Formatted: Font: Bold

Formatted: Font: 11 pt, Complex


Script Font: 11 pt
Formatted: Justified, Indent: Before:
0 cm, Hanging: 0,5 cm, Tab stops:
0,5 cm, Left

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

LK 2.2

Analisis Buku Siswa

PETUNJUK PENGISIAN FORMAT ANALISIS BUKU SISWA


Tujuan:
Melalui kegiatan analisis buku siswa peserta dapat:
1. Mendeskripsikan isi buku siswa yang sesuai dengan kegiatan perencanaan pembelajaran.
2. Mendeskripsikan isi buku siswa yang sesuai dengan penilaian proses dan hasil belajar.
3. Menganalisis kesesuaian isi buku siswa dan menentukan tindak lanjut berdasarkan hasil analisis.
Panduan Kegiatan:
1. Kerjakanlah secara berkelompok!
2. Pelajari format analisis buku siswa!
3. Siapkan SKL, KI dan KD sesuai jenjang pendidikan dan mata pelajaran!
4. Cermatilah buku siswa yang berisi teks materi pembelajaran dan informasi lainnya seperti
kegiatan siswa dan evaluasi!
5. Lakukanlah analisis terhadap buku siswa dan tuliskan hasil analisis pada kolom yang tersedia
pada format dengan cara:
a. mendeskripsikan secara singkat isi buku sesuai dengan aspek kegiatan guru.
b. memberikan tanda cek ( ) pada kolom kualifikasi kurang, cukup atau baik.
c. menuliskan alasan Anda memilih kualifikasi tersebut.
6. Berdasarkan hasil analisis, tuliskan tindak lanjut hasil analisis.
Jika kurang/tidak sesuai, Anda disarankan untuk memberikan rekomendasi tindak lanjut yang
harus dikerjakan guru sebagai pengguna buku siswa tersebut.
Jika sesuai dengan kebutuhan, buku bisa digunakan sebagai pedoman dalam pembelajaran.

PETUNJUK PENGISIAN FORMAT ANALISIS BUKU SISWA


Kompetensi:
4.1 Memahami isi buku siswa sebagai panduan pelaksanaan pembelajaran
4.2 Memahami strategi menggunakan buku siswa dalam kegiatan pembelajaran.
4.3 Merencanakan tindak lanjutberasarkan hasil analisis buku untuk persiapan pembelajaran.

Tujuan: Melalui kegiatan analisis buku siswa peserta dapat


3.1 Mendeskripsikan isi buku siswa yang sesuai dengan kegiatan perencanaan pembelajaran
3.2 Mendeskripsikan isi buku siswa yang sesuai dengan penilaian proses dan hasil belajar
3.3 Menganalisis kesesuaian isi buku siswa dan menentukan tindak lanjut berdasarkan hasil analisis

Panduan kegiatan:
A. Kerjakanlah secara berkelompok!

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 80

Formatted: Indent: Before: 0 cm,


Hanging: 0,5 cm, Line spacing: single,
Numbered + Level: 1 + Numbering
Style: 1, 2, 3, + Start at: 1 +
Alignment: Left + Aligned at: 0,63 cm
+ Indent at: 1,27 cm
Formatted: Indent: Before: 0 cm,
Hanging: 0,5 cm, Numbered + Level: 1
+ Numbering Style: 1, 2, 3, + Start
at: 1 + Alignment: Left + Aligned at:
0,63 cm + Indent at: 1,27 cm

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

B.

Pelajari format Analisis Buku Siswa

C.

Siapkan SKL, KI dan KD sesuai jenjang pendidikan dan mata pelajaran!

D. Cermatilah buku siswa yang berisi teks materi pembelajaran dan informasi lainnya seperti kegiatan
siswa dan evaluasi
E.

Lakukanlah analisis terhadap buku siswa dan tuliskan hasil analisis pada kolom yang tersedia pada format
dengan cara:

F.

mendeskripsikan secara singkat isi buku sesuai dengan aspek-aspek yang dianalisis

G. memberikan tanda cek ( ) pada kolom kualifikasi kurang, cukup atau baik
H. menuliskan alasan Anda memilih kualifikasi tersebut
I.

Berdasarkan hasil analisis, tuliskan alasan dan tindak lanjut hasil analisis ,

J.

Jika kurang/tidak sesuai, Anda disarankan untuk memberikan rekomendasi tindak lanjut yang harus
dikerjakan guru sebagai pengguna buku siswa untuk proses pembelajaran.
Jika sesuai dengan kebutuhan, buku bisa digunakan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 81

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

FORMAT ANALISIS BUKU SISWA


Formatted: Font: 1 pt, English (U.S.)

Judul Buku
Kelas
Jenjang
Topik

:
:
:
:

Kegiatan Guru

.....................................................................................................
....................................................................................................
.....................................................................................................
.....................................................................................................
Deskripsi pada Buku

Kualifikasi
Kurang

Cukup

Baik

Alasan

Formatted: Space After: 0 pt, Tab


stops: 2,5 cm, Left + 3 cm, Left

Tindak Lanjut

A. Sistematika
Judul bab
menunjukkan
KD yang harus
dicapai
Urutan sub
topik /materi
sesuai dengan
sistematika
keilmuan
Komponen
penilaian sesuai
tuntutan
penilaian
authentic
B. Uraian Materi
Pendahuluan
bab memotivasi
siswa untuk
belajar
Cakupan materi
setiap sub
topik/submateri
memenuhi
kebutuhan
pencapaian KD
Kegiatan pada
buku
memfasilitasi
pembelajaran
dengan
Pendekatan
Scientific
C. Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Penilaian
Pengetahuan
Penilaian Sikap

Penilaian

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 82

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kegiatan Guru

Deskripsi pada Buku

Kualifikasi
Kurang

Cukup

Baik

Alasan

Tindak Lanjut

Keterampilan

Tugas

R-2.2
Judul Buku : .....................................................................................................
Kelas

: ....................................................................................................

Jenjang

: .....................................................................................................

Topik : .....................................................................................................

Formatted: Header Char;Header Char


Char Char, Justified, Indent: Before: 0
cm, Hanging: 0,5 cm, Space Before: 0
pt, After: 0 pt, Don't add space
between paragraphs of the same style,
Line spacing: Multiple 1,2 li, Numbered
+ Level: 4 + Numbering Style: 1, 2, 3,
+ Start at: 1 + Alignment: Left +
Aligned at: 4,44 cm + Indent at: 5,08
cm, Tab stops: 0,5 cm, Left
Formatted: English (U.S.)

RUBRIK PENILAIAN ANALISIS BUKU SISWA


Rubrik penilaian analisis buku siswa digunakan fasilitator untuk menilai hasil analisis peserta
pelatihan terhadap buku siswa sesuai dengan mata pelajaran yang diampu.
Langkah-langkah penilaian hasil analisis:
1. Cermati format penilaian analisis buku siswa serta hasil analisis peserta yang akan dinilai!
4.2.
Berikan nilai pada setiap komponen sesuai dengan penilaian Anda terhadap hasil analisis
menggunakan rentang nilai sebagai berikut!
KUALIFIKASI

NILAI

KRITERIA

Amat Baik ( AB)

90 < AB 100

Baik (B)

80 < B 90

Hasil analisis tepat, tindak lanjut kurang


logis

Cukup (C)

70 < C 80

Hasil analisis kurang tepat, tindak lanjut

Hasil analisis tepat, tindak lanjut logis


dan bisa dilaksanakan

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 83

Formatted: Indent: Before: 0 cm,


Hanging: 0,5 cm, Space Before: 0 pt,
After: 0 pt, Numbered + Level: 1 +
Numbering Style: 1, 2, 3, + Start at:
1 + Alignment: Left + Aligned at: 0,63
cm + Indent at: 1,27 cm
Formatted: Font: Indonesian

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

logis
Kurang (K)

Hasil analisis kurang tepat, tindak lanjut


tidak logis

70

RUBRIK PENILAIAN ANALISIS BUKU SISWA


Rubrik penilaian analisis buku siswadigunakan fasilitator untuk menilai hasil analisis
peserta pelatihan terhadap buku siswa sesuai dengan mata pelajaran yang diampu
Langkah-langkah penilaian hasil analisis
1. Cermati format penilaian analisis buku siswa serta hasil analisis peserta yang akan
dinilai
2. Berikan nilai pada setiap komponen sesuai dengan penilaian Anda terhadap hasil
analisis menggunakan rentang nilai sebagai berikut

PERINGKAT

NILAI

Formatted: Justified, Numbered +


Level: 1 + Numbering Style: 1, 2, 3,
+ Start at: 1 + Alignment: Left +
Aligned at: 0,5 cm + Indent at: 1,14
cm, Tab stops: 0,5 cm, Left
Formatted: Numbered + Level: 1 +
Numbering Style: 1, 2, 3, + Start at:
1 + Alignment: Left + Aligned at: 0,5
cm + Indent at: 1,14 cm

KRITERIA

Amat Baik (
AB)

90 < AB
100

Hasil analisis tepat, tindak lanjut


logis dan bisa dilaksanakan

Formatted: Numbered + Level: 1 +


Numbering Style: 1, 2, 3, + Start at:
1 + Alignment: Left + Aligned at: 0,5
cm + Indent at: 1,14 cm

Baik (B)

80 < B
90

Hasil analisis tepat, tindak lanjut


kurang logis

Formatted: Numbered + Level: 1 +


Numbering Style: 1, 2, 3, + Start at:
1 + Alignment: Left + Aligned at: 0,5
cm + Indent at: 1,14 cm

Cukup (C)

70 < C
80

Hasil analisis kurang tepat, tindak


lanjut logis

Formatted: Numbered + Level: 1 +


Numbering Style: 1, 2, 3, + Start at:
1 + Alignment: Left + Aligned at: 0,5
cm + Indent at: 1,14 cm

Kurang (K)

70

Hasil analisis kurang tepat, tindak


lanjut tidak logis

Formatted: Numbered + Level: 1 +


Numbering Style: 1, 2, 3, + Start at:
1 + Alignment: Left + Aligned at: 0,5
cm + Indent at: 1,14 cm
Formatted: Indent: Before: 0 cm

3.
Setelah selesai penilaian masing-masing komponen, jumlahkan nilai seluruh
komponen sehingga menghasilkan nilai hasil analisis buku siswa

Formatted: No bullets or numbering

3. Setelah selesai penilaian masing-masing komponen, jumlahkan nilai seluruh komponen


sehingga menghasilkan nilai hasil analisis buku siswa!

Formatted: Header Char;Header Char


Char Char, Justified, Indent: Before: 0
cm, Hanging: 0,5 cm, Space Before: 6
pt, After: 6 pt, Don't add space
between paragraphs of the same style,
Numbered + Level: 1 + Numbering
Style: 1, 2, 3, + Start at: 1 +
Alignment: Left + Aligned at: 0,63 cm
+ Indent at: 1,27 cm, Tab stops: 0,5
cm, Left + Not at 8,5 cm

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 84

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

MATERI PELATIHAN 3
PERANCANGAN PEMBELAJARAN DAN
PENILAIAN
3.1 PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DAN MODEL-MODEL
PEMBELAJARAN
3.2 PERANCANGAN PENILAIAN PEMBELAJARAN
3.3 PELAPORAN HASIL PENILAIAN PEMBELAJARAN DALAM
RAPOR

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 85

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

MATERI PELATIHAN 3
PERANCANGAN PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN

A. Pengantar
Perubahan pada proses pembelajaran kurikulum 2013 mencakup: a) berorientasi pada
karakteristik kompetensi yang mencakup: 1) sikap (Krathwohl): menerima, menjalankan,
menghargai, menghayati, dan mengamalkan, 2) keterampilan (Dyers): mengamati, menanya,
mencoba, menalar, menyajikan, dan mencipta, dan 3) pengetahuan (Bloom & Anderson):
mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta; b)
menggunakan pendekatan scientific, karakteristik kompetensi sesuai jenjang. c) mengutamakan
discovery learning dan project based learning.
Penilaian hasil belajar mencakup seluruh aspek kompetensi, bersifat formatif dan hasilnya segera
diikuti dengan pembelajaran remedial untuk memastikan penguasaan kompetensi pada tingkat
memuaskan. Perubahan pada penilaian mencakup: penilaian berbasis tes dan nontes (portofolio),
cara menilai proses dan output dengan menggunakan penilaian authentic, dan rapor memuat
penilaian kuantitatif tentang pengetahuan dan deskripsi kualitatif tentang sikap dan
keterampilan.
Pada materi pelatihan ini Anda mempelajari penerapan model-model pembelajaran dan
perancangan penilaian yang baik dengan cara berlatih menyusun contoh proses pembelajaran,
mengembangakan instrumen penilaian menggunakan berbagai model pembelajaran sesuai
Kurikulum 2013 dan mengolah nilai untuk rapor.
B. Kompetensi
Peserta pelatihan dapat:
1. Memahami penerapan pendekatan scientific dalam pembelajaran PJOK.
2. Memahami penerapan model-model pembelajaran dalam PJOK.
3. Membedakan model pembelajaran (project based learning, problem based learning, dan
discovery learning) dan penilaiannya.
4. Mengolah hasil penilaian proses dan hasil belajar ke dalam laporan hasil belajar (rapor).
C. Lingkup Materi
1. Penerapan Pendekatan Scientific dalam Pembelajaran PJOK
2. Model Pembelajaran (Project Based Learning, Problem Based Learning, dan Discovery
Learning) dan Penilaiannya
3. Pengolahan Hasil Penilaian Proses dan Hasil Belajar ke Dalam Laporan Hasil Belajar (Rapor).
D. Indikator
1.
2.
3.
4.

Merancang contoh penerapan pendekatan scientific pada pembelajaran PJOK.


Membuat contoh penerapan model-model pembelajaran PJOK.
Mengidentifikasi kaidah-kaidah perancangan penilaian.
Merancang instrumen penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan pada pembelajaran
PJOK.
5. Mengolah hasil penilaian proses dan hasil belajar ke dalam laporan hasil belajar (rapor).

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 86

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

E. Perangkat Pelatihan
1. Bahan Tayang
a. Penerapan Pendekatan Scientific dalam Pembelajaran PJOK
b. Model Pembelajaran (Project Based Learning, Problem Based Learning, dan Discovery
Learning) dan penilaiannya
c. Panduan Pengisian Rapor
2. Lembar Kerja:
a. Instrumen Perancangan Kegiatan Pembelajaran
b. Instrumen Perancangan Model Pembelajaran dan Penilaian
3. Hand-Out:
a.
b.
c.
d.

Contoh penerapan pendekatan scientific dalam pembelajaran PJOK .


Project Based Learning dan Penilaian
Problem Based Learning dan Penilaian
Discovery Learning dan Penilaian

4. Video contoh pembelajaran dengan 3 model pembelajaran


5. ATK

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 87

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

MATERI PELATIHAN 3.1


PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC DAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN
A. Langkah Kegiatan Inti

Penyusunan
Model

Penyusunan
Model

Presentasi
Hasil Kerja

Penyimpulan
Hasil Diskusi

1. Telaah Hand Out


Peserta bekerja secara berkelompok menelaah hand out contoh penerapan model
pembelajaran.
2. Penyusunan Model
Peserta bekerja secara berkelompok menyusun contoh model pembelajaran.
3. Presentasi Hasil Kerja
Peserta mempresentasikan hasil kerja kelompok dan dikomentari oleh kelompok lain.
4. Penyimpulan Hasil Diskusi
Peserta menyimpulkan hasil diskusi kelompok.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 88

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

B. Lembar Kerja

LK- 3.1a
PERANCANGAN KEGIATAN PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC

Tujuan:
Melalui diskusi kelompok peserta diharapkan mampu merancang contoh penerapan pendekatan
scientific pada pembelajaran PJOK.
Panduan Kegiatan:
1.
2.
3.
4.

Pelajari hand out dan contoh penerapan pendekatan scientific pada pembelajaran PJOK!
Isilah lembar kerja perancangan pembelajaran yang tersedia secara berkelompok!
Setelah selesai, presentasikan hasil diskusi kelompok Anda!
Perbaiki hasil kerja kelompok Anda jika ada masukan dari kelompok lain!

Kompetensi Dasar
Topik /Tema
Sub Topik/Tema
Tujuan Pembelajaran
Alokasi Waktu

:
:
:
:
:

Tahapan Pembelajaran

Kegiatan

Mengamati

Menanya

Mengumpulkan informasi

Mengasosiasikan

Mengomunikasikan

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 89

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

LK - 3.1b
PERANCANGAN PENERAPAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN PJOK
DAN CARA PENILAIANNYA

Tujuan:
Pada kegiatan ini diharapkan peserta mampu merancang model Project Based Learning, Discovery
Learning dan Problem Based Learning pada pembelajaran PJOK.
Langkah Kegiatan :
1. Kerjakan secara berpasangan , cermati lembar kerja perancangan model pembelajaran dan cara
penilaiannya!
2. Pilihlah satu subtopik/submateri/subtema untuk satu kali tatap muka yang sesuai dengan salah
satu model pembelajaran!
3. Isilah lembar kerja perancangan model pembelajaran sesuai dengan model yang Anda pilih!
4. Presentasikan hasil rancangan Anda!
5. Perbaiki rancangan jika ada saran atau usulan perubahan dari pasangan lain!
Catatan:
Pada lembar kerja ini ada dua format model pembelajaran yaitu model Problem Based Learning dan Discovery
Learning jika Anda merancang model Lainnya silahkan sesuai sintak model yang sesuai.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 90

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

FORMAT PERANCANGAN MODEL PEMBELAJARAN


Model Discovery Learning
Kompetensi Dasar

Topik

Sub Topik

Tujuan

Alokasi Waktu

1. ..
2. ..
3. ..
..

1x TM

TAHAP PEMBELAJARAN

KEGIATAN PEMBELAJARAN

1. Stimulation
(simullasi/Pemberian
rangsangan)
2. Problem statemen
(pertanyaan/identifikasi
masalah)
3. Data collection
(pengumpulandata)
4. Data processing
(pengolahan Data)
5. Verification (pembuktian)

6. Generalization (menarik
kesimpulan/generalisasi)
Model Pembelajaran Problem Based Learning
Kompetensi Dasar

Topik

Sub Topik

Tujuan

Alokasi Waktu

1. ..
2. ..
3. ..

1x TM

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 91

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

FASE-FASE

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Fase 1
Orientasi peserta didik kepada
masalah
Fase 2
Mengorganisasikan peserta didik
Fase 3
Membimbing penyelidikan individu
dan kelompok
Fase 4
Mengembangkan dan menyajikan
hasil karya
Fase 5
Menganalisa dan mengevaluasi
proses pemecahan masalah

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 92

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

R-3.1a-b
PERANCANGAN PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC DAN MODEL PEMBELAJARAN
Rubrik perancangan penerapan scientific dan perancangan model pembelajaran digunakan fasilitator
untuk menilai hasil rancangan peserta pelatihan dalam merancang contoh penerapan pendekatan
scientific dan contoh rancangan model pembelajaran satu topik PJOK.
Langkah-langkah penilaian hasil analisis:
1. Cermati tugas yang diberikan kepada peserta pelatihan pada LK -3.1a dan LK- 3.1b!
2. Berikan nilai pada rancangan sesuai dengan penilaian Anda terhadap hasil rancangan!
Penilaian LK- 3.1
PERINGKAT

NILAI

Amat Baik ( AB)

90 < AB 100

Baik (B)
Cukup (C)
Kurang (K)

80 < B 90
70 < C 80
70

KRITERIA
1. Identitas: topik, sub topik, KD dan tujuan
pembelajaran dan alokasi waktu lengkap dan benar
2. Kegiatan mengamati,menanya, mengumpulkan
informasi, mengasosiasikan dan
mengkomunikasikansesuai dengan topik/sub topik,
KD, tujuan dan alokasi waktu
3. Kegiatan mengamati,menanya, mengumpulkan
informasi, mengasosiasikan dan mengkomunikasikan
lengkap, sistematis dan logis atau benar
Ada 2 aspek sesuai dengan kriteria, 1 aspek kurang sesuai
Ada 1 aspek sesuai dengan kriteria, 2 aspek kurang sesuai
Ketiga aspek kurang sesuai

Penilaian LK- 3.2


PERINGKAT

NILAI

Amat Baik ( AB)

90 < AB 100

Baik (B)
Cukup (C)
Kurang (K)

80 < B 90
70 < C 80
70

KRITERIA
1. Identitas: topik, sub topik, KD dan tujuan
pembelajaran dan alokasi waktu lengkap dan benar
2. Kegiatan pada tahapan model pembelajaran sesuai
dengan topik/sub topik, KD, tujuan dan alokasi waktu
3. Kegiatan pada tahapan model pembelajaran
lengkap, sistematis dan logis ( sesuai dengan sintak
atau tahapan pembelajaran)
Ada 2 aspek sesuai dengan kriteria, 1 aspek kurang sesuai
Ada 1 aspek sesuai dengan kriteria, 2 aspek kurang sesuai
Ketiga aspek kurang sesuai

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 93

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

C. Hand Out
HO-3.1

PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC DAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN


A. Penerapan Pendekatan Scientific
Kurikulum 2013 menekankan penerapan pendekatan ilmiah atau scientific approach pada proses
pembelajaran. Pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam pembelajaran sebagaimana
dimaksud dalam permendikbud no 81A tahun 2013 meliputi; mengamati, menanya,
mengumpulkan informasi/mencoba, mengasosiasi, mengomunikasikan.
Proses pembelajaran harus menyentuh tiga ranah, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Dalam proses pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah, ranah sikap menggamit transformasi
substansi atau materi ajar agar peserta didik tahu tentang mengapa. ranah keterampilan
menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik tahu tentang bagaimana.
ranah pengetahuan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik tahu
tentang apa.
Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia
yang baik (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara
layak (hard skills) dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan
pengetahuan.
Pendekatan ilmiah dalam pembelajaran PJOK dapat disajikan seperti berikut ini:
1. Mengamati
Mengamati adalah proses mengenal objek melalui penggunaan indra yang dimiliki, misalnya
dengan melihat/menonton, mendengarkan, dan membaca. Sehingga peserta didik akan
memperoleh konsep awal dan menemukan permasalahan-permasalahan dalam materi yang
akan dipelajari. Proses ini juga menyebabkan peserta didik memahami obyek secara nyata,
senang, tertantang, dan memudahkan pelaksanaan proses pembelajaran selanjutnya.
Contoh kegiatan mengamati dalam pembelajaran materi pokok sepakbola:
Mencari dan membaca informasi variasi dan kombinasi teknik teknik permainan sepakbola
(mengumpan, mengontrol, menggiring, posisi, dan menembak bola ke gawang) dari
berbagai sumber media cetak atau elektronik. Proses pengamatan ini dapat dilakukan
sebelum atau sesudah pembelajaran.
Mengamati pertandingan sepakbola secara langsung dan atau di TV/Video dan membuat
catatan tentang variasi dan kombinasi teknik dasar (mengumpan, mengontrol, menggiring,
dan menembak bola ke gawang) dan membuat catatan hasil pengamatan, atau
Bermain sepakbola dan yang lainnya mengamati pertandingan tersebut, dan membuat

catatan tentang kekuatan dan kelemahan variasi dan kombinasi (mengumpan, mengontrol,
menggiring, posisi, dan menembak bola ke gawang) yang dilakukan oleh temannya selama
bermain.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 94

Formatted: English (U.S.)

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

2. Menanya
Pada proses ini guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengungkapkan
berbagai masalah yang ditemukan pada saat proses pengamatan dengan berbagai bentuk
pertanyaan baik yang berkaitan dengan sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan
kompetensi yang akan diraihnya.
Contoh kegiatan menanya dalam pemainan sepakbola:
Pertanyaan yang berhubungan dengan afektif: bagaimana jalannya permainan sepakbola
bila tidak didukung oleh kerjasama team?
Pertanyaan yang berhubungan dengan keterampilan: bagaimana jalannya bola jika titik
perkenaan bola dengan kaki dirubah (bawah, tengah dan atas bola)?, apakah jarak titik
tumpu berpengaruh terhadap kekuatan menendang bola?, berapakah kekuatan di transfer
ke bola sehingga bola sampai pada jarak yang diinginkan?.
Pertanyaan yang berhubungan dengan kognitif: apa manfaat permainan sepakbola
terhadap kesehatan dan otot-otot yang dominan yang dipergunakan dalam permainan
sepakbola?
3. Mengumpulkan informasi/eksperimen
Kegiatan mengumpulkan informasi/eksperimen ini merupakan bagian dari kegiatan eksplorasi
yaitu untuk mencari jawaban terhadap pertanyaan terkait dengan pengembangan kompetensi
sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Contoh kegiatan eksperimen dalam pemainan sepakbola:
Mengeksperimenkan bermain sepakbola tanpa kerjasama tim
Mengeksperimenkan cara menendang dengan merubah titik perkenaan kaki dengan bola
secara individual, berpasangan atau berkelompok dalam posisi di tempat dan sambil
bergerak dasar fundamental dengan menunjukkan nilai disiplin, menghargai perbedaan,
dan kerjasama.
4. Mengasosiasi/menalar
Menalar adalah proses berfikir yang logis dan sistematis atas fakta-kata empiris yang dapat
diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan. Istilah menalar dalam
pembelajaran merujuk pada kemampuan mengelompokkan beragam ide dan beragam
peristiwa untuk kemudian dijadikan sebagai dasar pembuatan keputusan.
Contoh kegiatan menalar dalam pemainan sepakbola:
Mencari hubungan antara titik perkenaan bola dengan kaki dikaitkan dengan arah gerak
bola sehingga mampu memilih alternatif terbaik.
Mencari hubungan antara jenis tendangan dengan sasaran yang hendak dicapai sehingga
mampu memilih alternatif terbaik.
Mencari hubungan antara permainan sepakbola dengan kesehatan dan kebugaran tubuh.
5. Mengomunikasikan
Mengomunikasikan adalah proses penyajian berbagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan
dalam bentuk penyampaian informasi, peragaan keterampilan, dan sikap dalam pembelajaran
atau kehidupan. Contoh kegiatan mengomunikasikan dalam pemainan sepakbola:

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 95

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Melakukan permainan sepakbola dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi dengan


menerapkan gerak dasar fundamental permainan sepakbola (mengumpan, menghentikan,
dan menggiring) serta menunjukkan sikap sportif, kerjasama, bertanggung jawab, menghargai
perbedaan, disiplin, dan toleransi selama bermain.
B. Penerapan Model-model Pembelajaran
1. Penerapan Model Pembelajaran Berbasisi Proyek
a. Tahapan Kegiatan Pembelajaran Berbasis Proyek
Proses pembelajaran berbasis proyek meliputi tahap-tahap persiapan, pelaksanaan dan
evaluasi.
Berikut adalah contoh kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis proyek
pada tahap kegiatan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi.
1) Persiapan
Dalam persiapan, diawali dengan penjelasan guru tentang materi yang dipelajari yang
diikuti dengan instruksi tugas proyek yang dilengkapi dengan persyaratan tertentu,
termasuk ketentuan waktu. Selanjutnya langkah-langkah PBP adalah sebagai berikut:
a) Menentukan proyek, yaitu memilih tema/topik untuk menghasilkan produk (laporan
observasi/penyelidikan, rancangan karya seni, atau karya keterampilan) dengan
karakteristik mata pelajaran dengan menekankan keorisinilan produk. Penentuan
produk juga disesuaikan dengan kriteria tugas, dengan mempertimbangkan
kemampuan peserta didik dan sumber/bahan/alat yang tersedia.
b) Merancang langkah-langkah penyelesaian proyek dari awal sampai akhir. Pada
kegiatan ini, peserta didik mengidentifikasi bagian-bagian produk yang akan dihasilkan
dan langkah-langkah serta teknik untuk menyelesaikan bagian-bagian tersebut sampai
dicapai produk akhir.
c) Menyusun jadwal pelaksanaan proyek, yaitu menyusun tahap-tahap pelaksanaan
proyek dengan mempertimbangkan kompleksitas langkah-langkah dan teknik
penyelesaian produk serta waktu yang ditentukan guru.
2) Pelaksanaan
a) Menyelesaikan proyek dengan difasilitasi dan dipantau guru, yaitu mencari atau
mengumpulkan
data/material
dan
kemudian
mengolahnya
untuk
menyusun/mewujudkan bagian demi bagian sampai dihasilkan produk akhir.
b) Mempresentasikan/mempublikasikan hasil proyek, yaitu menyajikan produk dalam
bentuk presentasi, diskusi, pameran, atau publikasi (dalam majalah dinding atau
internet) untuk memperoleh tanggapan dari peserta didik yang lain, guru, dan bahkan
juga masyarakat.
3) Evaluasi
Evaluasi proses dan hasil proyek, yaitu meninjau proses pelaksanan proyek dan menilai
produk yang dihasilkan untuk mengetahui ketercapaian tujuan proyek.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 96

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

b. Contoh Penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek pada Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani
Olahraga dan Kesehatan
Membuat rangkaian aktivitas gerak ritmik dengan menggunakan variasi dan kombinasi
gerak dasar senam aerobik.
1) Persiapan
a) Menentukan proyek
Peserta didik melakukan aktivitas berirama senam aerobik bersama guru, dengan
memperhatikan teknik gerak dasar langkah kaki (intensitas, arah dan hitungan), dan
variasi gerak dasar lengan,
Melakukan diskusi tentang aktivitas senam aerobik yang telah dilakukan bersamasama dengan komentar dan tanya jawab.
Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil terdiri dari 4-5 orang dengan diberikan
tugas proyek Menyusun variasi dan kombinasi 3 gerak dasar langkah kaki dengan
variasi dan kombinasi gerak dasar lengan, seperti yang telah dilakukan dan
didiskusikan.
Peserta didik bersama dengan kelompoknya menentukan urutan rangkaian gerak
dengan variasi dan kombinasi 3 teknik gerak kaki dan variasi kombinasi teknik gerak
lengan.
b) Merancang langkah-langkah penyelesaian proyek
Peserta didik (secara berkelompok) merancang urutan dari 3 gerak dasar langkah
kaki dan variasi kombinasi gerak lengan.
Peserta didik mendiskusikan bentuk gerak dasar langkah kaki berdasarkan intensitas,
arah dan hitungan yang akan digunakan dalam membuat tugas. juga mendiskusikan
variasi kombinasi gerak lengan
Peserta didik (secara berkelompok) membagi tugas masing-masing anggota
kelompok.
Peserta didik menyusun teknik gerak langkah kaki dan teknik lengan serta langkahlangkah proses eksplorasi penyusunan variasi dan kombinasi berdasarkan arah,
intensitas dan hitungan.
c) Menyusun jadwal pelaksanaan proyek
Peserta didik (secara berkelompok) berdiskusi menentukan jadwal kegiatan proyek
sesuai dengan target waktu yang telah disampaikan oleh guru.
Peserta didik (secara berkelompok) menyusun jadwal kegiatan penyelesaian tugas
proyek tahap demi tahap.
2) Pelaksanaan
a) Menyelesaikan proyek dengan fasilitasi dan pemantauan guru.
Peserta didik (secara berkelompok) mengeksplorasi rangkaian gerak gerak aktivitas
senam aerobik dan kemungkinan berbagai ragam gerak berdasar arah, intensitas
dan hitungan.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 97

Formatted: Font: 11 pt, Complex


Script Font: 11 pt
Formatted: Font: 11 pt, Complex
Script Font: 11 pt

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Peserta didik (secara berkelompok) melakukan latihan untuk menghafalkan urutan


variasi kombinasi aktivitas gerak berirama senam aerobik.
Dalam proses penyelesaian tugas proyek, guru memonitoring kegiatan peserta didik.
b) Menyusun laporan dan presentasi hasil proyek.
Peserta didik (secara berkelompok) mendiskusikan hasil eksplorasi variasi kombinasi
rangkaian gerak berirama senam aerobik.
Peserta didik secara berkelompok menyusun laporan kegiatan proyek dengan
mendeskripsikan urutan gerak dengan didukung gambar pola lantai.
3) Evaluasi Proses dan Hasil Proyek
1) Peserta didik secara berkelompok mepresentasikan hasil tugas kelompoknya secara
bergantian di depan kelas. Sementara satu kelompok presentasi, kelompok lain
mengamati dengan seksama.
2) Disamping presentasi, peserta didik dalam kelompok juga menceriterakan proses
berlangsungnya tugas proyek serta menceriterakan hambatan dalam mengerjakan
tugas proyek sebagai bentuk refleksi kegiatan dalam pembelajaran.
3) Peserta didik kelompok lain memberikan tanggapan dan komentar tentang presentasi
kelompok lain.
c. Penilaian Pembelajaran Berbasis Proyek
Penilaian pembelajaran dengan metoda Pembelajaran Berbasis Proyek harus diakukan secara
menyeluruh terhadap sikap, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa. Penilaian
Pembelajaran Berbasis Proyek dapat menggunakan teknik penilaian yang dikembangkan oleh
Pusat Penilaian Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu penilaian proyek
atau penilaian produk. Penilaian tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.
1) Pengertian
Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus
diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak
dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data.
Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan
mengaplikasikan, kemampuan penyelidikan dan kemampuan menginformasikan peserta
didik pada mata pelajaran tertentu secara jelas.
Pada penilaian proyek setidaknya ada 3 hal yang perlu dipertimbangkan yaitu:
1) Kemampuan pengelolaan
Kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi dan mengelola
waktu pengumpulan data serta penulisan laporan.
2) Relevansi
Kesesuaian dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan,
pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 98

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

3) Keaslian
Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan
mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek
peserta didik.
2) Teknik Penilaian Proyek
Penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan, sampai hasil akhir
proyek. Untuk itu, guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai, seperti
penyusunan disain, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapkan laporan tertulis.
Laporan tugas atau hasil penelitian juga dapat disajikan dalam bentuk poster. Pelaksanaan
penilaian dapat menggunakan alat/ instrumen penilaian berupa daftar cek ataupun skala
penilaian.
Formatted: Space Before: 0 pt, Line
spacing: single

Contoh Format Penilaian Proyek

FORM PENILAIAN PROYEK


Mata Pelajaran
Nama Proyek

Guru Pembimbing
Nama Anggota

Kelas

: PJOK
: Pembuatan Rangkaian Gerak Aktivitas Ritmik dengan Variasi Dan dan
Kombinasi Rangkaian Aktivitas Gerak Ritmik Dengan Menggunakan Gerak
Dasar Senam Aerobik
: .
: .
.
.
: .

A. Penialaian Proses
No.
1

ASPEK
Perencanaan
a. Rumusan Judul
b. Inventarisir dan pemilihan gerak (langkah kaki dan
gerak lengan)
Pelaksanaan
a. Prosedur perangkaian gerak berdasarkan, hitungan,
kerumitan, arah, dan intensitas
b. Penambahan aksen gerak dan transisi
c. Finalisasi rangkaian gerak
Pelaporan
a. Proses penyusunan laporan
b. Presentasi/penguasaan
TOTAL SKOR

SKOR (1 - 4)

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 99

Formatted: English (U.S.)

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

B. Penilaian Produk
No.
1

ASPEK

SKOR (1 - 54)

Dokumen Penyusunan
a. PersiapanTampilan dokumen
b. Rumusan JudulIsi dokumen
Peragaan Rangkaian Gerak
c. Sistematika penulisanPenguasaan gerak dasar
senam aerobik (langkah, ayunan dan gerak lengan,
musikalitas)
a.
b. Inventarisir dan pemilihan gerak (langkah Kaki dan
gerak lengan)Kelancaran dan keluwesan gerak
d. Kekompakan sebagai satu kelompok
e. Pelaksanaan perangkaian gerak (langkah kaki dan
gerak lengan) berdasarkan intensitas, arah, dan
hitungan
f. Aksen gerak dan transisi
g.c. Finalisasi rangkaian gerak
LAPORAN PROYEK :
c. Tampilan rangkaian gerak
d. Presentasi/penguasaan
TOTAL SKOR

Formatted Table
Formatted: Indent: Before: 0 cm,
Hanging: 0,62 cm, Space Before: 2 pt,
Numbered + Level: 1 + Numbering
Style: a, b, c, + Start at: 1 +
Alignment: Left + Aligned at: 0,63 cm
+ Tab after: 1,27 cm + Indent at:
1,27 cm, Tab stops: 0,62 cm, List tab
+ Not at 1,27 cm
Formatted: Indonesian
Formatted: Indonesian

Formatted: Indonesian
Formatted: Indent: Hanging: 1,02
cm, Space After: 10 pt, Line spacing:
Multiple 1,15 li, Numbered + Level: 1 +
Numbering Style: A, B, C, + Start at:
1 + Alignment: Left + Aligned at: 0,63
cm + Indent at: 1,27 cm, Tab stops:
0,75 cm, Left + Not at 0,7 cm + 1,59
cm + 4,13 cm

C. Penilaian Sikap

Formatted: Indonesian

No.
1

ASPEK

SKOR (1 - 4)

Tanggung Jawab
a. Berupaya menyelesaikan seluruh tugas yang
diberikan
b. Menggunakan waktu secaara efisien untuk
mengerjakan seluruh tugas
Disiplin
a. Mengikuti seluruh proses pembelajaran
b. Mentaati prosedur kerja dengan benar
Kerja sama
a. Setiap anggota kelompok melibatkan diri dan
mengambil peran secara aktif dalam kelompok
b. Setiap anggota kelompok berbagi tugas dengan
anggota lain (tidak ada yang mendominasi)
TOTAL SKOR

Formatted: Indent: Before: 0 cm,


Hanging: 0,62 cm, Space Before: 2 pt,
Numbered + Level: 1 + Numbering
Style: a, b, c, + Start at: 1 +
Alignment: Left + Aligned at: 0,63 cm
+ Tab after: 1,27 cm + Indent at:
1,27 cm
Formatted Table
Formatted: Indent: Before: 0 cm,
Hanging: 0,62 cm, Space Before: 2 pt,
Numbered + Level: 1 + Numbering
Style: a, b, c, + Start at: 1 +
Alignment: Left + Aligned at: 0,63 cm
+ Indent at: 1,27 cm
Formatted: Indent: Before: 0 cm,
Hanging: 0,6 cm, Space Before: 2 pt,
Numbered + Level: 1 + Numbering
Style: a, b, c, + Start at: 1 +
Alignment: Left + Aligned at: 0,63 cm
+ Tab after: 1,27 cm + Indent at:
1,27 cm, Tab stops: 0,62 cm, List tab
+ Not at 1,27 cm
Formatted: Indent: Before: -0,02 cm

Catatan:
Pemberian skor didasarkan pada seberapa baik setiap sub aspek diperlihatkan oleh peserta
didik selama persiapan, pelaksanaan, dan hasil proyek dilaporakan.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 100

Formatted: Indent: Before: 0,75 cm,


Space After: 6 pt, Add space between
paragraphs of the same style, Line
spacing: Multiple 1,1 li, Tab stops: Not
at 0,7 cm

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Penilaian Proyek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan sampai dengan akhir
proyek. Untuk itu perlu memperhatikan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai. Pelaksanaan
penilaian dapat juga menggunakan rating scale dan checklist.

Contoh penilaian produk


(Demonstrasi variasi dan kombinasi rangkaian aktivitas gerak ritmik dengan menggunakan gerak
dasar senam aerobik)
Aspek Penilaian
4.

kekompakan

5.

Teknik gerak

6.

kreativitas

Formatted: Space After: 6 pt, Line


spacing: Multiple 1,1 li, No bullets or
numbering

Teknik Penilaian aspek Keterampilan


Mempraktikkan variasi dan kombinasi rangkaian gerak ritmik (senam aerobik) dengan koordinasi
yang baik

Formatted: Indent: Before: 0 cm,


Space After: 6 pt, Line spacing:
Multiple 1,1 li

Kriteria penilaian kekompakan.

Formatted: Indent: First line: 0 cm,


Space After: 6 pt, Line spacing:
Multiple 1,1 li

5.

Nilai 4 Jika selama melakukan rangkaian gerak selalu kompak

6.

Nilai 3 jika Jika selama melakukan rangkaian gerak sering kompak

7.

Nilai 2 Jika Jika selama melakukan rangkaian gerak kadang kompak

8.

Nilai 1 jika Jika selama melakukan rangkaian gerak selalu tidak kompak

Kriteria penilaian teknik gerak.


5.

Nilai 4 Jika selama melakukan rangakaian gerak sesuai dengan teknik gerak

6.

Nilai 3 Jika selama melakukan rangakaian gerak sebagaian kecil kurang sesuai teknik gerak

7.

Nilai 3 Jika selama melakukan rangakaian gerak kadang-kadang sesuai teknik gerak

8.

Nilai 3 Jika selama melakukan rangakaian gerak tidak sesuai teknik gerak

Kriteria penilaian kreativitas.

Formatted: Space After: 6 pt, Line


spacing: Multiple 1,1 li, No bullets or
numbering

Formatted: Indent: Before: 0 cm,


Space After: 6 pt, Line spacing:
Multiple 1,1 li
Formatted: Space After: 6 pt, Line
spacing: Multiple 1,1 li, No bullets or
numbering

Formatted: Indent: First line: 0 cm,


Space After: 6 pt, Line spacing:
Multiple 1,1 li

4.

Nilai 4 jika melakukan:

e.

perubahan formasi barisan,

f.

perubahan arah gerak dasar,

g.

melakukan variasi intensitas gerak,

h.

melakukan variasi gerak lengan.

5.

Nilai 3 jika hanya melakukan 3 unsur.

6.

Nilai 2 jika hanya melakukan 2 unsur

7.

Nilai 1 jika hanya melakukan 1 unsur.

Formatted: Space After: 6 pt, Line


spacing: Multiple 1,1 li, No bullets or
numbering

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 101

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Formatted: Indent: Before: 0 cm,


Space After: 6 pt, Line spacing:
Multiple 1,1 li, Tab stops: 2 cm, Left

2. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah

Formatted: English (U.S.)

a. Kegiatan Pembelajaran Berbasis Masalah


Sesuai dengan Permendikbud No. 65 tahun 2013 tentang standar proses, kegiatan
Pembelajaran berbasis masalah terdiri atas tiga tahap, yaitu pendahuluan, inti, dan penutup.
1) Tahap 1 pembelajaran berbasis masalah, yaitu mengorientasikan peserta didik terhadap
masalah merupakan salah satu aktivitas yang dilakukan dalam tahap pendahuluansehingga
peserta didik mampu mengenali berbagai permasalahan yang dihadapi sekaligus mampu
mengidentifikasi penyebab permasalahan tersebut.
2) Tahap 2, tahap 3, dan tahap 4, yaitu berturut-turut mengorganisasikan peserta didik untuk
belajar, membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, dan mengembangkan dan
menyajikan hasil karya dikategorikan sebagai tahap inti pembelajaran.
3) Tahap 5, tahap terakkhir, yaitu menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
merupakan tahap penutup pembelajaran, meski dapat pula dipandang sebagai salah satu
aktivitas pada tahap inti pembelajaran.
Dalam kegiatan pembelajaran, beberapa peserta didik mungkin memerlukan
penguatan/pengayaan dan beberapa lainnya memerlukan remidi. Kegiatan pengayaan
dilakukan untuk memperkuat dan memperkaya pemahaman peserta didik yang telah
mencapai ketuntasan belajar, sedangkan kegiatan remidi diberikan kepada peserta didik yang
belum mencapai ketuntasan belajar. Pengayaan dapat berbentuk proyek yang dilakukan di
luar jam pelajaran. Remidi dapat berupa penyelesaian soal-soal sesuai indikator-indikator
tertentu yang belum dikuasai peserta didik.
Berikut adalah contoh kegiatan pembelajaran berbasis masalah yang terdiri atas tahapan
pendahuluan, inti, dan penutup.
1) Kegiatan pendahuluan
Pada tahap ini, dilakukan tahap 1 Pembelajaran Berbasis Masalah, yaitu mengorientasi
peserta didik pada masalah. Contoh dalam pembelajaran PJOK masalah tersebut dapat
terkait dengan ketidakmampuan peserta didik melakukan teknik overhead backhand pada
permainan bola kecil bulutangkis. Guru memfasilitasi peserta didik untuk mencermati
(mengamati) masalah dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan (menanya) terkait masalah
tersebut. guru Guru meminta peserta didik mengajukan dugaan mengenai solusi atau
strategi terbaik untuk menyelesaikan masalah. Misalnya, peserta didik menduga mengenai
ketidakmampuan melakukan teknik overhead back hand karena langkah kaki yang salah,
cara pegang raket yang kurang tepat, peserta didik menduga-duga berbagai cara
melakukan teknik overhead backhand yang tepat. Untuk menguatkan dugaan tersebut,
peserta didik dapat menggali berbagai sumber belajar yang sesuai. Selanjutnya guru
menginformasikan tujuan pembelajaran.
2) Kegiatan inti
a) Guru mengorganisasikan peserta didik untuk belajar (Tahap 2) secara individual
maupun dalam bentuk diskusi kelompok

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 102

Formatted: Font: 11 pt, Not Bold,


Complex Script Font: 11 pt

Formatted: Font: 11 pt, Italic,


Complex Script Font: 11 pt
Formatted: Font: 11 pt, Italic,
Complex Script Font: 11 pt

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

b) Dengan bimbingan guru, peserta didik melakukan penyelidikan dengan cara melakukan
eksperimen/praktik maupun mengeksplorasi sumber-sumber belajar yang mendukung.
(Tahap 3 membimbing penyelidikan individu maupun kelompok)
c) Peserta didik dalam kelompok mengembangkan laporan hasil penelitian atau hasil
diskusi kelompok. (Tahap 4 mengembangkan dan menyajikan hasil karya). Setiap
kelompok mempresentasikan hasil eksperimen (mengomunikasi). Kelompok lain
menanggapi hasil presentasi dan guru memberikan umpan balik.
d) Guru membimbing diskusi kelas untuk mengklarifikasi dan memperkuat pemahaman
peserta didik terkait hasil diskusi kelompok.
e) Guru bersama peserta didik menganalisis dan mengevaluasi terhadap proses
pemecahan masalah yang dipresentasikan setiap kelompok maupun terhadap seluruh
aktivitas pembelajaran yang dilakukan. (Tahap 5 Menganalisis dan mengevaluasi
proses pemecahan masalah)
f) Guru memberikan penguatan terkait penguasaan pengetahuan atau konsep tertentu,
misalnya dalam perkenaan shuttlec kock pada teknik overhead back hand terjadi ketika
shuttlecock shuttle kock berada pada titik tertinggi dari jangkauan atau berada
belakang atas badan dan koreksi-koreksi yang perlu diberikan terkait teknik overhead
backhand.

Formatted: Font: Italic


Formatted: Font: Italic
Formatted: Font: Italic
Formatted: Font: Italic

3) Kegiatan penutup
Dengan bimbingan guru, peserta didik menyimpulkan hasil diskusi. Guru dapat melakukan
kegiatan pengayaan bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan. Sebaliknya, guru
dapat memberikan remidi bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan.

b. Contoh Penerapan Pembelajaran Berbasis Projek Masalah pada Mata Pelajaran Pendidikan
Jasmani Olahraga dan Kesehatan
1) Pendahuluan
Sebagai contoh pada tahap ini (Tahap 1 yaitu mengorientasi peserta didik pada masalah).
misalnya Teknik overhead pada permainan bulutangkis backhand . teknik Teknik ini
merupakan teknik yang tidak mudah untuk dilakukan oleh peserta didik. banyak
permasalahan yang dapat digambarkan y6ang berhubungan dengan teknik ini dari posisi
pegangan raket yang tidak tepat, gerak langkah, posisi badan, saat memukul sampai
pergerakan badan yang tidak tepat. Pada kasusu ini peserta didik diharapkan mampu
melakukan teknik overhead backhand dengan benar.
Peserta didik mencermati (mengamati) dan mengeksplorasi masalah tersebut, misalnya
dengan menduga kesalahan pada peganagan raket, saat perkenaan shuttle cock dan
lain-lain.
Dengan bimbingan guru, peserta didik mengeksplorasi strategi yang tepat untuk
menyelesaikan masalah tersebut melalui dengan menggali sumber-sumber belajar yang
sesuai dan mempraktikkannya.
Guru menekankan bahwa masalah tersebut dapat diselesaikan dengan cara-cara yang
tepat sesuai dengan sumber informasi dan percobaan yang dilakukan.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 103

Formatted: Font: Italic, Font color:


Auto
Formatted: Font: Italic, Font color:
Auto

Formatted: Font: Italic, Font color:


Auto
Formatted: Font: Italic, Font color:
Auto

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Guru menginformasikan kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk dapat
melakukan overhead backhand.

Formatted: Font: Italic, Font color:


Auto

2) Kegiatan Inti
Guru mengorganisasi peserta didik untuk belajar dalam bentuk diskusi kelompok kecil
(Tahap 2: mengorganisasikan peserta didik untuk belajar).
Dengan bimbingan guru, peserta didik secara berkelompok melakukan penyelidikan
untuk menemukan teknik overhead backhand.
Masing-masing kelompok atau salah satu kelompok terpilih mengkomunikasikan hasil
penyelidikan dan hasil diskusi (Tahap 4: mengembangkan dan menyajikan hasil karya).
Kelompok lain memberikan saran dan tanggapan.
Guru membimbing diskusi kelas untuk mengklarifikasi pemahaman peserta didik
mengenai teknik overhead backhand.
Peserta didik mengeksplor kembali mengenai teknik overhead backhand.
3) Kegiatan Penutup
Dengan bimbingan guru, peserta didik membuat simpulan dan merangkum kegiatan
pembelajatran
Guru membimbing peserta didik untuk mengevaluasi proses pemecahan masalah yang
telah dilakukan.
Guru juga membimbimbing peserta didik untuk merefleksi seluruh akttivitas
pembelajaran yang dilakukan. Refleksi dapat dikaitkan difokuskan pada perilaku ilmiah
yang dapat terbentuk pada diri peserta didik melalui akktivitas pembelajaran Perilaku
ilmiah tersebut seperti memiliki keingintahuan, objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hatihati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; dan inovatif.

c. Penilaian Pembelajaran Berbasis Masalah


Penilaian dilakukan dengan memadukan tiga aspek pengetahuan (knowledge), kecakapan
(skill), dan sikap (attitude).
Penilaian terhadap penguasaan pengetahuan yang mencakup seluruh kegiatan pembelajaran
yang dilakukan dengan ujian akhir semester (UAS), ujian tengah semester (UTS), kuis, PR,
dokumen, dan laporan.
Penilaian terhadap kecakapan dapat diukur dari penguasaan alat bantu pembelajaran, baik
software, hardware, maupun kemampuan perancangan dan pengujian. Sedangkan penilaian
terhadap sikap dititikberatkan pada penguasaan soft skill, yaitu keaktifan dan partisipasi
dalam diskusi, kemampuan bekerjasama dalam tim, dan kehadiran dalam pembelajaran.
Bobot penilaian untuk ketiga aspek tersebut ditentukan oleh guru mata pelajaran yang
bersangkutan.
Penilaian pembelajaran dengan PBL dilakukan dengan authentic assesment. Penilaian dapat
dilakukan dengan portfolio yang merupakan kumpulan yang sistematis pekerjaan-pekerjaan
peserta didik yang dianalisis untuk melihat kemajuan belajar dalam kurun waktu tertentu
dalam kerangka pencapaian tujuan pembelajaran.
Penilaian dalam pendekatan PBL dilakukan dengan cara:

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 104

Formatted: Font color: Auto

Formatted: Font: Italic, Font color:


Auto
Formatted: Font: Italic, Font color:
Auto

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

a. Self-assessment. Penilaian yang dilakukan oleh pebelajar itu sendiri terhadap usahausahanya dan hasil pekerjaannya dengan merujuk pada tujuan yang ingin dicapai
(standard) oleh pebelajar itu sendiri dalam belajar.
b. Peer-assessment. Penilaian di mana pebelajar berdiskusipeserta didik ditugaskan untuk
memberikan penilaian terhadap upaya dan hasil penyelesaian tugas-tugas yang telah
dilakukannya sendiri oleh perorangan maupun oleh teman dalam kelompoknya.
c. Penilaian Kinerja Peserta Didik. Pada penilaian kinerja ini, peserta didik diminta untuk
melakukann kerja atau mendemonstrasikan kemampuan melakukan tugas-tugas tertentu,
seperti menulis laporan, mendemonstrasikan keterampilan. Penilaian kinerja yang
berhubungan dengan mengembangkan laporan hasil penelitian penyelesaian masalah atau
hasil diskusi kelompok dan mempresentasikan hasil laporan.
Contoh format penilaian kinerja
pembelajaran berbasis masalah.

peserta didik yang berhubungan dengan sikap dalam

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 105

Formatted: Font: Italic

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

FORM PENILAIAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH


Mata Pelajaran
Permasalahan
Guru Pembimbing
Nama Anggota
Kelas

PJOK
.
.
.
.
: .

A. Penilaian Kinerja
No.
ASPEK
1
Kemampuan mengidentifikasi masalah dan
penyebabnya
2
3
4
5
6
7

Formatted: Indent: Before: 1 cm,


Hanging: 3,23 cm, Space After: 0 pt,
Line spacing: single, Tab stops: 3,81
cm, Left + 3,98 cm, Left + 4,23 cm,
Left

:
:
:
:

Formatted: Font: Bold

SKOR (1 - 4)

Formatted Table
Formatted: Font: Not Bold
Formatted: Indent: Before: 0,09 cm,
No bullets or numbering, Tab stops: Not
at 0,62 cm

Pemilihan strategi penyelesaian masalah


Pemilihan sumber informasi (referensi) sebagai
dasar penyelesaian masalah
Cara penarikan simpulan untuk menyelesaikan
masalah
Kualitas simpulan yang diajukan
Kegunaan simpulan dalam menyelesaikan masalah
(terkait KD)/ efektivitas
Kualitas presentasi
TOTAL SKOR

B. Penilaian Sikap
No.
ASPEK
1
Tanggung Jawab
a. Berupaya menyelesaikan seluruh tugas yang
diberikan
b. Menggunakan waktu secara efisien untuk
mengerjakan seluruh tugas
2
Disiplin
a. Mengikuti seluruh proses pembelajaran
b. Mentaati prosedur kerja dengan benar
3
Kerja sama
a. Setiap anggota melibatkan diri dan mengambil
peran secara aktif dalam kelompok
b. Setiap anggota kelompok berbagi tugas dengan
anggota lain (tidak ada yang mendominasi)
TOTAL SKOR

Formatted: Indent: Before: 0,98 cm,


Hanging: 0,52 cm, Space After: 0 pt,
Line spacing: single, Numbered +
Level: 1 + Numbering Style: A, B, C,
+ Start at: 1 + Alignment: Left +
Aligned at: 0,23 cm + Indent at: 0,87
cm, Tab stops: 1,5 cm, Left

Formatted: Font: Not Bold


Formatted: Indent: Before: 0,09 cm,
No bullets or numbering, Tab stops: Not
at 0,62 cm
Formatted: Font: Not Bold
Formatted: Indent: Before: 0,09 cm,
No bullets or numbering
Formatted: English (U.S.)
Formatted: Font: Not Bold
Formatted: Indent: Before: 0,09 cm,
No bullets or numbering

SKOR (1 - 4)

Catatan:
Pemberian skor didasarkan pada seberapa baik setiap sub aspek diperlihatkan oleh
peserta didik selama persiapan, pelaksanaan, dan hasil proyek dilaporakan.

Formatted: Font: Not Bold


Formatted: Font: Not Bold
Formatted: Font: Not Bold
Formatted Table
Formatted: Indent: Before: 0,98 cm,
Hanging: 0,52 cm, Numbered + Level:
1 + Numbering Style: A, B, C, +
Start at: 1 + Alignment: Left + Aligned
at: 0,23 cm + Indent at: 0,87 cm, Tab
stops: 1,5 cm, Left + Not at 0,75 cm
Formatted: Indent: Before: 0 cm,
Hanging: 0,62 cm, Numbered + Level:
1 + Numbering Style: a, b, c, + Start
at: 1 + Alignment: Left + Aligned at:
0,63 cm + Tab after: 1,27 cm +
Indent at: 1,27 cm, Tab stops: 0,62
cm, Left
Formatted: Indent: Before: 0 cm,
Hanging: 0,62 cm, Numbered + Level:
1 + Numbering Style: a, b, c, + Start
at: 1 + Alignment: Left + Aligned at:
0,63 cm + Indent at: 1,27 cm, Tab
stops: 0,62 cm, Left
Formatted: Indent: Before: 0 cm,
Hanging: 0,62 cm, Numbered + Level:
1 + Numbering Style: a, b, c, + Start
at: 1 + Alignment: Left + Aligned at:
0,63 cm + Indent at: 1,27 cm, Tab
stops: 0,62 cm, Left + 0,75 cm, List
tab

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 106

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

3. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Penemuan


a. Penerapan Pembelajaran Penemuan pada Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan
Kesehatan
1) Stimulation (Stimulasi/Pemberian Rangsangan)
Sebelum melakukan inti pembelajaran sisiwa melakukan permaian sepakbola atau futsal,
guru mengajukan pertanyaan yang memancing siswa untuk aktif berfikir atau
mendorong siswa untuk mengeksplor permasalahan cara menghentikan bola pada
permaianan sepakbola sebagai langkah awal yang mengarah pada persiapan pemecahan
masalah.
2) Problem Statement (Pernyataan/ Identifikasi Masalah)
Mengagendakan masalah-masalah, sebagai contoh pada simulasi permainan sepakbola
dapat dihimpun permasalahan-permasalahan sebagai berikut: menhentikan bola
menggunakan dada, menyundul bola, menendang bola dengan arah melambung,
mengoper bola, menggiring bola dll. yang kemudian siswa memilih salah satunya sebagai
masalah dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis. misalkan permasalahan yang dipilih
adalah menendang bola dengan arah melambung. Beri Kesempatan siswa untuk
menganalisa mengajukan hipotesa tentang teknik menendang bola agar bola mengarah ke
atas.
3) Data Collection (Pengumpulan Data)
Ketika eksplorasi berlangsung guru juga memberi kesempatan kepada para siswa untuk
mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya yang relevan dengan cara menendang bola
arah ke atas untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis . Tahap ini berfungsi untuk
menjawab pertanyaan atau membuktikan benar tidaknya hipotesis.
4) Data Processing (Pengolahan Data)
Pengolahan data merupakan kegiatan mengolah data dan informasi yang telah diperoleh
para siswa baik melalui wawancara, observasi, dan sebagainya, untuk dapat membuktikan
data tersebut cocok atau tidak dalam teknik menendang bola arah ke atas maka siswa
perlu mempraktikkan apakah data atau informasi yang didapat sesuai atau tidak sesuai
saat diterapkan dalam praktik.
5) Verification (Pembuktian)
Pada tahap ini siswa melakukan pemeriksaan secara cermat melalui praktik untuk
membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan tadi dengan temuan
alternatif, dihubungkan dengan data dan informasi yang dikumpulkan.
6) Generalization (Menarik Kesimpulan/Generalisasi)
Tahap generalisasi/ menarik kesimpulan adalah proses menarik sebuah kesimpulan yang
dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama,
bahwa untuk mengarahkan bola ke atas maka titik perkenaan kaki harus berada di bawah
titik tengah bola. dan alternatif-alternatif lain yang dapat disimpulkan yang memungkinkan
bola ditendang dan mengarah ke atas.
b. Penilaian Pembelajaran penemuan
Contoh penilaian produk
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 107

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Format penilaian Praktik menendang bola dengan arah ke atas

Kriteria Penilaian
Nilai Kriteria
4

Jika tidak nampak kesalahan pada teknik yang didemonstrasikan,


konsisten dalam penampilan dan efektif

Jika nampak kesalahan kecil pada teknik yang didemonstrasikan,


tetapi secara umum bagus

Jika nampak banyak kesalahan pada teknik yang didemonstrasikan

Jika teknik yang didemonstrasikan tidak berkembang

Contoh penilaian proses


Contoh format penilaian kinerja peserta didik yang berhubungan dengan sikap dalam
pembelajaran berbasis penemuan.

Formatted: Font: 11 pt, Not Bold

Cukup

Formatted: Font: 11 pt
Formatted: Tab stops: Not at 2,54
cm

Baik

Formatted: Indent: Before: 0 cm

FORM PENILAIAN DISCOVERY LEARNING


Mata Pelajaran
Permasalahan
Guru Pembimbing
Nama Anggota

Kelas

3
4

Formatted: Indent: Before: 1,75 cm,


Hanging: 0,5 cm, Tab stops: 2,25 cm,
Left

:
:
:
:

PJOK
.
.
.
.
.
: .

A. Penilaian Kinerja
No.
ASPEK
1 Kemampuan mengidentifikasi masalah dan
penyebabnya untuk diungkap
2

Formatted: Font: 11 pt, Not Bold

Formatted: Indent: Before: 0 cm,


Hanging: 2,25 cm, Tab stops: 2,25
cm, Left

Kurang

Formatted: Indent: Before: 1,75 cm,


Hanging: 0,5 cm, Numbered + Level: 1
+ Numbering Style: A, B, C, + Start
at: 1 + Alignment: Left + Aligned at:
0,23 cm + Indent at: 0,87 cm, Tab
stops: 2,25 cm, Left + 5 cm, Left +
5,25 cm, Left + Not at 0,75 cm

Formatted: Indent: Before: 0,09 cm,


Tab stops: Not at 2,54 cm

Kriteria

Nilai

Formatted: Indent: Before: 1,75 cm,


Hanging: 0,5 cm, Tab stops: 2,25 cm,
Left + 5 cm, Left + 5,25 cm, Left +
Not at 3,98 cm + 4,23 cm

Formatted: Font: 11 pt
Formatted: Font: 11 pt
Formatted: Tab stops: 2,25 cm, Left
Formatted: Indent: Before: 0 cm
Formatted: Indent: Before: 1,75 cm,
Hanging: 0,5 cm, Tab stops: 2,25 cm,
Left

SKOR (1 - 4)

Pemilihan sumber informasi (referensi) sebagai dasar


penemuan
Pemilihan strategi penyelesaian masalah
Pemilihan metode pencarian data
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 108

Formatted: Font: 11 pt
Formatted: Tab stops: 2,25 cm, Left
Formatted: Font: 11 pt, English (U.S.)
Formatted: Indent: Before: 0 cm
Formatted: Font: 11 pt, English (U.S.)
Formatted: Indent: Before: 1,75 cm,
Hanging: 0,5 cm, Tab stops: 2,25 cm,
Left

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

5
6
7
8
9

Cara pengolahan data


Cara penarikan simpulan berdasarkan data
Kualitas simpulan yang diajukan
Kegunaan simpulan dalam menyelesaikan masalah
(terkait KD)/ efektivitas
Presentasi hasil penemuan
TOTAL SKOR

B. Penilaian Sikap
No.
ASPEK
1
Tanggung Jawab
a. Berupaya menyelesaikan seluruh tugas yang
diberikan
b. Menggunakan waktu secara efisien untuk
mengerjakan seluruh tugas
2
Disiplin
a. Mengikuti seluruh proses pembelajaran
b. Mentaati prosedur kerja dengan benar
3
Kerja sama
a. Setiap anggota melibatkan diri dan mengambil
peran secara aktif dalam kelompok
b. Setiap anggota kelompok berbagi tugas dengan
anggota lain (tidak ada yang mendominasi)
TOTAL SKOR

Formatted: Font: 11 pt
Formatted: Tab stops: 2,25 cm, Left
Formatted: Font: 11 pt
Formatted: Indent: Before: 0 cm
Formatted: Indent: Before: 1,75 cm,
Hanging: 0,5 cm, Tab stops: 2,25 cm,
Left
Formatted: Font: 11 pt

SKOR (1 - 4)

Formatted: Tab stops: 2,25 cm, Left


Formatted: Indent: Before: 0 cm
Formatted: Indent: Before: 1,75 cm,
Hanging: 0,5 cm, Tab stops: 2,25 cm,
Left
Formatted: Tab stops: 2,25 cm, Left
Formatted: Font: 11 pt
Formatted: Indent: Before: 0 cm
Formatted: Indent: Before: 1,75 cm,
Hanging: 0,5 cm, Tab stops: 2,25 cm,
Left
Formatted: Font: 11 pt
Formatted: Font: 11 pt, Not Bold
Formatted: Font: 11 pt

Catatan:
Pemberian skor didasarkan pada seberapa baik setiap sub aspek diperlihatkan oleh
peserta didik selama persiapan, pelaksanaan, dan hasil pengungkapan dilaporakan.

Formatted: Indent: Before: 1,75 cm,


Hanging: 0,5 cm, Tab stops: 2,25 cm,
Left
Formatted: Indent: Before: 1,75 cm,
Hanging: 0,5 cm, Tab stops: 2,25 cm,
Left + Not at 3,98 cm + 4,23 cm
Formatted: Indent: Before: 0,05 cm
Formatted: Tab stops: Not at 2,54
cm

MATERI PELATIHAN 3.2

Formatted: Indent: Before: 0,06 cm,


Hanging: 2,19 cm, Tab stops: 2,25
cm, Left

PERANCANGAN PENILAIAN PEMBELAJARAN

Formatted: Tab stops: Not at 2,54


cm

A. Langkah Kegiatan Inti

Formatted: Indent: Before: 0,06 cm,


Hanging: 2,19 cm, Tab stops: 2,25
cm, Left

Diskusi
Kelompok

Penyusunan
Contoh
Instrumen

Presentasi Hasil
Kerja

Penyimpulan
Hasil Diskusi

Formatted: Tab stops: Not at 2,54


cm
Formatted: Indent: Before: 0,06 cm,
Hanging: 2,19 cm, Tab stops: 2,25
cm, Left
Formatted: English (U.S.)

1. Diskusi Kelompok
Peserta melakukan diskusi kelompok tentang perancangan penilaian sikap, pengetahuan,
keterampilan.
2. Penyusunan Contoh Instrumen
Peserta menyusun contoh instrumen penilaian pembelajaran melalui kerja kelompok.
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 109

Formatted: Indent: Before: 1,75 cm,


Hanging: 0,5 cm, Tab stops: 2,25 cm,
Left
Formatted: Justified, Indent: Before:
2,25 cm, Tab stops: Not at 0,7 cm +
1,59 cm + 4,13 cm

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

3. Presentasi Hasil Kerja


Peserta mempresentasikan hasil kerja kelompok dan dikomentari oleh kelompok lain.
4. Penyimpulan Hasil Diskusi
Peserta menyimpulkan hasil diskusi kelompok.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 110

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

B. Lembar Kerja
LK-3.2
PERANCANGAN PENILAIAN PEMBELAJARAN PJOK
Tujuan Kegiatan:
Pada kegiatan ini diharapkan peserta mampu merancang instrumen penilaian sikap, pengetahuan
dan keterampilan dalam pembelajajaran PJOK.
Langkah Kegiatan:
1. Kerjakan dalam kelompok, cermati contoh-contoh pengembangan instrumen penilaian sikap,
pengetahuan dan keterampilan serta lembar kerja perancangan instrumen penilaian!
2. Pilihlah satu subtopik/submateri/subtema untuk dari satu KD, sebaiknya topic/materi yang dipilih
sesuai dengan model-model pembelajaran yang telah dikembangkan oleh kelompok Anda!
3. Isilah Lembar Kerja perancangan penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan dengan contoh
instrumen untuk masing-masing bentuk penilaian!
4. Presentasikan hasil kerja kelompok Anda!
5. Perbaiki rancangan instrumen penilaian jika ada saran atau usulan perbaikan!

FORMAT PERANCANGAN PENILAIAN PEMBELAJARAN PJOK

Kompetensi Dasar

1. ......................................................................
2. ......................................................................
3. .........................................................................................

Topik/Materi

........................................................

Sub Topik/Sub Materi

.............................................................................................

1. Instrumen Penilaian Sikap


Indikator : .....
.....
a. Observasi

b. Penilaian Diri

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 111

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

c. Antar Peserta Didik

d. Jurnal

2. Instrumen Penilaian Pengetahuan


Indikator : .....
.....
a. Tes Tertulis

Pilihan Ganda

Uraian

b. Tes Lisan

c. Penugasan

3. Instrumen Penilaian Keterampilan


Indikator : .....
.....
a. Uji Praktik

b. Proyek
- Proses

- Produk

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 112

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

c. Portofolio

R- 3.2
RUBRIK PENILAIAN PERANCANGAN PENILAIAN DALAM PEMBELAJARAN PJOK
Rubrik penilaian ini digunakan fasilitator untuk menilai hasil rancangan instrumen penilaian peserta
pelatihan.
Langkah-langkah penilaian:
1. Cermati kriteria penilaian produk peserta!
2. Berikan nilai pada setiap produk intrumen sesuai dengan penilaian Anda terhadap produk
tersebut menggunakan kriteria penilaian sebagai berikut!
Penilaian LK-3.2
PERINGKAT

NILAI

KRITERIA

Amat Baik (AB)

90 < AB
100

Baik (B)

80 < B 90

1. Terdapat identitas instrumen : KD, topik, sub topik dengan


lengkap
2. Terdapat indikator yang dirumuskan dengan benar
3. Terdapat bentuk-bentuk instrumen penilaian setiap ranah
(sikap, pengetahuan, dan keterampilan)
4. Seluruh instrumen penilaian dibuat sesuai kriteria
pengembangannya
Ada 3 aspek sesuai dengan kriteria, 1 aspek kurang sesuai

Cukup (C)

70 < C 80

Ada 2 aspek sesuai dengan kriteria, 2 aspek kurang sesuai

Kurang (K)

70

Ada 1 aspek sesuai dengan kriteria, 3 aspek kurang sesuai

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 113

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

C. Hand Out

HO-3.2
PERANCANGAN PENILAIAN DALAM PEMBELAJARAN
A. Konsep Penyusunan Instrumen Penilaian Pembelajaran PJOK
Merujuk dari National Association for Sport and Physical Education (NASPE) dalam Marilyn M.
Buck (2007: 19) menguraikan lima area pernyataan keluaran (outcome statements) yang dapat
dijadikan sebagai acuan dalam upaya mencetak anak yang terdidik secara pendidikan jasmani
sekaligus sebagai makna pembelajaran PJOK, yaitu keterampilan fisik, kebugaran jasmani,
berpartisipasi secara reguler dalam aktivitas fisik, pengetahuan, serta sikap dan perilaku terkait
dengan aktivitas yang dilakukan.
Konskuensi dari penjelasan ini adalah, dikarenakan keluaran yang diharapkan terdiri dari lima
area maka idealnya penilaian diarahkan untuk mengukur ketercapaian lima area tersebut. Dan,
oleh karenanya diperlukan jenis penilaian yang sesuai. Penilaian authentic merupakan jenis
penilaian yang dapat dijadikan sebagai pilihan. Terkait dengan penilaian authentic (authentic
assessmen) dan penilaian berbasis kinerja (performance based assessment) dalam pendidikan
jasmani, olahraga, dan kesehatan, Marilyn M. Buck, dkk., menjelaskan beberapa contoh unsur
yang dinilai, yaitu:
1. Kemampuan menggunakan keterampilan dalam situasi permainan yang sesungguhnya;
2. Kemampuan dalam menyusun program latihan, melakukan latihan, dan mengukur hasil
latihan program kebugaran jasmani;
3. Menerapkan prinsip-prinsip belajar gerak dalam upaya menguasai keterampilan yang baru
dipelajari.
Selain menjelaskan unsur-unsur yang dinilai, Marilyn M. Buck, dkk. juga menyebutkan
karakteristik khusus dalam penilaian berbasis kinerja pada pendidikan jasmani, olahraga, dan
kesehatan, meliputi:
1. Peserta didik menampilkan, mengkreasikan, atau melakukan sesuatu. Mereka dituntut untuk
menggunakan higher level thinking untuk diterapkan pada berbagai konteks kehidupan
nyata dan berarti. Keterampilan yang dikuasai dapat ditransfer ke dalam kehidupan sosial
secara nyata dan pekerjaan yang sesungguhnya.
2. Peserta didik benar-benar mengetahui kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi
performanya.
3. Peserta didik dapat mengambil pelajaran untuk dapat merefleksi atau mengevaluasi
kinerjanya sendiri, sehingga guru hanya berperan melayani sebagai pelatih maupun fasilitator.
4. Peserta didik memiliki espektasi atau pengharapan agar kemampuannya dapat dilihat orang
lain.
5. Asesmen memuat pengujian terhadap proses maupun hasil belajar.
Proses penilaian pembelajaran PJOK diawali dari, dan keberhasilannya ditentukan oleh
kemampuan guru dalam menganalisis kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 114

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kompetensi-kompetensi tersebut berusaha dilukiskan dalam bentuk indikator keberhasilan


pembelajaran yang mengungkap tanda-tanda, ciri, atau karakter peserta didik yang telah
mencapai kompetensi yang ditetapkan. Jika tujuan pembelajaran adalah untuk mencapai
kompetensi yang ditetapkan tersebut, maka ketercapaian tujuan pembelajaran dapat dilihat dari
seberapa banyak dan seberapa baik indikator keberhasilan pembelajaran dapat dipenuhi.
Seorang guru dapat menerapkan penilaian authentic untuk mengetahui perkembangan hasil
belajar peserta didik, dengan terlebih dahulu merancangnya dengan berbagai tahap berikut ini:
1. Memilih kompetensi dasar, pembanding sebagai patokan (benchmark) yang terstandar atau
dapat dikembangkan oleh guru sesuai dengan kondisi yang ada, seta tujuan pembelajaran.
2. Menginventarisir berbagai teknik penilaian untuk setiap domain pembelajaran.
3. Menjawab pertanyaan Apa tugas yang dapat saya berikan kepada peserta didik untuk
menunjukkan penguasaan konsep, keterampilan, dan sikap yang mereka miliki?
4. Melengkapi tugas yang diberikan dengan petunjuk yang memuat jenis tugas
(pribadi/berpasanagn/kelompok), waktu penyelesain tugas, fasilitas yang diperlukan,
alternatif tugas bagi peserta didik yang sangat berbakat, instrumen uji formatif untuk
memberikan feedback, dan cara merefleksikan diri dengan bantuan guru maupun pasangan.
5. Menyiapkan informasi model yang dapat dijadikan sebagai contoh bagi peserta didik atas
capain kompetensi yang diinginkan.
6. Memahami cara mengevaluasi dan melakukan konversi data ke dalam derajat kemampuan
peserta didik.
7. Memilih strategi pembelajaran yang mungkin akan digunakan untuk mengajarkan
pengetahuan dan keterampilan agar peserta didik dapat memenuhi tugas yang diberikan.
Strategi tersebut meliputi pra asesmen terhadap bekal awal (pengetahuan, keterampilan, dan
sikap) yang diperlukan, berbagai kemungkinan untuk memperoleh pengetahuan dan
keterampilan serta alternatif yang sesuai dengan gaya belajar dan kapabilitas peserta didik,
dan cara untuk membantu peserta didik mengembangkan sikap positif mengenai
pembelajaran dan tugas yang harus dilakukan.
8. Merencanakan cara kerja peserta didik dan atau pasangannya menilai kinerjanya.

Penyusunan instrument penilaian paling tidak harus memenuhi sayarat secara isi (substansi) yang
menggambarkan kompetensi yang akan dinilai, cara dan tahap penysunan (konstruksi)sesuai
dengan cara dan tahap yang benar, serta menggunakan bahasa sesuai dengan kaidah dan tahap
perkembangan peserta didik.
Instrumen penilaian sikap disusun untuk dapat digunakan secara mandiri oleh peserta didik,
teman sebaya, orangtua, maupun guru. Pada prinsipnya secara garis besar penilaian sikap
diarahkan untuk mengungkap tanggung jawab peserta didik terhadap diri sendiri dan terhadap
orang lain (personal and social responsibility). Pada konteks kurikulum 2013 diarahkan untuk
menilai kompetensi inti I (sikap spiritual) dan kompetensi inti II (sikap sosial).
Instrumen penilaian pengetahuan didasarkan pada pengetahuan deklaratif (declarative
knowledge) berupa pengetahuan yang bersifat fakta tentang peraturan, hukum, prinsip-prinsip
latihan dan lainnya. Pengetahuan ini dapat diukur melalui paper and pencils test, dan interviu.
Sedangkan pengetahuan lain adalah pengetahuan prosedural yang berkenaan dengan bagaimana
keterampilan dilakukan (how do thing), tahapan serta langkah-langkahnya Baufard dan Wall

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 115

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

dalam Allen W Burton (1998: 149). Pengetahuan ini menurut Thomas & Thomas dapat diukur
melalui tes lisan dan tulis, serta penampilan fisik secara aktual (actual physical performance).

B. Penyusunan Instrumen Penilaian Pembelajaran PJOK


Tahap penilaian pembelajaran PJOK secara operasional dimulai dari menyusun kisi-kisi
instrument, pembuatan instrument (lembar pengamatan sikap, butir soal, lembar pengamatan
keterampilan, format penilaian kebugaran), dan pengolahan skor.
1. Instrument Penilaian Keterampilan
Keterampilan gerak yang dikenal dalam pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan meliputi
gerak awal pada usia dini (early movement milestone), keterampilan gerak dasar (fundamental
movement skill), dan keterampilan gerak khusus (specialized movement skill). Namun,
berdasarkan Davis dan Burton terbagi ke dalam keterampilan memindahkan posisi tubuh
(locomotion), keterampilan menggerakkan obyek atau berbagai benda (locomotion on object),
keterampilan dalam menggunakan berbagai anggota tubuh di tempat (propulsion),
keterampilan menerima benda lain (reception), dan kemampuan merubah posisi anggota
tubuh dan tubuh terhadap benda lain (orientation). Selain itu juga dijelaskan perpaduan
berbagai keterampilan tersebut berupa permainan.
Penyusunan instrument penilaian keterampilan gerak semestinya didasarkan pada jenis
(category) gerak berdasarkan pengaruh lingkungan (terbuka (open loop skill), tertutup (close
loop skill)), berdasarkan akhirnya gerakan (tunggal/ terpenggal (descret), berkelanjutan
(serial), dan berulang (continum). Selain itu keterampilan juga dapat didasarkan pada otot
yang digunakan gerak, dengan otot halus (fine motor skill) dan gerak dengan menggunakan
otot besar/ kasar (gross motor skill).
Di dalam penilaian keterampilan gerak perlu pula diperhatikan unsur yang dinilai, yaitu proses
gerak (movement process) bukan penilaian proses yaitu bagaimana suatu gerakan dilakukan
atau sering disebut teknik gerak, dan hasil gerakan (movement product) atau keluaran gerak
(output movement). Hasil gerak ini dapat dikukur seberapa jauh dan tinggi peserta didik
melompat, seberapa cepat peserta didik dapat berlari dalam jarak 50 meter, berapa kali
peserta didik dapat melakukan passing bawah bolavoli dalam kurun waktu satu menit, dan
seterusnya. Semua jenis penilaian dapat dilakukan, namun demikian sangat tergantung
dengan kompetensi yang harus diperoleh oleh peserta didik. Selain itu, mengacu pada
penilaian authentic berbasis kinerja, berbagai penilaian terhadap keterampilan tersebut dapat
lebih bermakna ketika dilakukan dalam suasana permainan yang sesungguhnya.
Penilaian terhadap unsur kebugaran jasmani peserta didik didasarkan pada komponen yang
ada di dalamnya. Brian Mackanzie dalam The Nine Key Elements of Fitness (2005:iii)
mengemukakan bahwa para pakar latihan telah mengidentifikasi sembilan elemen kunci
dalam kebugaran, yaitu: kekuatan (strength), power, kelincahan (agility), keseimbangan
(balance), kelentukan (flexibility), daya tahan otot lokal (local muscle endurance), daya tahan
kardiovaskuler (cardiovascular endurance), daya tahan kekuatan (strength endurance),
koordinasi (co-ordination). Sedangkan kebugaran jasmani menurut Nieman (2011:25) memiliki
dua komponen yang masing-masing kemudian dibagi dalam beberapa sub komponen.
Komponen tersebut adalah: a. Kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan (health
related physical fitness) yang meliputi daya tahan jantung-paru, kekuatan otot, daya tahan
otot, kelentukan, dan komposisi tubuh. b. Kebugaran jasmani terkait dengan keterampilan
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 116

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

(skill related physical fitness) berupa koordinasi, keseimbangan, kecepatan, kecepatan reaksi,
daya ledak, dan kelincahan.
Instrumen untuk mengukur kebugaran jasamani sangat beragam sesuai dengan komponen
dan cara pengukurannya. Salah satu contoh instrument yang sudah sangat dikenal adalah tes
kebugaran jasmani Indonesia (TKJI). Namun demikian, berikut dicontohkan salah satu
instrument yang dapat dipakai untuk mengukur salah satu komponen kebugaran jasmani.
a. Penyusunan kisi-kisi instrumen penilaian keterampilan proses gerak
No

1.

Kompetensi
Dasar
Mempraktikkan
keterampilan
dasar
permainan bola
besar dengan
kontrol yang
baik (contoh
passing bawah
bolavoli)

Indikator
Esensial
a. Posisi
dan
sikap
awal

b. Pelaks
anaan
gerak
an

c. Posisi
dan
sikap
akhir

2.

Uraian Gerak

Pen-skoran

1. Kedua kaki dibuka selebar satu


setengah bahu
2. Badan agak condong ke depan,
berat badan antara kedua kaki
3. Kedua lengan dan tangan relaks
di samping badan
4. Pandangan mata ke arah
datangnya bola
1. Kedua atau salah satu kaki
dilangkahkan untuk
menyesuaikan dengan letak
bola
2. Badan agak condong ke depan,
berusaha meletakkan bola di
tengah badan
3. Kedua lengan disatukan di
depan pinggang dan diayun ke
depan atas hingga setinggi
dada
4. Pandangan mata ke arah
lepasnya bola
1. Kedua kaki dikembalikan
terbuka selebar satu setengah
bahu
2. Badan kembali agak condong
ke depan, dan berat badan
antara kedua kaki
3. Kedua lengan dan tangan
kembali relaks di samping
badan
4. Pandangan mata ke arah
lepasnya bola
..

Skor 4, jika seluruh uraian gerak


dilakukan dengan benar
Skor 3, jika tiga uraian gerak
dilakukan dengan benar
Skor 2, jika hanya dua uraian
gerak dilakukan dengan benar
Skor 1, jika hanya satu uraian
gerak dilakukan dengan benar
Skor 4, jika seluruh uraian gerak
dilakukan dengan benar
Skor 3, jika tiga uraian gerak
dilakukan dengan benar
Skor 2, jika hanya dua uraian
gerak dilakukan dengan benar
Skor 1, jika hanya satu uraian
gerak dilakukan dengan benar

Skor 4, jika seluruh uraian gerak


dilakukan dengan benar
Skor 3, jika tiga uraian gerak
dilakukan dengan benar
Skor 2, jika hanya dua uraian
gerak dilakukan dengan benar
Skor 1, jika hanya satu uraian
gerak dilakukan dengan benar

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 117

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

b. Pembuatan instrumen penilaian proses gerak


Dari kisi-kisi tersebut dapat disusun contoh instrument penilaian dalam bentuk lembar
pengamatan, sebagai berikut:
No

Indikator Esensial

1.

Posisi dan Sikap Awal

2.

Pelaksanaan Gerak

3.

Posisi dan Sikap Akhir

Ya
(1)

Uraian Gerak
a.
b.
c.
d.
a.
b.
c.
d.
a.
b.
c.
d.

Tidak
(0)

Kaki
Badan
Lengan dan tangan
Pandangan mata
Kaki
Badan
Lengan dan tangan
Pandangan mata
Kaki
Badan
Lengan dan tangan
Pandangan mata

Atau dapat disederahanakan menjadi:


No
1.
2.
3.

Nama Peserta
Didik
Budi Santosa
Roji
Suherman

Posisi/ Sikap
Awal
4 3 2 1

Pelaksanaan
Gerak
4
3
2
1

Posisi/ Sikap
Akhir
4 3 2 1

Jumlah
Skor

c. Pengolahan skor proses gerak


Berdasarkan hasil dari uji tulis yang telah dilakukan, skor dapat diolah sebagai berikut:
Perolehan skor peserta didik (P) dibagi dengan skor maksimum (Max) (sesuai contoh; 3
Indikator Esensial X 4 = 12) dikalikan dengan satuan penilaian (satuan, atau puluhan).
Rumus
: P/ Max X 100
Contoh
: 9/ 12 X 100
Skor Keterampilan Proses Gerak Peserta Didik: 75
d. Instrumen keterampilan produk gerak
1) Instrumen keterampilan produk gerak secara terpisah
a) Tahap pelaksanaan pengukuran
Penilaian produk gerak keterampilan dasar passing bawah dilakukan peserta didik
sendiri selama 30 detik dengan lambungan bola minimal setinggi 242 sentimeter
dengan cara:
Mula-mula peserta didik berdiri dengan memegang bola;

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 118

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Setelah petugas pengukuran memberi aba-aba mulai peserta didik mulai


memasing bola setinggi 242 sentimeter;
Petugas menghitung ulangan yang dapat dilakukan oleh peserta didik;
Jumlah ulangan passing yang dilakukan dengan benar memenuhi persyaratan
dihitung untuk diberikan skor.
b) Konversi jumlah ulangan dengan skor
Perolehan Passing
Putera

Puteri

Kriteria Skor

Status

>30 kali

25

10

Sangat Baik

22 29 kali

18 24

90

Baik

14 21 kali

13 17

80

Cukup

7 13 kali

6 12

70

Kurang

<7 kali

<6

60

Kurang Sekali

Contoh; Peserta didik putera melakukan passing bawah sebanyak 20 kali, sehingga
skor yang diperoleh adalah 80.
2) Keterampilan produk gerak secara terpadu pada permainan
Penilaian terhadap keterampilan produk gerak dapat pula dilakukan melalui penerapan
keterampilan tersebut pada permainan yang sesungguhnya, sehingga diperoleh
persentasi keberhasilan antara jumlah passing benar yang dilakukan dengan
kesempatan yang diperoleh untuk melakukan passing.
Contoh, jika seorang peserta didik bermain bolavoli kemudian mendapatkan
kesempatan melakukan passing sebanyak 10 kali, dan 8 kali dilakukan dengan benar,
maka skor yang diperoleh adalah 8/10 X 100% = 80%.
e. Mengolah skor keterampilan proses gerak dan skor keterampilan produk gerak menjadi
skor akhir
Dari perolehan tersebut dapat diolah skor akhir:
1. Skor Keterampilan Proses Gerak Peserta Didik: 75
2. Skor Keterampilan Produk Gerak: 80
Untuk memperoleh skor akhir, perlu diberikan pembobotan sesuai dengan tujuan akhir
dari pembelajaran (contoh 70% untuk skor keterampilan proses gerak, dan 30% untuk skor
keterampilan produk gerak), maka skor akhir keterampilan produk gerak adalah:
75 X 70% = 52,50 ditambah dengan
80 X 30% = 24,00 sama dengan 76,50
2. Penyusunan Instrumen Penilaian Pengetahuan
Pengetahuan yang akan dinilai pada pembelajaran penjasorkes berdasarkan pendapat Baufard
dan Wall dalam Allen W Burton (1998: 149) meliputi pengetahuan deklaratif (declarative
knowledge) berupa pengetahuan yang bersifat fakta tentang peraturan, hukum, prinsipprinsip latihan dan lainnya. Pengetahuan ini dapat diukur melalui paper and pencils test, dan
interviu. Sedangkan pengetahuan lain adalah pengetahuan procedural yang berkenaan
dengan bagaimana keterampilan dilakukan (how do thing), tahapan serta langkah-langkahnya.
Pengetahuan ini menurut Thomas & Thomas dapat diukur dengan melalui tes lisan dan tulis,
serta penampilan fisik secara aktual (actual physical performance).

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 119

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Berikut adalah contoh pengembangan instrument penilaian pengetahuan:


a. Menyusun kisi-kisi instrument penilaian pengetahuan
No
1.

2.

Kompetensi
Dasar
Menentukan
variasi dan
kombinasi teknik
dasar permainan
bola besar

Indikator Esensial

Level
Pengetahuan
C-1

Jumlah
Butir
1

No
Soal
1

b. Menjelaskan
berbagai kegunaan
variasi dan
kombinasi teknik
dasar

C-3

c. Menjelaskan cara
melakukan variasi
dan kombinasi
teknik dasar salah
satu permainan bola
besar (contoh;
sepakbola)

C-3

..

..

..

a. Menyebut jenisjenis teknik dasar


yang dapat
divariasikan dan
dikombinasikan

Pen-skoran
Skor 3, jika jenis
disebut secara lengkap
Skor 2, jika jenis
disebut secara kurang
lengkap
Skor 1, jika jenis
disebut tidak lengkap
Skor 4, jika penjelasan
benar dan lengkap
Skor 3, jika penjelasan
benar tetapi kurang
lengkap
Nilai2, jika sebagian
penjelasan tidak benar
dan kurang lengkap
Skor 1, jika hanya
sebagian penjelasan
yang benar dan tidak
lengkap
Skor 4, jika urutan
benar dan lengkap
Skor 3, jika urutan
benar tetapi kurang
lengkap
Nilai2, jika sebagian
urutan tidak benar dan
kurang lengkap
Skor 1, jika hanya
sebagian urutan yang
benar dan tidak
lengkap
.

b. Dari kisi-kisi tersebut dapat disusun contoh instrument penilaian dalam bentuk soal uji
tulis, sebagai berikut:
1) Ada berapakah teknik dasar yang dapat kalian kombinasikan dalam permainan bola
besar (contoh sepakbola)? Sebutkan jenis-jenis teknik dasar tersebut!
2) Sebut dan jelaskan berbagai kegunaan variasi dan kombinasi teknik dasar dalam
melakukan permainan bola besar (contoh sepakbola)!
3) Jelaskan cara melakukan variasi dan kombinasi teknik dasar salah satu permainan bola
besar (contoh; sepakbola)!
c. Berdasarkan hasil dari uji tulis yang telah dilakukan, skor dapat diolah sebagai berikut:
Perolehan skor peserta didik (P) dibagi dengan skor maksimum (Max) dikalikan dengan
satuan penilaian (satuan, atau puluhan).
Rumus

: P/ Max X 100

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 120

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Contoh

: 8/11 X 100

Nilai Peserta Didik :72,72

3. Penyusunan Instrumen Penilaian Sikap


Instrumen penilaian sikap disusun untuk dapat digunakan secara mandiri oleh peserta didik,
teman sebaya, orangtua, maupun guru. Pada prinsipnya secara garis besar penilaian sikap
diarahkan untuk mengungkap tanggung jawab peserta didik terhadap diri sendiri dan
terhadap orang lain (personal and social responsibility). Pada konteks kurikulum 2013
diarahkan untuk menilai kompetensi inti I (sikap spiritual) dan kompetensi inti II (sikap
social).Berikut adalah contoh pengembangan instrument penilaian sikap.
Menyusun kisi-kisi penilaian sikap, misalnya sikap disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab
dalam konteks permainan bola besar. Kisi-kisi ini sekaligus dapat dijadikan sebagai instrument
penilaian.
a. Kisi-kisi/ instrumen penilaian:
Lembar pengamatan sikap
Nama
: ________________
Kelas
: ________________
Petugas Pengamatan : ________________
No.
ASPEK
1 Tanggung Jawab
a. Berupaya menyelesaikan seluruh tugas yang diberikan
b. Menggunakan waktu secara efisien untuk mengerjakan
seluruh tugas
c. Membantu teman secara sukarela
d. Melaporkan setiap peristiwa yang memerlukan
penanganan guru
2 Disiplin
a. Hadir tepat waktu
b. Mengikuti seluruh proses pembelajaran
c. Mentaati prosedur kerja sesuai peran
d. Selesai tepat waktu
3 Kerja sama
a. Sebagai anggota melibatkan diri dan mengambil peran
secara aktif dalam kelompok
b. Sebagai anggota kelompok berbagi tugas dengan
anggota lain (tidak mendominasi)
c. Tidak mengganggu peserta didik lain
d. Membantu mempersiapkan dan merapikan peralatan
pembelajaran
TOTAL SKOR

SKOR (1 - 4)

b. Pedoman penskoran
1) Penskoran
Skor 4, jika seluruh indikator ditunjukkan oleh teman yang diamati
Skor 3, jika tiga indikator ditunjukkan oleh teman yang diamati
Skor 2, jika dua indikator ditunjukkan oleh teman yang diamati

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 121

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Skor 1, jika hanya satu indikator ditunjukkan oleh teman yang diamati
2) Pengolahan skor
Skor maksimum: 16
Skor perolehan peserta didik: SP
Nilai sikap yang diperoleh peserta didik: SP/16 X 4
c. Menggunakan instrumen penilaian
Guru, peserta didik yang bersangkutan (self assessment), rekan sebaya (peer assessment)
memberi tanda contreng (V) pada kolom BS (baik sekali), B (baik), C (Cukup), dan K (kurang)
sesuai dengan kondisi obyek pengamatan untuk guru dan pasangan atau yang dirasakan
sendiri oleh peserta didik.
d. Memaknai hasil
Dari kisi dan instrument tersebut, guru dapat memberikan simpulan akhir, misalnya
secara umum ketiga sikap peserta didik terlihat jelaskan kondisi sesuai hasil
pengamatan namun demikian pada aspek disiplin/ kerja sama/ tanggung jawab perlu
ditingkatkan.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 122

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

MATERI PELATIHAN 3.3


PELAPORAN HASIL PENILAIAN PEMBELAJARAN DALAM RAPOR
A. Langkah Kegiatan Inti

Diskusi
Kelompok

Presentasi Hasil
Kerja Kelompok

Kerja Kelompok

Penyimpulan
Hasil Diskusi

1. Diskusi Kelompok
Peserta melakukan diskusi kelompok tentang pengolahan hasil penilaian.
2. Penyusunan Contoh Laporan Hasil Penilaian
Peserta menyusun contoh laporan hasil penilaian melalui kerja kelompok.
3. Presentasi Hasil Kerja
Peserta mempresentasikan hasil kerja kelompok dan dikomentari oleh kelompok lain.
4. Penyimpulan Hasil Diskusi
Peserta menyimpulkan hasil diskusi kelompok.

B. Lembar Kerja

LK 3.3
PENGOLAHAN DAN PELAPORAN NILAI MATA PELAJARAN PJOK

Kompetensi :
Mengolah hasil penilaian proses dan hasil belajar.
Melaporkan hasil penilaian proses dan hasil belajar ke dalam laporan hasil belajar (rapor).
Tujuan Kegiatan:
Melalui kegiatan ini, peserta mampu ke dalam laporan hasil belajar.
Langkah Kegiatan:
1. Pelajari prosedur pengolahan nilai rapor dan format rapor pada dokumen Penilaian Hasil Belajar !
2. Rancanglah contoh nilai proses dan hasil belajar seorang peserta didik yang meliputi penilaian
sikap, pengetahuan dan keterampilan untuk mata pelajaran PJOK selama satu semester!
3. Olah masing-masing nilai menjadi nilai rapor dan predikatnya!
4. Buatlah deskripsi untuk masing-masing capaian kompetensi!
5. Masukkan kedalam format rapor!

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 123

Formatted: Centered

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

C. Hand Out

Formatted: Font: (Default) Calibri, 11


pt, Complex Script Font: Calibri, 11 pt

HO-3.3
PENGOLAHAN DAN PELAPORAN NILAI MATA PELAJARAN PJOK

Penilaian setiap mata pelajaran meliputi kompetensi pengetahuan, kompetensi keterampilan,


dan kompetensi sikap. Kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan menggunakan
skala 14 (kelipatan 0.33), yang dapat dikonversi ke dalam Predikat A - D sedangkan kompetensi
sikap menggunakan skala Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C), dan Kurang (K), seperti pada Tabel
1 di bawah ini.

Tabel 1 : Konversi Kompetensi Pengetahuan, Keterampilan, dan Sikap

A
AB+
B
BC+
C
CD+
D

PENGETAHUAN
4
3.66
3.33
3
2.66
2.33
2
1.66
1.33
1

NILAI KOMPETENSI
KETERAMPILAN
4
3.66
3.33
3
2.66
2.33
2
1.66
1.33
1

Formatted: Space After: 6 pt, Add


space between paragraphs of the same
style, Line spacing: Multiple 1,1 li
Formatted: Font: 11 pt, Complex
Script Font: Calibri, 11 pt

A. Pengolahan Nilai Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan

PREDIKAT

Formatted: Indent: Before: 0,5 cm,


First line: 0 cm, Space After: 6 pt,
Line spacing: Multiple 1,1 li

SIKAP
SB
B

Formatted: Font: 11 pt, Bold,


Complex Script Font: Calibri, 11 pt
Formatted: Space After: 0 pt, Add
space between paragraphs of the same
style, Line spacing: single
Formatted Table
Formatted: Font: 11 pt, Complex
Script Font: Calibri, 11 pt
Formatted: Space After: 0 pt, Add
space between paragraphs of the same
style, Line spacing: single
Formatted: Font: 11 pt, Complex
Script Font: Calibri, 11 pt
Formatted: Space After: 0 pt, Add
space between paragraphs of the same
style, Line spacing: single
Formatted: Font: 11 pt, Complex
Script Font: Calibri, 11 pt
Formatted: Space After: 0 pt, Add
space between paragraphs of the same
style, Line spacing: single
Formatted: Font: 11 pt, Complex
Script Font: Calibri, 11 pt

Penilaian yang dilakukan untuk mengisi laporan hasil belajar ada 3 (tiga) macam, yaitu:
1. Penilaian Kompetensi Pengetahuan

Formatted: Space After: 0 pt, Add


space between paragraphs of the same
style, Line spacing: single
Formatted: Space After: 0 pt, Add
space between paragraphs of the same
style, Line spacing: single
Formatted

a. Penilaian Kompetensi Pengetahuan dilakukan oleh Guru Mata Pelajaran (Pendidik)

...

Formatted

...

b. Penilaian Pengetahuan terdiri atas:

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

1) Nilai Harian (NH)


2) Nilai Ulangan Tengah Semester (UTS)
3) Nilai Ulangan Akhir Semester (UAS)
c. Nilai Harian (NH) diperoleh dari hasil ulangan harian yang terdiri dari: tes tulis, tes lisan,
dan penugasan yang dilaksanakan pada setiap akhir pembelajaran satu Kompetensi Dasar
(KD).
d. Nilai Ulangan Tengah Semester (NUTS) diperoleh dari hasil tes tulis yang dilaksanakan pada
tengah semester. Materi Ulangan Tengah Semester mencakup seluruh kompetensi yang
telah dibelajarkan sampai dengan saat pelaksanaan UTS.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 124

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

e. Nilai Ulangan Akhir Semester (NUAS) diperoleh dari hasil tes tulis yang dilaksanakan di
akhir semester. Materi UAS mencakup seluruh kompetensi pada semester tersebut.
f. Penghitungan Nilai Pengetahuan diperoleh dari rata-rata Nilai Proses (NP), Ulangan Tengah
Semester (UTS), Ulangan Akhir Semester (UAS)/Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) yang
bobotnya ditentukan oleh satuan pendidikan.

Formatted: Font: (Default) Calibri, 11


pt, Complex Script Font: Calibri, 11 pt
Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Siswa A memperoleh nilai pada Mata Pelajaran Agama dan Budi pekerti sebagai berikut:

Formatted

...

NH
NUTS
NUAS
Nilai Rapor

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

g. Penilaian Kompetensi pengetahuan dapat menggunakan rentang nilai seperti pada tabel 2
untuk membantu guru dalam menentukan nilai.

Tabel 2 : Rentang Nilai Kompetensi Pengetahuan


No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

0,00
1,00
1,33
1,66
2,00
2,33
2,66
3,00
3,33
3,66

Nilai
Nilai 1,00
Nilai 1,33
Nilai 1,66
Nilai 2,00
Nilai 2,33
Nilai 2,66
Nilai 3,00
Nilai 3,33
Nilai 3,66
Nilai 4,00

Predikat
D.
D+
C-.
C
C+
BB
B+
AA

h. Penghitungan Nilai Pengetahuan adalah dengan cara :


1) Menggunakan skala nilai 0 sd 100.
2) Menetapkan pembobotan dan rumus.
3) Penetapan bobot nilai ditetapkan oleh satuan pendidikan dengan mempertimbangkan
karakteristik sekolah dan peserta didik.
4) Nilai harian disarankan untuk diberi bobot lebih besar dari pada UTS dan UAS karena
lebih mencerminkan perkembangan pencapaian kompetensi peserta didik.

(2XNH)+(1XNUTS)+(1XNUAS)
4

5) Rumus:

6) Contoh : Pembobotan 2 : 1 : 1 untuk NH : NUTS : NUAS (jumlah perbandingan


pembobotan = 4)

=
=
=
=

70,
60,
80
{(2x70)+(1x60)+(1x80)} : 4

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 125

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Nilai Rapor
Nilai Konversi
Deskripsi

= (140+60+80) : 4
= 280: 4
= 70
= (70 :100) x 4 = 2,8 = Baik

Formatted: Font: (Default) Calibri, 11


pt, Complex Script Font: Calibri, 11 pt

= sudah menguasai seluruh kompetensi dengan baik namun masih


perlu peningkatan dalam .... ( dilihat dari Nilai Harian yang kurang
baik atau pengamatan dalam penilaian proses ).

Formatted: Font: (Default) Calibri, 11


pt, Complex Script Font: Calibri, 11 pt

2. Penilaian Keterampilan

Formatted: Font: (Default) Calibri, 11


pt, Complex Script Font: Calibri, 11 pt

Formatted: Font: (Default) Calibri, 11


pt, Complex Script Font: Calibri, 11 pt
Formatted: Font: (Default) Calibri, 11
pt, Complex Script Font: Calibri, 11 pt

a. Penilaian Keterampilan dilakukan oleh Guru Mata Pelajaran (Pendidik).


b. Penilaian Keterampilan diperoleh melalui penilaian kinerja yang terdiri atas:
1) Nilai Praktik
2) Nilai Portofolio
3) Nilai Proyek

Formatted: Font: (Default) Calibri, 11


pt, Complex Script Font: Calibri, 11 pt
Formatted: Font: (Default) Calibri, 11
pt, Not Bold, Complex Script Font:
Calibri, 11 pt
Formatted: Font: (Default) Calibri, 11
pt, Complex Script Font: Calibri, 11 pt

c. Penilaian Keterampilan dilakukan pada setiap akhir menyelesaikan satu KD.


d. Penentuan Nilai untuk Kompetensi Keterampilan menggunakan rentang nilai seperti
penilaian Pengetahuan pada tabel 2.
e. Penghitungan Nilai Kompetensi Keterampilan adalah dengan cara:
1) Menetapkan pembobotan dan rumus penghitungan.
2) Menggunakan skala nilai 0 sd 100.
3) Pembobotan ditetapkan oleh Satuan Pendidikan dengan mempertimbangkan
karakteristik sekolah dan peserta didik.
4) Nilai Praktik disarankan diberi bobot lebih besar dari pada Nilai Portofolio dan Proyek
karena lebih mencerminkan proses perkembangan pencapaian kompetensi peserta
didik.
5) Rumus:

Formatted: Font: (Default) Calibri, 11


pt, Complex Script Font: Calibri, 11 pt

Jumlah Nilai (Praktik, Portofolio, Projek) x 4


Jumlah nilai maksimal

Formatted: Font: (Default) Calibri, 11


pt, Not Bold, Complex Script Font:
Calibri, 11 pt
Formatted: Font: (Default) Calibri, 11
pt, Complex Script Font: Calibri, 11 pt
Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted: No underline
Formatted

...

Formatted

...

Pembobotan 2 : 1 : 1 untuk Nilai Praktik : Nilai Portofolio : Nilai Proyek (jumlah


perbandingan pembobotan = 4

Formatted

...

Formatted

...

Siswa A memperoleh nilai pada Mata Pelajaran PJOK sebagai berikut :

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

6) Contoh Penghitungan

Nilai Praktik
Nilai Portofolio
Nilai Proyek
Nilai Rapor

= 80
= 75
= 80
= (2x800 + (1x75) + (1x80) X 4
400
= (160+75+80) X 4
400
Nilai Rapor
= (315:400) X 4
Nilai Konversi = 3,15 = B+

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 126

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Deskripsi

= sudah baik dalam mengerjakan praktik dan proyek, namun masih


perlu ditingkatkan kedisiplinan merapikan tugas- tugas dalam satu
portofolio.

Formatted: Font: (Default) Calibri, 11


pt, Complex Script Font: Calibri, 11 pt
Formatted: Font: (Default) Calibri, 11
pt, Complex Script Font: Calibri, 11 pt

a. Penilaian Sikap (spiritual dan sosial) dilakukan oleh Guru Mata Pelajaran (Pendidik)

Formatted: Font: (Default) Calibri, 11


pt, Complex Script Font: Calibri, 11 pt,
English (U.S.)

b. Penilaian Sikap diperoleh menggunakan instrumen:

Formatted: Font: (Default) Calibri, 11


pt, Complex Script Font: Calibri, 11 pt

3. Penilaian Sikap

1)
2)
3)
4)

Formatted: Space After: 6 pt, Add


space between paragraphs of the same
style, Line spacing: Multiple 1,1 li

Penilaian observasi
Penilaian diri sendiri
Penilaian antar peserta didik
Jurnal catatan guru

c. Nilai Observasi diperoleh dari hasil Pengamatan terhadap Proses sikap tertentu pada
sepanjang proses pembelajaran satu Kompetensi Dasar (KD)
d. Untuk penilaian Sikap Spiritual dan Sosial (KI-1danKI-2) menggunakan nilai Kualitatif
seperti pada tabel 3 sebagai berikut:
e. Tabel 3 : Rentang Nilai Kompetensi Sikap
No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
f.

0,00
1,00
1,33
1,66
2,00
2,33
2,66
3,00
3,33
3,66

Nilai
Nilai
Nilai
Nilai
Nilai
Nilai
Nilai
Nilai
Nilai
Nilai
Nilai

Predikat
D
D+
C-.
C
C+
BB
B+
AA

1,00
1,33
1,66
2,00
2,33
2,66
3,00
3,33
3,66
4,00

Nilai Sikap
KURANG
CUKUP

Formatted: Indent: Before: 1,75 cm,


Hanging: 0,16 cm, Space After: 6 pt,
Don't add space between paragraphs of
the same style, Line spacing: Multiple
1,1 li
Formatted: Space After: 6 pt, Line
spacing: Multiple 1,1 li
Formatted: Font: (Default) Calibri, 11
pt, Complex Script Font: Calibri, 11 pt
Formatted: Space After: 6 pt, Add
space between paragraphs of the same
style, Line spacing: Multiple 1,1 li
Formatted: Font: (Default) Calibri, 11
pt, Not Bold, Complex Script Font:
Calibri, 11 pt
Formatted: Space After: 0 pt, Line
spacing: single
Formatted: Space After: 0 pt, Line
spacing: single

BAIK

Formatted: Space After: 0 pt, Line


spacing: single

SANGAT
BAIK

Formatted: Space After: 0 pt, Line


spacing: single
Formatted: Space After: 0 pt, Line
spacing: single

Penghitungan nilai sikap adalah dengan cara :

Formatted: Space After: 0 pt, Line


spacing: single

1) menentukan skala penilaian sikap dibuat dengan rentang antara 1 - 4, contoh :

Formatted: Space After: 0 pt, Line


spacing: single

1.
2.
3.
4.

= sangat kurang;
= kurang konsisten;
= mulai konsisten;
= konsisten;

Formatted: Space After: 0 pt, Line


spacing: single
Formatted: Space After: 0 pt, Line
spacing: single

2) Menetapkan pembobotan dan rumus penghitungan


3) Pembobotan ditetapkan oleh Satuan Pendidikan dengan mempertimbangkan
karakteristik sekolah dan peserta didik
4) Nilai Proses atau Nilai Observasi disarankan diberi bobot lebih besar dari pada
Penilaian Diri Sendiri, Nilai Antarteman, dan Nilai Jurnal Guru karena lebih lebih
mencerminkan proses perkembangan perilaku peserta didik yang authentic.
5) Contoh : Pembobotan 2 : 1 : 1 : 1 untuk Nilai Observasi : Nilai Penilaian Diri Sendiri :
Nilai Antarteman : Nilai Jurnal Guru (jumlah perbandingan pembobotan = 5.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 127

Formatted: Space After: 0 pt, Line


spacing: single
Formatted: Space After: 0 pt, Line
spacing: single
Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

6) Rumus penghitungan:

Formatted: Font: 11 pt, Complex


Script Font: Calibri, 11 pt

Jumlah nilai (Observasi,diri sendiri,antar teman,jurnal)


-------------------------------------------------------------------- x 4
Jumlah Nilai maksimal

Siswa A dalam mata pelajaran PJOK memperoleh :


Nilai Observasi
=4
Nilai diri sendiri
=3
Nilai antarpeserta didik = 3
Nilai Jurnal
=4
Nilai Rapor
= {(2x4)+(1x3)+(1x3)+(1x4)} : 20 x 4
= (18:20) x 4 = 3, 6
Nilai Konversi

= 3,6 = Sangat Baik

Deskripsi

=Memiliki sikap Sangat Baik selama dalam proses


pembelajaran.

4. KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)


a. KKM ditentukan oleh Satuan Pendidikan dengan mempertimbangkan : karakteristik
kompetensi dasar, daya dukung, dan karakteristik peserta didik.

Formatted: Font: (Default) Calibri, 11


pt, Complex Script Font: Calibri, 11 pt
Formatted: Font: (Default) Calibri, 11
pt, Complex Script Font: Calibri, 11 pt
Formatted: Font: (Default) Calibri, 11
pt, Complex Script Font: Calibri, 11 pt
Formatted: Left, Indent: Before: 1,27
cm, Space After: 6 pt, Line spacing:
Multiple 1,1 li
Formatted: Font: (Default) Calibri, 11
pt, Complex Script Font: Calibri, 11 pt
Formatted: Font: (Default) Calibri, 11
pt, Complex Script Font: Calibri, 11 pt
Formatted: Left, Indent: Before: 2,5
cm, First line: 0 cm, Space After: 6 pt,
Line spacing: Multiple 1,1 li, Tab stops:
6,5 cm, Left + 6,75 cm, Left
Formatted: Font: (Default) Calibri, 11
pt, Complex Script Font: Calibri, 11 pt
Formatted: Font: (Default) Calibri, 11
pt, Complex Script Font: Calibri, 11 pt

b. KKM tidak dicantumkan dalam buku hasil belajar, melainkan pada buku penilaian guru.

Formatted: Font: (Default) Calibri, 11


pt, Complex Script Font: Calibri, 11 pt

c. Peserta didik yang sudah mencapai atau melampaui KKM, diberi program Pengayaan.

Formatted: Font: (Default) Calibri, 11


pt, Complex Script Font: Calibri, 11 pt

d. Keterangan ketuntasan :
1) Kompetensi pengetahuan dan keterampilan dinyatakan tuntas apabila mencapai nilai
2.66

Formatted: Font: (Default) Calibri, 11


pt, Not Bold, Complex Script Font:
Calibri, 11 pt
Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

1) Untuk KD pada KI-3 dan KI-4: diberikan remedial individual sesuai dengan kebutuhan
kepada peserta didik yang memperoleh nilai kurang dari 2.66;

...

Formatted

...

Formatted

...

2) Untuk KD pada KI-3 dan KI-4: diberikan kesempatan untuk melanjutkan pelajarannya
ke KD berikutnya kepada peserta didik yang memperoleh nilai 2.66 atau lebih dari
2.66; dan

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

4) Untuk KD pada KI-1 dan KI-2, pembinaan terhadap peserta didik yang secara umum
profil sikapnya belum berkategori baik dilakukan secara holistik (paling tidak oleh guru
matapelajaran, guru BK, dan orang tua).

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

5) Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas apabila terdapat minimal salah satu

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

Formatted

...

2) Kompetensi sikap spiritual dan sosial dinyatakan tuntas apabila mencapai nilai Baik
e. Implikasi dari ketuntasan belajar tersebut adalah sebagai berikut.

3) Untuk KD pada KI-3 dan KI-4: diadakan remedial klasikal sesuai dengan kebutuhan
apabila lebih dari 75% peserta didik memperoleh nilai kurang dari 2.66.

kompetensi dari tiga mata pelajaran tidak tuntas.


B. Model Rapor dan Petunjuk Pengisian
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2013
tentang Standar Penilaian Pendidikan menyebutkan bahwa hasil penilaian oleh pendidik dan

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 128

Formatted: Font color: Auto


Formatted

...

Formatted

...

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

satuan pendidikan dilaporkan dalam bentuk nilai dan deskripsi pencapaian kompetensi kepada
orang tua dan pemerintah.
Standar Penilaian Pendidikan pun menyebutkan bahwa laporan hasil penilaian oleh pendidik
berbentuk:
1. Nilai dan deskripsi pencapaian kompetensi untuk hasil penilaian kompetensi pengetahuan
serta keterampilan termasuk penilaian hasil pembelajaran tematik-terpadu.
2. Deskripsi sikap diberikan untuk hasil penilaian kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial.

Formatted: Indent: Before: 0,5 cm,


Hanging: 0,5 cm, Space After: 6 pt,
Line spacing: Multiple 1,1 li, Tab stops:
1 cm, Left

3. Penilaian oleh masing-masing pendidik secara keseluruhan dilaporkan kepada orang tua/wali
peserta didik dalam bentuk Laporan Hasil Belajar Peserta Didik.
Pengembangan Laporan Hasil Belajar Peserta Didik pada dasarnya merupakan wewenang sekolah
yang dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Namun demikian, Direktorat
Jenderal Pendidikan Dasar memandang perlu disusunnya Buku Panduan Pengisian Laporan Hasil
Belajar Peserta Didik dan Model Laporan Hasil Belajar Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama
untuk membantu sekolah mengembangkan Laporan Hasil Belajar Peserta Didik.

Formatted: Font color: Auto, Complex


Script Font: Calibri, Italian (Italy)

Buku Petunjuk Teknis Pengisian Laporan Hasil Belajar Peserta Didik dan Model Laporan Hasil
Belajar Peserta Didik SMA diharapkan dapat membantu sekolah dan pihak-pihak yang
berkepentingan dalam mengembangkan format Laporan Hasil Belajar Peserta Didik sesuai
dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang sudah disusun sekolah.

Formatted: Complex Script Font:


Calibri, Italian (Italy)

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 66 Tahun 2013 Bab II, Bagian E poin e nomor 1)
dan 2) menyatakan bahwa penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah
terdiri atas laporan hasil penilaian oleh pendidik yang berbentuk:

Formatted: Font color: Auto, Complex


Script Font: Calibri, Italian (Italy)
Formatted: Font color: Auto, Complex
Script Font: Calibri, Italian (Italy)
Formatted: Font color: Auto, Complex
Script Font: Calibri

1. Nilai dan deskripsi pencapaian kompetensi, untuk hasil penilaian kompetensi pengetahuan
dan keterampilan termasuk penilaian hasil pembelajaran tematik-terpadu.
2. Deskripsi sikap, untuk hasil penilaian kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial.
Penilaian oleh pendidik dilaksanakan secara berkesinambungan (terus-menerus) untuk
memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah
semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Penilaian oleh pendidik pada
dasarnya digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik, dasar memperbaiki
proses pembelajaran, dan bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar peserta didik.
Laporan hasil belajar peserta didik merupakan dokumen penghubung antara sekolah dengan
orang tua peserta didik maupun dengan pihak-pihak lain yang berkepentingan untuk mengetahui
kompetensi peserta didik. Oleh karena itu, laporan hasil belajar peserta didik harus komunikatif,
informatif, dan komprehensif (menyeluruh) sehingga dapat memberikan gambaran mengenai
hasil belajar peserta didik dengan jelas dan mudah dimengerti.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 129

Formatted: Indent: Before: 0,5 cm,


Space After: 6 pt, Line spacing:
Multiple 1,1 li

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

1.

Model Rapor

LAPORAN
HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK
SEKOLAH MENENGAH ATAS
(SMA)

Nama Peserta Didik

Nomor Induk _________________

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


REPUBLIK INDONESIA

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 130

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

LAPORAN
HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK
SEKOLAH MENENGAH ATAS
(SMA)

Nama Sekolah

: _______________________________

NISN/NSS

: _______________________________

Alamat Sekolah

: _______________________________
_______________________________
Kode Pos ___ Telp._______________

Kelurahan

: _______________________________

Kecamatan

: _______________________________

Kabupaten/Kota

:________________________________

Provinsi

: _______________________________

Website

: _______________________________

E-mail

: _______________________________

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 131

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

PETUNJUK PENGGUNAAN
1. Buku Laporan Hasil Belajar ini digunakan selama peserta didik mengikuti pembelajaran di
Sekolah Menengah Atas.
2. Apabila peserta didik pindah sekolah, buku Laporan Hasil Belajar dibawa oleh peserta didik
yang bersangkutan sebagai bukti pencapaian kompetensi.
3. Apabila buku Laporan Hasil Belajar peserta didik hilang, dapat diganti dengan buku Laporan
Hasil Belajar Pengganti dan diisi dengan nilai-nilai yang dikutip dari Buku Induk Sekolah asal
peserta didik dan disahkan oleh Kepala Sekolah yang bersangkutan.
4. Buku Laporan Hasil Belajar peserta didik ini harus dilengkapi dengan pas foto terbaru ukuran 3
x 4 cm, dan pengisiannya dilakukan oleh wali kelas.
KETERANGAN NILAI KUANTITATIF
Nilai Kuantitatif dengan Skala 1 4 (berlaku kelipatan 0,33) digunakan untuk Nilai Pengetahuan
(KI 3) dan Nilai Keterampilan (KI 4). Indeks Nilai Kuantitatif dengan Skala 1 4 sebagai berikut:

KETERANGAN NILAI KUALITATIF


Nilai Kualitatif yang digunakan untuk Nilai Sikap Spiritual (KI 1), dan Sikap Sosial (KI 2), serta
Kegiatan Ekstra Kurikuler, adalah:
SB = Sangat Baik
B = Baik
C = Cukup
K = Kurang

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 132

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

KETERANGAN TENTANG DIRI PESERTA DIDIK


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

12.

13.
14.

15.
16.
17.

Nama Peserta Didik (Lengkap)


Nomor Induk Siswa Nasional
Tempat Tanggal Lahir
Jenis Kelamin
Agama
Status dalam Keluarga
Anak ke
Alamat Peserta Didik
Nomor Telepon Rumah
Sekolah Asal
Diterima di sekolah ini
Di kelas
Pada tanggal
Nama Orang Tua
Ayah
Ibu
Alamat Orang Tua
Nomor Telepon Rumah
Pekerjaan Orang Tua
Ayah
Ibu
Nama Wali Peserta Didik
Alamat Wali Peserta Didik
Pekerjaan Wali Peserta Didik

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

...............................................................
...............................................................
...............................................................
...............................................................
...............................................................
...............................................................
...............................................................
...............................................................
...............................................................
...............................................................
...............................................................
...............................................................
...............................................................
...............................................................
...............................................................
...............................................................
...............................................................
...............................................................
...............................................................
...............................................................
...............................................................
...............................................................
...............................................................
...............................................................

..................., ................ 20....


Pas Foto

Kepala Sekolah,

3x4

NIP

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 133

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Nama Sekolah
Alamat
Nama
Nomor Induk/NISN

: ________________
: ________________
: ________________
: ________________

Kelas
: ___________
Semester
: 1 (Satu)
Tahun Pelajaran : ___________

CAPAIAN
Pengetahuan

Keterampilan

Sikap Spiritual dan Sosial (KI 1 dan KI 2)

MATA PELAJARAN
(KI 3)
Angka
Kelompok A (Wajib)
1

1-4

(KI 4)

Predikat

Angka
14

Dalam Mapel

Antarmapel

SB/ B/ C/ K

KESIMPULAN DARI
SIKAP KESELURUHAN
ANTARMAPEL,
DIPUTUSKAN
MELALUI RAPAT
BERSAMA DENGAN
GURU MAPEL DAN
WALI KELAS

Predikat

Pendidikan Agama dan Budi


Pekerti (Nama Guru)

Pendidikan Pancasila dan


Kewarganegaraan (Nama Guru)
3 Bahasa Indonesia (Nama Guru)
4 Matematika (Nama Guru)
5 Sejarah Indonesia (Nama Guru)
6 Bahasa Inggris (Nama Guru)
Kelompok B (Wajib)
2

Seni
1 Budaya (Nama Guru)
2 Pendidikan Jasmani, Olah Raga,
dan Kesehatan (Nama Guru)
3

Prakarya dan Kewirausahaan


(Nama Guru)

Kelompok C (Peminatan)
1 .
2 .
3 .
4 .
5 ..
6 .
7 .
8 ..
Pekerti
Kegiatan Ekstra Kurikuler

Nilai

Keterangan

1. Praja Muda Karana (Pramuka)


2.
Ketidakhadiran
Sakit
: _____ hari
Izin
: _____ hari
Tanpa Keterangan : _____ hari

Mengetahui:

Orang Tua/Wali,

....................., .................... 20....

Wali Kelas,
_________________________
NIP

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 134

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Nama Sekolah

: ________________

Kelas

: ___________

Alamat

: ________________

Semester

: 1 (Satu)

Nama

: ________________

Nomor Induk/NISN

: ________________

Tahun Pelajaran : ___________

DESKRIPSI
MATA PELAJARAN

KOMPETENSI

CATATAN

Kelompok A (Wajib)
1

Pendidikan Agama
dan Budi Pekerti

Pendidikan Pancasila
2 dan
Kewarganegaraan
3

Bahasa Indonesia

Matematika

Sejarah Indonesia

Bahasa Inggris

Pengetahuan

CAPAIAN KD DI KI 3

Keterampilan

CAPAIAN KD DI KI 4

Sikap Spiritual dan Sosial


Pengetahuan

CAPAIAN KD DI KI 1 DAN KI 2

Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial

Kelompok B (Wajib)
1

Seni Budaya

Pengetahuan
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial

Pendidikan Jasmani,
Olah Raga, dan
Kesehatan
Prakarya dan
3
Kewirausahaah
2

Pengetahuan
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial

Kelompok C (Peminatan)
1

Pengetahuan
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
Pengetahuan

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 135

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

MATA PELAJARAN

..

KOMPETENSI

CATATAN

Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial

Pengetahuan
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
Pengetahuan

Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
Pengetahuan

Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
Pengetahuan

7 ..

Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
Pengetahuan

8 ..

Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial

Mengetahui:

Orang Tua/Wali,

.............., .. 20.

Wali Kelas,

________________________

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 136

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Nama Sekolah
: ________________
Alamat
: ________________
Nama
: ________________
Nomor Induk/NISN
: ________________

Kelas
: ___________
Semester
: 2 (Dua)
Tahun Pelajaran : ___________

CAPAIAN
Pengetahuan

Keterampilan

Sikap Spiritual dan Sosial (KI 1 dan KI 2)

MATA PELAJARAN
(KI 3)
Angka
Kelompok A (Wajib)

1-4

(KI 4)

Predikat

Angka
14

Dalam Mapel

Antarmapel

Predikat
SB/ B/ C/ K

Pendidikan
1
Agama dan Budi Pekerti
2 Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia
4 Matematika
5 Sejarah Indonesia

Kesimpulan dari sikap


keseluruhan
antarmapel,
diputuskan melalui
rapat bersama dengan
guru mapel dan wali
kelas

6 Bahasa Inggris
Kelompok B (Wajib)
Seni
1 Budaya
2 Pendidikan Jasmani, Olah Raga,
dan Kesehatan
3 Prakarya dan Kewirausahaan
Kelompok C (Peminatan)
1
2
3
4
5
6

.
.
.
.
..
..

7
8
Kegiatan Ekstra Kurikuler

Nilai

Keterangan

1. Praja Muda Karana (Pramuka)


2.
Ketidakhadiran
Sakit
: _____ hari
Izin
: _____ hari
Tanpa Keterangan : _____ hari

Mengetahui:
Orang Tua/Wali,

....................., ....................20....
Wali Kelas,

_________________________
NIP

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 137

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Nama Sekolah

: ________________

Kelas

: ___________

Alamat

: ________________

Semester

: 2 (Dua)

Nama

: ________________

Tahun Pelajaran : ____________

Nomor Induk/NISN

: ________________

DESKRIPSI
MATA PELAJARAN

KOMPETENSI

CATATAN

Kelompok A (Wajib)
1

Pengetahuan
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
Pendidikan Pancasila Pengetahuan
dan
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
Kewarganegaraan
Pengetahuan
Bahasa Indonesia
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
Pengetahuan
Matematika
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
Pengetahuan
Sejarah Indonesia
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
Pengetahuan
Bahasa Inggris
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
Pendidikan Agama
dan Budi Pekerti

CAPAIAN KD DI KI 3
CAPAIAN KD DI KI 4
CAPAIAN KD DI KI 1 DAN KI 2

Kelompok B (Wajib)
1

Seni Budaya
Pendidikan Jasmani,
Olah Raga, dan
Kesehatan
Prakarya dan
Kewirausahaah

Pengetahuan
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 138

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

SMA/SMK

Kelompok C (Peminatan)
I

Peminatan .. (Diisi sesuai dengan minat peserta didik)

Pengetahuan
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
Pengetahuan

..

Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
Pengetahuan

Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial

II

Lintas Minat (Diisi sesuai dengan minat peserta didik)

Pengetahuan
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
Pengetahuan
2

Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial

Keputusan:
Wali kelas

..
NIP. ..

Berdasarkan hasil yang dicapai pada


semester 1 dan 2, peserta didik ditetapkan
naik ke kelas ( )
tinggal di kelas ( )
_______________, ______________20__
Kepala Sekolah
________________
NIP.

Orang Tua/Wali,
Kepala SMA

________________________
NIP.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 139

_____________________________
NIP

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

KETERANGAN PINDAH SEKOLAH


NAMA PESERTA DIDIK

: __________________
KELUAR

Tanggal

Kelas yang
Ditinggalkan

Sebab-sebab Keluar atau Atas


Permintaan (Tertulis)

Tanda Tangan Kepala Sekolah,


Stempel Sekolah, dan Tanda
Tangan Orang Tua/Wali
_______, _________
Kepala Sekolah,
NIP.
Orang Tua/Wali,

__________, _________
Kepala Sekolah,
NIP.
Orang Tua/Wali,

__________, ________
Kepala Sekolah,
NIP.
Orang Tua/Wali,

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 140

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

KETERANGAN PINDAH SEKOLAH


NAMA PESERTA DIDIK
NO.

: __________________
MASUK

Nama Peserta Didik

___________________________
________, ________

Nomor Induk

___________________________

Nama Sekolah Asal

___________________________

Masuk di Sekolah ini:

Kepala Sekolah,

a. Tanggal

___________________________

b. Di Kelas

___________________________

Tahun Pelajaran

___________________________

Nama Peserta Didik

___________________________
________, ________

Nomor Induk

___________________________

Nama Sekolah Asal

___________________________

Masuk di Sekolah ini:

NIP.

Kepala Sekolah,

a. Tanggal

___________________________

b. Di Kelas

___________________________

Tahun Pelajaran

___________________________

Nama Peserta Didik

___________________________
________, ________

Nomor Induk

___________________________

Nama Sekolah Asal

___________________________

Masuk di Sekolah ini:

a. Tanggal

___________________________

b. Di Kelas

___________________________

Tahun Pelajaran

___________________________

NIP.

Kepala Sekolah,

NIP.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 141

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Catatan Prestasi yang Pernah Dicapai


Nama Peserta Didik

Nama Sekolah

Nomor Induk

No.

Prestasi yang
Pernah Dicapai

Keterangan

Kurikuler

_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________

Ekstra Kurikuler

_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________

Catatan Khusus
Lainnya

____________________________________________
____________________________________________
____________________________________________
____________________________________________
____________________________________________
____________________________________________

2. Cara Pengisian Rapor SMA


a. Buku laporan hasil belajar diisi dengan tulisan yang rapi dan jelas.
b. Nama peserta didik di halaman judul, data Satuan Pendidikan di lembar 1, dan data peserta
didik di lembar 2 ditulis menggunakan huruf kapital yang jelas dan rapi.
c. Lembar 2 yang berisi data peserta didik, dilengkapi dengan foto peserta didik terbaru
berukuran 3 x 4.
d. Lembar CAPAIAN kompetensi semester 1 diisi dengan:
1) Identitas Satuan Pendidikan dan identitas peserta didik.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 142

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

2) Pada kolom Pengetahuan dan Keterampilan diisi dengan perolehan nilai dari tiap guru
mata pelajaran yang berupa angka (berdasarkan perhitungan skala 1 s.d 4) dan Kode
Huruf (predikat).
Contoh :
A
A

B
B

: 3,68 4,00

C+

: 2,01 - 2,33

: 3,34 - 3,67

: 1,68 - 2,00

: 3,01 - 3,33

: 1,34 - 1,67
+

: 2,68 - 3,00

: 2,34 - 2,67

: 1,01 - 1,33
: 1,00

3) Untuk kolom Sikap Spiritual dan Sosial (KI-1 dan KI-2), dalam kolom Mapel diisi dengan
menggunakan nilai kualitatif:
SB
B
C
K

=
=
=
=

Sangat Baik
Baik
Cukup
Kurang

4) Untuk kolom Sikap Spiritual dan Sosial (KI-1 dan KI-2) antarmapel diisi oleh wali kelas
dengan deskripsi kesimpulan dari sikap peserta didik secara keseluruhan dalam mata
pelajaran. Kesimpulan tersebut diperoleh melalui rapat bersama dengan guru mata
pelajaran.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 143

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

contoh pengisian
Nama Sekolah
Alamat
Tahun Pelajaran
Nama
Nomor Induk/NISN

: SMA Cipete
: Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
: 2013-2014
: Budi
: 000085

Kelas
Semester

: X
: 1 (Satu)

CAPAIAN

MATA PELAJARAN

Pengetahuan
(KI 3)

Kelompok A (Wajib)
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
2

Pendidikan Pancasila dan


Kewarganegaraan

3 Bahasa Indonesia
4 Matematika
5 Sejarah Indonesia
6 Bahasa Inggris
Kelompok B (Wajib)
1 Seni Budaya

4.00 (A)

Keterampilan
(KI 4)

3.66 (A-)

Sikap Spiritual dan Sosial


(KI 1dan KI 2)
dalam
antarmapel
mapel
SB
B

3.66 (A-)

3.33 (B+)

3.85 (A)
3.66 (A-)
3.01 (B+)
3.66 (A-)

4.00 (A)
3.00 (B)
3.33 (B+)
3.66 (A-)

SB
B
B
SB

3.33 (B+)

3.00 (B+)

Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan


Kesehatan

4.00 (A)

Prakarya dan Kewirausahaan

2.66 (B-)

2.33 (C+)

3.00 (B)
2.90 (B)
3.33 (B+)
3.33 (B+)

4.00 (A)

Peserta didik
menunjukkan
sikap sungguhsungguh dalam
menerapkan
sikap jujur dan
kerjasama,
namun masih
perlu ditingkatkan lagi sikap
percaya diri.

SB
B

Kelompok C (Peminatan)
I

Peminatan Matematika dan Ilmu Alam

1
2
3
4
II
1

Matematika
Biologi
Fisika
Kimia
Lintas Minat
Ekonomi

3. 66 (A-)
3.33 (B+)
4.00 (A)
3.33 (B+)
3.00 (B)

3.00 (B)

Bahasa Mandarin

3.66 (A-)

4.00 (A)

B
B
SB
B
B
SB

5) Kegiatan ekstra kurikuler diisi dengan nilai kualitatif (SB = sangat baik,B = baik,C = cukup,
dan K = kurang) dilengkapi dengan keterangan masing-masing kegiatan ekstra kurikuler
yang diikuti. Nilai dan keterangan kegiatan ekstra kurikuler diperoleh dari guru
pembina/pelatih ekstra kurikuler.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 144

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

SMA/SMK

Contoh :
Kegiatan Ekstra Kurikuler

Nilai

Keterangan

1. Praja Muda Karana (Pramuka)

SB

Sangat Baik. Juara LT I tingkat Provinsi

2. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)

Baik, aktif dalam setiap kegiatan

6) Kolom ketidakhadiran diisi dengan rekapitulasi ketidakhadiran peserta didik (sakit, izin,
dan tanpa keterangan) dari wali kelas.
Contoh:
Ketidakhadiran
Sakit
Izin

: 1 hari
: - hari

Tanpa Keterangan : - hari


e. Lembar catatan DESKRIPSI kompetensi mata pelajaran diisi dengan:
1) Identitas Satuan Pendidikan dan identitas peserta didik.
2) Catatan deskripsi Pengetahuan, Keterampilan, Sikap Spiritual dan Sosial tiap mata
pelajaran diperoleh dari guru mata pelajaran.
3) Catatan deskripsi Pengetahuan, Keterampilan, Sikap Spiritual dan Sosial tiap mata
pelajaran ditulis dengan jelas dan rapi.

Contoh Pengisian

No.

Mata Pelajaran

Kompetensi

Catatan

Kelompok A (Wajib)
1.

Pendidikan Agama
dan Budi Pekerti

Pengetahuan

Baik, sudah memahami seluruh kompetensi, terutama


sangat baik dalam memahami makna mujahadah annafs. Terus berlatih agar lebih baik dalam kompetensi
yang lain.

Keterampilan

Sudah terampil dalam hafalan surat-surat yang


ditentukan, namun masih perlu banyak berlatih dalam
hafalan Q.S.An-Nur(24):2.
Sudah konsisten menunjukkan sikap beriman,
bertaqwa, jujur, dan kontrol diri.

Sikap Spiritual dan


Sosial

Kelompok B (Wajib)
2.

Pendidikan Jasmani,
Olahraga dan
Kesehatan

Pengetahuan

Sudah memahami semua konsep keterampilan, kecuali


peran aktivitas fisik dalam pencegahan penyakit dan
pengurangan biaya perawatan kesehatan. Perlu lebih

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 145

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

tekun dalam memahami peran aktivitas fisik dalam


pencegahan penyakit dan pengurangan biaya perawatan
kesehatan.
Keterampilan

Sikap Spiritual dan


Sosial

Kelompok C (Peminatan)
I
Peminatan Matematika dan Ilmu Alam
1
Matematika
---------------------2
Biologi
Pengetahuan

Keterampilan

II
1

Lintas Minat
Ekonomi

Bahasa Mandarin

Sudah menguasai keterampilan permainan dan atletik,


terutama mempraktikkan teknik dasar atletik (jalan
cepat, lari, lompat dan lempar) dengan menekankan
gerak dasar fundamentalnya. Dapat diikutsertakan
dalam lomba OOSN tingkat kota.
Sudah menunjukkan usaha maksimal dalam setiap
aktivitas gerak jasmani, sportif dalam bermain, perlu
peningkatan dalam menghargai perbedaan. Perlu terus
dikembangkan sikap sportif dalam bermain
danmenghargai perbedaan

--------------------------------------------Sudah memahami berbagai tingkat keaneka-ragaman


hayati, namun kurang memahami dampak perubahan
lingkungan terhadap kehidupan. Perlu melakukan
pengamatan lingkungan untuk meningkatkan
pemahaman mengenai dampak perubahan lingkungan
terhadap kehidupan.
Sudah memiliki kompetensi keterampilan ilmiah dalam
memecahkan permasalahan biologi, namun kurang
memperhatikan aspek keselamatan kerja. Perlu lebih
teliti memperhatikan aspek keselamatan kerja dalam
melakukan kegiatan praktik baik di dalam maupun di
luar ruang laboratorium biologi.

Sikap Spiritual dan


Sosial

Sudah menunjukkan kepedulian terhadap masalah


lingkungan hidup dan berperilaku ilmiah (tekun, teliti,
jujur menyajikan data dan fakta), namun kurang percaya
diri dalam mengajukan pertanyaan dan
berargumentasi secara lisan. Perlu berlatih
meningkatkan kepercayaan diri untuk berani
berargumentasi secara lisan.

Pengetahuan

Keterampilan

Sudah memiliki kompetensi menganalisis dan


mengatasi permasalahan ekonomi, namun kurang
memahami konsep manajemen. Perlu meningkatkan
pemahaman tentang manajemen.
Sudah terampil melakukan penelitian tentang pasar dan
terbentuknya hargapasar dalam perekonomian, namun
kurang terampil menerapkan konsep manajemen. Perlu
berlatih menerapkan konsep manajemen di sekolah,
misalnya mengelola koperasi siswa.

Sikap Spiritual dan


Sosial
------------

Sudah konsisten berperilaku jujur, tanggung jawab, dan


peduli terhadap masalah ekonomi.
---------------------------------------

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 146

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

f. Teknik pegisian lembar penilaian laporan hasil belajar semester 2 (dua) sama dengan teknik
pengisian lembar penilaian laporan hasil belajar semester 1 (satu).
g. Kriteria kenaikan kelas ditentukan oleh Satuan Pendidikan berdasarkan karakteristik Satuan
Pendidikan.
Contoh :
Peserta didik dinyatakan naik kelas apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam dua semester pada tahun
pelajaran yang diikuti.
2) Mencapai tingkat kompetensi yang dipersyaratkan minimal sama dengan KKM.
3) Tidak terdapat 3 mata pelajaran atau lebih, pada kompetensi pengetahuan,
keterampilan, dan/atau sikap yang belum tuntas/belum baik.
4) Ketidakhadiran peserta didik tanpa keterangan maksimal 15% dari jumlah hari efektif.
h. Keterangan pindah keluar Satuan Pendidikan diisi dengan:
1)
2)
3)
4)

Tanggal ditetapkannya keluar dari Satuan Pendidikan.


Kelas yang ditinggalkan pada saat keluar dari Satuan Pendidikan.
Alasan keluar dari Satuan Pendidikan.
Waktu penandatanganan pengesahan oleh Kepala Sekolah dan tanda tangan kepala
sekolah dibubuhi stempel.
5) Pengesahan kepindahan keluar Satuan Pendidikan dikuatkan dengan tanda tangan
orang tua/wali peserta didik.
i. Keterangan pindah masuk Satuan Pendidikan diisi dengan:
1) Nama peserta didik yang masuk ditulis dengan huruf kapital.
2) Identitas peserta didik ditulis apabila pindah masuk ke sekolah baru (mutasi dari luar ke
dalam Satuan Pendidikan).
3) Waktu penandatanganan pengesahan oleh Kepala Sekolah dan tanda tangan kepala
sekolah dibubuhi stempel.
j. Catatan prestasi yang pernah dicapai diisi dengan:
1) Identitas peserta didik.
2) Catatan prestasi yang menonjol pada bidang kurikuler (akademik), ekstra kurikuler
(nonakademik), dan catatan khusus lainnya yang berhubungan dengan sikap serta halhal selain kurikuler dan ekstra kurikuler (misalnya memenangkan kejuaraan dalam ajang
pencarian bakat, dan sebagainya).

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 147

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

LK 3.3

PENGOLAHAN DAN PELAPORAN NILAI MATA PELAJARAN PJOK

PETUNJUK KEGIATAN
Kompetensi

: Melaporkan hasil penilaian proses dan hasil belajar ke dalam laporan hasil
belajar.

Tujuan Kegiatan

: Melalui kegiatan ini, peserta mampu mengolah hasil penilaian proses dan hasil
belajar ke dalam laporan hasil belajar.

Langkah Kegiatan:
1. Pelajari prosedur pengolahan nilai rapor dan format rapor pada dokumen Penilaian Hasil Belajar !
2. Rancanglah contoh nilai proses dan hasil belajar seorang peserta didik yang meliputi penilaian
sikap, pengetahuan dan keterampilan untuk mata pelajaran PJOK selama satu semester!
3. Olah masing-masing nilai menjadi nilai rapor dan predikatnya!
4. Buatlah deskripsi untuk masing-masing capaian kompetensi!
5. Masukkan kedalam format rapor!

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 148

Formatted: Centered

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

MATERI PELATIHAN 4
PRAKTIK PEMBELAJARAN TERBIMBING
4.1

ANALISIS VIDEO

4.2

PENYUSUSNAN RPP

4.3

PEER TEACHING

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 149

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

MATERI PELATIHAN 4
PRAKTIK PEMBELAJARAN TERBIMBING
A. Pengantar
Proses pembelajaran sesuai dengan Kurikulum 2013 mengacu pada pendekatan dan model yang
sesuai dengan standar proses, penilaian dan standar implementasi pada pembelajaran. Untuk
memenuhi hal tersebut guru harus berlatih mulai dari perencanaan pembelajaran sampai
pelaksanaannya. Pada pelatihan ini disajikan materi Praktik Pembelajaran Terbimbing dengan
tujuan agar guru dapat berlatih menyajikan pembelajaran di kelas yang sesuai dengan standar
yang telag ditetapkan melalui pengamatan video, penyusunan RPP, dan praktik pembelajaran (
peerteaching)
B. Kompetensi
Peserta pelatihan dapat:
1. Mengkaji pelaksanaan pembelajaran yang menerapkan pendekatan scientific dengan memperhatikan
karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, maupun, intelektual.
2. Menyusun RPP yang menerapkan pendekatan scientific sesuai model belajar yang relevan dengan
mempertimbangkan karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional,
maupun intelektual
3. Melaksanakan pembelajaran yang menerapkan pendekatan scientific dengan memperhatikan
karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, maupun, intelektual.

C. Lingkup Materi
1. Kajian pelaksanaan pembelajaran yang menerapkan pendekatan scientific dengan video
pembelajaran
2. Penyusunan RPP.
3. Pelaksanakan pembelajaran yang menerapkan pendekatan scientific.
D. Indikator
1. Menganalisis simulasi pembelajaran melalui tayangan video pembelajaran.
2.
3.
4.
5.

Mengidentifikasi rambu-rambu penyusunan RPP.


Menyusun RPP yang sesuai dengan SKL, KI, dan KD; Standar Proses; dan pendekatan scientific
Meleaah RPP sesuai dengan kriteria
Melaksanakan peer teaching yang menerapkan pendekatan scientific dan penilaian authentic
menggunakan RPP yang telah disusun.
6. Menilai pelaksanaan peer teaching peserta lain

E. Perangkat Pelatihan
1. Bahan Tayang
a. Strategi Pengamatan Video Pembelajaran.
b. Rambu-rambu penyusunan RPP
c. Panduan tugas telaah RPP.
d. Panduan tugas praktik pelaksanaan pembelajaran melalui peer teaching.
e. Instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran
2. Hand out; Rambu-rambu Penyusunan RPP
3. Lembar Kerja:
a. Analisis pembelajaran tayangan video
b. Telaah RPP
c. Instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran
4. Video: Pembelajaran PJOK dengan Pendekatan Scientific
5. ATK

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 150

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

MATERI PELATIHAN 4.1


ANALISIS VIDEO
A. Langkah Kegiatan Inti

Mengamati
Tayangan
Video
Pembelajaran

Presentasi
Hasil Diskusi

Kerja Kelompok

Penyimpulan
Hasil Diskusi

1. Mengamati Tayangan Video Pembelajaran


Peserta mengamati tayangan video pembelajaran yang diputarkan oleh fasilitator.

2. Kerja kelompok
Peserta mengidentifikasi aspek aspek kegiatan pembelajaran pada video secara berkelompok.
3. Presentasi Hasil Kerja
Peserta mempresentasikan hasil diskusi analisis tayangan video.
4. Penyimpulan Hasil Diskusi
Peserta menyimpulkan hasil diskusi kelompok.
B. Lembar Kerja
LK-4.1

FORMAT PENGAMATAN VIDEO PEMBELAJARAN


Mata Pelajaran
Kelas
Topik/Sub Topik

: ................................................................................
: ................................................................................
: ................................................................................
Aspek yang Diamati

Ya

Tidak

Catatan

Kegiatan Pendahuluan
Apersepsi dan Motivasi
1 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dengan menyapa dan
memberi salam
2 Mengaitkan materi pembelajaran sekarang dengan pengalaman
peserta didik atau pembelajaran sebelumnya
3 Mengajukan pertanyaan menantang untuk memotivasi
4 Menyampaikan manfaat materi pembelajaran
5 Mendemonstrasikan sesuatu yang terkait dengan materi
pembelajaran
Penyampaian kompetensi dan rencana kegiatan
1 Menyampaikan kemampuan yang akan dicapai peserta didik

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 151

Formatted: Centered, Space After: 0


pt, Line spacing: Multiple 1,2 li

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Aspek yang Diamati


Menyampaikan rencana kegiatan misalnya, individual, kerja
kelompok, dan melakukan observasi.

Ya

Tidak

Catatan

Kegiatan Inti
Penguasaan materi pembelajaran
1
2
3

Kemampuan menyesuaikan materi dengan tujuan


pembelajaran.
Kemampuan mengkaitkan materi dengan pengetahuan lain
yang relevan, perkembangan Iptek , dan kehidupan nyata.
Menyajikan pembahasan materi pembelajaran dengan tepat.

Menyajikan materi secara sistematis (mudah ke sulit, dari


konkrit ke abstrak)
Penerapan strategi pembelajaran yang mendidik

Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang


akan dicapai

2
3
4

Melaksanakan pembelajaran secara runtut


Menguasai kelas
Melaksanakan pembelajaran yang menumbuhkan partisipasi
aktif peserta didik dalam mengajukan pertanyaan
Melaksanakan pembelajaran yang menumbuhkan partisipasi
aktif peserta didik dalam mengemukakan pendapat
Melaksanakan pembelajaran yang mengembangkan
ketrampilan peserta didik sesuai dengan materi ajar
Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual

5
6
7
8
9

Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya


kebiasaan dan sikap positif (nurturant effect)
Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang
direncanakan

Penerapan PendekatanScientific
1

Memfasilitasi dan menyajikan kegiatan bagi peserta didik untuk


mengamati
2 Memancing peserta didik untuk bertanyaapa, mengapa dan
bagaimana
3 menfasilitasi dan menyajikan kegiatan bagi peserta didik untuk
mengumpulkan informasi
4 Memfasilitasi dan menyajikan kegiatan bagi peserta didik untuk
mengasosiasikan data dan informasi yang dikumpulkan
5 Menfasilitasi dan menyajikan kegiatan bagi peserta didik untuk
mengkomunikasikan pengetahuan dan ketrampilan yang
diperolehnya
Pemanfaatan sumber belajar/media dalam pembelajaran
1
2

Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan sumber belajar


yang bervariasi
Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan media
pembelajaran

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 152

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

3
4
5

Aspek yang Diamati


Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan sumber belajar
pembelajaran
Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan media
pembelajaran
Menghasilkan pesan yang menarik

Ya

Tidak

Catatan

Pelaksanaan Penilaian Authentic


1

Melaksanakan Penilaian Sikap

Melaksanakan Penilaian Pengetahuan

Melaksanakan Penilaian Ketrampilan

Kesesuaian tehnik dan instrumen dengan indikator pencapaian


kompetensi

Kesesuaian antara bentuk, tehnik dan instrumen penilaian


authentic.

Ketersediaan pedoman penskoran

Pelibatan peserta didik dalam pembelajaran


1

Menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik melalui interaksi


guru, peserta didik, sumber belajar

2
3

Merespon positif partisipasi peserta didik


Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons peserta didik

Menunjukkan hubungan antar pribadi yang kondusif

Menumbuhkan keceriaan atau antusiasme peserta didik dalam


belajar
Penggunaan bahasa yang benar dan tepat dalam pembelajaran

Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar

Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar

Kegiatan Penutup
Penutup pembelajaran
1 Menfasilitasi dan membimbing peserta didik untuk merangkum
materi pelajaran
2
3

Menfasilitasi dan membimbing peserta didik untuk merefleksi


proses dan materi pelajaran
Memberikan tes lisan atau tulisan

Mengumpulkan hasil kerja sebagai bahan portofolio

Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan


kegiatan berikutnya dan tugas pengayaan

Jumlah

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 153

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kesimpulan Hasil Analisis Video


................................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................................

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 154

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

MATERI PELATIHAN 4.2


PENYUSUNAN RPP
A. Langkah Kegiatan Inti

Diskusi

Kerja Kelompok

Telaah dan Revisi

Presentasi

1. Diskusi
Peserta mendiskusikan rambu-rambu penyusunan RPP yang sesuai standar Proses.
2. Kerja kelompok
Peserta menyusun RPP untuk satu KD secara berkelompok.
3. Telaah dan Revisi
Peserta menelaah RPP hasil kerja kelompok lain dan merevisi RPP berdasarkan hasil telaah.
4. Presentasi
Peserta mempresentasikan RPP yang telah direvisi dan Penyimpulan hasil diskusi.

B. Lembar Kerja

LK-4.2
TELAAH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Kompetensi :
Mampu menelaah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran menggunakan pendekatan scientific dan
sesuai dengan prinsip-prinsip pengembangan RPP
Langkah Kegiatan:
1. Pelajari dan diskusikan setiap aspek RPP yang harus ditelaah dalam format yang tersedia!
2. Isilah format sesuai dengan petunjuk pada format telaah RPP!
3. Berikan catatan khusus atau alasan Anda memberi skor pada suatu aspek pada RPP!
4. Berikan masukan atau rekomendasi secara umum sebagai saran perbaikan RPP pada kolom yang
tersedia!

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 155

Formatted: Centered, Space After: 0


pt, Line spacing: Multiple 1,2 li

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

FORMAT TELAAH RPP


1. Berilah tanda cek ( V) pada kolom skor (1, 2, 3 ) sesuai dengan kriteria yang tertera pada kolom
tersebut. Berikan catatan atau saran untuk perbaikan RPP sesuai penilaian Anda
2. Isilah Identitas RPP yang ditelaah.
Nama Guru
: .....................................................
Mata pelajaran : .....................................................
Topik/Sub topik : .....................................................
No
A

Hasil Penelaahan dan Skor


1
2
3
Tidak
Kurang
Sudah
Ada
Lengkap
Lengkap

Komponen Rencana Pelaksanaan


Pembelajaran
Identitas Mata Pelajaran

Catatan

1. Terdapat: satuan pendidikan,kelas,


semester, program/program keahlian, mata
pelajaran atau tema pelajaran/subtema,
jumlah pertemuan
B.

Perumusan Indikator

Tidak
Sesuai

Sesuai
Sebagian

Sesuai
Seluruhnya

Tidak
Sesuai

Sesuai
Sebagian

Sesuai
Seluruhnya

Tidak
Sesuai

Sesuai
Sebagian

Sesuai
Seluruhnya

Tidak
Sesuai

Sesuai
Sebagian

Sesuai
Seluruhnya

Tidak
Sesuai

Sesuai
Sebagian

Sesuai
Seluruhnya

1. Kesesuaian dengan Kompetensi Dasar


2. Kesesuaian penggunaan kata kerja
operasional dengan kompetensi yang
diukur
3. Kesesuaian rumusan dengan aspek
pengetahuan
4. Kesesuaian rumusan dengan aspek
ketrampilan
C.

Perumusan Tujuan Pembelajaran

1. Kesesuaian dengan Indikator


2. Kesesuaian perumusan dengan aspek
Audience, Behaviour, Condition, dan
Degree
D.

Pemilihan Materi Ajar

1. Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran


2. Kesesuaian dengan karakteristik peserta
didik
3. Keruntutan uraian materi ajar
E.
1.
2.
3.
4.
F.

Pemilihan Sumber Belajar


Kesesuaian dengan Tujuan pembelajaran
Kesesuaian dengan materi pembelajaran
Kesesuaian dengan pendekatan scientific
Kesesuaian dengan karakteristik peserta
didik
Pemilihan Media Belajar

1. Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran


2. Kesesuaian dengan materi pembelajaran
3. Kesesuaian dengan pendekatan scientific
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 156

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Hasil Penelaahan dan Skor


1
2
3

Komponen Rencana Pelaksanaan


Pembelajaran
4. Kesesuaian dengan karakteristik peserta
didik

No

G.

Metode Pembelajaran

Tidak
Sesuai

Sesuai
Sebagian

Sesuai
Seluruhnya

Tidak
Sesuai

Sesuai
Sebagian

Sesuai
Seluruhnya

Tidak
Sesuai

Sesuai
Sebagian

Sesuai
Seluruhnya

Catatan

1. Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran


2. Kesesuaian dengan pendekatan scientific
3. Kesesuaian dengan karakteristik peserta
didik
H.

Skenario Pembelajaran

1. Menampilkan kegiatan pendahuluan,


inti, dan penutup dengan jelas
2. Kesesuaian kegiatan dengan pendekatan
scientific(mengamati, menanya,
mengumpulkan informasi,
mengasosiasikan informasi,
mengkomunikasikan)
3. Kesesuaian dengan metode pembelajaran
4. Kesesuaian kegiatan dengan
sistematika/keruntutan materi
5. Kesesuaian alokasi waktu kegiatan
pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan
penutup dengan cakupan materi
I.

Rancangan Penilaian Authentic


1. Kesesuaian bentuk, tehnik dan instrumen
dengan indikator pencapaian kompetensi
2. Kesesuaian antara bentuk, tehnik dan
instrumen Penilaian Sikap
3. Kesesuaian antara bentuk, tehnik dan
instrumen Penilaian Pengetahuan
4. Kesesuaian antara bentuk, tehnik dan
instrumen Penilaian Ketrampilan
Jumlah skor

Masukan terhadap RPP secara umum:


.....................................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................................
...

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 157

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

C. Hand Out

HO-4.1-1
RAMBU-RAMBU PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

A. Pendahuluan
PP nomor 19 tahun 2005 yang berkaitan dengan standar proses mengisyaratkan bahwa guru
diharapkan dapat mengembangkan perencanaan pembelajaran, yang kemudian dipertegas
malalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 41 tahun 2007 tentang
Standar Proses, yang antara lain mengatur tentang perencanaan proses pembelajaran yang
mensyaratkan bagi pendidik pada satuan pendidikan untuk mengembangkan rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP).
Berdasarkan PP 19 Tahun 2005, Pasal 20 dinyatakan bahwa:
Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran
yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran,
sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.
Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis
agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang,
memotivasi peserta didik untuk berpartisipasiaktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi bagi
siswa untuk mengembangkan prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat,
dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Dalam rangka pelaksanaan kurikulum tahun 2013, guru harus menyusun RPP dengan
menyesuaikan berberapa komponen dengan dokumen kurikulum tersebut. Selain itu didalam
rencana pelaksanaan pembelajarannya harus menerapkan pendekartan scientific dan penilaian
authentic.
B. Penyusunan RPP pada Standar Proses
Standar proses tersebut memuat rambu-rambu tentang prinsip-prinsip pengembangan RPP. Dengan
berlakunya kurikulum 2013, maka rambu-rambu tersebutperlu disesuaikan dengan kebutuhan.
Pada Standar Proses (Permendiknas no 41 tahun 2007) terdapat Komponen RPP yang yang
terdiriIdentitas mata pelajaran yang meliputisatuan pendidikan, kelas, semester, program studi,
mata pelajaran atau tema pelajaran, jumlah pertemuan, standar kompetensikompetensi dasar,
indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode
pembelajaran, kegiatan pembelajaran yang meliputi kegiatan pendahuluan, inti dan penutup,
selanjutnya terdapat penilaian hasil belajar dan sumber belajar.
Pada kurikulum 2013, istilah standar kompetensi tidak dikenal lagi. Namun muncul istilah
kompetensi inti. Kompetensi inti merupakan gambaran mengenai kompetensi utama yang
dikelompokkan kedalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (afektif, kognitif, dan
psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata
pelajaran. Kompetensi Inti adalah kemampuan yang harus dimiliki seorang peserta didik untuk
setiap kelas melalui pembelajaran.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 158

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Prinsip-prinsip penyusunan RPP menurut standar proses adalah memperhatikan perbedaan


individu peserta didik, mendorong partisipasi aktif peserta didik, mengembangkan budaya
membaca dan menulis , memberikan umpan balik dan tindak lanjut, keterkaitan dan
keterpaduan dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi
1. Langkah-langkah Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Langkah-langkah minimal dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dimulai
dari mencantumkan Identitas RPP, Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, Indikator Pencapaian
Kompetensi, Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Kegiatan
Pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian.
Setiap komponen mempunyai arah
pengembangan masing-masing, namun semua merupakan suatu kesatuan.
Pada standar proses kegiatan pembelajaran terdiri dari langkah-langkah yang memuat unsur
kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
a. Pendahuluan
Pada kegiatan pendahuluan diharapkan terdapat kegiatan
Orientasi: memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan dibelajarkan,
dengan cara menunjukkan benda yang menarik, memberikan illustrasi, membaca berita
di surat kabar, menampilkan slide animasi, fenomena alam, fenomena sosial, atau
lainnya.
Apersepsi: memberikan persepsi awal kepada peserta didik tentang materi yang akan
diajarkan.
Motivasi: Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari gempa bumi, bidangbidang pekerjaan berkaitan dengan gempa bumi, dan sebagainya.
Pemberian Acuan: biasanya berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari.Acuan
dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis besar.
Pembagian kelompok belajar dan penjelasan mekanisme pelaksanaan pengalaman
belajar (sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran).
b. Kegiatan Inti
Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai Kompetensi Inti
dan Kompetensi Dasar yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyen angkan,
menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang
yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik, namun tetap efektif.
Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan
mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Pada RPP
kegiatan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi sebaiknya dirancang dengan kegiatankegiatan yang sesuai dengan materi dan metode yang digunakan.
c. Kegiatan Penutup
Pada kegiatan penutup di RPP dicantumkan dengan cara apa guru mengarahkan peserta
didik untuk membuat rangkuman/simpulan. Pemberian tes atau tugas, dan memberikan
arahan tindak lanjut pembelajaran, dapat berupa kegiatan di luar kelas, di rumah atau
tugas sebagai bagian remidi/pengayaan.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 159

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Langkah-langkah pembelajaran dimungkinkan disusun dalam bentuk rangkaian kegiatan, yang


sesuai dengan karakteristik model pembelajaran yang dipilih, menggunakan urutan sintaks
sesuai dengan modelnya. Oleh karena itu, kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan
kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan. Langkah pembelajaran di RPP
merupakan rangkaian kegiatan pengembangan sikap, keterampilan dan pengetahuan.
Pada Standar Proses, pembelajaran yang berfokus pada kegiatan Eksplorasi, Elaborasi, dan
Konfirmasi sangat diharapkan. Pembelajaran pada Kurikulum 2013 disarankan berbasis
pendekatan Sientific yang meliputi mengamati, menanya, mengolah, menalar, menyajikan,
menyimpulkan, dan mencipta. RPP yang disusun sebaiknya berbasisn pendekatan scientific
dengan memperhatikan karakter mata pelajaran dan karakteristik siswa. Sikap tidak hanya
diajarkan secara verbal, tetapi melalui pemberitahuan, contoh ,modeling, atau keteladanan,
dan pembiasaan. Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di lingkungan sekolah
dan masyarakat. Dan harus diingat bahwa guru bukan lagi menjadi satu-satunya sumber
belajar.
Pembelajaran di SD dikemas dalam suatu tema sehingga pembelajaran ini disebut
PembelajaranTematik. Sedangkan Pembeajaran IPA, IPS di SMA masing-masing diajarkan
secara terpadu. Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus
yang dikembangkan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media,
narasumber, alat dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional, dan bisa
langsung dinyatakan bahan ajar apa yang digunakan. Misalnya, sumber belajar dalam silabus
dituliskan buku referensi, dalam RPP harus dicantumkan bahan ajar yang sebenarnya.
Jika menggunakan buku, maka harus ditulis judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman
yang diacu. Jika menggunakan bahan ajar berbasis ICT, maka harus ditulis nama file, folder
penyimpanan, dan bagian atau link file yang digunakan, atau alamat website yang digunakan
sebagai acuan pembelajaran.
2. Penerapan Pendekatan Scientific dalam RPP
Kurikulum 2013 menekankan penerapan pendekatan ilmiah atau scientific approach pada
proses pembelajaran.
Pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam pembelajaran
sebagaimana dimaksud meliputi mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan,
menyimpulkan, dan mencipta untuk semua mata pelajaran. (Sudarwan, 2013). Menurut
McCollum (2009)
dijelaskan bahwa komponen-komponen penting dalam mengajar
menggunakan pendekatan scientific diantaranya adalah guru harus menyajikan pembelajaran
yang dapat meningkatkan rasa keingintahuan (Foster a sense of wonder), meningkatkan
keterampilan mengamati (Encourage observation), melakukan analisis ( Push for analysis) dan
berkomunikasi (Require communication)
b. Meningkatkan Rasa Keingintahuan
Semua pengetahuan dan pemahaman dimulai dari rasa ingin tahu dari peserta didik
tentang siapa, apa, dan dimanaatau who, what and where dari apa yang ada di sekitar
peserta didik. Pada kurikulum 2013, peserta didik dilatih rasa keingintahuannya sampai
mengapa dan bagaimana whyand How
Pada pembelajaran rasa keingintahuan ini dapat difasilitasi dalam kegiatan tanya jawab
baik mulai dari kegiatan pendahuluan kegiatan inti dan penutup. Selain tanya jawab, dapat
juga dengan melalui memberikan suatu masalah, fakta-fakta atau kejadian alam yang ada
di sekitar peserta didik.
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 160

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

c. Mengamati
Pembiasaan kegiatan mengamati sangat bermanfaat bagi pemenuhan rasa ingin tahu
peserta didik, sehingga proses pembelajaran memiliki kebermaknaan yang tinggi. Dengan
metode observasi peserta didik dapat menemukan fakta bahwa ada hubungan antara
obyek yang dianalisis dengan materi pembelajaran yang disajikan oleh guru (Sudarwan,
2013). Menurut Nuryani, 1995 mengamati merupakan kegiatan mengidentifikasi ciri-ciri
objek tertentu dengan alat inderanya secara teliti, menggunakan fakta yang relevan dan
memadai dari hasil pengamatan, menggunakan alat atau bahan sebagai alat untuk
mengamati objek dalam rangka pengumpulan data atau informasi. Pengamatan yang
dilakukan hanya menggunakan indera disebut pengamatan kualitatif, sedangkan
pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan alat ukur disebut pengamatan
kuantitatif. Untuk meningkatkan keterampilan mengamati, maka didalam RPP sebaiknya
dimunculkan kegiatan yang memungkinkan
siswa untukmengunakan berbagai
pancaindranya untuk mencatat hasil pengamatan.
d. Menganalisis
Wonder grows with understanding and understanding come of analysis. Analisis dapat
berupa analisis kuantitatif dan kualitatif. Peserta didik perlu dilatih dan dibiasakan
melakukan analisas data yang sesuai dengan tingkat kemampuannya. Misalnya data
pengamatan yang diperoleh sendiri.
Berikan kesempatan kepada peserta untuk meninjau kembali hasil pengamatan dan
mereka dilatih membuat pola-pola atau grafik dari data yang diperolehnya.
Latih peserta untuk melakukan klasifikasi, menghubungkan dan menghitung. A scientific
approach to teaching pushes learners to seek for patterns
e. Mengomunikasikan
Pada pendekatan scientific guru diharapkan
mengkomunikasikan yang peserta didik telah pelajari.

member

kesempatan

untuk

Berdasarkan uraian di atas, RPP khususnya pada langkah-langkah pembelajaran,


diharapkan memunculkan kegiatan-kegiatan seperti yang ada pada pendekatan scientific.
3. Penerapan Penilaian Authentic di dalam RPP
Penilaian merupakan suatu kegiatan yang dilakukan guru yang berkaitan dengan pengambilan
keputusan tentang pencapaian kompetensi dasar setelah mengikuti proses pembelajaran.
Data yang diperoleh pendidik selama pembelajaran berlangsung dijaring dan dikumpulkan
melalui prosedur dan alat penilaian yang sesuai dengan kompetensi dasar atau indikator yang
akan dinilai. Dari proses ini, diperoleh potret/profil kemampuan peserta didik dalam mencapai
sejumlah kompetensi dasar yang dirumuskan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
masing-masing. Data tersebut diperlukan sebagai informasi yang diandalkan sebagai dasar
pengambilan keputusan.
Penilaian pendidikan merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah-langkah
perencanaan, penyusunan alat penilaian, pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang
menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik, pengolahan, dan penggunaan informasi
tentang hasil belajar peserta didik. Penilaian dilaksanakan melalui berbagai teknik/cara,
seperti penilaian unjuk kerja (performance), penilaian tertulis (paper and pencil test) atau

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 161

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

lisan, penilaian proyek, penilaian produk, penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta
didik (portfolio), dan penilaian diri.
Penilaian proses dan hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan
kesehatan sesuai Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 dilakukan melalui:
a) Observasi sikap secara berkesinambungan;
b) Penilaian diri untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan peserta didik yang
bersangkutan;
c) Penilaian antar peserta didik dengan instrumen antar peserta didik;
d) Jurnal perilaku peserta didik;
e) Tes tulis, lisan, dan penugasan (pekerjaan rumah dan atau proyek);
f) Tes prkatik berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas sesuai dengan tuntutan
kompetensi;
g) Proyek pengerjaan tugas yang diberikan meliputi proses perencanaan, pelaksanaan, dan
pelaporan;
h) Portofolio, berupa kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang dan kurun waktu
tertentu.
Pada penjelasan yang dituliskan sebelumnya, di dalam program PJOK pembelajaran juga
diarahkan untuk mencapai tiga kategori atau domain kompetensi, sebagaimana yang
diungkapkan oleh Bloom dan kawan-kawan seperti yang dikutip oleh Marilyn M. Buck (2007:
91) yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Domain kognitif meliputi pembelajaran terhadap
pengetahuan dan penerapannya, domain afektif meliputi akuisisi terhadap sikap perilaku,
apresiasi dan penghargaan terhadap sikap perilaku tersebut. Terakhir adalah domain
psikomotor yaitu pengembangan jasmani dan keterampilan neuromuskular.
4. Contoh Kerangka RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

A.
B.

C.
D.
E.
F.

Sekolah
: .
Mata Pelajaran
: .
Kelas/Semester
: .
Materi Pokok
: .
Alokasi Waktu
: .
Kompetensi Inti (diambil dari KI dan KD mata pelajaran)
Kompetensi Dasar dan Indikator
1. ______________ (KD pada KI-1)
2. ______________ (KD pada KI-2)
3. ______________ (KD pada KI-3)
Indikator: ______________
4. ______________ (KD pada KI-4)
Indikator: ______________
Tujuan Pembelajaran
Materi Pembelajaran (rincian dari Materi Pokok
Metode Pembelajaran (Rincian dari Kegiatan Pembelajaran)
Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Media
2. Alat/ Bahan

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 162

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

G.

H.

3. Sumber Belajar
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan Kesatu:
a. Pendahuluan/ Kegiatan Awal (menit)
b. Kegiatan Inti (menit)
c. Penutup (menit)
2. Pertemuan Kedua:
a. Pendahuluan/ Kegiatan Awal (menit)
b. Kegiatan Inti (menit)
c. Penutup (menit), dan seterusnya
Penilaian
1. Jenis/ teknik penilaian
2. Bentuk instrumen dan instrumen
3. Pedoman penskoran

5. Contoh RPP Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan


Satuan Pendidikan
Mata Pelajaran
Kelas/semester
Materi Pokok
Alokasi Waktu

: SMA Model
: Penjasorkes
: X/1
: Aktivitas Gerak Berirama
: 1 X pertemuan (3 JP)

A. Kompetensi Inti
1.Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2.Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif
dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri
sebagai cerminan
3.Memahami,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4.Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan
metoda sesuai kaidah keilmuan.
B.

Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


No
1. 1.1.

Kompetensi Dasar
Menghargai tubuh dengan seluruh
perangkat gerak dan kemampuannya
sebagai anugrah Tuhan yang tidak
ternilai.

Indikator Pencapaian Kompetensi

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 163

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

2.

2.4

Menunjukkan kemauan bekerjasama


dalam melakukan berbagai aktivitas
fisik.
2.5 Toleransi dan mau berbagi dengan
teman dalam penggunaan
peralatan dan kesempatan.
2.6 Disiplin selama melakukan
berbagai aktivitas fisik.

3.

3.7 Menganalisis variasi dan kombinasi


keterampilan rangkaian aktivitas
gerak ritmik untuk menghasilkan
koordinasi gerak yang baik.

4. 4.7E Mempraktikkan variasi dan kombinasi


N rangkaian aktivitas gerak ritmik dengan
J koordinasi gerak yang baik.
E
L
A
S
K
A
N

1. Menjelaskan 3 gerak dasar langkah


kaki aktivitas gerak berirama senam
aerobik
2. menjelaskan gerak dasar lengan
aktivitas gerak berirama senam
aerobik
3. Menjelaskan pengembangan gerak
dasar
1. Merangakai variasi dan kombinasi 3
gerak dasar senam aerobik
2. Mempraktikkan variasi dan kombinasi
rangkaian gerak dasar senam aerobik
dengan kordinasi yang baik

C.

Tujuan Pembelajaran
Setelah melalui proses pembelajaran peserta didik dapat:
1. Terbiasa memanjatkan doa sebelum dan sesudah pelajaran dengan khusuk.
2. Menunjukkan perilaku kerjasama dalam kelompok
3. Menunjukkan perilaku disiplin dalam pembelajaran secara berkelomok
4. Menunjukkan sikap toleran dalam pembelajaran secara kelompok
5. Menjelaskan gerak dasar aktivitas gerak berirama senam aerobik v- step
6. Menjelaskan gerak dasar aktivitas gerak berirama senam aerobik double step
7. Menjelaskan gerak dasar aktivitas gerak berirama senam knee up
8. Menjelaskan pengembangan gerak dasar senam aerobik
9. Menjelaskan gerak dasar lengan aktivitas gerak berirama senam aerobik
10. Merangakai variasi dan kombinasi 3 gerak dasar senam aerobik
11. Melakukan variasi dan kombinasi rangkaian gerak dasar senam aerobik dengan kordinasi
yang baik

D.

Materi Pembelajaran
1. Gerak dasar V step
2. Gerak dasar Knee up
3. Gerak dasar Double Step
4. Merangkai gerak dasar

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 164

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

E.

Metode Pembelajaran
1. Model Penemuan

F.

Sumber Belajar
Tim Penjas, Modul Pembelajaran Aktivitas Ritmik Senam aerobik, 2010. Pusat pengembangan
Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan
Konseling.

G.

Media Alat dan Bahan Pembelajaran


1. Media
Video senam aerobik
2. Alat dan bahan

1.
2.
3.
4.
5.
H.

Laptop : 1 buah
LCD
: 1 buah
Screen monitor: 1 buah
Cd musik senam aerobik
Sound sistem

Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

a. Pendahuluan (25menit)
1. Menyiapkan peserta didik dalam barisan empat bersyaf melengkung (semua peserta didik
dapat melihat guru)
2. Dipimpin berdoa untuk keselamatan dan kebermanfaatan dalam pembelajaran.
3. Mengecek kehadiran semua peserta didik dan menanyakan kesehatan mereka secara
umum.
4. Melakukan apersepsi dengan membandingkan kegiatan senam aerobik yang pernah
dilakukan dengan aktivitas yang akan dipelajari dalam pembelajaran.
5. Menjelaskan tujuan pembelajaran aktivitas berirama senam aerobik yang akan dicapai
pada hari itu.
6. Menyampaikan garis besar cakupan materi aktivitas berirama senam aerobik dan
penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk menyelesaikan
permasalahan atau tugas.
b.

Kegiatan inti (95 menit)


1. Secara klasikal guru memandu siswa untuk melakukan aktivitas senam aerobik secara
bersama sama. siswa melakukan pengamatan langsung
2. Mendiskusikan tentang aktivitas senam aerobik yang telah dilakukan, fokus pada teknik
gerak dasar v- step, knee up dan double step dan kemungkinan variasi dan kombinasi
teknik gerakan lengan.
3. Dalam kelompok siswa melakukan identifikasi tentang teknik gerak langkah kaki dan
teknik gerak lengan
4. Mendiskusikan tentang tugas membuat variasi dan kombinasi rangkaian gerak senam
aerobik
5. Dalam kelompok siswa membuat variasi dan kombinasi rangkaian 3 teknik gerak langkah
kaki dan teknik gerak lengan
6. Setiap kelompok menpresentasikan variasi dan kombinasi rangkaian 3 teknik gerak
langkah kaki dan teknik gerak lengan.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 165

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

c. Penutup (15 menit)


1. Peserta didik melakukan pelemasan dan pelepasan
2. Peserta didik bersama guru, melakukan refleksi.
3. Peserta didik bersama guru menyimpulkan tentang tugas rangkaian gerak, menjelaskan
kesalahan-kesalahan yang yang terjadi selama menyelesaikan tugas dan hal-hal yang
perlu dilakukan untuk menyelesaikan tugas pada petremuan berikutnya.
4. Peserta didik bersama-sama guru berdoa
5. menutup pembelajaran
I. Penilaian
B. Penilaian Sikap
a. Jenis/ teknik penilaian
Pengamatan oleh rekan sejawat
b. Bentuk instrumen dan instrumen (sebaiknya dilampirkan)
Lembar pengamatan sikap
Nama
: ________________
Kelas
: ________________
Petugas Pengamatan : ________________
No.
1

ASPEK

SKOR (1 - 4)

Toleran
Menghormati pendapat teman
Menerima kekurangan orang lain
Menerima kesepakatan meskipun
berbeda dengan pendapatnya
d. Menghormati teman yang berbeda suku,
agama, ras, budaya, dan gender
a.
b.
c.

Disiplin
a. Hadir tepat waktu
b. Mengikuti seluruh proses pembelajaran
c. Mentaati prosedur kerja sesuai peran
d. Selesai tepat waktu
Kerja sama
a. Sebagai anggota melibatkan diri dan
mengambil peran secara aktif dalam
kelompok
b. Sebagai anggota kelompok berbagi tugas
dengan anggota lain (tidak mendominasi)
c. Tidak mengganggu peserta didik lain
d. Membantu mempersiapkan dan merapikan
peralatan pembelajaran
TOTAL SKOR

c. Pedoman penskoran
3) Penskoran
Skor 4, jika seluruh indikator ditunjukkan oleh teman yang diamati
Skor 3, jika tiga indikator ditunjukkan oleh teman yang diamati
Skor 2, jika dua indikator ditunjukkan oleh teman yang diamati
Skor 1, jika hanya satu indikator ditunjukkan oleh teman yang diamati
4) Pengolahan skor

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 166

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Skor maksimum: 12
Skor perolehan peserta didik: SP
Nilai sikap yang diperoleh peserta didik: SP/12 X 4
Rentang nilai sikap:
0,00
1,00
1,33
1,66
2,00
2,33
2,66
3,00
3,33
3,66

Nilai
Nilai
Nilai
Nilai
Nilai
Nilai
Nilai
Nilai
Nilai
Nilai
Nilai

1,00
1,33
1,66
2,00
2,33
2,66
3,00
3,33
3,66
4,00

Predikat
D
D+
C-.
C
C+
BB
B+
AA

Nilai Sikap
KURANG
CUKUP

BAIK
SANGAT BAIK

C. Penilaian Pengetahuan
a. Jenis/ teknik penilaian
Uji tulis
b. Bentuk instrumen dan instrumen (sebaiknya dilampirkan)
Soal uji tulis
Nama
: ________________
Kelas
: ________________
No
1

ASPEK DAN SOAL UJI TULIS


Fakta
a. Sebutkan macam-macam gerak
dasar langkah kaki/basic step dalam
senam aerobik!
Konsep
b. Jelaskan manfaat melakukan
rangkaian senam aerobik dalam
jangka waktu yang lama!
c. Sebutkan berbagai kesalahan yang
sering terjadi ketika melakukan basic
step V-step!
Prosedur
d. Jelaskan cara melakukan teknik basic
step knee up pada senam aerobik!

Jawaban

c. Pedoman penskoran
1) Penskoran
a) Soal nomor 1
Skor 3, jika jenis disebut secara lengkap
Skor 2, jika jenis disebut secara kurang lengkap
Skor 1, jika jenis disebut tidak lengkap
b) Soal nomor 2
Skor 4, jika penjelasan benar dan lengkap
Skor 3, jika penjelasan benar tetapi kurang lengkap
Skor 2, jika sebagian penjelasan tidak benar dan kurang lengkap

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 167

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Skor 1, jika hanya sebagian penjelasan yang benar dan tidak lengkap
c) Soal nomor 3
Skor 3, jika jenis disebut secara lengkap
Skor 2, jika jenis disebut secara kurang lengkap
Skor 1, jika jenis disebut tidak lengkap
d) Soal nomor 4
Skor 4, jika urutan benar dan lengkap
Skor 3, jika urutan benar tetapi kurang lengkap
Skor 2, jika sebagian urutan tidak benar dan kurang lengkap
Skor 1, jika hanya sebagian urutan yang benar dan tidak lengkap
2) Pengolahan skor
Skor maksimum: 14
Skor perolehan peserta didik: SP
Nilai sikap yang diperoleh peserta didik: SP/14 X 4
Rentang nilai pengetahuan:
0,00
1,00
1,33
1,66
2,00
2,33
2,66
3,00
3,33
3,66

Nilai
Nilai
Nilai
Nilai
Nilai
Nilai
Nilai
Nilai
Nilai
Nilai
Nilai

Predikat
D.
D+
C-.
C
C+
BB
B+
AA

1,00
1,33
1,66
2,00
2,33
2,66
3,00
3,33
3,66
4,00

d. Penilaian Keterapilan
i. Jenis/ teknik penilaian
Uji unjuk kerja praktik rangkaian variasi dan kombinasi gerak dasar senam aerobiki
ii. Bentuk instrumen dan instrumen (sebaiknya dilampirkan)
Nama
: ________________
Kelas
: ________________
Petugas Pengamatan: ________________
No

Indikator Esensial

Skor
1

1. Teknik Gerak
2. Kreativitas
3. Kekompakan
iii.

Pedoman penskoran praktik


1. Penskoran
Kekompakan.
9.1. Nilai 4 Jika selama melakukan rangkaian gerak selalu kompak
10.2. Nilai 3 jika Jika selama melakukan rangkaian gerak sering kompak
11.3. Nilai 2 Jika Jika selama melakukan rangkaian gerak kadang kompak
12.4. Nilai 1 jika Jika selama melakukan rangkaian gerak selalu tidak kompak

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 168

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Teknik gerak.
9.1. Nilai 4 Jika selama melakukan rangakaian gerak sesuai dengan teknik gerak
10.2. Nilai 3 Jika selama melakukan rangakaian gerak sebagaian kecil kurang
sesuai teknik gerak
11.3. Nilai 3 Jika selama melakukan rangakaian gerak kadang-kadang sesuai
teknik gerak
12.4. Nilai 3 Jika selama melakukan rangakaian gerak tidak sesuai teknik gerak
Kreativitas.
8.1. Nilai 4 jika melakukan:
i.a. perubahan formasi barisan,
j.b.perubahan arah gerak dasar,
k.c.
melakukan variasi intensitas gerak,
l.d. melakukan variasi gerak lengan.
9.2. Nilai 3 jika hanya melakukan 3 unsur.
10.3. Nilai 2 jika hanya melakukan 2 unsur
11.4. Nilai 1 jika hanya melakukan 1 unsur.
2) Pengolahan skor proses gerak

Skor maksimum: 12
Skor perolehan peserta didik: SP
Nilai yang diperoleh peserta didik: SP/12 X 4
Rentang nilai Keterampilan:
Nilai
0,00 Nilai 1,00
1,00 Nilai 1,33
1,33 Nilai 1,66
1,66 Nilai 2,00
2,00 Nilai 2,33
2,33 Nilai 2,66
2,66 Nilai 3,00
3,00 Nilai 3,33
3,33 Nilai 3,66
3,66 Nilai 4,00

Predikat
D.
D+
C-.
C
C+
BB
B+
AA
Bogor, 2 Januari 2014

Memeriksa dan Menyetuji


Kepala SMA Model

Guru Mata Pelajaran

NIP

NIP

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 169

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

MATERI PELATIHAN 4.3


PEER TEACHING

A. Langkah Kegiatan Inti

Diskusi

Praktik
Pembelajaran

Refleksi

Penyimpulan
Hasil Diskusi

1. Diskusi
Peserta mendiskusikan tentang instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran.
2. Praktik Pembelajaran
Mempraktikkan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun melalui peer teaching.
3. Refleksi
Peserta melakukan refleksi terhadap pelaksanaan peer teaching.
4. Presentasi
Peserta menyimpulkan hasil diskusi dan rangkuman hasil peer teaching.

B. Lembar Kerja

LK- 4.3
PRAKTIK PEMBELAJARAN
(Peer-teaching)
Kompetensi:
Mampu melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan pendekatan scientific dan model
pembelajaran yang sesuai
Langkah Kegiatan:
1. Bacalah format penilaian pelaksanaan pembelajaran untuk dapat memahami setiap aspek yang
dinilai!
2. Pelajari RPP yang akan ditampilkan oleh guru model!
3. Amatilah secara seksama proses pelakasaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru model!
4. Berikan tanda centang () pada kolom pilihan Ya atau Tidak sesuai penilaian Anda terhadap
penyajian pembelajaran!
5. Pada kolom catatan, berikan catatan khusus atau saran perbaikan pelaksanaan pembelajaran!

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 170

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

FORMAT PENGAMATAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Nama Peserta
Asal Sekolah
Mata Pelajaran
Kelas
Topik/Subtopik

:
:
:
:
:

...............................................................................
...............................................................................
...............................................................................
...............................................................................
...............................................................................
Aspek yang Diamati
Ya

Tidak

Catatan

Kegiatan Pendahuluan
Apersepsi dan Motivasi
1
2
3
4
5

Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dengan menyapa dan


memberi salam
Mengaitkan materi pembelajaran sekarang dengan pengalaman
peserta didik atau pembelajaran sebelumnya
Mengajukan pertanyaan menantang untuk memotivasi
Menyampaikan manfaat materi pembelajaran
Mendemonstrasikan sesuatu yang terkait dengan materi
pembelajaran

Penyampaian kompetensi dan rencana kegiatan


1 Menyampaikan kemampuan yang akan dicapai peserta didik
2

Menyampaikan rencana kegiatan misalnya, individual, kerja


kelompok, dan melakukan observasi.

Kegiatan Inti
Penguasaan materi pembelajaran
1
2

Kemampuan menyesuaikan materi dengan tujuan


pembelajaran.
Kemampuan mengkaitkan materi dengan pengetahuan lain
yang relevan, perkembangan Iptek , dan kehidupan nyata.

Menyajikan pembahasan materi pembelajaran dengan tepat.

Menyajikan materi secara sistematis (mudah ke sulit, dari


konkrit ke abstrak)

Penerapan strategi pembelajaran yang mendidik

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 171

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Aspek yang Diamati


1
2

Ya

3
4

Menguasai kelas
Melaksanakan pembelajaran yang menumbuhkan partisipasi
aktif peserta didik dalam mengajukan pertanyaan

Melaksanakan pembelajaran yang menumbuhkan partisipasi


aktif peserta didik dalam mengemukakan pendapat

Melaksanakan pembelajaran yang mengembangkan


ketrampilan peserta didik sesuai dengan materi ajar
Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual

7
8
9

Tidak

Catatan

Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang


akan dicapai
Melaksanakan pembelajaran secara runtut

Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya


kebiasaan dan sikap positif (nurturant effect)
Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang
direncanakan

Penerapan PendekatanScientific
1
2

Memfasilitasi dan menyajikan kegiatan bagi peserta didik untuk


mengamati
Memancing peserta didik untuk bertanyaapa, mengapa dan
bagaimana

menfasilitasi dan menyajikan kegiatan bagi peserta didik untuk


mengumpulkan informasi
4 Memfasilitasi dan menyajikan kegiatan bagi peserta didik untuk
mengasosiasikan data dan informasi yang dikumpulkan
5 Menfasilitasi dan menyajikan kegiatan bagi peserta didik untuk
mengkomunikasikan pengetahuan dan ketrampilan yang
diperolehnya
Pemanfaatan sumber belajar/media dalam pembelajaran
1
2

Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan sumber belajar


yang bervariasi
Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan media
pembelajaran

Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan sumber belajar


pembelajaran

Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan media


pembelajaran
Menghasilkan pesan yang menarik

Pelaksanaan Penilaian Authentic

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 172

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Aspek yang Diamati

Ya

Melaksanakan Penilaian Sikap

Melaksanakan Penilaian Pengetahuan

Melaksanakan Penilaian Ketrampilan

Kesesuaian tehnik dan instrumen dengan indikator pencapaian


kompetensi

Kesesuaian antara bentuk, tehnik dan instrumen penilaian


authentic.

Ketersediaan pedoman penskoran

Tidak

Catatan

Pelibatan peserta didik dalam pembelajaran


1

Menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik melalui interaksi


guru, peserta didik, sumber belajar

2
3

Merespon positif partisipasi peserta didik


Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons peserta didik

Menunjukkan hubungan antar pribadi yang kondusif

Menumbuhkan keceriaan atau antusiasme peserta didik dalam


belajar
Penggunaan bahasa yang benar dan tepat dalam pembelajaran

Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar

Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar

Kegiatan Penutup
Penutup pembelajaran
1

Menfasilitasi dan membimbing peserta didik untuk merangkum


materi pelajaran
Menfasilitasi dan membimbing peserta didik untuk merefleksi
proses dan materi pelajaran
Memberikan tes lisan atau tulisan

Mengumpulkan hasil kerja sebagai bahan portofolio

Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan


kegiatan berikutnya dan tugas pengayaan

Jumlah

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 173

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Daftar Pustaka
Alexander, D., (2000). The learning that lies between play and academics in afterschool programs.
National Institute on Out-of-School Time. Retrieved from http://www.niost.org/
Publications/papers.

Formatted: Space Before: 2 pt, After:


6 pt

Allen, L., (1973). An Examination of the Ability of Third Grade Children from the Science Curriculum
Improvement Study to Identify Experimental Variables and to Recognize Change. Science
Education, 57, 123-151.
Admin, Metode Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) [online]. Diakses di
http://digilib.sunan-ampel.ac.id/files/disk1/151/hubptain-gdl-ellyikasus-7509-3-babii.pdf (17
Oktober 2011).

Formatted: Space Before: 2 pt, After:


6 pt

Barron, B., & Darling-Hammond, L. (2008). Teaching for meaningful learning: A review of research on
inquiry-based and cooperative learning. Retrieved from http://www.edutopia.
org/pdfs/edutopia-teaching-for-meaningful-learning.pdf.
BSNP., (2007). Permendiknas nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan
PendidikanDasar dan Menengah. Jakarta
Buck Institute for Education. Introduction to Project Based Learning. [Online]. Diakses di
http://www.bie.org/images/uploads/general/20fa7d42c216e2ec171a212e97fd4a9e.pdf (18
Oktober 2011).
Coutinho, M., &Malouf, D., (1993). Performance Assessment and Children with Disabilities: Issues
and Possibilities. Teaching Exceptional Children, 25(4), 6367.
Cumming, J. J., & Maxwell, G. S., (1999). Contextualizing Authentic Assessment. Assessment in
Education, 6(2), 177194.
Dantes, Nyoman. (2008). Hakikat Asesmen Authentic Sebagai Penilaian Proses dan Produk Dalam
Pembelajaran yang Berbasis Kompetensi (Makalah Disampaikan pada In House Training (IHT)
SMA N 1 Kuta Utara).Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha
Daniel

K.
Schneider.
(2005).
Project-based
learning.
[Online].
dihttp://edutechwiki.unige.ch/en/Project-based_learning (18 Oktober 2011).

Diakses

Dahar, RW., (1991). Teori-Teori Belajar. Jakarta: Penerbit Erlangga.


Florin, Suzanne. (2010). The Success of Project Based Learning. [Online]. Diakses di
http://www.brighthub.com/education/k-12/articles/90553.aspx (18 Oktober 2011).
Gatlin, L.,& Jacob, S. (2002). Standards-Based Digital Portfolios: A Component of Authentic
Assessment for Preservice Teachers. Action in Teacher Education, 23(4), 2834.
Grant, M. (2009). Understanding projects in projectbased learning: A students perspective. Paper
presented at Annual Meeting of the American Educational Research Association, San Diego,
CA.
Grisham-Brown, J., Hallam, R., & Brookshire, R. (2006). Using Authentic Assessment to Evidence
Children's Progress Toward Early Learning Standards. Early Childhood Education Journal,
34(1), 4551.
Holiwarni, B., dkk., (2008). Penerapan Metode Penemuan Terbimbing pada Mata Pelajaran Sains
untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN 016 Pekanbaru Kota (Laporan
Penelitian). Pekanbaru: Lemlit UNRI.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 174

Formatted: Indent: Before: 0 cm,


Hanging: 1 cm, Space Before: 2 pt,
After: 6 pt

Formatted: Space Before: 2 pt, After:


6 pt

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

http://darussholahjember.blogspot.com/2011/05/aplikasi-metode-discovery-learning.html
(diunduh 23 Mei 2013).
http://ebookbrowse.com/pengertian-model-pembelajaran-discovery-learning-menurut-para-ahlipdf-d368189396 (diunduh 23 Mei 2013).
http://prismabekasi.blogspot.com/2012/10/definisi-belajar-menurut-para-ahli.html
Mei 2013).

(diunduh 23

Ibrahim, Muslimin., (2005). Asesmen Berkelanjutan: Konsep Dasar, Tahapan Pengembangan dan
Contoh. Surabaya: UNESA University Press Anggota IKAPI.
Jurnal Geliga Sains 3 (2), 8-13., (2009) Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Riau ISSN
1978-502X.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan., (2013). Kompetensi Dasar SMP/MTs, Jakarta
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan., (2013). Permendikbud 81A. Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan.
Lucas,

George.,
(2005).
Instructional
Module
Project
Based
Learning.
http://www.edutopia.org/modules/PBL/whatpbl.php. Diakses tanggal 13 Juli 2010.

Formatted: Space Before: 2 pt, After:


6 pt

Markham, T., (2003). Project-Based Learning Handbook (2nd ed.). Novato, CA: Buck Institute for
Education.
Mc

Colum.,
(2009).
A
scientific
approach
to
teaching.
http://kamccollum.wordpress.com/2009/08/01/a-scientific-approach-to-teaching/last update
januari 2013

Nuryani Rustaman., (2006). Penilaian Authentic( Authentik Assessment) dan Penerapannya dalam
Pendidikan
Sains.
FPMIPA&
Sekolah
Pascasarjana
UPI,
http://file.upi.edu/Direktori/SPS/PRODI.PENDIDIKAN_IPA/195012311979032Padilla, M., Cronin, L., & Twiest, M., (1985). The Development and Validation of the Test of Basic
Process Skills. Paper Presented at the Annual meeting of the National Association for Research
in Science Teaching, French Lick, IN
Quinn, M., & George, K. D., (1975). Teaching Hypothesis Formation. Science Education, 59, 289-296.
Science Education, 62, 215-221
Research summary: Project-based learning in middle grades mathematics. Retrieved from
http://www.nmsa.org/Research/ResearchSummaries.

Formatted: Space Before: 2 pt, After:


6 pt

ResearchSummaries/ProjectBasedLearninginMath/tabid/1570/Default.aspx.
Rizqi, (2000). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berorientasi Pembelajaran Penemuan
Terbimbing (Guide-Discovery Learning) yang Mengintegrasikan Kegiatan Laboratorium untuk
Fisika SLTP Bahan Kajian Pengukuran. Tesis, UNESA (tidak dipublikasikan).
Savery, J. R., (2006). Overview of problem-based learning: Definitions and distinctions. The
Interdisciplinary Journal of Problem-Based Learning, 1(1), 920. Journal of Problem-Based
Learning
Salvia, J., & Ysseldyke, J. E., (2004). Assessment in Special and Inclusive Education (9th ed.). New
York: Houghton Mifflin.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 175

Formatted: Footer Char;Char3 Char;


Char3 Char, Indent: Before: 0 cm,
Hanging: 1 cm, Space Before: 2 pt,
After: 6 pt

SMA/SMK

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Sudarwan, (2013). Pendekatan-pendekatan Ilmiah dalam Pembelajaran. Pusbangprodik.


Sudarwan, (2013). Penilaian Authentic. Jakarta, Pusbangprodik.
Syamsudini, (2012). Aplikasi Metode Discovery Learning dalam Meningkatkan Kemampuan
Memecahkan Masalah, Motivasi Belajar dan Daya Ingat Siswa.
Syah, M., (1996). Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Thiel, R., & George, D. K., (1976). Some Factors Affecting the use of the Science Process Skill of
Prediction by Elementary School Children. Journal of Research in Science Teaching, 13, 155166.
Tomera, A., (1974). Transfer and Retention of Transfer of the Science Processes of Observation and
Comparison in Junior High School Students.Science Education, 58, 195-203.
Wiggins, G., (1993). Assessment: Authenticity, Context and Validity. Phi Delta Kappan, 75(3), 200
214.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA | 176