Anda di halaman 1dari 6

Dengan kualitas setara DSLR, Anda yang sudah memiliki DSLR dapat

mempertimbangkan CSC (compact system camera) sebagai back up yang kecil dan
ringan. Berikut beberapa model sistem kamera mirrorless terbaik 2012 yang bisa
menjadi pertimbangan And
Sistem kamera compact atau mirrorless menawarkan kualitas gambar tinggi mirip
dengan DSLR serta fleksibilitas lensa yang dapat diganti. Ukuran yang lebih kecil
terutama berkat penghapusan kotak cermin yang umum ditemukan di DSLR.
Menghapus cermin memberikan keuntungan dari live view konstan pada layar LCD,
namun ini juga berarti viewfinder optik tidak bisa digunakan.
Dengan kualitas setara DSLR, Anda yang sudah memiliki DSLR dapat
mempertimbangkan CSC (compact system camera) sebagai back up yang kecil dan
ringan. Berikut beberapa model sistemkamera mirrorless terbaik 2012 yang bisa
menjadi pertimbangan Anda :

Olympus OM-D EM5

Olympus om-d em5, Olympus OM-D E-M5 with Jupiter 8 lenssoelin (Flickr.com)

Kelebihan :
Sangat baik kualitas gambarnya, bahkan pada ISO tinggi
Output JPEG dari kamera sangat bagus
AF sangat cepat menggunakan lensa Micro Fourd Third (MFT)
Body weather sealed

Built-in image stabilization (IS) membantu meningkatkan ketajaman (mode singleframe)


Banyak direct-kontrol langsung meskipun ukuran body mungil
Layar OLED sangat baik
Jumlah parameter pengambilan gambar banyak
Art Filter dapat membantu menghasilkan hasil yang menarik
Hampir setiap aspek/feature kamera dapat disesuaikan
Opsi dua buah handgrip memungkinkan ukuran body disesuaikan
Pilihan lensa MFT yang banyak dengan kualitas baik

Kekurangan :
AF tracking tidak dapat diandalkan
IS tidak efektif untuk pengambilan gambar terus menerus
Tombol kontrol berukuran kecil
Tidak ada koreksi CA dalam kamera (bermasalah dengan 12-50mm zoom kit)
Default setting JPEG mengaburkan detail
Beberapa fitur yang bermanfaat tersembunyi di pilihan menu
Jika tanpa grip tambahan membuat beberapa kontrol lebih susah
Tidak ada peringatan fokus terkunci pada pengambilan gambar kecepatan tinggi

E-M5 adalah sebuah kamera dalam body yang compact dan menarik. Dibangun
dengan standar yang tinggi dari magnesium alloy, built-in viewfinder, desain klasik,
dilengkapi jendela bidik elektronik, layar sentuh, dan tak kalah penting ekosistem
sistem kamera ini berkembang dengan baik dan pesat dengan banyaknya pilihan
lensa terutama dari Olympus, Panasonic dan vendor lain yang tergabung di sistem
Micro four thirds. Dengan sensor Four Thirds 16,2 juta pixel, Ini adalah kamera yang
nyaman digunakan dan gambar yang dihasilkan sangat memuaskan. Tanpa alasan
apapun, layak mendapat Gold Award, inilah kamera mirrorless idaman.

Fuji X-PRO 1

Fuji X-Pro 1 Voigtlander 28mm f 3.5 using Kipon Adsoelin (Flickr.com)


Dari desain sendiri kamera ini terlihat seperti kameta retro, namun tetap nyaman
digenggaman karena bentuknya kecil, tak seperti kebanyakan kamera DLSR lain
yang berbodi besar. Fuji X-PRO 1 dibalut magnesium alloy dengan roda pengatur
shutter speed layaknya kamera film manual. Serta di bagian belakang kamera anda
dapat melihat LCD seluas 3.0 inci, yang penggunaannya juga sangat mudah
Sensor yang dipilih Fuji tidaklah sekecil Nikon One ataupun Micro Four Thirds, tapi
sensor APS-C yang lebih dahulu sudah dipilih oleh Sony NEX dan Samsung NX.
Kamera pada Fujifilm X-Pro 1, diklaim mampu menyaingi hasil jepretan kamera full
frame profesional.
Bila kamera mirrorless lain hanya punya jendela bidik elektronik, maka Fuji X-Pro1
punya jendela bidik hybrid yaitu bisa optikal maupun elektronik, hanya dengan
memindahkan tuas di bagian depan kamera. Jendela bidik optiknya punya cakupan
90%, bila ingin mendapat cakupan 100% maka pindahkan saja ke jendela bidik
elektronik yang tajam dengan 1,44 juta titik.
Fuji menamai mount mereka dengan nama X-mount dan beberapa lensa sudah
disiapkan untuk dipilih, dengan tiga lensa tetap diluncurkan bersama kamera, f / 2,
18mm 35mm f / 2 dan 60mm f / 2

X-Pro1 mencapai kerenyahan yang sangat mengesankan dan kejelasan detail yang
terbaik kita lihat dari kamera mirroless lain sejauh ini.

Sony NEX-7

Sony Nex-7 shot with a Sony Alpha 850tienvijftien (Flickr.com)


NEX-7 adalah CSC andalan Sony, dengan resolusi terbaik di kelasnya melalui sensor
24,3-juta-pixel CMOS APS-C HD.
Tak hanya itu, NEX-7 juga disertai dengan engine pengolah gambar generasi terbaru
dari Sony BIONZ. Dengan kata lain, kamera ini mampu menghasilkan gambar lebih
tajam walaupun tidak memiliki kaca cermin di dalam kamera yang berfungsi untuk
memantulkan cahaya. Output tinggi 2013.3in memungkinkan hasil jepretan Sony
Nex 7 memiliki ukuran cetak di 300ppi.
NEX-7 memiliki shutter speed tercepat di kelasnya, yakni 20 milidetik dan
penggunaannya dapat diatur secara elektronik. Tidak hanya dapat menghasilkan
gambar besar dengan banyak detail dan tampil baik di low light, Sony Nex 7 juga
dilengkapi merupakan fitur kelas berat, termasuk high speed burst 10-frame-perdetik , 1080p HD capture video dan sensor-shift stabilisasi .
Alpha NEX-7 juga merupakan kamera kompak yang telah dilengkapi XGA OLED
(2,359K dot) TruFinder untuk framing dan focusing yang akurat. Fitur ini
menawarkan hampir 100 persen frame coverage dengan tampilan gambar dan
video yang terang, electronic viewfinder NEX-7 yang penuh rincian dan berkontras
tinggi, display yang beragam dan dapat disesuaikan untuk menyaingi viewfinder
optical.

Semua ini dikemas ke dalam tubuh, magnesium alloy kecil dengan built-in flash,
hotshoe untuk aksesoris eksternal seperti mic flashgun atau video,
Untuk melengkapi Alpha NEX-7 ini, Sony juga telah menyediakan tiga jenis lensa
yang bisa dipasangkan pada kamera ini. Ketiga lensa itu adalah seri SEL24F18Z
dengan lensa F1.8 bersudut lebar dengan fitur optik carl zeiss.
Lensa kedua adalah SEL50F18, sebuah lensa telephoto fixed 50mm dan lensa
bukaan lebar F1.8. Yang ketiga adalah lensa SEL55210, sebuah lensa full high
definition movie compatible tipis dengan pembesaran 3,8 kali. Inilah kamera
mirroles terbaik dengan fitur paling oke.

Panasonic Lumix DMC-GX1

Panasonic lumix dmc-gx1, LUMIX DMC-GX1 067TAKA P P R S (Flickr.com)


Panasonic Lumix DMC-GX1 hadir dengan balutan magnesium alloy. Sebagian besar
penanganan kamera ditingkatkan dengan penggunaan 3in LCD touchscreen, yang
menawarkan autofocus area sentuh penuh dengan respon 0.09sec, shutter sentuh
dan metering. Banyak tombol dapat disesuaikan untuk akses cepat ke kontrol
teratur.
Compact System Camera (CSC) terbaru Panasonic ini dilengkapi sensor Live MOS
beresolusi 15,8 megapixel dan Venus Engine yang memastikan kualitas gambar
yang dihasilkan menyerupai obyek aslinya. Untuk memungkinkan pengambilan foto
berkualitas dalam kondisi pencahayaan yang buruk, Panasonic telah
mempersenjatai GX1 dengan sensitivitas ISO hingga 12.800.
Dengan fungsi AF Tracking, GX1 dapat mengunci dan mengikuti gerak subjek dalam
fokus, bahkan dalam keadaan bergerak. Sama seperti kamera digital pada
umumnya, GX1 dapat digunakan untuk merekam video HD dalam format AVCHD

Semua Panasonic dan Olympus Micro Four Thirds CSC berbagi mount lensa yang
sama, membuat beragam lensa kedua perusahaan dan pihak ketiga lensa yang
tersedia tanpa perlu adapter.
Panasonic DMC-GX1 adalah kamera micro four third mungil yang hanya sedikit lebih
besar dibanding kamera saku namun dengan kemampuan yang besar dan memiliki
konstruksi yang cukup bandel. Panasonic DMC-GX1 adalah dambaan fotografer
yang menginginkan kamera mungil namun mampu menghasilkan foto menawan.