Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN BIOLOGI HASIL

PENGAMATAN JARINGAN PADA


TUMBUHAN

Nama

: Refsi Rachmadani Santoso

Kelas

: XI-A1

No. absen

: 20

SMAN 1 KRIAN
TAHUN AJARAN 2013-2014

I.

JUDUL
Pengamatan struktur anatomi jaringan pada tumbuhan

II.

TUJUAN

Mengetahui perbedaan tentang struktur jaringan tumbuhan dikotil dan monoktil


menggunakan mikroskop.

III.

LANDASAN TEORI
Jaringan adalah sekumpulan sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama dan

terikat oleh bahan-bahan antar sel membentuk satu kesatuan. Jaringan penyusun tubuh
tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa.
Jaringan meristem terdiri dari sekelompok sel yang masih dapat mengalami fase pembelahan,
sedangkan jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah mengalami diferensiasi dan
spesialisasi membentuk berbagai macam jaringan yang tidak lagi mempunyai kemampuan
untuk membelah diri.
Tumbuhan ada dua macam yaitu tumbuhan biji terbuka (gymnospermae) dan biji tertutup
(angiospermae). Tumbuhan biji tertutup berkeping satu disebut monokotil dan tumbuhan biji
berkeping dua disebut dikotil. Perbedaan dari struktur tumbuhan monokotil dan dikotil yaitu
pada struktur akar, struktur batang, struktur daun, dan perkecambahan.

IV.

ALAT DAN BAHAN

Mikroskop
Kaca benda
Kaca penutup benda
Silet
Pipet tetes
Daun pisang
Daun waru
Daun waluh
Batang krokot
Batang jagung
Daun waluh
Penampang awetan jaringan tumbuhan

V.

CARA KERJA

Menyiapkan mikroskop beserta preparat dan alat-alat lainnya.


Meletakkan mikorskop ada meja datar dan mulai mencari cahaya dengan memutar
cermin, kondensor, dan diafragma.
Menyiapkan jaringan tumbuhan yang akan diamati di mikroskop.
Pada objek asli

1.
2.
3.
4.

Mengiris objek setipis mungkin (daun / batang tumbuhan)


Meletakkannya pada kaca preparat.
Menambahkan air secukupnya.
Menutup dengan kaca penutup dengan hati-hati agar tidak
menimbulkan gelembung air.
5. Meletakkannya pada meja preparat untuk diamati menggunakan
pembesaran kuat.
6. Gambar hasil pengamatan pada buku tulis atau ambil gambar objek
tersebut dengan menggunakan kamera.

Pada penampang awetan


1.

Letakan penampang awetan pada meja preparat untuk diamati


menggunakan pembesaran kuat.
2. Gambar hasil pengamatan pada buku tulis atau ambil gambar objek
tersebut dengan menggunakan kamera.

VI.

HASIL PENGAMATAN
1. Stomata Canna indica c.f.

3.
2. Daun pisang

Daun Waru

4. Daun Zea mays l.s.

5.

Akar Jagung

6. Batang Krokot

7.

Batang Jagung

8. Daun pinus merkusi

9. Batang Erythrina variegeta c.s.

11. Batang Zea mays c.s.

10. Batang Amarantus spinosa


12. Daun Waluh

VII.

ANALISA DATA
Dalam pengamatan ini didapatkan bahwa jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki

bentuk dan fungsi yang sama dari sekumpulan jaringan yang akan membentuk organ.
Jaringan pada tumbuhan dibedakan menjadi jaringan meristem dan jaringan dewasa.
Struktur sel pada setiap jaringan tumbuhan berbeda-beda sesuai dengan jenis tumbuhan
tersebut, termasuk tumbuhan monokotil atau tumbuhan dikotil. Pada tumbuhan dikotil
jaringan dewasanya memiliki kambium yang terletak diantara xylem dan floem. Sedangkan,
pada tumbuhan monokotil di jaringan dewasanya, antara xylem dan floem tidak terdapat
kambium.

VIII.

KESIMPULAN

1. Pada tumbuhan terdiri dari jaringan meristem dan jaringan dewasa yang terdiri dari
epidermis, endodermis, korteks dan silinder pusat (xylem dan floem).
2. Pada tumbuhan terdapat berbagai macam struktur jaringan.
3. Antar tumbuhan monokotil dan dikotil memiliki struktur jaringan yang berbeda.
4. Pada akar tumbuhan dikotil memiliki berkas pembuluh yang terdiri dari xylem dan
floem yang letaknya bergantian menurut jari-jari lingkaran. Tipe ini disebut tipe
radial. Sedangkan, pada batang tumbuhan dikotil letak xylem dan floem teratur serta
terdapat kambium. Tipe ini disebut tipe kolateral terbuka.
5. Pada batang tumbuham monoktil memiliki berkas pembuluh yang terdiri dari xylem
dan floem yang letaknya tidak teratur dan diantara xylem dan floem tidak terdapat
kambium. Tipe ini disebut tipe kolateral tertutup.