Anda di halaman 1dari 2

Dasar Teori

Mual dan Muntah


DEFINISI
Mual biasanya didefinisikan sebagai keinginan untuk muntah atau sebagai perasaan di
tenggorokan atau area epgaster sebagai tanda muntah akan terjadi. Muntah didefinisikan
sebagai pengeluaran kandungan lambung melalui mulut, seringkali dengan paksaan.
PATOFISIOLOGI

Penyebab khusus yang dihubungkan dengan mual dan muntah pada Tabel 25-1

Pada Tabel 25-2 tercantum agen sitotoksik yang digolongkan dalam potensi
emetogeniknya. Meski beberapa agen bisa mempunyai potensi emetogenik dari
lainnya, kombinasi agen, dosis tinggi, setting klinik, kondisi psikis, pengalaman
perawatan sebelumnya, dan rangsangan yang tidak biasa untuk penglihatan, baud
atau rasa bisa merubah respon pasien terhadap terapi obat.

Sejumlah variasi dari penyebab umum lainnya telah diajukan sebagai penyebab
mual dan muntah pada pasien kanker. Ini disajikan pada Tabel 25-2

Tiga fase emesis berturutan yaitu mual, retching, dan muntah. Mual, keinginan
segera untuk muntah, dihubungkan dengan stasis lambung. Retching adalah
pergerakan otot abdomen dan torak sebelum muntah. Fase terakhir adalah muntah,
pengeluaran paksa kandungan lambung karena retroperistaltik saluran cerna.

Muntah dipicu oleh impul aferen ke pusat muntah, suatu inti sel di medulla. Impul
diterima dari pusat sensorik, seperti chemoreceptor trigger zone (CTZ), korteks
serebral, dan aferen visceral dari pharynx dan saluran cerna. Ketika tereksitasi,
impul aferen dintegrasikan oleh pusat muntah, menyebabkan impul eferen ke
pusat salvias, pusat pernafasan, dan pharyngeal, saluran cerna, dan otot
abdominal, menyebabkan muntah.

CTZ, yang terletak di area postrema dari ventrikel keempat otak, merupakan
organ kemosensor utama untuk emesis dan biasanya dihubungkan dengan muntah
yang disebabkan bahan kimia.

Sejumlah reseptro neurotransmitter terletak di pusat muntah, CTZ, dan saluran

cerna. Contohnya termasuk kolinergis dan histamine, dopaminergik, opiate,


serotonin, dan benzodiazepine. Diteorikan bahwa agen kemoterapi, metabolitnya,
atau senyawa emesis lainnya memicu proses emesis melalui stimulasi pada satu
atau lebih reseptor ini.

Anticipatory nausea and vomiting bisa disebabkan oleh stimulus spesifik yang
dihubungkan dengan pemberian agen berbahaya, seringkali sitotoksik, atau oleh
kecemasan (ansietas) yang dihubungkan dengan perawatan tersebut (Dipiro).

Gastritis
DEFINISI
Adalah radang lambung karena terjadinya mukosa lambung yang sering dalam waktu
yang cukup lama. Hal ini disebabkan karena mekanisme penutupan pylorus tidak bekerja
dengan sempurna sehingga terjadi radang. Mukosa lmabung dikikis oleh garam-garam
empedu dan lysolesitin.
PATOFISIOLOGI
Gastritis disebabkan karena hipersekresi asam sehingga dinding lambung dirangsang
secara kontinu. Gastritis dapat pula disebabkan oleh turunnya daya tngkis mukosa, yang
dalam keadaan sehat sangat tahan terhadap HCL-pepsin.
Gejala-gejala pada umumnya tidak ada atau kurang nyata, kadang kala dapat berupa
gangguan pada pencernaan (indigesti, dispepsia), nyeri lambung dan muntah-muntah
akibat erosi kecil di selaput lendir. Adakalanya terjadi perdarahan.
Penanganan hanya dengan menghindari penyebab-penyebab dan makanan yang
merangsang (cabe, merica), juga hindari makan terlalu banyak sekaligus. Pengobatan
spesifik tidak diperlukan, kadang-kadang hanya diberikan H2-bloker untuk mengurangi
sekresi asam.