Anda di halaman 1dari 5

KONDUKSI PANAS SATU DIMENSI YANG STEDI

2-1 Dinding yang berbentuk geometri sederhana


Dinding datar. Kasus aliran panas satu dimensi yang paling sederhana, yaitu konduksi
panas melalui dinding datar. Suhu yang seragam pada permukaan yang panas meupun yang
dingin, laju aliran panas dengan cara konduksi melalui suatu bahan yang homogen diberikan
oleh
qk=

Ak
T
T panasT dingin )=
=K k T
(
L
Rk
Silinder berlubang. Aliran panas radial dengan cara konduksi melalui silinder

berpenampang lingkaran yang berlubang merupakan satu lagi soal konduksi satu dimensi
yang besar arti pentingnya dalam praktek. Contoh yang khas adalah konduksi melalui pipa
dan melalui isolasi pipa.
Jika silinder itu homogen dan cukup panjang sehingga pengaruh ujung-ujungnya
dapat diabaikan dan suhu permukaan dalamnya konstan pada Ti sedangkan suhu luarnya
dipertahankan seragam pada To.

qk=

Ti
r
ln o
ri

( )

2 kl
Persamaan untuk menghitung laju konduksi panas melalui silinder berpenampang
lingkaran yang berlubang, misalnya pipa. Pemeriksaan terhadap persamaaan diatas
menunjukkan bahwa laju aliran panas radial berbanding lurus dengan panjang silinder l,
konduktivitas termal k, beda suhu antar permukaan dalam dan luar Ti-To dan berbanding
terbalik dengan logaritma alamiah hasil bagi jari-jari luar terhadap jari-jari dalam

r o /r i

atau hasil bagi garis tengah luar terhadap garis tengah dalam Do/Di.
Distribusi suhu (temperature distribution; juga dikenal dengan istilah agihan suhu)
pada dinding yang lengkung diperoleh dengan mengintegrasikan persamaan diatas dari jarijari dalam ri dan suhu Ti yang bersangkutan sampai jari-jari sembarang r dan suhu T yang
bersangkutan.

Cangkang yang berbentuk bola dan paralelepepida. Di antara semua bentuk geometri,
bola mempunyai volume per luas permuakaan luar yang terbesar. Karena itu bola berongga
kadang-kadang dipergunakan dalam industri kimia untuk pekerjaan suhu rendah, bila
kerugian panas harus diusahakan sekecil mungkin. Konduksi melalui cangkang bola adalah
juga soal keadaan stedi satu dimensi jika suhu permukaan dalm dan luarnya seragam dan
konstan.
Pengaruh konduktivitas termal tak seragam. Telah disebutkan bahwa konduktivitas
termal berubah dengan sushu. Perubahan konduktivitas termal terhadap suhu dapat diabaikan

bila daerah suhu (temperature range) yang dibahas tidak terlalu besar atau ketergantungan
konduktivitas terhadap suhu tidak terlampau besar. Sebaliknya, bila beda suhu dalam suatu
sistem menyebabkan perubahan konduktivitas termal yang besar maka ketergantunagn
terhadap suhu itu harus diperhitungkan.

2-2 Struktur Komposit


Dinding komposit. Gambar dibawah ini menunjukkan dinding komposit dari jenis
yang khas dipergunakan pada tanur yang besar. Lapisan dalam yang bersinggungan dengan
gas-gas yang bersuhu tinggi terbuat dari bata tahan api. Lapisan antaranya terbuat dari bata
isolasi; menyusul lapisan luar dari bata merah biasa. Ti adalah suhu gas panas dan hi adalah
konduktansi permukaan satuan pada permukaan dalam. To adalah suhu udara di sekitar tanur
dan ho adalah konduktansi permukaan satuan pada permukaan luar.

Dengan syarat-syarat ini akan terjadi aliran panas secara terus menerus dari gas-gas
panas melalui dinding ke sekitarnya.
Tahanan termal antar dua permukaan disebut tahanan singgung (contact resistance).
Analisa tentang tahanan singgung dalam soal yang lalu hanya pengiraan karena tahanan
singgung tergantung pula pada tekanan singgung selain pada kekasaran.

Silinder kosentrik. Aliran panas radial melalui


silinder-silinder konsentrik yag konduktivitas termalnya

berbeda-beda dijumpai pada banyak instalasi industri. Contoh yang khas dari soal demikian
adalah pipa yang diisolasi, dengan fluida panas yang mengalir didalamnya dan yang
bersinggungan dengan zat yang lebih dingin di luarnya seperti pada gambar diatas. Jiak pipa
tersebut relatif pajang, maka aliran panas melalui dinding akan terjadi dalam araha radial.
Tebal kritik isolasi. Pemasangan isolasi di sekililing pipa atau kawat kecil tidak selalu
mengurangi perpindahan panas. Di depan telah kita cata bahwa laju aliran panas radial
melalui silinder berlubang berbanding terbalik dengan logaritma jari-jari luar dan laju
pembuangan panas dari permukaan luar berbanding lurus dengan jari-jari ini. Jadi untuk pipa
berbanding tunggal dengan jari-jari dalam ri yang tetap, pembesaran jari-jari luar ro
(misalnya dengan memperbesar tebal isolasi) akan memperbesar tahanan termal yang
disebabkan konduksi secara logaritmik dan sekaligus memperkecil tahanan termal pada
permukaan luar secara termal pada permukaan luar secara linier terhadap ro. Karena tahanan
termal total sebanding dengan jumlah kedua tahanan ini, maka lju aliran panas dapat
bertambah jika isolasi dipasangkan pada pipa atau kawat telanjang. Jika tebal isolasi terus
dinaikkan, maka kerugian panas akan berangsur-angsur berkurang sampai menjadi lebih kecil
daripada kerugian dari permukaan telanjang. Prinsip ini dipergunakan secara luas di bidang
teknik listrik dimana kawat dan kabel yang mengalirkan arus listrik dibalut tidak untuk
mengurangi kerugian panas tetapi untuk menambahnya. Juga penting di bidang teknik
pendinginan, dimana aliran panas ke zat pendingin yang dingin harus diusahakan sekecilkecilnya. Pada instalasi seperti itu, dimana dipakai pipa yang bergaris tengah kecil,
pengisolasian permukaan luarnya akan meningkatkan laju alir panas.

2-3 Sistem dengan sumber panas


Sistem dengan sumber (atau pelimbahan) panas dijumpai diberbagai cabang
perekayasaan. Contoh-contoh yang khas adalah kumparan listri, pemanas tahanan, reaktor
nuklir, dan pembakaran bahan bakar di alas bahan bakar tanur ketel. Pembuangan panas dari
sumber-sumber di dalam juga merupakan pertimbangan yang penting dalam menetapkan
daya nominal motor listrik, generator dan transformator.
Pelat datar dengan sumber panas yang terbagi secara seragam. Perhatikanlah sebuah
pelat datar dimana terdapat pembangkitan panas yang seragam. Pelat ini dapat berupa elemen
pemanas seperti rel (bus bar; juga dikenal denga istilah palang-galang) datar dimana

panasdibangkitkan dengan mengalirkan arus listrik melaluinya. Jika kita asumsikan bahwa
terdapat keadaan stedi, bahwa bahannya homogen dan bahwa pelat itu cukup besar sehingga
pengaruh ujung-ujungnya dapat dibaikan, maka persamaan energi untuk suatu elemen
diferensial dapat dinyatakan dengan kata-kata sebagai berikut

Beri Nilai