Anda di halaman 1dari 16

TEORI AKUNTANSI

METODOLOGI DAN PERKEMBANGAN

Adithia Nugroho 1202114118


Muhammad Taufiqul Hakim 1202110138
Umar Bagus Arrosyid 1202110157

Akuntansi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Telkom
2015

METODOLOGI PERUMUSAN TEORI AKUNTANSI


Dalam dunia akuntansi professional, ada kepercayaan umum bahwa akuntansi adalah suatu
seni yang tidak dapat diformalisasikan dan bahwa xmetodologi yang digunakan dalam
formulasi suatu teori akuntansi secara tradisional adalah usaha untuk menjustifikasi apa yang
terjadi dengan mengkodifikasikan praktik-praktik akuntansi. Teori seperti ini dinamakan
akuntansi deskriptif
(descriptive accounting) atau teori deskriptif akuntansi
(descriptivetheory of accounting).
PENDEKATAN UNTUK PERUMUSAN TEORI AKUNTANSI
Pendekatan tradisional tersebut adalah :
Nonteoretis, praktis, atau pragmatis (informal);
Teoretis
a. Deduktif
b. Induktif
c. Etis
d. Sosiologi
e. Ekonomi
f. Selektif
PENDEKATAN NONTEORITIS
Pendekatan nonteoritis adalah suatu pendekatan pragmatis (atau pragmatis) dan pendekatan
kekuasaan.
Pendekatan Pragmatis
(Pragmatic approach) terdiri atas penyusunan suatu teori yangditandai oleh kesamaannya
dengan praktik dunia nyata yang berguna dalam artian memberikan solusi yang sifatnya
praktis.
Berdasarkan pendekatan ini, teknik dan prinsip akuntasi seharusnya dipilih atas dasar
kegunaan mereka bagi para pengguna informasi akuntansi dan relevansi mereka terhadap
proses pengambilan keputusan.
Kegunaan, atau utilitas, berarti sifat yang mencocokkan sesuatu untuk melayani atau
memfasilitasi tujuanyang dimaksudkannya.
Pendekatan Kekuasaan
(Authoritarian approach) untuk perumusan suatu teori akuntansi,yang terutama dipergunakan
oleh organisasi professional, terdiri atas penerbitan pernyataan sebagai regulasi dari praktik
praktik akuntansi. Intinya, pendekatan pragmatis untuk mengembangkan prinsip akuntansi
telah dikirim olehotoritas akuntansi di masa lampau, dan usaha untuk menurunkan konflik
konflik dan praktik yang ada hingga saat ini masih bersifat sangat hati hati dan sementara.
Hal ini terlihat berdasarkan pengalaman bahwa pendekatan ini tidak akan, dengan usahanya
sendiri,mampu mendekati penyelesaian masalah konflik dalam prinsip prinsip akuntansi
yang berlaku.

Pendekatan teori akuntansi merasionalisasikan pilihan dari tehnik tehnik akuntansi


yangberdasarkan atas pemeliharaan persamaan akuntansi, yaitu persamaan neraca dan
persamaan laba akuntansi
Persamaan neraca biasanya dinyatakan sebagai :
Aktiva = Kewajiban + Ekuitas Pemilik
Persamaan laba akuntansi biasanya dinyatakan sebagai :
Laba Akuntansi = Pendapatan Biaya
PENDEKATAN DEDUKTIF
Langkah yang digunakan untuk memperoleh pendekatan deduktif akan meliputi :
1. menentukan tujuan dari laporan keuangan
2. memilih postulat dari akuntansi
3. menghasilkan prinsip dari akuntansi & mengembangkan teknik dari akuntansi

PENDEKATAN INDUKTIF
Dalam penyusunan dari suatu teori diawali dengan observasi dan pengukuran serta berlanjut
pada kesimpulan umum.
Dalam penerapannya dalam akuntansi,pendekatan induktif diawali dengan observasi
mengenai informasi keuangan dari perusahaan bisnis dan dilanjutkan dengan menyusun
generalisasi dan prinsip prinsip akuntansi dariobservasi tersebut berdasarkan kepada
hubungan yang berulang kembali.
Argumentasi induktif dikatakan didahului oleh kondisi khusus (informasi akuntansi yang
menggambarkanhubungan yang berulang kembali) ke umum (rumus dan prinsip dari
akuntansi). Pendekatan induktif untuk suatu terori mencakup empat tahap :
1. Mencatat seluruh observasi.
2. Menganalisis dan mengklasifikasikan observasi untuk mendeteksi adanya hubungan
yang berulang kembali.
3. Penurunan induktif dan generalisasi dan prinsip akuntansi dari observasi yang
menggambarkan hubungan berulang.
4. Menguji generalisasi.
PENDEKATAN ETIS
Inti dasar dari pendekatan etis terdiri atas konsep kewajaran (fairness), keadilan (justice), dan
kebenaran (truth). Apa pun konotasinya, kewajaran telah menjadi salah satu tujuan dasar
akuntansi. Committee on Auditing Procedures mengacu pada kriteria dari kewajaran dari
penyajian seperti : (1) kepatuhan terhadap prinsip prinsip akuntansi yang berlaku umum,
(2) pengungkapan (3) konsistensi (4) dapat diperbandingkan. Dalam suatu laporan wajar,
auditor tidak hanya menyatakan sesuai dengan prinsip prinsip akuntansi yang berlaku
umum dan standar audit yang berlaku umum tetapi juga suatu opini dengan kata kata
menyajikan secara wajar.

Pertimbangan atas konsep keadilan yaitu tidak adanya kesengajaan untuk memihak dan
kejujuran penyajian dianggap sebagai karakteristik yang perlu dalam sistem akuntansi yang
andal.
PENDEKATAN SOSIOLOGI
Pendekatan sosiologi bagi perumusan teori akuntansi menekankan pengaruh sosial daritehnik
akuntansi. Hal ini merupakan pendekatan etis yang berpusat pada suatu konsep darikewajaran
yang lebih luas, kesejahteraan sosial. Berdasar pada pendekatan sosiologi, prinsipatau tehnik
akuntansi yang ada dievaluasi untuk penerimaan dari dasar pengaruh laporannya terhadap
seluruh kelompok dalam komunitas.
Juga tersirat dalam pendekatan ini adalah adanya ekspetasi bahwa data akuntansi akan
berguna dalam pembuatan kesejahteraan sosial.Untuk mencapai tujuannya, pendekatan
sosiologi mengasumsikan keberadaan dari nilaisosial baku yang mungkin digunakan
sebagai kriteria untuk menentukan teori akuntansi.
PENDEKATAN SELEKTIF
Secara umum, perumusan suatu teori akuntansi dan pengembangan prinsip prinsip
akuntansi telah mengikuti pendekatan selektif, atau kombinasi dari berbagai pendekatan, dan
bukannya hanya satu dari pendekatan yang disajikan disini.
Pendekatan selektif adalah terutama merupakan akibat dari berbagai usaha oleh individu dan
professional serta organisasi pemerintahan untuk berpartisipasi dalam pematangan konsep
dan prinsip dalam akuntansi. Pendekatan selektif ini telah memberikan peningkatan kepada
pendekatan baru yang diperdebatkan dalam literatur pendekatan peraturan, pendekatan
perilaku, serta pendekatan kejadian, prediksi dan positif
Pendekatan tradisional terhadap perumusan suatu teori akuntansi telah menggunakan
metodologi normatif atau metodologi deskrptif, suatu pendekatan teoritis tau non
teoritis,suatu bentuk alas an deduktif atau induktif, dan telah berfokus pada suatu
konsepkewajaran, kesejahteraan sosial, atau kesejahteraan ekonomi.
Pendekatan tradisional telah berubah secara perlahan menjadi pendekatan selektif dan mulai
diganti oleh pendekatan pendekatan yang lebih baru. Apa pun pendekatan yang dipilih,
penting untuk diingat bahwa suatu teori akuntansi harus dikonfirmasikan untuk dapat
diterima.
PENDEKATAN PAJAK
Bila kita mengkaji asal mula teoretis akuntansi pajak, kita akan segera menemukan bahwa
tujuan tujuan akuntansi akuntansi pajak sangat berbeda dengan tujuan tujuan pelaporan
keuangan. IRS tidak begitu tertarik pada pengukuran penghasilan suatu perusahaan
dibandingkan dengan penetapan suatu dasar untuk keperluan pajak. Akibatnya, kesimpulan
akuntansi pajak tidak relevan untuk keperluan kita. Aturan aturan pajak penghasilan
mempunyai pengaruh yang merugikan pada teori danprinsip akuntansi dalam banyak bidang.
Kecenderungan untuk menerima ketentuan pajak penghasilan sebagai prinsip dan praktik
akuntansi yang berlaku umum ini patut disayangkan. Berikut adalah contoh contohnya:

1. setiap metode penyusutan yang dapat diterima untuk keperluan pajak juga dapat
diterima untuk keperluan akuntansi, tanpa memperhatikan apakah metode
itumengikuti atau tidak mengikuti teori akuntansi yang baik dalam situasi yang
bersangkutan.
2. LIFO harus digunakan untuk keperluan pelaporan keuangan jika metode itu
digunakan dalam laporan pajak.
3. Karena undang-undang pajak tidak mengijinkan, biasanya tidak dibuat penyisihan
dalam laporan keuangan untuk mengakui beban beban perbaikan dan
pemeliharaan kecuali yang dilakukan secara tidak langsung dan secara tidak beraturan
melalui penyusutan yang dipercepat.
Singkatnya, pengaruh pemajakan penghasilan perusahaan pada akuntansi di AmerikaSerikat
dan negara negaa lain memang besar, tetapi sebagian besar bersifat tidak langsung. UU
pajak itu sendiri tidak menjadi perintis jalan dalam pemikiran akuntansi
PENDEKATAN LEGAL
Pendekatan kedua terhadap akuntansi yang banyak dipakai para pendatang baru untuk
menganalisis situasi situasi seperti kasus ABC adalah dengan menyarankan untuk
memperoleh pendapat hukum (legal). Tentu saja, seperti yang dikatakan sebagian orang,
suatu penjualan harus diakui bila hak milik legal berpindah. Sayangnya, cara ini tidak
menyelesaikan masalah tersebut segampang yang diharapkan orang karena biasanya hak
berpindah bila persidangan yang mengadili suatu kasus memutuskan bahwa hak
memangsudah berpindah. FASB dalam menetapkan suatu Kerangka Dasar Konseptual untuk
akuntansi, menyelidiki penggunaan hukum untuk menetapkan prinsip prinsip akuntansi.
Mereka mencatat bahwa dalam banyak situasi selalu ada masalah ekonomi selain masalah
legal. Para pengacara dan hakim memandang konsep properti dan konsep-konsep yang
terkait dengan cara yang hampir sama dengan cara para akuntan dan pengusahan memandang
aktiva, dan merekamenghadapi kesulitan dalam hal yang hampir sama dalam hal definisi.
Bahwa mereka tidak selalu sampai pada kesimpulan yang sama seringkali mencerminkan
fakta bahwa para pengacara itu biasanya tertarik pada penghasilan yang tersedia untuk pajak
atau penghasilanyang tersedia untuk dividen dan bukan pada penghasilan dalam pengertian
suatu pertambahannilai atau suatu ukuran efisiensi operasional. Pendekatan etika terhadap
teori akuntansi menekankan konsep konsep keadilan, kebenaran, dan kewajaran (Justice,
truth, fairness). Yang menarik, setiap konsep ini menemukan jalannya sendiri untuk sampai
pada Kerangka Dasar Konseptual yang diciptakan oleh FASB. Pertimbangan seperti tidak
adanya kesengajaan untuk memihak (bias) dan kejujuran penyajian (repsepsentional
faithfulness) dianggap sebagai karakteristik yang perlu dalam sistem akuntansi yang andal.
Netralitas, yang berarti bahwa informasi tidak boleh dipoles agar mempengaruhi perilaku ke
arah tertentu, adalah sifat yang sangat penting dalam penetapan standar. Pertimbangan etika,
dengan kata lain, mempunyai pengaruh yang meresap di seluruh aspek akuntansi.

PENDEKATAN EKONOMI
Makroekonomi :
Pendekatan makroekonomi mencoba menjelaskan pengaruh prosedur pelaporan alternative
pada pengukuran ekonomi dan aktivitas ekonomi pada tingkatan yang lebih luas daripada
perusahaan, seperti industri atau perekonomian nasional.
Mikroekonomi :
Pendekatan mikroekonomi terhadap teori akuntansi mencoba menjelaskan pengaruh prosedur
pelaporan alternative pada pengukuran ekonomi dan aktivitas ekonomi pada tingkatan
perusahaan. Teori akuntansi modern, yang didasarkan pada mikro ekonomi, oleh karenanya
berfokus pada perusahaan sebagai satuan usaha ekonomi yang kegiatan utamanya
mempengaruhi perekonomian melalui operasi di pasar. Pandangan inilah yangdianut oleh
FASB dalam Kerangka Dasar Konseptualnya. Pendekatan ini mengambil sebagai
fundamennya dasar pemikiran (premis) bahwa informasi keuangan memiliki konsekuensi
ekonomi yang tidak dapat dielakkan.
Akuntansi Sosial Korporasi :
Pandangan mikroekonomi terhadap akuntansi tidak mesti mencakup semua pengaruh
perusahaan pada masyarakat. Biaya polusi lingkungan, pengangguran, kondisi kerja yang
tidak sehat, dan masalah masalah sosial lainnya tidak dilaporkan oleh perusahaan, kecuali
sejauh biaya-biaya itu ditanggung langsung oleh perusahaan melalui pemajakan dan regulasi.
PENDEKATAN PERILAKU
Fokus dalam pendekatan ini adalah pada relevansi informasi yang dikomunikasikan kepada
para pengambil keputusan dan perilaku berbagai individu atau kelompok sebagai akibat dari
disajikannya informasi akuntansi. Oleh karena itu, pendekatan ini mengandalkan diri pada
pandangan-pandangan psikologi dan sosiologi dalam perkembangan teori akuntansi.
PENDEKATAN STRUKTURAL
Sebagian besar dasar pemikiran dalam pendekatan ini, khususnya pada tingkatan lokal,
dilakukan dengan analogi. Pendekatan ini mencoba untuk memperlakukan hal-hal yang
serupa dengan cara yang serupa.

TEORI AKUNTANSI
A. Sejarah Perkembangan Teori Akuntansi
Sejarah Awal Akuntansi
Berbagai usaha telah dilakukan untuk mengidentifikasi tempat dan waktu lahirnya sistem
pembukuan berpasangan. Ada berbagai skenario yang dihasilkan oleh usaha-usaha
tersebut. Sebagian besar skenario tersebut mengakui bahwa sistem pencatatan telah ada
dalam berbagai peradaban sejak kurang lebih tahun 3000 BC. Diantaranya adalah
peradaban Kaldea- Babilonia, Astria, dan Samaria, yang merupakan pembentuk system

pemerintah pertama di dunia, pembentuk system bahasa tulisan tertua membentuk poros
tempat berputarnya seluruh mesin keuangan dan departemen, perdaban China, dengan
akuntansi pemerintahan yang memainkan peran kunci dan canggih selama Dinasti Chao
(1122-256 BC) peradaban Yunani, dimana Zenon, manajer serta Appolonius,
memperkenalkan system akuntansi pertanggung jawaban yang luas pada tahun 256 BC,
dan peradaban Roma, dengan hukum yang menentukan bahwa pembayar pajak harus
membuat laporan posisi keuangan, dan dengan hak sipil yang tergantung pada tingkat
kekayaan yang dinyatakan warga negara. Adanya bentuk-bentuk pembukuan pada jaman
kuno tersebut berkaitan dengan berbagai factor diantaranya penemuan system penulisan,
pengenalan angka arab dan system decimal, penyebaran pengetahuan aljabar, adanya
bahan-bahan penulisan yang murah, meningkatnya literasi (kemelehurufan) dan adanya
medium pertukaran yang baku A Litleton menyebutkan tujuh prakondisi dan timbulnya
pembukuan yang sistimatis :
Seni menulis. Karena pembukuan pertama-tama adalah suatu pencatatan.
Arimetika. Karena aspek-aspek mekanis pembukuan terdiri dari serangkaian komputasi
sederhana.
Kekayaan Pribadi. Karena pembukuan hanya berkaitan dengan pencatatan fakta tentang
kekayaan, dan hak atas kekayaan.
Uang. Yaitu (perantara dalam perekonomian), karena pembukuan tidak diperlukan
kecuali transaksi dalam kekayaan dan hak atas kekayaan dapat direduksi ke dalam
denominator umum ini.
Kredit. Yaitu (transaksi yang belum selesai), karena dorongan untuk membuat catatan
tidak begitu kuat jika semua transaksi pertukaran telah selesai pada saat kejadian.
Perniagaan. Karena pertukaran yang hanya bersifat local tidak cukup memberi tekanan
(volume usaha) untuk mendorong orang mengkoordinasikan gagasan yang berbeda-beda
ke dalam suatu system.
Modal. Karena tanpa modal perniagaan akan tidak berarti dan kredit akan tidak mungkin.

Masing-masing peradaban kuno yang disebutkan di atas mencakup prasyarat-prasyarat


tersebut, sehingga mendorong kehadiran berbagai bentuk pembukuan. Yang masih
terhilang adalah scenario tentang sejarah akuntansi dari informasi yang terisolasi dalam
risalat pembukuan yang mula-mula. Salah satu scenario yang masuk akal adalah sbb :
Apabila kita akan menelusuri asal mula sejarah sains (akuntansi) yang penting ini, secara
alamiah kita akan menganggap bahwa penemuan pertama akuntansi adalah oleh para
pedagang, dan tidak ada orang yang memiliki klaim yang lebih utama daripada bangsa
Arabia, Bangsa Mesir, yang selama beberapa abad menguasai perdagangan dunia,
menurunkan gagasan pertama tentang perdagangan dari hubungan mereka dengan orangorang yang jujur ini, dan konsekuensinya mereka harus menerima bentuk pertama dari
perakuntanan, yang dalam cara perdagangan yang alamiah, dikomunikasikan kepada
semua kota Mediterania. Ketika kekaisaran barat diserang oleh bangsa Barbar, dan
semua Negara yang telah disusunnya, mengambil kesempatan untuk menyatakan
kemerdekaan, perniagaan segera hilang setelah kemerdekaan, dan segera Italia yang

pernah menjadi pusat dunia, menjadi pusat perdagangan, yang merupakan puing-puing
kekaisaran timur oleh Turki, yang tidak pernah dimasuki oleh orang-orang yang berbakat
atau aturaan-aturan seni perdagangan, bukan merupakan penyumbang kecil. Bisnis
pertukaran, yang oleh Lombard dikaitkan dengan kota-kota perdagangan Eropa,
memperkenalkan metode pencataan akun, dengan cara berpasangan, yang saat sekarang
memperoleh nama pembukuan Italia.
Pembukuan Italia ini menjadi berhasil baik seiring dengan perkembangan perdagangan
Republik Italia dan penggunaan metode berpasangan dalam abad keempat belas.
Bukupertama tentang pembukuan berpasangan muncul pada tahun 1340 oleh Massari
dari Genoa, Pembukuan berpasangan ini mendahului Paciolo kurang lebih dua ratus
tahun Raumond de Rover menggambarkan perkembangan awal akuntansi di Italia
sebagai berikut:
Pencapaian besar pedagan-pedagang Italia, kira-kuira antara 1250 dan 1400, adalah
menggabungkan elemen-elemen yang beragam menjadi suatu system klasifikasi yang
terintegrasi di mana lacinya di sebut akun dan semua transaksi dimasukkan dengan
prinsip berpasangan. Namun, tidak dapat diasumsikan bahwa keseimbangan pembukuan
merupakan tujuan utama akuntansi abad pertengahan. Sebalinya, paling tidak di Italia,
pedagang-pedagang telah mulai menggunakan akuntansi sebagai alat pengendalain
manajemen sejak 1400. Mereka belumlah semaju kita sekarang ini, bahkan masih jauh
dari mewujudkan potensi-potensi pembukuan berpasangan. Namun, mereka telah
memulai dengan mengembangakn dasar-dasar akuntansi biaya (cost), dengan
memperkenalkan pembalikan dan penyesuaian-penyesuaian yang lain, seperti akrual
(accruals) dan tangguhan (deferred), dan dengan memberi perhatian pada audit neraca.
Hanya dalam analisis laporan keuangan saja pedagang-pedagang pada masa itu membuat
kemajuan kecil. Adalah, wajar juga untuk menyebut bahwa bentuk-bentuk dasar
akuntansi berpasngan yang belum sempurna telah ada dalam peradaban Inca Kuno dalam
tahun 1577.
Kontribusi Luca Pacioli
Luca Pacioli, seorang rahib Franciscan, secara umum diasosiasikan dengan pengenalan
pembukuan berpasangan. Pada tahun 1494 dia mempublikasikan buku, Summa de
Arithmetica Geomeria, Proportioni et Proportionalita yang didalamnya mencakup dua
bab (de Computis et Scripturis) yang menggambarkan pembukuan berpasangan.
Risalahnya merefleksikan praktik yang terjadi di Venesia pada saat itu yang dikenal
dengan Metode Venesia atau Metode Italia. Sehingga dia tidak menemukan
pembukuan berpasangan, tetapi menggambarkan sesuatu yang ada dalam praktik pada
saat itu. Dia menyatakan bahwa tujuan pembukuan adalah untuk memberi informasi
yang tepat waktu bagi para pedagang mengenai asset dan kewajibannya. Debit(adebeo)
dan Kredit (credito)digunakan untuk melakukan pencatatan secara berpasangan. Dia
mengatakan , Semua pencatatan , harus dilakukan secara berpasangan, yaitu bahwa jika
anda membuat seseorang sebagai kreditor. Tiga buku digunakan memorandum, jurnal
dan buku besar. Catatan bersifat diskripti. Pacioli menyarankan bahwa tidak hanya

nama pembeli atau penjual dan penjelasan mengenai berat, ukuran, dan harga barang
yang dicatat, tetapi syarat pembayaran juga ditunjukkan dan jika kas diterima atau
dibayarkan,catatannya mencantumkan jenis mata uang dan nilai konversinya. Pada saat
yang sama dikarenakan durasi kongsi bisnis yang pendek. Pacioli menyarankan
penghitungan profit periodic dan penutupan buku. (Adalah baik untuk menutup buku
setiap tahun, khususnya jika anada dalam kerja sama dengan orang lain. Akuntansi
membuat kerjasama berlangsung lama). Pengalihan bahasan buku Pacioli dalam
berbagai bahasa, merupakan penyumbang bagi penyebaran popularitas metode Italia.
B. Sejarah Perkembangan Ilmu Akuntansi
Pada awalnya, pencatatan transaksi perdagangan dilakukan dengan cara sederhana, yaitu
dicatat pada batu, kulit kayu, dan sebagainya. Catatan tertua yang berhasil ditemukan
sampai saat ini masih tersimpan, yaitu berasal dari Babilonia pada 3600 SM. Penemuan
yang sama juga diperoleh di Mesir dan Yonani kuno. Pencatatan itu belum dilakukan
secara sistematis dan sering tidak lengkap. Pencatatan yang lebih lengkap dikembangkan
di Italia setelah dikenal angka-angka desimal arab dan semakin berkembangnya dunia
usaha pada waktu itu.
Perkembangan akuntansi sejalan dengan perkembangan organisasi dan kegiatan suatu
usaha, karena kehadirannya memerlukan pencatatan sehingga seluruh kegiatan akan
tergambar di dalamnya. Pada abad ke-15 seorang ahli Matematika berkebangsaan Italia
Luca Paciolo telah menyusun buku tentang akuntansi dengan judul Tractatus de
Cumputis at Scritorio buku ini berorientasi pada pembukuan berpasangan. Pembukuan
berpasangan (double entry bookkeeping) mencatat kedua aspek transaksi sedemikian
rupa yang membentuk suatu pemikiran yang berimbang. Praktek pencatatan akuntansi
dalam arti pencatatan kejadian yang berhubungan dengan bisnis sudah dimulai sejak
adanya kejadian dalam double entry bookkeeping.
Menurut pendapat Mattessich (dalam Harahap, 1997) bahwa double entry sudah ada
sejak 5000 tahun yang lalu. Sedangkan selama ini kita kenal bahwa penemu sistem tata
buku berpasangan ini maka dapat dikemukakan sebagai berikut. Double entry accounting
system telah disepakati para ahli mula-mula diterbitkan oleh Luca Pacioli dalam bukunya
yang berisi 36 bab yang terbit pada tahun 1949 di Florence, Italia dengan judul Summa
de Arithmatica, Geometrica, Proportioni et Proportionalita yang berisi tentang palajaran
ilmu pasti.
Inoue (dalam Harahap, 1997) menyebutkan Orang yang pertama-tama menulis
(bukan menerbitkan seperti Pacioli) tentang double entry bookkeeping system adalah
Bonedetto Cotrugli pada 1458, 36 tahun sebelum terbitnya buku Pacioli. Namun buku
Benedetto Cotrugli ini baru terbit pada tahun 1573 atau 89 tahun setelah buku Pacioli
terbit. Dengan demikian penjelasan ini maka pertentangan sebenarnya tidak ada.
Jika kita kaji sejarah terutama sejarah Islam, sebenarnya pada awal pertumbuhannya
sudah ada sistem akuntansi. Akan tetapi, sayangnya literatur belum banyak menganalisis

bagaimana rupa eksistensi akuntansi pada zaman itu ( 570 Masehi). Seperti yang
dikemukakan oleh Russel (dalam Rosjidi, 1999) Sebenarnya orang-orang Italia dalam
abad ke-14 baru menerapkan sistem pembukuan berpasangan lengkap setelah terlebih
dahulu digunakan oleh saudagar-saudagar Moslem (Moslem Merchants).
Revolusi indusrti di Inggris pada tahun 1776 juga menimbulkan efek positif terhadap
perkembangan akuntansi. Pada tahun 1845 undang-undang perusahaan yang pertama di
Inggris dikeluarkan untuk mengatur tentang organisasi dan status perusahaan. Dalam
undang-undang tersebut, diatur tentang kemungkinan perusahaan meminjam uang,
mengeluarkan saham, membayar hutang, dan dapat bertindak sebagaimana halnya
perorangan. Keadaaan-keadaaan inilah yang menimbulkan perlunya laporan baik sebagai
informasi maupun sebagai pertanggungjawaban.
Dalam artikelnya, Herbert (dalam Harahap, 1997) menjelaskan perkembangan akuntansi
sebagai berikut:
Tahun 1775 : pada tahun ini mulai diperkenalkan pembukuan baik yang single entry
maupun double entry.
Tahun 1800 : masyarakat menjadikan neraca sebagai laporan yang utama digunakan
dalam perusahaan.
Tahun 1825 : mulai dikenalkan pemeriksaaan keuangan (financial auditing).
Tahun 1850 : laporan laba/rugi menggantikan posisi neraca sebagai laporan yang
dianggap lebih penting.
Tahun 1900 : di USA mulai diperkenalkan sertifikasi profesi yang dilakukan melalui
ujian yang dilaksanakan secara nasional.
Tahun 1925 : banyak perkembangan yang terjadi tahun ini, antara lain:
a) Mulai diperkenalkan teknik-teknik analisis biaya, akuntansi untuk perpajakan,
akuntansi pemerintahan, serta pengawasan dana pemerintah;
b) Laporan keuangan mulai diseragamkan;
c) Norma pemeriksaaan akuntan juga mulai dirumuskan; dan
d) Sistem akuntansi yang manual beralih ke sistem EDP dengan mulai
dikenalkannya punch card record.
Tahun 1950 s/d 1975 : Pada tahun ini banyak yang dapat dicatat dalam perkembangan
akuntansi, yaitu sebagai berikut.
a) Pada periode ini akunansi sudah menggunakan computer untuk pengolahan data.
b) Sudah dilakukan Perumusan Prinsip Akuntansi (GAAP).
c) Analisis Cost Revenue semakin dikenal.
d) Jasa-jasa perpajakan seperti kunsultan pajak dan perencanaan pajak mulai
ditawarkan profesi akuntan.
e) Management accounting sebagai bidang akuntan yang khusus untuk kepentingan
manajemen mulai dikenal dan berkembang cepat.
f) Muncul jasa-jasa manajemen seperti system perencanaan dan pengawasan.
g) Perencanaan manajemen serta management auditing mulai diperkenalkan.
Tahun 1975 : mulai periode ini akuntansi semakin berkembang dan meliputi bidangbidang lainnya, perkembangan itu antara lain:

a) Timbulnya management science yang mencakup analisis proses manajemen dan


usaha-usaha menemukan dan menyempurnakan kekurangan-kekurangannya;
b) Sistem informasi semakin canggih yang mencakup perkembangan model-model
organisasi, perencanaan organisasi, teori pengambilan keputusan, dan analisis
cost benefit;
c) Metode permintaan yang menggunakan computer dalam teori cybernetics;
d) Total system review yang merupakan metode pemeriksaan efektif mulai dikenal;
dan
e) Social accounting manjadi isu yang membahas pencatatan setiap transaksi
perusahaan yang mempengaruhi lingkungan masyarakat.
Di Indonesia, akuntansi mulai diterapkan sejak 1642, tetapi jejak yang jelas baru ditemui
pada pembukuan Amphion Society yang berdiri di Jakarta sejak tahun 1747.
Perkembangan akuntansi yang mencolok baru muncul setelah undang-undang mangenai
tanam paksa dihapuskan tahun 1870. Dengan dihapuskannya tanam paksa, kaum
pengusaha Belanda banyak bermunculan di Indonesia untuk menanamkan modalnya.
Sistem yang dianut oleh pengusaha Belanda ini adalah seperti yang diajarkan oleh Luca
Pacioli.
Pada Zaman penjajahan Belanda, perusahaan-perusahaan di Indonesia menggunakan tata
buku. Akuntansi tidak sama dengan tata buku walaupun asalnya sama-sama dari
pembukuan berpasangan. Akuntansi sangat luas ruang lingkupnya, diantaranya teknik
pembukuan. Setelah tahun 1960, akuntansi cara Amerika (Anglo-Saxon) mulai
diperkenalkan di Indonesia. Jadi, sistem pembukuan yang dipakai di Indonesia berubah
dari sistem Eropa (Kontinental) ke sistem Amerika (Anglo-Saxon).
Fungsi pemeriksaan (auditing) mulai dikenalkan di Indonesia tahun 1907, yaitu sejak
seorang anggota NIVA, Van Schagen, menyusun dan mengontrol pembukuan perusaan.
Pengiriman Van Schagen ini merupakan cikal bakal dibukanya Jawatan Akuntan Negara
(GAD Government Accountant Dients) yang resmi didirikan pada tahun 1915. Akuntan
public pertama adalah Frese & Hogeweg, yang mendirikan kantornya di Indonesia tahun
1918.
Dalam masa pendudukan Jepang, Indonesia sangat kekurangan tenaga di bidang
akuntansi. Jabatan-jabatan pimpinan dib Jawatan Keuangan yang 90% dipegang oleh
bangsa belanda, menjadi kosong. Dalam masa ini, atas prakarsa Mr. Slamet, didirikan
kusus-kursus untuk mengisi kekosongan jabatab tadi dengan tenaga-tenaga Indonesia.
Pada tahun 1874, hanya ada seorang akuntan berbangsa Indonesia, yaitu Prof. Dr.
Abutari. Di Indonesia, pendidikan akuntansi mulai dirintis dengan dibukanya jurusan
akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1952. Pembukaan ini
kemudian diikuti Institut Ilmu Keuangan (sekarang Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)
tahun 1960 dan Fakultas-fakultas Ekonomi di Universitas Padjadjaran (1961),
Universitas Sumatera Utara (1964), universitas Airlangga (1962), dan universitas Gadjah
Mada (1964).

Organisasi profesi yang menghimpun para akuntan Indonesia bediri 23 Desember 1957.
Organisasi ini diberi nama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dengan pendiri lima orang
akuntan Indonesia.profesi akuntan mulai berkembang dengan pesat sejak tahun 1967.
Pada tahun itu juga dikeluarjannya undang-undang modal asing yang kemudian disusul
dengan undang-undang penanaman modal dalam negeri tahun 1968 yang merupakan
pendorong berkembangnya profesi akuntansi. Setelah krisis ekonomi Indonesia tahun
1997, peran profesi akuntan diakui semakin signifikan mengingat profesi ini memiliki
peranan strategis di dalam menciptakan iklim transparansi di Indonesia.
Bidang-bidang Akuntansi
a) Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
b)
Pemeriksaan Akuntan (Auditing)
c) Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
d) Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
e) Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)
f)
System Informasi (Information System)
g) Anggaran (Budgeting)
h) Akuntansi Pemerintahan (Govermental Accounting)
i)
Akrual Basis dan Kas Basis
j)
Akuntan Internal dan Akuntan Ekste
Hubungan Akuntansi dengan Bidang Lain
Pentingnya pemahaman akuntansi tidaklah terbatas hanya pada dunia usaha semata.
Banyak karyawan yang pendidikannya bukan dalam bidang bisnis juga menggunakan
data akuntansi dan mereka itu perlu mengetahui prinsip-prinsip serta terminologi
akuntansi. Semua orang akan berhubungan dengan transaksi usaha sehingga harus
memperhatikan aspek keuangan yang terdapat dalam dirinya sendiri. Dalam dunia bisnis
yang semakin modern, akuntansi memainkan peranan penting, dan dalam arti luas semua
warga Negara akan berhubungan dengan dunia akuntansi pada kesempatan tertentu.
Perkembangan Teknik-Teknik Akuntansi di Amerika Serikat
Ada empat fase proses perkembangan akuntansi yang dapat diidentifikasi.
a) Fase Kontribusi Manajemen (1900 1933)
Pengaruh manajemen dalam pembentukan teknik-teknik akuntansi muncul dari
meningkatnya jumlah pemegang saham dan peranan ekonomik yang dominan yang
dimainkan oleh korporasi industri setelah 1900. Penyebaran kepemilikan saham
memberi peluang bagi manajemen untuk sepenuhnya mengendalikan bentuk dan isi
ungkapan akuntansi. Intervensi manajemen dicirikan oleh penyelesaian-penyelesaian
yang bersifat ad hoc terhadap masalah-masalah mendesak dan controversial.
Ketergantungan pada inisiatif manajemen menimbulkan konsekuensi-kosekuensi :

Dikarenakan ciri pragmatis solusi yang diadopsi, sebagian besar teknik akuntansi tidak
memiliki dukungan teoritis. Fokusnya adalah pada penentuan income kena pajak(taxable
income) minimasi pajak income. Teknik yang diadopsi didorong oleh keinginan untuk
mertakan earnings. Masalah-masalah kompleks dihindari dan solusi berdasarkan
kebijaksanaan diadopsi. Perusahaan yang berbeda mengadopsi teknik akuntansi untuk
maslah yang sama.
Peristiwa Penting Pada Fase Kontribusi Manajemen:
Tahun 1900 The New York Exchange, yang mensyaratkan semua korporasi yang
mencatatkan saham untuk mempublikasikan laporan keuangan tahunan.
Tahun 1917 mendirikan Board of Examiners untuk membuat ujian CPA yang seragam.
Tahun 1920. Ripley dan JMB Hoxley adalah dua orang yang bersuara keras menuntut
adanya peningkatan dalam standar Pelaporan Keuangan. Adolph A Berle dan Gardiner.
b) Fase Konstribusi Institusi (1933 1959)
Fase ini ditandai oleh penciptaan dan peningkatan peran institusi dalam
pengembangan teknik akuntansi. Termasuk di dalamnya adalah pembentukan Securities
dan Exchange Commision (SEC)
Peristiwa Penting Pada Fase Konstribusi Institusi :
Tahun 1934 Kongres membentuk SEC untuk melaksanakan berbagai peraturan investasi
federal
Komite AICPA bekerja sama dengan bursa saham mengusulkan solusi umum kepada
Komite NYSE yaitu membiarkan setiap korporasi bebas untuk memilih metode
akuntansinya sendiri dalam batas yang sangat luas tetapi mensyaratkan pengungkapan
metode yang digunakan konsistensi penerapan mereka dari tahun ke tahun.
Tahun 1957 sampai tahun 1959 ditandai dengan kritik intensif terhadap CAP (Committee
Accounting Procedure), karena berbagai alasan termasuk kegagalan untuk mendengarkan
eksekutif keuangan dan praktisi akuntansi, kegagalan untuk bekerja pada isu-isu yang
tidak popular, kegagalan untuk mengembangkan pernyataan yang komprehensif tentang
prinsip-prinsip yang mendasar.
c) Fase Kontribusi Profesional (1958 1979)
Ketidakpastian terhadap CAP dinyatakan oleh presiden AICPA, Alvin R Jennings,
dengan pertanyaan Seberapa berhasilkah kita akan dalam mempersempit bidang
perbedaan dan inkonsistensi dalam penyiapan dan penyajian informasi keuangan. Komite
khusus tentang program Riset yang dibentuk tahun 1957 dan 1958 mengusulkan
pembubaran CAP dan Departemen Risetnya. AICPA menerima rekomendasi tersebut
dan dalam tahun 1959 mendirikan the Accounting Principle Board (APB) dan The
Accounting Research Division (ARD) dengan untuk memajukan pernyataan tentang apa
yang merupakan prinsip-prinsip akuntansi berterima umum. ARD memulai dengan
publikasi posisi yang disusun dengan cermat yang didasarkan pada penalaran deduktif.

APB juga menerbitkan berbagai opini yang membahas isu-isu konvensional, hingga
mencapai 31 opini antara tahun 1959 dan 1973. AAA juga berpartisipasi dalam proses
tersebut melalui beberapa riset dan berusaha mengembangkan pernyataan yang
terintegrasi tentang teori akuntansi dasar. Upaya-upaya tersebut tidak selalu berhasil,
APB diserang dan dikritik karena:
Opini yang bersifat ad hoc atau controversial termasuk APB 8 tentang akuntansi pensiun,
APB 11 tentang alokasi pada income, dan APB 2 dan 4 tentang kredit pajak investasi.
Kegagalan dalam menyelesaikan maslah akuntansi untuk penggabungan usaha dari
goodwill. Kegiatan profesi dengan APB yang dicurigai tidak membantu. Intervensi
asosiasi dan badan-badan professional dalam perumusan teori akuntansi dipicu oleh
upaya-upaya untuk mengeliminasi teknik-teknik yang tidak diinginkan dan untuk
mengkodifikasikan teknik-teknik yang dapat diterima.
Sekali lagi ketergantungan pada asosiasi dan badan-badan seperti itu mengandung
konsekuensi, yang mencakup hal-hal berikut :
Asosiasi dan badan-badan tidak mendasarkan diri pada kerangka teoritis yang
ditetapkan.
Kewenangan Pernyataan tidak jelas.
Adanya perlakuan-perlakuan alternative memungkinkan fleksiblitas dalam pilihan
teknik akuntansi.
Ketidakpuasan yang berakibat pada intervensi professional seperti yang ditulis oleh
Brioff, efektif untuk menarik perhatian public akan adanya penyalahgunaan akuntansi
yang mendominasi laporan tahunan tertentu.
d) Fase Politisasi (1973 Sekarang)
Keterbatasan asosiasi professional dan manajemen dalam merumuskan teori
akuntansi mendorong diadopsinya pendekatan yang lebih deduktif dan politisasi proses
penetapan standar-standar situasi yang diciptakan oleh pandangan yang diterima luas
bahwa angka-angka akuntansi mempengaruhi perilaku ekonomi dan konsekuensinya,
aturan-aturan akuntansi harus ditetapkan dalam arena politis. Horngren menyatakan :
Sejak pembentukannya, FASB telah mengadopsi pendekatan deduktif dan kuasi-politis
untuk merumuskan prinsip-prinsip akuntansi . Perilaku FASB dapat ditandai dengan :
Adanya upaya untuk mengembangkan kerangka teoritis atau konstitusi akuntansi.
Timbulnya berbagai kelompok kepentingan, suatu konstribusi yang diperlukan bagi
penerimaan umum standar yang baru.
Dengan demikian, proses penetapan standar memiliki aspek politis. Bahwa proses
perumusan standar akuntansi menjadi bersifat politis dengan baik dinyatakan sebuah
laporan yang diterbitkan oleh the Senate Sub Committee on Report Accounting and
Management, berjudul The Accounting Establishment.

C. Perkembangan Pembukuan Berpasangan


Metode Italia menyebar keseluruh Eropa pada abad ke enam belas dan tujuh belas,
kemudian memiliki karakteristik dan perkembangan baru, menjadi model pembukuan
berpasangan yang kita kenal sekarang. Dalam upaya untuk menunjukkan bahwa model
berpasangan telah berkembang dengan cara yang sangat mirip dengan ilmu pengetahuan
yang lazim, Cushing menggambarkan secara garis besar rangkaian tahap-tahap
perkembangan sebagai berikut :

Sekitar abad ke enambelas sedikit perubahan dibuat dalam teknik pemubukuan.


Perubahan yang nyata adalah pengenalan jurnal khusus untuk mencatat tipe-tipe
transaksi yang berbeda.
Evolusi praktik laporan keuangan periodic terjadi pada abad enambelas dan
tujuhbelas. Pada masa tersebut juga terjadi evolusi personafikasi akun dan transaksi
sebagai upaya untuk membuat aturan debit dan kredit menjadi masuk akal.
Penerapan system berpasangan diperluas dalam tipe organisasi lain.
Penggunaan akun sediaan yang terpisah untuk tipe barang yang berbeda terjadi dalam
abad ke tujuh belas.
Dimulai dengan East India company dalam abad ke tujuhbelas dan pertumbuhan
korporasi yang berkelanjutan setelah revolusi industri, akuntansi memperoleh status
yang lebih baik, dicirikan oleh kebutuhan akan akuntansi kos, dan suatu kepercayaan
pada konsep kesinambungan (continuity), periodisasi (periodicity), dan akrual.
Metode perlakuan asset tetap yang dikembangkan sebelum abad ke delapan belas.
Sampai dengan awal ke sembilanbelas, depresiasi kekayaan, diperlakukan sebagai
barang dagangan yang tidak terjual. Dalam paruh ke dua dari abad ke sembilan belas,
depresiasi dalam industri kereta api di pandang tidak perlu jika kekayaan tersebut
tidak mengalami kondisi yang memburuk. Meskipun tidak banyak digunakan, Saliero
pada tahun 1915, membuktikan adanya metode depresiasi berikut garis lurus, metode
menurun, sinking fund dan metode anuitas, dan metode kos unit. Hanya setelah tahun
1930-an beban depresiasi menjadi sesuatu yang umum.
Akuntansi Kos hadir dalam abad ke sembilanbelas sebagai akibat revolusi industri.
Akuntansi kos dimulai pada perusahaan-perusahaan tekstil abad lima belas.
Perkembangan teknik akuntansi untuk pembayaran di muka dan akrual untuk
memungkinkan dilakukan komputasi profit periodic terjadi pada paruh ke dua abad
kesembilanbelas.
Perkembangan laporan dana terjadi pada paruh kedua abd kesembilan belas dan abad
ke dua puluh.
Pada abad ke duapuluh terjadi perkembangan metode-metode akuntnasi yang
menyangkut isu-isu kompleks, dari masalah komputasi earning perlembar saham,
akuntansi untuk komputasi bisnis, akuntansi untuk inflasi, sewa guna jangka panjang
dan pensiun, sampai maslah akuntansi yang krusial untuk produk baru dari rekayasa
keuangan.

Perkembangan Akuntansi dari Sistem Pembukuan Berpasangan Pada awalnya,


pencatatan transaksi perdagangan dilakukan dengan cara sederhana, yaitu dicatat pada

batu, kulit kayu, dan sebagainya. Catatan tertua yang berhasil ditemukan sampai saat ini
masih tersimpan, yaitu berasal dari Babilonia pada 3600 sebelum masehi. Penemuan
yang sama juga diperoleh di Mesir dan Yonani kuno. Pencatatan itu belum dilakukan
secara sistematis dan sering tidak lengkap. Pencatatan yang lebih lengkap dikembangkan
di Italia setelah dikenal angka- angka desimal arab dan semakin berkembangnya dunia
usaha pada waktu itu. Perkembangan akuntansi terjadi bersamaan dengan ditemukannya
sistem pembukuan berpasangan (double entry system) oleh pedagang- pedagang Venesia
yang merupakan kota dagang yang terkenal di Italia pada masa itu. Dengan dikenalnya
sistem pembukuan berpasangan tersebut, pada tahun 1494 telah diterbitkan sebuah buku
tentang pelajaran penbukuan berpasangan yang ditulis oleh seorang pemuka agama dan
ahli matematika bernama Luca Paciolo dengan judul Summa de Arithmatica,
Geometrica, Proportioni et Proportionalita yang berisi tentang palajaran ilmu pasti.
Namun, di dalam buku itu terdapat beberapa bagian yang berisi palajaran pembukuan
untuk para pengusaha. Bagian yang berisi pelajaranpe mbukuan itu berjudul Tractatus de
Computis et Scriptorio. Buku tersebut kemudian tersebar di Eropa Barat dan selanjutnya
dikembangkan oleh para pengarang berikutnya. Sistem pembukuan berpasangan tersebut
selanjutnya berkembang dengan sistemyang menyebut asal negaranya, misalnya sistem
Belanda, sistem Inggris, dan sistem Amerika Serikat.