Anda di halaman 1dari 36

L/O/G/O

Aspek-aspek Psikososial
dalam Keselamatan Kerja

Kelompok 3
Zuhratul Rofida
(122110101017)
Joyo Wiyono
(122110101086)
Wahyu Sri Pamungkas (122110101167)
Moh. Riyan Basofi
(122110101172)

Pendahuluan
Efektivitas kerja dari seseorang tidak saja merupakan hasil
dari peralatan dan lingkungan kerja, tetapi juga merupakan
hasil dari cara bagaimana sbuah tugas dan waktu kerja yang
dialokasikan pada karyawan serta kontrol pada mereka
terapkan setelah pekerjaan diselesaikan.
Pendekatan model lama biasanya menyederhanakan tugas
dan membagikan tugas pada karyawan sesuai dengan
spesialisasinya.
Pendekatan spesialisasi tugas melahirkan kondisi yang kritis
dan mengakibatkan pekerjaan yg amat dangkal, repetitif,
kontrol yg kaku sehingga menyebabkan karyawan
kehilangan peluang untuk mencapai kepuasan dan
mewujudka potensi-potensinya (Galer, 1987 dalam
Winarsunu, 2008).

Cont
Dalam pelaksanaan kerja sehari-hari pada kenyataannya
banyak karyawan yg overload karena tuntutan kerja,
sehingga menyebabkan lelah dan memiliki kecenderungan
melakukan kesalahan. Hal inilah yg seringkali menyebabkan
munculnya beban kerja baik fisik maupun mental sehingga
akan mempengaruhi performansi kerja. Oleh karena itu
diperlukan suatu upaya yang mengarah kepada suatu prinsip
yaitu memberikan otonomi yang memadai kepada karyawan
untuk
bertanggung
jawab
dan
menggunakan
kemampuannya.

Prinsip khusus (Galer, 1987 dalam Winarsunu, 2008)


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Tuntutan kerja harus rasional secara mental dan bervariasi


Kerja harus memungkinkan karyawan untuk terus belajar
secara kontinyu
Karyawan harus memiliki wilayah minimal dalam mengambil
keputusan
Upaya dan capaian-capaian karyawan harus terlihat di tempat
kerja
Kerja harus berhubungan dengan kehidupan lain seperti arti
kerja dalam kehidupannya
Kerja harus memungkinkan untuk timbulnya suatu perasaan
tentang masa depan.

Beban Kerja
Beban yang didapat dari pekerjaan
Kemampuan tiap pekerja untuk
menanggung beban kerja berbeda
Penting diketahui pada saat pemilihan kerja

Beban Tambahan
Merupakan beban tambahan kepada
beban kerja yang langsung akibat
pekerjaan sebenarnya
Beban tambahan ini merupakan akibat dari
lingkungan kerja

Beban Kerja
Wanita dewasa 15 - 20 kg
Wanita (16 - 18 th) 12-15 kg

Pria dewasa 40 kg
Pria (16 - 18 th) 15 - 20 kg

Beban yang
diangkat tidak
boleh melebihi
aturan yang
ditetapkan ILO

Wanita

Pria

Kapasitas Kerja
Adalah kemampuan kerja seorang tenaga
kerja
Kemampuan ini sangat dipengaruhi oleh :
keterampilan
keserasian
keadaan gizi
jenis kelamin
Ukuran anthropometri tubuh

Jenis Job Demand


Physical Job Demand

Job Demand

Musculo Sceletal Disorder

Mentally Job Demand

Stress

Physical Job Demand


Tuntutan kerja fisik adalah suatu kondisi yg secara
langsung berasal dari beban kerja fisik dan
mempengaruhi tubuh atau membutuhkan tubuh untuk
menggunakan postur tertentu selama waktu tertentu. Oleh
karena tubuh manusia memiliki keterbatasan kapasitas
maka akan ditemui adanya ketidaksesuaian antara kondisi
tubuh dengan beban kerja fisik.
Tuntutan kerja fisik meliputi gerakan-gerakan fisik seperti
berikut: membungkuk atau memutar, mengangkat benda
berat, membungkukk ke depan tanpa penopang tangan
datau lengan, posisi tangan melebihi ketinggian bahu,
bekerja keras, jumlah tugas, dan banyaknya tenaga yang
dibutuhkan
Dampaknya adalah Musculo sceletal disorder

Mentally Job Demand


Tuntutan kerja mental adalah suatu kondisi yang secara
langsung berhubungan dengan proses-proses mental
yang terlibat dan dibutuhkan dalam bekerja. Hal ini bisa
meliputi keadaan-keadaan seperti: selalu memikirkan
pekerjaan, mengerjakan beberapa hal dalam waktu yang
bersamaan, perhatian terhadap pekerjaan yang hati-hati
kesulitan-kesulitan mengerjakan tugas yang dihadapi oleh
karyawan baik yang harus dibantu ataupun yang tidak
perlu dibantu oleh orang lain (Waluyo, 1984 dalam
Winarsunu, 2008)

Symtom
Symtom adalah keluhan yang merupakan indikasi dari
adanya suatu keadaan dalam diri pekerja yang sedang
sakit yang berhubungan dengan kondisi-kondisi tempat
kerja.
Perasaan tertekan seperti nervous, tertekan dan kesulitan
tidurdihubungkan
dengan
keluhan-keluhan
pada
punggung.

Symptom
Gejala fisik berhubungan dengan keadaan sakit pada
bagian-bagian tubuh tertentu yang antara lain meliputi: leher,
bahu, siku, tangan, punggung atas, punggung bawah,
pinggul, lutut, kaki, atau pergelangan kaki.

Simtom Mental berkaitan dengan suatu keadaan keluhan


yang terasa dalam psikis seseorang seperti: merasa lelah,
tidak ada gairah, tertekan, tidak bahagia, dll

Video Stress di Tempat Kerja

Definisi Lingkungan Kerja

Menurut Nitisemito (2001) Lingkungan


kerja adalah segala sesuatu yang ada
disekitar para pekerja yang dapat
mempengaruhi dirinya dalam menjalankan
tugas-tugas yang diembankan.

Gangguan kesehatan dan efisiensi faktor lingkungan


kerja

Konflik,
depresi,
kejemuan,
motivasi
turun, dll

Disorganisasi
,kesalahan,
pengubahan
cara,kecelakaa
n,dll

Hasil Kerja
Kelelahan

Gangguan
Kesehatan

Gizi ,infeksi,
anemia, zat
beracun, dl

Faktor-faktor Lingkungan Kerja


1

Faktor Fisik : Penerangan, kebisingan, tekanan


udara, iklim kerja, getaran, radiasi

2
Faktor Kimia : Gas, uap, debu, fume, mist

3
Faktor Biologis : Parasit, jamur, bakteri, virus,
tumbuhan

Contd
4

Faktor Fisiologis : Konstruksi mesin dan


peralatan, sikap kerja, cara kerja
Faktor mental psikologis : Suasana kerja,
hubungan antar karyawan, hubungan karyawan
dengan atasan, pemilihan kerja

KEBISINGAN
Kebisingan semua suara yg tidak dikehendaki yg
bersumber dari alat-alat proses produksi dan atau
alat-alat kerja yg pada tingkat tertentu dapat
menimbulkan gangguan pendengaraan.
NAB kebisingan ditetapkan sebesar 85 desi Bell A
(dBA).

Alasan utama dianggap masalah


Tidak
disukai
orang

Kebisingan
Merusak
Pendenga
ran

<<
efisiensi
kerja

NAB KEBISINGAN
Waktu pemajanan per hari
8
Jam

Intensitas Kebisingan dalam dBA


85

88

91

94

30

Menit

97

15

100

7.5

103

3,75

106

1,88

109

0,94

112

28,12

Detik

115

14,06

118

7,03

121

3,52

124

1,76

127

Catatan: Tidak boleh terpajan lebih dari 140 dBA, walaupun sesaat.

Shift Kerja
Shift kerja merupakan pola waktu kerja yang
diberikan pada tenaga kerja untuk
mengerjakan sesuatu oleh perusahaan dan
biasanya dibagi atas kerja pagi, sore dan
malam.
Shift Permanen
Sistem Rotasi

Pembagian shift kerja


24 jam dibagi menjdi 2 shift atau 3 shift masing-masing 8
jam.
Sistem kerja 8 jam/hari selama 5 hari/minggu
Sistem kerja 7 jam/hari selama 6 hari/minggu
Pemilihan model shift kerja harus mempertimbangkan
profesional dan personal, termasuk aspek fisiologis,
psikologis, dan sosial

Pelecehan seksual
Pelecehan seksual adalah perilaku pendekatanpendekatan yang terkait dengan seks yang tidak
diinginkan, termasuk permintaan untuk melakukan seks,
dan perilaku lainnya yang secara verbal ataupun fisik
merujuk pada seks.
Pelecehan seksual dapat terjadi dimana saja baik tempat
umum seperti bis, pasar, sekolah, kantor, maupun di
tempat pribadi seperti rumah. Dalam kejadian pelecehan
seksual biasanya terdiri dari 10% kata-kata pelecehan,
10% intonasi yang menunjukkan pelecehan, dan 80% non
verbal.

Pihak yang terkait

Pelaku pelecehan
seksual bisa siapa saja
terlepas dari jenis
kelamin, umur,
pendidikan, nilai-nilai
budaya, nilai-nilai
agama, warga negara,
latar belakang,
maupun status sosial.

Pelaku

Dari perilaku
pelecehan sosial
dianjurkan untuk
mencatat setiap
insiden termasuk
identitas pelaku, lokasi,
waktu, tempat, saksi
dan perilaku yang
dilakukan yang
dianggap tidak
menyenangkan. Serta
melaporkannya ke
pihak yang berwenang.

Korban

Bisa jadi seseorang


yang mendengar atau
melihat kejadian
ataupun seseorang
yang diinformasikan
akan kejadian saat hal
tersebut terjadi.
Korban juga dianjurkan
untuk menunjukkan
sikap ketidaksenangan akan
perilaku pelecehan.

Saksi

Pelecehan seksual di tempat kerja


Pelecehan seksual dikantor mungkin terjadi saat:
1. Keputusan menyangkut kepegawaian individu tertentu
dibuat karena individu tersebut melakukan atau menolak
pendekatan-pendekatan seksual dalam pekerjaannya.
Keputusan-keputusan kepegawaian misalnya terkait dengan
promosi, penghargaan, pelatihan, dan keuntungankeuntungan lainnya.
2. Penolakan akan pendekatan seksual yang secara tidak
masuk akal berpengaruh pada penilaian pekerjaan individu
atau menciptakan lingkungan kerja yang mengintimidasi,
kasar, atau penuh tekanan lainnya.

Macam-macam perilaku yang digolongkan dalam


pelecehan seksual
1. Lelucon seks, menggoda secara terus menerus akan hal-hal yang berkaitan
dengan seks baik secara langsung maupun melalui media seperti surat, SMS,
maupun surat-e.
2. Penyiksaan secara verbal akan hal-hal yang terkait dengan seks.
3. Memegang ataupun menyentuh bagian tubuh dengan tujuan seksual.
4. Secara berulang berdiri dengan dekat sekali atau hingga bersentuhan badan
dan badan antar orang.
5. Secara berulang meminta seseorang untuk bersosialisasi (tinggal, ikut pergi)
di luar jam kantor walaupun orang yang diminta telah mengatakan tidak atau
mengindikasikan ketidak tertarikannya.
6. Memberikan hadiah atau meninggalkan barang-barang yang dapat merujuk
pada seks.
7. Secara berulang menunjukkan perilaku yang mengarah pada hasrat seksual.
8. Membuat atau mengirimkan gambar-gambar, kartun, atau material lainnya
yang terkait dengan seks dan dirasa melanggar etika/ batas.
9. Diluar jam kerja memaksakan ajakan-ajakan yang terkait dengan seks yang
berpengaruh pada lingkup kerja.

Click to edit title style


Secara umum pelaku pelecehan seksual adalah
pria dan korbannya adalah wanita

88,1% dilakukan supervisor dan 30 % oleh


coworker atau teman kerja

70% korbannya adalah wanita dan sedikit sekali


pria menjadi korban
Besarnya korban pada wanita karena kerentanan
wanita terutama ketika wanita lemah secara
ekonomi

Karakteristik wanita korban pelecehan seksual:


usia masih muda, pekerja baru, masih single,
tingkat pendidikan rendah, dan pekerja magang
atau part timer.

Jenis Pelecehan Seksual


Quid Pro Quo
Pelaku menerapkan prinsip
trading,
ini
ditukar
itu,
pekerjaan ditukar dg sex.
Jika korban menyetujuinya
maka ia mndptkn pekerjaan.
Jika tidak, ia tdk akan pernah
mndptkn pekerjaan itu.

Hostile Environment
Berkaitan dg suasana
organisasi yg dicirikan
oleh keadaan yg penuh dg
simbol, ucapan tulisan,
tindakan yg berkonotasi
seksual, mengakibatkan
perasaan
tidak
menyenangkan
pada
korban.

Efek terhadap Korban


Penurunan
performansi
kerja
45%

Gangguan
secara fisik
35%

96%
Emosional

Winarsunu, 2008

Teori Penyebab Terjadinya Pelecehan Seksual


Tradisio
nal

Pelaku mengalami gangguan psikologis, pelaku


memiliki dorongan seksual tinggi, dipicu oleh
korban yg merangsang jarang digunakan
Pelecehan seksual dianggap sebagai ekspresi Alamiah
dari kerja hormon. Didasarkan pd manusia
memiliki 2 dorongn seksual dan agresi

Sosiokultural

Pelecehan seksual adl salah satu mekanisme


utk mmprthankn dominasi pria thd wanita, baik
secara ekonomik maupun dlm bidang pekerjaan
Didasarkan pada stereotipe kultur tentang Feminist
wanita dibawah pria biasa terjadi di tempat
kerja yg didominasi pria

Organis Pelecehan seksual akan lebih mudah terjadi jika


kondisi yg ada dlm organisasi memungkinkanny
asional

utk trjdiberhub dgn kebijkn wanita kerja malam

Model 4 faktor
Model ini menggabungkan 4 aspek prakondisi yang
dianggap penting dalam menentukan terjadinya pelecehan
seksual antara lain:

Motivasi Pelaku

Kemampuan pelaku utk menggagalkan rencana

Adany fx eksternal yg mnghmbt rencana

Perlawanan dari korban

Upaya Mereduksi Pelecehan Seksual di Tempat Kerja

Intervensi berdasar model tradisional


Intervensi berdasar model alamiah
Intervensi berdasar model sosiokultural
Intervensi berdasar model feminist
Intervensi berdasar model organisasional
Intervensi berdasar model empat faktor

Video Pencegahan Pelecehan Seksual

L/O/G/O

Thank You!