Anda di halaman 1dari 3

Contoh Soal Elastisitas Pendapatan

Apakah perbedaan antara elastisitas busur dengan elastisitas titik. Buatlah ilustrasi
menghitung besarnya koefisien elastisitas harga permintaan barang X dan pendapatan dengan
menggunakan metode elastisitas busur dan metode elastisitas titik.
Jawab :
1. Elastisitas busur digunakan apabila dalam soal diketahui harga dan jumlah secara
lengkap
Contoh:
Titik
Harga (P)
Kuantitas (Q)
A
12
30
B
10
50
Maka rumus elastisitasnya adalah:
Ed = Q * (P1 + P2) / 2
P (Q1 + Q2) / 2
Ed = (50 30) * (12 +10) / 2
(10 12)
(30 + 50) / 2
= -20
* 11
-2
40
= 2,75
Sedangkan metode elastisitas busur digunakan apabila soal elastisitas berbentuk aljabar.
Contohnya:
Permintaan suatu barang: Q = 60 10P
Ed = Q *
P
P
Q
Jika P = 2, maka Q = 40
Ed = (-10)* 2 / 40 = 0,5
7.
Berikan uraian analisis untuk nilai koefisien elastisitas permintaan berikut;
(a) ep = -5 ;
(b) ex.y = 2 ;
(c) eI = 0,4
Jawab:
a)
Ep = -5 maka setiap kenaikan harga 1% mengakibatkan penurunan permintaan sebesar
5%
b)
Ex.y = 2 maka kedua barang tersebut merupakan barang subtitusi yang artinya apabila
harga naik 1% maka permintaan barang tersebut akan naik
c)
EI = 0,4 barang tersebut merupakan barang pokok atau barang normal karena jika terjadi
kenaikan 1% pendapatan maka permintaan barang tersebut akan naik 0,4%
8.
Besarnya koefisien elstisitas harga penawaran barang X adalah 3. berikan penjelasan
dari besarnya nilai koefisien tersebut.
Jawab:
Apabila besarfnya koefisien penawaran X = 3, maka bila harga naik 1% permintaan terhadap
barang tersebut naik 3%, kejadin ini disebut elastis karena koefisien penawaran lebih besar
dari 1.
9.
Permintaan terhadap barang X ditunjukkan oleh persamaan Q = 10 2P. Tentukan
besarnya koefisien elastisitas harga permintaan barang X pada tingkat harga barang X adalah

3. jika produsen (penjual) ingin meningkatkan penerimaan total (TR), kebijakan harga apa
yang harus diambil (menaikkan harga atau menurunkan harga), berikan alasan jawaban anda.
Jawab :
Untuk P = 3
Q = 10 2P
Q = 10 6
Q=4
Untuk P = 4
Q =10 2P
Q =10 8
Q=2
(-1/ -2)*(3 / 4)
= (-0,5) * (3 / 4)
= -0,375 = 0,375
Pada saat harga naik sebesar 1% maka permintaan akan turun sebesar 0,375%. Jika
perusahaan ingin menigkatkan total penerimaan, melalui kebijakan harga yaitu dengan cara
perusahaan harus menaikan harga karena persentase kenaikan harga lebih besar dibanding
persentase penurunan permintaan.
10. Setelah dilakukan penelitian mengenai respon konsumen terhadap permintaan barang X,
ditemukan besarnya koefisien elastisitas silang antara barang X dengan barang Y adalah -3.
berikan analisis nilai koefisien elastisitas silang antara barang X terhadap barang Y.
Bagaimana hubungan antara barang X dan barang Y, berikan penjelasan.
Jawab :

Jika Ex.y = -3, maka kedua barang tersebut merupakan barang komplementer yang
artinya jika harga X naik 1% maka permintaan terhadap barang Y akan menurun.

11. Penawaran barang X ditunjukkan oleh persamaan Qsx = 4P 5. tentukan besarnya


koefisien elastisitas harga penawaran barang X pada tingkat harga barang X adalah 3.
Bagaimana sifat penawaran barang X (elastis, inelastic atau elastisitas uniter)?
Jawab :
Qsx = 4P 5
Pada tingkat harga (P) = 3
Qsx = 7
Pada tingkat harga (P) = 4
Qsx = 11
Es = (-1 / -4) * (3 / 7)
Es = (0,25) * (0,428)
Es = 0,584
Apabila terjadi kenaikan harga 1% akan mengakibatkan kenaikan penawaran sebesar 0.584
%. Elastisitas penawaran ini berbentuk in elastis.
12. Jika harga barang X turun 20% berakibat jumlah barang X yang diminta naik 40%.
Tentukan besarnya koefisien elastisitas harga permintaan barang X.
Jawab:
Syarat fungsi permintaan
P/(Qdx) = Q-Px
Jika : P = 20 % = 0.02
: Q = 40 % = 0.04
: Q = 0,4 0,2P
: Q1= 0,2

= (Qdx1 / Qdx) P
= {-0,2 / (0,4 (0,2)2)}0,2
= 0,1 inelastis
13. Kenaikan harga barang Y dari Rp. 6.000 menjadi Rp. 10.000 menyebabkan jumlah
barang X yang diminta naik dari 20 unit menjadi 25 unit. Tentukan besarnya koefisien
elastisitas silang antara barang X dan barang Y pada tingkat harga barang Y sebesar Rp.
10.000. Apakah hubungan antara barang X terhadap barang Y.
Jawab :
Py1 = 6000, Py2 = 10000 4000
Qx1 = 20, Qx2 = 25 -5
(5 / 4000) = 0,00125
Exy = -0,00125 * (10000 / 25)
Exy =- 0,5
Sumber

: Referensi Buku : Pengantar Ekonomi


Pengarang : Suryanto Dharma, Bandung

untuk

Kelas