Anda di halaman 1dari 7

SURVEY SIMPANGAN BERSINYAL UNTUK

MENENTUKAN PRILAKU LALULINTAS


I.

PENDAHULUAN

I.1.

Umum
Simpangan bersinyal merupakan bagian dari sistem kendali waktu tetap yang
dirangkai atau sinyal aktuasi kendaraan terisolir, biasanya memerlukan metoda atau
perangkat lunak khusus dalam analisanya.Walau demikian masukan untuk waktu
sinyal dari suatu simpang yang berdiri sendiri dapat diperoleh dengan menggunakan
program bantuan kaji atau survey lalulintas.
Proses perhitungan simpang bersinyal ini menguraikan mengenai tata cara untuk
menentukan waktu sinyal, kapasitas, dan prilaku lalu lintas (tundaan, panjang antrian,
dan rasio kendaraan terhenti) pada simpang bersinyal di daerah perkotaan maupun
semi perkotaan berdasarkan data-data yang ada di lapangan untuk kemudian diolah
sesuai urutan pengerjaan hingga didapatkan suatu nilai Level Of Service (LOS) yang
diharapkan.
Level Of Service ( Tingkat Pelayanan ) pada suatu simpangan sangat menentukan
kenyamanan bagi pengendara dalam berkendara, baiknya tingkat pelayanan akan
mengurangi tingkat kemacetan dan mengurangi angka kecelakaan di jalan raya.
Dalam pelaksanaan survey juga dapat mengacu pada MKJI (Manual Kapasitas Jalan
Indonesia) 1997.

I.2.

Latar belakang
Survey ini selain bagian dari tugas mata kuliah juga di latar belakangi banyaknya
permasalahan di beberapa simpangan bersinyal yang waktu tundaannya tidak sesuai
dengan volume kendaraan yang ada sehingga menyebabkan banyak simpangan
bersinyal yang volume kendaraannya tidak terlalu banyak dengan waktu tundaan yang
lama membuat para pengguna jalan jenuh dan berjalan sebelum lampu hijau menyala
dan sering terjadi kecelakaan dipengaruhi oleh faktor tersebut.
Pada sisi persimpangan yang terdapat banyak bangunan pertokoan sehingga banyak
pemakai jalan yang tidak disiplin dalam berlalu lintas serta kendaraan yang diparkir
sembarangan disekitar lokasi simpang juga semakin menambah masalah yang terjadi
di persimpangan tersebut.

I.3.

Tujuan
Adapun beberapa tujuan dari pelaksanaan survey diantaranya :
1. Mengetahui kinerja dari perangkat lampu lalulintas
2. Efektifitas lama waktu tundaan
3. Panjang antrian
4. Rasio/Jumlah kendaraan terhenti
5. Kesalahan parkir pada area simpangan

II.

PROSEDUR SURVEY
Pendataan nama
Simpangan dan faktor
faktor yang mempengaruhi
simpang

Periksalah perangkat lampu lintas dan


perhatikan perangkat papan waktu
apakah masih berfungsi

Catat lama waktu tundaan


pada simpangan

Gunakan stopwatch untuk


menghitung lama waktu tundaan

Ukur lebar jalan pada


simpangan dan kenali
jenis dan tipe jalan

Input data yang diperoleh


pada formulir yang anda
buat

Lakukan pencatatan jumlah


kendaraan tunggu pada waktu
tundaan di formulir yang anda
buat perjam survey

Gunakan data untuk perhitungan sinyal


efektif,kapasitas simpangan,rasio
kendaraan henti,panjang antrian dan
data lain yang di perlukan

Setelah semua data jumlah


kendaraan di dapat maka di
konversikan kedalam satuan
Smp/jam

KESIMPULAN
III.

DATA SURVEY DAN ANALISA PRILAKU LALULINTAS

III.1.

REKAP DATA LAPANGAN UNTUK JUMLAH KENDARAAN

DATA SIMPANG
Jenis fase simpangan = 2 fase
Jumlah titik konflik = 4
Akses jalan menuju simpang ada empat diantaranya :
UTARA = JALAN GAHARU/MENUJU JALAN MUCHTAR BASRI
Lebar jalan
=6m
Tipe jalan
= Kolektor (2/2)
Bangunan sekitar jalan = Pertokoan , tempat karaoke ,stadion badminton
SELATAN = JALAN GAHARU
Lebar jalan
= 10 m
Tipe jalan
= Kolektor (4/2)
Bangunan sekitar jalan = Pertokoan

TIMUR = JALAN BAMBU II MENUJU KARAKATAU


Lebar jalan
=6 m
Tipe jalan
= Kolektor (2/2)
Bangunan sekitar jalan = Pertokoan , tempat karaoke
BARAT = JALAN BAMBU II MENUJU GLUGUR
Lebar jalan
= 14 m

Tipe jalan
= Kolektor (4/2)
Bangunan sekitar jalan = Pertokoan , Dealer
TABEL SIKLUS SINYAL LAMPU LINTAS PADA SIMPANG
KUNIN
MERA
ARAH
HIJAU
G
H
M/K
Co
UTARA
3
53
2
41
99
SELATAN
41
3
53
2
99
TIMUR
50
3
42
2
97
BARAT
45
3
40
2
90
TABEL REKAPITULASI JUMLAH KENDARAAN TUNGGU
JAM
9.05 - 10.05
10.20 - 11.20
11.45 - 12.45
RATA - RATA

UTARA
539
568
488
532

ARAH
SELATAN
TIMUR
321
439
317
398
285
374
308
404

TABEL PANJANG ANTRIAN MAKSIMUM


UTARA
(m)
27

SELATAN
(m)
15

TIMUR
(m)
10

III.2. ANALISA PRILAKU LALULINTAS

BARAT
(m)
25

BARAT
604
564
520
563

PENDEKATAN
q (smp)
s (smp)
q/s = y
Maks.y
Y
ARAH
UTARA
SELATAN
TIMUR
BARAT

FASE
2

U
532
1850
0,29

S
308
2550
0,12

T
404
1850
0,22

0,29

0,22
0,51

HIJAU
41
41
50
45

B
563
3675
0,15

L
9

L = 2n + R
Dimana :
L = Waktu hilang
n = Banyak fase
R = waktu semua merah atau waktu merah/merah/kuning

1,5.9+5

=38 detik
10,51
1,5 L+ 5
=
1 y
Co=

0,29(389)

1=16 detik
0,51
y 1(CL)

1=
Y
g 1=
0,22(389)

1=12 detik
0,51
y 2(CL)

1=
Y
g 2=

Secara diagram dapat digambarkan :


38 detik
Hijau 16 dt

kuning 3 dt merah 17 dt

M/K 2 dt
Utara Selatan

Merah 21 dt

M/K 2 dt

Hijau 12 dt Hijau K 3 dt
Barat Timur

IV.

KESIMPULAN
Dari hasil data kendaraan yang diperoleh maka di dapatkan waktu siklus optimum
(Co) yang lebih kecil dibandingkan dengan waktu siklus optimun yang ada di
simpangan lokasi survey dan berpengaruh pada waktu hijau efektif yang lebih kecil
dibandingkan waktu hijau dilapangan.