Anda di halaman 1dari 40

Gagal Ginjal Kronik

Levina Septembera
11.2014.014
Coass Interna Rs. Bhakti Yudha
Depok

Anatomi Ginjal
Ginjal terletak pada dinding posterior
abdomen, terutama di daerah
lumbal.
Letak : mulai dari ketinggian vetebra
torakalis terakhir sampai vertebra
torakalis terakhir sampai vertebra
torakalis lumbalis ketiga (Ginjal yang
kanan sedikit lebih rendah).

Anatomi Ginjal
Ukuran : Setiap ginjal panjangnya 6
sampai 7,5 sentimeter, dan tebal 1,5
sentimeter sampai 2,5 sentimeter.
Pada orang dewasa beratnya kirakira 140 gram.

Anatomi Ginjal
Struktur ginjal :
- Setiap ginjal terbungkus oleh selaput tipis
disebut kapsula renalis.
- Kapsula renalis terdiri atas jaringan fibrus
berwarna ungu tua.
- Lapisan luar terdapat lapisan korteks
(substansia kortekalis) dan lapisan sebelah
dalam bagian medulla (substansi medularis)
membentuk kerucut yang disebut renal
pyramid.

Anatomi Ginjal
- Renal pyramid membentuk kaliks yang
terdiri atas lubang-lubang kecil disebut
papila renalis.
- Garis-garis yang terlihat pada pyramid
disebut tubulus nefron. Tubulus nefron
merupakan bagian terkecil ginjal yang
terdiri atas glomerulus, tubulus proksimal
(tubulus kontorti satu), ansa henle,
tubulus distal (tubulus kontorti dua) dan
tubulus urinarius (papilla vateri).

Fungsi Bagian-bagian Struktur


Ginjal
Nefron : untuk menyaring darah dan
mengontrol komposisi darah.
Glomerulus : menerima darah dari
arteriola aferen dan meneruskan darah
ke sistem vena melalui arteriola eferen.
Fungsi : Natrium dan kalium secara
bebas
difiltrasi dalam glomerulus
sesuai
dengan konsentrasi
dalam plasma.

Fungsi Bagian-bagian Struktur


Ginjal
Bagian dari Glomerulus :
a.Aparatus Juksta Glomerulus
Dinding arteriola yang bersentuhan dengan
ansa Henle menjadi tebal karena selselnya mengandung butir-butir sekresi
renin yang besar yang disebut sel juksta
glomerulus. Makula densa dan sel juksta
gloerulus erat seklali hubungannya
dengan pengaturan volume cairan
ekstrasel dan tekanan darah.

Fungsi Bagian-bagian Ginjal


B. Elektromikroskopis Glomerulus
Sel mangsial terdapat pada dinding
kapiler seluruh tubuh. Zat-zat ini
bermuatan netral, berdiameter 4nm,
dapat melalui membran glomerulus
dan untuk zat yang lebih dari 8nm
hampir semuanya terhambat.

Fungsi Bagian-bagian Ginjal


Tubulus Proksimal Konvulta
- Letak : langsung berhubungan dengan
kapsula Bowman dengan panjang 15 mm.
- Sekitar 2/3 natrium yang terfiltrasi di
glomerulus diabsorbsi secara isotonik
bersama kloridan dan melibatkan
transportasi aktif natrium.
- Peningkatan reabsorbsi natrium : hal ini
dapat mengganggu pengenceran dan
pemekatan urine yang normal

Fungsi Bagian-bagian Ginjal


Ansa Henle :
Klorida secara aktif diserap kembali
pada cabang asendens ansa Henle dan
natrium bergerak secara pasif untuk
mempertahankan kenetralan listrik.
Sekitar 25% natrium yag difiltrasi
diserap kembali karena nefron bersifat
tidak permeabel terhadap air.

Fungsi Bagian-bagian Ginjal


Reabsorbsi klorida dan natrium di
pars asendens penting untuk
pemekatan urine karena membantu
mempertahankan integritas gradiens
konsentrasi medula.

Fungsi Bagian-bagian Ginjal


Tubulus Distal Konvulta : Mekanisme
pasti reabsorbsi natrium pada daerah
ini ditukar dengan ion hidrogen atau
kalium di bawah pengaruh aldosteron.
Sekresi kalium terjadi secara murni.
Duktus koligen medula : Duktus ini
memiliki kemampuan mereabsorbsi
dan menyekresi kalium. Reabsorbsi
aktif kalium murni terjadi dalam
duktus koligen medula.

Persyarafan Ginjal
Ginjal mendapatkan persarafan dari
fleksus renalis (vasomotor). Saraf ini
berfungsi untuk mengatur jumlah
darah yang masuk ke dalam ginjal,
saraf ini berjalan bersamaan dengan
pembuluh darah yang masuk ke ginjal.

Fungsi dan Fisiologi Ginjal


Nefron terbentuk dari 2 komponen utama yaitu
(1). Glomerulus dan kapsula Bowmans sebagai
tempat air dan larutan difiltrasi dari darah.
(2). Tubulus yaitu tubulus proksimal, ansa henle,
tubulus distalis dan tubulus kolagentes yang
mereabsorpsi material penting dari filtrat
yang memungkinkan bahan-bahan sampah
dan material yang tidak dibutuhkan untuk
tetap dalam filtrat dan mengalir ke pelvis
renalis sebagai urin.

Fungsi dan Fisiologi Ginjal


Mempertahankan imbangan air
seluruh tubuh, mempertahankan
volume plasma yang tepat melalui
pengaturan eksresi garam dan air
Mengatur jumlah dan kadar berbagai
ion dalam CES seperti :ion Na+, Cl-, K+,
HCO3-, Ca2+, Mg2+, SO42-, PO43- dan H+
Membatu mempertahankan imbang asambasa dengan mengatur kadar ion H+ dan
HCO3-

Fungsi dan Fisiologi Ginjal


Mengekresikan berbagai senyawa asing,
seperti : obat, pestisida, toksin dan berbagai
zat oksogen yang masuk ke dalam tubuh.
Menghasilkan beberapa senyawa khusus :

Eritropoietin
Renin
Kalikrein (Vasodilator)
Prostaglandin (Vasodilatasi,
meningkatkan ekskresi garam dan air,
dan merangsang pelepasan renin)

Fungsi dan Fisiologi Ginjal


- Tromboksan (Vasokontriksi)
Melakukan fungsi metabolic khusus :
- Mengubah vitamin D inaktif menjadi
bentuk aktif (1,25-dihidroksi-vitamin
D3), suatu hormone yang merangsang
absorsi kalsium di usus sintesis
ammonia dari asam amino (untuk
pengaturan imbangan asam basa).

Fungsi dan Fisiologi Ginjal


Sintesis glukosa dari sumber nonglukosa (gluconeogenesis) saat
puasa berkepanjangan
menghancurkan / menginaktivasi
berbagai hormone seperti :
angiotensin II, glukoagon, insulin, an
hormone paratiroid

Fisiologi Ginjal Normal


Mekanisme pembentukan urin melalui 3 proses
utama :
1. Filtrasi glomerulus
Proses penyaringan besar-besaran plasma
(hampir bebas protein) dan kapiler
glomerulus ke dalam kapsula bowman.
2. Reabsorpsi Tubulus
Perpindahan zat dari lumen tubulus menuju
plasma kapiler peritubulus.
3. Sekresi Tubulus
Perpindahan zat dari plasma kapiler menuju lumen
tubulus.

Gagal Ginjal Kronik


Definisi :
- Gagal ginjal kronik adalah kerusakan
ginjal yang terjadi selama lebih dari 3
bulan, berdasarkan kelainan patologis
atau petanda kerusakan ginjal seperti
proteinuria.
- Diagnosis penyakit ginjal kronik
ditegakkan jika nilai laju filtrasi glomerulus
kurang dari 60 ml/menit/1,73m.

Klasifikasi Gagal Ginjal


Kronik
Stadium 1 : kerusakan ginjal dengan
fungsi ginjal yang masih normal.
Stadium 2 : kerusakan ginjal dengan
penurunan fungsi ginjal yang ringan.
Stadium 3 : kerusakan ginjal dengan
penurunan yang sedang fungsi ginjal.
Stadium 4: Kerusakan ginjal dengan
penurunan berat fungsi ginjal
Stadium 5 : Gagal ginjal

Rumus LFG
GFR (ml/mnt/1,73m2) =
((140 umur) X berat badan) : (72 X
kreatinin plasma (mg/dl)*)

*Pada perempuan dikalikan 0,85

Etiologi dan Epidemiologi

Glomerulonefritis 46,39%
Diabetes melitus 18,65%
Obstruksi dan infeksi 12,85%
Hipertensi 8,49%
Sebab lain 13,65%

Faktor Risiko
Faktor risiko gagal ginjal kronik, yaitu pada
pasien dengan diabetes melitus atau
hipertensi, penyakit autoimun, batu ginjal,
sembuh dari gagal ginjal akut, infeksi saluran
kemih, dan faktor social dan lingkungan
seperti obesitas atau perokok, berumur lebih
dari 50 tahun, dan individu dengan riwayat
penyakit diabetes melitus, hipertensi, dan
penyakit ginjal dalam keluarga,
berpendidikan rendah, dan terekspos dengan
bahan kimia dan lingkungan tertentu.

Gambaran Klinis

kelainan hemopoeisis
saluran cerna
mata
Kulit
selaput serosa
kelainan neuropsikiatri
kelainan kardiovaskular

Pemeriksaan Penunjang
Gambaran laboratorium penyakit
ginjal kronik meliputi sesuai dengan
penyakit yang mendasarinya,
penurunan fungsi ginjal berupa
peningkatan ureum dan kreatinin
serum, dan penurunan laju filtrasi
glomerolus (LFG) yang dapat
dihitung mempergunakan rumus
Kockcroft-Gault.

Pemeriksaan Penunjang
Serta kelainan biokimia darah
lainnya, seperti penurunan kadar
hemoglobin, hiper atau hipokalemia,
hiperfosfatemia, hipokalsemia.
Kelainan urinanalisi meliputi
proteinuria, hematuri, leukosuria,
dan silinder.

Pemeriksaan Penunjang
foto polos abdomen: dapat terlihat batu radio
opak
pielografi intravena: sekarang jarang
digunakan karena kontras seriing tidak bisa
melewati filter glomerolus, di samping
kekhawatiran terjadinya pengaruh toksisk
oleh kontras terhadap ginjal yang sudah
mengalami kerusakan
pielografi antergrad atau retrograde
dilakukan sesuai indikasi

Pemeriksaan Penunjang
ultrasonografi ginjal dapat
memperlihatkan ukuran ginjal yang
mengecil, korteks yang menipis,
adanya hidronefrosis atau batu
ginjal, kista, massa, klasifikasi
pemeriksaan pemindaan ginjal atau
renografi dikerjakan bila ada indikasi.

Penatalaksanaan
Terapi Konservatif
a.Peranan diet
b.Kebutuhan jumlah kalori
c.Kebutuhan cairan
d.Kebutuhan elektrolit dan mineral

Penatalaksanaan
Terapi Simptomatik
Terapi Pengganti Ginjal
a.Hemodialisis -> untuk mencegah
gejala toksik azotemia dan malnutrisi.
indikasi hemodialisis : absolut dan
elektif
b. Dialisis Peritoneal
c. Transplatasi Ginjal

Prognosis
Tergantung dari penyakit yang
mendasari, penanganannya dan
stadiumnya
Kematian terbanyak adalah karena
kegagalan jantung (45%), infeksi
(14%), kelainan pembuluh darah
otak (6%), dan keganasan (4%).

Pencegahan
Pengobatan hipertensi (makin rendah
tekanan darah makin kecil risiko
penurunan fungsi ginjal),
pengendalian gula darah, lemak
darah, anemia, penghentian
merokok, peningkatan aktivitas fisik
dan pengendalian berat badan.