Anda di halaman 1dari 36

BREAST CANCER

BY
WAN MUHAMAD AZREN BIN WAN AB LAH
YUDI SUPARTA
SIVANESH TAMILSELVAN

Embriology Mammae
Mammae berasal dari perkembangan extodermal milk streak
sejak minggu ke-5 atau ke-6 pembentukan fetus.
Pada masa awal kehidupan janin, milk streak terbentang
sepanjang axilla sampai pubis namun pada akhir trimester
pertama milk streak menjadi atrofi kecuali pada bagian dada
yang akan berkembang menjadi puting susu.
Sedangkan ductus dan lobulus susu berasal dari ectodermal
yang tumbuh ke dalam, sehingga mammae dapat
berkembang menjadi suatu organ.

Anatomi

Struktur dasar payudara


Tersusun dari kelenjar susu, jaringan ikat,
dan jaringan lemak.
Setiap kelenjar mammae terdiri dari kirakira 15-20 lobulus, setiap lobulus memiliki
duktus laktiferous yang terbuka pada
areola.
Terdapat ligament yang terbentang
sepanjang fascia pektoralis profunda
sampai lapisan fascia superfisialis di
dalam dermis yang berfungsi menyokong
mammae, disebut sebagai Ligamentum
Coopers.
Terbagi dalam 4 kuadran, garis vertikal
dan horizontal yang menyeberangi
puting : kuadran dalam atas (UIQ),

a.axilla
ry

a.thoraci
c lateral

a.mamm
ary
interna

a.intercos
tal
posterior

Mammae diperdarahi oleh


a.mamary interna (a.thoracic
interna) dan a.thoracic lateral.
Kedua arteri tersebut berasal
dari a.axillary yang masingmasing masuk ke mammae
melalui bagian atas medial
dan bagian atas lateral
mammae.

LYMPHATIC SYSTEM
A : m. pectoralis mayor
B : axillary lymph nodes :
levels I (low axilla)
C : axillary lymph nodes:
levels II (mid axilla)
D : axillary lymph nodes:
levels III (apical
axillary)
E : supraclavicular lymph
nodes
F : internal mammary
lymph nodes

Fisiology Mammae
Beberapa hormon memiliki efek yang sangat penting untuk
perkembangan dan fungsi mammae :
Estrogen mengawali perkembangan duktus
Progresteron bertanggung jawab terhadap diferensiasi epitel
dan perkembangan lobus mammae.
Prolactin adalah hormon utama yang dapat merangsang
lactogenesis pada kehamilan tua dan masa menyusui.
Hormon tiroid, kortisol dan growth hormon.

Epidemiologi Ca Mammae
Ca mammae adalah kanker yang paling sering terjadi pada wanita
diseluruh dunia. Insiden ca mammae yang sangat tinggi terjadi hampir di
semua negara, dan menujukan angka kejadian sebesar 67,3 86,3/100.000 populasi per tahun. Sedangkan di negara-negara subSaharan Africa dan Asia angka kejadian pertahun mencapai 30/100.000
populasi.
Angka kejadian ca mammae diperkirakan terus meningkat sesuai umur.
Pada usia 25 tahun ca mammae menyerang 5/100.000 populasi, pada
usia 50 tahun menyerang 150/100.000 populasi dan pada usia 75 tahun
ca mammae menyerang 200/100.000 populasi. Insiden ca mammae
pada pria diperkirakan < 1% yaitu sebesar 2,5/100.000 populasi.

Faktor Resiko Ca Mammae


Menarke dini (<12 tahun)
Menopause lama (>55 tahun)
Nulipara / hamil pertama pada usia >30 tahun
Ras kulit putih
Usia tua (>40 tahun)
Riwayat ca mammae di keluarga terutama ibu, anak perempuan dan saudara
perempuan
Predisposisi genetik
Riwayat menderita ca mammae sebelumnya
Pernah melakukan biopsy mammae
DCIS (Ductal Carcinoma In Situ) atau LCIS (Lobular Carcinoma In Situ)
Hyperplasia duktus atau lobulus yang atipical
Pemberian estrogen postmenopause
Terpapar radiasi

Etiology Ca Mammae
Diet tinggi
lemak &
gula
Mutasi gen

Hormonal

Ca
Mammae

Paparan
radiasi

Alkohol

Patology Ca Mammae
Non Invasive
Ephitelial Cancer

Invasive Ephitelial Cancer

Lobular Carcinoma
In Situ (LCIS)
Ductal Carcinoma
In Situ (DCIS)
- Tipe papillar,
- Tipe cribriform,
- Tipe solid
- Tipe comedo
- Tipe
micropapillary

Invasive Lobular Carcinoma


(10%-15%)
Invasive Ductal Carcinoma
NOS (50%-70%)
Tubular carcinoma (2%3%)
Mucinous/colloid
carcinoma (2%-3%)
Medullary carcinoma
(5%)
Invasive cribriform
carcinoma (1%-3%)
Invasive papillary
carcinoma (1%-2%)
Adenoid cystic carcinoma
(1%)
Metaplastic carcinoma
(1%)

Mixed Connective
and Epithelial Tumor
Phyllodes tumor
benign and
malignant
Carcinosarcoma
Angiocarcinoma

Non Invasive Karsinoma


Mammae

LCIS

DCIS
(comedo)

DCIS (solid)

DCIS (cribriform)

Invasive Karsinoma
Mammae

Invasive Ductal Carcinoma

Mucinous Carcinoma

Medullary Carcinoma

Invasive Lobular Carcinoma

Tubular Carcinoma

Cara Penyebaran Ca
Mammae

Ca Mamae

Perkontinuitatum,
saluran limfe,
hematogen

Kelenjar limfe,
kulit, tulang, hati,
paru-paru dan
otak

ANAMNESIS
Riwayat Penyakit Sekarang :
timbul massa di payudara, nyeri +/-, tumbuh cepat, keluar
cairan (+/-)

Status haid (menarke cepat, menopause lama)


Rw perkawinan (tidak menikah, tidak punya anak)
Rw menyusui (tidak menyusui)
Rw penyakit payudara (FAM, pagget disease, dll)
Rw kanker di keluarga (+)
Rw partus (pertama kali umur > 35 tahun)

Pemeriksaan Fisik
- INSPEKSI
-

Simetris/tidak
Peau dorange
Dimpling
Nodul satelit
Tanda inflamasi
Retraksi puting

- PALPASI
- Massa (lokasi, diameter, konsistensi, mobilitas, permukaan, nyeri tekan +/-, batas)
- Keluar cairan
- Pembesaran kel.limfe regional (axilla dan supraclavicular)

Pemeriksaan Penunjang
FNAB
Mamografi ( massa solid dengan atau tanpa stellate,
penebalan jaringan dan mikrokalsifikasi)
Duktografi (massa irregular, multiple filling defect)
USG (mencari massa solid atau cystic)
MRI
Tumor marker (CA 15-3)

Stadium Ca Mammae
Tumor Primer (T)
Tx
Tumor pimer tidak dinilai
Tis
Carcinoma in situ (LCIS atau DCIS) atau pagets disease
pada puting tanpa tumor
T1
Tumor 2 cm
T1a
Tumor 0.1 cm, 0.5 cm
T1b
Tumor >0.5 cm, 1 cm
T1c
Tumor >1 cm, 2 cm
T2
Tumor >2 cm, 5 cm
T3
Tumor >5 cm
T4
Tumor dalam berbagai ukuran dengan perluasan sampai
ke dinding dada atau kulit
T4a
Tumor meluas sampai dinding dada (termasuk m.
pectoralis)
T4b
Tumor meluas ke kulit dengan ulserasi, edema dan nodul
satelit
T4c
Gabungan T4a dan T4b
T4d
Karsinoma inflamatory

Pembuluh Limfe/Node (N)


N0
Tidak ada keterlibatan kel.limfe regional, tidak diteliti lebih jauh
N0 (i-)

Tidak ada keterlibatan kel.limfe regional, IHC (-)

N0 (i+)

Keterlibatan kel.limfe mencakup <0.2 mm

N0 (mol-)
N0 (mol+)
N1

Tidak ada keterlibatan kel.limfe, PCR (-)


Tidak ada keterlibatan kel.limfe, PCR (+)
Metastasis ke kel.limfe axilla 1-3 dan atau int. mammary (+) dari
biopsy
Micrometastasis (>0.2 mm, none >2.0 mm)
Metastasis ke kel.limfe axilla 1-3
Metastasis ke kel.limfe int. mammary dengan biopsy sentinel

N1(mic)
N1a
N1b
N1c
N2

Metastasis ke kel.limfe axilla 1-3 dan kel. limfe int. Mammary


dengan biopsy
Metastasis ke kel.limfe axilla 4-9 atau int. mammary disertai klinik
(+) tanpa metastasis ke axilla

N2a

Metastasis ke kel.limfe axilla 4-9 paling tidak 1 >2.0 mm

N2b
N3

Int. mammary klinik nampak, kel.limfe axilla (-)


Metastasis ke 10 kel.limfe axilla atau kombinasi metastasis
kel.limfe axilla dan int. mammary metastasis

N3a

10 kel.limfe axilla (>2.0 mm), atau kel.limfe infraclavicular

N3b

Klinik int. mammary (+) 1 kel.limfe (+) atau >3 kel.limfe axilla (+)
dengan int. mammary (+) dari biopsy

N3c

Metastasis ke ipsilateral supraclavicular nodes (IAN)

Angka harapan
hidup 5 tahun (%)
STAGE
0

TNM
Tis, N0, M0

100

T1, N0, M0

100

IIA

T0, N1, M0

92

M (Metastasis)
M0

Tidak terdapat
metastasi jauh

[*]

T1, N1, M0
T2, N0, M0
IIB

T2, N1, M0

81

T3, N0, M0
IIIA

T0, N2, M0

67

T1, N2, M0

M1

Terdapat
metastasis jauh

T2, N2, M0
T3, N1, M0
T3, N2, M0
IIIB

T4, N0, M0

54

T4, N1, M0
T4, N2, M0
IIIC

Semua T, N3, M0

[]

IV

Semua T, Semua
N, M1

20

Screening & Pemeriksaan Dini Ca


Mammae

SADARI

Pemeriksaa
n Fisik
Mammografi
oleh
dokter

Therapi Ca Mammae
Therapi Bedah
1. Mastectomy
Radical mastectomy : diseksi jaringan
payudara, node axilla dan m.pectoralis
mayor & minor.
Simple mastectomy : diseksi jaringan
payudara
Modified radical mastectomy : diseksi
jaringan payudara + node axilla

2. Breast Conserving Therapy


Lumpectomy dan axillary node
dissection : reseksi massa tanpa
jaringan normal dan dilakukan axillary
node disection, kosmetika lebih baik

3. Rekonstruksi Payudara dan


Dinding Dada

Therapi Non Bedah


1.
2.
3.
4.

Therapi radiasi
Kemoterapi
Terapi Hormonal
Terapi Biologi

LAPORAN KASUS

IDENTITAS PASIEN
Nama : HU
Umur : 78 tahun
Status : Menikah
Agama : Islam
Suku/Bangsa : Lombok / Indonesia
Pendidikan

: SD

Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga


Alamat

: Jl Pembangunan Tenggara Barat (NTB)

Tanggal Pemeriksaan : 12 Augustus 2014, pkl 11.00 wita

ANAMNESIS

KELUHAN UTAMA DAN RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


Keluhan Utama
Benjolan pada payudara kanan

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien mengeluh adanya teraba ada benjolan pada
payudara kanan sejak 1 bulan sebelum masuk rumah
sakit, . Keluhan ini diawali dengan timbulnyarasa sakit
apabila disentuh1tahunyanglalu.Keluhanjuga disertai
benjolan pada ketiak dan dada kanan bagian atas. Riwayat
demam (-), pingsan (-), penurunan berat badan (-).

ANAMNESIS

RIWAYAT PENYAKIT TERDAHULU DAN KELUARGA


Riwayat Penyakit dahulu

Tidak ada

Riwayat Penyakit Keluarga


Tidak ada
Riwayat Pengobatan
Tidak ada
Riwayat Sosial
Seorang ibu rumah tangga

PEMERIKSAAN FISIK
STATUS PRESENT

Keadaan umum : Baik


Kesadaran : E4V5M6 (Compos Mentis)
Tekanan Darah : 140/90 mmHg
Nadi : 80x/menit
Respirasi : 20x/menit
Suhu tubuh aksila : 36,8 C
Tinggi Badan : 158 cm
Berat Badan : 62 kg
Saturasi O2 : 99%
VAS : 0

PEMERIKSAAN FISIK
STATUS GENERALIS
Kepala

: Normocephali

Mata

: Anemis (-/-), Ikterus (-/-)

THT

: Kesan tenang

Thorax

: Cor : S1S2 tunggal, reguler, murmur (-)


Po :Vesikular (+/+), Rhonci (-/-),
Wheezing (-/-)

Abdomen

: Hepar/lien tidak teraba

Status lokalis
Mammae Dextra : Teraba massa soliter,
bentuk bulat, 6 cm, konsistensi padat,
immobile, dan batas tegas.

RESUME KLINIS

Benjolan pada payudara kiri sejak 1 bulan sebelum


masuk rumah sakit, . Keluhan ini diawali dengan
timbulnyarasa
sakit
apabila
diraba1tahunyanglalu.Keluhanjuga disertai benjolan
pada ketiak dan dada kiri bagian atas. Riwayat demam (-),
pingsan (-), penurunan berat badan (-).

Dari hasil pemeriksaan fisik pada regio mammae (D) yaitu


teraba massa. Teraba massa, bentuk bulat, 6 cm,
konsistensi keras, immobile, dan batas tegas.

Diagnosis

klinis

Tumor Mammae Dextra T4a N1 Mx

Rencana Kerja:
lengkap, Kimia darah, IMH (ER, PR, P53)
USG Mamme + Axilla + Liver
Photo Thorax PA
Biopsy insisional (Lombok) Hasil : Infiltrating
ductal, carcinoma, poorly differentiated dengan
angio invasi.
Darah

DIAGNOSIS
Ca Mammae Dextra T4a N1 Mx

PENATALAKSANAAN
Treatment

Staging (USG liver + Photo Thorak PA)

KIE

1) Pasien dan keluarga tentang penyakit yang dialami

2) Rencana tindakan pengobatan, risiko tindakan, dan komplikasi dari


tindakan yang akan dilakukan.

PEMBAHASAN
Faktor resiko

TEORI

- Status haid (menarke cepat,


menopause lama)
- Rw perkawinan (tidak menikah, tidak
punya anak)

KASUS
Faktor Resiko
- pasien wanita usia 78 tahun

- Rw menyusui (tidak menyusui)


- Rw penyakit payudara (FAM, pagget
disease, dll)
- Rw kanker di keluarga (+)
- Rw partus (pertama kali umur > 30
tahun)
- RPS (timbul massa di payudara, nyeri
+/-, tumbuh cepat, keluar cairan (+/-)

Keluhan :
Benjolan di mammae kanan dan
leher kanan terasa semakin
membesar.

PEMBAHASAN
TEORI
Pemeriksaan Fisik

KASUS

- Simetris/tidak
- Massa (lokasi, bentuk, ukuran,
konsistensi, mobilitas, permukaan,
nyeri tekan +/-, batas)
- Peau dorange
- Dimpling
- Nodul satelit
- Tanda inflamasi
- Keluar cairan
- Pembesaran kel.limfe regional
-

Pemeriksaan fisik

Regio Mammae (S):


Inspeksi : benjolan (+), naik
hiperemi ( - )
Palpasi : teraba massa massa,
bentuk bulat , 6 cm
konsistensi kenyal, immobile,
batas tegas, nyeri tekan ( - )

PEMBAHASAN
TEORI

KASUS

Pemeriksaan Penunjang
FNA (ditemukan sel kanker, status
ER/PR dan status REH2)

Pemeriksaan penunjang:
USG Mammae

- Mamografi

- Ro Thorak PA

- USG (massa dengan dinding irreguler,


batas halus)

- Darah Lengkap, Kimia darah,


IMH

- MRI

- pemeriksaan sitologi FNAB

- Tumor marker (CA 15-3)

PEMBAHASAN
KASUS

TEORI

Penatalaksanaan
Operasi

Simple mastectomy

Radical mastectomy

Kemoterapi
Radioterapi

Penatalaksanaan
Tunggu hasil pemeriksaan penunjang