Anda di halaman 1dari 3

Bahan Background bakk sampah

Purbalingga, BLH Peran serta masyarakat masih menjadi kendala utama dalam upaya
penanganan persoalan sampah di berbagai daerah. Masyarakat belum tergerak untuk ikut
bertanggungjawab terhadap persoalan sampah. Kesadaran untuk membuang sampah pada
tempatnya juga masih sangat memprihatinkan.
Untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pengolahan sampah rumah
tangga, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan BLH
Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan Sosialisasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
yang bertempat di Aula BLH Kabupaten Purbalingga, Kamis (21/11/2013).
Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan peran serta masyarakat dalam
pengelolaan sampah perkotaan (rumah tangga) melalui bank sampah, guna terwujudnya
lingkungan yang bersih dan sehat.
Salah satu alasan diselenggarakannya kegiatan Sosialisasi pengelolaan sampah rumah
tangga melalui bank sampah ini antara lain bahwa pertambahan penduduk dan perubahan
pola konsumsi masyarakat menimbulkan bertambahnya volume, jenis, dan karakteristik
sampah yang semakin beragam. Salah satu solusi konkritnya adalah bank sampah.
Bank Sampah merubah cara pandang masyarakat terhadap sampah, dimana selama ini
sampah dianggap sisa dari sebuah proses yang tidak mempunyai nilai akan tetapi apabila
sampah dikelola dengan benar (dipilah) maka sampah akan mempunyai nilai ekonomis.
Dengan pengelolaan sampah langsung dari sumbernya sangat membantu pemerintah dalam
rangka mengurangi dan mengendalikan sampah yang masuk ke TPA dan ikut mewujudkan
kota yang bersih, sejuk dan sehat.
Ruang lingkup materi Sosialisasi ini meliputi Pengelolaan Sampah di Kabupaten
Purbalingga, Pembuatan Kompos dari Sampah Organik, dan Pembuatan Kerajinan dari
Sampah Anorganik. Narasumber materi sosialisasi terdiri dari : Kepala BLH Kabupaten
Purbalingga, Drs. Ichda Masrianto, M.Kes, Pengelola Bank Sampah di Purbalingga, Bpk
Sujatno dan Ibu Sri Subekti (Bank Sampah Sejahtera Mandiri), dan perwakilan dari BLH
Provinsi Jawa Tengah selaku penyelenggara.
Kegiatan ini diikuti oleh anggota Bank Sampah Karya Nyata Kelurahan Bancar sebanyak 50
peserta.
Selain mengadakan sosialisasi, BLH Provinsi Jawa Tengah juga menyalurkan bantuan kepada
pelaku pengelolaaan sampah di Purbalingga berupa gerobak sampah dan alat biopori.
(BLH/Ac)

Barabai , 28 Oktober 2013. PPE Kalimantan bekerjasama dengan Badan Pengelola


Lingkungan Hidup Kabupaten Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan
menyelenggarakan Sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga melalui bank sampah.
Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman stakeholders dalam pengelolaan
sampah perkotaan (rumah tangga) melalui bank sampah, dan guna terwujudnya lingkungan
yang bersih dan sehat. Berlangsung pada tanggal 28 Oktober 2013 dan bertempat di Hotel
Madani Barabai, kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 50 orang peserta yang terdiri dari
kelompok masyarakat, sekolah, SKPD terkait, swasta di Kota Barabai Kabupaten Hulu
Sungai Tengah.
Salah satu alasan diselenggarakannya kegiatan Sosialisasi pengelolaan sampah rumah
tangga melalui bank sampah ini antara lain bahwa pertambahan penduduk dan perubahan
pola konsumsi masyarakat menimbulkan bertambahnya volume, jenis, dan karakteristik
sampah yang semakin beragam. Salah satu solusi konkritnya adalah bank sampah. Bank
Sampah merubah cara pandang masyarakat terhadap sampah, dimana selama ini sampah
dianggap sisa dari sebuah proses yang tidak mempunyai nilai akan tetapi apabila sampah
dikelola dengan benar (dipilah) maka sampah akan mempunyai nilai ekonomis. Dengan
pengelolaan sampah langsung dari sumbernya sangat membantu pemerintah dalam rangka
mengurangi dan mengendalikan sampah yang masuk ke TPA dan ikut mewujudkan kota yang
bersih, sejuk dan sehat.
Ruang lingkup materi Sosialisasi ini meliputi Kebijakan Pegelolaan Sampah dan Pengelolaan
Sampah Rumah Tangga Melalui Bank Sampah. Narasumber materi sosialisasi terdiri dari
PPE Kalimantan dan Bapak Rahmat Hidayat dari Bank Sampah Kota Malang. Bank Sampah
Kota Malang sebagai percontohan bank sampah tingkat nasional memberikan seluk beluk
bagaimana pengelolaan bank sampah di Kota Malang. Kemudian Bapak Marwoto (Kabid.
Peningkatan Kapasitas PPE Kalimantan) memberikan materi pokok kebijakan pengelolaan
sampah di Indonesia.
Dalam peraturan perundangan bidang sampah, pengelolaan sampah harus dimulai dari
sumbernya dengan melibatkan semua unsur tak terkecuali masyarakat. Image sampah juga
harus dirubah dari yang tak berguna menjadi barang yang bernilai guna, salah satunya
melalui bank sampah. Demikian dikatakan Ibu Tuti Hendrawati Mintarsih kepala PPE
Kalimantan dalam sambutan pembukaan sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga
melalui bank sampah. Kepala BPLH Kab. Hulu Sungai Tengah Bapak Tamzil menyampaikan
apresiasi dan terimakasih kepada PPE Kalimantan yang telah menyelenggarakan kegiatan
sosialisasi ini di Kota Barabai. Harapannya ini sebagai awal untuk memacu semua
stakeholders yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah untuk mewujudkan kota Barabai
yang bersih dan sehat. (RMS)