Anda di halaman 1dari 31

DASAR-DASAR PENANGKAPAN

IKAN
PROGRAM STUDI D3
PERIKANAN
FAKULTAS PERTANIAN,
PERIKANAN DAN BIOLOGI
UNIVERSITAS BANGKA
BELITUNG
2010
Ardiansyah Kurniawan,
S.Pi, M.P

Unit Penangkapan

Unit penangkapan adalah satuan teknis dalam operasi


penangkapan, yang biasanya terdiri dari perahu/ kapal
penangkap, alat penangkap, dan nelayan. Unit penangkapan
dihitung berdasarkan jenis alat penangkap yang digunakan.
Unit penangkap umumnya terdiri dari satu kapal penangkap,
beberapa orang nelayan dan beberapa buah alat tangkap,
namun jika pada satu kapal terdapat dua jenis alat tangkap
yang berbeda maka di katakan dua unit penangkapan.
Jadi perhitungan jumlah unit penagkapan tidak dihitung menurut
banyaknya alat tangkap yang digunakan dalam setiap unit tetapi
dihitung berdasarkan definisi dari alat tangkap tersebut.

TRIP PENANGKAPAN

Trip penangkapan adalah kegiatan operasi penangkapan yang


dihitung mulai/sejak perahu/kapal penagkap meninggalkan
pangkalan pendaratan ikan (fishing base) menuju daerah
operasi, mencari fishing ground, melakukan penangkapan
ikan, kemudian kembali lagi di fishing base.

Jumlah trip penangkapan dari suatu unit penangkapan adalah


banyaknya trip penangkapan yang dilakukan dalam periode
waktu tertentu.

Sebagai pengecualian, pada alat-alat penangkap seperti pukat


pantai,sero, serok, jermal, alat pengumpul kerang-kerangan,
dan rumput laut, dalam periode satu hari dapat melakukan
beberapa kali trip penangkapan. Untuk unit penangkpan yang
demikian satu hari penagkapan dihitung sebagai satu trip.

Perahu/Kapal Penangkap

Perahu/kapal penangkap
adalah perahu/kapal yang dipergunakan dalam operasi
penangkapan binatang/tanaman air baik secara
lagsung ataupun tidak langsung.

Kapal pengangkut yang digunakan untuk mengangkut hasil


tangkapan (carrier ship) atau hasil ikan hasil olahan dari
daerah produsen/penngkapan ke daerah konsumen tidak
termasuk sebagai kapal penangkap.

Kapal yang digunakan untuk mengangkut nelayan atau atat


tangkap pada operasi penangkapan dengan bagan, sero,
kelong, dll dimasukkan dalam kapal penakap, karena kapal
tersebut secara langsung berkaitan dengan operasi
pengkapan.

Macam dan Definisi Kapal Penangkap


Ikan
Perahu tidak bermotor
Perahu yang tidak menggunakan tenaga mesin
sebagai tenaga penggerak, tetapi menggunakan
layar atau dayung.
Jukung
Perahu tidak bermotor yang terbuat dari sebatang
kayu yang digali bagian tengahnya. Jukung yang
ditambah papan pada kedua sisinya tetap
diklasifikasikan kedalam jukung.

Lanjutan.
Perahu papan
Perahu tidak bermotor yang dasarnya terdiri dari lunas dengan
rusuk-rusuk yang dilekatkan pada lunas tersebut. Badan
perahu dengan memasang papan pada rusuk-rusuk tersebut.

Perahu motor tempel


Perahu yang menggunakan mesin (motor tempel) sebagai
tenaga penggerak, dan mesinnya diletakkan diluar, baik
diburitan maupun disisi perahu. Motor tempel ini dapat
dipasang pada jukung ataupun perahu papan. Perahu papan
yang menggunkan motor tempel di samping layar,
dimasukkan pada kategori perahu motor tempel.

Kapal motor
Kapal yang menggunkan tenaga mesin sebagai tenaga
penggerak dan mesinnya diletakkan di dalam kapal.

Klasifikasi Perahu/Kapal penangkap


Ikan
Perahu/Kapal penangkap ikan diklasifikasikan
sebagai berikut :
1.Perahu

tidak bermotor
.Jukung
.
Perahu papan :
.Kecil : panjangnya < 7
m
.Sedang: panjangnya 7
10 m
.Besar : panjangnya >
10 m

2.Perahu

motor tempel

3.Kapal motor
.< 5 GT
.5

- 10 GT
.10 - 20 GT
.20 - 30 GT
.50 - 100 GT
.100 - 200 GT
.200 500 GT
.> 500 GT

Klasifikasi Perahu Papan

Perahu papan yang termasuk kategori kecil adalah


perahu yang panjangnya kurang dari 7 meter.
Perahu papan yang temasuk kategori sedang adalah
perahu yang panjangnya 7 meter.
Perahu papan yang termasuk kategori besar adalah,
perahu yang panjangnya 10 meter.

Klasifikasi kapal motor

Kapal motor kategori 5 GT adalah kapal motor yang


tonagenya < 5GT
Kapal motor dengan tonage 5 10 GT
Kapal motor dengan tonage 10 -20 GT

Nelayan
Nelayan adalah orang yang secara aktif
melakukan pekerjaan dalam operasi
penangkapan/budidaya binatang/tanaman
air.
Orang yang melakukan pekerjaan seperti
membuat jaring, alat-alat/terlengkapan
penangkpan ikan, orang yang mengengkut ikan
tidak termasuk sebagai nelayan.
Ahli listrik, ahli mesin, ahli masak dan ahli-ahli
yang lain yang bekerja di atas kapal
penangkapan termasuk sebagai nelayan.

Klasifikasi nelayan

Nelayan penuh yaitu nelayan yang seluruh waktu


kerjanya digunakan untuk melakukan pekerjaan operasi
penangkapan.
Nelayan sambilan utama yaitu nelayan yang sebagian
besar waktunya digunakan untuk melakukan pekerjaan
operasi penangkapan. Disamping penangkapan sebagai
pekerjaan utamanya, nelayan ini dapat pula
mempunyai pekerjaan lain
Nelayan sambilan tambahan yaitu nelayan yang
sebagian kecil waktunya digunakan untuk melakukan
pekerjaan operasi penangkapan ikan.

Jadi perbedaan antara nelayan sambialan utama dan nelayan


sambilan tambahan terletak pada pengguanaan waktu
kerjanya dalam bidang penangkapan ,dibandingkan dengan
seluruh waktu kerjanya.

PRODUKSI PERIKANAN MENURUT FAO:


Termasuk

produksi adalah data produksi yang


mencakup semua hasil penangkapan ikan/binatang air
lainnya/tanaman air yang ditangkap dari sumber perikanan
alami atau dari tempat pemeliharaan, baik yang diusahakan
oleh perusahaan perikanan maupun rumah tangga perikanan.
Yang dicacah sebagai produksi tidak hanya jumlah
penangkapan yang dijual, tetapi termasuk juga hasil
penangkapan yang dimakan nelayan/rumah tangga perikanan
atau yang diberikan kepada nelayan sebagai upah kerja.
Tidak

termasuk produksi adalah data produksi ikan mencakup


hasil penangkapan yang ditangkap dalam rangka sport / olah
raga dan rekreasi atau kegemaran (hobby) dan hasil
penangkapan yang dibuang kelaut segera setelah ikan/binatang
air lainnya/tanaman air tertangkap.

SATUAN PENGUKURAN

Berat

atau volume produksi adalah berat basah pada waktu hasil


penangkapan didaratkan. Jadi kalau hasil penangkapan didaratkan
sesudah diolah diatas kapal penangkapan atau di daerah
penangkapan, maka beratnya harus dikembalikan kedalam berat
basah.
misal: Pada penangkapan udang dengan trawl, pada umumnya
udang di potong kepalanya di atas kapal sebelum udang di daratkan.
Hal yang serupa terjadi juga pada jenis perikanan lainnya. Dalam hal
demikian, maka dalam membuat laporan produksi semua udang/ ikan
yang diolah sebelum di daratkan harus dikembalikan ke dalam berat
semula.
Nilai

produksi adalah nilai pada waktu hasil penangkapan


didaratkan. Jadi harga yang digunakan adalah harga produsen.

Thanks for
your kind
attention