Anda di halaman 1dari 7

SURVEILANSI

EPIDEMIOLOGI

Kelompok 4
Ni Wayan Windy Ferina

(P0713412001)

Nyoman Gede Ngardiana

(P0713412017)

Luh Gede Ruwidianingsih

(P0713412018)

I Putu Paramartha Wicaksana Aji

(P0713412033)

Dwi Sumarajaya

(P0713412034)

Karunia Wulandari

(P0713412049)

Diah Putri Agustin

(P0713412050)

KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
DIII JURUSAN ANALIS KESEHATAN
2014

SURVEILANS EPIDEMIOLOGI
A. Pengertian Surveilans epidemiologi
Menurut WHO, Surveilans adalah proses pengumpulan, pengolahan, analisis dan
interpretasi data secara terus menerus serta penyebaran informasi pada unit yang membutuhkan
untuk dapat mengambil tindakan. Surveilans epidemiologi adalah suatu proses pengamatan yang
terus menerus dan sistematis serta berkesinambungan dalam pengumpulan data, analisis dan
interpretasi data kesehatan dalam upaya untuk menguraikan dan memantau suatu peristiwa
kesehatan agar dapat dilakukan penanggulangan yang efektif dan efisien terhadap masalah
kesehatan masyarakat tersebut.
B. Sejarah Perkembangan Surveilans Epidemiologi
1) Von Leibnitz

Mengajukan pembentukan suatu dewan kesehatan dan penerapan analisis numerik


mengenai statistik kematian untuk keperluan perencanaan kesehatan
2) John Graunt di London
Natural and Political Observations Made Upon the Bills of Mortality yang
mencoba mendefinisikan hukum-hukum dasar studi natalitas dan mortalitas; ia
meletakkan prinsip-prinsip dasar surveilans Epidemiologi (perhitungan kematian spesifik
menurut penyakit, angka kematian, dan konsep pola penyakit).
C. Pengembangan Konsep-Konsep Surveilans
1) William Farr, salah satu pendiri konsep modern surveilans, mengumpulkan dan
mengevaluasi data Registrars Office dari England dan Wales dari tahun 1839 - 1879 dan
melaporkan hasilnya kepada petugas-petugas kesehatan pemerintah dan masyarakat umum.
2) Pada tahun 1845, Thurnam menerbitkan laporan pertama yang extensif mengenai statistik
kesehatan mental di London.
3) Lemuel Shattuck pada tahun 1850 melaporkan kepada Komisi Kesehatan Massachusetts
yang menghubungkan kematian, mortalitas bayi dan ibu, dan penyakit menular dengan

kondisi kehidupan. Ia mengusulkan suatu sensus sepuluh-tahunan, standarisasi


nomenklatur penyakit dan kematian, dan pengumpulan data kesehatan yang meliputi umur,
jenis kelamin, pekerjaan, tingkat sosioekonomik, dan lokalitas.
Ia menerapkan konsep ini pada kegiatan program imunisasi, kesehatan sekolah, merokok,
penyalahgunaan alkohol, dan menggunakan konsep-konsep ini untuk pengajaran
kedokteran pencegahan.
D. Kegunaan Surveilans Epidemiologi
1. Untuk memantau kecenderungan penyakit dan memperkirakannya secara kuantitatif.
2. Untuk mengetahui gambaran perjalanan alamiah penyakit, yaitu perkembangan penyakit
3.
4.
5.
6.

sebelum terjadi interferensi.


Untuk deteksi dan prediksi terjadinya KLB (Kejadian Luar Biasa) dari sebuah penyaki.
Memantau kemajuan suatu program pemberantasan.
Menyediakan informasi untuk perencanaan pembangunan pelayanan kesehatan.
Memperkirakan besarnya suatu kesakitan atau kematian yang berhubungan dengan

masalah yang sedang diamati.


7. Bisa digunakan sebagai dasar

penelitian

untuk

menentukan

suatu

tindakan

penanggulangan atau pencegahan penyakit.


8. Mengidentifikasikan faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian suatu penyakit.
9. Memungkinkan seseorang untuk melakukan penilaian terhadap tindakan
penanggulangan.
10. Mengawali upaya untuk meningkatkan tindakan-tindakan praktek klinis oleh petugas
kesehatan yang terlibat dalam sistim surveilans.
11. Pembuatan policy dan kebijakan pemberantasan penyakit.

Surveilans Epidemiologi adalah pengumpulan dan analisa data epidemiologi yang akan
digunakan sebagai dasar dari kegiatan-kegiatan dalam bidang pencegahan dan penanggulangan
penyakit yang meliputi kegiatan :
1. Perencanaan Program Pemberantasan Penyakit.
Mengenal Epidemiologi Penyakit berarti mengenal apa yang kita hadapi dan mengenal
perencanaan program yang baik.
2. Evaluasi Program Pemberantasan Penyakit.
Bagaimana keadaan sebelum dan sesudah dan sesudah program dilaksanakan sehingga
dapat diukur keberhasilannya menggunakan data sueveilans epidemiologi.
3. Penanggulangan wabah Kejadian Luar Biasa.

Penyelenggaraan Surveilans Epidemiologi Kesehatan wajib dilakukan oleh setiap instansi


kesehatan Pemerintah, instansi Kesehatan Propinsi, instansi kesehatan kabupaten/kota dan
lembaga masyarakat dan swasta baik secara fungsional atau struktural. Mekanisme kegiatan
Surveilans epidemiologi Kesehatan merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara sistematis
dan terus menerus. Surveilans beralasan untuk dilakukan jika dilatari oleh kondisi kondisi
berikut ( WHO, 2002 ) :
1. Beban Penyakit ( Burden of Disease ) tinggi, sehingga merupakan masalah penting kesehatan
masyarakat.
2. Terdapat tindakan masyarakat yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut
3. Data yang relevan mudah diperoleh
4. Hasil yang diperoleh sepadan dengan upaya yang dilakukan ( pertimbangan efisiensi ).
Dengan system surveilans yang peka terhadap perubahan-perubahan pola penayakit di suatu
daerah tertentu dapat mengantisipasi kecenderungan penyakit di suatu daerah.

E. Kegiatan Pokok Surveilans Epidemiologi


Ada 5 komponen utama dari kegiatan Surveilans Epidemiologi
1. Pengumpulan Data: Pencatatan insidensi berdasarkan laporan rumah sakit, puskesmas, dan
sarana pelayanan kesehatan lain, laporan petugas surveilans di lapangan, laporan
masyarakat, dan petugas kesehatan lain; Survei khusus; dan pencatatan jumlah populasi
berisiko terhadap penyakit yang sedang diamati. Tehnik pengumpulan data dapat dilakukan
dengan wawancara dan pemeriksaan. Tujuan pengumpulan data adalah menentukan
kelompok high risk; Menentukan jenis dan karakteristik (penyebabnya); Menentukan
reservoir; Transmisi; Pencatatan kejadian penyakit; dan KLB.
2. Pengelolaan Data: Data yang diperoleh biasanya masih dalam bentuk data mentah (row
data) yang masih perlu disusun sedemikian rupa sehingga mudah dianalisis. Data yang
terkumpul dapat diolah dalam bentuk tabel, bentuk grafik maupun bentuk peta atau bentuk
lainnya. Kompilasi data tersebut harus dapat memberikan keterangan yang berarti.
3. Analisis dan Interpretasi Data: Data yang telah disusun dan dikompilasi, selanjutnya
dianalisis dan dilakukan interpretasi untuk memberikan arti dan memberikan kejelasan
tentang situasi yang ada dalam masyarakat.
4. Distribusi Data: Setelah analisis dan interpretasi data serta telah memiliki keterangan yang
cukup jelas dan sudah disimpulkan dalam suatu kesimpulan, selanjutnya dapat

disebarluaskan kepada semua pihak yang berkepentingan, agar informasi ini dapat
dimanfaatkan sebagai mana mestinya.
5. Evaluasi: Hasil evaluasi terhadap data sistem surveilans selanjutnya dapat digunakan untuk
perencanaan, penanggulangan khusus serta program pelaksanaannya, untuk kegiatan tindak
lanjut (follow up), untuk melakukan koreksi dan perbaikan-perbaikan program dan
pelaksanaan program, serta untuk kepentingan evaluasi maupun penilaian hasil kegiatan.
F. Evaluasi Sistem Surveilans
Dalam menjalankan kegiatan surveilans epidemiologi, diperlukan keterpaduan satu sama
lain, untuk itu ditetapkan sebuah atribut / pedoman dalam pelaksanaannya. Sebuah kegiatan
surveilans epidemiologi hendaknya mengikuti beberapa kriteria antara lain:
1. Simplicity
2. Flexibility
3. Acceptability
4. Sensitivity
5. Predictive Value Positive
6. Representativeness
7. Timeliness
G. Jenis Surveilans
1. Sistem Surveilans Terpadu Penyakit
yaitu petugas surveilans mengamati beberapa penyakit terpadu, dilihat dari beberapa
penyakit yang saling berkaitan dan dipadukan dengan vektornya.
2. Sistem Surveilans Sentinel
yaitu petugas surveilans mengamati beberapa penyakit yang dipadukan dari pengamatan
di rumah sakit dan di puskesmas.
3. Surveilans Khusus
yaitu petugas surveilans mengamati satu jenis penyakit. misalnya pengamatan pada
penyakit rabies yang menjadi salah satu penyakit KLB (Kejadian Luar Biasa) di
Denpasar.
4. Sistem Kewaspadaan Dini

yaitu petugas surveilans membimbing masyarakat untuk mampu mengidentifikasi


penyakit dan masalah kesehatan yang menjadi problem di desanya.
5. Studi Khusus

H. Data Yang Diperlukan

Pencatatan kematian

Laporan penyakit

Laporan KLB (Kejadian Luar Biasa)

Hasil lab

Penyelidikan KLB (Kejadian Luar Biasa)

Survei
1.

survey aktif : petugas langsung datang utk mencari data, ikut sampling, atau bahkan
door to door.

2.

survey pasif : petugas menunggu pasien datang, menerima data yg sudah jadi.

Laporan vektor penyakit

Laporan pemakaian obat & vaksin

Data demografi

Data lingkungan

I. Indikator Surveilans

Kelengkapan laporan

Kuantitas dan kualitas kajian epidemiologi

Distribusi berita spidemiologi

Pemanfaatan informasi epidemiologi

Menurunnya frekuensi KLB

Meningkatnya SKD penyakit

DAFTAR PUSTAKA
Budiman,

M.

Elyas

Arif.

2013.

Surveilans

Epidemiologi.

Online.

http://ilyazarief.blogspot.com/2013/10/surveilans-epidemiologi.html. Diakses pada 9


Desember 2014.
Syafrudin

SKM.,

M.Kes.

2012.

Surveilan

Epidemiologi.

Online.

http://materi-

paksyaf.blogspot.com/2012/06/surveilan-epidemiologi.html. Diakses pada 9 Desember


2014.

Anda mungkin juga menyukai