Anda di halaman 1dari 12

SEJARAH PERKEMBANGAN KOTA MEDAN

1.1

Sejarah Kota Medan.


Pada zaman dahulu Kota Medan ini dikenal dengan nama Tanah Deli dan

keadaan tanahnya berawa-rawa kurang lebih seluas 4000 Ha. Beberapa sungai
melintasi Kota Medan ini dan semuanya bermuara ke Selat Malaka. Sungai-sungai
itu adalah Sei Deli, Sei Babura, Sei Sikambing, Sei Denai, Sei Putih, Sei Badra,
Sei Belawan dan Sei Sulang Saling/Sei Kera. DAN SEI DELI.

Peta kota medan tempo


dulu

Peta kota medan


sekarang

Adapun peta-peta infastuktur Kota Medan :

Kehadiran kota Medan sebagai suatu bentuk kota memiliki proses perjalanan
sejarah yang panjang dan kompleks, hal ini dibuktikan dengan berkembangnya daerah
yang dinamakan sebagai Medan ini menuju pada bentuk kota metropolitan. Sebagai
hari lahir kota Medan adalah 1 Juli 1590, sampai saat sekarang ini usia kota Medan telah
mencapai 424 tahun.

Keberadaan Kota Medan saat ini tidak terlepas dari dimensi historis yang
panjang, dimulai dari dibangunnya Kampung Medan Puteri tahun 1590 oleh Guru
Patimpus, kota Medan berkembang dari sebuah kampung bernama Kampung Medan
Putri, yang didirikan oleh Guru Patimpus sekitar tahun 1590-an. Guru Patimpus adalah
seorang putra Karo bermerga Sembiring Pelawi dan beristrikan seorang putri Datuk Pulo
Brayan. Dalam bahasa Karo, kata "Guru" berarti "Tabib" ataupun "Orang Pintar",
kemudian kata "Pa" merupakan sebutan untuk seorang Bapak berdasarkan sifat atau
keadaan seseorang, sedangkan kata "Timpus" berarti bundelan, bungkus, atau balut.
Dengan demikian, maka nama Guru Patimpus bermakna sebagai seorang tabib
yang memiliki kebiasaan membungkus sesuatu dalam kain yang diselempangkan di
badan untuk membawa barang bawaannya. Hal ini dapat diperhatikan pada Monumen
Guru Patimpus yang didirikan di sekitar Balai Kota Medan

Tugu Guru Patimpus di


Jalan Gatot Subroto

Berkembang menjadi Kesultanan Deli pada tahun 1669 yang diproklamirkan oleh
Tuanku Perungit yang memisahkan diri dari Kesultanan Aceh. Perkembangan Kota
Medan selanjutanya ditandai dengan perpindahan ibukota Residen Sumatera Timur dari
Bengkalis menuju Medan, tahun 1887, sebelum akhirnya statusnya diubah menjadi
Gubernemen yang dipimpin oleh seorang Gubernur pada tahun 1915. Secara historis,
perkembangan kota medan sejak awal memposisikannya menjadi jalur lalu lintas

perdagangan. Posisinya yang terletak di dekat pertemuan Sungai Deli dan Babura, serta
adanya Kebijakan Sultan Deli yang mengembangkan perkebunan tembakau dalam awal
perkembanganya, telah mendorong berkembangnya Kota Medan sebagai Pusat
Perdagangan (ekspor-impor) sejak masa lalu.
Keberadaan kota Medan tidak lepas dari peranan para pendatang asing yang datang
ke Medan sebagai pedagang maupun lainnya, peranan Nienhuys sebagai pemilik modal
perkebunan tembakau yang berkawasan di daerah Maryland telah menjadi cikalbakal
pertumbuhan Medan. Nienhuys pada proses perkembangan perkebunan tembakau telah
memindahkan pusat perdagangan tembakau miliknya ke daerah Medan Putri, yang pada
saat sekarang ini dikenal dengan kawasan Gaharu. Proses perpindahan ini telah dapat
menciptakan perkembangan cikal-bakal kota Medan seperti sekarang ini, sedang
dijadikannya Medan menjadi ibukota dari Deli juga telah mendorong Medan berkembang
menjadi pusat pemerintahan. Sampai saat ini, disamping merupakan salah satu daerah
kota, juga sekaligus ibukota Sumatera Utara.
Letak Kota Medan memang strategis. Kota ini dilalui Sungai Deli dan Sungai
Babura. Keduanya merupakan jalur lalu lintas perdagangan yang cukup ramai.
Keberadaan Pelabuhan Belawan di jalur Selat Malaka yang cukup modern sebagai pintu
gerbang atau pintu masuk wisatawan dan perdagangan barang dan jasa baik perdagangan
domestik maupun luar negeri (ekspor-impor), menjadikan Medan sebagai pintu gerbang
Indonesia bagian barat. Medan, yang genap berusia 414 tahun pada tanggal 1 Juli 2004,
berkembang menjadi kota metropolitan. Pemerintah Kota Medan pun berambisi
memajukan kota ini semaju kota-kota besar lainnya, tidak saja seperti Jakarta atau
Surabaya di Jawa, tetapi juga kota-kota di negara tetangga, seperti Penang dan Kuala
Lumpur. Medan, kota berpenduduk 2 juta orang memiliki areal seluas 26.510 hektar yang
secara administratif dibagi atas 21 kecamatan yang mencakup 151 kelurahan Sebagai
sebuah kota, ia mewadahi berbagai fungsi, yaitu, sebagai pusat administrasi
pemerintahan, pusat industri, pusat jasa pelayanan keuangan, pusat komunikasi, pusat
akomodasi kepariwisataan, serta berbagai pusat perdagangan regional dan internasional.

LUAS WILAYAH KOTA MEDAN


KECAMATAN
LUAS (KM)
1 Medan Tuntungan
20,68
2 Medan Selayang
12,81
3 Medan Johor
14,58
4 Medan Amplas
11,19
5 Medan Denai
9,05
6 Medan Tembung
7,99
7 Medan Kota
5,27
8 Medan Area
5,52
9 Medan Baru
5,84
10 Medan Polonia
9,01
11 Medan Malmun
2,98
12 Medan Sunggal
15,44
13 Medan Helvetia
13,16
14 Medan Barat
6,82
15 Medan Petisah
5,33
16 Medan Timur
7,76
17 Medan Perjuangan
4,09
18 Medan Deli
20,84
19 Medan Labuhan
36,67
20 Medan Marelan
23,82
21 Medan Belawan
26,25
TOTAL
265,1

Orientasi Wilayah
Secara geografis, wilayah Kota Medan berada antara 330 343 LU dan 9835
9844 BT dengan luas wilayah 265,10 km2 dengan batasbatas sebagai berikut :
a. Batas Utara : Kabupaten Deli Serdang dan Selat Malaka
b. Batas Selatan : Kabupaten Deli Serdang
c. Batas Timur : Kabupaten Deli Serdang
d. Batas Barat : Kabupaten Deli Serdang
Topografi Kota Medan cenderung miring ke Utara dan berada pada ketinggian 2,5
37,5 meter diatas permukaan laut.
Dari luas wilayah Kota Medan dapat dipersentasekan sebagai berikut:
1. Pemukiman 36,3 %
2. Perkebunan 3,1 %
3. Lahan Jasa 1,9 %
4. Sawah 6,1 %
5. Perusahaan 4,2 %

6. Kebun Campuran 45,4 %


7. Industri 1,5 %
8. Hutan Rawa 1,8 %
Secara geografis, Kota Medan didukung oleh daerah-daerah yang kaya sumber
alam seperti Deli Serdang, Labuhan Batu, Simalungun, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan,
Mandailing Natal, Karo, Binjai dan lain-lain. Kondisi ini menjadikan Kota Medan secara
ekonomi mampu mengembangkan berbagai kerjasama dan kemitraan yang sejajar, saling
menguntungkan dan saling memperkuat dengan daerah-daerah sekitarnya.
Kota Medan mempunyai iklim tropis dengan suhu minimum menurut Stasiun
Polonia pada tahun 2001 berkisar antara 23,2C - 24,3C dan suhu maksimum berkisar
antara 30,8C - 33,2C serta menurut Stasiun Sampali suhu minimumnya berkisar antara
23,3C - 24,1C dan suhu maksimum berkisar antara 31,0C - 33,1C. Kelembaban udara
di wilayah Kota Medan rata-rata berkisar antara 84 - 85%. kecepatan angin rata-rata
sebesar 0,48 m/sec, sedangkan rata-rata total laju penguapan tiap bulannya 104,3 mm.
Hari hujan di Kota Medan pada tahun 2001 ratarata per bulan 19 hari dengan rata-rata
curah hujan per bulannya 226,0 mm (menurut Stasiun Sampali) dan 299,5 mm pada
Stasiun Polonia. Kota Medan juga merupakan jalur sungai. Paling tidak ada 7 (tujuh)
sungai yang
melintasinya, yaitu :
1. Sungai Belawan
2. Sungai Badra
3. Sungai Sikambing
4. Sungai Putih
5. Sungai Babura
6. Sungai Deli
7. Sungai Sulang-Saling/Sei Kera
Manfaat terbesar dari sungai-sungai ini adalah sebagai saluran pembuangan air hujan
dan air limbah, bahkan sebenarnya potensial untuk dijadikan objek wisata sungai.

Photo Photo Perkembangan daerah kota medan dulu dan sekarang


1. Tip Top Restaurant

Kini Restoran nostalgia ini pertama kali berdiri pada tahun 1929 di Lapangan
Merdeka Medan dengan nama Restoran Jangkie. Kemudian pada tahun 1934 pindah
ke tempat yang sekarang dan berganti nama menjadi Tip Top Restaurant. Jalan
Ahmad Yani kawasan Kesawan Medan. Terkenal dengan kue-kue olahan sendiri yang
masih menggunakan oven batu sebagai pemanggangnya, restoran ini juga hadir
dengan berbagai hidangan western food dan local favourites seperti nasi goreng ham
& telur yang termasuk salah satu favorit. Tempat untuk hangout sambil menikmati ice
cream khas eropa (Belanda terutama) yang juga olahan sendiri. Kalau ada satu
restoran yang bisa mewakili kota Medan, tentu Tip Top masuk dalam nominasi.
Great.

2. Rumah Tjong Afie (Walikota Pertama)

Dulu

3. Polonia Airport.

Sekarang

Dulu

Sekarang

4. Menara Air Tirtanadi.

Dulu
5. Lapangan Merdeka Tempo.

Sekarang

6. Lapangan Merdeka sekarang dengan nama Merdeka Walk


Dulu

Sekarang

Dulu
7. Kantor pos.

Sekarang

Dulu

8. Kantor Gubsu.

Sekarang

Dulu
9. Jalan Ahmad Yani.

Sekarang

Dulu

Sekarang

10.Istana Maimun.

Dulu

Sekarang

11.Bioskop Ria.

Dulu
12.Bank BI.
Sekarang

Dulu

Sekarang

13.Pusat Pasar (TUA PA SAT).

Dulu

Sekarang

14.Mesjid Raya (Jl. Sisigamaraja) .

15.Vihara Kwan Te Kong (Jl Irian Barat ).


Dulu

Dulu

Sekarang

Sekarang

16.Stasiun Kereta Api.

Dulu

Sekarang