Anda di halaman 1dari 17

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Berkembangnya ilmu pengetahuan teknologi kedokteran khususnya di bidang radiology
berkembang pesat pada saat ini, terutama didalam penggunaan alatalat penunjang diagnosa.
Sejak tahun 1972 telah diperkenalkan suatu alat yang canggih, yaitu alat tomogram yang
dikendalikan dengan sistem komputer. Alat tersebut dikenal sebagai Computer Assisted
Tomography (CAT) atau Computer Tomography (CT).
Computer Tomography merupakan suatu teknik pemeriksaan secara radiografi dengan
system pengambilan gambar dari suatu obyek yang diperiksa secara sectionalaxial, dimana
berkas sinar X mengitari obyek. Sinar X yang teratenuasi setelah menembus obyek di
teruskan ke detector. Oleh Photo Multiplier Tube ( PMT ) sinar X di ubah menjadi signal
signal electron ( listrik ) yang kemudian di perkuat yang kemudian oleh DAS (data Aquesition
System) signal signal listrik tersebut diubah menjadi data digital. Data inilah yang kemudian
menjadi informasi di komputer dan secara matemetika direkonstruksikan, hasil reconstruksi
tersebut akan ditampilkan dalam layar monitor berupa irisanirisan dari obyek yang
dikehendaki dalam bentuk Gray Scale Image yaitu skala dari hitam ke putih.
Dengan teknik CT scan inilah akan didapat gambaran axial dari penampang tubuh yang
diperiksa, dan juga memperlihatkan organorgan yang pada pemeriksaan radiografi
konvensional tidak tampak karena mengalami overlapping dengan organorgan lain.
CT scan pada pemeriksaan thorax bertujuan untuk melihat letak serta luas massa
mediastinum dan kelainan yang terjadi pada mediastinum lainnya, dan digunakan pula untuk
menunjukkan nodus limfatikus yang membesar sewaktu menentukan stadium pasien dengan
penyakit neoplastik, terutama kasus tomor dan limfoma paru, serta menetukan luas dari
carsinoma ataupun tumor yang terdapat pada paruparu maupun pada mediastinum.
Pasien dengan kasus tumor paru banyak ditemukan, maka tak jarang pemeriksaan CT
scan dengan kasus tumor paru dilakukan karena

dengan menggunakan CT scan, maka


1

dignosa yang dihasilkan lebih akurat dari pemeriksaan konvensional biasa karena dapat
menentukan letak dan luas dari tumor tersebut dengan tepat.

B. Tujuan Pemeriksaan
Pemeriksaan CT scan dengan kasus tumor paru ini bertujuan untuk menentukan letak dan
luas dari tumor tersebut yang secara radiografi konvensional biasa tidak dapat dilakukan,
selain itu juga untuk melihat sejauh mana penyebaran/metastase dari tumor secara spesifik.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pesawat CT Scan
Pesawat yang dipakai dalam pemeriksaan ini adalah CT scan spiral. CT spiral atau CT
Helical atau Volume Scan merupakan penggabungan dari CT scan konvensional dengan
perputaran gantry secara kontinyu. Perputarannya membentuk putaran spiral sewaktu
melakukan

scanning secara bersamaan (dari obyek yang akan di scanning) dengan

bergeraknya meja pemeriksan tanpa scan delay (karena menggunakan teknologi slip-ring)
sehingga data yang di hasilkan adalah bersifat volumetrik, bukan data dalam penampang dua
dimensi.
CT scan Spiral mempunyai beberapa keuntungan yaitu :

Waktu pemeriksaan lebih singkat.


Menghasilkan gambaran yang lebih baik dan mengurangi artefak akibat pergerakan

organ seperti gerak peristaltik usus, dan pernafasan.


Mempunyai kemampuan untuk melakukan teknik reconstruksi pencitraan yaitu
MPR ( Multiplanar Reformation ), MIP ( Maximum Intensity Projektion ) dan

3- D

( Three Dimensional Imaging) atau SSD (Shadded Surfac Display).


Komponen peralatan CT Scan :
PDB ( Power distribution Box )
PDB ini berfungsi sebagai sumber daya listrik utama (Main Power Suply) yang
diperlukan untuk peralatan CT, yang kemudian dialirkan ke Automatic Voltage Stabilizer.
Automatic voltage stabilizer Berfungsi untuk mengatur kestabilan tegangan dari PDB
(main power suplly) ke PDU .
PDU (Power Distribution Unit) Merupakan suatu unit yang mengatur pendistribusian daya
listrik dari otomatik voltage stabilizer keseluruh rangkaian peralatan CT

4. Scanning Gantry
Merupakan tempat dari tabung sinar X. Pada pesawat ini mempunyai kapasitas
3.000.000 Heat Unit (HU). Selain itu juga berfungsi sebagai penyanggah sinar X, slip ring , DAS ( Data Acquiistion System ), dan motor untuk mengerakan tabung dan detektor
dan memiringkan gantry.
5. Meja Pemeriksaan (Patient Table)
Berfungsi sebagai tempat mengatur posisi pasien sesuai dengan keperluan
pemriksaan, dengan pergerakan naik turun dan maju mundur searah dengan bidang
longitudinal.
6. Kontrol Panel (Operator Console)
Bagian ini terdiri dari CPU, Image Processing Unit, MOD (Magnetic Optical Disk)
Unit, Hard Disk drive, Floppy disk drive, Touch Panel, TV monitor dan keyboard. Kontrol
panel juga dilengkapi dengan intercom sebagai alat komunikasi anatar operator dengan
pasien.
7. Kursi kontrol panel
Tempat duduk operator CT
8. Perlngkapan pasien
Merupakan alat bantu pemeriksaan yang diperlukan untuk kenyamanan pasien
selama pemeriksaan berlangsung yang terdiri dari Head Holder Set, Coronal Head Holder,
Axial Head Holder, Arm Support, Knee Pad

B. Anatomi dan Fisiologi


Paruparu merupakan alat pernafasan utama yang mengisi rongga dada sebelah kanan dan
kiri. Paruparu kanan lebih besar daripada paruparu kiri. Paruparu kanan dan kiri
dipisahkan oelh jantung beserta pembuluhpembuluh darah besar dan struktur lain yang
terletak di dalam mediastinum.
Paruparu dibagi menjadi beberapa belahan atau lobus oleh fisura. Paruparu kanan
mempunyai tiga lobus dan 10 segmen dan paruparu kiri dua lobus yang terdiri dari dari 9
(sembilan) segmen. Setiap lobus tersusun atas lobula.dimana tiap tiap lobus di pisahkan
oleh suatu celah (fisura). Sebuah pipa bronchial kecil masuk ke dalam setiap lobula dan
semakain ia bercabang, semakin menjadi tipis dan akhirnya menjadi kantong kecilkecil,
yang merupakan kantong udara paruparu. Jaringan paruparu adalan elastis, berpori dan
seperti spon.
Organ organ yang terdapat pada paru antara lain :
1. Bronchus
Bronchus bercabang dua, yaitu kiri dan kanan yang berpangkal pada bifurkatio trachea
( carina) setinggi v.thorakalis IV. Bronchus utama adalah bronchus yang lebih besar dalam
paruparu mempunyai struktur yang sama dengan trachea. Bronchus dibagi menjadi tiga
bagian :
a. Bronchus I, bercabang ke kanan membentuk sudut dengan garis tengah yang lebih
besar daripada bronchus untuk belahan paru-paru .
b. Bronchus II, untuk masingmasing lobus yang berfungsi membawa udara ke dalam
belahan paruparu.
c. Bronchus III, membawa udara ke dalam paruparu
Bronchus tersusun atas tiga lapisan , yaitu lapisan luar berupa jaringan ikat, lapisan tengah
berupa jaringan otot dan lapisan dalam yang berupa selaput lendir.

2. Bronkiolus
Bronkiolus adalah cabang dari bronchus yang lebih kecil, susunan dindingnya sama
dengan bronchus tetapi tidak mempunyai tulang rawan. Fungsi bronkiolus adalah memberi
udara pada unsur terkecil paruparu yaitu arteri dan vena pulmonalis.
3. Alveoli
Alveoli adalah bagian yang terkhir dan terpenting dari saluran pernafasan. Alveoli
berfungsi sebagai pertukaran zat asam antara alveolus 3456jhdan kapiler darah, sedangkan
CO2 dari pembuluh darah diteruskan ke alveoli utntuk dibawa ke udara luarsebagi sisa dari
metabolisme yang terjadi didalam tubuh..
Paruparu berfungsi sebagai pertukaran gas oksigen dan karbondioksida. Kapasitas vital
paruparu pada seorang pria dewasa normal adalah sebanyak 4 (empat) sampai 5 (lima)
liter udara, sedangkan pada wanita dewasa normal sebanyak 3 (tiga) sampai 4 (empat) liter
udara. Kapasitas ini berkurang dengan pasien dengan penyakit jantung yang menimbulkan
kongesti paruparu dan kelemahan otototot pernafasan.

C. Patologi
Macam macam penyakit yang sering di jumpai pada paru paru adalah :
a. Tuberkulosis ( TBC)
Tuberculosisi merupakan suatu penyakit yang terjadi karena adanya infeksi jalannya
pernafasan yang disebabkan Mycobacterium Tuberculosis.
b. Bronchitis
Terjadi oleh karena peradangan pada bronchus
c. Bronkiektasis
Adalah suatu keadaan dimana bronchus ataupun bronkiolus melebar akibat hilangnya sifat
elastifitas dinding otot bronchus.
d. Bronchopneumoni, Disebut juga pneumonia lobularis yaitu adanya udara di dalam
bronchus.
e. Atelektasis
6

Merupakan suatu keadaan dimana paru paru tidak dapat mengembang secara sempurna,
sehingga aerasi paru berkurang ataupun tidak sama sekali terisi udara.
f. Tumor paru paru
Berdasarkan keganasan dari tumor dapat di bedakan menjadi dua, yaitu tumor jinak dan
tumor ganas.
1) Tumor jinak paru
Tumor ini jarang ditemukan, hanya sekitar 2 % dari seluruh kasusu tumor paru. Tumor ini
jarang memberikan keluhan dan tumbuh secara lambat. Tumor jinak yang biasa ditemui
adalah Hamartoma. Hamartoma ini jarang ditemukan pada anak anak, biasanyaterdapat
pada usia 40 th.
2) Tumor ganas paru
Klasifikasi tumor ganas menurut Leebow adalah

: tumor ganas epitelial ( primary

Malignant Epithelial Tumours ), yaitu :


3) Karsinoma Bronkogen :
a) Epidermoid ( Squamous cell ca ) 45 60 %
b) Adekarsinoma 15 %
c) Karsinoma anaplstik 30 %
d) Campuran( Mixed )
e) Karsinoma bronkial ( Alveolar cell carcinoma / pulmonary adenomatosis )
f) Adenoma bronchia

BAB
III

A. Identitas

Nama
Poli
Hari
Tanggal Pemeriksaan
Umur
Klinis
Permintaan

:Arie Sadewo
:Soka Atas
:Senin
:06-01-2015
:23 Thn
:Hydro Pneumothoraks
:CT Thoraks Contrast

B. Patologi Kasus Hydro Pneumothoraks


Hidropneumotoraks adalah suatu keadaan dimana terdapat udara dancairan di dalam rongga
pleura yang mengakibatkan kolapsnya jaringan paru.Cairan ini bisa juga disertai dengan
nanah (empiema) dan hal ini di namakandengan piopneumotoraks 1,2 Piopneumotoraks
diakibatkan oleh infeksi, yangmana infeksinya ini berasal dari mikroorganisme yang
membentuk gas atau darirobekan septik jaringan paru atau esofagus ke arah rongga pleura.
Kebanyakanadalah

dari

robekan

abses

subpleura

dan

sering

membuat

fistula

bronkopleura.Jenis kuman yang sering terdapat adalah Stafilokokus aureus, Klebsiela,


mikobakterium tuberkulosis dan lain-lain.Etiologi piopneumotoraks biasanya berasal dari
paru seperti pneumonia,abses paru, adanya fistula bronkopleura, bronkiektasis, tuberkulosis
paru,aktinomikosis paru, dan dari luar paru seperti trauma toraks, pembedahan
toraks,torakosentesis pada efusi pleura, abses sub phrenik dan abses hati amuba
Patofisologi dari empiema itu sendiri yaitu akibat invasi kuman piogenik kepleura. Hal ini
menyebabkan timbuk keradangan akut yang diikuti denganpembentukan eksudat seros.
Dengan bertambahnya sel-sel PMN, baik yang hidup atau pun yang mati dan peningkatan
kadar protein didalam cairan pleura, makacairan pleura menjadi keruh dan kental. Endapan
fibrin akan membentuk kantung-kantung yang akhirnya akan melokalisasi nanah tersebut
Pencatatan tentang insiden dan prevalensi hidropneumothorak belum ada dilkakukan, namun
insiden dan prevalensi pneumotoraks berkisar antara 2,4 - 17,8per 100.000 penduduk per
tahun. Menurut Barrie dkk, seks ratio laki-lakidibandingkan dengan perempuan 5:1. Ada
pula peneliti yang mendapatkan 8:1
DEFINISI
8

Hidropneumotoraks adalah suatu keadaan dimana terdapat udara dancairan di dalam rongga
pleura yang mengakibatkan kolapsnya jaringan paru.Cairan ini bisa juga disertai dengan
nanah (empiema) dan hal ini di namakandengan piopneumotoraks 1,2
Sedangkan pneumotoraks itu sendiri ialah suatukeadaan, di mana hanya terdapat udara di
dalam rongga pleura yang jugamengakibatkan kolaps jaringan paru 4,5,6
.
KLASIFIKASI
Pneumotoraks dapat dibagi berdasarkan atas beberapa hal, yaitu :1. Berdasarkan kejadian.2.
Berdasarkan lokalisasi.3. Berdasarkan tingkat kolaps jaringan paru.4. Berdasarkan jenis
fistel 4,5,6
Berdasarkan kejadian
a) Pneumotoraks spontan primer
Pneumotoraks yang ditemukan pada penderita yang sebelumnya tidak menunjukkan
tanda-tanda sakit.
b) Pneumotoraks spontan sekunder
Pneumotoraks yang ditemukan pada penderita yang sebelumnya telahmenderita
penyakit, mungkin merupakan komplikasi dari pneumonia,abses paru, tuberkulosis
paru, asma kistafibrosis dan karsinoma bronkus.
c) Pneumotoraks traumatika
Pneumotoraks yang timbul disebabkan robeknya pleura viseralis maupunpleura
parietalis sebagai akibat dari trauma.
d) Pneumotoraks artifisialis
Pneumotoraks yang sengaja dibuat dengan memasukkan udara ke dalamrongga
pleura, dengan demikian jaringan paru menjadi kolaps sehingga dapat beristirahat.
Pada zaman dulu pneumotoraks artifisialis seringdikerjakan untuk terapi tuberkulosis
paru
Berdasarkan Lokalisasi
a) Pneumotoraks parietalis
b) Pneumotoraks mediastinalis
c) Pneumotoraks basalis
Berdasarkan tingkat kolapsnya jaringan paru
a) Pneumotoraks totalis, apabila seluruh jaringan paru dari satu

hemitoraksmengalami kolaps.
b) Pneumotoraks parsialis, apabila jaringan paru yang kolaps hanya
sebagian.Derajat kolaps paru pada pneumothorak totalis dapat dinyatakan dalam
persendengan rumus sebagai berikut

Berdasarkan jenis fistel


a) Pneumotoraks ventilDi mana fistelnya berfungsi sebagai ventil sehingga udara
dapat masuk kedalam rongga pleura tetapi tidak dapat ke luar kembali. Akibatnya
tekanan udara di dalam rongga pleura makin lama makin tinggi dan dapat
mendorong mediastinum ke arah kontra lateral.
b) Pneumotoraks terbukaDi mana fistelnya terbuka sehingga rongga pleura
mempunyai hubunganterbuka dengan bronkus atau dengan dunia luar; tekanan di
dalam ronggapleura sama dengan tekanan di udara bebas.
c) Pneumotoraks tertutupDi mana fistelnya tertutup udara di dalam rongga pleura,
terkurung, danbiasanya akan diresobsi spontan.Pembagian pneumotoraks
berdasarkan jenis fistelnya ini sewaktu-waktu dapatberubah. Pneumotoraks
tertutup sewaktu-waktu dapat berubah menjadipneumotoraks terbuka, dan dapat
pula berubah menjadi pneumotoraks ventil

C. Prosedur Pemeriksaan Thoraks Contrast


Penggunaan media kontras dalam pemeriksaan CT-Scan diperlukan untuk menampakkan
struktur-struktur anatomi tubuh seperti pembuluh darah dan organ-organ lainnya dapat
dibedakan dengan jelas
1) Persiapan Alat
10

Pesawat CT Scan
Injector
Bahan kontras media
Jarum suntik, wing neddle, kapas, plester, anti histamine, oksegen,dll.
Selimut, dll.

2) Teknk Injeksi Intra Vena (automatic Injector)


Jenis media kontras
: media kontras dengan osmolaritas rendah
Volume media kontras
: 35 - 40 ml
Injeksi rata-rata (kecepatan)
: 3 ml / detik
Waktu Scan

: melakukan scanning pada saat 35 detik

setelah pemasukan awal media kontras (delay)


3) Persiapan Pasien
Puasa 4-6 jam sebelum pemeriksaan
Membawa hasil Pemeriksaan Lab Ureum dan Creatinin
Pasein diberi penjelasan tetang jalannya proses pemeriksaan dan teknik tahan
napas
Cek riwayat Alergi dan Penyakit lain
Mengisi Inform Consent
Melepaskan Benda benda logam yang ada di tubuh
4) Positioning
Pasien dalam posisi supine diatas meja pemeriksaan.
Kedua lengan pasien diletakkan diatas kepala, dengan menggunakan

pengganjal lengan agar paseien terasa nyaman.


MSP sejajar dengan longitudinal dari posisi cahaya lampu kolimator gantry.
Mid coronal plane dari pasien tepet pada pertengahan bidang horizontal dari

gantry.
Pasang Infus Pada pasien untuk memasukkan kontras media yang

dihubungkan dengan injektor otomatis dengan connector


Central Point berada tepat di sysmphisis menti
Intrulsikan Pasien agar mengangkat tangannya keatas
Pasien diselimuti agar nyaman, kemudian pasien difiksasi.
Berikan penjelasan lebih lanjut kepada pasien mengenai prosedur pemeriksaan.

5) Scanning
Selanjutnya masukan data pasien & pemeriksaan yang akan dilakukan pada

komputer.
Kemudian klakukan scanogram dari frontal from apex of the lung sampai
Lumbal 2 sejajar dengan Kedua Ginjal
11

Lalu scan kembali sesuai dengan luas area scan yang ditentukan
Lakukan Bolus Stracking untuk mengejar jalannya kontras saat scanning guna

melihat pembuluh darah saat dilewati kontras


Lakukan premonitoring guna menentukan letak aorta descendes biasanyan

tepat pada Carina


Setelah itu beri tanda aorta descenden sebagai indicator mulinya scan dengan

menyesuaikan HU yang kita atur\


Siapkan Injector dengan VOL kontras 40 ml Nacl 40 ml flow rate 3 ml/s dan

HU 80 delay ime 35 sec


Lalu tekan start pada CT scan dan Monitor Injector secara bersamaan sambil

dilihat apakah kontras masuk apa tidak ke pembuluh darah.


Setelah selesai scan, lepas infus dan Pasien diturunkan kembali

12

13

14

15

BAB IV
KESIMPULAN

CT scan adalah tes x-ray khusus yang dapat memproduksi gambar penampang tubuh
dengan teknik menggunakan x-ray dan bantuan komputer. Gambar-gambar yang dihasilkan
memungkinkan seorang ahli radiologi, untuk melihat bagian dalam tubuh seperti Anda akan
melihat bagian dalam roti dengan cara mengirisnya . Jenis sinar-x khusus, mengambil gambar
dari potongan tubuh. Dalam bidang kedokteran, radiografi digunakan untuk mengetahui bagian
dalam dari organ tubuh seperti tulang, paru-paru dan jantung. Dalam radiografi dengan
menggunakan film sinar-x, maka obyek yang diamati sering tertutup oleh jaringan struktur
lainnya, sehingga didapatkan pola gambar bayangan yang didominasi oleh struktur jaringan yang
tidak diinginkan. Hal ini akan membingungkan para dokter untuk mendiagnosa organ tubuh
tersebut. Untuk mengatasi hal ini maka dikembangkan teknologi yang lebih canggih yaitu CTScanner (Computed Tomography Scanner) dengan menggunakan radiasi nuklir seperti neutron,
sinar gamma dan sinar-x. Sehingga dokter Radiologi bisa melihat dengan detail pada daerah
tertentu.

16

DAFTAR PUSTAKA

Adisti Gusmavita. 2009. CT Scanner. www.kompas.co.id .update : 8 Jan 2015 pukul :


15.10
Harnawati . 2008. CT Scan. www.wordpass.com update : 7 Jan 2015 pukul:15.20
Putu Adi . 2009. Protocol pemeriksaan CT Scan . www.wordpress update : 6 Jan 2015
pukul : 15.35
Arie . 2010. CT Scan dan kegunaannya. www.wordpress . update : 7 Jan 2015 pukul :
15.40
Yanuar . 2010. Prinsip kerja CT Scan. www.wordpress . update : 7 Jan 2015 pukul :
16.00

17