Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadiran Allah SWT, yang dengan rahmat dan karunia-Nya
lah penulis dapat menjalani tugas dan tanggung jawab sebagai mahasiswa Politeknik Negeri
Pontianak dengan baik.
Laporan Pengembngan Diri ini merupakan tugas yang harus dikerjakan seluruh mahasiswa
kelas 1 A prodi teknik sipil D.3 ketika sudah di penghujung semester yang berlangsung.
Dengan tujuan untuk melaporkan dan mendeskripsikan apa saja hasil, yang di dapat, materi
yang di dapat, dan hal-hal lain yang menjadi nilai tambah setelah mahasiswa mengikuti
kehitan perkuliahan kurang lebih 6 bulan khusnya untuk mata kuliah Quality Management
Syestem I (QMS I).
Laporan Pengembang Diri ini merupakan tugas akhir pada semester ini, dimana penulis
sudah mengakhiri mata kuliah QMS I pada semster ini, dan melaporkan hasil perkuliahan,
untuk dijadikan bahan pertimbangan oleh dosen pembimbinh.
Terima kasih penulis haturkan untuk dosen pembimbing mata kuliah, Ibu H.Eva Riyanti,
ST,MT yang sudah membimbin kegitan perkulihan khususnya pada mata kuliah QMS I ini,
dan tak lupa juga penulis menyampaikan terima kasih kepada seluruh teman kelas 1A D3
teknik sipil yang sudah bersama-sama dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan
menyenangkan, semoga kita semua sukses dalam belajar dan kerjak kita nanti.
Akhir kata kritik dam saran yang membangun sangat penulis harapkan dari seluruh pihak
sebab, penulis mengakui dalam penulisan laporan ini, masih banyak kesalahan dan kekhilafan
yang mungkin peulis tidak sadari. Untuk itu, atas perhatian dan kerjasama yang baik penulis
sampaikan terima kasih.

Pontianak, 3 Febuari 2015


Penulis
Wira Maulana Akbar

DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN
I.A. Latar Belakang
Penyusunan Laporan Pengembangan Diri ini adalah tugas yang dibuat oleh tiap mahasiswa di
akhir semester khususnya mahasiswa kelas 1A Prodi Teknik Sipil D.3 pada matakuliah QMS
I. Tugas ini berisi penggambaran perjalanan yang telah kita tempuh sejak memutuskan untuk
memulai kuliah ini. Melalui tugas ini diharapkan agar mahasiswa akan mengingat tiap
pengalaman selama pembelajaran Quality Management System I (QMS I). Serta
mengingatkan tengtang pikiran dan perasaan mahasiswa dalam proses perkuliahan. Untuk
itulah diperluka suatu motivasi dan keinginan menjadi mahasiswa yang dapat memberikan
sesuatu baru, penuh inovasi dan berdaya mutu.
I.B . Tujuan Penulisan
Penyusunan laporan ini dimaksudkan sebagai acuan pandangan umum tentang pengalaman
belajar, pernyataan reflektif dengant tugas unit pembelajaran dan praktik lapangan yang telah
dikerjakan mahasiswa secara langsung pada perkuliahan Quality Management System I,
sehingga menghasilkan mahasiswa yang berdaya mutu dan berdaya saing.

BAB II
ISI
I. Pandangan Terhadap Mata Kuliah Quality Management Syestem I ( QMS I ) Pada Saat
Perama Kalinya
Pandangan pertama saya sebelum mengikuti mata kuliah QMS ini saya masih belum
mengerti tentang matakuliah ini. Saya belum mengerti apa itu QMS, apa isi dari perkuliahan
QMS ini dah bagaimana tugas-tugas yang nantinya akan diberikan .Setelah dosen
pembimbing matakuliah QMS ini yaitu ibu Hj. Eva Riyanti, ST, MT masuk ke kelas saya dan
menjeleskan apa itu matakuliah QMS dan memaparkan isi-isi perkuliahan QMS bahkan
langsung meberikan kontrak belajan, barulah saya mengerti dan semakin tertarik dalam
mengikuti perkuliahan ini. Selain itu hal yang membuat saya tertarik dalam matakuliah QMS
ini antara lain mata kuliah QMS ini mengajarkan saya untuk mengatur diri kita agar menjadi
pribadi yang baik, selai itu dosen pembimbing QMS I ini yaitu ibu Hj. Eva Riyanti ST, MT
ialah dosen yang baik dan tegas , selain itu beliau juga humoris. Ibu Eva selain mengajar
matakuliah QMS beliau juga mengajar matakuliah Mekanika Fluida di semster 3. Tidak
hanya itu ibu Eva sekarang juga sedang menjabat sebagai Kepala Prodi TP3.
II. Pelajaran Yang Telah Diperoleh Selama 1 Semester
Dalam satu semester perkuliahan QMS banyak sekali materi-materi yang telah ibu
Eva sampaikan antara lain:
Pengertian Quality Management Syestem (QMS)
1. Pengertian QMS
Menurut Gasperz ( 2008;268 ) QMS ialah sekumpulan prosedur terdokumentasi dan
Praktek standar manajemen sistem yang bertujuan menjamin kesesuaian dari suatu
proses dan produk ( barang dan jasa ) terhadap kebutuhan persyaratan tertentu yang
ditentukan oleh pelanggan dan organisasi. Gasperz ( 2008;273 ) membagi sistem
manejemen mutu menjadi dua macam, yaitu sistem manejemen formal dan sistem
manejemen informal.

Pada materi ini ibu eva hanya menjelaskan pengertian dan memaparkan secara singkat apa itu
QMS , pada materi ini ibu Eva menugaskan kami untuk mencari pengertian QMS secara
individu dan memberikan tugas membuat Jurnal Pembeljaran .
GLOBALISASI
2.1. Definisi Globalisasi
Globalisasi ialah dunia tanpa batas. Globalisasi merupakan proses penyebaran unsuunsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak dan
elektronik. Khususnya Globalisasi Terbetuk oleh adanya kemajuan di bidang komunikasi
dunia.
2.2. Dampak Positif dan Negatif Globalisasi dari Berbagai Bidang
2.2.1. Dampak Positif
a. Dalam Bidang Ekonomi
1. Meningkatkan kemampuan bangsa dan negara untuk berkompetisi secara
internasional.
2. Meningkatkan kualitas produksi dalam negeri agar dapat bersaing di pasar
internasional.
3. Mendapatkan pendapatan per kapita masyarakat.
4. Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara
5. Meluaskan pasar untuk produk dalam negri
6. Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik
7. Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi
b. Dalam Bidang Teknologi
1. Mampu mengembangkan teknologi dan informasi yang bertaraf internasional.
2. Memanfaatkan teknologi untuk memublikasikan potensi yang dimiliki oleh Negara.
3. Membuka akses informasi dari dunia internasional sebagai studi banding dan
sebagai sarana kerja sama dengan Negara lain.
5. Globalisasi di bidang teknologi memicu meluasanya lapangan pekerjaan
6. Semua orang dapat bepergian kemanapun dan kapanpun

c. Dalam Bidang Politik


1. Menegakkan nilai-nilai demokrasi.
2. Memperluas dan meningkatkan hubungan dan kerja sama internasional.
3. Partisipasi aktif dalam percaturan politik untuk menuju perdamaiam dunia.
4. Meningkatnya hubungan diplomatik antar negara
5. Memberikan dorongan yang besar bagi konsolidasi demokrasi dibanyak negara
d. Dalam Bidang Hukum
1. Mematuhi peraturan hukum dan perjanjian internasional.
2. Turut meratifikasi perjanjian hukum internasional dalam berbagai masalah, seperti
masalah HAM, Narkoba dan lain sebagainya.
e. Dalam Bidang Sosial Budaya
1. Turut serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial internasional, misalnya lewat
Organisai PBB dan PMI
2. Menjunjung tinggi pelaksanaan HAM
3. Mengadakan pertukaran pelajar antar negara
4. Mensejahterakan kehidupan bangsa
5. Memacu untuk meningkatkan kualitas diri
6. Menumbuhkan sikap toleran
f. Dalam Bidang Lingkungan Hidup
1. Menentang pemakain senjata nuklir, baik untuk perang maupun penelitian yang
dapat merusak lingkungan hidup
2. Turut serta melestarikan lingkungan hidup serta ekologi darat, laut, dan secara
nasional dan internasional.
3. Menggalang kerjasama antarnegara dalam menanggulangi pencemaran lingkungan.
2.2.2. Dampak Negatif Globalisasi
a. Dalam Bidang Ekonomi
1. Menghambat pertumbuhn sektor industri
2. Memperburuk neraca pembayaran
3. Sektor keuangan semakin tidak stabil
4. Memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang

b. Dalam Bidang Sosial Budaya


1. Kesenjangan sosial yang semakin tajam
2. Budaya-budaya tradisonal akan tergeser oleh budaya asing
3. Erosi nilai-nilai budaya
4. Terjadinya akultrasi budaya yang selanjutny berkembang menjadi budaya massa
5. Mempercepat pola kehidupan bangsa
6. Membuat sikap menutup diri dan berfikir sempit
7. Lenyapnya identitas kultural nasional dan lokal
8. Hilangnya semangat patriotisme dan nasinalisme.
9. Kehilangan arah sebagai bangsa yang memiliki jati diri
10. Cendrung pragmatisme dan maunya serba instan
c. Dalam Bidang Politik
1. Negara tidak lagi dianggap sebagai pemegang kunci dalam proses pembangunan
2. Timbulnya gelombang demokratisasi ( Dambaan akan kebebasan )
3. Semakin meningkatnya nilai-nilai politik individu, kelompok, oposisi, diktator
mayoritas atau tirani minoritas
4. Timbulnya fanatisme rasial, etnis, dan agama dalam forum dan organisasi
5. Timbulnya unjuk rasa yang semakin berani dan mengabaikan kepenitingan umum
6. Adanya konspirasi internasional, yaitu pertentangan kekuasaan dan percaturan
politik
7. Internasional selalu mengarah kepada persekongkolan
8. Lunturnya nilai-nilai politik yang berdasarkan semangat kekeluargaan, musyawarah
mufakat, dan gotong royong
d. Dalam Bidang Teknologi
1. Penyalahgunaan informasi dan situs dengan tujuan yang tidak baik
2. Menurunnya moral bangsa akibat semakin mudahnya membuka situs yang tidak
baik
3. Pemanfaatan jasa komonikasi oleh jaringan teroris
e. Dalam Bidang Hukum

1. Peran masyarakat dalam menjaga keamanan, kedaulatan, dan ketertiban negara


semakin berkurang.
2. Merubah pola pikir dalam bidang hukum
Pada materi ini kami membahas definisi globalisasi dan dampak dari globalisasi. Pada materi
ini juga kami diberikan tugas debat secara kelompok, yang dibagi menjadi dua kelompok
yaitu kelompok absen genap dan kelompok absen ganjil. Dimana kelompok ganjil membahas
dampak positif globalisasi dan kelompok genap membahas dampak negatif

globalisasi.

Setiap kelompok beranggota 12 orang. Kebetulan saya berada di kelompok genap yang
membahas dampak positif

globalisasi. Alhamdulilah debat yang telah kami laksanakan

berjalan dengan kondusif dan lancar, sesuai yang diharapkan.


Globalisasi dan Strategi Pengembangan Bangsa
3.1. Globalisasi Sebagai Konsep Luas
Seperti yang kita ketahui, globalisasi merupakan sebuah konsep luas yang mencakup prosesproses dimana pasar sub nasional (misalnya pasar lokal, pasar provinsi, atau pasar daerah)
dan pasar nasional digabungkan ke dalam paar lain pada dimensi global. Dimensi ini
mencakup tenaga kerja, keuangan, makanan dan bahan mentah, jasa dan pasar lainnya.
3.2. Perubahan Konsep Kebersaingan dan Produktivitas
a. Faktor dan persyaratan kebersaingan
Peningkatan daya saing, internasionalisasi dan kerumitan pasar, globalisasi manufaktur dan
peningkatan kepedulian akan masalah-masalah sosial dan ekologi membuat peningkatan
produktivitas semakin penting. Berikut delapan faktor utama yangmempengaruhi
kebersaingansuatu negara, perusahaan multi nasional dan perusahaan bisnis:

Ekonomi daerah. Semakin banyak persaingan yang ada dalam ekonomi daerah,
semakin produktif dan semakin kompetitif lah perusahaan domestik dan semakin
tinggi juga nilai tambah produktivitas dan kesejahteraan negara.

Internasionalisasi. Keterbukaan untuk kegiatan ekonomi internasional meningkatkan


kinerja ekonomi suatu negara. Kebersaingan memimpin ekspor sering dihubungkan
dengan pertumbuhan ekonomi daerah. Keterpaduan yang lebih tinggi dengan ekonomi

internasional menghasilkan alokasi sumber daya yang lebih produktif dan standar
hidup yang lebih tinggi.

Pemerintah. Kebijakan pemerintah berkonsentrasi pada penciptaan lingkungan yang


kompetitif bagi perusahaan-perusahaan dan pada penyedian kondisi makro ekonomi
dan sosial yang bisa diprediksi dengan demikian meminimalisir resiko eksternal bagi
kegiatan ekonomi.

Keuangan. Sektor keuangan yang berekembang baik,terpadu secara internasional


dalam sebuah negara mendukung kebersaingan internasional negara tersebut.

Infrastruktur. Infrastruktur yang baik mendukung kegiatan ekonomi. Infrastruktur


yang baik mencakup tersedianya sumber daya alam dan sistem bisnis fungsional,
teknologi informasi, transportasi, komunikasi, dan pendidikan serta perlindungan
lingkungan yang efisien.

Manajemen. Produk dan jasa yang kompetitif mencerminkan kemampuan manajerial,


berorientasi jangka panjang, kemampuan untuk beradaptasi pada peruahan lingkungan
kompetitif, tingkat kewirusahaan dan kemampuan keterpaduan serta pembedaan
kegiatan bisnis.

Ilmu pengetahuan dan teknologi. Keuntungan kompeitif bisa dibangun dalam


penerapan teknologi yang ada dengan inovatif dan efisien. Investasi dalam penelitian
dan kegiatan inovatif untuk menciptakan pengetahuan baru sangat penting bagi
sebuah negara yang berada dalam tahap pengembangan ekonomi daerah yang lebih
dewasa.

Kualitas masyarakat. Tenaga kerja terlatih dengan sikap positif meningkatkan


produktifitas dan kebersaingan sebuah negara. Pendidikan, kemampuan teknis
pekerja,

kualitas

manajemen

dan

efesiensi,

semuanya

berkontribusi

pada

kebersaingan. Semua ini berarti bahwa untuk membuat sebuah strategi yang
kompetitif diperlukan lebih banyak perubahan kordinasi dalam pengembangan
sumber daya manusia dibandingkan dengan beberapa usaha profil tinggi dalam satu
atau dua bidang.
Harus ditekankan disini bahwa keterbukaan pada pasar global dan internasionalisasi ekonomi
memainkan peran penting dalam produktifitas dan pencapaian kompetitif.
b. Faktor Produktifitas

Sejumlah trend penting telah terlihat dalam lingkungan bisnis yang akan mengarah pada
perubahan dramatis strategi dan pendekatan produktifitas saat ini. Tren-tren tersebut dapat
disampaikan sebagai berikut:

Globalisasi dan ekonomi yang terpadu;

Pengaruh pengembangan teknologi;

Kemunculan sistem kerja baru;

Pergeseran dari prakrek pribadi secara tradisional kemanajemen SDM internasional

Perubahan gaya kepemimpinan : dari birokasi ke kewirausahaan

3.3. Kontribusi Produktivitas Pada Perkembangan Nasional


Produktivitas merupakan masalah utama bagi strategi pengembangan nasional karena
pengaruhnya terhadap perkembangan sosial dan ekonomi. Produktivitas ini penting sebagai
sumber pendapatan dan partisipasi pekerja, yang merupakan kriteria untuk kebersaingan
perusahaan dan strategi jangka panjang pemerintah, pegawai dan pemilik perusahaan untuk
mengurangi kemiskinan dan mendorong hak asasi manusia dan demokrasi ekonomi.
Sudah diketahui bahwa perusahaan-perusahaan produktif terkait erat dengan dorongan pada:

Kualitas kerja yang lebih baik;

Partisipasi;

Prinsip-prinsip ekonomi pasar;

Krativitas dan inisiatif individu;

Gaya dan praktek manajemen yang berorientasi pada manusia.

Tujuan produktivitas, produk yang dibuat dapat diterima oleh semua pihak terkait, menjadi
instrumen penting sebagai penyebaran kesejahteraan, hubungan industri yang baik dan
partisipasi demokratis pekerja.
Pada materi ini hanya mepersentasikan pengertian globalisasi sebagai konsep luas, dan syarat
kebersaingan secara global. Pada materi ini tidak ada tugas yang diberikan hanya berupa
penjelasan yang dipaparkan oleh ibu Eva.
Aliansi dan Jaringan Kerja
4.1. Jenis-Jenis Aliansi

Ada banyak struktur aliansi berbeda yang bisa digunakan untuk mencapai berbagai tujuan
berbeda dan memenuhi perbedaan kerangka waktu.struktur-struktur yang paling umum akan
dibahas disini.hampir semua aliansi bisa dikelompokkan dalam pengaturan horizontal atau
vertikal.ya,sejumlah aliansi memang cukup komprehensif sehingga bisa memiliki komponen
horizontal sekaligus vertikal dalam strukturnya.
a. Aliansi Horizontal
Aliansi Horizontal encakup perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang bisnis
yang sama. Perusahaan-perusahaan tersebut jarang sekali bergerak dibidang jasa, tapi
saat ada yang demikian, perusahaan tersebut biasanya bertujuan untuk mencapai skala
tertentu, untuk menyesuaikan dengan perubahan atau menangani bidang-bidang
keahlian.
b. Aliansi Vertikal
Aliansi vertikal adalah hubungan antar organisasi-organisasi dari bidang bisnis yang
berbeda. Aliansi ini adalah jenis aliansi yang umum ditemukan diantara perusahaanperusahaan jasa karena bisa diatur sebuah kolaborasi yang bisa memberikan solusi
tepat pada pelanggan. Dengan sedikit kemungkinan persaiangan antar anggota aliansi,
perusahaan-perusahaan tersebut bisa menggabungkan kemampuan mereka untuk
bersaiang dengan organisasi ( perusahaan ) lain yang lebih besar dan lebih luas.
c. Aliansi Strategis
Aliansi strategis, secara luas dijelaskan sebagai sebuah perjanjian kontrak antara
perusahaan-perusahaan untuk bekerja sama dalam mencapai satu tujuan tertentu tanpa
mempedulikan bentuk hukum atau organisasi aliansi tersebut. Definisi ini mencakup
teramat banyak perjanjian yang berkisar mulai dari persetujuan dengan jabat tangan
sampai ke merger dan join-venture. Maka, aliansi strategi mencakup semua hubungan
yang ada di dalam pasar. Aliansi dibuat sebagai alat yang efektif untuk mendapatakan
akses kepasar baru dan keahlian khusus atau untuk bersaing dengan perusahaanperusahaan lain di pasar.
Konsep aliansi startegis telah menginspirasi banyak produsen yang berharap untuk
bisa menjaring banyak sublier dan distributur dalam kerangka kerja sama untuk
meningkatkan proses dan produktivitasnya.
Hasilnya, gabungan dalam bisnis tidak lagi terbatas pada aliansi dua perusahaan saja,
seperti

join-venture.

Sekarang

kita

bisa

melihat

menggabungkan diri untuk mencapai satu tujuan umum.

sekumpulan

perusahaan

4.2. Jaringan Bisnis