Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan

merupakan

sarana

yang

sangat

strategis

dalam

melestarikan sistem nilai yang berkembang dalam kehidupan. Proses


pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan dan pemahaman peserta
didik, namun lebih diarahkan pada pembentukan sikap, perilaku dan
kepribadian peserta didik, mengingat perkembangan komunikasi, informasi
dan kehadiran media cetak maupun elektronik tidak selalu membawa
pengaruh positif bagi peserta didik.
Dengan supervisi, akan memberikan inspirasi untuk bersama-sama
menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan dengan jumlah lebih banyak, waktu lebih
cepat, cara lebih mudah, dan hasil yang lebih baik daripada jika dikerjakan
sendiri. Supervisi mempunyai peran mengoptimalkan tanggung jawab dari
semua program. Supervisi bersangkut paut dengan semua upaya penelitian
yang tertuju pada semua aspek yang merupakan faktor penentu keberhasilan.
Dengan mengetahui kondisi aspek-aspek tersebut secara rinci dan akurat,
dapat diketahui dengan tepat pula apa yang diperlukan untuk meningkatkan
kualitas organisasi yang bersangkutan
B. Tujuan Penulisan
1. Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Supervisi
Pendidikan pada Jurusan PAI , STAI YAPTIP Kampus II Ujung Gading.
2. Dengan adanya makalah ini kami

berharap bisa menambah ilmu

pengetahuan kita bersama tentang Teori Objek-objek Supervisi

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Objek Supervisi


Dalam KBBI Objek adalah hal, perkara, orang yang menjadi pokok
pembicaraan atau benda, hal dan sebagainya yang dijadikan sebagai sasaran
untuk diteliti atau diperhatikan.1
Maka Objek Supervisi Pendidikan adalah orang yang menjadi pokok
pengawasan, penilaian dan pengamatan dalam proses pelaksanaan kegiatan
pendidikan yakni proses pembelajaran di sekolah atau madrasah.
Selain mempunyai andil/peran yang besar tersebut, supervisi
pendidikan tentunya juga mempunyai obyek. Di mana tanpa adanya objek,
maka tugas dari seorang supervisor, tidaklah berarti. Dan seperti yang
dijelaskan, bahwa obyek pengkajian supervisi pendidikan, adalah perbaikan
situasi belajar mengajar2.
Adapun objek dari supervisi pendidikan terbagi menjadi dua bagian,
yakni pembinaan personil dan pembinaan non personil
B. Pembinaan Personil
1. Kepala Sekolah
Kepala Sekolah sebagai bagian dari suatu sekolah juga menjadi objek dari
supervisi pendidikan tersebut. Dan sebagai pemegang tertinggi dalam
suatu sekolah juga perlu disupervisi, karena melihat dari latar belakang
perlunya supervisi pendidikan, bahwa kepala sekolah itu juga perlu
tumbuh dan berkembang dalam jabatannya, maka kepala sekolah harus
berusaha

mengembangkan

dirinya,

meningkatkan

kualitas

profesionalitasnya serta menumbuhkan semangat dalam dirinya dalam


melaksanakan tugasnya sebagi kepala sekolah. Tidak jauh berbeda dengan
1
Departemen Pendidikan Nasiona, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta : Balai
Pustaka, 2007), h. 793
2
Piet Sahertian, Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan dalam rangka Pengembangan
Sumber Daya Manusia, (Jakarta : PT Rineka Cipta, 2008), h. 26

supervisi kepada guru, kepala sekolah disupervisi oleh seorang pengawas.


Sistem dan pelaksanaannya hampir sama dengan supervisi guru. Namun
ada perbedaan jika guru pada pelaksanaan pembelajaran kalau kepala
sekolah pada bagimana ia mampu melaksanakan tanggung jawabnya
sebagai kepala sekolah yang sesuai dengan yang telah ditetapkan seperti
pengelolaan dan manajement sekolah3.
2. Guru
Guru sebagai agent of change yang merupakan ujuk tombak
pelaksanaan pembelajaran, dalam melaksanakan tugasnya perlu adanya
pengawasan oleh supervisor yakni kepala madrasah yang menyuvervisi
guru4.
Karena

guru

juga

manusia

yang

setiap

saat

mengalami

perkembangan dan perlu adanya pengawasan secara berkala dan


sistematis.

Selain

profesionalitasnya,

itu,

guru

juga

meningkatkan

perlu

muju

meningkatkan

kerja,

dan

kualitas

meningkatkan

efektifitasnya sebagai seorang pendidik. Karena guru harus mampu


mengembangkan dan miningkatkan proses kegiatan belajar mengajar
siswa yang lebih baik lagi. Yakni dengan cara pembinaan tersebut.
Pembinaan yang dilakukan oleh supervisor kepada guru bisa berupa
pembinaan secara individu maupun secara kelompok. Terkadang guru juga
memiliki permasalahan yang sama dan juga berbeda dengan guru satu dan
lainnya. Oleh karena itulah pembinaan guru harus disesuaikan dengan
permasalahan yang sedang dihadapi oleh guru.5
Diluar itu guru juga dituntut mampu untuk menata administrasi
pembelajaran secara benar dan baik, guna menunjang kegiatan belajar
mengajar.. Adapun point-point yang menjadi supervisi guru antara lain
adalah :
a.
Kinerja Guru
b.
KBM Guru
3

Baharuddin Harahap, Supervisi Pendidikan, (Jakarta : CV. Damai Jaya,1985), h. 29-31


Mukhtar dan Iskandar, Orientasi Baru Supervisi Pendidikan, (Jakarta : Gaung Persada
Press, 2009). H. 116
5
Baharuddin Harapan, Op.Cit, h. 18
4

c.
d.

Karakteristik Guru
Administrasi Guru6

3. Staff Sekolah
Staff Sekolah ataupun Tenaga Kependidikan Sekolah adalah sama.
Pembinaan atau supervisi terhadap staff sekolah dilakukan oleh Kepala
Sekolah sama seperti guru, namun dalam staff sekolah yang perlu
disupervisi adalah tentang kinerja staff, penataan administrasi sekolah,
kemampuan dalam dalam bekerja atau skill serta loyatitas terhadap
pimpinan atau kepala sekolah. Karena staff juga perlu pengembangan
dalam dirinya dan perlu adanya pengawasan, pengamatan dan penilaian
dari supervisor untuk meningkatkan keprofesionalannya sebagai bagian
dari suatu system pendidikan. Pembinaan supervisor terhadap staff sekolah
ataupun tenaga kependidikan lebih luas dan mendalam sama seperti
supervisi guru. Karena staff sekolah menjadi pelaksana dalam menata dan
menjalankan manajement sekolah yang telah ditetapkan. Dan cara
pembinaan terhadap staff sama seperti halnya dengan guru
4. Peserta Didik
Peserta didik atau siswa merupakan bagian dari sistem pendidikan sekolah
yang saling terkait satu sama lainnya. Dan siswa yang menjadi objek dari
pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tersebut, juga ikut disupervisi.
Namun berbeda dengan supervisi yang dilakukan terhadap kepala sekolah,
guru, dan staff sekolah. Siswa disupervisi dalam tiga aspek yakni, aspek
kognitif, psikomotorik dan afektif oleh guru sebagai supervisornya.
Peserta didik akan selalu diperhatikan dan diawasi setiap saat mulai dari
kegiatan belajar mengajar didalam kelas, sikap dan perilakunya serta hasil
dari pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Pembinaan terhadap siswa
dilakukan secara berkala. Karena siswa satu dengan yang lainnya berbeda
psikis dan cara penangannya. Selain itu juga supervisi peserta didik seperti
6

Ngalim Purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, (Bandung : PT Remaja


Rosdakarya, 2009), h. 144

keadaan

siswa

meliputi

administrasi

kesiswaan,

kahadiran

dan

kedisiplinan siswa, pengembangan diri, organisasi siswa dan lain-lain


C. Pembinaan Non Personil
Pembinaan Non Personil menitik beratkan pada pembinaan Sarana dan
Prasarana yaitu semua komponen yang sacara langsung maupun tidak
langsung menunjang jalannya proses pendidikan untuk mencapai tujuan dalam
pendidikan

itu

sendiri. Menurut

keputusan

Menteri

Pendidikan

dan

Kebudayaan Nomor 079/ 1975, sarana pendididkan terdiri dari 3 kelompok


besar yaitu :
1. Bangunan dan perabot sekolah
2. Alat pelajaran yang terdiri dari pembukuan, alat-alat peraga dan
laboratorium.
3. Media pendidikan yang dapat di kelompokkan menjadi audiovisual yang
menggunakan alat penampil dan media yang tidak menggunaakan alat
penampil.
Dalam supervisi dan pembinaan pada sarana prasaran yang disupervisi adalah
antara lain sebagai berikut :
1. Kelengkapan administrasi sarana prasarana, Mencakup data inventarisasi,
kondisi fisik dan lain-lain.
2. Operasional Sarana dan prasarana, Mencakup pelaksanaan penggunaan
dan pemanfaatan sarana dan prasarana yang tersedia.
3. Perawatan Sarana dan prasarana Mencakup proses dan pelaksanaan
perawatan

dan

perbaikan

sarana

dan

prasarana

yang

ada.

(Aadesanja.blogspot, Supervisi Pendidikan)


Sedangkan pembinaan yang dilakukan oleh supervisor terhadap sarana
prasarana adalah sebagai berikut :
1. Membina hubungan kerja sama yang baik dengan petugas sarana prasarana
2. Memimpin kerja sama dengan staf yang membantu petugas sarana
prasarana
3. Memberikan pelatihan pada petugas sarana prasarana untuk peningkatan
kerjanya.
4. Mengawasi pembaharuan dan perbaikan sarana dan prasarana
5. Mengadakan inspeksi secara periodik dan teliti terhadap sarana dan
prasarana. (Imronfauzi.wordpress, Administrasi Sarana Prasarana)

Dengan demikian bahwa sarana dan prasarana perlu adanya supervisi


dan pembinaan dari supervisor. Guna menjaga dan meningkatkan kwalitas dan
memenuhi kebutuhan sarana prasarana. Agar proses pendidikan dapat berjalan
dengan baik dan lancar. Karena tanpa adanya sarana dan prasaran yang
memadai proses pembelajaran akan timpang7

Piet Sahertian, Op.Cit,

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam KBBI Objek adalah hal, perkara, orang yang menjadi pokok
pembicaraan atau benda, hal dan sebagainya yang dijadikan sebagai sasaran
untuk diteliti atau diperhatikan.
Maka Objek Supervisi Pendidikan adalah orang yang menjadi pokok
pengawasan, penilaian dan pengamatan dalam proses pelaksanaan kegiatan
pendidikan yakni proses pembelajaran di sekolah atau madrasah.
Selain mempunyai andil/peran yang besar tersebut, supervisi
pendidikan tentunya juga mempunyai obyek. Di mana tanpa adanya objek,
maka tugas dari seorang supervisor, tidaklah berarti. Dan seperti yang
dijelaskan, bahwa obyek pengkajian supervisi pendidikan, adalah perbaikan
situasi belajar mengajar.
Adapun objek dari supervisi pendidikan terbagi menjadi dua bagian,
yakni pembinaan personil dan pembinaan non personil
B. Saran
Kami sebagai penulis dari makalah ini mengharapkan serta menerima
kritikan dan saran dari mahasiswa/ mahasiswi demi memperbaiki isi makalah
ini, dengan mengucapkan terima kasih kami kepada Dosen yang telah
memberi bimbingan kepada kami untuk menyelesaikan makalah ini dengan
baik dan benar.

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia,


Balai Pustaka, 2007

Jakarta :

Harahap, Baharuddin, Supervisi Pendidikan, Jakarta : CV. Damai Jaya,1985


Mukhtar dan Iskandar, Orientasi Baru Supervisi Pendidikan, Jakarta : Gaung
Persada Press, 2009
Purwanto, Ngalim, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Bandung : PT Remaja
Rosdakarya, 2009
Sahertian, Piet, Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan dalam rangka
Pengembangan Sumber Daya Manusia, Jakarta : PT Rineka Cipta, 2008

KATA PENGANTAR


Syukur alhamdulillah penulis ucapkan kehadirat Allah SWT dan shalawat
kepada Nabi Muhammad SAW dengan ridho-Nya juga pada kesempatan ini
penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Makalah ini disusun dalam rangka melengkapi tugas Mata Kuliah
Psikologi Pendidikan. Dalam penyelesaian makalah ini penulis mengucapkan
terima kasih kepada semua pihak dalam memberikan sumbangan fikiran,
membantu dan membimbing penulis dalam pembuatan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan
makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua khususnya
pendidikan dimasa yang akan datang.

Ujung Gading,

Desember 2011

Penulis
(Kelompok IV)

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..................................................................................... i
DAFTAR ISI ................................................................................................... ii
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang......................................................................... 1
B. Tujuan Penulisan ..................................................................... 1

BAB II

PEMBAHASAN
A. Pengertian
Objek
Supervisi
...........................................................................................
...........................................................................................
2
B. Pembinaan
Personil
...........................................................................................
...........................................................................................
2
C. Pembinaan
Non
Personil
...........................................................................................
...........................................................................................
5

BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan.............................................................................. 7
B. Saran ...................................................................................... 7

DAFTAR KEPUSTAKAAN