Anda di halaman 1dari 22

Pengantar Teori Life-Span Super dan Perkembangan Karir

Pada Masa Anak-Anak


Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Dalam Mata Kuliah Bimbingan Karir

Disusun Oleh :
Andika Rahmaditya 10050007004
Elsa Yolanda 10050007027
Switenia Silviani 10050007050
Kelas : A

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
2010

Pengantar Teori Life-Span Super


Mendasari teori Super mengenai pengembangan karir adalah asumsi-asumsi mengenai individuindividu dan dunia dimana mereka tinggal. Super (1990) menimbang pentingnya peran-peran
individu yang termasuk studi, pelayanan masyarakat, waktu luang, pekerjaan, dan keluarga saat
mempelajari pengembangan karir melintasi rentang hidup (life span). Tugas-tugas dan tahap
perkembangan adalah aspek-aspek paling penting dalam teori Super (1990). Peranan-peranan
hidup di antara tugas-tugas perkembangan dapat bervariasi di setiap individu pada setiap titik
tertentu dalam hidup mereka.
ASUMSI DASAR DARI TEORI SUPER
Super (1990) menggambarkan teorinya sebagai teori yang terdiri dari beberapa bagian, teori
yang melibatkan karya-karya pemikir lainnya Thorndike, Hull, Bandura, Freud, Jung, Adler,
Rank, Murray, Maslow, Allport, Rogers, dan yang lainnya (Super, 1990, hlm. 205). Dari
pengolahan teori-teori ini, ia menghasilkan asumsi dasar yang memungkinkannya untuk
mengembangkan teorinya sendiri. Asumsi yang paling mendasar adalah aspek-aspek logikal,
seperti kecenderungan genetik, bersama dengan aspek-aspek geografis (daerah asal) yang
memberikan dampak kepada aspek-aspek lain dari pengembangan karir.

Aspek-aspek ini

termasuk pengembangan karakteristik psikologis dan struktur sosial/ekonomi suatu lingkungan.


Karakteristik psikologis terdiri dari needs, values, minat, kecerdasan, kemampuan, dan bakat
tertentu. Ini mengarah pada pengembangan kepribadian seseorang dan pencapaianpencapaiannya. Faktor-faktor sosial/ekonomi terdiri dari komunitas, sekolah, keluarga, dan
kelompok sebaya (peer groups) seseorang, bersamaan dengan keadaan ekonomi dan bursa
tenaga kerja. Hal-hal yang disebutkan tadi mempengaruhi struktur pekerjaan dan pelatihan
karyawankondisi-kondisi eksternal yang mana ia harus berinteraksi dengannya. Faktor-faktor
sosial/ekonomi menyatukan perkembangan dari dirithe self. Saat orang-orang mempelajari diri
mereka sendiri dan lingkungannya, mereka akan melalui tahapan perkembangan dimana mereka
akan mengembangkan konsep mengenai diri mereka. Model ini didiskusikan lebih menyeluruh
dalam Super (1990). Model ini akan digambarkan disini karena akan menjadi dasar dari tulisan
dan penelitian Super beserta kolega-koleganya pada peranan-peranan hidup dan tahap-tahap
perkembangan.

PERANAN-PERANAN (ROLES)
Konsep tetap sepanjang teori perkembangan karir Super adalah konsep mengenai peran. Super
memaparkan enam peran utama: orang-orang yang berumah tangga (home maker), pekerja,
warga negara, pengangguran, pelajar, dan anak. Salience Inventory (Nevill & Super, 1986)
Super mengukur kepentingan dari semua peran, kecuali sebagai anak. Pada masa anak-anak,
peran sebagai pengangguran, pelajar, dan anak itu sangat penting. Peran sebagai pekerja, warga
negara, dan perumah tangga (dalam arti tanggung jawab pada peran-peran ini) minimal. Pada
masa remaja, peran warga negara, dan pekerja akan mulai menjadi lebih penting, tetapi secara
umum dibatasi. Masa remaja, pekerjaan seringkali tidak dihubungkan pada karir seseorang yang
sebenarnya. Dalam masa dewasa-lah seseorang memiliki lebih banyak pilihan tentang
peranannya dalam hidup. Oleh karena itu, penjelasan lebih lanjut mengenai peran-peran ini akan
diberikan pada Bagian 9, Pengembangan Karir di Masa Akhir Remaja dan Dewasa.
Busur Super (Gambar 6-1) menunjukkan bagaimana peranan-peranan bervariasi dalam
kehidupan seseorang. Dalam gambar ini, setuap busur mewakili sebuah peran dalam kehidupan.
Semakin tebal arsiran dalam setiap busur, semakin penting peranan itu. Sewaktu Super dan
Nevill (1986, hlm. 3) menjelaskan, Orang yang digambarkan dalam busur ini menyelesaikan
perkuliahan pada umur 22, langsung bekerja, menikah pada umur 26, menjadi orang tua pada
umur 27, secara tidak biasa mengikuti sekolah part-time hingga kembali full-time pada umur 47,
kehilangan orang tua pada umur 57, pensiun pada umur 67, menjadi janda/duda, dan meninggal
pada umur 81. Busur tersebut telah digunakan pada beberapa cara yang berbeda untuk
menggambarkan nilai dari konsep-konsep peranan hidup. (Bowlsbey, 1984, Super & Bowlsbey,
1979). Penyatuan dengan tahap perkembangan, konsep peranan hidup berguna dalam banyak
situasi konseling karir.
TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN
Gagasan dari tahapan dan subtahapan penting untuk teori rentang hidup Super. Gambar 6-2
menggambarkan tahapan dan subtahapan yang diasosiasikan dengan umur yang beragam. Bagian
7, Pengembangan Karir dalam Masa Anak-Anak, menggambarkan tugas-tugas yang terjadi
selama tahap pertumbuhan. Bagian 8, Pengembangan Karir Masa Remaja, berfokus pada
pengembangan minat, kapasitas, dan nilai yang terjadi selama tahap eksplorasi. Bagaimana minat
dan kapasitas muncul dalam pemilihan karir adalah aspek dari kematangan karir dan bagian inti

dari teori Super. Eksplorasi lebih lanjut yang mungkin terjadi selama masa remaja akhir atau
dewasa awal, dijelaskan pada Bagian 9
Substages
(Subtahapan)

7
5
7
0
6
5
6
0

Transitio
n

Transitio
n

Life Stages (Tahapan


Hidup)

Kehidupan
pensiun
Perencanaan
Pensiun

Disengagement
(Pelepasan)

Decelerating
(Melambat)
Innovating (Berinovasi)

5
0
4
5
4
0

Transitio
n

3
0
2
5
1
8
1
4

Transitio
n

Transitio
n

1
1
7

Updating
(Memperbaharui)

Maintenance
(Pemelliharaan)

Holding
(Penahanan)
Advancing
(Menua)
Konsolidasi

Penguatan
Stabilizing
(Penstabilan)

Establishment
(Pendirian)

Implementing
(Pengamalan)
Specifying
(Penghususan)
Crystallizi

Eksplorasi

ng
Kapasit
as
Mina
t
Fantasi

Growth
(Pertumbuhan)

Rasa penasaran

Kelahira
n

Gambar 6-2 Tahapan kehidupan dan subtahapan berdasarkan tugas-tugas


perkembangan tipikal. (Dari Career Choici and Development, oleh D. Brown, L.
Brooks, dan Asosiasi. Copyright 1984 oleh Jossey-Bass. Dicetak ulang
dengan persetujuan.
Pengembangan Karir pada Masa Remaja Akhir dan Dewasa. Tahap eksplorasi meliputi
pengkristalan (crystallizing)membuat pilihan karir, menjadi lebih spesifik pada pilihan
tersebut, mengimplementasikannya dalam bentuk menemukan dan memilih pekerjaan. Tahap-

tahap lain yang dirangkum dalam Bagian 9 adalah memulai dirinya sendiri dalam sebuah karir,
menjaga posisinya, dan meninggalkan dunia kerja. Sebuah konsep penting pada pemahaman
teori Super adalah daur ulang. Seseorang dapat mendaur ulang melalui tahap-tahap yang
bermacam-macam pada titik apapun dalam hidupnya. Contohnya, jika seseorang yang berada
dalam usia madya berkeinginan untuk merubah karirnya, orang tersebut lebih cenderung
memasuki kembali tahap eksplorasi. Mengikuti tahap perkembangan adakah interaksi seseorang
dengan dunia kerja.
PERANAN PENGUJIAN DAN INFORMASI PEKERJAAN
Kegunaan dari pengujian dan informasi pekerjaan adalah bagian dasar dari teori Super. Secara
khusus menekankan Bagian 8, Pengembangan Karir Masa Remaja, dan Bagian 9, Pengembangan
Karir Masa Remaja Akhir dan Dewasa, pengujian dan informasi pekerjaan adalah fokus dari
konseling. Lebih jauh lagi, penerimaan informasi pekerjaan memainkan peran yang utama dalam
kematangan karir, dan konsep penting dalam masa remaja. Super telah mengembangkan lebih
catatan-catatan untuk menguji teori-teorinya dibandingkan para pemikir pengembangan karir
lainnya. Dengan begini, ia tidak hanya mengesahkan teori miliknya sendiri, tetapi talah
menyediakan juga alat-alat yang berguna bagi para konselor untuk digunakan dalam pekerjaan
mereka.
PENERAPAN TEORI PADA WANITA DAN MASYARAKAT KULIT BERWARNA
Sementara Super (1957) telah sejak lama memikirkan tentang pengembangan karir pada wanita,
para pemikir lain telah lebih khusus berfokus pada isu-isu gender pada perkembangan karir.
Gottfredson (1981) telah menghadapi akibat dari pelabelan peran jenis kelamin pada pilihan
karir, yang dapat terjadi pada tahun-tahun awal sekolah dasar. Karyanya, bersama dengan para
peneliti lain di bidangnya, dijelaskan lebih lanjut dalam Bagian 7, Pengembangakn Karir pada
Masa Anak-Anak. Banyak peneliti telah mendokumentasikan akibat dari pelabelan peran jenis
kelamin pada pilihan-pilihan karir di masa remaja pria dan wanita. Bagian 8, Pengembangan
Karir Masa Remaja, menggambarkan bagaimana pelabelan peran jenis kelamin berakibat pada
piliha karir pada masa remaja. Wanita dewasa (Bagian 10), dikarenakan pilihan antara menikah
dan anak-anak, seringkali memiliki lebih banyak pertimbangan karir dibandingkan pria. Karena
mereka lebih memiliki kecenderungan untuk memasuki dan meninggalkan ketenagakerjaan pada

titik-titik berbeda dalam hidupnya. Faktor-faktor ini harus dipertimbangkan saat mendiskusikan
penerapan teori perkembangan karir Super kepada kaum wanita. Sepanjang jalur kehidupan kerja
mereka, wanita dapat mengalami krisis-krisis karir yang tidak dialami oleh pria: diskriminasi,
gangguan ketika membesarkan anak, dan pelecehan seksual. Metode-metode untuk mengosep
isu-isu ini akan didiskusikan pada Bagian 10, Transisi dan Krisis Karir Dewasa.
Super (1957, 1990) juga telah memikirkan isu-isu menghadapi orang-orang dengan kulit
berwarna. Karena orang-orang dengan kulit berwarna membuat ruang lingkup yang lebar
mengenai kelompok-kelompok budaya, masing-masing juga memiliki pengalaman yang berbeda,
sulit untuk menampilkan informasi penjelasan untuk perkembangan karir masa anak-anak,
remaja, dan dewasa. Meskipun begitu, informasi mengenai pertimbangan-pertimbangan karir
bagi orang-orang dengan kulit berwarna didiskusikan karena berhubungan dengan teori rentanghidup Super. Dalam Bagian 10, Atkinson, Morten, dan model perkembangan identitas kaum
minoritas Sue, dipresentasikan sebagai tambahan untuk model rentang-hidup Super (Supers lifespan model). Dalam membicarakan krisis karir yang mungkin akan dihadapi orang-orang
berkulit warna pada masa dewasa mereka, teori dari Hopson dan Adamss (1997) mengenai
transisi orang dewasa, diaplikasikan pada isu diskriminasi dimana orang-orang berkulit warna
dapat alami dalam karir mereka.
KESIMPULAN
Pada pendahuluan kepada pertimbangan-pertimbangan pengembangan karir di waktu yang
berbeda-beda dalam rentang hidup (life span) menggambarkan isu-isu yang akan dijelaskan
dalam empat bagian selanjutnya. Teori rentang hidup Super akan digunakan untuk menunjukkan
bagaimana peran hidup dan tahapan perkembangan dapat membantu dalam memahami
pengembangan karir untuk orang-orang di semua tahap. Satu per satu, empat bagian selanjutnya
akan menyertakan isu-isu mengenai tahapan perkembangan bagi wanita dan orang-orang berkulit
warna. Contoh dari pendekatan-pendekatan untuk konseling individu-individu di krisis dan tahap
hidup yang berbeda-beda, akan diberikan.

PERKEMBANGAN KARIR PADA MASA ANAK-ANAK


Penekanan utama dari chapter ini adalah kegiatan yang matang pada saat SD dan berbasis
pada perkembangan karir model Super. Pada chapter ini juga mencakup perkembangan peran
seks, perkembangan karir anak-anak yang kulitnya berwarna, dan presentasi tentang informasi
pekerjaan kepada anak-anak. Perkembangan karir anak-anak Model Super umumnya hanya
membahas masalah gender. Teori dari Gottfredson lebih menekankan pada perkembangan peran
seks selama masa kanak-kanak, dia membuat hipotesis tentang tipe hubungan dari peran seks
untuk memilih karir.
PERKEMBANGAN KARIR ANAK-ANAK DARI MODEL SUPER
Dorongan yang sangat mendasar pada anak-anak adalah rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu
terpuaskan melalui eksplorasi. Aktivitas ekplorasi adalah aktivitas perkembangan karir yang
penting yang mungkin tidak akan pernah berhenti. Kegiatan eksplorasi ini mengarah kepada
informasi akuisisi. ada beberapa pandangan tentang bagaimana anak memproses informasi yang
diberikan. Salah satu sumber informasi yang penting adalah tokoh kunci-orang yang anak
mungkin pilih untuk ditiru. Selama masa proses kematangan, anak-anak mengembangkan cara
untuk mengendalikan perilaku mereka sendiri dengan mendengarkan diri sendiri dan orang lain.
Untuk membuat keputusan karir, anak-anak perlu mengembangkan suatu perspektif waktu,
merasakan masa depan. Ini seiring dengan perkembangan konsep-diri pada akhirnya akan
menyebabkan pengambilan keputusan untuk merencanakan karir. Pengembangan konsep-diri
merupakan bagian yang sangat penting tentang rentang hidup dari teori Super. Konsep diri
berasal dari perilaku eksploratif anak, yang mengarah untuk memperoleh informasi karir, meniru
tokoh-tokoh kunci, dan mengembangkan minat.
Curiosity (rasa ingin tahu)
Rasa ingin tahu adalah kebutuhan yang paling dasar dari semua kebutuhan atau dorongan, yang
diamati pada hewan serta bayi. Menggunakan karya Berlynes sebagai titik awal untuk diskusi
mengenai perilaku eksplorasi, Jordaan menggunakan pendekatan yang berguna untuk memahami
eksplorasi dan rasa ingin tahu pada anak-anak. Menurut Jordaan, keingintahuan dapat
mengembangkan perubahan pada fisik individu atau kebutuhan sosialnya. Bagi seorang anak,
rasa ingin tahu mungkin akan diminta oleh rasa lapar, haus, kesepian, atau berbagai rangsang

yang lain. ketika seorang anak tidak pasti atau bingung anak dapat memutuskan untuk
menyelesaikan nya bingung. juga kebosanan, keinginan untuk kesenangan, atau keinginan untuk
stimulasi bisa menghasilkan rasa ingin tahu. dalam berhubungan rasa ingin tahu untuk kejuruan
develoment, Jordaan menekankan rangsangan lebih kompleks daripada Berlyne dalam studinya
tentang hewan dan perilaku bayi. rasa ingin tahu dapat diamati pada anak-anak yang sangat
muda dengan objek baru, orang-orang baru, dan konsep-konsep baru. yang terkena
membingungkan rangsangan baru, anak tersebut harus kemudian mencoba untuk memahami
mereka atau mencoba perilaku baru. misalnya, seorang anak melihat mainan kuda dalam sebuah
kotak bermain mungkin untuk mencoba naik itu, membayangkan bahwa ia naik kuda sungguhan.
anak lain dapat mengambil tongkat, berpura-pura bahwa itu adalah tongkat baseball dan bahwa
ia adalah seorang pemain bisbol profesional. melalui rasa ingin tahu berkhayal berpikir mungkin
berkembang. fantasi adalah tahap pertama di Ginzberg, Ginsburg, Axelrad, dan Herma careec
teori pembangunan. baik Jordaan dan Ginzberg et al, setuju bahwa rasa ingin tahu dan fantasi
anak muda yang penting dan harus didorong, terutama di tahun-tahun awal sekolah dasar.
walaupun cocok untuk pembimbing sekolah dasar untuk mendorong rasa ingin tahu
sebagai tujuan yang dapat diterima untuk pengembangan karir anak-anak, melakukan hal itu
sering tidak sederhana. pembimbing sering melihat anak-anak karena mereka tidak melakukan
apa yang mereka diperintahkan untuk melakukan oleh guru mereka. seorang anak yang menarik
ketika ia diharapkan dapat membaca atau berbicara dengan anak lain ketika guru berbicara
mungkin akan mengungkapkan rasa ingin tahu. dengan kata lain, menjadi penasaran mungkin
sering menjadi pengganggu. memperkuat rasa ingin tahu sementara mengecilkan perilaku
mengganggu bisa sulit. mendorong anak untuk mencari cara untuk mengungkapkan rasa ingin
tahu dalam arti positif bisa menjadi salah satu alternatif untuk hukuman sebagai sarana untuk
berurusan dengan perilaku mengganggu. rasa ingin tahu dapat menyebabkan kejuruan eksplorasi
di tahun-tahun berikutnya, itu tidak penting bahwa rasa ingin tahu memiliki komponen karier
pada usia dini.
Exploration
Menjadi penasaran dapat menyebabkan anak-anak menjelajahi lingkungan mereka, rumah,
sekolah, dan hubungan teman sebaya dan orang tua. keingintahuan mengacu pada keinginan
untuk pengetahuan atau untuk sesuatu yang baru atau tidak biasa, sedangkan menyangkut

eksplorasi tindakan mencari atau meneliti. rasa ingin tahu adalah suatu kebutuhan, tingkah laku
eksplorasi. Jordaan daftar sepuluh dimensi perilaku eksplorasi. ini digabungkan di sini untuk
memberikan contoh kegiatan penting yang membentuk eksplorasi. perilaku mungkin disengaja
dan sistematis atau mungkin kebetulan. misalnya, anak-anak mungkin ingin mencari tahu
bagaimana sebuah jam bekerja dengan hati-hati membongkar bagian-bagian dan menempatkan
mereka kembali bersama-sama (disengaja), atau mereka mungkin menemukan jam yang patah
dan hanya mulai bermain dengan itu (kecelakaan). sebuah perilaku eksplorasi dapat terjadi
karena orang lain meminta seorang anak untuk melakukannya atau karena seorang anak mencari
itu. kadang-kadang guru dapat meminta anak membuat teka-teki bersama-sama, atau anak
mungkin mengambil inisiatif untuk melakukannya. dalam mengeksplorasi, seorang anak dapat
menggunakan salah saat ini atau pengalaman masa lalu. setelah bermain dengan teka-teki tiga
minggu yang lalu, seorang anak dapat memutuskan untuk bermain dengan yang serupa sekarang.
beberapa perilaku eksplorasi dapat menguntungkan anak dan membantu anak belajar. perilaku
lain mungkin hanya untuk menikmati kegiatan, seperti menulis nama seseorang mundur.
beberapa perilaku eksplorasi yang diperlukan dapat kemudian berubah menjadi menyenangkan.
misalnya, dituntut untuk membaca tidak berarti bahwa membaca akan selalu menjadi sebuah
tugas. setelah sebagian menguasai keterampilan, anak-anak cenderung untuk membaca atas
inisiatif mereka sendiri. perilaku semua kejuruan hanya relevan dalam pengertian tidak langsung.
Namun, seperti perilaku menjadi lebih kompleks, mereka cenderung lebih terkait dengan tugastugas yang diperlukan oleh berbagai pekerjaan.
ketika eksplorasi adalah digagalkan, anak mungkin mengalami konflik dan kurang untuk
melakukan dengan teman sebaya, orang dewasa, dan mata pelajaran sekolah. ketika eksplorasi
adalah menahan seorang anak akan kehilangan motivasi untuk belajar. kerjanya mungkin
menjadi kurang imajinatif. anak kurang kemungkinan untuk menanggapi pertanyaan guru atau
untuk kegiatan inisiatif di dalam kelas, memperoleh informasi hanya karena faktor eksternal.
yang benar-benar menarik diri anak akan mengalami kesulitan mengembangkan kedewasaan
kejuruan, karena minat dan informasi mengenai kegiatan yang berhubungan dengan karier akan
hilang. alami, sebagian besar anak-anak tidak pada salah satu ujungnya atau yang lain dari
eksplorasi-penarikan kontinum. agak, mereka memilih untuk menjelajahi beberapa kegiatan dan
bukan orang lain.

perilaku eksplorasi ini dibangun berdasarkan perilaku eksplorasi lain. untuk mendorong
eksplorasi bahavior jenis apa pun (yang tidak merusak diri sendiri atau orang lain) dapat
memiliki konsekuensi akhirnya positif dalam hal pengembangan karier. mempercayai proses
eksplorasi tanpa memaksa itu dapat menjadi tujuan yang berguna untuk konselor dan guru.
misalnya, anak kelas ketiga dapat belajar, yang sangat umum, bagaimana telepon bekerja. belajar
seperti itu akan berkembang di kecanggihan, baik pada permintaan guru dan juga mungkin pada
anak inisiatif sendiri di tahun-tahun berikutnya. sebagai anak kelas lima, anak-anak dapat
menggambar pada pengalaman masa lalu dengan telepon, karena ia belajar lebih lanjut tentang
rincian dari operasi. ketika konselor berbicara dengan anak-anak tentang masalah-masalah di
sekolah atau di rumah, kegiatan eksplorasi mungkin memainkan peran yang kecil. Namun, ada
saat-saat penguatan kegiatan ini adalah membantu. misalnya, seorang gadis muda yang
mengeluh tentang ibu yang belum menikah pacar baru mungkin merasa puas dan kontrol dalam
hidupnya ketika dia dapat berbicara tentang hal-hal baru ia telah belajar saat membaca cerita di
rumah. perilaku eksplorasi bukanlah obat mujarab untuk keluarga atau masalah sekolah. bukan,
ini adalah kegiatan yang cenderung menghasilkan lebih banyak perilaku eksplorasi, yang
akhirnya dapat meningkatkan kemungkinan keberhasilan perencanaan kejuruan. dalam proses
kegiatan eksplorasi, anak mendapatkan banyak informasi tentang lingkungan. bagaimana
informasi ini dipelajari dan diproses adalah subjek bagian berikutnya.
Information
Jelas, informasi pembelajaran adalah penting untuk perkembangan anak dan sukses sebagai
seorang remaja dan orang dewasa. fokus dalam bagian ini adalah pada bagaimana teori-teori
pembelajaran dapat diterapkan untuk pekerjaan informasi untuk anak-anak sekolah dasar. suatu
titik yang berulang kali ditekankan dalam karya Jean Piaget adalah bahwa anak-anak tidak hanya
kurang informasi orang dewasa, bukan, ada perbedaan dalam cara memproses informasi anakanak sepanjang perkembangan mereka. hanya sebuah sinopsis singkat karya Piaget, Vygotsky,
dan Erikson akan diberikan di sini, sehingga pendekatan teori berbeda dengan akuisisi
pengetahuan dengan anak-anak sekolah dasar dapat dibandingkan.
Piaget menggambarkan empat periode utama sensorimotor perkembangan kognitif,
praoperasional, konkret operasional, dan operasional formal. pada tahap sensorimotor terjadi dari
lahir sampai usia dua tahun, ketika bayi hadir ke obyek dan peristiwa-peristiwa di sekitar mereka

dan kemudian menanggapi benda-benda atau peristiwa. menghadiri sensorik mengacu pada
tindakan seperti menyentuh, melihat, mencium, dan seterusnya. menanggapi mengacu pada
motor tersebut bertindak sebagai menggigit, memukul, dan berteriak. periode pemikiran yang
praoperasional terjadi kira-kira dari umur dua sampai usia tujuh tahun. dalam periode ini anak
dapat menambah dan mengurangi dan melakukan operasi serupa. anak-anak sebelum usia tujuh
ditandai sebagai egosentris. jika seorang guru mengumumkan bahwa seorang anak di ruang kelas
akan dipilih untuk melakukan tugas yang sangat dihormati, tiap anak cenderung berpikir bahwa
dia akan dipilih. lebih lanjut, sulit untuk anak-anak untuk menceritakan fantasi dari kenyataan.
saat adegan perang ditampilkan pada berita malam, mungkin akan sulit bagi anak-anak muda
mempunyai ide mengenai seberapa jauh kejadian ini adalah dari rumah mereka. contoh lain dari
egosentrisme anak muda adalah "internalisasi tindakan" yang terjadi ketika anak-anak muda
menggambarkan apa yang mereka lakukan dengan keras, tampaknya berbicara dengan siapa pun.
tahap ketiga, dan salah satu yang paling menarik di sini, adalah bahwa operasi konkret. tahap ini,
terjadi antara usia sekitar 7 dan 11, anak-anak berpikir secara konkret.
mereka tidak harus melihat sebuah benda untuk membayangkan memanipulasi itu, tetapi
mereka harus sadar bahwa itu ada. mereka bisa membayangkan gajah menambahkan tiga sampai
lima gajah, tetapi mereka tidak dapat menambah 3Y untuk 5Y. kemampuan untuk berpikir secara
abstrak terjadi dalam periode terakhir yang disebut operasi formal, mulai sekitar usia dua belas
tahun. lebih mudah untuk anak-anak antara usia 7 dan 11 untuk mempelajari apa yang dilakukan
seorang dokter gigi, bagaimana ia menggunakan peralatan, memeriksa gigi dan sebagainya,
daripada bagi mereka untuk merasakan berapa lama delapan tahun pasca-sekolah menengah
pelatihan benar-benar atau apa yang berarti penghasilan $ 75.000. sulit, misalnya, untuk sebuah 8
tahun untuk memahami apa artinya "menolong orang lain merasa lebih baik mengenai diri
mereka sendiri" sebagai pekerja sosial tidak. ini lebih mungkin untuk dipahami oleh remaja.
meskipun agak kritis terhadap pendekatan Piaget, Vygotsky, seorang psikolog Rusia,
telah menggambarkan sebuah sistem yang serupa dengan Piaget. ia menjelaskan tiga tahap,
masing-masing dicirikan oleh sebuah "kegiatan memimpin", yang merupakan fitur utama dalam
perkembangan psikologis anak dan landasan untuk fitur utama berikutnya. lebih lanjut, dalam
"kegiatan memimpin ', fungsi mental tertentu muncul untuk pertama kalinya. untuk usia 1 sampai
3, kegiatan utama obyek manipulasi. selama tahun-tahun prasekolah, sampai usia 7, kegiatan
utama permainan. dan untuk usia 7 hingga 11 itu adalah belajar. pada usia 7, anak-anak siap

untuk belajar tentang dunia benda dan hukum-hukum objektif tentang realitas. sistem ini,
meskipun berbeda dari Piaget's, juga menekankan pentingnya kegiatan belajar dalam
memperoleh informasi pekerjaan untuk anak usia sekolah dasar.
pandangan yang sangat berbeda, tapi satu dengan kesimpulan yang agak mirip, adalah
bahwa dari Eric Erikson. di Erikson delapan tahap perkembangan psikososial, ia daftar sebagai
tahap keempat bahwa industri versus inferioritas. hal ini terjadi antara umur 6 dan 11. anak-anak
pada usia ini memiliki kebebasan untuk melakukan hal-hal dan untuk mengatur mereka. ini dapat
memberi mereka rasa kerajinan jika mereka sukses dan rendah diri jika mereka tidak berhasil.
tahap ini, anak-anak mengembangkan rasa prestasi dengan mengorganisir, mengembangkan, dan
menerapkan informasi, atau rasa gagal jika mereka tidak menguasai keterampilan ini. dari
perspektif informasi pekerjaan, jika siswa sekolah dasar, memiliki kesempatan untuk membuat
tanda-tanda atau gambar untuk suatu pekerjaan, atau menggunakan alat-alat, seperti listrik's tang,
mereka mungkin dapat mengalami rasa keberhasilan. penyelesaian konkret dari suatu kegiatan
akan dihargai. penekanan pada beton yang tidak berbeda dengan tahap ketiga Piaget belajar.
sebagaimana akan ditunjukkan dalam bagian berikutnya, karena model peran untuk meniru dan
mengamati konsisten dengan penekanan pada pemikiran konkret dan kerajinan.
Key figures (tokoh utama)
Orang dewasa adalah model peran penting bagi anak-anak dalam belajar tentang dunia kerja dan
pengembangan diri mereka sendiri konsep. tokoh utama bagi anak-anak adalah orangtua, guru,
tokoh masyarakat, seperti atlet dan televisi kepribadian, dan orang-orang bahwa mereka
bersentuhan dengan komunitas mereka sendiri, seperti petugas polisi atau pembawa mail.
Thelen, Frautsh, Roberts, Kirkland, dan Dollinger telah menemukan bahwa anak-anak cenderung
meniru perilaku orang lain. ini konsisten dengan temuan Bandura yang signifikan sarana belajar
untuk anak-anak adalah imitasi. kaya's studi menunjukkan bahwa anak-anak tahu pekerjaan
orang-orang terbaik yang dapat mengamati anak-anak memiliki potensi untuk menjadi tokoh
utama. sebagai anak-anak meniru perilaku orang lain penting, mereka dapat memilih untuk
mengadopsi atau membuang aspek-aspek dari individu yang tampaknya cocok dengan mereka.
proses ini merupakan salah satu aspek dari perkembangan anak-konsep diri.
Super's penekanan pada tokoh utama dalam perkembangan anak-anak konsep diri dapat
menjadi berguna untuk mengingatkan konselor untuk mendengarkan dengan cermat hal-hal yang

seorang anak belajar dari pengamatan nya model peran. misalnya, seorang anak yang ayahnya
adalah jarak jauh sopir truk mungkin akan terkesan oleh ayah penguasaan kendaraan yang begitu
besar, terpesona oleh ayah mengunjungi tempat yang jauh, atau ayah terkesan oleh kemampuan
untuk mengangkat benda-benda berat. tergantung pada interaksi orangtua-anak, salah satu dari
tayangan ini mungkin memiliki dampak pada anak. jika orang yang mengemudi truk pemodelan
bukan ayahnya, tetapi seorang paman atau tetangga, dampak dari model peran mungkin tidak
akurat. jika ada kesempatan untuk mengoreksi informasi yang keliru, konselor dapat
memanfaatkan kesempatan ini dengan menggambarkan perilaku tokoh-tokoh kunci yang lain
atau perilaku yang berbeda dirasakan kehilangan tokoh kunci.
Pengendalian internal versus external
Bertahap, anak-anak mulai mengalami perasaan kendali atas lingkungan mereka sendiri. dalam
sebuah studi terhadap 28.000, berumur 9 tahun, Miller menemukan bahwa kebanyakan anakanak tidak melihat diri mereka sebagai yang bertanggung jawab atas perilaku mereka sendiri.
anak-anak sering digunakan untuk melakukan apa yang mereka diperintahkan untuk melakukan
oleh guru dan orangtua. peraturan yang harus diikuti. bahkan dalam permainan anak-anak
sekolah dasar yang merancang, berikut aturan sering sangat penting. sebagai anak-anak berhasil
dalam menyelesaikan tugas-tugas dan proyek, mereka mengembangkan perasaan outonomy,
terkontrol peristiwa-peristiwa masa depan. untuk pembimbing, anak-anak "out-of-control"
adalah perilaku yang sering sumber keprihatinan. gagasan bahwa kontrol diri dapat memiliki
dampak langsung pada satu konsep diri sendiri dan juga pada kemampuan seseorang untuk
membuat keputusan karir adalah salah satu yang menarik. sering kali konselor yang berurusan
dengan seorang anak yang telah memukul anak lain di dalam kelas atau berbicara kembali ke
guru berkaitan dengan mengendalikan situasi. membantu mengembangkan keseimbangan antara
diri dan kontrol eksternal dapat menjadi tujuan konseling. berkaitan kedewasaan karir ini
mungkin tidak pernah ada di pikiran konselor. gagasan bahwa pengendalian diri memiliki
dampak akhirnya pada perencanaan karir, bagaimanapun, adalah penting satu, apakah atau tidak
itu adalah elemen sadar pemikiran konselor ketika bekerja dengan anak-anak.

Perkembangan yang penting


Waktu, fantasi anak-anak dari pekerjaan dipengaruhi oleh informasi tentang dunia dan menjadi
kepentingan. anak yang ingin menjadi atlet profesional dapat menikmati aktivitas, bermain bola
atau senam, dan bukan hanya membayangkan dirinya sendiri menerima adultation penonton.
dalam pengembangan minat, kemampuan seorang anak untuk benar-benar menjadi seorang atlet
adalah imaterial. anak-anak muda sering tidak melihat ada hambatan untuk apa yang mereka
ingin lakukan di masa depan mereka. dalam studi Miller 28,000 anak berusia 9 tahun,
kebanyakan anak-anak bisa negara kuat dan lemah minat (meskipun sedikit mampu lemah
kepentingan negara daripada kepentingan yang kuat). Nelson menunjukkan bahwa anak-anak
kelas tiga sering dapat membuang beberapa pekerjaan karena mereka tidak menarik bagi mereka.
kepentingan pengembangan jelas merupakan hasil dari eksplorasi. sebagai anak mencoba
perilaku baru, beberapa menjadi menarik dan beberapa tidak. pengembangan kepentingan dalam
kegiatan di sekolah dan di luar sekolah adalah menjadi aspek penting pengambilan keputusan di
masa remaja.
mendorong minat anak-anak yang muncul dalam membantu dalam pengembangan karir
mereka kedewasaan. berbicara tentang aspek-aspek kehidupan mereka yang menyenangkan pada
akhirnya bisa membantu dalam perencanaan karir. karena konselor anak-anak sekolah dasar
jarang peduli dengan masalah-masalah karier, hal itu mungkin tampak tidak penting untuk
berfokus pada kepentingan. lebih jauh, dampak yang penasihat dan orang lain model peran
penting mungkin tidak dapat dilihat selama bertahun-tahun. berbicara dengan anak tentang minat
dalam bisbol, kegembiraan tentang menolong binatang yang terluka, atau kesenangan dari suatu
perjalanan baru-baru ini ke kebun binatang dapat membantu anak untuk merasa lebih penting.
perasaan ini dapat memberikan kontribusi penting bagi kemampuan anak untuk mengembangkan
rasa apa yang dia seperti, dan bagaimana ia berbeda dari orang lain. perkembangan ini konsepdiri sangat penting dalam proses seleksi karier nanti
Perspektif Waktu
Untuk mengembangkan perspektif waktu adalah untuk mengembangkan rasa masa depan, untuk
memiliki apresiasi nyata bahwa enam bulan yang berbeda dari enam tahun. untuk anak-anak di
bawah usia 9 tahun, ini sangat sulit, jika tidak impossible.for Misalnya, anak yang berkata, "Saya
ingin menjadi kapten perahu sehingga saya bisa mengarahkan perahu sekarang", hanya memiliki

rasa saat ini. pengertian tentang berapa lama "kemudian" adalah, berkembang dari waktu ke
waktu. implikasi dari perspektif waktu untuk konseling adalah bahwa hal itu tidak realistis untuk
mengharapkan bahwa anak-anak, khususnya yang di bawah kelas empat, dapat berpikir tentang
perencanaan masa depan pendidikan kejuruan atau yang lebih tinggi. agak, adalah lebih penting
untuk memeriksa pekerjaan dan tugas-tugas pekerjaan sekarang, untuk mulai mengembangkan
minat dan untuk memperkuat perilaku eksplorasi. sebagai orientasi masa depan berkembang,
maka anak-anak dapat membangun rasa planfulness yang akan memungkinkan mereka untuk
mulai membuat pilihan-pilihan pendidikan di sekolah menengah pertama yang akan berdampak
pada akhirnya mereka pilihan karir.
Konsep diri dan Perencanaan
Suatu kesadaran diri mulai muncul pada akhir masa kanak-kanak atau awal masa remaja. dengan
mengikuti melalui pada kebutuhan untuk mengetahui lebih banyak tentang lingkungan dan
menjelajahi benda dan orang-orang di lingkungan, anak belajar informasi yang akan menjadi
salah satu dasar untuk pengembangan konsep-diri. anak belajar bagaimana ia berbeda dari atau
sama dengan orang lain. lebih lanjut, dengan mengamati orang-orang penting dalam hidup
mereka, anak-anak belajar pekerjaan dan peran lainnya. juga, perilaku eksplorasi mengarah
kepada informasi dan pengalaman dengan tokoh-tokoh kunci yang pada akhirnya akan
membantu mengembangkan minat anak dalam beberapa kegiatan dan kurangnya minat pada
orang lain. anak mulai memiliki profil yang jelas dalam hal kepentingan dan pengalaman yang
memisahkan kepadanya dari orang lain. sebagai rasa mengembangkan diri, drama dan
kegairahan aktivitas menjadi kurang penting dan pencapaian tujuan menjadi lebih begitu. anakanak sekarang berada dalam posisi di mana mereka dapat merencanakan dan membuat
keputusan. tentu, tidak semua anak memiliki pengalaman yang sama dan tidak semua dapat
mengembangkan kesadaran diri yang kuat dan kemampuan untuk merencanakan. kedewasaan
karir perbedaan antara individu dan unsur-unsur dari kematangan karir adalah fokus dari bab 8.
pengembangan karier remaja.
titik diskusi sebelumnya adalah untuk menekankan pentingnya konsep-konsep yang
mengarah ke kesadaran diri dan perasaan planfulness. untuk merencanakan, anak-anak harus
memiliki informasi yang memadai, motivasi dalam hal kepentingan dan kegiatan rasa kontrol
terhadap masa depan mereka sendiri, dan gagasan tentang apa yang akan masa depan (perspektif

waktu). walaupun perkembangan kepentingan, perolehan informasi, dan pengembangan dapat


perspektif waktu tujuan yang dapat dicapai dalam konseling, mereka tidak berakhir dalam diri
mereka sendiri. mereka penting karena mereka mengarah pada pengembangan planfulness dan
kesadaran diri. saat ini sedang mengembangkan konsep-konsep penting, tidak mungkin bagi
anak-anak untuk membuat pilihan karir yang planful. agak, yang dapat mengungkapkan minat
dalam pekerjaan karena informasi yang mereka mereka mungkin atau karena pengalaman
mereka dengan models.because peran ini, konseling karir seperti yang dilakukan dengan remaja
dan orang dewasa adalah tidak pantas bagi anak-anak. kesadaran model Super basis kematangan
karir dapat membantu ketika membahas masalah-masalah lain dengan anak-anak dalam
konseling
Menggunakan Model Super Dalam Konseling Anak-Anak
Topik umum dalam konseling anak-anak muda berurusan dengan sekolah dan keluarga. thomas
menggambarkan tipikal berikut sebagai bimbingan sekolah dasar permasalahan: kurangnya
kemajuan akademis, disleksia, kurangnya prestasi membaca, masalah yang berkaitan dengan
kemampuan intelektual, penglihatan, atau pendengaran, atau mengganggu perilaku. masalah
keluarga khas bahwa Thomas mengutip adalah pelecehan anak, penelantaran anak, isu-isu yang
timbul dari keluarga orang tua tunggal, perceraian, unwedparents, stepfamilies, dan orang tua
yang bekerja. kadang-kadang, dalam menangani masalah ini, konselor akan memiliki
kesempatan untuk membuat komentar yang sesuai dengan model Super pengembangan karier
masa kanak-kanak. ini mungkin berarti sebuah diskusi mengenai perilaku eksploratif anak, reaksi
anak harus pengalaman dengan sekolah, atau yang positif atau negatif reaksi tokoh-tokoh kunci.
kesadaran dari perspektif waktu terbatas pada anak-anak dapat membantu konselor dalam
perilaku planful tidak mengharapkan untuk mereka. daerah lain di mana pandangan Super dapat
berguna dalam perhatian bahwa konselor membayar untuk kepentingan pembangunan. contoh
berikut menunjukkan bagaimana seorang konselor dapat menggabungkan pengetahuan tentang
konsep Super sambil bekerja dengan seorang anak mengenai suatu topik yang tampaknya tidak
berkaitan dengan karier.
Arthur adalah putih kelas empat siswa di pinggiran kota yang didominasi sekolah kaya
orang tua system.both dibesarkan di Toronto, Kanada. seorang mahasiswa yang telah menerima
C di kelas sebelumnya, arthur mulai jatuh di belakang anak-anak lain di kelasnya dalam

membaca, dan indera itu. ia tampaknya memiliki sedikit kontak sosial dengan teman-temannya
dan menangis agak mudah ketika frustrasi dengan membaca tugas. gurunya arthur merujuk
kepada konselor karena guru yang bersangkutan tentang perilaku dan tersangka yang arthur
mungkin memiliki ketidakmampuan belajar. ini dialog antara arthur dan konselor terjadi agak
terlambat dalam diskusi mereka.

Pemecahan masalah (problem solving)

Planfulness

Time perspective

Interests

self concept

internal control-external control

Information

key figures

Exploration

withdrawl

Curiosity

(conflict)

Dalam contoh ini, konselor harus menguasai konsep Super untuk menyemangati
eksplorasi tingkah laku Arthur dan untuk menolongnya merasa lebih baik tentang dirinya.
Walaupun tujuan dari konseling adalah untuk menolong Arthur dengan masalah membacanya,
dan hal ini tidak tampak saling berhubungan, tetapi dapat membantu Arthur memiliki rasa
berhasil akan membantu meminimalisir rasa frustasinya secara keseluruhan. Dalam poin
selanjutnya dalam interview, konselor mungkin akan bisa menemukan jembatan antara membaca
kartu baseball dengan membaca tugas sekolah. Konselor tidak memperkenalkanmasa hidup
dalam menimbulkan kesadaran, tetapi lebih menggunakan pengetahuan teori Super untuk
membantu merespon dalam konteks situasi. Contoh ini menggunakan situasi sex yang stereotype.
Dalam hal ini, yang dipilih oleh sang anak adalah aktivitas maskulin. Mengenai stereotype peran
seksual adalah sesuatu yang penting dalam pemilihan tugas perkembangan. Akan dijelaskan
lebih lanjut di bagian selanjutnya.

PERANAN SEKS YANG STEREOTYPE


Super(1957), sudah lama memiliki andil dalam tugas perkembangan yang mereka aplikasikan
kepada wanita, mengidentifikasi tujuh pola pada wanita.faktor utama dalam menentukan polapola tersebut adalah cara perempuan dalam menghadapi pernikahan dan membina rumah tangga.
Teori Super ini tidak dapat diutarakan langsung dalam masalah gender yang berkaitan dengan
tugas perkembangan laki-laki dan perempuan, dimana teori Gottfredson dapat menjabarkannya.

Teori Gottfredson dalam Tugas Perkembangan


Gottfredson (1981) telah mengartikan teori tahapan kehidupan dari tugas perkembangan untuk
anak-anak dan remaja yang menekankan pada bagian penting dimana reputasi memiliki peranan
dalam pembuatan keputusan. Hal ini tertuju pada gender dan latar belakang kelas sosial yang
pada umumnya bukan merupakan hal yang ikut berperan dalam teori tugas perkembangan lain.
Seperti pada teori yugas perkembangan yang lain, Gottfredson memasukan intelegensi,
ketertarikan jabatan, kompetensi, dan nilai pada teorinya. Yang sangat penting dalam teori
Gottfredson adalah empat tahapan dalam perkembangan kognitif yang menyediakan jalan bagi

pandangan diri sendiri di dalam dunia. Tahap pertama, terjadi antara umur 3 sampai 5 tahun,
adalah orientasi ukuran dan kekuatan. Tahapan kedua, umur 6 sampai 8 tahun, mereka
mengembangkan orientasi seksualnya, menjadi lebih sadar akan perbedaan peranan seksual
antara laki-laki dan perempuan. Pada tahap ketiga, kira-kira pada umur 9 sampai 13 tahun,
mereka terpengaruh oleh ide abstrak dari kelas sosial. Pada tahap ini, reputasi menjadi faktor
yang penting dalam pemilihan karir. Pada tahap keempat, terjadi setelah umur 14 tahun, remaja
mulai melakukan introspeksi dan mengembangkan kesadaran akan self-awareness dan persepsi
terhadap orang lain.
Gottfredson (1981) mengutip dari berbagai bidang yang menguatkan posisinya bahwa
peranan seks yang stereotype terjadi pada umur 6 sampai 8 tahun. Looft (1971) menanyakan
pada anak laki-laki dan perempuan kelas 2 SD, meraka ingin jadi apa setelah mereka dewasa.
Untuk anak laki-laki, pilihan paling banyak adalah menjadi pemain futbol dan polisi, dan doktor,
doker gigi, pendeta, dan pilot lebih sedikit yang memilihnya. Untuk perempuan, perawat dan
guru merupakan yang paling banyak disebutkan, diikuti pilihan menjadi ibu dan pramugari.
Pengertian kenapa stereotype peranan seksual sangat kuat, didukung oleh Betz dan
Fitzgerald (1987) dalam pembahasan mereka tentang bias (penyimpangan) seks dalam
pendidikan. Mereka mengutip banyak studi tentang bagaimana mudah menyebarnya stereotype
seks di sekolah. Sebagai contoh, Nilsen (1971) jangka waktu apron syndrome lebih ditujukan
pada banyaknya gambar dalam buku bacaan dan buku teks wanita memakai celemek. Scott
(1981) melaporkan bahwa laki-laki dan perempuan digambarkan dalam peranan stereotype :
perempuan digambarkan sebagai yang pasif dan bodoh, sedangkan laki-laki digambarjan sebagai
si penyelesai masalah. Aspek lain dari stereotype peranan seks di sekolah adalah si figur kunci
itu sendiri. Menurut Betz dan Fitzgerald (1987), guru cenderung perempuan sedangkan kepala
sekolah cenderumg laki-laki.
Dua aspek yang signifikan dari teori Gottfredson adalah pembatasan dan kompromi
(persetujuan). Secara umum, pembatasan terletak pada pemikiran bahwa banyak faktor batasan
pemilihan karir pada usia yang berbeda. Secara spesifik, pembatasan ditujukan bahwa gender
akan mempengaruhi kegiatan yang lebih disukai pada umur 6 tahun keatas, dan latar belakang
sosial, atau tigkat reputasi, dari umur 9 tahun dan seterusnya.. dangan begini, pilihan dibatasi
atau terbatas.

Kompromi ditujukan pada keperluan pada individu untuk merubah pilihan karir atau
jalan hidup harus sepadan denganfaktor batasan kenyataan dalam lingkungan seperti kompetisi
pada pasar atau bursa pekerjaan. Untuk lebih jelasnya, level kompromi dari teori Gottfredson
(1981) khawatir pada prediksi yang terjadi pada tahapan yang lebih awal, apabila lebih tabah,
maka akan merubah lebih sedikit keinginan individu untukkompromi pada tahapan tersebut.

Pengaruh Teori Gottfredson Terhadap Teori Super


Model Super (1990) pada masa awal perkembangan, tidak berhubungan dengan
penyimpangan seks. Teori Gottfredson (1981) telah menghubungkan beberapa konsep penting
Super. Konsisten dengan kedua teori adalah yang paling penting dalam eksplorasi karir yang
tidak dibatasi oleh stereotyping peranan seks. Dengan begitu semua anak laki-laki dan
perempuan dapat mengeksplorasi aktivitas seperti halnya merajut, menjahit, olahraga, dan olmu
pengetahuan. Lebih lanjut, informasi yang memungkinkan di sekolah tidak seharusnya
memperkuat stereotype peranan seks. Dan secara umum, penerbit buku teks telah
memperbaharui untuk menggambarkan orang dewasa dan anak-anak dalam gambar yang tidak
menguatkanmodel peranan seks yang tradisional.

Penggunaan Konsep Gottfredson dan Super dalam Konseling


Saat melakukan konseling dengan anak, konselor dapat memberikan informasi alternatif
tentang penempatan peran seks saat mendiskusikan pengeksplorasian, figur kunci, informasi, dan
minat. Apabila gadis kecil menyukai belajar dan mengamati serangga dan gadis itu diperintahkan
seseorang untuk tidak melakukan hal tersebut, maka konselor dapat mengindikasikan bahwa hal
ini mungkin adalah pandangan individu dan pemberian tekanan pada kepuasan si gadis kecil
dalam mengamati serangga. Dengan melakukan ini, konselor telah menyediakan informasi
tambahan kepada gadis kecil tentang aktivitas tersebut yang mengarah kepada biologi.

Perkembangan Karir Pada Anak Berkulit Hitam


Miller (1977) menemukan bahwa anak berkulit putih yang berumur 9 tahun lebih mampu
memberikan daftar tentang kekuatan dan kelemahan dibanding anak Afrika-Amerika berumur 9
tahun. Anak Afrika-Amerika lebih sedikit mendapatkan pengalaman belajar di luar sekolah
seperti bermain piano dan pelajaran menari yang dilakukan anak perempuan kulit putih. Pelajar
Afrika-Amerika berumur 9 tahun lebih sedikit tertarik pada pilihan karir mereka sendiri
dibandingkan anak kulit putih. Lebih lanjut, anak keturunan Afrika-Amerika memiliki lebih
sedikit pengetahuan tentang penempatan.
Penelitian ini menyarankan bahwa anak kulit hitam untuk mendorong/merubah
kebebasan mereka kepada aktivitas mengeksplorasi informasi yang mungkin dapat menambah
perkembangan mereka. Kesimpulan ini sama dengan yang dikemukakan oleh Osipow (1975),
yang menulis bagaimana orang kulit hitam telah tertindas, ditolak dari sebagian akses untuk
mendapatkan kesempatan dibanding kulit putuih.

Informasi Penempatan dalam Konseling


Menyarankan untuk memberikan informasi kepada anak tentang penempatan dapat
dilakukan dari perkembangan teoritis. Pandangan Piaget dalam belajar, menyarankan bahwa
informasi tersebut diberikan kepada anak berumur dibawah 12 tahun dan harus secara jelas
dalam memberikannya. Erikson menekankan pada pentingnya kesuksesan dan prestasi untuk
anak muda. Belajar mengenai karir tidak harus meliputi keseluruhan, namun bisa dilakukan
sebagian-sebagian.

Pendidikan Karir di Dalam Kelas


Karena pendidikan karir merupakan kurikulum, dan bukan merupakan fungsi konseling
individual atau kelompok, penanganan yang penuh diluar dari jangkauan buku ini. Walaupun
begitu, satu kegiatan konselor adalah pengembangan dan atau konsultasi dalam sistem
pendidikan karir. Karena bimbingan karir adalah salah satu hal terpenting dalam proses

penentuan-sebelum-memulai-karir, diharuskan berdiskusi. Mengacu pada Hoyt, Evans, Mackin,


and Magnum (1972), bimbingan karir lebih ditujukan untuk menolong orang lain dalam
mempelajari nilai-nilai dari orientasi-kerja-masyarakat dan nilai-nilai penting dalam hidup
mereka.

Peran Pengetesan
Karena minat, kapasitas, dan nilai tidak cukup berkembang pada anak-anak sekolah
dasar, penilaian akan hal ini belum waktunya dilakukan. Sedikitnya, penekanan dalam
mendapatkan informasi tentang diri, orang lain, dan penempatan, dan pengembangan dari selfconcept. Anak-anak perlu untuk bisa melihat masa depan dan memiliki kesadaran tentang
bagaimana perkuliahan dan dunia kerja saat ini.

Persoalan Konselor
Konseling mengenai karir dengan anak kecil dapat sangat menantang karena anak-anak
pada tahap sangat awal dalam proses pemilihan karir dan konselor biasanya dalam pendirian atau
tahap perawatan. Konselor dapat melewati tahap proses dalam memilih karir, menilai
kemampuan mereka, kapasitas, dan nilai, dan berakting di depan mereka. Anak-anak dapat jauh
dari ini. Mereka cepat mendapat pengalaman dan informasi jauh sebelum mereka dapat membuat
keputusan.

Kesimpulan

Beri Nilai