Anda di halaman 1dari 79

Ners_Nurse Blog

MY INSPIRATION

type your search and hit enter

Selasa, 19 November 2013


ASKEP PERIOPERATIF( ASKEP
PRE,INTRA OPERATIF, PROSES
KEPERAWATAN PEMBERIAN ANESTESI
REGIONAL,PROSES KEPERAWATAN
PROSEDUR INTRABEDAH)

STIKES YARSI MATARAM

ASKEP PERIOPERATIF
Ns. SUMARDA

Proses keperawatan perioperatif


Fase perioperatif adalah waktu sejak keputusan untuk operasi diambil hingga sampai ke

Google+

meja pembedahan, tanpa memandang riwayat atau klasifikasi pembedahan.


Keahlian seorang perawat perioperatif dibentuk dari pengetahuan keperawatan
professional dan keterampilan psikomotor yang kemudian diintegrasikan ke dalam
tindakan keperawatan yang harmonis. Kemampuan dalam mengenali masalah pasien yang

Reza Syahbandi Jasma


Ikuti

sifatnya risiko atau actual pada setiap fase perioperatif yang didasarkan atas pengetahuan

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

dan pengalaman keperawatan perioperatif akan membantu penyusunan rencana intervensi


keperawatan. Staf keperawatan yang merawat pasien bertanggung jawab untuk mengelola
aspek-aspek penting perawatan pasien dengan cara mengimplementasikan rencana
perawatan

yang berdasarakan pada tujuan yang diprioritaskan, koordinasi seluruh

anggota tim perioperatif, dan melibatkan tindakan mandiri dan kolaboratif.


Asuhan

keperawatan

praoperatif

pada

praktiknya

akan

dilakukan secara

berkesinambungan, baik asuhan keperawatan praoperatif dibagian rawat inap, poliklinik,


bagian bedah sehari (one day care) atau di unit gawat darurat yang kemudian dilanjutkan

Visitors

kamar operasi oleh perawat praoperatif. Asuhan keperawatan praoperatif yang terintegrasi
secara berkesinambungan terjadi saat beberapa masalah pasien yang belum teratasi di
ruang rawat inap, poliklinik, bedah sehari, atau unit gawat darurat akan tetap dilanjutkan
oleh perawat perioperatif di kamara operasi. Dokumentasi yang optimal dapat membantu
terciptanya komunikasi yang baik antara perawat ruangan dengan perawat kamar operasi.
PENGKAJIAN
Pengkajian pasien pada fase praoperatif secara umum dilakukan untuk menggali
permasalahan pada pasien, sehingga perawat dapat melakukan intervensi yang sesuai
dengan kondisi pasien. Pengkajian praoperatif pada kondisi klinik terbagi atas dua bagian,

Reza Syahbandi Jasmawi Jaya


+ ke lingkaran

yaitu :
1)

Google+ Followers

Pengkajian komprehensif yang dilakukan perawat pada bagian rawat inap, poliklinik,
bagian bedah sehari, atau unit gawat darurat.

2) Pengkajian klarifikasi ringkas oleh perawat perioperatif di kamar operasi.


Lamanya waktu praoperatif akan menentukan lengkapnya data pengkajian. Misalnya, jika
pasien datang ke tempat pembedahan pada hari yang sama, maka waktu yang tersedia
mungkin tidak cukup untuk melakukan pemeriksaan fisik yang komprehensif. Dalam kasus
ini, perawat lebih berfokus pada pengkajian utama seluruh system tubuh untuk
memastikan bahwa tidak ada masalah yang terabaikan. Walaupun dokter akan melakukan
pemeriksaan yang teliti dan menyeluruh sebelum menentukan jadwal pembedahan, tetapi
pengkajian praoperatif sering kali menunjukkan adanya ketidaknormalan. Hal ini akan
mengakibatkan penundaan atau pembatalan jadwal pembedahan yang telah dibuat.
Perawat harus tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya komplikasi pascaoperatif
karena biasanya hasil pemeriksaan memperlihatkan hasil yang normal-normal saja.
Pengkajian praoperatif secara umum meliputi :

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

27 memiliki saya di
lingkaran

Lihat
semua

Reza On Facebook
pdfcrowd.com

Pengkajian umum

Riwayat kesehatan

Pengkajian psikososiospiritual

Pemeriksaan fisik

Pengkajian diagnostic

Reza Syahbandi J

PENGKAJIAN UMUM
Pada pengkajian pasien di unit rawat inap. Poliklinik, bagian bedah sehari, atau unit gawat
darurat dilakukan secara komprehensif dimana seluruh hal yang berhubungan dengan
pembedahan pasien perlu dilakukan secara seksama. Berikut ini adalah hal-hal yang harus
diidentifikasi pada saat melakukan pengkajian umum.
Identitas pasien
Pengkajian ini perlu dilakukan agar tidak terjadi duplikasi nama pasien. Umur pasien
sangat penting untuk diketahui guna melihat kondisi pada berbagai jenis pembedahan.
Selain itu juga diperlukan untuk memperkuat identitas pasien.
Perawat peripoperatif harus mengetahui bahwa factor usia, baik anak-anak dan lansia,
dapat meningkatkan resiko pembedahan. Pengetahuan tersebut akan membantu perawat
perioperatif untuk menentukan tindakan pencegahan mana yang penting untuk
dimasukkan ke dalam rencan asuhan keperawatan.
Bayi dan anak-anak. bayi dan anak-anak berhubungan dengan status fisiologis yang
masih imatur atau mengalami penurunan. Pada bayi yang menjalani pembedahan,
kemampuan pertahanan suhunya masih belum optimal. Refleks menggigil pada bayi belum
berkembang dan sering terjadi berbagai variasi suhu. Anestesi menambah resiko bagi bayi

Buat Lencana Anda

karena agen anetesi dapat menyebabkan vasodilatasi dan kehilangan panas, bayi juga

Popular Posts

mengalami kesulitan untuk mempertahankan volume sirkulasi darah normal. Volume total
darah bayi dianggap kurang dari anak-anak atau orang dewasa. Kehilangan darah
walaupun dalam jumlah kecil dapat menjadi hal yang serius. Penurunan volume sirkulasi
menyebabkan bayi sulit berespons terhadap kebutuhan untuk meningkatkan oksigen
selama pembedahan. Dengan demikian, bayi menjadi sangat rentan mengalami dehidrasi.
Namun, jika darah atau cairan diganti terlalu cepat , maka akan menimbulkan overdehidrasi.
Aspek penting lainnya pada perawatan bedah anak meliputi manajemen jalan nafas,
mempertahankan keseimbangan cairan, mengatasi kejang, mengatasi perubahan suhu,
mengidentifikasi dan mengatasi penurunan kesadaran yang tiba-tiba dan kegawatan

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

ASUHAN KEPERAWATAN PADA


PASIEN DIABETES MELLITUS
ASUHAN KEPERAWATAN PADA
PASIEN DIABETES MELLITUS
Diabetes Mellitus Pengertian Diabetes
Mellitus adalah suatu kum pulan
gejala y ang...
Askep : Asuhan Keperawatan Anak
Kejang Dem am
Askep : Asuhan Keperawatan Anak

pdfcrowd.com

anestesi yang tertunda, mengatasi nyeri dan agitasi, serta terjadinya peralatan dan obatobatan.
lansia, seiring meningkatnya usia, kapasitas fisik pasien lansia untuk beradaptasi dengan
stress pembedahan menjadi terhambat karena mundurnya beberapa fungsi tubuh tertentu.
Individu lansia yang menghadapi operasi bisa mempunyai suatu kombinasi penyakit
kronik dan masalah kesehatan selain masalah kesehatan yang mengindikasikan
pembedahan. secara umum, lansia dianggap memiliki resiko pembedahan yang lebih buruk

Askep : Asuhan Keperawatan Anak


Kejang Dem am Kejang Dem am
Pengertian Kejang dem am atau
febrile conv ulsion ialah bangkita...
TEKNIK PERAWATAN LUKA
BAB I PENDAHULUAN 1 .1 . Latar
belakang Pada saat ini, perawatan
luka telah m engalam i perkem bangan
y ang sangat pesat terutam a da...

dibandingkan pasien yang lebih muda. Cadangan jantung menurun, fungsi ginjal dan
hepar menurun, dan aktifitas gastrointestinal tampaknya berkurang. Dehidrasi, konstipasi,
dan malnutrisi juga mungkin terjadi. Keterbatasan sensori seperti gangguan penglihatan
dan pendengaran, serta penurunan sensitivitas terhadap sentuhan sering kali menjadi alas
an terjadinya kecelakaan, cedera, dan luka bakar. Keadaan mulut juga penting untuk dikaji
sebab sering kali ditemukan adanya karies gigi atau gigi palsu. Temuan ini penting bagi
ahli anestesi. Penurunan produksi keringat mengarah pada kulit yang kering dan gatalgatal. Kulit yang rapuh tersebut mudah mengalami abrasi, sehingga tindakan
kewaspadaan yang lebih tinggi harus ditetapkan ketika memindahkan pasien lansia.
Penurunan lemak subkutan membuat individu lansia lebih rentan terhadap perubahan
suhu tubuh.
Jenis pekerjaan dan asuransi kesehatan
Pengkajian jenis pekerjaan dan asuransi kesehatan diperlukan sebagai persiapan umum.
Pengkajian seperti persiapan financial sangat bergantung pada kemampuan pasien dan
kebijakan rumah sakit tempat pasien akan menjalani proses pembedahan . beberapa jenis
pembedahan membutuhkan biaya yang lebih mahal . misalnya pembedahan jantung dan
vascular, bedah saraf, serta bedah ortopedi. Hal itu disebabkan karena proses
pembedahan tersebut memerlukan alat tambahan karena waktu yang dibutuhkan lebih
lama sehingga berpengaruh pada biaya obat anestesi yang digunakan.
Sebelum dilakukan operasi sebaiknya pasien dan keluarga sudah mendapat penjelasan
dan informasi terkait masalah financial, mulai dari biaya operasi hingga pemakaian alat
tambahan . hal ini diperlukan agar setelah operasi nanti tidak ada complain atau
ketidakpuasan pasein dan keluarga.
Persiapan umum
Persiapan informed consent dilakukan sebelum dilaksanakannya tindakan. Pasien dan

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

ASKEP CKD ( CHRONIC KIDNEY


DISEASE )
CKD ( CHRONIC KIDNEY DISEASE )
A.
PENGERTIAN
Gagal
ginjal kronik (GGK) biasany a akibat
akhir dari kehil...
ASKEP DIARE
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.
Pengertian . Gastroenteritis adalah
buang air besar y ang tidak norm al
atau bentuk tinja y ang encer...
Asuhan Keperawatan (Askep) TB
Paru
Asuhan Keperawatan (Askep) TB
Paru TUBERKULOSIS PARU ( TB
PARU ) A. Pengertian Tuberkulosis
m erupakan peny akit infeksi y ...
ASUHAN KEPERAWATAN PADA
PASIEN DENGAN HALUSINASI
ASUHAN KEPERAWATAN PADA
PASIEN DENGAN HALUSINASI
HALUSINASI A. Pengertian
Halusinasi adalah gangguan
pencerapan (p...
ASUHAN KEPERAWATAN PADA
PASIEN DENGAN TYPHOID
ASUHAN KEPERAWATAN PADA
PASIEN DENGAN TYPHOID TYPHOID
A. Pengertian Ty phoid adalah
peny akit infeksi sistem ik ak...

pdfcrowd.com

keluarga harus mengetahui perihal prosedur operasi, jenis operasi, dan prognosis dari

peny akit infeksi sistem ik ak...

hasil pembedahan. peran perawat disini adalah bertanggung jawab dan memastikan bahwa

Asuhan Keperawatan (Askep) BPH


Asuhan Keperawatan (Askep) BPH
Benigna Prostat Hipertropi (BPH) A.
Pengertian Hipertropi Prostat adalah
hiperplasia da...

pasien/keluarga dan dokter sudah menandatangani isi dari informed consent.


Persiapan alat dan obat yang akan digunakan selama pembedahan harus dilakukan secara
optimal sesuai dengan kebijakan institusi. Beberapa rumah sakit memberlakukan kebijakan
bahwa persiapan alat dan obat harus dilakukan sebelum pasien memasuki kamar operasi.
Beberapa rumah sakit lainnya mensyaratkan penyediaan darah untuk persiapan transfuse
harus dilakukan oleh pihak keluarga. Pengkajian ulang pada ketepatan transfuse darah
antara donor dengan resipien dapat menurunkan resiko kesalahan pemberian transfusi.
Persiapan lainnya yang bersifat umum seperti pencalonan pasien yang akan dilakukan
pembedahan dari ruang rawat inap, unit gawat darurat, atau unit perawatan intensif ke
kamar unit dimana pasien akan dilakukan pembedahan.
Bagi perawat di kamar operasi, pengkajian praoperatif adalah suatu keterampilan yang
biasanya difokuskan pada area intervensi bedah dan harus dilakukan dalam waktu yang
amat singkat. Pengetahuan mengenai anatomi, fisiologi, serta patofisiologi sangat penting

ASKEP GLOMERULONEFRITIS
BAB I PENDAHULUAN A. L atar
Belakang
Glom erulonefritis
m erupakan peny ebab utam a
terjadiny a gagal g...

Blog Archive
2 01 4 (1 )
2 01 3 (1 2 2 )

dimiliki oleh seorang perawat praoperatif untuk menyintesis temuan pengkajian dan

Desem ber (5)

menggunaknnya untuk menentukan tujuan perawatan pasien. Pasien yang baru diterima di

Nov em ber (1 0)

kamar operasi akan diklarifikasi secara ringkas dan disesusaikan dengan intervensi bedah
yang akan dilakukan. Dalam melakukan pengkajian yang ringkas dan optimal, perawat
kamar operasi hanya melakukan klarifikasi secara cepat dengan menggunakan system
checklist.
Formulis checklist .pada beberapa institusi , penggunaan formulir praoperatif di kamar
operasi bertujuan untuk mendokumentasikan prosedur yang secara rutin dilakukan pada
pembedahan. dengan adanya formulir ini, akan terjalin komunikasi yang cepat antara
perawat ruangan dengan perawat di kamar operasi. Yang diharapkan dari pembuatan
formulir ini adalah perawat perioperatif dapat secara ringkas memvalidasi persiapan
praoperatif yang telah dilakukan perawat ruangan.
Pada kondisi yang lebih baik, beberapa institusi rumah sakit memberlakukan lembar
pengenal yang dipasang pada lengan bawah pasien agar memudahkan pengenalan lebih
lanjut tentang identitas pasien. Tujuan pemasangan tanda pengenal ini adalah untuk
mencegah kekeliruan atau kesalahan intervensi yang dilakukan.
PENGKAJIAN RIWAYAT KESEHATAN

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

DISASTER : STRUKTUR OPERASI


TANGGAP
DARURAT,SISTIM...
PENGOLAHAN LIMBAH PADAT
DAN CAIR
PENGANTAR FARMAKOLOGI
LAB SKILL : PROTAP
PEMASANGAN ETT
(ENDOTRAKEAL TUB...
KONSEP TEORI ANESTESI
FARMAKOLOGI: SISTEM
PERHITUNGAN DAN
PENGUKURAN OBA...
DISASTER : SISTEM
MANAJEMEN BENCANA
NASIONAL

pdfcrowd.com

Riwayat kesehatan
Pengkajian riwayat kesehatan pasien di rawat inap, poliklinik, bagian bedah sehari, atau
unit gawat darurat dilakukan perawat melalui teknik wawancara untuk mengumpulkan
riwayat yang diperlukan sesuai dengan klasifikasi pembedahan.
Pengkajian ulang riwayat kesehatan pasien harus meliputi riwayat penyakit yang pernah
diderita dan

alasan utama pasien mencari pengobatan. Riwayat kesehatan pasien adalah

sumber yang sangat baik. Sumber berharga lainnya adalah rekam medis dari riwayat
perawatan sebelumnya .
Penyakit yang diderita pasien akan mempengaruhi kemampuan pasien dalam menoleransi

ASKEP POSTOPERATIF : PROSES


KEPERAWATAN
PASCAOPERA...
ASKEP PERIOPERATIF( ASKEP
PRE,INTRA OPERATIF,
PROS...
KOMPREHENSIF I : Kebutuhan
Cairan Dan Elektrolit P...
Septem ber (3 )

pembedahan dan mencapai pemulihan yang menyeluruh . pasien yang akan menjalani

Agustus (1 3 )

bedah sehari (one day care) harus diperiksa secara teliti dan menyeluruh untuk

Juli (2 4 )

menentukan kondisi kesehatan yang mungkin akan meningkatkan resiko komplikasi


selama atau setelah pembedahan.
Pengalaman bedah sebelumnya dapat mempengaruhi respons fisik dan psikologis pasien

April (2 )
Februari (6 5)

terhadap prosedur pembedahan. jenis pembedahan sebelumnya , tingkat rasa,


ketidaknyamanan, besarnya ketidakmampuan yang ditimbulkan, dan seluruh tingkat
perawatan yang pernah diberikan adalah factor-faktor yang mungkin akan diingat oleh
pasien. Perawat mengkaji semua komplikasi yang pernah dialami pasien . informasi ini akan
membantu perawat dalam mengantisipasi kebutuhan pasien selama pra dan pascaoperatif.
Pembedahan sebelumnya juga dapat mempengaruhi tingkat perawatan fisik yang
dibutuhkan pasien setelah menjalani prosedur pembedahan. misalnya, pasien yang pernah
menjalani torakotomi untuk reseksi lobus paru mempunyai resiko komplikasi paru-paru
yang lebih besar daripada pasien dengan paru-paru yang masih utuh dan normal.
Jika pasien menggunakan obat yang telah diresepkan atau obat yang dibeli di luar apotik
secara teratur, maka dokter bedah atau ahli anestesi mungkin akan menghentikan
pemberian obat tersebut untuk sementara sebelum pembedahan atau mereka akan

Kunjungan

menyesuaikan dosisnya. Beberapa jenis obat mempunyai implikasi khusus bagi pasien
bedah. Obat ynag diminum sebelum pembedahan secara otomatis akan dihentikan saat

Live Traffic Feed

pasien selesai menjalani operasi kecuali dokter meminta pasien untuk menggunakannya
kembali.
Di unit bedah sehari, riwayat yang perlu dikaji biasanya lebih singkat daripada riwayat
yang seharusnya dikumpulkan. Pengkajian hanya dilakukan pada saat pasien dirawat di

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

A visitor from New ark, New Jersey

pdfcrowd.com

rumah sakit dan sore hari sebelum pembedahan dilakukan, karena terbatasnya waktu.
Apabila pasien tidak mampu memberikan seluruh informasi yang dibutuhkan maka perawat
dapat bertanya pada anggota keluarga.
Pada pasien gawat darurat yang memerlukan pembedahan cito, pengkajian riwayat
kesehatan dilakukan secara ringkas terkait factor-faktor yang mempengaruhi pembedahan
dan anestesi umum. Pasien dikaji tentang adanya riwayat hipertensi, diabetes mellitus,
tuberklusis paru, dan berbagai penyakit kronis yang akan berdampak pada peningkatan
resiko komplikasi intraoperatif.
Riwayat alergi
Perawat harus mewaspadai adanya alergi terhadap berbagai obat yang mungkin diberikan
selama fase intraoperatif. Apabila pasien mempunyai riwayat alergi satu atau lebih, maka
pasien perlu mendapat pita identifikasi alergi yang dipakai pada pergelangan tangan
sebelum menjalani pembedahan atau penulisan symbol alergi yang tertulis jelas pada
status rekam medis sesuai dengan kebijakan institusi . perawat juga harus memastikan
bagian depan lembar pencatatan pasien berisi daftar alergi yang dideritanya.
Kebiasaan merokok, alcohol, dan narkoba
Pasien perokok memiliki resiko yang lebih besar untuk mengalami komplikasi paru-paru
pascaoperasi daripada pasien bukan perokok. Perokok kronik telah mengalami
peningkatan jumlah dan ketebalan sekresi lendir pada paru-parunya. Anestesi umum akan
meningkatkan iritasi jalan napas dan merangsang sekresi pulmonal, karena sekresi tersebut
akan dipertahankan akibat penurunan aktivitas siliaris selama anestesi. Setelah

view ed "SE" 3 secs ago


A visitor from Indonesia
view ed "I" 8 mins ago
A visitor from Indonesia
view ed "SELAM" 11 mins ago
A visitor from Indonesia
view ed "INFORMASI &" 12 mins ago
A visitor from Jakarta, Jakarta Raya
view ed "SELAMAT DATANG" 15 mins
ago
A visitor from Jakarta, Jakarta Raya
view ed "SELAMAT DATAN" 17 mins ago
A visitor from Makassar
view ed "SELAMAT DATANG DI Ner" 19
mins ago
A visitor from Indonesia
view ed "SELAMAT DA" 24 mins ago
A visitor from Indonesia
view ed "SELAMAT" 24 mins ago
A visitor from Batam
view ed "INFORMASI & ASKEP KESEH" 25
mins ago
Real- time v iew Menu

pembedahan, pasien perokok mengalami kesulitan yang lebih besar dalam membersihkan
jalan napasnya dari sekresi lendir.
Kebiasaan mengonsumsi alcohol mengakibatkan reaksi yang merugikan terhadap obat
anestesi . pasien juga mengalami toleransi silang (toleransi obat meluas) terhadap
pemakaian obat anestesi, sehingga memerlukan dosis anestesi yang lebih tinggi dari
normal. Selain itu dokter mungkin perlu meningkatkan dosis analgesic pascaoperatif.
Konsumsi alcohol secara berlebihan juga dapat menyebabkan malnutrisi sehingga

Latest Tweets
...sea r ch in g t w it t er ...

penyembuhan luka menjadi lambat.


Pasien yang mempunyai riwayat adanya pemakaian narkoba (narkotika dan obat-obatan
terlarang) perlu diwaspadai atas kemungkinan yang lebih besar untuk terjangkit penyakit
seperti HIV dan hepatitis, terutama pada pasien pengguna narkoba suntik. Penggunaan

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

obat-obatan narkotika atau penyalahgunaan obat-obatan terlarang dapat mengganggu


kemampuan pasien mengontrol nyeri setelah operasi serta mempengaruhi tingkat serta
jumlah pemberian anestesi selama pembedahan. penggunaan narkoba suntik dapat
mengganggu system vascular dan menyulitkan akses ke dalam vena.
Pengkajian nyeri
Nyeri adalah suatu pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat
kerusakan jaringan yang bersifat subjektif. Keluhan sensori yang dinyatakan sebagai
pegal, linu, ngilu, keju, kemeng, cangkeul, dan seterusnya dapat dianggap sebagai
modalitas nyeri.
Penting bagi setiap perawat untuk mempercayai pasien yang melaporkan rasa nyeri . yang
juga sama pentingnya adalah waspada terhadap pasien yang mengabaikan nyeri.
Misalnya mengungkapkan kenyataan bahwa gangguan atau prosedur biasanya
menimbulkan nyeri atau bahwa pasien tampak meringis saat bergerak atau menghindari
gerakan. Menggali alas an mengapa pasien mengabaikan rasa nyeri juga sangat
membantu. Banyak orang yang menyangkal nyeri yang dialaminya karena mereka takut
dengan pengobatan /tindakan yang mungkin diberikan jika mereka mengeluh nyeri, atau
takut menjadi ketergantungan terhadap opioid jika obat-obat ini diberikan untuk mengatasi
nyerinya.
Kondisi penyakit dan posisi dapat menimbulkan nyeri pada pasien, perawat perlu mengkaji
pengalaman nyeri pasien sebelumnya, metode pengontrolan nyeri yang digunakan, sikap
pasien dalam menggunakan obat-obatan peghilang rasa nyeri, respons perilaku terhadap
nyeri, pengetahuan pasien, harapan, dan metode manajemen nyeri yang dipilih karena
akan member dasar bagi perawat dalam memantau perubahan kondisi pasien.
Pengkaji nyeri yang benar memungkinkan perawat perioperatif untuk menetapkan status
nyeri pasien, lebih bertanggung jawab dan bertanggung gugat terhadap perawatan yang
diberikan, dan lebih berorientasi pada sifat kemitraan dalam melakukan penatalaksanaan
nyeri. Perawat harus mengembangkan hubungan terapeutik yang positif dan memberi
waktu kepada pasien untuk mendiskusikan nyeri. Member posisi yang nyaman pada
pasien sebelum perawat bertanya dapat membantu pasien merasakan bahwa perawat
peduli akan dirinya. Perawat menghindari nyeri yang semakin buruk karena melakukan
pengkajian yang lama.
Perawat harus mempelajari cara verbal dan nonverbal pasien dalam mengomunikasikan

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

rasa ketidaknyamanan. Meringis, menekuk salah satu bagian tubuh, dan postur tubuh
yang tidak lazim merupakan contoh ekspresi nyeri secara nonverbal.
Pasien yang tidak mampu berkomunikasi efektit biasanya membutuhkan perhatian khusus
selama pengkajian . anak-anak, individu yang mengalami keterlambatan perkembangan,
pasien yang menderita psikosis, pasien yang sedang dalam kondisi kritis, pasien yang
mengalami dimensia, dan pasien yang tidak bisa berbicara bahasa Indonesia
membutuhkan pendekatan dengan cara yang berbeda. Pernyataan verbal anak-anak
merupakan hal yang paling penting. Anak-anak yang masih kecil mungkin tidak mengerti
makna nyeri sehingga dalam melakukan pengkajian perawat perlu menggunakan katakata, seperti ouh, aduh, atau sakit. Untuk pasien yang mengalami gangguan kognitif, perlu
menggunakan pendekatan pengkajian yang sederhana, yaitu dengan melakukan observasi
ketat terhadap perubahan perilaku pasien. Untuk pasien yang sedang dalam kondisi kritis
dan mungkin mengalami penumpulan sensori, menggunakan selang nasogastrik, atau jalan
nafas artificial perawat mungkin perlu mengajukan pertanyaan spesifik secara lansung
kepada pasien sehingga pasien dapat member jawaban dengan mengangguk dan
menggelengkan kepala.
Anak yang masih kecil mempunyai kesulitan memahami nyeri dan prosedur yang
menyebabkan nyeri. Anak-anak kecil yang belum dapat mengungkapkan kata-kata juga
mengalami kesulitan untuk mengungkapkan secara verbal dan mengekspresikan nyeri
kepada orang tua atau petugas kesehatan. Secara kognitif , anak-anak toddler dan
prasekolah tidak mampu mengingat penjelasan tentang nyeri atau mengasosiasikan nyeri
sebagai pengalaman yang dapat terjadi di berbagai situasi . dengan memikirkan
pertimbangan pemikiran ini, perawat harus mengadaptasi pendekatan yang dilakukan
dalam upaya mencari cara untuk mengkaji nyeri yang dirasakan anak-anak (termasuk apa
yang akan dinyatakan dan perilaku yang akan diobservasi) dan bagaimana mempersiapkan
seorang anak untuk prosedur medis yang menyakitkan (whaley, 1995).
Apabila pasien berkomunikasi dengan bahasa yang berbeda, maka akan sulit melakukan
pengkajian nyeri . dalam situasi seperti ini, seorang penerjemah atau seorang anggota
keluarga mungkin diperlukan untuk menjelaskan perasaan pasien dan sensasi yang
dirasakan.
Pengkajian karakteristik nyeri secara PQRST
Keluhan dari pasien tentang nyeri yang dirasakan merupakan indicator utama yang paling

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

dapat dipercaya tentang keberadaan dan intensitas nyeri dan apapun yang berhubungan
dengan ketidaknyamanan.. nyeri bersifat individual, sehingga pengkajian karakteristik
nyeri membantu perawat membentuk pengertian pola nyeri dan tipe manajemen nyeri yang
digunakan untuk mengatasi nyeri. Penggunaan instrument untuk menghitung luas dan
derajat nyeri bergantung kepada kondisi pasien yang sadar secara kognitif dan mampu
memahami instruksi perawat.
Pendekatan pengkajian karakteristik nyeri dengan menggunakan metode PQRST dapat
mempermudah perawat perioperatif dalam melakukan pengkajian nyeri yang dirasakn
pasien secara ringkas dan dapat digunakan dalam kondisi praoperatif yang singkat.
Pengkajian psikososiospiritual
Kecemasan praoperatif
Kecemasan berasal dari bahasa latin angere yang berarti untuk menghadapi (to strange)
atau untuk distre. Hal ini berkaitan dengan kata anger yang berarti kesedihan atau
masalah. Kecemasan juga berkaitan dengan kata to anguish yang menggambarkan
adanya nyeri akut, penderitaan ,dan distress (stuart. 1998). Cemas berbeda dengan rasa
takut, dimana cemas disebabkan oleh hal-hal yang tidak jelas termasuk di dalamnya pasien
yang akan menjalani operasi karena mereka tidak tahu konsekuensi pembedahan itu
sendiri. Ketakutan memiliki objek yang jelas dimana seseorang dapat mengidentifikasi dan
menggambarkan objek ketakutan. Ketakutan melibatkan penilain intelektual terhadap
stimulus yang mengancam sedangkan kecemasan merupakan penilaian emosional
terhadap penilain itu. Ketakutan diakibatkan oleh paparan fisik maupun psikologis
terhadap situasi yang mengancam, ketakutan dapat menyebabkan kecemasan, dua
pengalaman emosi ini dibedakan dalam ucapan, yaitu kita mengatakan memiliki rasa takut
tetapi menjadi cemas, inti permasalahn dalam suatu bentuk kecemasan adalah pada
penjagaan diri (chitty, 1997).
Berbagai dampak psikologis yang dapat muncul adalah adanya ketidaktahuan akan
pengalaman pembedahan yang dapat mengakibatkan kecemasan yang terkespresi dalam
berbagai bentuk seperti marah, menolak, atau apatis terhadap kegiatan keperawatan.
Pasien yang cemas sering mengalami ketakutan atau perasaan tidak tenang . berbagai
bentuk ketakutan muncul seperti ketakutan akan hal yang tidak diketahui, misalnya
terhadap pembedahan, anestesi, masa depan, keuangan, dan tanggung jawab keluarga,
ketakutan akan nyeri, kematian, atau ketakutan akan perubahan citra diri dan konsepp diri.

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

Kecemasan dapat menimbulkan adanya perubahan secara fisik maupun psikologis yang
akhirnya megaktifkan saraf otonom simpatis sehingga meningkatkan denyut jantung,
peningkatan tekanan darah, peningkatan frekuensi napas, dan secara umum mengurangi
tingkat energy pada pasien, dan akhirnya dapat merugikan individu itu snediri (rothrock,
1999). Berdasarkan konsep psikoneuroimunologi, kecemasan merupakan stressor yang
dapat menurunkan system imunitas tubuh. Hal ini terjadi melalui serangkaian aksi yang
diperantarai oleh HPA-axis (hipotalamus, pituitary, dan adrenal) . stress akan merangsang
hipotalamus untuk meningkatkan produksi corticotrophin releasing factor (CRF) . CRF ini
selanjutnya akan merangsang kelenjar pituitary anterior untuk meningkatkan produksi
adrenocorticothropin hormone (ACTH). Hormone ini yang akan merangsang korteks
adrenalin untuk meningkatkan sekresi kortisol. Kortisol inilah yang selanjutnya akan
menekan system tubuh (guyton, 1996).
Prosedur pembedahan akan memberikan suatu reaksi emosional bagi pasien, apakah reaksi
tersebut jelas atau tersembunyi, normal, atau abnormal, sebagai contoh kecemasan
praoperatif merupakan suatu respons antisipasi terhadap suatu pengalaman yang dapat
dianggap pasien sebagai suatu ancaman terhadap perannya dalam hidup, integritas tubuh,
atau bahkan kehidupan itu sendiri,sudah diketahui bahwa pikiran yang bermasalah secara
lansung akan mempengaruhi fungsi tubuh, oleh karena itu pentig untuk mengidentifkasi
ansietas yang dialami pasien.
Dengan mengumpulkan riwayat kesehatan secara cermat, perawat akan menemukan
kekhawatiran pasien yang didapat menjadi beban lansung selama proses pembedahan.
tidak diragukan lagi pasien yang menghadapi pembedahan akan dilingkupi oleh ketakutan
, termasuk ketakutan akan ketidaktahuan,kematian, anestesi dan kanker, kekhawatiran
mengenai kehilangan waktu kerja, kemungkinan kehilangan pekerjaan, tanggung jawab
terhadap keluarga, dan ancaman ketidakmampuan permanen yang lebih jauh. Akan
memperberat ketegangan emosional yang sangat hebat yang diciptakan oleh proses
pembedahan, kekhawatiran yang nyata yang lebih ringan dapat terjjadi karena pengalaman
sebelumnya dengan system perawatan kesehatan dan orang-orang yang dikenal pasien
dengan kondisi yang sama. Akibatnya perawat harus memberikan dorongan untuk
pengungkapan serta harus mendengarkan, memahami, dan memberikan informasi yang
membantu menyingkirkan kekhawatiran tersebut (potter, 2006)
Meurut potter (2006) reaksi pasien terhadap pembedahan didasarkan pada banyak

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

factor,meliputi ketidaknyamanan dan perubahan-perubahan yang diantisipasi baik fisik,


financial, psikologis, spiritual, social, atau hasil akhir pembedahan yang diharapkan.
Bagian terpenting dari pengkajian kecemasan praoperatif adalah untuk menggali peran
orang terdekat , baik dari keluarga, sahabat, adanya sumber dukungan orang terdekat akan
menurunkan kecemasan.
Perasaan
Perawat dapat mendeteksi perasaan paien tentang pembedahan dari perilaku dan
perbuatannya. Pasien yang merasa takut biasanya akan sering bertanya , tampak tidak
nyaman jika ada orang asing memasuki ruangan. Atau secara aktif mencari dukungan dari
teman dan keluarga.
Perasaan seringkali susah dikaji secara keseluruhan jika pasien akan menjalani bedah
sehari . biasanya perawat hanya memiliki waktu yang singkat untuk membina hubungan
dengan pasien,. Pada beberapa program bedah sehari, perawat dapat mengunjungi rumah
pasien atau melakukan pengkajian melalui telepon sebelum hari pembedahan. dirumah
sakit perawat harus memilih waktu diskusi yaitu setelah melengkapi prosedur kedatangan
pasien ke rumah sakit atau setelah melengkapi pemeriksaan diagnostic . perawat harus
menjelaskan bahwa rasa takut dan khawatir merupakan

perasaan yang normal ,

kemampuan pasien mengungkapkan perasaannya bergantung pada keinginan perawat


untuk mendengar, member dukungan, dan membenarkan konsep yang salah (stuart 1999).
Jika pasien merasa tidak berdaya, perawat harus menentukan alasannya. Diagnosis medis
dapat menimbulkan pemahaman tentang meningkatnya rasa ketergantungan dan
kehilangan fungsi fisik atau mental. Pikiran bahwa pasien akan ditidurkan selama masa
anestesi menimbulkan rasa khawatir akan kehilangan control . banyak pasien yang merasa
perlu mempertahankan kekuatannya untuk membuat keputusan tentang terapi yang
akandijalaninya .perawat harus meyakinkan bahwa pasien berhak untuk bertanya dan
mencari informasi.
Konsep diri
Pasien dengan konsep diri positif lebih mampu menerima operasi yang dialaminya dengan
tepat. Perawat mengkaji konsep diri pasien dengan cara meminta pasien mengidentifikasi
kekuatan dan kelamahan dirinya , pasien yang cepat mengkritik mungkin mempunyai harga
diri yang rendah atau sedang menguji pendapat perawat tentang karakter mereka. Konsep
diri yang buruk mengganggu kemampuan beradaptasi dengan stress pembedahan dan

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

memperburuk rasa bersalah atau ketidakmampuannya (stuart 1999).


Citra diri
Pembedahan untuk mengangkat bagian tubuh yang mengandung penyakit biasanya
mengakibatkan perubahan bentuk atau fungsi tubuh yang permanen. Rasa khawatir
terhadap kelainan bentuk atau kehilangan bagian tubuh akan menyertai rasa takut pasien.
Perawat mengkaji perubahan citra tubuh yang pasien anggap akan terjadi akibat operasi.
Seringkali pembedahan mengubah aspek fisik atau psikologis seksual pasien. Eksisi
jaringan payudara, kolostomi, ureterostomi, atau Pengangkatan kelenjar prostat dapat
mempengaruhi persepsi pasien tentang seksualitas mereka. Pembedahan seperti perbaikan
hernia atau ekstraksi katarak menyebabkan pasien tidak melakukan hubungan seksual
sampai normal kembali.
Perawat harus mendorong pasien untuk mengekspresikan kekhawatiran mereka tentang
seksualitas. Pasien yang menghadapi disfungsi seksual yang bersifat sementara.
Memerlukan pemahaman dan dukungan . diskusi tentang seksualitas klien harus dilakukan
dengan pasangan seksual mereka sehingga mereka dapat saling memahami cara mengatasi
keterbatasan fungsi seksual yang terjadi.
Sumber koping
Pengkajian terhadap perasaan dan konsep diri akan membantu perawat menentukan
kemampuan pasien dalam mengatasi stress akibat pembedahan ,perawat juga bertanya
tentang manajemen stress yang biasa dilakukan pasien sebelumnya . apabila pasien
pernah menjalani pembedahan, maka perawat perioperatif perlu menentukan perilaku yang
dapat membantu pasien dalam menghilangkan ketegangan atau kecemasannya . perawat
dapat menginstruksikan pasien untuk melakukan latihan relaksasi untuk membantu
mengontrol ansietas.
Perawat perioperatif mengkaji adanya dukungan yang dapat diberikan oleh anggota
keluarga atau teman. Pada saat pengkajian atau saat perawat memberi instruksi atau
penjelasan, pasien mungkin menginginkan kehadiran orang lain. Pada konsep perioperatif
adanya anggota keluarga dapat dimaksimalkan perawat perioperatif sebagai pelatih pasien.
Menawarkan dukungan yang berharga selam periode pasca operatif karena partisipasi dari
pasien terhadap keseluruhan fase perioperatif merupakan hal yang penting.
Kepercayaan spiritual
Kepercayaan spiritual memainkan peranan penting dalam menghadapi ketakutan dan

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

ansietas. Tanpa memandang agama yang dianut pasien, kepercayaan spiritual dapat
menjadi medikasi terapeutik. Segala upaya harus dilakukan untuk membantu pasien
mendapat bantuan spiritual yang diinginkan . keyakinan mempunyai kekuatan yang
sangat besar , oleh karena itu kepercayaan yang dimiliki oleh setiap pasien harus dihargai
dan didukung. Menghormati nilai budaya dan kepercayaan pasien dapat mendukung
terciptanya hubungan dan saling percaya.
Kemampuan yang paling berguna bagi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan
adalah kemampuan untuk mendengarkan pasien, terutama saat mengumpulkan riwayat
kesehatan pasien. Melalui keterlibatan dalam percakapan dan menggunakan prinsipprinsip komunikasi mewawancara, perawat dapat mengumpulkan informasi dan wawasan
yang sangat berharga . perawat yang tenang memperhatikan, dan pengertian akan
menimbulkan rasa percaya pasien.
Pengetahuan, persepsi dan pemahaman
Perawat harus mempersiapkan pasien dan keluarganya untuk menghadapi pembedahan ,
dengan mengidentifikasi pengetahuan, persepsi, dan pemahaman pasien, dapat membantu
perawat merencanakan penyuluhan dan tindakan untuk mempersiapkan kondisi emosional
pasien. Apabila pasien dijadwalkan menjalani bedah sehari, maka pengkajian dapat
dilakukan di ruang praktik dokter atau rumah pasien.
Setiap pasien merasa takut untuk datang ke tempat pembedahan. beberapa diantaranya
disebabkan karena pengalaman di rumah sakit sebelumnya, peringatan dari teman dan
keluarga. Atau karena kurang pengetahuan. Perawat menghadapi dilema etik saat pasien
memahami informasi yang salah atau tidak menyadari alas an dilakukannya pembedahan.
perawat

menanyakan

gambaran

pemahaman

pasien

tentang

pembedahan dan

implikasinya.
Informed consent
Informed consent adalah suatu izin tertulis yang dibuat secara sadar dan sukarela oleh
pasien sebelum suatu pembedahan dilakukan. Izin tertulis tersebut dapat melindungi
pasien dari kelainan dalam prosedur pembedahan dan melindungi ahli bedah terhadap
tuntutan dari suatu lembaga hukum demi kepentingan bersama, semua pihak yang terkait
perlu mengikuti prinsip medikolegal yang baik (Potter, 2006).
Tanggung jawab perawat adalah untuk memastikan bahwa informed consent telah diminta
oleh dokter dan ditanda tangani secara sukarela oleh pasien. Sebelum pasien

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

menandatangani informed consent, ahli bedah harus memberikan penjelasan yang jelas
dan sederhana tentang apa yang akan diperlukan dalam pembedahan. ahli bedah juga
harus menginformasikan pasien tentang alternatif alternatif yang ada, kemungkinan
resiko, komplikasi, perubahan bentuk tubuh, menimbulkan kecacatan,ketidakmampuan,
pengangkatan bagian tubuh, dan juga tentang apa yang diperkirakan terjadi pada periode
pasca operatif awal dan lanjut. Persetujuan tindakan medic ini diperlukan pada:

Suatu prosedur tindakan invasive, seperti insisi bedah, biopsy, sistoskopi, atau
parasintesis

Intervensi dengan menggunakan anestesi

Prosedur nonbedah yang resikonya lebih dari sekedar risiko ringan, contohnya prosedur
arteriografi

Prosedur yang mencakup terapi radiasi atau kobal


Pasien secara pribadi menandatangani consent tersebut jika telah mencapai usia yang
ditentukan dan mampu secara mental, bila pasien dibawah umur, tidak sadar, atau tidak
kompeten, maka izin harus didapat dari anggota keluarga yang bertanggung jawab atau
wali yang sah.
Pada kasus-kasus kedaruratan, penting bagi ahli bedah untuk mengambil tindakan yang
bersifat penyelamatan tanpa informed consent dari pasien. Namun, upaya untuk
menghubungi pihak keluarga pasien harus terus dilakukan. Pada situasi seperti ini ,
komunikasi dapat dilakukan melalui telepon, telegram, facsimile,, atau media elektronik
lainnya.
Jika pasien ragu-ragu dan tidak sempat mencari pengobatan alternative , maka opini orang
kedua dapat diminta, tidak ada pasien yang boleh dipaksa untuk menandatangani izin
operasi. Penolakan terhadap prosedur pembedahan adalah hak hukum dan hak istimewa
seseorang. Akan tetapi, informasi tersebut harus didokumentasikan dan disampaikan
kepada ahli bedah sehingga pengaturan lain dapat dibuat. Sebagai contoh, penjelasan
tambahan dapat diberikan kepda pasien dan keluargnya atau pembedahan dapat
dijadwalkan ulang .
Proses penandatanganan informed consent ini dapat dilengkapi dengan penjelasan dan
harus dipastikan bahwa pasien dapat memahami dan mengerti isi atau maksud dari
informed consent tersebut. Fomulir informed consent yang sudah ditandatangani
diletakkan direkam medic pada posisi yang mudah dilihat. Pemeriksaan fisik

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

Ada berbagai pendekatan yang digunakan dalam melakukan pemeriksaan fisik , mulai dari
pendekatan heat to toe hingga pendekatan per system . perawat dapat menyesuaikan
konsep pendekatan pemeriksaan fisik dengan kebijakan prosedur yang digunakan institusi
tempat ia bekerja. Pada pelaksanaanya, pemeriksaan yang dilakukan bisa mencakup
sebagian atau seluruh system, bergantung pada banyaknya waktu yang tersedia dan
kondisi praoperatif pasien. Focus pemeriksaan yang dilakukan adalah melakukan klarifikasi
dari hasil temuan saat melakukan anamnesis riwayat kesehatan pasien dengan system
tubuh yang akan dipengaruhi atau memengaruhi respons pembedahan.
Keadaan Umum dan Tanda-Tanda Vital
Pemeriksaan keadaan umum pasien praoperatif meliputi penampilan umum dan prilaku,
pangkajian tingkat kesadaran dan pengkajian status nutrisi.
Penampilan Umum
Pada pengkajian keadaan umum, secara ringkas perawat melakukan survei keadaan umum
untuk mengobservasi panampilan umum pasien. Bentuk dan pergerakan tubuh dapat
menggambarkan kelemahan yang disebabkan oleh penyakit yang berhubungan dengan
adanya intervensi pembedahan. secara ringkas, pengkajian yang berhubungan dengan
praoperatif meliputi elemen-elemen berikut ini:

Usia
Usia

akan

memengaruhi karakteristik fisik normal. Kemampuan untuk

berpartisipasi dalam beberapa bagian pemeriksaan fisik praoperatif juga


dipengaruhi oleh usia.

Tanda distres
Terdapat tanda dan gejala distress nyata yang mengindikasikan nyeri, kesulitan
bernapas, atau kecemasan. Tanda tersebut dapat membantu perawat dalam
membuat prioritas yang berkaitan dengan apa yang akan diperiksa terlebih
dahulu.

Jenis tubuh
Perawat mengobservasi jika pasien tanpak ramping, berotot, obesitas, atau

sangat kurus. Jenis tubuh dapat mencerminkan tingkat kesehatan, usia, dan gaya
Like

hidup.

Postur
Perawat mengkaji postur tubuh pasien. Apakah pasien memiliki postur tubuh

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

yang merosot, tegak, dan bungkuk. Postur dapat mencerminkan alam perasaan
atau adanya nyeri.

Tw eet

Gerakan tubuh
Observasi gerakan tersebut bertujuan untuk memperhatikan apakah terdapat
tremor di ekstremitas. Tentukan ada atau tidaknya bagian tubuh yang tidak
bergerak.

Kebersihan diri dan bau badan


Tingkat kebersihan diri pasien dicatat dengan mengobsevasi penampilan rambut,

Subm it

kulit, dan kuku jari. Bau badan yang tidak sedap dapat terjadi karena kebersihan
diri yang buruk atau akibat patologi penyakit tertentu. Kondisi kebersihan
praoperatif merupakan hal yang penting diperhatikan karena dapat memengaruhi
konsep asepsis intraoperasi dan akan memberikan data dasar pada perawat
untuk memberikan

intervensi praoperatif terkait

kebutuhan pemenuhan

kebersihan area pembedahan.

Afek dan alam perasaan


Afek adalah perasaan seseorang yang terlihat oleh orang lain. Alamperasaan
atau status emosi diekpresikan secara verbal dan nonverbal.

Bicara
Bicara normal adalah bicara yang dapat dipahami, diucapkan dengan kecepatan
sedang dan menunjukkan hubungan dengan apa yang dipikirkan.

Pengkajian tingkat kesadaran


Penilaian tingkat respons kesadaran secara umum dapat mempersingkat pemeriksaan.
Pengenalan kondisi klinis pada setiap tingkat kesadaran akan memudahkan perawat dalam
melakukan pengkajian.
Pada keadaan emergensi , kondisi pasien dan waktu untuk mengumpulkan data penilaian
tingkat kesadaran sangat terbatas. Oleh karena itu, skala koma Glasgow dapat
memberikan jalan pintas yang sangat berguna . skala tersebut memungkinkan pemeriksa
untuk membuat peringkat tiga respons utama pasien terhadap lingkungan, yaitu :
membuka mata, mengucapkan kata, dan gerakan.
Pada setiap kategori, respons yang terbaik diberikan nilai, nilai total maksimum untuk

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

sadar penuh dan terjaga adalah 15. Nilai minimum 3 menandakan pasien tidak memberikan
respons. Jika nilai keseluruhan adalah 8 atau dibawahnya, maka berhubungan dengan
koma, jika bertahan dalam waktu yang lama mungkin dapat menjadi satu tanda akan
buruknya pemulihan fungsi. System penilaian ini dirancang sebagai pedoman untuk
mengevaluasi dengan cepat pasien yang sakit saat kritis atau pasien yang cedera sangat
berat dan status kesehatannya dapat berubah dengan cepat.
Pengkajian status nutrisi
Pengkajian status nutrisi dengan menggunakan berat dan tinggi badan merupakan
indicator status nutrisi yang penting . kebutuhan nutrisi ditentukan dengan mengukur
tinggi dan berat badan, lipat kulit trisep, lingkar lengan atas, kadar protein darah, dan
keseimbangan nitrogen. Segala bentuk defisiensi nutrisi harus dikoreksi sebelum
pembedahan untuk memberikan protein yang cukup guna perbaikan jaringan.
Perbaikan jaringan normal dan resistensi terhadap infeksi bergantung pada status nutrisi
yang cukup. Pembedahan akan meningkatkan kebutuhan nutrisi. Setelah pembedahan,
pasien membutuhkan minimal 1500 kkal/hari untuk mempertahankan cadangan energy.
Peningkatan protein , vitamin A dan C serta zat besi akan mempercepat penyembuhan
luka. Pasein malnutrisi cenderung mengalami penyembuhan luka yang kurang baik,
berkurangnya penyimpangan energy, dan infeksi setelah operasi. Apabila pasien
menjalani pembedahan efektif , maka ketidakseimbangan nutrisi dapat diperbaiki sebelum
pembedahan. namun jika pasien malnutrisi harus menjalani prosedur darurat, maka upaya
perbaikan nutrisi dilakukan setelah pembedahan. (potter,2006) .
Dehidrasi, hipovolemia, dan ketidakseimbangan

elektrolit umum terjadi dan harus

didokumentasikan dengan cermat. Tingkat keparahan sering sulit untuk ditentukan , ketika
pasien sedang dipersiapkan untuk pembedahan, maka tambahan waktu mungkin
diperlukan untuk memperbaiki deficit cairan guna meningkatkan kondisi praoperatif sebaik
mungkin.
Obesitas sangat meningkatkan resiko dan komplikasi yang berkaitan dengan pembedahan,
selama pembedahan, jaringan lemak rentan terhadap infeksi . selain itu , obesitas
mengakibatkan peningkatan masalah-masalah tehnik dan mekanik . oleh karena itu,
dehisens (perlepasan luka) dan infeksi luka umum terjadi. Pasien obesitas biasanya lebih

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

sulit dirawat karena akibat peningkatan berat badan , pasien menjadi bernafas tidak
optimal ketika berbaring miring dan karenanya mudah mengalami hipoventilasi dan
komplikasi pulmonal pascaoperatif . selain itu, distensi abdomen, flebitis, gangguan
system kardiovaskular, endokrin, hepatica, dan penyakit biliari terjadi lebih sering pada
pasien dengan obesitas. Telah diperkirakan bahwa untuk setiap kelebihan berat badan 13
kg, diperlukan seiktar 40 km pembuluh darah. Kebutuhan yang meningkat pada jantung
dalam hal ini sangat jelas (potter, 2006).
Obesitas meningkatkan resiko pembedahan akibat menurunnya ventilasi dan fungsi
jantung, pasien akan mengalami kesulitan melakukan aktivitas fisik normal setelah
pembedahan, pasien obesitas rentan mengalami penyembuhan luka yang buruk dan
infeksi luka karena struktur jaringan lemak memiliki suplai darah yang buruk . suplai darah
yang buruk akan memperlambat pengiriman nutrisi yang penting, antibody,dan enzim
yang dibutuhkan untuk penyembuhan luka. Pasien obesitas sering mengalami kesulitan
penutupan luka karena tebalnya lapisan adipose. Klien obesitas juga beresiko mengalami
dehisens (terbukanya garis jahitan operasi).
Pemeriksaan tanda tanda vital
Pemeriksaan awal fisik dilakukan dengan memeriksa tanda-tanda vital . tanda vital diukur
untuk menentukan status kesehatan atau untuk menilai respons pasien terhadap stress
intervensi pembedahan.
pemeriksaan TTV

meliputi pengukuran suhu , nadi, tekanan darah, dan frekuensi

pernapasan. Sebgai indicator dari status kesehatan , ukuran-ukuran ini menandakan


keefektifan sirkulasi =, respirasi, serta fungsi neurologis dan endokrin tubuh . karena
sangat penting, maka disebut dengan vital. Banyak factor seperti suhu lingkungan, latihan
fisik, dan efek sakit yang menyebabkan perubahan tanda vital hingga kadang-kadang
diluar batas normal. Pengukuran tanda vital member data untuk menentukan status
kesehatan pasien yang lazim (data dasar), seperti respons terhadap stress fisik dan
psikologis . perubahan pada tanda vital menandakan kebutuhan dilakukannya intervensi
keperawatan dan medis praoperatif.
Pengkajian tanda-tanda vital praoperatif memberikan data dasar yang penting untuk
dibandingkan dengan perubahan tanda-tanda vital yang terjadi selama dan setelah

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

pembedahan. pengkajian tanda-tana vital praoperatif juga penting untuk menentukan


adanya abnormalitas cairan dan elektrolit . peningkatan denyut jantung dapat disebabkan
karena kekurangan volume cairan plasma, kekurangan kalium, atau kelebihan natrium.
Apabila denyut nadi kuat dank eras, hal tersebut mungkin disebabkan karena kelebihan
volume cairan. Disritmia jantung umumnya disebabkan oleh ketidakseimbangan elektrolit.
Peningkatan suhu sebelum pembedahan merupakan penyebab yang harus diperhatikan .
apabila pasien mengalami infeksi , maka dokter bedah dapat menunda pembedahan sampai
infeksi tersebut teratasi. Peningkatan suhu tubuh meningkatkan resiko ketidakseimbangan
cairan dan elektrolit setelah pembedahan.
Tanda vital merupakan cara yang cepat dan efisien untuk memantau kondisi pasien.
Teknik dasar inspeksi, palpasi, dan auskultasi digunakan untuk menentukan tanda vital.
Keterampilan ini sederhana, tetapi tidak boleh diabaikan. Pengkajian tanda vital
memungkinkan

perawat

untuk

mengidentifikasi

diagnosis

keperawatan

mengimplementasikan rencana intervensi , dan mengevaluasi keberhasilan bila tanda vital


dikembalikan pada batas nilai yang dapat diterima. Pemeriksaan tanda vital merupakan
unsure yang penting bila perawat dan dokter melakukan kolaborasi dalam menentukan
statu s kesehatan pasien. Teknik pengukuran yang cermat menjamin temuan akurat pula.
Kepala dan leher
Survey kepala
Riwayat keperawatan akan mendeteksi adanya cedera intracranial dan deformitas local
atau congenital. Perawat mulai dengan menginspeksi posisi kepala dan gambaran wajah
pasien. Posisi kepala normalnya tegak dan stabil.
Perawat mengobservasi gambaran wajah pasien, melihat kelopak mata, alis,lipatan
nasolabial, dan

mulut

untuk mengetahui bentuk dan

kesimetrisannya, sedikit

ketidaksimetrisan merupakan suatu hal yang normal . jika terdapat ketidaksimetrisan pada
wajah, maka perawat menilai apakah seluruh bagian atau hanya sebagian dari wajah saja
yang terkena. Berbagai gangguan neurologis seperti paralisis saraf fasial, akan
memengaruhi saraf lain yang juga mempersarafi otot-otot wajah.

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

Mata
Observasi gambaran kesimetrisan mata kanan dan mata kiri. Kesimetrisan wajah pasien
dikaji untuk melihat apakah kedua mata terletak pada jarak yang sama. Perawat memeriksa
apakah salah satu mata lebih besar atau menonjol ke depan melalui pemeriksaan posisi
istirahat dan garis mata atas.
Alis diobservasi kuantitas dan penyebaran rambutnya. Kelopak mata diinspeksi warna,
keadaan kulit, dan ada/tidaknya bulu mata serta arah timbulnya . batas kelopak diperiksa
akan adanya lesi seperti tonjolan atau tumor. Terkadang pada fraktur dasar tengkorak di
fosa anterior, darah dapat merembes dari robekan dura hingga ke rongga orbita .
hematoma yang terjadi menyebabkan gambaran mata hitam yang dikenal sebagai raccoon
eyes pasien dengan fraktur dikaji

ada/tidaknya kebocoran cairan serebrospinal dari

hidung.
Mata dan kelopak mata orang yang kekurangan nutrisi atau dehidrasi Nampak seperti
tenggelam atau cekung karena lemak dan cairan yang tersimpan di belakang bola mata
hilang. Ptosis (turunnya kelopak) dapat disebabkan oleh edema, kelemahan oto, defek
congenital, atau masalah neurologis (SOIII) yang disebabkan oleh trauma atau penyakit.
Konjungtiva dan sclera. Konjuntiva adalah membrane mukosa tipis dan transparan yang
melapisi bagian posterior kelopak mata dan melipat kea rah bola mata untuk melapisi
bagian anterior bola mata. Sclera dikaji warnanya , biasanya putih . warna kekuningan
merupakan indikasi ikterus atau masalah sistemik. Pada individu yang berkulit hitam, sclera
normal juga bisa terlihat kuning, terdapat titik kecil, gelap, dan berpigmen. Pemeriksaan
konjungtiva praoperatif akan memberiakan data dasar untuk intervensi.
Pupil normal berbentuk bulat, letaknya di tengah , dan memiliki ukuran yang sama antara
kiri dan kanan. Terdapat kurang lebih 5% individu yang secara normal memiliki perbedaan
dalam ukuran pupil. Perbedaan ini disebut anisokor. Ukuran pupil bervariasi pada tiap
individu yang terpapar cahaya dalam jumlah yang sama. Pupil yang lebih kecil ditemukan
pada lansia. Individu dengan myopia (hanya dapat melihat dari dekat) mempunyai pupil
yang lebih besar, sedangkan individu hipertopi (hanya dapat melihat jauh) mempunyai
pupil yang lebih kecil. Diameter pupil normal adalah 2-6 mm . pupil yang ukurannya kurang
dari 2 mm disebut konstriksi (miosis), sedangkan pupil yang berukuran lebih dari 6 mm
disebut dilatasi (midriasis).

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

Kaji respons pupil terhadap cahaya . respons pupil terhadap cahaya lebih mudah
diobservasi jika uji ini dilakukan di ruang gelap. Akan tetapi, pada individu dengan mata
cokelat tua, lebih sulit bagi perawat untuk mendeteksi peruabahan yang ada. Konstriksi
kedua pupil merupakan respons normal terhadap sinar lansung , meningkatnya cahaya
menyebabkan pupil konstriksi, sedangkan penurunan cahaya menyebabkan pupil dilatasi.
Pupil juga mengecil atau konstriksi dalam respons terhadap akomodasi (perubahan focus
akibat berubahnya pandangan dari objek jauh ke dekat).
Perawat mengkaji reaksi pupil terhadap sinar dengan menganjurkan pasien untuk lurus ke
depan sambil cepat membawa sinar senter dari samping dan mengarahkan ke pupil mata
kanan (oculus dextra). Konstfasriksi pada pupil OD merupakan direct response terhadap
cahaya senter ke dalam mata tersebut, konstruksi pada pupil mata kiri (oculus sinistral)
selama cahaya diarahkan pada OD dikenal sebagai consensual response. Kedua aphakia
(tidak adanya lensa mata) pupil berwarna hitam, sedangkan pada kondisi katarak, pupil
berwarna putih
Hidung dan sinus
Lakukan inspeksi palatum mole dan sinus nasalis dengan tujuan mengkaji drainase sinus
yang menggambarkan adanya infeksi sinus atau pernapasan.
Mulut, bibir,lidah dan palatum
Kondisi membrane mukosa mulut menunjukkan status dehidrasi. Pasien dehidrasi
mengalami ketidakseimbangan cairan dan elektrolit yang serius selama pembedahan. pada
pasien yang mempunyai riwayat trauma atau fraktur mandibua akan ditemukan pergeseran
gigii dan gusi.
Pemeriksaan leher
Otot leher, modus limfatik di kepala dan leher, arteri carotid, vena jugularis, kelenjar tiroid,
dan trakea terdapat di dalam leher ,pada pemeriksaan fisik praoperatif , pemeriksaan leher
yang lazim dilakukan adalah memeriksa nodus limfatik dan kelenjar tiroid.

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

Nodus limfatik diperiksa dengan cara palpasi menggunakan jari tengah dan gerakan
memutar . nodus limfatik normalnya tidak mudah dipalpasi tetapi nodus yang kecil dapat
digerakkan dan tidak nyeri saat ditekan merupakan hal yang umum ditemukan. Nodus
limfatik yang besar, menetap , meradang atau nyeri tekan mengindikasikan adanya seperti
infeksi local, penyakit sistemik, atau neoplasma. Pada saat nodus yang besar itu
ditemukan, perawat harus mengeksplorasi area dan wilayah sekitarnya yang memperoleh
drainase dari nodus tersebut untuk adanya melihat tanda infeksi atau keganasan, nyeri
tekan biasanya terjadi akibat iflamasi. Mencatat nodus mana yang membesar dapat
membantu melokalisasi area infeksi . sebagai contoh, infeksi telinga biasanya mengalir ke
nodus yang tidak nyeri saat ditekan, keras dank has, setelah infeksi yang serius nodus
dapat terus membesar tetapi tidak nyeri ditekan.
Kelenjar tiroid berada di leher bawah anterior, didepa. Dan kedua sisi trakea. Kelenjar
tersebuu berada di takea dengan isthmus yang mendasari trakea dan menghubungkan dua
lobus yang ireguler dan berbentuk kerucut. Perawat berdiri di dpan pasien dan mengicpesi
area bahw a leher,memeriksa kelenjar tiroid da menginspeksi adanya massa yang terlihat,
kesimetrisan, dan ksempurnaan bentuk dibagian dasar leher . meminta pasien unutk
menghiperekstensikan leher dapat membantu mengencangkan kullit , sehingga kelenjar
tersebut lebih mudah dilihat . perawat menawarkan segelas air dan kemudian meminta
pasien untuk menelannya sambil memperhatikan apakah ada kelenjar yang menonjol.
Normalnya, kelenjar tiroid tidak dapat dilihat di gambar
System saraf
Selama mengkaji riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik, perawat mengobsevasi tingkat
orientasu,kesadaranm mood pasien, serta memperhatikan apakah pasien dapat menjawab
pertanyaan dengan tepat dan dapat mengingat kejadian yang baru dan kejadian masa lal.
Pasien yang akan menjalani pembedahan karena penyakit neurologis (misalnya tumor
otak) keungkinan menunjukkan gangguan tingkat kesadaran atau perubahan perilaku,
tingkat kesadaran dapat berubah karena anestesi umum. Namun setelah efek anestesi
menghilang , tingkat respons pasien akan kembali pada tingkat respons sebelum operasi.
Jika pasien akan mendapatkan anestesi spinal, maka pengkajian praoperatif terhadap
fungsi dan kekuatan motorik kasar sering dilakukan . anestesi spinal menyebabkan
ekstremitas bawah mengalami paralisis sementara. Perawat harus menyadari adanya
kelemahan atau gangguan mobilisasi pada ekstrimitas bawah pasien agar perawat tidak

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

cemas jika seluruh fungsi motorik tidak kembali normal pada saat efek anestesi spinal
menghilang.
Pengkajian sensibilitas prabedah sangat bermanfaat sebagai bahan evaluasi pada saat
pascaanestesi di ruang pemulihan
Sestem endokrin
Pada diabetes yang tidak terkontrol , bahaya utama yang megancam hidup adalah
hipoglikemia. Hipoglikemia perioperatif mungkin terjadi selama anestesi, akibat asupan
karbohidrat pasctif yang tidak adekuat atau pemberian obat insulin yang berlebihan ,
bahaya lain yang mengancam pasien tetapi onsetnya tidak secepat hipoglikemia adalah
asidosis atau glukosuria. Secara umum, resiko pembedahan bagi pasien dengan diabetes
mellitus yang tidak terkontrol tidak lebih besar dari pasien nondiabetes, namun pemantaun
kadar gula darah secara rutin penting dilakukan sebelum , selama, dan setelah
pembedahan.
Pasien yang mendapat kortikosteroid berisiko mengalami insufisiensi adrenal. Oleh karena
itu, penggunaan medikasi steroid untuk segala tujuan selama tahun-tahun sebelumnya
harus dilaporkan pada ahli anestesi dan ahli bedah.
Dada dan tulang belakang
Payudara
Tujuan pemeriksaan payudara adalah untuk mengklarifikasi riwayat atau keluhan pasien
tentang adanya massa pada payudara. Pemeriksaan dimulai dengan melakukan observasi
ukuran dan kesimetrisan payudara. Perbedaan ukuran dan ketidak simetrisan dapat
disebabkan oleh inflamasi atau massa. Perawat kemudian menilai kontur atau bentuk
payudara dan mencatat adanya massa, dataran, retraksi, atau lesung. Retraksi atau lesung
terjadi akibat invasi ligament oleh tumor atau kanker payudara, jika pasien mengeluhkan
adanya massa. Maka perawat harus memeriksa payudara pada sisi lain terlebih dahulu
untuk memastikan perbandingan yang objektif antara sisi jaringan normal dan abnormal .
selama palpasi, perawat mencatat konsistensi jaringan payudara. Normalnya jaringan

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

payudara terasa padat, keras dan elastic


Massa abnormal dipalpasi untuk menentukan lokasi, diameter massa dalam sentimeterl,
bentuk (misalnya bulat atau cakram) konsistensi (lunak, liat atau keras) adanya nyeri tekan
kemampuan mobilitas, dan kondisi tepi massa (jelas atau tidak) lesi kanker bersifat keras
tidak dapat digerakkan tidak ada nyeri tekan dan bentuknya tidak teratur. Kondisi ini
dicirikan dengan benjolan payudara yang nyeri dan terkadang rabas putting. Gejala
tersebut lebih nyata terjadi selama periode menstruasi. Jika dipalpasi, kista (benjolan)
terasa lunak, berbeda, dan dapat digerakkan kista dalam biasanya terasa keras.
Sistem Pernapasan
Pemeriksaan praoperatif sistem pernapasan dapat menjadi data dasar rencana intervensi
pascaoperatif. Pemeriksaan dimulai dengan melihat keadaan umum sistem peranapasan
dan tanda-tanda abnormal seperti sisnosis, pucat, kelelahan, sesak napas, batuk, penilaian
produksi sputum, dan lainnya. Karena harus melakukan pengkajian fisik secara inspeksi,
maka perawat harus memahami kondisi sistem pernapasan dalm rongga torak secara
imajiner. Hal ini sangat berguna bagi perawat dalam memeriksa kondisi normal dan
abnormal dari interpretasi pemeriksaan fisik.
Penilaian bentuk dada secara inspeksi dilakukam untuk melihat seberapa jauh kelainan
yang terjadi pada pasien. Benuk dada normal pada orang dewasa adalah diameter
anteropsoterior dalam proporsi terhadap diameter lateral adalah 1:2. Kondisi yang tidak
normal, seperti barrel chest akan meningkatkan resiko pembedahan dan memberikan
implikasi pada penyuluhan preoperasi tentang latihan batuk efektif dan latihan napas
diafragma.
Perawat kemudian melakukan pemeriksaan palpasi untuk menilai adanya kelainan pada
dinding toraks dan merasakan perbedaan getaran suara napas. Kelainan yang mungkin
didapatkan pada pemeriksaan ini seperti: nyeri tekan, adanya emfisema subkutan atau
terdapat penuruanan getaran saura napas pada satu sisi akibat adanya cairan atau udara
pada rongga pleura.
Perkusi pada paru yang normal menimbulkan nadan sonor, sedangkan perkusi pada
struktur yang berongga seperti, usus atau pneumotoraks, menimbulkan nada hipersonor.
Pemeriksaan auskultasi praoperatif ditunjukkan untuk menilai atau mengkaji aliran udara
melalui cabang bronkus dan mengevaluasi adanya cairan atau obstruksi padat dalam

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

struktur paru. Untuk menentukan kondisi paru-paru pemeriksa mengauskultasi bunyi


napas normal, bunyi napas tambahan, dan bunyi suara. Auskultasi bunyi napas akan
menunjukkan apakah pasien mengalami kongesti paru atau penyempitan jalan napas.
Adanya atelektasis atau kelembaban pada jalan napas akan memperburuk kondisi pasien
selama pembedahan. Kongesti paru yang serius dapat menyebabkan ditundanya
pembedahan. Beberapa obat anestesi dapat menyebabkan spasme otot laring. Oleh karena
itu, jika perawat mendengar bunyi mengi saat mengauskultasi jalan napas pada
pemeriksaan praoperatif, maka hal ini menunjukkan bahwa pasien berisiko mengalami
penyempitan jalan napas yang lebih lanjut selama pembedahan.
Pemeriksaan dada lainnya adalah dengan menilai adanya dilatasi vena pada bagian
anterior dada yang merupakan salah satu tanda dari adanya tumor mediastinum.
Sistem Kardiovaskular
Lakukan inspeksi ada/ tidaknya parut bekas luka. Operasi jantung sebelumnya akan
menimbulkan bekas parut pada dinding dada. Lokasi dari parut memberi petunjuk
mengenai lesi katup yang telah dioperasi. Kebanyakan pembedahan katup memerlukan
cardiopulmonary bypass yang berarti akan dilakukan sternontomi medial (irisan pada
bagian medial sternum).
Pemeriksaan tekanan darah praoperatif dilakukan untuk menilai adanya peningkatan
tekanan darah di atas normal (hipertensi) yang berperngaruh pada kondisi hemodinamik
intraoperatif dan pascaoperatf. Apabila pasien mempunyai penyakit jantung, maka
perawat harus mengkaji karakter denyut jantung apikal. Setelah pembedahan, perawat
harus membandingkan frekuensi dan irama nadi dengan data yang diperoleh sebelum
operasi. Obat-obatan anestesi, perubahan dalam keseimbangan cairan, dan stimulasi
respons stres akibat pembedahan dapat menyebabkan disnritmia jantung.
Perawat mengkaji nadi perifer, waktu pengisian kapiler dan warna serta suhu ekstremitas
untuk menentukan status sirkulasi pasien. Waktu pengisian kapiler dikaji untuk menilai
kemampuan perfusi perifer. Pengukuran pengisian kapiler penting dilakukan pada pasien
yang menjalani pembedahan vaskular atau pasien yang ekstremitsnya dipasang gips ketat.
Keseimbangan Cairan dan Elektrolit
Pembedahan akan direspons oleh tubuh sebagai sebuah trauma. Akibat respons stres
adrenokortikal, reaksi hormonal akan menyebabkan retensi air dan natrium serta
kehilangan kalium dalam 2-5 hari pertama setelah pembedahan. Banyaknya protein yang

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

dipecah akan menimbulkan keseimbangan nitrogen yang negatif. Beratnya respons stres
memengaruhi tingkat ketidakseimbangan cairan dan elektrolit. Semakin luas pembedahan,
maka akan semakin berat pula stres akibat kehilangan cairan dan elektrolit intraoperatif.
Pasien yang mengalami hipovolemik atau perubahan elektrolit praoperatif yang serius
mempunyai resiko yang siginifikan selama dan setelah pembedahan. Misalnya, kelebihan
atau kekurangan kalium akan meningkatkan peluang terjadinya disrtimia. Apabila pasien
sebelumnya telah mempunyai gangguan pada ginjal, gastrointestinal, atau kardiovaskular,
maka risiko terjadinya perubahan cairan dan elektrolit akan semakin besar.
PENGKAJIAN TULANG BELAKANG
Pemeriksaan sekilas dalam inspeksi tulang belakang yang penting adalah penilaian
kurvatura atau lengkung dari tulang belakang. Kurvatura tulang belakang yang normal
biasanya konveks pada bagian dada dan konkaf sepanjang leher dan pinggang. Jika
dilihat dari samping lengkung kolumna vertebralis memperlihatkan empat kurva atau
lengkung anterior-posterior, yaitu lengkung vertikal pada daerah leher melengkung ke
depan, daerah torakal melengkung ke belakang , daerah lumbal melengkung ke depan, dan
daerah pelvis melengkung ke belakang. Pengetahuan perawat yang benar tentang
pengenalan kurvatura tulang belakang akan memudahkan perawat dalam mengenal adanya
deformitas pada setiap segmen dari tulang belakang.
Deformitas tulang belakang yang perlu diperhatikan pada pemeriksaan praoperatif meliputi
skoliosis, yaitu pembengkokan pada tulang belakang ke arah lateral dan kifosis, yaitu
kenaikan kurvatura tulang belakang bagian dada yang akan menurunkan kemampuan
pengembangan paru secara maksimal sehingga menambah risiko pembedahan.
ABDOMEN DAN PANGGUL
Survei Abdomen dan Panggul
Perawat mengkaji ukuran, bentuk, kesimetrisan, dan distensi abdomen. Apabila pasien
akan menjalani bedah abdomen, maka perawat harus sering melakukan pengkajian
pascaoperatif pada insisi abdomen dan membandingkan hasilnya dengan data yang
diperoleh pada fase pascaoperatif. Distensi menunjukkan adanya perubahan fungsi
gastrointestinal pada fase pascaoperatif. Perawat harus mengetahui apakah abdomen
pasien menonjol atau mengalami distensi setelah pembedahan.
Hepar berperan penting dalam biotransformasi senyawa-senyawa anestesi. Oleh karena
itu, segala bentuk kelainan hepar berefek pada bagaimana anestensi tersebut di

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

metabolisme. Karena penyakit hepar akut berkaitan dengan mortalitas bedah yang tinggi,
maka perbaikan fungsi hepar pada fase praoperatif sangat diperlukan. Pengkajian yang
cermat dilakukan dengan berbagai pemeriksaan fungsi hepar.
Sistem Pencernaan
Pengkajian bising usus pada fase praoperatif berguna sebagai data dasar. Perawat juga
menentukan apakah pergerakan usus pasien teratur. Apabila pembedahan memerlukan
manipulasi saluran gastrointestinal atau pasien diberikan anestesi umum, maka peristalik
tidak akan kembali normal dan bising usus akan hilang atau berkurang selama beberapa
hari setelah operasi.
Sistem Perkemihan
Ginjal terlibat dalam eksrkresi obat-obat anestesi dan metabolitnya. Status asam basa dan
metabolisme merupakan pertimbangan penting dalam pemberian anestesi. Pembedahan
dikontraindikasikan bila pasien menderita nefritis akut, insufisiensi renal akut dengan
oliguri atau anuri, atau masalah-masalah renal akut lainnya, kecuali kalau pembedahan
merupakan satu tindakan penyelamat hidup atau amat penting untuk memperbaiki fungsi
urinari, seperti pada obstruksi uropati.
INTEGUMEN DAN MUSKULOSKELETAL
Sistem Integumen
Perawat menginspeksi kulit di seluruh permukaan tubuh secara teliti. Perhatian utama
ditujukan pada daerah tonjolan tulang seperti siku, sakrum, dan skapula. Selama
pembedahan, pasien harus berbaring dalam satu posisi tertentu dan bisanya sampai
beberapa jam. Dengan demikian, pasien rentan mengalami ulkus tekan atau dekubitus
terutama jika kulit pasien tipis, kering, dan turgor kulintya buruk. Kondisi keseluruhan kulit
juga menunjukkan kadar hidrasi pasien. Lansia berisiko mangalami gangguan integritas
kulit akaibat posisi dan pergeseran di atas meja ruang operasi yang dapat menyebabkan
kulit lecet dan tertekan. Lakukan palpasi dengan mencubit kulit untuk menentukan tingkat
hidrasi tubuh.
Kaji kondisi jari untuk menilai adanya tanda sianosis perifer. Perawat juga perlu mengkaji
adanya jari tubuh (clubbing finger) pada kuku jari tangan pasien, yang mengindikasikan
adanya penyakit paru dan mungkin dapat menimbulkan kesulitan setelah pasien diberikan
anestesi.
Sistem Muskuloskeletal

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

Periksa adanya deformitas atau kelainan bentuk pada seluruh ekstremitas, meliputi adanya
benjolan, ketidaksejajaran pada seluruh fungsi skeletal dan kemampuan dalam melakukan
rentang gerak sendi. Periksa adanya kondisi kelemahan atau kelumpuhan dari fungsi
seluruh ekstremitas. Ditemukannya kelainan akan memberikan data dasar untuk
pemenuhan informasi pascabedah terutama dalam melakukan latihan pergerakan sendi
pascabedah.
Pemeriksaan Diagnostik
Sebelum pasien menjalani pembedahan, dokter bedah akan meminta pasien untuk
menjalani pemeriksaan dagnostik guna memeriksa adanya kondisi yang tidak normal.
Banyak pemeriksaan laboratorium dan diagnostik seperti EKG dan foto dada tidak lagi
dilakukan secara rutin untuk pasien yang menjalani bedah sehari karena biaya yang harus
dikeluarkan untuk pemeriksaan tersebut tidak efektif jika pasien sehat dan tidak
menunjukkan gejala yang tidak normal (Rothrock, 2000). Pemeriksaan skrining rutin terdiri
dari pemeriksaan darah lengkap, analisis elektrolit serum, koagulasi, kreatinin serum dan
urinalis. Apabila pemeriksaan diagnostik menunjukkan masalah yang berat, maka ahli
bedah dapat membatalkan pembedahan samapai kondisi pasien stabil.
Perawat bertanggung jawab mempersiapkan dalam klien untuk menjalani pemeriksaan
diagnostik dan mengatur agar pasien menjalani pemeriksaan yang lengkap. Perawat juga
harus mengkaji kembali hasil pemeriksaan diagnostik yang perlu diketahui dokter untuk
membantu merencanakan terapi yang tepat.
Pemeriksaan Skrining Tambahan
Apabila pasien berusia lebih dari 40 tahun atau mempunyai penyakit jantung, maka dokter
mungkin akan meminta pasien untuk menjalani pemeriksaan sinar-X dada atau EKG. Pada
beberapa prosedur bedah tertentu sepetti bedah saraf, jantung, dan urologi, diperlukan
pemeriksaan canggih untuk menegakkan diagnosis prabedah, misalnya MRI, CT-Scan,
USG Doppler, IPV, Echocardiography, dana lainnya sesuai dengan kebutuhan diagnosis
prabedah.
DIAGNOSIS KEPERAWATAN PRAOPERATIF
Perawat menggolongkan karakteristik tertentu yang diperoleh selama pengkajian untuk
mengindetifikasikan diagnosis keperawatan yang tepat bagi pasien bedah. Diagnosis
menentukan arah perawatan yang akan diberikan pada satu atau seluruh tahap
pembedahan. Diagnosis keperawatan praoperatif memungkinkan perawat untuk melakukan

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

tindakan pencegahan dan perawatan, sehingga asuhan keperawatan yang diberikan


selama tahap intraoperatif dan pascaanestesi sesuai dengan kebutuhan pasien.
Berikut ini adalah diagnosis keperawatan berdasarkan pengkajian keperawatan yang lazim
dilaksanakan.
1.

Ansietas berhiubungan dengan kurang pengetahuan tentang pembedahan yang akan


dilaksanakan dan hasil akhir pascaoperatif.

2.

Koping individu tidak efektif berhubungan dengan prognosis pembedahan, ancaman


kehilangan organ atau fungsi tubuh dari prosedur pembedahan, dan ketidakmampuan
menggali koping efektif.

3.

Kurang pengetahuan tentang implikasi pembedahan berhubungan dengan kurang


penglaman tentang operasi, kesalahan informasi.
RENCANA KEPERAWATAN PRAOPERATIF
Pasien bedah perlu diikutsertakan dalam pembuatan rencana perawatan. Dengan
melibatkan pasien sejak awal, kesulitan pelaksanaan rencana asuhan keperawatan bedah,
risiko pembedahan, dan komplikasi pascaoperatif dapat diminimalkan. Misalnya, riset
keperawatan menunjukkan bahwa penyuluhan praoperatif yang diberikan secara
terstruktur dapat mempersingkat waktu rawat pasien di rumah sakit (Dalayon(1994) dalam
Potter (2006)).
Rasa takut pasien yang telah diinformasikan tentang pembedahan akan menurun dan
pasien akan mempersiapkan diri untuk berpartisipasi dalam tahap pemulihan pascaoperatif
sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai (Potter, 2006). Keluarga juga merupakan
elemen penting dalam memahami hasil akhir yang telah ditetapkan untuk mencapai
pemulihan. Pada setiap diagnosis, perawat menetapkan tujuan perawatan dan hasil akhir
yang harus dicapai untuk memastikan pemulihan atau mempertahankan status praoperatif
pasien.
Untuk pasien bedah sehari, tahap perencanaan praoperatif dilakukan di rumah atau di unit
bedah sehari pada pagi hari sebelum pasien menjalani operasi. Idealnya, tahap ini
dilakukan di rumah dengan cara perawat menelepon pasien di rumah dan di unit bedah
dan/ atau tempat praktik dokter dan menjelasakan tentang informasi dan instruksi
praoperatif. Cara ini memberi waktu pada pasien untuk memikirkan operasi yang akan
dijalaninya, melakukan persiapan fisik yang diperlukan (misalnya, mengubah diet atau
berhenti minum obat), dan bertanya tentang prosedur pascaoperatif. Pasien bedah sehari

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

biasanya pulang ke rumah pada hari yang sama dengan di laksanakannya prosedur
operasi. Keluarga atau pasangan pasien juga dapat berperan sebagai pendukung aktif
bagi pasien.
Rencana keperawatan berikut merupakan hal yang lazim dilaksanakan pada periode
praoperatif dari ruang rawat inap dan bagian emergensi. Penetapan tujuan dalam waktu 1 x
24 jam hanya dikhususkan apabila pembedahan dilakukan secara efektif dari ruang rawat
inap.
Ansietas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang pembedahan yang akan
dilaksanakan dan hasil akhir pascaoperatif.
Tujuan: Dalam waktu 1 x 24 jam tingkat kecemasan pasien berkurang atau hilang.
Kriteria hasil:
Pasien menyatakan kecemasannya berkurang
Pasien mampu mengenali perasaan ansietasnya

Pasien dapat mengidentifikasikan penyebab atau faktor yang memengaruhi


ansietasnya

Pasien kooperatif terhadap tindakan


Wajah pasien tampak rileks
Intervensi

Rasional

Mandiri
Bantu pasien mengekspresikan perasaan

Ansietas

berkelanjutan

memberikan

marah, kehilangan, dan takut.

dampak seramgan jantung.

Kaji tanda asietas verbal dan nonverbal.

Reaksi

Dampingi pasien dan lakukan tindakan

menunjukkan rasa agitasi, marah, dan

bila pasien mulai menunjukkan prilaku

gelisah.

verbal/nonverbal

dapat

merusak.
Jelaskan tentang prosedur pembedahan

Pasien

sesuai jenis operasi.

prosedur

yang

teradapatasi

pembedahan

dengan

yang

akan

dilaluinya akan merasa lebih nyaman.


Beri dukungan prabedah

Hubungan emosional yang baik antara


perawat dan pasien akan mememgaruhi
peneriamaan

pasien

terhadap

pembedahan. Aktif mendengar semua

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

kekhawatiran dan keprihatinan pasien


adalah bagain penting dari evaluasi
praoperatif.

Keterbukaan

mengenai

tindakan bedah yang akan dilakukan,


pilihan anestesi, dan perubahan atau
kejadian pascaoperatif yang diharapkan
akan menghilangkan banyak ketakutan
tak berdasar terhadap anestesi.
Bagi sebagian besar pasien, pembedahan
adalah

suatu

bermakna.

peristiwa

Kemampuan

hidup

yang

perawat

dan

dokter untuk memandang pasien dan


keluarganya sebagai manusia yang layak
untuk didengarkan dan diminta pendapat
ikut menentukan hasil pembedahan.
Egbert et al. (1963) dalam Gruendemann
(2006) memperlihatkan bahwa kecemasan
pasien yang dikunjungi dan diminta
pendapat

sebelum

operasi

akan

berkurang saat tiba di kamar operasi


dibandingkan mereka yang hanya sekedar
diberi premedikasi dengan fenobarbital.
Kelompok

yang mendapat premedikasi

melaporkan rasa mengantuk, tetapi tetap


cemas.
Hindari konfrontasi

Konfrontasi dapat meningkatkan rasa


marah, menurunkan kerja sama, dan
mungkin memperlambat penyembuhan.

Beri

lingkungan

yang

tenang

dan

Mengurangi rangsangan eksternal yang

suasana penuh istirahat.

tidak diperlukan.

Tingkatkan kontrol sensasi pasien.

Kontrol
menurunkan

open in browser PRO version

sensasi
ketakutan

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pasien
dengan

dalam
cara

pdfcrowd.com

memberikan informasi tentang keadaan


pasien, menekankan pada penghargaan
terhadap

sumber-sumber

koping

(pertahanan diri) yang positif, membantu


latihan

relaksasi

dan

teknik-teknik

pengalihan, dan memberikan respons


balik yang positif.
Orientasikan pasien terhadap prosedur

Orientasi dapat menurunkan kecemasan.

rutin dan aktivitas yang diharapkan.


Beri kesempatan kepada pasien untuk

Dapat

menghilangkan

ketegangan-

mengungkapkan ansietasnya.

ketegangan terhadap kehawatiran yang


tidak diekpresikan.

Berikan privasi untuk pasien dan orang

Memberi waktu untuk mengekspresikan

terdekat.

perasaan, menghilangkan rasa cemas, dan


prilaku adaptasi. Kehadiran keluarga dan
teman-teman yang dipilih pasien untuk
menemani aktivitas pengalih (misalnya:
membaca akan menurunkan perasaan
terisolasi).

Kolaborasi
Berikan

anticemas

sesuai

indikasi,

contohnya diazepam.

Meningkatkan relaksasi dan menurunkan


kecemasan.

Koping individu tidak efektif berhubungan dengan prognosis pembelahan, ancaman


kehilangan

organ

atau

fungsi

tubuh

dari prosedur

pembedahan,

dan

ketidakmampuan menggali koping efektif.


Tujuan: Dalam waktu 1 x 24 jam pasien mampu mengembangkan koping yang positif.
Kriteria evaluasi:
Pasien kooperatif pada setiap intervensi keperawatan.

Pasien mampu menyatakan atau mengomunikasikan dengan orang terdekat


tentang situasi dan perubahan yang terjadi.

Pasien mampu menyatakan peneriamaan diri terhadap situasi.

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

Pasien mengakui dan menggabungkan perubahan ke dalam konsep diri dengan


cara yang akurat tanpa harga diri yang negatif.
Intervensi

Rasional

Kaji perubahan dari gangguan persepsi

Menentukan bantuan individual dalam

dan

menyusun

Mandiri
hubungan

dengan

derajat

rencana

perawatan

atau

ketidakmampuan.

pemilihan intervensi.

Identifikasi arti dari kehilangan atau

Beberapa pasien dapat menerima dan

disfungsi pada pasien.

mengatur perubahan fungsi secara efektif


dengan

sedikit

penyesuaian

sedangkan

yang

lain

kesulitan

dalam

diri,

mempunyai

membandingkan

mengenal, dan mengatur kekurangan.


Anjurkan pasien untuk mengekspresikan

Menunjukkan

perasaan.

pasien

untuk

penerimaan,
mengenal

membantu
dan

mulai

menyesuaikan dengan perasaan tersebut.


Catat ketika pasien menyatakan sekarat,

Mendukung penolakan terhadap bagian

mengingkari, dan

tubuh atau perasaan negatif terhadap

menyatakan

inilah

kematian.

gambaran tubuh dan kemampuan yang


menunjukkan kebutuhan dan intervensi
serta dukungan emosional.

Mengingatkan pasien tentang fakta dan

Membantu pasien untuk melihat bahwa

realita

dapat

perawat menerima kedua bagian sebagai

menggunakan sisi yang sakit dan belajar

bagian dari seluruh tubuh. Mengizinkan

mengontrol sisi yang sehat.

pasien untuk meraskan adanya harapan

bahwa

pasien

masih

dan mulai menerima situasi baru.


Bantu dan anjurkan perawatan yang baik

Membantu meningkatkan perasaan harga

dan memperbaiki kebiasaan.

diri dan mengontrol lebih dari satu area


kehidupan.

Anjurkan orang terdekat pasien untuk

Menghidupkan

kembali

mengizinkan

kemandirian

dan

perkembangan

harga

pasien

sebanyak-banyaknya.

open in browser PRO version

melakukan

hal

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

perasaan
membantu
diri

serta

pdfcrowd.com

memengaruhi proses rehabilitasi.


Dukung

prilaku

atau

usaha

seperti

Pasien

dapat

beradaptasi

terhadap

peningkatan minat atau partisipasi dalam

perubahan dan pengertian tentang peran

aktivitas rehabilitasi.

individu masa mendatang.

Dukung penggunaan alat-alat yang dapat

Meningkatkan

membuat pasien, tongkat, alat bantu

membantu pemenuhan kebutuhan fisik

jalan, tas panjang untuk kateter.

dan menunjukkan posisi untuk lebih aktif

kemandirian

untuk

dalam kegiatan sosial.


Monitor

gangguan

tidur,

kesulitan

berkonsentrasi, letargi, dan meanrik diri.

Dapat

mengindikasikan

terjadinya

depresi. Umumnya memerlukan intervensi


dan evaluasi lebih lanjut.

Kolaborasi
Rujuk pada ahli neuropsikologi dan

Dapat memfasilitasi perubbahan peran

konseling bila ada indikasi.

yang

penting

untuk

perkembangan

perasaan.
Kurangnya pengetahuan tentang implikasi pembedahan berhubungan dengan
kurang pengalaman tentang operasi dan kesalahan informasi.
Tujuan: Dalam waktu 1 x 24 jam pengetahuan pasien dan keluarga tentang
pembedahan dapat terpenuhi.
Kriteria evaluasi:
Pasien dan keluarga mengetahui jadwal pembedahan.
Pasien dan keluarga kooperatif pada setiap intervensi keperawatan.

Pasien dan keluarga secara subjektif menyatakan bersedia dan termotivasi untuk
melakukan aturan atau prosedur prabedah yang telah dijelaskan.

Pasien dan keluarga memahami tahap-tahap intraoperatif daan pascaanestesi.

Pasien dan keluarga mampu mengulang kembali secara narasi mengenai itervensi
prosedur pascaanestesi.

Pasien dan keluarga mengunkapkan alasan pada setiap instruksi dan latihan
praoperatif.

Pasien dan keluarga memahami respons pembedahan secara fisiologis dan


psikologis.

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

Secara subjektif pasien menyatakan rasa nyaman dan relaksasi emosinonal.


Pasien mampu menghindarkan cedera selama periode perioperatif.
Intervensi

Rasional

Kaji tingkat pengetahuan dan sumber

Menjadi data dasar untuk memberikan

informasi yang telah diterima.

pendidikan kesehatan dan mengklarifikasi


sumber yang tidak jelas.

Diskusikan perihal jadwal pembedahan.

Pasien dan keluarga harus diberikan


mengenai waktu dimulianya pembedahan.
Apabila rumah sakit mempunyai jadwal
kamar operasi yang padat, maka lebih baik
pasien

dan

keluarga

diberitahukan

tentang banyaknya jadwal operasi yang


telah ditetapkn sebelum pasien.
Diskusikan

perihal

lamanya

pembedahan.

Kurang bijaksana bila memberitahukan


pasien dan keluarganya tenetang lamanya
waktu

operasi

yang

akan

dijalani.

Penundaan yang tidak antisipasi dapat


terjadi karena berbagai alasan. Apabila
pasien tidak kembali pada waktu yang
diharapkan, maka keluarga akan menjadi
sangat cemas. Anggota keluarga harus
menunggu di ruang tunggu bedah untuk
mendapat berita yang terbaru dari staf.
Lakukan

pendidikan

kesehatan

paroperatif.

Manfaat dasri instruksi praoperatif telah


dikenal sejak lama. Setiap pasien diajarkan
sebagai

seorang

mempertimbangkan

individu,
segala

dengan
keunikan

tingkat ansietas, kebutuhan, dan harapanharapannya.


Programkan instruksi yang didasrkan

Jika sisi penyuluhan dilakukan beberapa

pada kebutuhan individu, direncanakan,

hari sebelum pembedahan, maka pasien

dan diimplementasikan pada waktu yang

mungkin tidak ingat tentang apa yang

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

tepat.

telah dikatakan. Jika instruksi diberikan


terlalu dekat dengan waktu pembedahan,
maka

pasien

mungkin

berkonsentrasi
ansietas

atau

dan

tidak
belajar

efek

dari

dapat
karena

medikasi

praanestesi.
Beritahu persiapan pembedahan.
Persiapan intestinal.

Pembersihan dengan enema atau laksatif


mungkin dilakukan pada malam sebelum
operasi dan diulang jika tidak efektif.
Pembersihan

ini

dilakukan

untuk

mencegah defekasi selama anestesi atau


untuk mencegah
diinginkan

pada

trauma

yang

intestinal

tidak
selama

pembedahan abdomen.

Persiapan kulit.

Tujuan dari persiapan kulit praoperatif


adalah untuk mengurangi sumber
bakteri tanpa mencederai kulit. Bila
ada waktu, seperti pada bedah efektif,
pasien dapat diinstruksikan untuk
menggunakan

sabun

yang

mengandung deterjen germisida untuk


membersihkan

area

kulit

selama

beberapa hari sebelum pembedahan.


Hal ini dilakukan untuk mengurangi
jumlah organisme yang ada kulit.
Persiapan ini dapat dilakukan di
rumah.

Sebelum pembedahan, pasien harus


mandi air hangat, relaksasi, serta
menggunakan

sabun

yang

mengandung iodine. Meskipun hal ini

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

sering

dilakukan

pembedahan,

pada

tetapi

hari
jadwal

pembedahan membuat hal tersebut


dilakukan pada malam sebelumnya.

Tujuan

menjadwalkan

mandi

pembersihan sedekat mungkin dengan


waktu

pembedahan

adalah untuk

mengurangi risiko kontaminasi kulit


terhadap luka bedah. Mencuci rambut
sehari sebelum pembedahan sangat
disarankan kecuali kondisi pasien
tidak memungkinkan hal tersebut.
Pembersihan area operasi.

Kulit di sekitar area operatif sangat


disarankan untuk tidak dicukur. Selama
mencukur,

kulit

mungkin

mengalami

cedera oleh silet dan menjadi pintu


masuknya bakteri. Jaringan yang cedera
ini dapat menjadi tempat pertumbuhan
bakteri. Selain itu, semakin jauh interval
antara bercukur dan operasi, maka makin
tinggi pula angka infeksi luka paroperatif.
Kulit yang dibersihkan dengan baik tetapi
tidak cukur lebih jarang menyulitkan
dibanding dengan kulit yang dicukur.
Pencukuran area operasi.

Pencukuran area operasi dilakukan apabila


protkol

lembaga

atau

ahli

bedah

mengharuskan kulit untuk dicukur. Pasien


diberitahukan

tentang

prosedur

mencukur, dibaringkan dalam posisi yang


nyaman, dan tidak memajan bagian yang
tidak perlu.
Informsikan

open in browser PRO version

perihal

persiapan

Istirahat merupakan hal yang penting

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

pembedahan.

untuk

Persiapan istirahat dan tidur.

Kecemasan

penyembuhan
tentang

normal.
pembedahan

dapat dengan mudah mengganggu


kemampuan untuk istirahat atau tidur.
Kondisi penyakit yang membutuhkan
tindakan pembedahan mungkin akan
menimbulkan rasa nyeri yang hebat
sehingga mengganggu istirahat.
Perawat harus memberikan lingkungan
yang tenang dan nyaman untuk
pasien. Dokter sering memberi obat
hipnotik-sedatif
pada

atau

malam

antiansietas

hari

sebelum

pembedahan. Obat-obatan hipnotiksedatif seperti flurazepam (Dalmane)


dapat menyebabkan dan mempercepat
pasein tidur. Obat-obatan antianietas,
misalnya:

alprazolam (xanax) dan

diazepam

(Valium),

bekerja

pada

korteks serebral dan sistem limbik


untuk menghilangkan ansietas.
Persiapan rambut dan kosmetik.

Untuk

menghindari

cedera,

perawat

meminta pasien untuk melepas

jepit

rambutnya sebelum masuk ke ruang


operasi. Rambut palsu juga harus di lepas.
Rambut panjang dapat dikepang agar
tetap pada tempatnya. Pasien harus
memakai tutup kepala sebelum memasuki
ruang operasi.
Selama dan setelah pembedahan, ahli
anestesi dan perawat mengakaji kulit dan
membran

open in browser PRO version

mukosa

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

untuk menentukan

pdfcrowd.com

status oksigenasi dan sirkulasi pasien.


Oleh karena itu, seluruh riasan muka
seperti lipstik, bedak, pemerah muka, dan
cat

kuku

harus

dihilangkan

untuk

memperlihatkan warna kulit dan kuku


yang normal.
Pemeriksaan alat bantu (protese) dan

Semua alat bantu dan perhiasan harus

perhiasan.

dilepas.

Persiapan administrasi dan informed

Pasien sudah menyelesaikan administrasi

consent.

dan

mengetahui

perihal

biaya

pembedahan. Pasien sudah mendapat


penjelasan dan menandatangani informed
consent.
Ajarkan aktivitas pascaoperasi.
Latihan panas diafragma.

Salah

satu

tujuan

dari asuhan

keperawatan praoperatif adalah untuk


mengajarkan
meningkatkan

pasien

cara

ventilasi

untuk

paru

dan

oksigenasi darah setalah anestesi


umum.

Hal

ini

dicapai

dengan

memeragakan pada pasien bagaimana


melakukan napas dalam, napas lambat
(menahan inspirasi secara maksimal),
dan bagaimana mengembuskan napas
dengan lambat. Pasien diposisikan
dalam posisi duduk untuk memberikan
ekspansi paru yang maksimum.
Peranapasan diafragma mengacu pada
pendataran rongga dafragma selama
inspirasi

sehingga

mengakibatkan

pembesaran abdomen bagian atas


sejalan dengan desakan udara masuk.
Selama ekspirasi, otot-otot abdomen

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

akan berkontraksi.

Ajarkan latihan batuk efektif dan

Tujuan dari latihan batuk efektif

gunakan bantal untuk mengurangi

adalah

untuk memobilisasi sekret

respons nyeri.

sehingga dapat dikeluarkan. Napas


dalam yang dilkukan sebelum batuk
akan merangsang refleks batuk. Jika
pasien

tidak dapat

batuk secara

efektif, maka dapat terjadi pneumonia


hipostatik

atau

komplikasi

paru

lainnya.

Bila akan dilakukan insisi abdomen


atau

toraks,

memeragakan
menyokong

maka

perawat

bagaimana
garis

cara

insisi sehingga

tekanan dapat diminimalisasikan dan


nyeri dapat di kontrol.
Ajarkan aktivitas pascaoperasi

Tujuan peningkatan pergerakan tubuh

Latihan tungkai.

secara hati-hati setalah operasi adalah


untuk

memperbaiki

sirkulasi,

mencegah statis vena, dan menunjang


fungsi pernapasan yang optimal.

Pasien ditunjukkan bagaimana cara


untuk berbalik dari satu sisi ke sisi
lainnya dan mengambil posisi lateral.
Posisi ini akan digunakan setelah
operasi

(bahkan

sebelum

pasien

sadar) dan dipertahankan setiap dua


jam.

Latihan ekstremitas meliputi ekstensi


dan fleksi lutut dan sendi panggul
(sama dengan mengendarai sepeda
tapi dengan posisi berbaring miring).

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

Telapak kaki diputar seperti membuat


lingkaran sebesar mungkin. Siku dan
bahu juga ditalih ROM. Pada awalnya
pasien akan dibantu dan diingatkan
untuk melakukan latihan ini, tetapi
selanjutnya

dianjurkan

untuk

melakukan latihan secara mandiri.


Tonus oto dipertahankan sehingga
ambulasi akan lebih mudah dilakukan.

Perawat

diingatkan

untuk tetap

menggunakan pergerakan tubuh yang


tepat dan mengintruksikan pasien
untuk melakukan hal yang sama.
Ketika pasien dibringkan dalam posisi
apa

saja,

tubuhnya

harus

dipertahankan dalam kelurusan yang


sesuai.
Ajarkan

teknik

manajemen

nyeri

Imobilisasi

yang

adekuat

dapat

keperawatan

mengurangi pergerakan fragmen tulang

Atur posisi imobilisasi pada area

yang menjadi unsur utama kompresi saraf

pembedahan.

dan nyeri.

Manajemen lingkungan: lingkungan

Lingkungan

tenang,

menurunkan stimulasi nyeri ekskternal.

batasi

pengunjung dan

istirahatkan pasien.

yang

tenang

akan

Pembatasan pengunjung akan membantu


meingkatkan kondisi O2 ruangan yang
akan

berkurnga

apabila

banyak

pengunjung yang berada di ruangan.


Istirahat akan menurunkan kebutuhan O2
jaringan perifer.

Ajarkan

teknik distraksi untuk

mengurangi nyeri.

Distraksi (pengalihan perhatian) dapat


menrunkan

stimulasi internal dengan

mekanisme

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

peningkatan

produksi

pdfcrowd.com

endorfin

dan

enkefalin

yang dapat

memblokir serptor nyeri untuk tidak


dikirimkan ke korteks sereberi, sehingga
menurunkan persepsi nyeri.
Berikan manajemen sentuhan.

Manajemen sentuhan pada saat nyeri


berupa bentuk dukungan psikologis yang
dapat

membantu

menurunkan

nyeri.

Masase ringan dapat meningkatkan aliran


dan suplai darah serta oksigen ke area
nyeri.
Beritahu pasien dan keluarga kapan

Pasien

akan

pasien bisa dikunjungi.

mengetahui
temannya

mendapat
kapan

bisa

manfaat

bila

keluarganya

dan

dikunjungi

setelah

pembedahan.

TRANSPORTASI KE RUANGAN PRABEDAH


Transportasi biasanya dilakukan dengan menggunakan brankar atau kursi roda. Idealnya,
perawat yang merawat pasien akan mangantar dan menemani pasien hingga ke ruangan
transir sementara. Pendekatan psikologis dengan membicarakan kondisi rutin selain
pembedahan dapat membantu pasien untuk lebih santai.
Ruang Prabedah
Pengkajian
Di sebagian besar rumah sakit, pasien lebih dulu masuk ke ruang prabedah. Pasien
dipindahkan ke ruang prabedah di atas tempat tidur atau barankar sekitar 15-30 menit
sebelum anestesi dimulai. Barankar harus senyaman mungkin, dengan jumlah selimut yang
cukup untuk memastikan pasien tidak kedinginan. Bantal kecil di kepala bisasnya
diperbolehkan.
Di ruang prabedah, pasien akan bertemu dengan staf ruang operasi y ang
menggunakan pakaian dan wajah tertutup masker sesuai dengan kebijakan
pengontrolan infeksi rumah sakit. Pada kondisi ini, pasien sudah tidak
ditemani oleh orang terdekat. Suasana ruangan y ang terasa suny i akan

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

memberikan kondisi y ang berbeda pada pasien.


Perawat ruang transit sementara akan melakukan pengkajian pasien, meliputi
keabsahan pasien, jenis pembedahan, kamar operasi y ang akan dimasuki,
jenis anestesi y anga akan digunakan, kelengkapan pemeriksaan dagnostik, dan
kelengkapan sarana pembedahan.
Meskipun pasien sudah mendapat medikasi paraoperatif, tampak mengantuk,
dan terlihat aman di atas brankar dengan sabuk pelindung di atasny a, tetapi
seorang perawat harus selalu ada di dekatny a. Dengan menugaskan perawat
bersama pasien akan memberikan ketenangan dan keamanan. Ketenangan
dapat dikomunikasikan secara v erbal atau nonv ebal melalui ekspresi wajah,
tingkah laku, genggaman hangat pada tangan, dan memperlihatkan wajah
y ang ramah oleh perawat y ang membantu meny iapkan pasien sebelum
dipindahkan ke ruang bedah atau ahli anestesi y ang telah mengunjungi pasien
sehari sebelum hari pembedahan.
Diagnosis keperawatan
Di ruang prabedah, diagnosis keperawatan yang paling lazim ditegakkan adalah sebagai
berikut :
1. Kecemasan berhubungan dengan suasana menjelang pembedahan
2. Resiko cedera perioperatif berhubungan dengan prosedur premedikasi anestesi

Rencana Intervensi dan Kriteria Evluasi


Kecem asan berhubungan dengan suasana m enjelang
pem bedahan
T ujuan: Kecemasan pasien teradaptasi
Kriteria ev alusasi: Pasien kooperatif terhadap interv ensi prainduksi
anestesi dan pasien mendapat dukungan prainduksi.
Interv ensi

Rasional

Saat pasien masuk ruang sementara,

Pasien y ang merasa diterima oleh

sambut dengan ramah dan panggil

petugas

pasien dengan namany a.

mendapatkan dukungan psikologis

ruang

sementara

akan

y ang menurunkan stimulus rasa


cemas.
Pemanggilan

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

nama

akan

pdfcrowd.com

memberikan

rasa

aman

pada

pasien dan menegaskan bahwa dia


merupakan

pasien

y ang

benar

untuk mendapat interv ensi.


Bantu

pasien

untuk

mengganti

Pasien dengan pembedahan efektif

pakaian rawat inap dengan pakaian

dari ruangan akan diganti bajuny a

kamar bedah.

di ruang prabedah.

Beri lingkungan y ang tenang dan

Mengurangi rangsangan eksternal

jangan

y ang

berbicara

tentang

pembedahan.

tidak

tenang

diperlukan. Suasana

akan

meningkatkan

efektifitas pemberian premedikasi.


Perbincangan
meny enangkan
harus

y ang
atau

dihindari

tidak

percakapan

karena

dapat

diartikan bereda oleh pasien y ang


mendapatkan sedatif.
Orientsikan

pasien

terhadap

prosedur prainduksi dan aktiv itas

Orientsi

dapat

menurunkan

kecemasan.

y ang diharapkan.
Beri

kesempatan

kepada

pasien

untuk mengungkapkan ansitesny a.

Dapat menghilangkan ketegangan


terhadap keahwatiran y ang tidak
diekspresikan.

Resiko cedera perioperatif berhubungan dengan prosedur premedikasi anestesi


Intervensi

Rasional

Jelaskan prosedur rutin prabedah

Perawat perioperatif menjelaskan tahaptahap

yang

akan

dilaksanakan

untuk

menyiapkan

pasien

menjalani pembedahan
Periksa tanda-tanda vital prabedah

Prosedur

standar

dalam

melakukan

prainduksi bedah dengan

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

membandingkan

hasil

tanda-tanda vital sewaktu


di ruang rawat inap
Siapkan sarana kateter IV dan obat-

Piata anestesi biasanya mempersiapkan

obatan premediksi

sarana kateter IV yang


berukuran

besar

agar

pemasukan cairan menjadi


lebih mudah
Obat-obat

premediksi

dipertimbangkan

secara

individual

prosedur premediksi juga


harus

diadaptasikan

setelah mempertimbangkan
factor lain, misalnya lama
pembedahan keseluruhan
dan kebutuhan pemulihan
pasca bedah yang segera
pencapaian pemulihan dan
aktivitas
sangat

yang

cepat

penting

dalam

konteks
Obat yang paling sering digunakan pada
premediksi

adalah

dari

golongan benzodiazepine .
diazepam adalah salah satu
golongan benzodiazepine
yang

mempunyai

sifat

tidak larut air sehingga


apabila dilarutkan dengan
air steril akan memberikan
rasa nyeri pada pemberian
intravena. Waktu paruh

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

eliminasi diazepam adalah


kira-kira 21-37 jam (kee,
1996)

sehingga

tidak

dipertimbangkann

pada

pemberian pasien one day


surgery.
Lakukan pemasangan kateterIV dan
pertimbangan
pemberian

Di dalam ruang sementara , perawat,


perawat anestesi. Atau ahli

agen

premediksi

anestesi memasang kareter


infuse

ketangan

untuk

pasien

memberikan

prosedur

rutin

penggantian

cairan dan

obat-obatan

melalui

intravena.
kateter

Pemasangan
IV

di

ruang

prabedah berfungsi untuk


mempermudah

intervensi

premediksi.
Lakukan pengiriman pasien ke kamar
operasi

Perawat memindahkan pasien ke kamar


operasi

dengan

menggunakan

brankar

dengan pagar terpasang,


pasien

biasanya

masih

sadar

dan

akan

memperhatikan

perawat

dan dokter menggunakan


masker,

pakain

khusus,

dan penutup mata untuk


pembedahan

secara

lengkap.
Lakukan pengaturan posisi pada saat

open in browser PRO version

Pasien dengan pembedahan dengan posisi

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

pemindahan

pasien

terlentang

yang

tidak

yang tidak memerlukan

menggunakan

anestesi dari brankar ke

memerlukan

meja operasi

posisi dengan hati-hati.


Petugas

anestesi
pengaturan

memindahkan

pasien ke atas meja operasi


.pastikan brankar dan meja
operasi telah terkunci.

ASUHAN KEPERAWATAN
INTRAOPERATIF
Ns. SUMARDA
Fase intraoperatif adalah suatu masa di mana pasien sudah berada di meja pembedahan
sampai ke ruang pulih sadar. Asuhan keperawatan intraoperatif merupakan salah satu fase
asuhan yang dilewati pasien bedah dan diarahkan pada peningkatan keefektifan hasil
pembedahan.
Pengkajian yang dilkukan perawat introperatif lebih kompleks dan harus dilakukan secara
cepat dan ringkas agar dapat segera dilakukan tindakan keperawatan yang sesuai.
Kemampuan dalam mengenali masalah pasien yang bersifat risiko atau aktual akan di
dapatkan berdasarkan pada tujuan yang diprioritaskan. Koordinasi seluruh anggota tim
intraoperatif, dan melibatkan tindakan independen dan dependen.

PATOFISIOLOGI KE MASALAH KEPERAWATAN


Pada fase intraoperatif, pasien akan mengalami berbagai prosedur. Prosedur pemberian
anestesi, pengaturan posisi bedah, manajemen asepsis, dan prosedur tindakan invasif
akan memberikan implikasi pada masalah keperawatan yang akan muncul. Peran (lanjut ke
peta konsep) perawat intraoperatif adalah berusaha untuk meminimalkan risiko cedera dan

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

risiko infeksi yang merupakan dampak yang akan terjadi dari setiap prosedur bedah.
Pada pelaksanaannya, proses keperawatan intraoperatif membutuhkan persiapan yang
baik dan pengetahuan tentang proses yang terjadi selama prosedur pembedahan
dilaksanakan. Proses keperawatan intraoperatif terdiri dari proses keperawatan pemberian
anestesi umum, proses keperawatan pemberian anestesi regional, proses keperawatan
prosedur intrabedah dan proses keperawatan pengiriman ke ruang pemulihan.

PROSES KEPERAWATAN PEMBERIAN ANESTESI UMUM


Pengkajian
Pasien yang sudah mendapatkan premedikasi akan terlihat mengantuk, tetapi masih sadar.
Pada kondisi ini pasien akan memperhatikan kondisi kamar bedah dan melihat petugas
yang menggunakan pakaian yang tertutup, lampu operasi, dan sarana pembedahan yang
akan menakutkan kondisi psikologis pasien. Penata anestesi sangat berperan dalam
memberikan dukungan prainduksi agar pasien dapat kooperatif dengan intervensi
anestesi.
Pemberian anestesi secara umum merupakan tanggung jawab dokter anestesi, sedangkan
penata anestesi berperan mempersiapkan obat-obatan, alat, dan sarana pemberian
anestesi. Kenyataan di Indonesia, pemberian anestesi secara keseluruhan dapat dilakukan
oleh penata anestesi yang mendapat pelimpahan tanggung jawab dari ahli anestesi. Hal ini
memberikan tantangan tersendiri bagi perawat anestesi agar dapat melakukan proses
keperawatan secara komprehensif pada prosedur anestesi sejak menerima, mempersiapkan,
dan memberikan prosedur anestesi umum.
Pemberina anestesi umumnya dilakukan pada saat pasien berada di atas meja bedah.
Tetapi pada keadaan tertentu, dimana dalam pengaturan posisi bedah memerlukan
anestesi lebih dahulu, maka pemberian anestesi dilakukan di atas brankar sebelum pasien
dipindahkan ke meja bedah.
Pemberian anestesi umum akan membuat pasien kehilangan seluruh sensasi dan
kesadarannya. Relaksasi oto mempermudah manipulasi anggota tubuh. Pasien juga
mengalami amnesia tentang seluruh proses yang terjadi selama pembedahan.

Diagnosa Keperawatan
Pada pemberian anestesi umum selama intrabedah, diagnosa keperawatan yang paling
lazim ditemukan adalah: Risiko cedera intraoperatif berhubungan dengan prosedur

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

anestesi umum.

Rencana Intervensi dan Kriteria Evaluasi


Risiko cedera intraoperatif berhubungan dengan prosedur anestesi umum
Tujuan: Risiko cedera intraoperatif sekunder dari intervensi anestesi umum tidak
terjadi.
Kriteria evaluasi:
Pasien kooperatif terhadap intervensi anestesi.
Pasien dapat menjadi tidak sadar sesuai tahapan anestesi umum.
Intervensi

Rasional

Kaji ulang identitas pasien

Perawat ruang operasi memeriksa kembali


identifikasi dan kardeks pasien; melihat
kembali lembar persetujuan

tindakan,

riwayat kesehatan, hasil pemeriksaan fisik,


dan

berbagai

memastikan
barang

hasil

bahwa

berharga

alat
telah

pemeriksaan;
protese dan
dilepas; dan

mermeriksa kembali rencana perawatan


praoperatif

yang

berkaitan

dengan

rencana perawtan intraoperatif.


Siapkan obat-obatan pemberian anestesi

Obat-obatan anestesi yang dipersiapkan

umum.

meliputi obat pelemas


anestesi

umum.

otot

danobat

Intubasi endotrakeal

dilakukan setelah pemberian pelemas otot


kerja

singkat

seperti

suksinikolin

(Anectine, Burroughs Wellcome) dan


mivikurium

(Mivicron,

Burroughs

Wellcome), atau obat yang bekerja lebih


lama misalnya vekuronium (Norcuron,
Organon)

atau

atrakurium

(Tracium,

Burroughs Wellcome). Anestesi umum


dapat diinduksi dengan obat intravena
misalnya metoheksital (Brevital sodium,

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

Lilly),

tiopental

(Sodium

Pentothal,

Abbott), atau propofol (Gruendemann,


2006).
Siapkan alat-alat intubasi endotrakeal.

Intubasi endotrakeal digunkan

untuk

menjaga

napas

kepatenan

jalan

intraoperasi. Penata anestesi memeriksa


kondisi lampu pada laringoskop dan
apakah

kondisi

selang

endotrakeal

berfungsi optimal sebelum pemasangan


dilakukan.

Penata

mempertimbangkan

anestesi
faktor

harus

umum dan

kondisi penyulit dalam melakukan intubasi


pada pemilihan persiapan sarana intubasi.
Misalnya, pada anak kecil akan digunakan
laringoskop dan selang endotrakeal yang
ukurannya sesuai.
Siapkan sarana pemantauan dasar.

Pemilihan dan pemeliharaan peralatan


anestesi dan perlengkapannya biasanya
menjadi taggung jawab penata anestesi.
Alat dan sarana yang disikan merupakan
sarana

atau

perangkat

pemantauan

(monitoring) dasar, meliputi:


Stetoskop preekordial
Pengukuran tekanan darah
Oksimetri pulsasi.
Siapkan obat dan peralatan emergensi.

Selain pemantau, peralatan darurat dasar,


obat-obatan, dan protokol pengobatan
juga harus tersedia. Defivrilator juga harus
dipastikan berfungsi baik. Peralatan jalan
napas

meliputi

laringoskop,

selang

endotrakeal, jalan napas oral, dan napas


faringal. Selain itu, masker dan kantong

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

resussitasi self-inflating

(ambu type)

adalah alat yang penting dan harus mudah


diakses.
Lakukan

pemasangan

prekordial,

manset

stetoskop

tekanan

darah,

Stetoskop

prekordial

menempel

di

dibiarkan

dada

pasien,

monitor dasar, oksimetri pada jari, dan

menyalurkan

pertahankan kelancaran kateter IV.

operasi mekanis jantung dan adanya


bunyi

informasi

napas

Perubahan

yang

mengenai

secara

kontinu.

dapat

dideteksi

mencakup bising jantung, aksentuasi


bunyi jantung kedua, dan denyut
jantung yang abnormal.

Perawt
tekanan

juga

memasang

darah.

manset

Manset

tetap

terpasang pada lengan pasien selama


pembedahan berlangsung sehingga
ahli anestesi dapat mengkaji tekana
darah pasien.
Pemasangan oksimetri dalam penilaian
saturasi

oksigen

memudahkan
mengobservasi

pada

jari

perawat

anestesi

status

respirasi

pasien.

Kelancaran keteter IV dapat menjadi


prosedur dasar sebelum memberikan
anestesi secara intravena.

Kaji faktor yang merugikan selama

Tindakan penting yang dilakukan dengan

pemberian anestesi intraoperatif.

mengkaji faktor-faktor penyulit selama


anestesi, seperti adanya riwayat reaksi
alerfi pada
terhadap

agen

banyak

anestesiatau
komponen,

alergi
riwayat

penyakit kardiaskuler dan paru, masalah

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

jalan napas, dan faktor usia lanjut.


Riwayat alergi

Riwayat reaksi alergi pada agen anestesi


atau alergi teerhadap banyka komponen
harys diteliti dan diperjelas oleh pasien.
Untuk

menentukan

timbulnya

masalah

kemungkinan
besar,

misalnya

demam yang membahayakan dan asidosis


akibat hipertermia maligna atau paralisis
otot berkepanjangan yang dijumpai pada
orang

dengan

pseudokolinesterase

atipikal (Kee, 1996).


Evaluasi fungsi berbagai sistem utama
tubuh, terutama sistem kardiovaskular
dan pernapasan, merupakan parameter
penting

pada

evaluasi

pra-anestesi.

Pasien yang mengaku alergi terhadap


banyak

obat

mungkin

sangat peka

terhadap obat-obat yang melepaskan


histamin, misalnya sebagian pelemas otot,
narkotik, dan barbitturat.
Informasi

mengenai

eiwayat

alerfi

terhadap antibiotik, zat warna kontras,


preparat indium, plester, dan lateks
sangat penting. Riwayat reaksi hebat dan
mendadak

dari seseorang

setelah

terpajan produk atau peraltan medis yang


mengandung lateks harus dilaporkan.
Etiologi pasti alerfi lateks tidak diketahui,
tetapi

protein

tampaknya

larut

adalah

air

alergen

dari lateks
utamanya

(Gruendemann, 2006).
Riwayat penyakit kardiovaskular dan

open in browser PRO version

Riwayat penyakit kardiovaskular dan paru

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

harus mendapat persetujuan medis dari

paru.

dokter

jantung

dan

paru

sebelum

dijadwalkan menjalani prosedur bedaha


elektif. Riwayat infark miokardium, angina,
gagal

jantung

diabetes,

kongestif,

aritmia

hipertensi,

jantung,

penyaktit

vaskular perifer, merokok, penyakit paru


obstruktif menahun, atau tandur pintas
arteri

koroner

prediktor

mungkin

untuk

merupakan

morbiditas

jantung

pascaoperatif.
Masalah jalan napas

Masalah jalan napas yang kondisinya


kurang optimal tanpa patologi jalan
napas yang jelas, visualisasi glotis
kadang-kadang
tidak

sulit

mungkin

atau bahkan

dilakukan.

Faktor

predisposisi yang dapat menyulitkan


intubasi adalah leher yang pendek
dan berotot dengan gigi lengkap,
rahang bawah yang mundur disetai
sudut

mandibula

menonjolnya

yang

gigi

seri

tumpul,
atas,

penyempitan ruang antara sudutsudut

mandibula

disertai palatum

yang

melengkung

tinggi,

serta

peningkatan jarak dari gigi seri atas ke


batas

posterior

(Rob,

1968).

ramus mandibula
Pengamatan

klinis

tambahan adalah apabila jarak antara


dagu ke tulang rawan tiroid kurang
dari 3 atau 4 cm (lebar dua jari tangan),
maka visualisasi glotis diperkirakan

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

akan sulit dilakukan (Rosenberg dan


Rosenberg

(1983)

dikutip

Gruendemannn (2006)).

Selama

pemeriksaan

praoperatif,

pasien dengan riwayat apnea tidur


obstruktif, sindrom kongenital, bedah
leher atau wajah, stridor atau suara
serak, nyeri, atau parestesia sewaktu
meggerakkan leher, gigi tanggal atau
goyang, atau perangkat gigi, misalnya
kawat gigi mungkin menyulitkan kita
saat

membebaskan

jalan

napas.

Catatan anestesi sebelumnya harus


dikaji

untuk

mencari

keterangan

mengenai kualitas jalan napas, upaya


laringoskopi,

dan

keberhasilan

intubasi. Saat pemeriksaan fisik, ahli


anestesi atau penata aanestesi harus
secara

teliti

mandibula,
mobilitas
sumbu

memeriksa

dan
mulut.

leher,

struktur

serta

Kesejajaran

tiga

(oral, faring, dan trakea)

mempermudaha

visualisasi

laring.

Kesejajaran sumbu-sumbu tersebut


dilakukan dengan fleksi anterior spina
servikalis bawah ditambah ekstensi
sendi atlanto-oksipitalis (Rosenberg
dan

Rosenberg

(1983)

dalam

Gruendemannn (2006)).
Faktor luar

Faktor usia lanjut dimana pasien


sebelumnya menggunakan agen obat
antihepertensi,

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

antiparkison,

dan

pdfcrowd.com

psikotropik
yang

merupakan

paling

sering

obat-obat

menimbulkan

reaksi simpang pada orang tua (Kee,


1996). Pasien berusia lanjut cenderung
tentan terhadap obat-obat penekan
susunan saraf pusat. Hal ini mungkin
disebabkan oleh berkurangnya bahanbahan sel dan penurunan fungsi
sinaps secara progresif. Kecepatan
hantaran diketahui menurun seiring
dengan

penuaan.

Penuruan

konsentrasi alveolus minimal (minimal


alvolar

concentration)

yang

memerlukan anestesi inhalasi pada


orang tua mungkin disebabkan oleh
penururna kepadatan sel di otak,
penurunan konsumsi oksigen otak,
dan penurunan aliran darah otak (Rob
(1968) dalam Gruendemann, (2006)).

Korteks dan regio subkorteks yang


bertanggung

jawab

menghasilkan

neurotransmiter,

mengalami

penurunan

fungsional

kapasitas

terbesar akibat penuaan. Walaupun


meknsime

peningkatan

kepekaan

orang tua terhadap obat anestesi dan


sedatif masih belum jelas, tetapi
proses degeneratif yang berperan
dalam peningkatan kepekaan juga ikut
berkontribusi tehadap tingginya risiko
perburukan mental pascaoperatif yang
dialami oleh lanjut usia (McLeskey

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

(1992) dalam Gruendemann, (2006)).

Pada pasien usia lanjut, penurunan


aliran darah hati yang paling diamati
sebanding

dengan

keseluruhan

curah

penurunan
jantung

total.

Penururnan aliran ini adalah penentu


utama

penurunan

(clearance)

obat

bersihan

plasma.

Pada

penuaan, konsentrasi dan

fungsi

enzim mikrosom hati diperkirakan


tetap berada dalam tentang normal.
Penurunan

aliran

darah

dan

berkurangnya kapasitas fungsisonal


yang terjadi cenderung mempercepat
penuaan hati sehingga berisiko tinggi
mengalami

kerusakan

hipoksemia,

obat,

akibat

atau

transfusi

darah. Penurunan aliran darah hati,


kemungkinan

defisit

penurunan kemampuan

enzim,

dan

ekskretorik

ginjal dapat memperpanjang waktu


parah eliminasi beta dan memperlama
efek obat-obat yang diberikan (Kee,
1996).
Obat-obat pada sistem kardiovaskular,
hati, dan ginjal akan memberikan
dampak

besar

anestesi.
propranolol

pada

Sebagai
tanpaknya

pemberian
vcontoh,
tidak

mengubah kebutuhan anestesi pasien


dengan insufisiensi ginjal, tetapi obat
ini

open in browser PRO version

dapat

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

menimbulkan

agitasi,

pdfcrowd.com

kebingungan,
atau

tremor,

minoklonus,

kejang. Efek hipotensi dan

bradikardi

darri

propranolol

dan

anestesi umum yang muncul mungkin


bersifat

adiktif.

Verapamil, suatu

penghambatsaluran kalsium, diketahui


dapat

menurunkan

aanestesi

kebutuhan

sebesar

25%

dan

memperkuat pelemas otot depolarisasi


dan nondepolarisasi. Tetapi jangka
panjang

dengan

bretilium

menyebabkan

dapat

hipersensitivitas

terhadap obat golongan vasopresor


(McLeskey
Gruendemann,
maupun

(1992)

dalam

(2006)).

Verapamil

nifedipine

diketahi

memperlihatkan kadar digoksin serum


yang tinngi (sampai 30%), sehingga
tidak saja menurunkan kebutuhan
digoksin, tetapi juga membuat pasien
semakin

berisiko

menagalami

toksisitas (Chelly et al., (1987) dalam


Gruendemann, (2006)). Aliran darah
yang lamaban dan kongesti kronis
hati yang berkaitan dengan gagal
jantun

kronik

metabolisme

memperlambat

obat-obat

misalnya

teofili. Pada pasien dengan keadaan


tersebut, waktu paruh teofilin dalam
serum

adalah

sekitar

23

jam,

dibandingkan dengan nilai normal


sebesar 7 jam (Gruendemann, 2006).

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

Kaji adanya kelainan pada prosedur

dagnostik.

Prosedur untuk

menilai

adanya

gangguan pada organ-organ vital


dapat mempersulit jalannya anestesi.

Prosedur penilaian laboratorium dan


dagnostik harus dilakukan seiring
dengan

adanya

riwayat

proses

penyakit

dan

medikasi

yang

dikonsumsi.

Beberapa

institusi

menetapkan

pemeriksaan

prosedur

standar pada pasien usia di atas 40


tahun,

meliputi

hemoglobin,

pemeriksaan

hematokrit,

urinalisis,

dan EKG.
EKG

Pada populasi pasien rawat inap, EKG


praoperatif yang dijalani oleh kelompok
tertentu dapt memberikan informasi yang
menyempunakan perencanaan dan hail
akhir keseluruhan

pada

pasien pria

berusia di atas 40 tahun; wanita berusia di


atas 50 tahun; pasien yang menderita
penyakit

arteri

hipertensi,

koroner

diabetes,

misalnya

atau

penyakit

pembuluh darah perifer; pasien dengan


penyakit yang mungkin berefek pada
jantung misalnya kegaansan, penyakit
kolagen vaskular, dan proses infeksi
serius. Kelompok lain yang berisiko tinggi
adalah

pasien

seperti

fenotiazin

mereka

yang

dan

yang

ketidakseimbangan
menjalani

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

mendapat obat

bedah

antidepresan,
mengalami

elektrolit,

atau

intratoraks,

pdfcrowd.com

intraperitoneum, aorta, saraf elektif, atau


bedah darurat serius (Schwartz, 2000).
Hemoglobin

Kadar hemoglobin yang aman bagi pasien


direkomendasikan lebih dari 10 g/dl.
Tetapi nilai hemoglobin

yang

lebih

rendah dari 10g/dl atau anemia biasnya


masih bisa ditoleransi pada orang yang
sehat

karena

berbagai

kompensasi

masih

Mekanisme

tersebut

mekanisme

aktif

bekerja.

antara

lain

peningkatan curah jantung, penurunan


resistensi sistemik, dan peningkatan rasio
ekstraksi oksigen. Namun, keadekuatan
mekanisme tersebut dalam mengatasi
stres yang berlebihan saat pembedahan
atau pendarahan mendadak yang banyak,
masih dipertanyakan. Pembahasana akan
kurang kontroversial jika pemerian darah
dan produk darah selama pembedahan
aman 100%. Penitng
anemia

diingat bahwa

menyebabkan

penurunan

cadangan darah dan deplesi mekanisme


kompensasi. Dengan

demikian, nilaia

hemoglobin praoperatif yang optimal


adalah nilai yang memiliki cadangan
cukup untuk menghadapi stres selama
prosedur pembedahan.
Urine rutin

Pemeriksaan urine rutin sperti berat jenis


urine berguna untuk mengetahui status
hidrasi pasien. Adanya glukosa dalam
urine jelas mengindikasikan kemungkinan
adanya diabetes dan hipovolemia akibat

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

diuresis

osmotik.

hematuria

Proteinuria

mengindikasikan

atau
adanya

penyakit ginjal yang serius.


Pemeriksaan radiologi

Pemeriksaan

radiologi

praoperatif

diprlukan untuk identifikasi pasien yang


berisiko tinggi atau mendasari penilaian
tingkat

keparahan

perubhan

paru

intraoperatif dan pascaoperatif.


Beri dukungan praanestesi

Hubungan emosional yang baaik antara


penata

anestesi

dan

pasien

akan

memegaruhi penerimaan anestesi.


Lakukan

pemberian

anestesi secara

intravena.

Pemberian anestesi intravena biasanya


dilakukan

penata

anestesi

dengan

sepengetahuan ahliaanestesi. Pemberian


suksinikolin

(succinylcholine)

secara

intravena sebagai obat intravena pertama


bertujuan untuk menghambat saraf dan
menyebabkan

paralisis

pita

suara

sementara dan otot pernapasan selama


selang endotrakeal terpasang.
Lakukan

pemasangan

selang

Pemasangan

selang

endotrakeal

endotrakeal, pemasangan oral airway,

biasanya dilakukan ahli anestesi atau

dan kaji efektivitas jalan napas.

penta anestesi dengan diketahui oleh


ahli

anestesi.

bertujuan

Selang endotrakeal

untuk

tetap

menjaga

kepatenan jalan napas, sera mencegah


kemungkinan terjadinya aspirasi dan
komplikasi pernapasan lainnya akibat
depresi

pada

brokus

efek

dari

anestesi.

Penata anestesi akan membantu


melakukan peenekanan tulang rawan

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

krikoid

(perasat

menyumbat

Sellick)

esofagus

untuk

pada

saat

perasat endotrakeal dilakukan.

Pemasangan

oral

airway

akan

menjaga kepatenan jalur napas dan


memudahkan penata anestesi untuk
memonitor kepatenan jalan napas.
Lakukan

pemberian

napas bantuan,

Ahli anestesi atau penata anestesi akan

pemberian oksigen, pengisapan, dan

memberikan ventilasi bantuan sampai efek

pemberian anestesi inhalasi.

suksinikkolin hilang dan pasien kembali


bernapas secara spontan. Mulai saat itu,
gas atau uap anestesi biasanya diberikan
secara

inhalasi

melalui

selang

endotrakeal. Beberapa obat-obatan yang


sering digunakan adalah halotan, supran,
dan foran.
Lakukan

pemantauan

status

Risiko terbesar dari anestesi umum adalah

kardiovaskular dan respirasi selama

efek

samping

obat-obatan

anestesi,

pembedahan.

termasuk di antaranya depresi, iritabilitas


kardiovaskular dan depresi pernapasan.
Kontrol status kardiovaskular dan repirasi
dapt mendeteksi risiko kegawatan sedini
mungkin.

Lakukan pemberian cairan dan transfusi

Dilakukan pada prosedur pembedahan

sesuai

lamanya

yang berlangsung lama atau apabila

pembedahan sera kontrol keluaran urine.

dilakukan antisipasi terhadap perubahan

kondisi

dan

volume cairan yang besar. Pengukuran


pengeluaran cairan dan darah secara
cermat

serta

perkiraan

darah

yang

terdapat di dalam spons menjadi tugas


bersama

ahli

anestesi

dan perawat

sirkulasi. Apabila pasien adalah anak-

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

anak, penata anestesi sirkulasi harus


menimbang spons operasi (1 g setara
dengan 1 ml darah) untuk menentukan
pengeluaran darah secara lebih akurat.
Karena volume darah anak lebih sedikit,
maka perawat harus mengingatkan ahli
anestesi mengenai darah yang keluar
dalm

interval

tertentu

selama

pembedahan.
Lakukan pemberian obat-obat pemulih

Pemberian obat-obat pemulih anestesi

anestesi setelah pembedahan selesai.

biasanya dilakukan ahli atau penata


anestesi dengan diketahui oleh ahli
anestesi.

Lakukan

pembersihan

setelah

pembedahan

jalan

napas
selesai

dilaksanakan.

Jalan

napas

dibersihkan

dengan

pengisapan, dan setelah refleks laring dan


faring pulih maka dilakukan ekstubasi.
Penata anestesi tetap berada di kamar
operasi dengan ahli anestesi, sampai
pasien

siap

dipindahkan

ke ruang

pemulihan. Secara umum, peralatan dan


instrumen

jangan

dipindahkan

dari

ruangan sampai pasien stabil dan siap


dipindahkan.

PROSES KEPERAWATAN PEMBERIAN ANESTESI REGIONAL


Ns. Sumarda
Pengkajian
Pemberian

anestesi regional sering

dilakukan

pada

pembedahan apendektomi,

laporoskopi, histerektomi, persalinan pervagina atau sesar, serta hemoroid atau reseksi

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

trasnrusera. Pada pemberian anestesi regional blok subaraknoid atau spinal, akar-akar
saraf akan mengalami anestesi dengan oleh agen anestesi lokal yang dimasukkan ke dalam
cairan serebrospinalis. Anestesi lokal menempati reseptor-reseptor di serat saraf dan
mencegah hantaran impuls (Kee, 1996).
Ada beberapa risiko yang mungkin timbul akibat anestesi regional, terutama pada anestesi
spinal, karena kadar anestesi mungkin dapat meningkat, yang berarti agen anestesi dalam
medula spinalis akan bergerak ke atas dan dapat memengaruhi pernapasan.
Blok anestesi pada saraf vasomotor simpatis, serat saraf nyeri, dan motorik menimbulkan
vasodilatasi yang luas sehingga pasien dapat mengalami penurunan tekanan darah yang
tiba-tiba. Apabila kadar anestesi meningkat, maka parlisis pernapasan dapat terjadi serta
memerlukan resusitasi dari ahli anestesi. Pasien harus dipantau secara hati-hati selama dan
segera setelah pembedahan (Potter, 2006).
Menurut (Potter, 2006), anestesi regional dapat dilakukan dengan salah satu metode
induksi berikut:
Blok saraf
Anestesi lokala disuntikkan ke dalam saraf (misalnya plekus brakialis pada lengan).
Blok suplai sarf ke tempat pembedahan.
Anestesi spinal
Ahli anestesi melakukan fungsi lumbal dan memasukkan anestesi lokal ke dalam cairan
serebrospinal pada ruang subaraknoid spinal. Anestesi akan menyebar dari ujung
prosesus xifoideus ke bagian kaki. Posisi pasien memengaruhi pergerakan obat
anestesi ke atas atau ke bawah medula spinalis.
Anestesi epidural
Prosedur ini lebih aman daripada anestesi spinal karena obat anestesi disuntikkan ke
dalam ruang epidural di luar dura mater dan kandungan anestesinya tidka sebesar
kandungan anestesi spinal. Karena anestesi epidrual menyebabkan hilangnya sensasi
di daerah vagina dan perineum, maka jenis anestesi ini merupakan pilihan yang terbaik
untuk prosedur kebidanan. Kateter epidural dibiarkan di dalam ruang epidural sehingga
pasien dapat menerima obat melalui infus epidural secara terus-menerus selam
pembedahan beralangsung.
Anestesi kaudal
Anestesi ini merupakan salah satu jenis anestesi epidural yang diberikan secara lokal

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

pada dasar tulang belakang. Efek anestesi hanya memengaruhi daerah pelvis dan kaki.
Peran perawat perioperatif sangat penting dalam membantu pelaksanaan pemberian
anestesi regional yang dilakukan ahli anestesi, meliputi persiapan obat, alat, sarana
pemberin anestesi, pengaturan posisi yang optimal untuk dilakukan fungsi, pengaturan
fokus cahaya, dan dukungan psikologis pada pasien.
Selama pembedahan berlangsung, pasien dengan anestesi regional akan tetap sadar
kecuali jika dilter memprogramkan pemberian transquilizer yang dapat menyebabkan
pasien tertidur. Karena pasien responsif dan dapat beranapas secara volunter, maka ahli
anestesi tidka perlu menggunakan selang endotrakeal. Perawat harus ingat bahwa luka
bakar dan cedera lainnya dapat terjadi pada bagian

tubuh yang berada di bawah

pengaruh anestesi tanpa disadari oleh pasien. Oleh karena itu, posisi ekstremitas dan
kondisi kulit pasien harus sering diobservasi. Petugas ruang operasi juga perlu berhatihati dengan topik yang didiskusikan selama melaksanakan pembedahan karena pasien
dapat mendengar perbincangan yang dilakukan.

Diagnosis Keperawatan
Pada kondisi pemberian anestesi regional dana intraoperatif, diagnosi keperawatan yang
paling lazim ditegakkan adalah sebagai berikut:
1. Risiko cedera intraoperatif berhubungan dengan prosedur anestesi regional.
2. Kecemasan intraoperatif berhubungan dengan prosedur intrabedah.

Rencana Intervensi dan Kriteria Evaluasi


Risiko cedera intraoperatif berhubungan dengan prosedur anestesi regional.
Tujuan: Risiko cedera intraoperatif sekunder intervensi anestesi regional tidak terjadi.
Kriteria evaluasi: Pasien kooperatif terhadap intervensi anestesi, pengaruh anestesi
regional dapat optimal, dan pembedahan dapat berjalan lancar.
Intervensi

Rasional

Kaji ulang identitas pasien.

Perawat

ruang

operasi

memeriksa

kembali

identifikasi dan kardeks pasien; melihat kembali


lembar persetujuan tindakan, riwayat kesehatan,
hasil pemeriksaan fisik, dan berbagai hasil
pemeriksaan; pastikan bahwa alat prtese dan
barang berharga telah dilepas; dan memeriksa

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

kembali rencana perawatan praoperatif yang


berkaitan

dengan

rencana

perawatan

intraoperatif.
Siapkan

obat-obatan

anestesi

regional.

Obat-obat anestesi regional yang dipersiapkan


untuk

memudahkan

ahli

anestesi

dalam

melakukan fungsi.
Lakukan pemasangan infus.

Memnuhi kebutuhan hidrasi intaroperasi dan


jalur penting apabila diperlukan pemberian agen
obat pada kondisi kedaruratan.

Atur posisi pasien.

Pengaturan posisi anestesi regional disesuaikan


dengan permintaan ahli anestesi. Atur posisi
pasien untuk memudahkan akses ahli anestesi
dalam melakukan fungsi.

Bantu

ahli

anestesi

dalam

melakukan desinfeksi area fungsi.

Pemberian anestesi spinal dilakukan dengan


teknik steril. Perawat

membantu persiapan

kelengkapan alat dan sarana yang diperlukan


dalam desinfeksi area fungsi.
Beri dukungan psikologis pada

Pada saat ahli anestesi melakukan fungsi, pasien

saat

akan cenderung melakukan pergerakan. Sebelum

ahli

anestesi melakukan

fungsi.

hal tersebut terjadi, perawat praoperatif perlu


memberikan penjelasan bahwa fungsi tidak
memberikan rasa sakit dan dianjurkan pasien
kooperatif sewaktu fungsi dilakukan.

Lakukan pemberian oksigen via

Pemenuhan oksegenasi yang diperlukan pasien

nasal.

setelah dilakukan anestesi spinal.

Lakukan pemantauan pada statsu

kardiovaskular

dan

respirasi

Efek sistemik utama yang dimonitor setelah


anestesi

spinal

umumnya

bersifat

selama pembedahan akibat efek

kardiovaskular dan disebabkn oleh blok

samping dari anestesi spinal.

preganglion simpatis oleh anestesi lokal.


Hipotensi arteri sering terjadi dan derajatnya
berhubungan

langsung

dengan

tingkat

ketinggian blok simpatis. Bradikardi terjadi

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

akaibat paralisis serabut kardioakselerator


(T1-4) yang menuju ke jantung. Paralisis
serabut saraf simpatis
aliran

balik

vena

akan mengurangi
akibat

venodilatasi

(Gruendemann, 2006).

Anestesi

spinal

biasanya

hanya

menyebabkan perubahan ventilasi spontan


yang

minimal sampai sedang. Hal ini

disebabkan karean diafragma adalah organ


utama pernapasan dan persarafan fungsional
otot ini datang dari pleksus saraf C3-C5.
Pada pasien yang sehat, anestesi spinal tidak
menyebabkan perubahan yang bermakna
dalam ventilasi respirasi. Dispnea dapat
terjadi selama anestesi spinal jika tingkat
paralisis hantaran cukup tinggi ddi segmen
toraks.

Akibatnya,

terjadi

penurunan

informasi proprioseptif aferen yang dalam


keadaan

normal disalurkan

dari daerah

antariga, ke pusat yang lebih tinggi di otak.


Informasi

ini

secara

normal

berisi

pemberihauan dari otak mengenai tingkat


gerakan sangkar dada dan besar peregangan
paru selama inspirasi. Karena penuruan
tersebut, digunakan oksimetri pulsasi untuk
mengamati gerakan dada dan memastikan
kualitas

oksigenasi

secara

adekuat,

walaupun pasien tidak dapat merasakan


pergerakan
bahwa

dadanya

pernapasannya

dan

menganggap

tidak

adekuat

(Gruendemann, 2006).

Pemberian Anestesi Lokal


open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

Anestesi lokal menyebabkan hilangnya sensasi pada tempat yang diinginkan (misal:
adanya sel tumbuh pada kulit atau kornea mata). Obat anestesi (misalnya: lidokain)
menghambat konduksi saraf sampai obat terdifusi ke dalam sirkulasi. Pasien akan
kehilangan rasa nyeri, sentuhan, seta aktibitas motorik dan otonom (misalnya:
pengosongan kandung kemih). Anestesi lokal umumnya digunakan dalam prosedur minor
bedah sehari. Untuk menghilangkan nyeri pascaoperatif, dokter dapat memberi anestesi
lokal pada area pembedahan. Misalnya, pada herniorafi, injeksi Marcaine akan
menghilangkan nyeri selama 12 jam atau lebih (Rivellini (1993) dalam Potter (2006)).

PROSES KEPERAWATAN PROSEDUR


INTRABEDAH
Ns. Sumarda
Pengkajian
Pasien yang sudah mendapat prosedur anestesi akan memasuki fase intrabedah. Fokus
tujuan pada fase ini adalah optimalisasi hasil pembedahan dan penurunan risiko cedera.
Ruang lingkup keperawatan intrabedah yang dilaksanakan perawat perioperatif meliputi
manajemen pengaturan posisi, optimalisasi peran asisten pertama beah (pada beberapa
kondisi di rumah sakit di Indonesia memberlakukan perawat sebagai asisten pertama/ first
assistance), optimalisasi peran perawat instrumen, dan optimalisasi peran perawat
sirkulasi.
Manajemen pemberian posisi bedah (lihat kembali topik manjemen pemberian posisi)
merupakan siatu kebutuhan yang mendukung kondisi keamanan pasien selama
pembedahan. Perawat perioperatif harus mengkaji dan memikirkan kembali berbagai
prinsip, prosedur, dan dampak pemberian posisi pasien serta menggunakan proses
keperawatan dalam perencanaan asuhan pasien. Perawat perioperatif dapat mempelajari
prinsip pemberian posisi dengan merasakan dam mengetahui efek suatu posisi terhadap
berbagai bagian tubuh, otot, senddi dan tonjolan tulang. Perawat perioperatif adalah
manajer utama dalam pemberian posisi pasien. Pada pelaksanaannya, diperlukan

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

keterampilan pengamatan keperawatan yang cerdas, ditambah dengan keberanian dan


motivasi diri untuk menyampaikan serta mengerjakan tindakan jika diperlukan. Diperlukan
waktu dan pemikirana sebelum melakukan pemberian posisi; di mana perawat harus
mengetahui kemungkinan adanya masalah, sekalipun posisi yang sederhana.
Manajemen pemberian posisi seoptimal mungkin dilakukan dengan gerakan halus yang
lambat, fisiologis, dana terkoordinasi terhadap bagian-bagian tubuh pasien. Untuk
mendapatkan posisi yang ideal maka diperlukan kerja sama tim, kehati-hatian, dan
prenecanaan

yang

matang, yang

ditujukan

untuk mencegah

cedera sehingga

perlindungan pasien selama tindakan dapat selalu terjamin. Pengaturan posisi bedah
biasanya dilakukan setelah pasien mencapai tahap relaksasi yang lengkap. Posisi yang
dipilih biasanya ditentukan oleh teknik bedah yang digunakan. Idealnya. Posisi pasien di
atur agar dokter bedah mudah mencapai tempat pembedahan dan fungsi status sirkulasi
serta pernapasan adekuat. Posisi tidak boleh mengganggu struktur neuromuskular.
Kenyamanan dan keselamatan pasien harus diperhatikan. Perawat perioperatif harus
mencatat usia, berat badan, tinggi badan, status nutrisi, keterbatasan fisik, dan kondisi
yang ada sebelum pembedahan serta mendokumentasikannya untuk mengingatkan
petugas yang akan merawat pasien setelah operasi.
Apabila rumah sakit membelakukan perawat sebagai asisten pertama/first assistance, maka
optimalisasi peran asisten pertama bedah merupakan tantangan kompleks yang harus
dilakukan perawat perioperatif untuk bisa mengikuti keseluruhan intervensi yang akan
dilakukan ahli bedah sejak dimulai pembukaan jaringan sampai penutupan jaringan area
bedah. Pada kondisi intrabedah, pasien yang dilakukan prosedur invasif bedah akan
mengalami kerusakan jaringan akibat suatu insisi, kerusakan vaskular, atau kerusakan
akibat traksi pembukaan jaringan. Peran perawat asisten bedah adalah membantu ahli
bedah agar kerusakan yang dibuat dapat seminimal mungkin. Beberapa prosedur bedah
tertentu, seperti bedah saraf, bedah toraks, bedah kardiovaskular, atau bedah spina akan
memerlukan waktu operasi yang lama. Pada kondisi tersebut, perawat asisten memerlukan
daya tahan fisik sempurna karena akan melakukan aktivitas berdiri yang lama disertai
tingkat konsentrasi yang tinggi untuk bisa mengikuti jalannya pembedahan secara
optimal.
Perawat instrumen mempunyai peran agar proses pembedahan dapat dilakukan secara
efektif dan efesien (lihat modalitas peran perawat instrumen pada bab sebelumnya). Pada

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

pelaksanaannya, perawat instrumen harus memiliki keterampilan psikomotor, keterampilan


manual, dan keterampilan interpersonal yang kuat, yang diperlukan untuk mengikuti setiap
jensi pembedahan yang berbeda-beda dan mengadaptasikan antara keterampilan yang
dimiliki dengan keinginan dari operator bedah pada setiap tindakan yang dilakukan dokter
bedah dan asisten bedah. Tanggung jawab yang penting dari perawat instrumen adalah
menjaga kesterilan lingkungan bedah agar tidak meningkatkan risiko infeksi intraoperatif.
Perawat sirkulasi merupakan penghubung antara zona steril dengan zona di luarnya. Peran
lainnya adalah menurunkan risiko cedera intraoperatif dimulai dari pengaturan posisi
bedah sampai selesai pembedahan.

Diagnosis Keperawatan
Pada kondisi prosedur intraoperatif diagnosis keperawatan yang paling lazim ditegakkana
adalah sebagai berikut:
1. Risiko cedera intraoperatif berhubungan dengan pengaturan posisi bedaha, proseddur
invasif bedah.
2. Risiko infeksi intraoperatif berhubungan dengan adanya port de entree prosedur
bedah, penurunan imunitas efek anestesi.

Rencana Intervesni dan Kriteria Evaluasi


Risiko cedera intraoperatif berhubungan dengan pengaturan posisi bedah, prosedur
invasif bedah
Tujuan: Risiko cedera intraoperatif sekunder pengaturan posisi bedah, prosedur
invasif bedah tidak terjadi.
Kriteria evaluasi:

Selama intraoperatif, tidak terjadi gangguan henmodinamik akibat pndarahan


serius.

Pascaoperatif tidka ditemukan cedera tekan dan cedera listrik.


Perhitungan spons dan instrumen sesuai dengna jumlah yang dikeluarkan.
Tidak ditemukan adanya kram otot.
Intervensi

Rasional

Kaji ulang identitas pasien.

Perawat ruang operasi memeriksa kembali


identitas dan kardeks pasein; melihat kembali
lembar

persetujuan

kesehatan,

open in browser PRO version

hasil

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

tindakan,

pemeriksaan

riwayat
fisik, dan

pdfcrowd.com

berbagai hasil pemeriksaan; dan memeriksa


kembali rencana perawatan praoperatif yang
berkaitan

dengan

rencana

perawatan

intraoperatif.

Pemeriksaan darah terutama kadar trombosit,


waktu pembekuan, dan waktu pendarahan.
Adanya

hasil

pemeriksaan

yang

ini

abnormal

pada

bermanifestasi

pada

kewaspadaan yang sangat tinggi oleh ahli


bedah dan asisten operasi dalan melakukan
prosedur bedah.
Lakukan

manajemen

kamar

operasi.

Dilakukan

oleh

perawat

administratif

dalam

mengatur dan menentukan staf pada setiap


pembedahan agar kelancaran proses pembedahan
dapat terlaksana secara optimal.

Siapkan

kamra

sesuai

bedah

dengan

yang

jenis

Beberapa jenis pembedahan tertentu akan


dilaksanakan pada ruangan atu kamar bedah

pembedahan pasien.

khusus, seperti kamar operasi bedah saraf.

Perawat sirkulsi melakukan persipan tempat


operasi sesuai prosedur yang biasa dn jenis
pembedahan yang akan dilaksanakan. Tim
bedah harus diberi tahu jika terhadap kelainan
kulit

yang

mungkin

dapat

menjadi

kontraindikasi pembedahan.

Perawat sirkulasi memeriksa kebersihan dan


kerpain ruang operasi sebelum pmebedahan.
Perawat

sirkulasi juga

bahwea

peralatan

telah

harus memastikan
siap

dan dapat

digunakan. Semua peralatan harus dicoba


sebelum

prosedur

pembedahan.

Apabila

prosedur ini tidak dilaksanakan, maka dapat

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

menyebabkan penundaan atau kesulitan dalam


pembedahan.
Siapkan meja bedah dan asesori

Meja bedah akan disipakan perawat sirkulasi dan

pelengkap sesuai dengan jenis

disesuaikan dengan jensi pembedahan. Perawat

pembedahan.

sirkulasi mempersiapkan asesori tambahan meja


bedah agar dalam pengaturan posisi dapat efektif
dan efisienl.

Siapkan

sarana

pendukung

pembedahan.

Sarana pendukung seperti kateter urine lengkap,


alat pengisap lengkap, spons dalam kondisi siap
pakai.

Siapkan alat hemostasis dan

Alat hemostasis merupakan fondasi dari tindakan

cadangan alat dalam kondisi

operasi untuk mencegah terjadinya pendarahan

siap pakai.

serius akibat kerusakan pembuluh darah arteri.


Perawat mmeriksa kemampuan alat tersebut untuk
menghindari

cedera

akibat

pendarahan

intraoperasi.
Lakukan pemasangan kateter

Pemasangan kateter dilakukan untuk mengindari

urine dengan teknik steril.

keluarnya urine pada saat intraoperatif akibat


hilangnya

kontrol menahan

urine

efek dari

anestesi. Kateter Foley harus dipasang sebelum


pasien diberi posisi. Gunakan teknik aseptik untuk
pemasangan kateter. Cegah terjadinya tekukan
atau

tekanan

pada

kateter

selama proses

pemindahan tersebut. Periksa kepatenan sestem


drainase setelah pemberian posisi. Catat keluaran
urine dan pemasangan kateter.
Lakukan

pengaturan

bedah.

posisi

Manajemen pengaturan posisi (lihat kembali materi


manajemen pengaturn posisi) dilakukan untuk
memudahkan akses atau pajanan pada dokter
bedah, akses vaskular seperti infus dan alat
monitor standar tidak terganggu, drainase urine
optimal,

open in browser PRO version

dan

fungsi

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

status

srikulsi

serta

pdfcrowd.com

pernapasan

adekuat.

Posisi

tidak

boleh

mengganggu struktur neuromuskular.


Bantu ahli bedah pada saat

Insisi bedah memerlukan skalpel (alat penjepit) dan

dimulainya insisi.

pisau bedah yang sesuai dengan ares yang akan


dilakukan insisi. Perawat instrumen bertanggung
jawab menyerahkan alat insisi dan mempersiapkan
kauter listrik yang diperlukan dalam tindakan
hemostasis. Asisten pertama berperan membantu
menyerap darah yang keluar saat dan menjepit
pembuluh darah akibat kerusakan vaskular pada
area insisi dengan menggunakan spons dan klem
arteri.

Bantu

ahli

melakukan

bedah

dalam

intervensi

hemostasis.

Perawat

instrumen

atau

asisten

bedah

menggunakan alat hemostasis listrik pada klem


arteri

untuk

menjepit

atau

menghentikan

pendarahan.
dalam

Pembukaan jaringan dilakukan lapis demi lapis,

membuka jaringan dan lakukan

dari kulit, lemak, fasia, dan jaringan dalam,

pengisapan apabila diperlukan.

misalnya peritoneum pada pemedahan area

Bantu

ahli

bedah

abdomen.

Pembukaan

jaringan

dilakukan

sampai akses yang akan dituju sesuai jenis dan


tujuan pembedahan dapat tercapai.

Asisten bedah membantu menarik dengan


menggunakan
pengisapan

refraktor
apabila

dan

melakukan

banyak cairan

yang

mengganggu akse bedah. Pemakaian dan


pemilihan jenis refraktor disesuaikan dengan
jenis dan ares jaringan atau pembedahan yang
dilakukan.

Perawat instrumen berperan dalam memenuhi


keprluan yang sesuai pada setiap momen
pembedahan, seperti keperluan penggunaan

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

guntin mayo oleh ahli bedah atau keperluan


refraktor.
Lakukan manajemen sirkulasi

intraoperatif ruang operasi.

Perawat

sirkulasi

mendukung

poerawat

instrumen dan ahli bedah dari zoan tidak steril


selam prosedur pembedahan untuk mengawasi
atau membantu serip kesulitan yang mungkin
memrlukan bahan dari luar lapangan steril.
Perawat sirkulasi melakukan manajemen alat
pengisap (sucton), memastikan alat hemostasis
terpasang dengan benar, sera memeriksa alatalat tersebut dalam kondisi power on.

Perawat sirkulasi mencatat barang yang


digunakan seperti jumlah spons, alat instrumen
intraoperatif yang mempunyai risiko tertinggal
pada jaringan bedah dan meningkatkan risiko
ceder bedah, serta mencatat penyulit yang
terjadi

selam

pembedahan

yang

sering

disampaikan oleh ahli beah, asisten, atau


instrumentator.

Selam fase intraoperatif, perawat sirkulasi


meljutkan dokumentasi tentan jensi aseptik,
jumlah

cairan

IV yang

digunakan, dan

memantau kelurasn urine dan lambung melalui


selang NGT. Selam prosedur pembedahana
beralangsung,

perawat

menjaga

agar

pencatatan aktivitas perawatan pasien dan


prosedur yang dilakukan oleh petugas ruang
operasi tetap akurat. Dokumentasi perawatan
intraoperatif memberi data yang bermanfaat
bagi perawat yang akan merawat pasien
setelah pembedahan.
Bantu ahli bedah pada saat

open in browser PRO version

Peran perawat perioperatif baik asisten bedah,

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

akses bedah tercapai sesuai

perawat instrumen dan sirkulator mendukung ahli

dengan tujuan pembedahan.

bedah agar tujuan pembedahan dapat tercapai.


Tujuan pembedahan pada saat akse tercapai,
meliputi:

Diagnostik (pembedahan untuk pemeriksaan


lebih lanjut), misalnya pengambilan sampel
biopsi tumor.

Ablatif (pengangkatan bagian tubuh yang


mengalami masalah atau penyakit), misalnya
amputasi,

pengangkatan

tumor,

dan

apendektomi.
Paliatif (menghilangkan atau mengurangi gejala
penyakit, tetapi tidak menyembuhkannya),
misalnya kolostomi dan debridemen jaringan
nekrotik.

Rekonstruktif (mengembalikan fungsi atau


penampilan

jaringan

malfungsi atau

yang

mengalami

trauma), misalnya fiksasi

interna dan eksterna fraktur dan perbaikan


jaringan parut.

Transplantasi (mengganti organ atau struktur


yang mangalami malfungsi), misalnya cangkok
(transplantasi) ginjal, total hip replacement.

Konstruktif (mengembalikan fungsi yang


hilang akibat anomali kongenital), misalnya:
bibir sumbing, penutupan defek katup jantung
dan

perbaikan

hiperekstensi

lutut

(genurecurvatum)).
Bantu

ahli

bedah

penutupan jaringan.

dalam

Prosedur penutupan jaringan dilakukan setelah


tujuan

pembedahan

sudah

selesai

dilaksanakan. Penutupan dilakukan lapis demi


lapis sesuai area tau jaringan yang telah

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

dilakukan pembedahan.

Perawat instrumen menurunkan risiko cedera


dengan mempersiapkan dan memilih sarana
penjahitan dengan memperhatikan ketajaman
jarum jahit,

benang

jahitan

yang akan

digunakan sesuai jaringan yang di jahit dan


kondisi

atau

kelayakan

instrumen

agar

kerusakan jaringan dapat minimal.

Penjahitan bisa dilakukan ahli bedah atau


asisten bedah. Apabila dilakukan ahli bedah,
maka asistern bedah membantu penutupan
jaingan agar dapat terlaksana secara efektif
dan efisien agar kerusakan jaringan dapat
minimal.

Lakukan

penutupan

luka

pembedahan.

Penutupan luka selain bertujuan menurunkan


risiko infeksi juga bertujuan untuk menurunkan
risiko cedera pajanan langsung ke area bedah atau
jaringan

yang

masih

belum stabil. Perawat

biasanya memasang spons dan plester adhesi


yang menutupi seluruh spons.
Risiko infeksi intraoperatif berhubungan adanya port de entree prosedur bedah,
penurunan imunitas efek anestesi.
Tujuan: Optimalisasi tindakan asepsis dapat dilaksanakan selama prosedur itrabedah.
Kriteria evaluasi: Luka pascabedah tertutup dengan kasa.
Intervensi

Rasional

Kaji ulang identitas pasien dan

pemeriksaan diagnostik.

Perawat ruang operasi memeriksa kembali


riwayat kesehatan, hasil pmeriksaan fisik, dan
berbagai hasil pemeriksaan. Pastikan bahwa
alat protese dan barang berharga telah di
lepas.

open in browser PRO version

Riwayat kesehatan yang mempunyai risiko

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

penurunan imunitas seperti pasien yang


memiliki riwayat

hipertensi dan diabetes

melitus.

Hasil pemeriksaan darah albumin untuk


menentukan aktivitas agen-agen obat dan
pertumbuhan jaringan luka.

Berbagai prtese yang masih belum dilepas akan


memberikan

akses

pajanan

yang

mengontaminasi area steril.


Siapkan sarana scrub

Sarana scrub, meliputi cairan antiseptik cuci


tangan pada tempatnya, gaun yang terdiri dari
gaun kedap air dan baju bedah steril, duk penutup,
dan duk berlubang dalam kondisi lengkap dan siap
pakai.

Siapkan instrumen sesuai jenis

Manajemen insrumen dari perawat scrub sebelum

pembedahan.

pembedahan

disesuaikn

pembedahan.

Sebelum

diperlukan

instrumen

dengan
antisipasi
tambahan

jenis
apabila
perawat

mempersiapkan alat cadangan dalam suatu tromol


steril yang akan memudahkan pengambilan apabila
diperlukan tambahan alat instrumen.
Lakukan

manajemen

asepsis

prabedah.

Manajemen asepsis selalu berhubungan dengan


pembedahan dan perawatan perioperatif. Asepsis
prabedah meliputi teknik aseptik atau pelaksanaan
scrubbing

cuci

tangan

(lihat

kembali

bab

manajemen asepsis).
Lakukan

manajemen

intraoperasi.

asepsis

Manajemen

asepsis

dilakukan

untuk

menghidari kontak dengan zona steril (lihat


kembali

manajemen

asepsis)

meliputi

pemakaian baju bedah, pemakaian sarung


tangan, persiapan kulit, pemasangan duk,
penyerahan alat yang diperlukan petugas

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

scrub dengan perawat sirkulasi.

Manajemen aseosi intraoperasi merupakan


tanggung jawab perawat insturmen dengan
mempertahankan integritas lapangan steril
selama pembedahan dan bertanggung jawab
untuk mengomunikasikan kepada tim bedah
setiap

pelanggan

teknik

aseptik

atau

kontaminasi yang terjadi selama pembedahan.


Lakukan

penutupan

pembedahan.

luka

Penutupan luka bertujuan menurunkan risiko


infeksi. Perawat biasanya memasang spons dan
plester adhesif yang menutup seluruh spons.

Di p oskan oleh R ez a S y ahb and i J asmawi J ay a d i 00. 08

0 komentar:

Poskan Komentar

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

Masukkan komentar Anda...

Beri komentar sebagai:

Publikasikan

Select profile...

Pratinjau

Posting Lebih BaruBerandaPosting Lama

Copy right 2 01 1 Diary /Notebook Them e by Site5.com . All Rights Reserv ed. by TNB

Them e by Site5.
Experts in Web Hosting.

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com