Anda di halaman 1dari 30

Sosiologi

Kesehatan
Magister Kedokteran Tropis
Fakultas Kedokteran Universitas
Sumatera Utara
2014

ILMU PERILAKU DAN


HUBUNGANNYA DENGAN
Ilmu perilaku adalah cabang dari ilmu-ilmu
KESEHATAN
sosial yang sasaran/ obyeknya adalah perilaku

manusia.
Ilmu perilaku terdiri dari tiga cabang ilmu, yaitu
psikologi, sosiologi dan antropologi, mengingat
bahwa perilaku manusia sangatlah dipengaruhi
oleh aspek-aspek kejiwaan, kemasyarakatan
dan kebudayaan.
Sosiologi mempelajari hubungan dan pengaruh
timbal balik antara individu dengan kelompok
(mulai dari keluarga sampai dengan kelompok
masyarakat yang kompleks), struktur sosial,
serta meneropong proses-proses sosial,
termasuk perubahan sosial.

INDIVIDU DALAM
MASYARAKAT

Manusia sebagai mahluk sosial, tidaklah dapat

dipisahkan dari masyarakat.


Untuk mempertahankan eksistensinya, manusia
perlu berada bersama orang lain dan
mengadakan Interaksi sosial di dalam
kelompoknya.
Kelompok yang terkecil tetapi yang paling dekat
dengan kehidupan individu ialah keluarga, Yang
terluas ialah masyarakat, yaitu sekelompok
orang yang memiliki identitas sendiri dan
mendiami wilayah atau daerah tertentu.

CAKUPAN SOSIOLOGI
KESEHATAN
Studi tentang faktor-faktor sosial

dalam etiologi/penyebab
Prevalensi/banyaknya Penyakit
Interpretasi/penafsiran dari penyakit
Tentang profesi kedokteran itu
sendiri
Hubungan dokter dengan
masyarakat umum.
Perilaku kesehatan
Pengaruh norma sosial terhadap
perilaku kesehatan
Interaksi antar petugas kesehatan
Interaksi antara petugas kesehatan
dengan masyarakat.

SOSIOLOGI
KEDOKTERAN

SOSIOLOGI
KESEHATAN

02/01/15

PERILAKU KESEHATAN
PERILAKU DAN ELEMEN-ELEMEN POKOKNYA

Masalah kesehatan masyarakat, terutama di


negara-negara berkembang, pada dasarnya
menyangkut dua aspek utama.
1) Aspek fisik, seperti misalnya tersedianya
sarana kesehatan dan pengobatan penyakit,
2) Aspek non-flsik yang menyangkut perilaku
kesehatan.
Faktor perilaku ini mempunyai pengaruh yang

besar terhadap status kesehatan individu


maupun masyarakat.

PERILAKU KESEHATAN
Perilaku merupakan respons/reaksi seorang

individu terhadap stimulus yang berasal


dari luar maupun dart dalam dirinya.
Respons ini dapat bersifat : Pasif (tanpa
tindakan : berfikir, berpendapat,bersikap)
maupun aktif (melakukan tindakan).
Perilaku Kesehatan terdiri dari
pengetahuan, sikap dan tindakan, yang
acapkali disingkat dengan KAP (knowledge,
attitude, practice).

SIKAP dan PENGETAHUAN


KESEHATAN
Secara umum sikap dapat dirumuskan

sebagai kecenderungan untuk berespons


(secara positif atau negatif) terhadap
orang, obyek atau situasi tertentu.
Sikap mengandung suatu penilaian
emosional/afektif (senang, benci, sedih,
dsb), di samping komponen kognitif
(pengetahuan tentang obyek itu) serta
aspek konatif (kecenderungan bertindak0
Pengetahuan lebih bersifat pengenalan
suatu benda/hal secara obyektif.

PERSEPSI dan MOTIVASI


Persepsi adalah pengamatan yang

merupakan kombiinasi dari pengelihatan,


pendengaran, penciuman serta
pengalaman masa lalu.
Suatu obyek yang sama dapat
dipersepsikan secara berbeda oleh
beberapa orang.
Motivasi adalah dorongan bertindak untuk
memuaskan suatu kebutuhan.

ASPEK DALAM PERILAKU


INDIVIDU

Salah satu aspek yang turut menentukan perilaku

individu dalam masyarakat ialah motivasi.


Motivasi itu timbul karena adanya suatu
kebutuhan atau keinginan yang harus dipenuhi.
Keinginan itu akan mendorong individu untuk
melakukan suatu tindakan, agar tujuannya
tercapai.
Setelah satu tujuan tercapai, maka biasanya
timbul keinginan/kebutuhan lain, yang
menimbulkan motivasi baru, sehingga proses ini
membentuk suatu lingkaran motivasi.

HIRARKI MASLOW
Maslow menyatakan bahwa pemuasan

kebutuhan itu terjadi secara bertahap,


dimulai dari kebutuhan yang paling dasar.
Artinya, sebelum kebutuhan dasar/fisiologis
terpenuhi, individu belum termotivasi untuk
memenuhi kebutuhan akan keamanan, dan
seterusnya.
Teori hirarki motivasi yang menunjukkan
tingkatan kebutuhan/motivasi individu mulai
dari kebutuhan fiosiologis,
keamanan/perlindungan, kasih sayang, harga
diri dan pengembangan diri.

PIRAMIDA HIRARKI MASLOW

PERILAKU SAKIT dan PERILAKU


SEHAT
Perilaku sakit diartikan sebagai segala bentuk

tindakan yang dilakukan oleh individu yang


sedang sakit agar memperoleh kesembuhan.
Perilaku sehat adalah tindakan yang
dilakukan individu untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatannya, termasuk
pencegahan penyakit, perawatan kebersihan
diri (personal hygiene), penjagaan kebugaran
melalui olahraga dan makanan bergizi.
Perilaku sehat ini diperlihatkan oleh individuindividu yang merasa dirinya sehat meskipun
secara medis belum tentu mereka betul-betul
sehat.
02/01/15

PENGARUH NORMA SOSIAL


TERHADAP PERILAKU
KESEHATAN
Dalam memahami gejala sosial yang
berlaku di masyarakat dapat digunakan
dua jenis pendekatan:
1. Pendekatan etik: menganalisa perilaku
atau gejala sosial dari pandangan orang
luar serta membandingkannya dengan
budaya lain (bersifat lebih obyektif, dapat
diukur dengan ndikator tertentu)
2. Pendekatan emik: memahami perilaku
individu/masyarakat dari sudut pandang
si pelaku sendiri (individu tersebut atau
anggota masyarakat yang bersangkutan).
02/01/15

TEORI YANG MENJELASKAN


TERJADINYA INTERAKSI DI
TEORI
AKSI
MASYARAKAT
"Individu melakukan suatu tindakan berdasarkan atas

pengalaman, persepsi, pemahaman dan penafsirannya


atas suatu obyek stimulus atau situasi tertentu.
Tindakan individu ini merupakan tindakan sosial yang
rasional, yaitu mencapai tujuan atau sasaran dengan
sarana-saranayang paling tepat."
(Max Weber)

02/01/15

Teori Aksi (Parson)


Teori Aksi disempurnakan oleh Parson.

"Tindakan individu dan kelompok


dipengaruhi oleh tiga sistem, yaitu sistem
sosial, sistem budaya dan sistem
kepribadian masing-masing individu."
(Parson)

02/01/15

TEORI SISTEM
"Komunikasi antara berbagai disiplin, bahkan juga
di dalam satu disiplin, makin bertambah sulit
dengan adanya spesialisasi dalam setiap disiplin.
Konsep sistem, yang merupakan suatu kerangka
yang terdiri dari beberapa elemen/sub-sistem
yang saling berinteraksi dan berpengaruh."
(Bertalanffy)

02/01/15

TEORI PERILAKU
PERTUKARAN

"Prinsip-prinsip transaksi
ekonomi, yaitu manusia
menawarkan jasa/barang
tertentu dengan harapan
memperoleh imbalan
jasa/barang lain. Individu
melakukan suatu tindakan
demi mendapat imbalan atau
justru untuk menghindari
hukuman."
(George Homans)
02/01/15

PERSEPSI MASYARAKAT
TENTANG SEHAT SAKIT
Pandangan orang tentang kriteria tubuh sehat

atau sakit, sifatnya sering subjektif.


Persepsi masyarakat tentang sehat/sakit
sangatlah dipengaruhi oleh unsur pengalaman
masa lalu, di samping unsur sosial budaya.
Sebaliknya, petugas kesehatan berusaha
sedapat mungkin menerapkan kriteria medis
yang obyektif berdasarkan simptom yang
tampak, guna mendiagnosa kondisi fisik
seorang individu.
Perbedaan persepsi antara masyarakat dan
petugas kesehatan inilah yang sering
menimbulkan masalah dalam melaksanakan
program kesehatan.
02/01/15

Faktor yang Menyebabkan Orang


Bereaksi Terhadap Penyakit
Dikenalinya atau dirasakannya gejala-gejala/tanda-tanda yang

menyimpang dari keadaan biasa


Banyaknya gejala yang dianggap serius dan diperkirakan menimbulkan
bahaya
Dampak gejala itu terhadap hubungan dengan keluarga, hubungan kerja
dan dalam kegiatan sosial lalnnya
Frekuensi dari gejala dan tanda-tanda yang tampak dan persistensinya
Nilai ambang dari mereka yang terkena gejala itu (susceptibility atau
kemungkinan individu untuk diserang penyakit itu)
Informasi, pengetahuan dan asumsi budaya tentang penyakit itu
Perbedaan interpretasi terhadap gejala yang dikenalnya
Adanya kebutuhan untuk bertindak/berperilaku mengatasi gejala sakit itu.
Tersedianya sarana kesehatan, kemudahan mencapai sarana tersebut,
tersedianya biaya dan kemampuan untuk mengatasi stigma dan jarak
sosial (rasa malu, takut, dsb).
02/01/15

DALAM MENGANALISA KONDISI TUBUHNYA,


BIASANYA ORANG MELALUI DUA TINGKAT
ANALISA, YAITU :
1. Batasan sakit menurut orang lain : orangorang di sekitar individu yang sakit mengenali
gejala sakit pada diri individu itu dan
mengatakan bahwa dia sakit dan perlu mendapat
pengobatan. Penilaian orang lain ini sangat besar
artinya pada anak-anak dan bagi orang dewasa
yang menolak kenyataan bahwa dirinya sakit.
2. Batasan sakit menurut diri sendiri : individu
itu sendiri mengenali gejala penyakitnya dan
menentukan apakah dia akan mencari
pengobatan atau tidak. Analisa orang lain dapat
sesuai atau bertentangan dengan analisa
individu, na-mun biasanya analisa itu mendorong
individu untuk mencari upaya pengobatan.
02/01/15

TERDAPAT 5 MACAM REAKSI DALAM


PROSES MENCARI PENGOBATAN
(SUCHMAN) :
1. Shopping: proses mencari alternatif sumber
pengobatan guna menemukan seseorang yang
dapat memberikan diagnosa dan pengobatan sesuai
dengan harapan si sakit.
2. Fragmentation: proses pengobatan oleh beberapa
fasilitas kesehatan pada lokasi yang sama. Contoh :
berobat ke dokter, sekaligus ke sinse dan dukun.
3. Procrastination: proses penundaan pencarian
pengobatan meskipun gejala penyakitnya sudah
dirasakan.
4. Self medication: pengobatan sendiri dengan
menggunakan berbagai ramuan atau obat-obatan
yang dinilainya tepat baginya.
5. Discontinuity: penghentian proses pengobatan.
02/01/15

Dalam menentukan reaksi/tindakannya


sehubungan dengan gejala penyakit yang
dirasakannya, individu berproses melalui tahaptahap
berikut
ini (Suchman):
1) Tahap
pengenalan
gejala.

2) Tahap asumsi peranan sakit (mulai


mencari pengakuan)
3) Tahap kontak dengan pelayanan
kesehatan (menghubungi sarana
kesehatan)
4) Tahap ketergantungan si sakit
5) Tahap penyembuhan atau rehabilitasi

02/01/15

MODEL HUBUNGAN DOKTERPASIEN


Hubungan antara dokter-pasien dapat

dikategorikan menurut Intesitas harmoni


atau adanya konflik antara kedua pihak.
Meskipun mempunyai tujuan yang sama,
yaitu kesembuhan si pasien, hubungan
dokter-pasien bersifat asimetris (Parson).
Dokter mempunyai kedudukan yang lebih
kuat/tinggi karena pengetahuannya di bidang
medis, sedangkan si pasien biasanya awam
dalam bidang itu serta sangat membutuhkan
pertolongan dokternya.
02/01/15

HUBUNGAN DOKTER-PASIEN SECARA


UMUM DAPAT DIBEDAKAN MENJADI
TIGA MODEL, YAITU :

1. Aktif-pasif, Pasien hanya menerima apa saja


yang diberikan kepadanya.
2. Hubungan pemimpin-pengikut, di mana
dokter memberikan instruksi sedangkan pasien
mematuhi instruksi tersebut (Siregar, 1990).
3. Hubungan setara terjadi jika dokter
membantu pasien untuk menolong dirinya
sendiri. Dokter memberi nasehat dan berdiskusi
dengan pasien.

(Schepers & Nievaard, 1990).


02/01/15

KOMUNIKASI ANTAR DOKTERPASIEN


Unsur penting dalam hubungan dokter-

pasien ialah komunikasi.


Komunikasi merupakan proses timbal balik
yang berkesinambungan yang menyangkut
dua pihak.
Pihak-pihak yang bersangkutan secara
bergantian berperan menjadi pemberi
informasi (pembicara) dan penerima
informasi (pendengar).
Namun studi-studi menunjukkan bahwa
kebanyakan dokter ternyata bukanlah
pendengar yang baik
02/01/15

HAL-HAL YANG SERING


MENGHAMBAT KOMUNIKASI
ANTARA
DOKTER-PASIEN:
1. Penggunaan simbol (istilah-istilah medis atau ilmiah
yang diartikan secara berbeda atau sama sekali tidak
dimengerti oleh pasien).
2. Pseudo-komunikasi (tetap berkomunikasi dengan
lancar padahal sebenarnya pasien tidak sepenuhnya
mengerti atau mempunyai persepsi yang berbeda
tentang apa yang dibicarakan);
3. Komunikasi nonverbal (mimik muka, nada suara,
gerakan, yang mempengaruhi pemahaman
pesan/lnformasi yang diberikan).

Dokter sering memberikan terlalu banyak Informasi dan


berbicara dengan gaya paternalistik dan merendahkan
pasien, terutama jika si pasien berasal dari tingkat
sosial/pendidikan yang rendah, hal ini menghambat
proses komunikasi.
02/01/15

HUBUNGAN PETUGAS
KESEHATAN-MASYARAKAT
Dengan makin meningkatnya variasi

penyakit dan kerumtan teknologi


kedokteran, diperlukan bantuan tenaga
lain, seperti perawat, bidan, penata
rontgen, ahli gizi, ahli sanitasi, dan
sebagainya, yang kesemuanya
bergabung menjadi tim petugas
kesehatan.

02/01/15

KARAKTERISTIK YANG DAPAT MENGHAMBAT


KOMUNIKASI PETUGAS KESEHATAN DENGAN
MASYARAKAT:
1. Perbedaan status sosial
2. Harapan masyarakat terhadap kemampuan
petugas
3. Kecenderungan sikap otoriter, terutama dalam
rangka mengatasi penyebaran penyakit akut.
4. Selain itu, di Indonesia seringkali petugas
kesehatan dltempatkan di daerah yang keadaan
sosial budayanya tidak sama dengan latar
belakang sosial budaya petugas kesehatan itu.

Untuk itu diperlukan kemauan untuk mempelajari bahasa


dan budaya setempat, agar petugas tidak dianggap orang
asing oleh penduduk asli, dan supaya komunikasi dengan
masyarakat dapat menjadi lebih lancar.
02/01/15

KESIMPULAN
Perilaku kesehatan terlihat dari sikap, perilaku dan

tindakan suatu individu tersebut dalam hal menjaga


kesehatan.
Perilaku kesehatan termasuk di dalam sosiologi
kesehatan.
Selain itu, sosiologi kesehatan juga mempelajari
hubungan dokter dengan masyarakat umum,
pengaruh norma sosial terhadap perilaku
kesehatan, interaksi antar petugas kesehatan,
interaksi antara petugas kesehatan dengan
masyarakat.
Diperlukan kemampuan komunikasi yang baik
antara dokter-masyarakat sehingga penyampaian
informasi akan semakin tepat
02/01/15

TERIMA KASIH
Oleh:
Fairuza Laily
Leni Afriyani
Erni Winarni
Firman Budi Simatupang

02/01/15