Anda di halaman 1dari 16

OM SWASTIYASTU

Pengertian Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang
dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang
dan diwariskan dari generasi ke generasi. Sedangkan
perilaku konsumen merupakan hal-hal yang
mendasari konsumen untuk membuat keputusan
pembelian yang meliputi pencarian, pemilihan,
pembelian, penggunaan serta pengevaluasian produk
dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.

Pengertian Penyakit
Penyakit adalah suatu keadaan tidak normal pada suatu organisme
atau minda yang menyebabkan ketidakseimbangan, ketidakselesaan,
disfungsi, atau tekanan/stress kepada orang yang terkait atau
berhubungan dengannya. Kadang kala istilah ini digunakan secara
umum untuk menerangkan kecederaan, kecacatan, sindrom, simptom,
keserongan tingkah laku, dan variasi biasa sesuatu struktur atau fungsi,
sementara dalam konteks lain boleh dianggap sebagai kategori yang
boleh dibedakan.

Jenis-jenis Penyakit
Terdapat dua jenis penyakit, yaitu penyakit menular dan penyakit
tidak menular. Penyakit menular atau penyakit infeksi adalah suatu
penyakit yang disebabkan oleh sebuah agen biologi seperti virus,
bakteri, maupun parasit, bukan disebbakan karena faktor fisik, seperti
luka bakar atau kimia seperti keracunan. penyakit menular ditularkan
penderita melalui infeksi virus, bakteri maupun parasit yang ditularkan
oleh penderita, penularan penyakit ini dapat ditularkan melalui udara,
jarum suntik, transfusi darah, serta tempat makan atau minum bekas
penderita yang masih kurang bersih saat dicuci, hubungan seksual, dll.
Namun bukan berarti penyakit ini tidak bisa dihindari, pola hidup sehat
dan lingkungan dapat mennghindari dari penyakit ini.

Penyakit tidak menular (PTM) atau penyakit noninfeksi adalah suatu


penyakit yang tidak disebabkan karena kuman melainkan dikarenakan
adanya masalah fisiologis atau metabolisme pada jaringan tubuh manusia.
Biasanya penyakit ini terjadi karena pola hidup yang kurang sehat seperti
merokok, faktor genetik, cacat fisik, penuaan/usia, dan gangguan kejiwaan.
Contohnya : sariawan, batuk, sakit perut, demam, hipertensi, DM, obesitas,
osteoporosis, depresi, RA, keracunan, dsb. Penyakit tidak menular terjadi
akibat interaksi antara agent (Non living agent) dengan host dalam hal ini
manusia (faktor predisposisi, infeksi dll) dan lingkungan sekitar (source and
vehicle of agent). Penyakit tidak menular biasa disebut juga dengan
penyakit kronik, penyakit non-infeksi, new communicable disease, dan
penyakit degeneratif.

Sejarah Omed-omedan
Omed-omedan dalam bahasa Indonesia bisa diartikan "tarikmenarik". Tradisi ini dilakukan sehari setelah Hari Raya Nyepi oleh para
muda-mudi penduduk desa yang masih berumur 17 - 30 tahun dan
belum menikah. Tradisi Omed-omedan ini bertujuan untuk memperkuat
rasa Asah, Asih, dan Asuh antar warga, khususnya warga Banjar Kaja,
Desa Sesetan.
Para warga mengawali kegiatan Omed-omedan dengan sembahyang
bersama di Pura. Kemudian melanjutkan dengan pementasan Barong
Bangkung Jantan dan Betina yang saling bertemu di depan pelataran
Pura. Beberapa saat kemudian barulah peserta memasuki pelataran Pura.

Peserta yang datang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu laki-laki


dan perempuan. Posisi laki-laki dan perempuan pun dibuat berhadapan.
Ketika musik telah dimainkan, seorang sesepuh desa memberikan abaaba agar kedua kelompok saling mendekat. Dan, begitu mendekat
peserta terdepan dari masing-masing kelompok akan saling gelutin
kemudian diman, siam, dan peserta lainnya ngedengin. Begitulah ritual
ini seterusnya sampai seluruh peserta mendapatkan giliran.
Konon Omed-omedan muncul dari inisiatif warga Kerajaan Puri Oka
yang terletak di Denpasar Selatan untuk melakukan sebuah permainan
tarik-menarik. Lama-kelamaan permainan ini semakin menarik sehingga
berubah menjadi saling rangkul.

Akibat permainan tersebut suasana di kerajaan pun menjadi gaduh dan membuat
raja yang sedang sakit keras marah-marah dan mendatangi warganya untuk
menghentikan permainan tersebut. Saat kembali ke kerajaan, ternyata penyakit sang
Raja tiba-tiba sembuh. Sejak itulah sang Raja memerintahkan agar Omed-omedan
dilaksanakan setiap tahun saat menyalakan api pertama atau Ngembak Geni.
Tradisi ini juga sempat ditiadakan karena ada penyimpangan berupa adegan
ciuman. Tetapi peristiwa aneh pun terjadi. Sepasang babi yang tidak diketahui asalmuasalnya berkelahi di halaman Pura Banjar. Darah babi pun berceceran di manamana. Warga banjar yang melihat kejadian itu sertamerta melerainya, tetapi tak
berhasil. Akhirnya, ada bawos (pawisik) agar med-medan tetap dilangsungkan. Begitu
tradisi itu dilangsungkan, kedua ekor babi itu menghilang tanpa jejak. Darah yang
tadinya terlihat membasahi tanah, hilang seketika. Sejak itulah krama tidak berani lagi
meniadakan med-medan sehingga lestari sampai sekarang.

Cara Melakukan Tradisi Omed-omedan


Pada pelaksanaan "Omed Omedan" kali ini, terdapat 50 pemuda
dan 50 pemudi warga banjar setempat yang ditentukan untuk mengikuti
ritual tradisi adat tersebut. Latar belakang ritual tradisi tersebut,
menurut sejumlah keterangan, adalah sebagai bagian dari bakti atau
penyembahan kepada Ida Sang Hyan Widi Wasa, Tuhan Yang Maha
Kuasa.
Saat itu para pemuda dan pemudi yang masih lajang dan telah
diseleksi panitia, seolah "dijodohkan" secara acak, kemudian dipaksa
melakukan adegan berpelukan dan berciuman dengan dilihat ribuan
orang.

Saat mengetahui calon "pasangannya" bukan orang yang


dikehendaki itulah kemudian si wanita ataupun pria, spontan teriak
histeris dan mulai mempersiapkan "kuda-kuda" dengan membungkuk
agar sulit dicium dan terhindar dari ciuman bibir. Demi memisahkan
"pergulatan" keduanya dalam tradisi yang unik itu, panitia kemudian
menyiram dengan air menggunakan ember maupun semprotan.

Pengaruh Budaya Omed-omedan Terhadap


Penyakit.
Pada pelaksanaan "Omed Omedan" para pemuda dan pemudi yang masih lajang
dan telah diseleksi panitia, seolah "dijodohkan" secara acak, kemudian dipaksa
melakukan adegan berpelukan dan berciuman.
Ciuman bibir adalah salah satu aktifitas yang biasa dilakukan oleh semua orang
sebagai wujud rasa saying dan cinta. Seperti yang diketahui, di dalam mulut terutama
di sela-sela gigi, gusi dan lidah adalah tempat hidup bermacam-macam bakteri. Mulut
yang bau saat sedang berciuman adalah pertanda ada bakteri. Selain melalui mulut,
penyakit juga bisa menular melalui bakteri yang ada di hidung. Saat berciuman,
hidung akan berdekatan satu sama lain sehingga partikel-partikel kuman dan bakteri
yang berukuran sangat kecil dengan mudah berpindah atau terhirup oleh pasangan.

Daya tahan tubuh yang sedang lemah sangat memungkinkan


bakteri yang masuk melalui ciuman menganggu sistem metabolisme
tubuh dan menimbulkan penyakit. Saat kita berciuman melalui bibir
dan lidah, maka bakteri secara otomatis akan berpindah dengan
bantuan air ludah (saliva). Masalah besarnya adalah terdapat beberapa
jenis penyakit yang dapat ditularkan melalui kontak fisik ciuman
seperti TBC, Hepatitis, dan bahkan HIV.

Beberapa jenis penyakit yang bisa ditularkan melalui ciuman dari


yang ringan sampai yang berat :

Flu

Glandular Fever

Herpes

Hepatitis B

Kutil

Kesimpulan
Tradisi omed-omedan dilakukan sehari setelah Hari Raya Nyepi oleh para mudamudi penduduk desa yang masih berumur 17 - 30 tahun dan belum menikah. Tradisi
Omed-omedan ini bertujuan untuk memperkuat rasa Asah, Asih, dan Asuh antar
warga, khususnya warga Banjar Kaja, Desa Sesetan.
Budaya omed-omedan di masyarakat sudah ada sejak dulu. Penyakit

OM SANTHI, SANTHI, SANTHI,


OM