Anda di halaman 1dari 26

1

KLASIFIKASI GANGGUAN
JIWA
* PEDOMAN PENGGOLONGAN

DAN DIANGONISIS GANGGUAN


JIWA (PPD-GJ) INDONESIA EDISI I
1973
(PPD-GJ-I)
BERDASARKAN
1

PPD-GJ-II 1983 BERDASARKAN ICD-9 DAN


DSM-III.
PPD-GJ-III 1993 BERDASARKAN ICD 10,
1992 DAN DSM-IV
PPD-GJ-III MENGANUT PENDEKATAN
ATEORITIK, YAITU TIDAK MENGACU PADA
TEORI TERTENTU BERKENAAN DENGAN
ETIOLOGI ATAU PROSES PATO-FISIOLOGIK,
KECUALI UNTUK :
GANGGUAN YANG SUDAH JELAS
PENYEBABNYA, MISALNYA GANGGUAN
MENTAL ORGANIK.

PENDEKATAN ATEORITIK =
MENDESKRIPSIKAN SECARA
MENYELURUH MANIFESTASI
GANGGUAN JIWA (DESKRIPSI
GANGGUAN KLINIS DAN JARANG
MENGUPAYAKAN PENJELASAN
TIMBULNYA GANGGUAN JIWA.
PENGGOLONGAN GANGGUAN JIWA
TIDAK MENGGOLONGKAN ORANG, TAPI
GANGGUAN. GANGGUAN YANG
DIDERITA SESEORANG : SEORANG
DENGAN SKIZOFRENIA, BUKAN
SEORANG SUIZOFRENIA.
DALAM PPD-GJ-III TERDAPAT : KONDISI
LAIN YANG MENJADI FOKUS PERHATIAN
KLINIS, YANG TIDAK ATAU BELUM
DIGOLONGKAN SEBAGAI GANGGUAN
JIWA TAPI MENJADI PUSAT PERHATIAN
KLINIKUS ATAU KALANGAN YANG
BEKERJA DI BIDANG KESEHATAN JIWA.

PPD-GJ-III MENGELOMPOKKAN
GANGGUAN JIWA KE DALAM 100
KATEGORI DIAGNOSIS, DARI F 00
SAMPAI DENGAN F 98.

SISTEM EVALUASI MULTIAKSIAL


TUJUAN :

MENCAKUP INFORMASI YANG


KOMPREHENSIF (GANGGUAN JIWA,
KONIDISI MEDIK UMUM, MASALAH
PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN
SERTA TARAF FUNGSI SECARA
GLOBAL), SEHINGGA DAPAT
MEMBANTU DALAM :
a. PERENCANAAN TERAPI
b. MERAMALKAN PERJALANAN
PENYAKIT ATAU PROGNOSIS
2. FORMAT YANG MUDAH DAN
SISTEMATIK, SEHINGGA DAPAT
MEMBANTU DALAM :
a. MENATA DAN MENGKOMUNIKASIKAN INFORMASI KLINIK.
b. MENANGKAP KOMPLEKSITAS
SITUASI KLINIS.
1.

c. MENGGAMBARKAN
HETEROGENISITAS INDIVIDUAL
DENGAN DIAGNOSIS KLINIS YANG
SAMA.
3. MEMACU PENGGUNAAN MODEL BIOPSIKO-SOSIAL DALAM KLINIS,
PENDIDIKAN DAN PENELITIAN.

DIAGNOISIS PSIKIATRI MENURUT SISTEM


EVALUASI MULTIAKSIAL
PPDGJ III MENGACU PADA DSM-IV
(DIAGNOSTIK AND STATISTICAL
MANUAL OF MENTAL DISORDERS,
FOURTH EDITION, AMERICAN
PSYCHIATRIC ASSOCIATION 1994)
AKSIS I : 1) GANGGUAN KLINIS
2) KONDISI LAIN YANG
MUNGKIN MERUPAKAN
FOKUS PERHATIAN KLINIS
AKSIS II : 1) GANGGUAN KEPRIBADIAN
2) RETARDASI MENTAL
AKSIS III : KONDISI MEDIS UMUM
AKSIS IV : PROBLEM PSIKOSOSIAL DAN
LINGKUNGAN

AKSIS V : PENILAIAN FUNGASI


SECARA GLOBAL

MASING-MASING MERUJUK PADA


BERBAGAI KELOMPOK INFORMASI
UNTUK MEMBUAT RENCANA TERAPI
DAN PROGNOSISNYA.

PEDOMAN PENGGOLONGAN DAN


DIAGNOSIS GANGGUAN JIWA DI
INDONESIA III, 1993 (PPDGJ-III)
AKSIS I
1. FOO-FO9
GANGGUAN MENTAL ORGANIK,
TERMASUK GANGGUAN MENTAL
SIMTOMATIK
3. F10 - F19
SK SKIZOFRENIA, GANGGUAN
SKIZOTIPAL DAN GANGGUAN WAHAM
4. F30 F39
GANGGUAN SUASANA PERASANAAN
(MOOD, AFEKTIF)
5. F40 F48
GANGGUAN NEUROTIK, GANGGUAN
SOMATOFORM, DAN GANGGUAN YANG
BERKAITAN DENGAN STRES.

10

6. F50 F59
SINDROM PERILAKU YANG
BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN
FISIOLOGIS DAN FAKTOR FISIK.
7. F60 F69
GANGGUAN KEPRIBADIAN DAN
PERILAKU MASA DEWASA
8. F70 79
RETARDASI MENTAL
9. F80 89
GANGGUAN PERKEMBANGAN
PSIKOLOGIS
10.F90 F 98
GANGGUAN PERILAKU DAN
EMOSIONAL DENGAN ONSET
BIASANYA PADA MASA KANAK DAN
REMAJA.

11

AKSIS II
F 21
F 60

GANGGUAN KEPRIBADIAN
SKIZOTIPAL
GANGGUAN KEPRIBADIAN
KHAS
1) G.K. PARANOID
2) G.K. SKIZOID
3) G.K. DISSOSIAL
4) G.K. EMOSIONAL TIDAK
STABIL (IMPULSIF &
AMBANG)
5) G.K. HISTRIONIK
6) G.K. ANANKASTIK
7) G.K. CEMAS (MENGHINDAR)
8) G.K. KHAS LAINNYA

12

F 61 GANGGUAN KEPRIBADIAN
CAMPURAN DAN LAINNYA
F 70 F 79 RETARDASI MENTAL
R 41.8
FUNGSI INTELEKTUAL
AMBANG
Z 03.2
TAK ADA DIAGNOSIS
R 46.8 DIAGNOSIS DITANGGUHKAN
AKSIS IV
PROBLEM PSIKOSOSIAL DAN
LINGKUNGAN
1. DICATAT SEBANYAK MUNGKIN
PROBLEMNYA, ASAL RELEVAN
2. TERJADI SELAMA 1 (SATU) TAHUN
TERAKHIR, KECUALI APABILA JELAS
MEMPUNYAI KONTRIBUSI TERHADAP
GANGGUAN JIWANYA.

13

AKSIS IV
1. PROBLEM DENGAN KELOMPOK

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

PENDUKUNG UTAMA (PRIMARY


SUPPORT GROUP)
PROBLEM YANG BERKAITAN DENGAN
LINGKUNGAN SOSIAL
PROBLEM PENDIDIKAN
PROBLEM PEKERJAAN
PROBLEM PERUMAHAN
PROBLEM EKONOMI
PROBLEM DENGAN AKSES
PELAYANAN KESEHATAN
PROBLEM BERKAITAN DENGAN
INTERAKSI SISTEM HUKUM /
KRIMINAL
PROBLEM PSIKOSOSIAL DAN
LINGKUNGAN LAINNYA.

14

AKSIS V
PENILAIAN FUNGSI SECARA GLOBAL

BERGUNA UNTUK PERENCANAAN


TERAPI DAN PENGUKURAN HASILNYA,
SERTA MEMPREDIKSI HASIL TERAPI
DAN TARAF PEMULIHAN.
SKALA GAF (GLOBAL ASSESMENT OF
FUNCTIONING)
SKALA GAF : HANYA TERHADAP FUNGSI
PSIKOLOGIS, SOSIAL DAN
OKUPASIONAL
BERLAKU FUNGSI PADA WAKTU
DILAKUKAN EVALUASI
DAPAT PULA, MISALNYA :
1. PADA SAAT MASUK RS (ADMISSION)
DAN PADA SAAT PULANG
(DISCHARGE)
2. TARAF TERTINGGI DARI FUNGSI BEBERAP
BULAN SELAMA TAHUN YANG LALU.

15

GAF = NILAI 1 100 RENTANG


WAKTU : MUTAHIR, TARAF
TERTINGGI DALAM
TAHUN LALU, PADA WAKTU MASUK /
PULANG RS.
AKSIS V : SKALA GAF (GLOBAL
ASSESSMENT OF FUNCTIONING
SCALE)
9 100 GEJALA TIDAK ADA,
BERFUNGSI MAKSIMAL,
TAK ADA PROBLEM
81 90 GEJALA MINIMAL, BERFUNGSI
BAIK, CUKUP PUAS, TIDAK
LEBIH DARI PROBLEM HARIAN
YANG BIASA
71 80 GEJALA SEMENTARA DAN
DAPAT DIATASI, HENDAYA
RINGAN DALAM SOSIAL,
PERKERJAAN,SEKOLAH, DLL

16

61 70: BEBERAPA GEJALA


RINGAN DAN MENETAP,
HENDAYA RINGAN DALAM
FUNGSI, SECARA UMUM
MASIH BAIK.
51 60: GEJALA SEDANG
(MODERATE), HENDAYA
SEDANG.
41 50: GEJALA BERAT (SERIOUS),
HENDAYA BERAT
31 40: BEBERAPA HENDAYA
DALAM HUBUNGAN DENGAN
REALITAS DAN KOMUNIKASI,
HENDAYA BERAT DALAM
FUNGSI.

17

21 30: HENDAYA BERAT DALAM


KOMUNIKASI DAN DAYA
NILAI ATAU TIDAK MAMPU
BERFUNGSI HAMPIR
SEMUA BIDANG
11 20: BAHAYA MENCEDERAI DIRI
ATAU ORANG LAIN,
HENDAYA SANGAT BERAT
DALAM KOMUNIKASI &
MENGURUS DIRI.
1 10 : SEPERTI DI ATAS
MENETAP/PERSISTEN DAN
LEBIH SERIUS &
INFORMASI TAK ADEKUAT

18

PENYEBAB UMUM GANGGUAN JIWA

DALAM PSIKIATRI, PENYEBAB


UMUM :
1. FAKTOR BIOLGIK :
HEREDITAS DAN FAKTOR
LINGKUNGAN YANG
MEMPENGARUHI TUBUH.
2. FAKTOR PSIKOLOGIK :
BERASAL DARI PENGALAMAN
BELAJAR DAN LINGKUNGAN,
TERUTAMA HUBUNGAN
INTERPERSONAL.

19

3. FAKTOR SOSIOKULTURAL
DIPENARUHI OLEH
MASYARAKAT DAN BUDAYA
YANG IA HIDUP DI DALAMNYA
a. MANUSIA BEREAKSI SECARA
KESELURUHAN (HOLISTIK) =
SECARA SOMATO-PSIKO-SOSIAL
b. YANG SAKIT DAN MENDERITA =
MANUSIA SEUTUHNYA.
c. HASIL SURVAI DI KOTA-KOTA
BESAR DI INDONESIA :
18-21% MENDERITA GEJALA
GANGUAN JIWA

20

PENYEBAB UMUM GANGGUAN JIWA


1.PERKEMBANGAN BAANIAH YANG
SALAH.

a. FAKTOR ENDOGEN
1). FAKTOR KETURUNAN=
HERIDITER
a). MONGOLISME = SINDROM
DOWN
b). SKIZOFRENIA
. KEMBAR MONOZIGOT
86,2%
. KEMBAR HETEROZIGOT 14,5%
. SAUDARA KANDUNG
14,2%
. SAUDARA TIRI
7,1%
. MASYARAKAT UMUM
0,85%
2). KONSTITUSI
. KEADAAN BIOLOGIK: BENTUK
BADAN, FUNGSI ENDOKRIN,
TEMPERAMEN, URAT SARAF

21

SHELDON KREITSCHMER
ENDOMORFIK PIKNIK :

PSIKOSIS
AFEKTIF

MESOMORFIK ATLETIS :
EPILEPSI, GG.KEPRIBADIAN

EKTOMORFIK LEPTOSOM:
SKIZOFRENIA
3). CACAT KONGENITAL
CACAT BIOKIMIA
b). FAKTOR EKSOGEN
SOMATOGENIK

22

. FAKTOR KAUSA INI KARENA


KEADAAN ORGANIK ATAU
BIOLOGIK YANG MENYIMPANG
DARI PROSES JASMANIAH
1) INFEKSI
2) TRAUMA
3) NEOPLASMA
4) GANGGUAN VASKULER
5) GANGGUAN GIZI &
METABOLISME
6) GANGGUAN PRE &
PERINATAL
7) GANGGUAN
NEUROANATONOMI

23

8) GANGGUAN NEUROFISIOLOGI
9) INTOKSIKASI
2. PERKEMBANGAN PSIKOLOGIK
YANG SALAH
a. DEPRIVASI DINI
b. POLA KELUARGA YG
PATOGENIK
c. MASA REMAJA
* PSIKOTRAUMA :
1) INTERAKSI IBU-ANAK
2) PERSAINGAN ANTARA
SAUDARA
3) KEHILANGAN

24

4). PEKERJAAN
5) PERNIKAHAN
* FIKSASI PADA PERKEMBANGAN
KEPRIBADIAN ATAU KETIDAKMATANGAN
* SIKAP ORANG TUA YANG
KURANG BIJAKSANA :
1) SIKAP ORANG TUA/
MELINDUNGI BERLEBIHAN
2) PENOLAKAN
3) NORMA ETIKA & MORAL
4) DISIPLIN TERLALU KERAS

25

5) PERTENTANGAN ORANG TUA


6) PERCERAIAN
7) PERSAINGAN KURANG SEHAT
3. FAKTOR SOSIOLOGIK DALAM
PERKEMBANGAN YANG SALAH
a. PERUBAHAN MASYARAKAT
YANG CEPAT DAN KOMPLEKS
b.SYOK KEBUDAYAAN = CULTURE
SHOCK
c. PERBEDAAN MANIFESTASI
GANGGUAN JIWA KARENA
PERBEDAAN BUDAYA DAN
LINGKUNGAN SOSIAL
d. DAERAH KOTA ATAU DESA

26

.
.
.
.
.
.
.
.

PEMUKIMAN PADAT
PEMUKIMAN KUMUH
RUMAH SUSUN
PEMERINTAHAN YANG
DEMOKRATIS/TOTALITER
SOSIAL EKONOMI
AGAMA & KEPERCAYAAN
ADAT ISTIADAT
KELOMPOK MINORITAS,
IMIGRAN, PENGUNGSI.