Anda di halaman 1dari 15

CEPHALGIA

Nyeri kepala atau cephalgia adalah


nyeri atau rasa tidak enak di kepala,
setempat atau menyeluruh dan dapat
menjalar ke wajah, mata, gigi, rahang
bawah dan leher.

Anamnesis khusus nyeri kepala meliputi :


jenis nyeri

berat, denyut, tarik, ikat, pindah pindah, rasa


kosong
awitan (onset)

onset pada orang tua : peningkatan TIK


(hidrocephalus, tumor, perdarahan sub arachnoid)
kronis : tension headache, post trauma, neurosis,
sinusitis
akut : perdarahan non trauma, meningitis,
glaucoma
frekuensi (periodisitas)

terus-menerus : tension headache


episode : migren
lama nyeri

migren : dalam jam


tension headache : hari-bulan
neuralgia trigeminal : menyengat, detik-menit

kapan nyeri

cluster headache: sewaktu tidur nyeri waktu bangun tidur


tension headache: siang dan sore lebih sering, rangsangan
emosi
migren; pencetus cahaya, cuaca, alkohol
neuralgia trigeminal: tecetus waktu menelan, bicara, sikat
gigi

kualitas dan intensitas

migren: denyut hebat (susah kerja)


cluster headache: denyut seperti bor
tension headache: seperti memakai topi baja berat

gejala penyerta

migren: muntah, vertigo, diplopia


cluster: ptosis ipsilateral, mioasis, konjungtiva merah
tension headache: foto dan fonofobia.

Pemeriksaan :
palpasi pada tengkorak untuk mencari

kelainan bentuk, nyeri tekan dan benjolan


Palpasi pada otot untuk mengetahui tonus
dan nyeri tekan daerah tengkuk
Perabaan arteri temporalis superfisialis dan
arteri carotis komunis
Pemeriksaan leher, mata, hidung, tenggorok,
telinga, mulut dan gigi geligi perlu dilakukan
Pemeriksaan neurologis lengkap, ditekankan
pada fungsi saraf otak termasuk funduskopi,
fungsi motorik, sensorik serta koordinasi.

MIGRAIN
Migrain atau sering juga disebut sakit

kepala atau pusing sebelah adalah


nyeri kepala berdenyut yang kerapkali
disertai mual, muntah.
Penderita biasanya sensitif terhadap
cahaya, suara, bahkan bau-bauan.
Sakit kepala ini paling sering hanya
mengenai satu sisi kepala saja,
kadang-kadang berpindah ke sisi
sebelahnya, tetapi dapat mengenai
kedua sisi kepala sekaligus.

KLASIFIKASI
migren tanpa aura
migren dengan aura
varian migren

Pencetus migrain antara lain:


Konsumsi makanan tertentu, seperti coklat,
MSG, dan kopi
Tidur berlebihan atau kurang tidur
Tidak makan
Perubahan cuaca atau tekanan udara
Stres atau tekanan emosi
Bau yang sangat menyengat atau asap
rokok
Sinar yang sangat terang atau pantulan
sinar matahari.

Patogenesi :
1. Gangguan neurologis
Setiap orang mempunyai ambang migraine yang berbeda-beda,
sesuai dengan reaksi neurovaskular terhadap perubahan
mendadak dalam lingkungan. Dengan tingkat kerentanan
yang berbeda-beda maka akan ada sebuah ketergantungan
keseimbangan antara eksitasi dan inhibisi pada berbagai
tingkat saraf.

2. Perubahan sensitivitas sistem saraf


Proyeksi difus locus ceruleus ke korteks sereri dapat mengalami
terjadinya oligmia kortikal dan mungkin pula terjadinya
spreading depresision
3. Aktivasi trigeminal vaskular
Mekanisme migraine berwujud sebagai refeks trigeminal
vaskular yang tidak stabil dengan cacat segmental pada jalur
nyeri. Cacat segmental ini yang memasukkan aferen secara
berlebihan yang kemudian akan terjadi dorongan pada
kortibular yang berlebihan. Dengan adanya rangsangan
aferen pada pembuluh darah, maka menimbulkan nyeri
berdenyut.

Gejala Awal:
Satu atau dua hari sebelum timbul
migrain, penderita biasanya
mengalami gejala awal seperti
lemah, menguap berlebih, sangat
menginginkan suatu jensi makanan
(mislanya coklat), gampang
tersinggung, dan gelisah.

Aura:
Hanya didapati pada migrain klasik. Biasanya terjadi
dalam 30 menit sebelum timbulnya migrain. Aura
dapat berbentuk gangguan penglihatan seperti
melihat garis yang bergelombang, cahaya terang,
bintik gelap, atau tidak dapat melihat benda dengan
jelas. Gejala aura yang lain yaitu rasa geli atau rasa
kesemutan di tangan. Sebagian penderita tidak dapat
mengucapkan kata-kata dengan baik, merasa kebas di
tangan, pundak, atau wajah, atau merasa lemah pada
satu sisi tubuhnya, atau merasa bingung. Penderita
dapat mengalami hanya satu gejala saja atau
beberapa macam gejala, tetapi gejala ini tidak timbul
bersamaan melainkan bergantian. Suatu gejala aura
biasanya menghilang saat nyeri kepala atau gejala
aura yang lain timbul. Namun kadang-kadang gejala
aura tetap bertahan pada permulaan sakit kepala.

Sakit kepala dan gejala penyerta:


Penderita merasakan nyeri berdenyut
pada satu sisi kepala, sering terasa di
belakang mata. Nyeri dapat berpindah
pada sisi sebelahnya pada serangan
berikutnya, atau mengenai kedua belah
sisi. Rasa nyeri berkisar antara sedang
sampai berat. Gejala lain yang sering
menyertai nyeri kepala antara lain:

Kepekaan berlebihan terhadap sinar, suara, dan bau


Mual dan muntah
Gejala semakin berat jika beraktifitas fisik
Tanpa pengobatan, sakit kepala biasanya sembuh
sendiri dalam 4 sampai 72 jam.

Gejala Akhir:
Setelah nyeri kepala sembuh,
penderita mungkin merasa nyeri
pada ototnya, lemas, atau bahkan
merasakan kegembiraan yang
singkat. Gejala-gejala ini menghilang
dalam 24 jam setelah hilangnya sakit
kepala

Pemeriksaan penunjang :
MRI atau CT Scan, yang dapat
digunakan untuk menyingkirkan
tumor dan perdarahan otak.
Punksi Lumbal, dilakukan jika
diperkirakan ada meningitis atau
perdarahan otak.

Terapi medikamentosa
Anti-Inflamasi Non Steroid (NSAID), misalnya

aspirin, ibuprofen, yang merupakan obat lini


pertama untuk mengurangi gejala migraine.
Triptan (agonis reseptor serotonin). Obat ini
diberikan untuk menghentikan serangan migrain
akut secara cepat.
Ergotamin, misalnya Cafegot, obat ini tidak
seefektif triptan dalam mengobati migrain.
Midrin, merupakan obat yang terdiri dari
isometheptana, asetaminofen, dan dikloralfenazon.
Analgetik, mengandung butalbital yang sering
memuaskan pada terapi
Opioid analgesics, pada umumnya lapang
perantaranya memberikan hasil yang
mengecewakan.