Anda di halaman 1dari 48

Indikasi untuk

operasi cataract

1.

Pada bayi <1 tahun.

Perkembangan macula lutea dan fovea centralis pada bayi


terjadi s/d bayi berumur 7 bulan. Untuk perkembangan ini perlu
ada rangsangan yakni cahaya. Bila cataractnya sangat tebal
sehingga cahaya tak dapat sampai pada macula, maka operasi
harus dilakukan sebelum bayi berumur 7 bulan. Hal ini perlu
dilakukan supaya macula dapat berkembang. Bila operasi dilakukan
setelah bayi berumur > 7 bulan, perkembangan macula tidak
sempurna dan visus bayi tidak
normal. Maka ia akan menderita
amblyopia ex anopsia, yakni
visus berkurang karena mata tidak
dipakai untuk melihat. Apalagi bila operasi baru dilakukan setelah
berumur 2-3 tahun,
maka matanya tak dapat berfiksasi sehingga
akan bergerak terus menerus (= nystagmus).

1.

Pada bayi <1 tahun.

Test untuk mengetahui apakah cahaya dapat sampai ke


macula adalah dengan funduscopy. Bila retina dapat terlihat,
disebut fundus reflex positif dan operasi dapat ditunda sampai
anak berusia 2-3 tahun. Sebaliknya bila retina tak dapat terlihat,
dikatakan fundus reflex negatif dan bayi harus
dioperasi
sebelum berusia 7 bulan.

2.

Pada orang dewasa


Ada 2 indikasi :
a.

Indikasi klinis
Disini cataract telah menyebabkan komplikasi,
biasanya uveitis atau glaucoma. Dalam hal ini,
komplikasi di tanggulangi terlebih dahulu, baru
dilakukan tindakan operasi cataract.

2.

Pada orang dewasa


Ada 2 indikasi :
b.

Indikasi visuil
Yakni, indikasi menurut visusnya. Terbagi menjadi :
Cataract monokuler. Karena mata yang lain masih
baik, maka operasi tidak perlu dilakukan secepatnya.
Dapat ditunda sampai matura atau sampai cataract ini
mengganggu pekerjaan sehari-hari.

2.

Pada orang dewasa


Ada 2 indikasi :
b.

Indikasi visuil
Yakni, indikasi menurut visusnya. Terbagi menjadi :
Cataract binokuler. Dibagi
untuk :
-

pekerja halus (fine work), misalnya guru, pegawai


kantor dll. Disini patokannya adalah, bila mata
dengan visus terbaik (dengan koreksi), visusnya
5/30 atau 6/36. Dalam hal ini pasien sudah sulit
untuk bekerja. Maka mata dengan visus terburuk
bisa dioperasi.
Contoh :
AVOD 2/60
tak dapat dikoreksi
AVOS 5/60
S -2.00 5/30
Maka OD harus dioperasi.

2.

Pada orang dewasa


Ada 2 indikasi :
b.

Indikasi visuil
Yakni, indikasi menurut visusnya. Terbagi menjadi :
Cataract binokuler. Dibagi
untuk :
-

pekerja kasar, misalnya tukang bangunan. Disini


patokannya adalah bila yang yang terbaik
(dengan koreksi) visusnya 5/50, sehingga ia sulit
melakukan pekerjaannya.
Contoh :
AVOD 3/60
S -4.00 5/50
AVOS 4/60
tak dapat dikoreksi
Maka OS harus dioperasi

Kontra indikasi untuk operasi cataract


1.

Fungsi retina tidak baik : Ini dapat ditest dengan memberi


cahaya senter pada mata pasien.
Bila pasien dapat melihat cahaya tersebut, dikatakan visus
1/.
Lalu diteruskan dengan memberi sinar dari berbagai arah
(atas, bawah, kiri, kanan, tengah).
Bila pasien mengetahui arah datangnya cahaya, dikatakan
visus 1/ proyeksi (+)
Ini berarti, retina masih berfungsi dengan baik.
Bila pasien pasien dapat mengetahui cahaya, tapi tak
mengetahui arah datangnya sinar, dikatakan visus 1/ proyeksi
()
Ini berarti, retina tidak berfungsi dengan baik.
Bila pasien tak dapat melihat cahaya apapun, visus = 0,
retina tidak berfungsi dengan baik.

Kontra indikasi untuk operasi cataract


2.

Adanya radang di mata atau sekitarnya. Bila ada radang,


kuman dapat masuk melalui sayatan di limbus ke bagian
dalam bola mata, dan menyebabkan radang di dalam bola
mata (= endophthalmitis). Biasanya berakibat fatal bagi
penglihatan. Juga harus khusus diperhatikan apakah ada
obstruksi di dalam ductus naso lacrimalis, yakni dengan adanya
anel test negatif. Bila ada obstruksi, maka kuman dapat
berkembang biak di dalam saccus lacrimalis dan keluar masuk
melalui punctum lacrimalis. Maka anel test negatif adalah suatu
kontra indikasi yang mutlak.

Kontra indikasi untuk operasi cataract


3.
Hipertensi, harus diturunkan terlebih dahulu, sebab
menimbulkan resiko bahaya perdarahan sewaktu operasi.
4.

DM. Kadar gula harus diturunkan, sebab ada bahaya infeksi


sekunder, perdarahan, dan luka sulit sembuh.

5.
Penyakit paru-paru. Bila penyakit ini disertai batukbatuk,
maka bahayanya adalah bahwa jahitan dapat terlepas.
Bila penyakit paru-paru tidak disertai batuk, operasi dapat
dilaksanakan.
6.
batuk,

Penyakit jantung, dapat disertai sesak nafas dan batukmisalnya cor pulmonale.

Operasi cataract (garis besar)


Cataract tak dapat disembuhkan dengan obat apapun. Satusatunya jalan adalah dengan operasi. Jenis operasi tergantung
dari konsistensi cataractnya.

1.
Untuk fluid cataract pada usia < 1 tahun dilakukan
discission (disisi) dengan bius umum. Untuk itu dipakai suatu
alat yang disebut jarum disisi.

Jarum ditusukkan di limbus, dan capsula lentis anterior dibuka.


Karena isi lensa masih cair maka isinya keluar sendiri dan memenuhi
camera oculi anterior dan posterior. Isi tsb. akan diabsorpsi (diserap)
sehingga bersih.

Bila absorpsi tidak berjalan seperti yang diharapkan, maka ada sisa
yang disebut :

Nastaar (bahasa Belanda), atau


After cataract, atau
Cataract secundaria/ cataract sekunder

Bila nastaar ini tidak menganggu penglihatan, maka tidak dilakukan


tindakan apapun. Tapi bila mengganggu, nastaar dapat dioperasi
kembali. Nastaar dapat disembuhkan dengan YAG Laser. Dengan
sonar dibuat lubang berdiameter 4 mm di capsula lentis posterior.
Bagian yang dipotong akan diabsorpsi sehingga tidak perlu dikeluarkan.

2.

Untuk soft cataract (s/d usia 35 tahun) dilakukan linear cataract


extraction dengan local anaesthesia (bius lokal). Alat yang
dipakai adalah keratome. Keratome ditembuskan di limbus arah
jam 12. Capsula lentis anterior dibuka. Isi lensa dikeluarkan dengan
semacam sendok (Daviel Spoon) kemudian dilakukan irigasi agar
isinya keluar semua. Cairan yang digunakan untuk
irigasi dapat
berupa NaCl fisiologis, larutan Ringer maupun BSS
(Balanced
Salt Solution).

Sesudah seluruh lensa keluar, maka tidak mempunyai lensa lagi.


Keadaan ini disebut aphakia. Ciri-ciri aphakia adalah :

Camera oculi anterior dalam


Pupil hitam
Iris bergetar = iris tremulans = iridodonesis
Visus 1/60. Bila diberi S+10.00 baru terang ( = hypermetropia
tinggi)
Baca harus diberi Add S+3.00

Lensa S+10.00 adalah lensa positif tinggi dan mempunyai kerugian


sbb :

Berat

Benda-benda kelihatan lebih besar dan lebih dekat dari


sebenarnya sehingga ada disorientasi dari besar dan jarak
benda.
Dalam kegiatan sehari-hari pasien merasa tidak nyaman.

Kemudian dicari cara untuk dapat menanggulangi kesulitan ini. Mulamula dilakukan penggantian kacamata dengan lensa kontak, yakni lensa
yang langsung diletakkan diatas cornea.
Lensa kontak tidak membesarkan atau mengecilkan benda-benda
sehingga pasien merasa lebih nyaman. Tetapi memakai lensa kontak
membutuhkan ketelitian, kesabaran dan disiplin, sehingga sulit untuk
digunakan orang berusia lanjut.

Akhirnya ditemukan IOL implant (intra ocular implant) yang terbuat dari
silikon. Lensa buatan ini ditanam di dalam mata yakni di depan capsula
lentis posterior. Keadaan mata yang sudah mempunyai lensa tanam
buatan ini disebut pseudophakia.

3.

Operasi pada hard cataract (>35 tahun), ada 3 cara :

Cara 1:
ICCE (Intra Capsular Cataract Extraction). Dulu cara ini sangat
populer. Tetapi sekarang sudah ditinggalkan karena cara ini
menghasilkan aphakia.
Cara operasi dalam garis besar :

Lensa dikeluarkan sekaligus bersama-sama dengan capsulanya. Maka


zonula zinnii dihancurkan terlebih dahulu dengan menyuntikkan zat
chimotrypsine. Kemudian limbus dibuka (disayat) di arah jam 10 sampai
arah jam 2. Sesudah lensa bebas dari zonula zinnii, dimasukkan alat
berbentuk seperti ballpoint (cryoceps) yang di dalamnya mengandung
zat pendingin.

Ujung cryoceps yang sangat dingin ditempelkan pada ujung


capsula lentis anterior. Karena dingin sekali, ujung cryoceps
melengket pada capsula lentis anterior. Cryoceps kemudian
perlahan-lahan ditarik keluar dengan cara zig-zag (=di luxeer
keluar) sampai lensa keluar dari limbus. Keadaan mata menjadi
aphakia.

Ujung cryoceps yang sangat dingin ditempelkan pada ujung


capsula lentis anterior. Karena dingin sekali, ujung cryoceps
melengket pada capsula lentis anterior. Cryoceps kemudian
perlahan-lahan ditarik keluar dengan cara zig-zag (=di luxeer
keluar) sampai lensa keluar dari limbus. Keadaan mata menjadi
aphakia.

Sebelum ditemukannya cryoceps, lensa diangkat dengan


menggunakan kapsel-pinset

Prosedur operasi sbb :

Operasi hard cataract, cara ke 2:


ECCE (Extra capsular cataract extraction) diteruskan dengan pemberian IOL
implant.

Operasi hard cataract, cara ke 3:


Phacoemulsification.
Disini lensa dihancurkan dengan getaran suara (vibrasi ultrasound).
Operasi secara garis besar :
Dibuat irisan di limbus sebesar 3,2 mm untuk memasukkan pipa/
titanium sonde yang berhubungan dengan alat yang membuat getaran
sebanyak 40.000/detik Dengan getaran ini lensa dihancurkan menjadi
partikel-partikel halus, dan kemudian disedot. Lalu dimasukkan lensa
implan dalam keadaan terlipat (foldable lens) yang kemudian
mengembang sendiri di dalam capsula lentis. Karena luka yang
ditimbulkan sangat kecil, resiko operasi juga sangat kecil. Tidak ada
perdarahan dan resiko infeksi. Luka juga tidak perlu dijahit.

Dilakukan insisi 3mm

Capsula lentis dibuka

Lensa katarak dihancurkan dengan ultrasound menjadi partikel-partikel kecil

Partikel-partikel di irigasi

IOL dalam keadaan terlipat ditanam dan


mengembang di dalam capsula lentis
menjadi sebesar 6 mm.

IOL tertanam di dalam capsula