Anda di halaman 1dari 12

PEMASANGAN GELANG IDENTIFIKASI

PASIEN RAWAT INAP


No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

RSUD
Dr.R.SOEPRAPTO
CEPU
Tanggal terbit

STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN

PROSEDUR

Ditetapkan oleh Direktur


RSUD Dr.R.Soeprapto Cepu

Dr.NUR MOCHAMAD PUTRA


NIP.19590503 198703 1 002
Proses kegiatan identifikasi dengan memesang gelang
identifikasi pasien rawat inappada pergelangan tangan
kiri nomor rekam medis.
Memastikan identifikasi pasien dengan benar selama
pasien di rawat di RSUD Dr.R.Soeprapto Cepu.

Setiap pasien yang masuk rawat inap di pasangkan


gelang identifikasi pasien (Peraturan Direktur tentang
Kebijakan Pelayanan RSUD Dr.R.Soeprapto Cepu).
A. Persiapan :
Penampilan petugas :Perawat/Bidan
a. Periksa kerapian seragan
b. Periksa kelengkapan atribut
Alat-alat:
a. Gelang identifikasi pasien (biru/merah muda)
b. Berkas rekam medis
B. Pelaksanaan :
1. Siapkan gelang identifikasi pasien sesuai jenis
kelamin.
2. Pastikan label gelang yang di berikan oleh petugas
pendaftaran
sesuai dengan identitas

pasien (Nama lengkap,Nama Ibu kandung dan


Nomor rekam medis) sesuai berkas rekam medis
pasien.
3. Ucapkan salam
Selamat pagi/siang/sore/malam,Bapak/Ibu.
4. Sebut nama dan unit kerja anda.
Saya.... .... ...,dari unit kerja.......
(sebutkan).
5. Jelaskan maksud dan tujuan pemasangan gelang
identifikasi
pada pasien.
Bapak/Ibu,sesuai peraturankeselamatan
pasien,saya
akan
memasang
gelang
identifikasi
ini
pada
pergelangan
tanganBapak/Ibu.
Tujuannya adalah untuk memastikan
identitas Bapak/Ibu dengan benar dalam
mendapatkan pelayanan dan pengobatan
selama di rumah sakit ini.Setelah Bapak/Ibu
berada di ruang rawat inap,petugas yang akan
melakukan
tindakan
terlebih
dahulu
melakukankonfirmasi
identitas
dengan
meminta Bapak/Ibu untuk di cocokan dengan
data
pada
gelang
identifikasi.Prosedur
konfirmasi tersebut akan selalu di laksanakan
pada
saat
pemberian
obat,pemberian
transfusi darah,pengambilan sampel untuk
pemeriksaan
laboratorium,pemeriksaan
radiologi dan bila akan di lakukan tindakan
medis.
6. Lakukan verifikasi untuk mengetahui bahwapasien
dan atau
keluarga paham atas informasi
tersebut.
7. Pasangkan gelang identifikasi pada pergelangan
pasien (sesuai dengan kondisi).
8. Informasikan kepada pasien dan atau keluarga
bahwa gelang identifikasi ini harus selalu di pakai
hingga pasien di perbolehkan pulang.
Bapak/Ibu,mohon agar gelang identitas ini
jangan di lepas selama masih ada perawatan
di RS ini.
9. Ucapkan terima kasih dan sampaikan Terima
kasih atas pengertian dan kerjasamanya.
6.6 C. Hal yang harus di perhatikan :
Bila pasien berada di IGD maka perawat IGD yang
memasangkan
gelang identifikasi pasien.Bila
pasien berada di Poliklinik yang memasangkan

perawat poliklinik.

INSTALASI TERKAIT

Instalasi Rekam Medis cq Admisi Pendaftaran TPPRI.


Instalasi Rawat Inap.
Instalasi Gawat Darurat.
Intensif Care Unit.
Poliklinik.

PENGELOLAAN PASIEN DENGAN


RESIKO JATUH DI BANGSAL RAWAT
INAP
No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

RSUD
Dr.R.SOEPRAPTO
CEPU
Tanggal Terbit

STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR
PENGERTIAN

TUJUAN

Ditetapkan oleh Direktur


RSUD Dr.R.Soeprapto Cepu

Dr.NUR MOCHAMAD PUTRA


NIP.19590503 198703 1 002
Prosedur kegiatan untuk menilai dan mengevaluasi ulang
serta mengambil tindakan pada pasien yang mempunyai
resiko jatuh di bangsal rawat inap.
Untuk meminimalisasi kejadian pasien jatuh di bangsal
rawat inap di RSUD Dr.R.Soeprapto Cepu.
1. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK

KEBIJAKAN

PROSEDUR

INDONESIA NOMOR
1691/MENKES/PER/VIII/2011.Tentang Keselamatan
Pasien di Rumah Sakit.
2. Kebijakan RSUD Dr.R.Soeprapto Cepu Nomor : .........
tentang Keselamatan Pasien di RSUD Dr.R.Soeprapto
Cepu.
A. Pasien Dengan Resiko Jatuh
1. Dokter dan perawat melakukan screening pada
setiap pasien yang masuk rawat inap dengan
resiko jatuh dengan gejala sebagai berikut,antara
lain:penurunan kesadaran,kelemahan anggota
gerak kejang,riwayat penggunaan alkohol,riwayat
penggunaan obat psikotropika.
2. Perawat memberi tanda resiko jatuh pada rekam
medis pasien.
3. Perawat menetapkan pasien dengan resiko jatuh
pada bed yang memiliki pengaman di samping
kanan-kiri pasien.
4. Perawat memastikan pengaman dapat berfungsi
debgan baik.

5. Perawat memastikan bahwa bel pemanggil

6.

7.

8.

9.

perawat berfungsi dengan baik dan dapat


dijangkau oleh pasien.
Perawat menempatkan pasiien dengan resiko
jatuh di ruangan yang mudah di awasi oleh
perawat.
Perawat memberikan edukasi kepada pasien
maupun keluarga pasien dengan resiko jatuh
untuk tidak mengubah posisi pengaman tanpa
seizin perawat.
Perawat melakukan pemantauan terhadap pasien
dengan resiko jatuh secara berkala sesuai kondisi
pasien.
Perawat menyampaikan informasi kepada perawat
yang bertugas selanjutnya pada pergantian shift.

B.Pasien Lainnya
Dokter/perawat mengevaluasi ulang seluruh pasien
rawat inap bila ditemukan resiko jatuh seperti di atas
maka dilakukan langkah sesuai prosedur A.2 sampai
A.8.

PEMBERIAN INFORMED CONSENT


No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

RSUD
Dr.R.SOEPRAPTO
CEPU
Tanggal Terbit

STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR
PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN

PROSEDUR

Ditetapkan oleh Direktur


RSUD Dr.R.Soeprapto Cepu

Dr.NUR MOCHAMAD PUTRA


NIP.19590503 198703 1 002
Pernyataan sepihak oleh pasien,atau dalam hal pasien
tidak berkompeten oleh yang berhak
mewakilinya,yang isinya berupa persetujuan/penolakan
kepada dokter untuk melakukan suatu tindakan medis
sesudah orang tersebut diberi informasi secukupnya
mengenai tindakan medis yang akan di lakukan.
1. Bagi Dokter : Sebagai sarana mendapatkan legitimasi
atas tindakan
medis yang bersifat offensive
touching atas tubuh manusia.
2. Bagi Pasien : Merupakan media untuk menentukan
sikap atas
tindakan medis yang mengundang
resiko atau akibat ikutan.
1. UU No.29 Th.2004 Pasal 45 ayat 5
2. Manual PTKI KKI 2006
3. Permenkes No.290 Th.2008 ayat 5
1. Keharusan dokter memberikan penjelasan/informasi
terlebih dahulu sebelum tindakan medis
dilakukan,informasi ini di dokumentasikan dalam
formulir dokumentasi pemberian informasi.
2. Petugas/perawat mengisi jenis tindakan medis yang
akan dilaksanakan,dan mengisi tanggal
pembuataninformed concent.
3. Pasien/keluarga yang mewakili
mengisi,nama,umur,alamat,dan kesediaan/penolakan
tindakan medis.
4. Keharusan pasien/keluarga yang mewakili
menandatangani formulir informed concent.
5. Keharusan saksi ikut menandatangani formulir

informed concent.
6. Setelah data terisi lengkap,kemudian dokter
menandatangani informed concent.

UNIT TERKAIT

Rawat Inap,Instalasi Gawat Darurat,Rawat Jalan dan


Instalasi Penunjang.

PROSEDUR PEMBERIAN TANDA


LOKASI YANG AKAN DI OPERASI
SEBELUM DI LAKUKAN PEMBEDAHAN

RSUD
Dr.R.SOEPRAPTO
CEPU

No.Dokumen

Tanggal Terbit

STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

No.Revisi

Halaman

Ditetapkan oleh Direktur


RSUD Dr.R.Soeprapto Cepu

Dr.NUR MOCHAMAD PUTRA


NIP.19590503 198703 1 002
Adakah penandaan titik yang akan di operasi sebelum
pasien di pindahkan ke ruang di mana operasi akan
dilakukan.
1.Mencegah terjadinya salah lokasi pembedahan.
2.Sebagai penanda lokasi awal dan untuk mengetahui
pergeseran
pada kasus eksplorasi benda asing.
Dokter dan petugas yang berkaitan dengan pemberian
layanan pasien operasi di RSUD Dr.R.Soeprapto Cepu.

1. Orang yang bertanggung jawab untuk membuat


tanda pada pasien
adalah operator/orang yang
akan melakukan tindakan.
2. Operator yang membuat tanda itu harus hadir
pada operasi tersebut.
3. Penandaan titik yang akan di operasi adalah
sebelum pasien di pindahkan ke ruang dimana
operasi akan dilakukan.Pasien ikut
dilibatkan/terjaga dan sadar,sebaiknya dilakukan
sebelum pemberian obat pre-medikasi.
4. Tanda berupa Xdititik yang akan di operasi.

5. Tanda itu harus dibuat dengan pena atau spidol

UNIT TERKAIT

permanen berwarna hitam dan jika


memungkinkan,harus terlibat sampai pasien
disiapkan dan diselimuti.
6. Lokasi untuk semua prosedur yang melibatkan
sayatan,tusukan,perkutan atau penyisipan
instrumen harus ditandai.
7. Semua penandaan harus dilakukan bersama saat
pengecekan hasil pencitraan pasien
diagnosismisalnya sinarX,scan,pencitraan
elektronik atau hasil test lainnya dan pastikan
dengan catatan medis pasien dan gelang identitas
pasien.
8. Lokasi operasi ditandai pada semua kasus kasus
termasuk sisi (laterlity),struktur multipel (jari
tangan,jari kaki,lesi) atau multiple level (tulang
belakang).
9. Dalam kasus-kasus dimana tidak dilakukan
penandaan,alasan harus dapat dijelaskan dan
dipertanggung jawabkan.Untuk pasien dengan
warna kulit gelap,boleh di gunakan warna selain
hitam atau biru gelap (biru tua) agar penandaan
jelas misal warna merah.
10. Beberapa prosedur yang tidak memerlukan
penandaan :
1. Kasus organ tunggal (misalnya:operasi
jantung,operasi caesar).
2. Kasus intervensi seperti kateter jantung.
3. Kasus yang melibatkan gigi.
4. Prosedur yang melibatkan bayi prematur
dimana penandaan akan menyebabkan tato
permanen.
Ruang Anyelir
Ruang wijayakusuma
Ruang Anggrek
Ruang IGD
Ruang IBS

PERSIAPAN TINDAKAN OPERASI

No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

RSUD
Dr.R.SOEPRAPTO
CEPU
Tanggal Terbit

STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR
PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN

PROSEDUR

Ditetapkan oleh Direktur


RSUD Dr.R.Soeprapto Cepu

Dr.NUR MOCHAMAD PUTRA


NIP.19590503 198703 1 002
Tata cara serah terima pasien yang akan di operasi antara
perawat ruangan/bangsal dan staf kamar operasi.
1. Diketahui program pengobatan dan pelaksanaan
operasi oleh petugas ruangan dan kamar operasi agar
pelaksanaan operasi bisa berhasil dengan baik dan
mengutamakan pasien.
2. Menyiapkan obat-obatan,alat-alat,darah danpersiapan
khusus lainnya yang dibutuhkan untuk menunjang
pelaksanaan operasi tersebut.
Petugas ruangan dan petugas kamar operasi
bertanggung jawab atas persiapan pasien calon operasi
ini.
1. Petugas ruangan mengetahui jadwal operasi.
2. Petugas ruangan mempersiapkan area operasi sesuai
prosedur yang berlaku.
3. Petugas ruangan mengisi berita acara .
4. Petugas ruangan mempersiapkan semua catatan
medik pasien termasuk surat izin operasi untuk
dibawa bersama ke ruang operasi.
5. Petugas ruangan mengalungkan label identitas yang
meliputi:Nama,Umur,No.RM,Alamat,Dokter
operator,Diagnosis,rencana jenis operasi pasien pada
pergelangan tangan kanan pasien atau bila tidak
memungkinkan pada pergelangan tangan
kiri,kemudian pergelangan kaki kanan,kemudian
kiri,kemudian leher.
6. Petugas ruangan menyertakan perlengkapan

UNIT TERKAIT

penunjang operasi misalnya : persediaan obat-obatan


atau persediaan darah yang diperlukan saat operasi
dilakukanyang akan dibawa bersama pasien ke kamar
operasi.
7. Setengah jam sebelum jadwal operasi atau setelah
ada panggilan dari petugas kamar operasi,pasien
dibawa ke kamar operasi dengan memakai tempat
tidur yang dipakai di ruangan.
8. Serah terima pasien pra operasi dilakukan di ruang
transfer.
9. Petugas ruangan menyerahkan pasien disertai berita
acara serah terima yang di tanda tangani oleh
petugas dan pertugas kamar operasi dan ditulis
dalam buku registrasi kamar operasi.
10. Petugas kamar operasi memeriksa kelengkapan
berita acara,kelengkapan identitas, catatan medik
pasien,keadaan umum pasien,surat izin tindakan dan
kelengkapan penunjang lainnya seperti obat-obatan
dan persediaan darah.
11. Kebijakan khusus dan pengobatan selama operasi
berlangsung dicatat dalam berita acara oleh asisten
operasi/omloop.
12. Setelah operasi selesai,asisten menyiapkan berita
acara,catatan medik pasien.
13. Pasien dipersiapkan untuk serah terima dengan
petugas ruangan.
14. Serah terima dilakukan di ruang transfer,petugas
kamar operasi beserta semua kelengkapannya yang
ditandai dengan penanda tanganan berita acara serah
terima pasien pasca operasi.
Rawat Inap
Instalasi Gawat Darurat
Rawat Jalan

MOMEN CUCI TANGAN

No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

RSUD
Dr.R.SOEPRAPTO
CEPU
Tanggal Terbit

STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR
PENGERTIAN

Ditetapkan oleh Direktur


RSUD Dr.R.Soeprapto Cepu

Dr.NUR MOCHAMAD PUTRA


NIP.19590503 198703 1 002
Lima kejadiaan yang mengharuskan cuci tangan.
1. Untuk melindungi pasien terhadap kuman berbahaya

TUJUAN

yang ada di tangan anda.


2. Untuk melindungi pasien terhadap kuman

berbahaya,termasuk yang berasal dari pasien sendiri.


3. Untuk melindungi diri anda sendiri dan lingkungan
sekitar pasien dari kuman berbahaya.
4. Untuk melindungi diri anda sendiri dan lingkungan
sekitar pasien dari kuman berbahaya.
5. Untuk melindungi diri anda sendiri dan lingkungan
sekitar pasien dari kuman berbahaya.
PROSEDUR

1.
2.
3.
4.
5.

Sebelum menyentuh pasien


Sebelum melakukan prosedur bersih/aseptik
Setelah mendapat risiko paparan cairan tubuh pasien
Setelah menyentuh pasien
Setelah menyentuh lingkungan sekitar pasien

CUCI TANGAN DENGAN ANTISEPTIC

No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

RSUD
Dr.R.SOEPRAPTO
CEPU
Tanggal Terbit

STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR
PENGERTIAN

TUJUAN

PROSEDUR

Ditetapkan oleh Direktur


RSUD Dr.R.Soeprapto Cepu

Dr.NUR MOCHAMAD PUTRA


NIP.19590503 198703 1 002
Membersihkan tangan dari kotoran antiseptic.
1.
2.
3.
4.

Menjaga kebersihan perorangan.


Mencegah terjadinya infeksi nosokomial.
Memutus rantai penyebaran penyakit.
Membunuh mikro organisme yang ada di tangan.

1. Melepaskan aksesoris pada tangan dan gulung


baju hingga sikut (bila memakai baju lengan
panjang).
2. Basahi tangan dengan air mengalir,ambil sabun
anti septicse cukupnya 2-3 cc di telapak tangan.
3. Gosok pada permukaan telapak tangan.
4. Gosok seluruh permukaan sela jari dan bagian
belakang telapak tangan dengan jari saling
beraturan.
5. Gosok secara melingkar dengan ibu jari kanan di
bagian belakang tangan kiri dan sebaliknya.
6. Gosok secara melingkar empat jari lainnya di
permukaan telapak tangan yang berlawanan.
7. Bilas tangan dengan air mengalir lagi.
8. Keringkan tangan dengan handuk bersih,matikan
keran air dengan handuk/tissu/siku.