Anda di halaman 1dari 7

TUGAS RADIOLOGI

PNEMOTORAKS

Oleh:
Muhammad Adhitya Wicaksono
1102009177

Pembimbing:
dr. Rizqi Rosyidah Nur, Sp.Rad

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS RADIOLOGI FAKULTAS


KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI JAKARTA
RSUD DR SELAMET GARUT
2013

PNEMOTORAKS
DEFINISI
Pneumotoraks adalah keadaan terdapatnya udara pada rongga pleura
(berasal dari perlukaan paru atau traktus trakheobronkhial, atau berasal dari
perlukaan dinding dada), yang mengakibatkan hilang atau meningkatnya tekanan
negatif dalam rongga pleura. Pneumotoraks dapat dibagi spontan atau traumatik.
Pneumitoraks spontan dibagi menjadi primer dan sekunder, primer jika sebabnya
tidak diketahui sedangkan sekunder jika terdapt latar belakang penyakit paru.
Pneumotoraks traumatik dibagi menjadi pneumotoraks traumatik iatrogenik dan
bukan iatrogenik.

ETIOLOGI
1. Pneumotoraks spontan
Yaitu setiap pneumotoraks yang terjadi secara tiba-tiba. Pneumotoraks
tipe ini dapat diklasifikasikan lagi ke dalam dua jenis, yaitu:
a. Pneumotoraks spontan primer, yaitu pneumotoraks yang terjadi secara
tiba-tiba tanpa diketahui sebabnya.

b. Pneumotoraks

spontan

sekunder,

yaitu

pneumotoraks

yang

terjadidengan didasari oleh riwayat penyakit paru yang telah


dimilikisebelumnya, misalnya fibrosis kistik, penyakit paru obstruktik
kronis (PPOK), kanker paru-paru, asma, dan infeksi paru.
2. Pneumotoraks traumatik
Yaitu pneumotoraks yang terjadi akibat adanya suatu trauma,
baik trauma penetrasi maupun bukan, yang menyebabkan robeknya
pleura,dinding dada maupun paru.Pneumotoraks tipe ini juga dapat
diklasifikasikan lagi ke dalam dua jenis, yaitu :
a. Pneumotoraks traumatik non-iatrogenik, yaitu pneumotoraks
yangterjadi karena jejas kecelakaan, misalnya jejas pada
dinding dada, barotrauma.
b. Pneumotoraks traumatik iatrogenik, yaitu pneumotoraks yang
terjadiakibat komplikasi dari tindakan medis. Pneumotoraks
jenis inipunmasih dibedakan menjadi dua, yaitu :
1) Pneumotoraks traumatik iatrogenik aksidental adalah suatu
pneumotoraks yang terjadi akibat tindakan medis karena
kesalahan atau komplikasi dari tindakan tersebut, misalnya
pada parasentesis dada, biopsi pleura.
2) Pneumotoraks traumatik iatrogenik artifisial (deliberate).
Adalah suatu pneumotoraks yang sengaja dilakukandengan
cara mengisikan udara ke dalam rongga pleura. Biasanya
tindakan ini dilakukan untuk tujuan pengobatan, misalnya
pada pengobatan tuberkulosis sebelum era antibiotik,
maupun untuk menilai permukaan paru. Dan berdasarkan
jenis fistulanya, maka pneumotoraks dapatdiklasifikasikan
ke dalam tiga jenis, yaitu:
1. Pneumotoraks Tertutup (Simple Pneumothorax)

Pada tipe ini, pleura dalam keadaan tertutup (tidak ada jejas
terbuka pada dinding dada), sehingga tidak ada hubungan dengan dunia luar.
Tekanan di dalam rongga pleura awalnya mungkin positif, namun lambat laun
berubah menjadi negatif karena diserap oleh jaringan parudisekitarnya. Pada
kondisi tersebut paru belum mengalami re-ekspansi,sehingga masih ada
rongga pleura, meskipun tekanan di dalamnya sudah kembali negatif. Pada
waktu terjadi gerakan pernapasan, tekanan udara dirongga pleura tetap negatif.

2. Pneumotoraks Terbuka (Open Pneumothorax)


Yaitu pneumotoraks dimana terdapat hubungan antara rongga pleura
dengan bronkus yang merupakan bagian dari duni luar (terdapat luka
terbuka pada dada). Dalam keadaan ini tekanan intrapleura samadengan
tekanan udara luar. Pada pneumotoraks terbuka tekananintrapleura sekitar
nol. Perubahan tekanan ini sesuai dengan perubahantekanan yang
disebabkan oleh gerakan pernapasan. Pada saat inspirasi tekanan menjadi
negatif dan pada waktuekspirasi tekanan menjadi positif. Selain itu, pada
saat inspirasimediastinum dalam keadaan normal, tetapi pada saat
ekspirasimediastinum bergeser ke arah sisi dinding dada yang terluka
(sucking wound).
3. Pneumotoraks Ventil (Tension Pneumothorax)
Adalah pneumotoraks dengan tekanan intrapleura yang positif
danmakin lama makin bertambah besar karena ada fistel di pleura viseralis
yang bersifat ventil. Pada waktu inspirasi udara masuk melalui
trakea, bronkus serta percabangannya dan selanjutnya terus menuju pleura
melalui fistel yang terbuka. Waktu ekspirasi udara di dalam rongga
pleuratidak dapat keluar. Akibatnya tekanan di dalam rongga pleura
makinlama makin tinggi dan melebihi tekanan atmosfer. Udara yang
terkumpuldalam rongga pleura ini dapat menekan paru sehingga sering
menimbulkan gagal napas. Sedangkan menurut luasnya paru yang

mengalami kolaps, maka pneumotoraks dapat diklasifikasikan menjadi


dua, yaitu:
1. Pneumotoraks parsialis, yaitu pneumotoraks yang menekan pada
sebagian kecil paru (< 50% volume paru).

2. Pneumotoraks totalis, yaitu pneumotoraks yang mengenai sebagian


besar paru (> 50% volume paru)

PATOFISIOLOGI

GAMBARAN RADIOLOGI

1. Foto Thoraks untuk mendiagnosis pneumotoraks pada foto thoraks dapat


ditegakkan dengan melihat tanda-tanda sebagai berikut :
Adanya gambaran hiperlusen avaskular pada hemitoraks yang mengalami
pneumotoraks. Hiperlusen avaskular menunjukkan paru yang mengalami
pneumothoraks dengan paru yang kolaps memberikan gambaran radiopak.
Bagian paru yang kolaps dan yang mengalami pneumotoraks dipisahkan
oleh batas paru kolaps berupa garis radioopak tipis yang berasal dari
pleura visceralis, yang biasa dikenal sebagai pleural white line.

Tepi paru: garis putih tipis pada tepi paru, pleura viseral.
Tidak adaanya corakan paru antara tepi paru dan dinding dada.
Pergeseran mediastinum: jika terjadi pnemotoraks tension.