Anda di halaman 1dari 23

BLOK XVII

NEUROPSIKIATRI
Buku Panduan Mahasiswa
Edisi Ketiga
2012
KONTRIBUTOR

dr. Elly Rosila Wijaya, SpKJ


dr. Esther Sampe , SpS
dr. I Wayan Subagiartha , SpS
dr. Nurhidayati MKes
dr. Lina Nurbaiti
dr. Agustine Mahardika
dr. Dinie Ramdhani K
dr. Anom Josafat
Agriana R.H.,M Farm,APT
Rochmatul Aini APT S. Farm
dr. M.Rizkinov jumsa
dr. Gede Wira Buanayuda
dr. Zikrul Haekal

Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Allah SWT, Rabb semesta alam yang telah melimpahkan begitu
banyak rahmat dan inayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan buku
panduan Blok Neuropsikiatri edisi ke tiga ini. Pada blok

ini mahasiswa diharapkan

mempunyai pengetahuan klinis tentang kelainan-kelainan di bidang Neuropsikiatri dan


hubungannya dengan bidang ilmu yang lain.
Dengan sistem pembelajaran yang berbasis kompetensi yang telah diterapkan di
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram diharapkan dapat mencetak dokter-dokter yang
lebih kompeten dan mempunyai pengetahuan yang terintegrasi sehingga mampu menjawab
tantangan di masa yang akan datang. Pembelajaran yang berbasis kompetensi dengan
menitikberatkan pada pembelajaran mandiri

oleh mahasiswa sendiri (student centred

learning) dapat lebih meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa terhadap ilmu
ilmu kedokteran yang mereka pelajari dan mampu meningkatkan motivasi mahasiswa untuk
belajar secara terus menerus (long life learning).
Pada edisi ketiga ini kami telah melakukan beberapa perubahan dan perbaikan untuk
mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan, dan agar blok ini sejalan dengan materi yang
akan mereka dapatkan di klinik
Demikian buku panduan edisi ketiga ini kami susun dengan harapan semoga dapat
dipergunakan semaksimal mungkin sebagai panduan mahasiswa dan dosen serta bahan diskusi
untuk mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan. Dan terimakasih kami sampaikan kepada
semua pihak yang telah membantu terbitnya buku panduan ini. Adapun masukan dan kritikan
sangat kami harapkan untuk penyempurnaan buku panduan ini.
Mataram,

April 2012

Pembantu Dekan I FK UNRAM

dr. Doddy Ario Kumboyo, Sp.OG (K)


NIP. 195204091980031010
2

Pendahuluan
Blok XVII merupakan blok yang mempelajari tentang neuropsikiatri pada anak dan dewasa.
Blok ini mempelajari proses-proses patofisiologi sampai dengan penatalaksanaan dan
pencegahan penyakit dibidang neuropsikiatri. Di akhir blok, mahasiswa diharapkan mampu:
1) mendiagnosis dan merencanakan terapi untuk penyakit infeksi yang sering ditemukan
pada sistem saraf baik pada anak maupun dewasa
2) mendiagnosis dan merencanakan terapi untuk penyakit serebrovaskuler
3) mendiagnosis dan merencanakan terapi untuk penyakit dengan manifestasi utama
kejang yang sering ditemukan pada anak dan dewasa
4) mendiagnosis dan merencanakan terapi untuk penyakit dengan manifestasi utama nyeri
kepala, ekstremitas, dan gangguan somatik lainnya yang sering ditemukan pada anak
dan dewasa
5) mendiagnosis dan merencanakan terapi untuk penyakit gangguan tumbuh kembang
yang sering ditemukan pada anak
6) mendiagnosis dan merencanakan terapi untuk gangguan jiwa yang sering ditemukan
pada orang dewasa

Tata tertib blok


1. Mahasiswa wajib mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku di fakultas dan
laboratorium penyelenggara kegiatan blok (keterampilan medik)
2. Mahasiswa hadir tepat waktu pada semua kegiatan blok. Keterlambatan dapat mengurangi
nilai tutorial kecuali dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
3. Mahasiswa wajib mengikuti semua kegiatan blok kecuali pada kondisi-kondisi tertentu
a. Sakit dengan menunjukkan surat keterangan sakit dari dokter
b. Musibah antara lain keluarga meninggal, musibah yang bersifat massal
4. Sanksi pelanggaran tata tertib
a. Teguran
b. Penugasan
c. Tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan blok termasuk ujian
5. Mahasiswa yang tidak mengikuti diskusi tutorial tidak diberikan penugasan untuk
mengganti nilai tutorial (nilai tutorial kosong)

Tujuan
Setelah menyelesaikan Blok Neuropsikiatri, mahasiswa diharapkan mampu mendiagnosis dan
merencanakan penatalaksanaan kasus simulasi di bidang Neuropsikiatri

Skema
Lamanya blok 8 minggu: 7 minggu efektif 1 minggu ujian
Bahasa pengantar: Indonesia
Hubungan dengan blok lain
Blok Biomedik
Blok Homeostasis
Blok Distribusi dan Sirkulasi
Blok Metabolisme dan Energi
Blok Lokomosi
Blok Perilaku
Blok Emergensi
Prior Knowledge
Blok 2 (BIOMEDIK)
1. Biologi sel manusia
2. Organisasi seluler bakteri, virus, jamur dan parasit
3. Biologi jaringan dan respon terhadap penyakit
Blok 3 (HOMEOSTASIS)
1. Konsep nyeri
Mekanisme pencetusan dan penjalaran potensial aksi saat terjadi perangsangan pada
reseptor nyei
2. Reaksi radang
a. Penyebab reaksi radang akut, gambaran dasar makroskopis radang akut,
stadium-stadium radang akut, serta efek radang akut. Gambaran khusus dari
masing masing radang akut serta efek sistemik dan sequele radang akut
b. Memahami penyebab radang kronis, gambaran makroskopis dan mikroskopis
radang kronis
3. Neoplasia dan karsinogenesis
a. Memahami karakteristik umum dari neoplasia, klasifikasi tumor, nomenklatur
tumor, dan biologi sel tumor, serta proses invasi, metastasis, dan efek klinik
dari tumor
b. Memahami karsinogenesis
4. Dasar-dasar terapi farmakologis
a. Mahasiswa mampu memahami farmakodinamika obat
b. Mahasiswa mampu memahami farmakokinetika obat
c. Mahasiswa mampu memahami prinsip dasar terapi antibiotika

Blok 4 (PERTAHANAN TUBUH)


1. Prinsip-prinsip kewaspadaan universal
2. Agen-agen infeksi : bakteri, virus, jamur, dan parasit, dan penyakit yang
diakibatkannya
3. Prinsip-prinsip diagnosis laboratoris, penatalaksanaan dan prognosis penyakit yang
disebabkan oleh berbagai agen infeksi, termasuk pencegahannya
4. Jenis-jenis antimikroba (antibakteri, antiviral, antifungal, antiparasit) , prinsip-prinsip
kerja antimikroba dan mekanisme resistensi terhadap antimikroba.
5. Aspek kedokteran komunitas pada penyakit infeksi
Blok 7 ( LOKOMOSI)
1. Anatomi sistem saraf (CNS dan PNS)
2. Prinsip umum dan fisiologi sensoris
3. Fisiologi motorik
4. Fisiologi keseimbangan
Blok 8 (PERILAKU)
1. Anatomi sistem limbik
2. Fisiologi fungsi luhur manusia
3. Fisiologi hipotalamus dan sistem limbik

Mapping Competencies Block XVII


Area 1: Komunikasi Efektif
Mampu berpartisipasi secara aktif di dalam suatu proses diskusi
Menunjukkan kemampuan teamwork
Komunikasi dengan pasien
Mampu menyampaikan hasil dan tujuan pemeriksaan neurologis
dan psikiatrik kepada pasien (tujuan, indikasi dsb)
Mampu memotivasi pasien dan keluarganya untuk kepatuhan
terapi
Area 2: Ketrampilan Klinis
Melakukan prosedur klinis
Mampu melakukan prosedur klinis untuk penyakit neurologis dan
psikiatrik, meliputi anamnesis dan fisik diagnostik
Melakukan prosedur
Mampu melakukan prosedur laboratorium sederhana dan
laboratorium dan penunjang
diagnostik penunjang lainnya yang relevan untuk penyakit
lainnya
neurologis dan menginterpretasikan hasilnya
Area 3: Landasan Ilmiah
Konsep biomedis dan klinis
Memahami proses patofisiologi tanda dan gejala klinis yang dapat
terjadi pada abnormalitas sistem saraf
Memahami patogenesis dan perjalanan alamiah penyakit sistem
saraf baik infeksi, degenerasi, serebrovaskuler, gangguan dengan
manifestasi utama kejang, gangguan dengan manifestasi utama
nyeri kepala/ekstremitas, gangguan tumbuh kembang, dan
keganasan
Merangkum informasi
Mampu menegakkan diagnosis sesuai informasi yang diperoleh
dari hasil anamnesis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan
penunjang
Memahami faktor-faktor non biologis yang mempengaruhi
penyakit sistem saraf (neuropsikiatri)
Area 4: Pengelolaan Masalah Kesehatan
Mengelola penyakit
Mampu memilih modalitas terapi untuk penatalaksanaan kelainan
dibidang neuropsikiatri
Memahami dasar-dasar penatalaksanaan farmakologis dan nonfarmakologis penyakit sistem sistem saraf (neuropsikiatri)
Melakukan pencegahan
Memahami strategi pencegahan primer, sekunder dan tersier
untuk penyakit dibidang neuropsikiatri pada tingkat individu dan
populasi
Melaksanakan edukasi
Mampu melakukan edukasi kepada pasien, keluarga dan
masyarakat untuk pencegahan penyakit dibidang neuropsikiatri
Area 5: Pengelolaan Informasi
Menggunakan teknologi
Mampu mengidentifikasi dan menginterpretasikan sumber belajar
yang evidence-based terkait dengan penyakit dibidang
neuropsikiatri
Memanfaatkan informasi
Mampu memahami manfaat data epidemiologi penyakit untuk
kesehatan
menganalisis masalah kesehatan di tingkat masyarakat
Area 6: Mawas Diri
Mengelola sarana prasarana
Memahami sistem rujukan pelayanan kesehatan bagi penyakit
dibidang neuropsikiatri
Area 7: Etika dan medikolegal
Memahami aspek etika dan medikolegal yang terkait dengan
penyakit dibidang neuropsikiatri
Komunikasi dengan sejawat

Mapping Kompetensi (UKDI)


Topik
Nyeri kepala,
ekstremitas, dan
gangguan sensasi
somatik lainnya

Level 1

Level 2

Level 3a

Level 3b

Tarsal tunnel
syndr.

Tumor primer
CNS

Myelopathy
HNP
Migraine
Trigeminal
neuralgia

Kelumpuhan
(motor paralysis)

Tumor sekunder
CNS

Level 4
Neuropathy
Peroneal palsy
Bells palsy
Tension Headache
Cluster Headache

Hidrosefalus
Spondilitis TB
Cranial arteritis
Afasia
SAH
Poliomyelitis
Injury of plexus
and peripheral
nerve
Injury of
peripheral nerve
GBS
Myastenia gravis
Complete spinal
transection
Status epilepticus
Acute
medulla
compression
Cerebral
infarction
TIA

Gangguan tumbuh
kembang

Primary infantile
autism

Cerebral palsy

Autism
Disorder of motherchild relationship
Mental
retardation
Neurotic disorder of
childhood
ADHD

Gangguan
Keseimbangan

Gangguan
gerakan

Menieres disease
BPPV
Vertigo central
Extrapyramidal side
effects
Anticholinergic side
effects
Sedative side
effects
Tics
Hyperkinetic
syndrome
Parkinsons disease
Secondary
parkinsonism

Trauma
Head injury
Diffuse barin
damage
Cerebral
concussion and
contusion
Brain death
Hematoma
epidural dan
subdural
Extradural
hemorrhage
Subdural
hemorrhage
Basiler fracture
scalp
Acute traumatic
spinal transection

Manifestasi
kejang dan
penurunan
kesadaran

Delirium

Tetanus

Intoxication

Meningitis

Febril konvulsion

Epilepsy

Ensefalitis

Petit mal epilepsy

Abses serebri

Cerebral
toxoplasmosis
Absence seizure

Gangguan
kejiwaan

Malaria serebral
Hipertensive
encephalopathy

Generalized
epilepsy

Intracerebral
hematoma

Neonatal
convulsion

Metabolic
encephalopathy

Dementia

MCI

Insomnia

Amnesic syndrome Skizofrenia


Withdrawal Syndr.

Other psychosis
(reactive
Misuse of
psychosis and
psychoactive drugs puerperal
psychosis
Bipolar disorder,
depresive episode
Bipolar disorder,
manic episode
Panic disorder
(with/without
Neurogenic
agoraphobia)
bladder
Agoraphobia
without history of
panic disorder
Social phobia
Simple phobia
Obsessive
compulsive disorder
(neurosis)
Post traumatic
stress disorder
Diffuse anxiety
disorder
Anxiety disorder
not otherwise
classified
Disorder of body
sensation
Conversion disorder
Hypochondriasis

Somatisation
disorder
Somatoform pain
disorder
Undifferentiated
somatoform
disorder
Somatoform
disorder not
otherwise classified
Multiple personality
Fugu stress
Psychogenic
amnesia
Depersonalization
disorder
Dissociative
disorder
Hypersomnia
Psychological
factors affecting
physical condition
Disorder due to
social deprivation

10

Topic Tree
Sistem
Saraf

Nyeri kepala,
ekstremitas, dan
gangguan sensasi
somatik lainnya

UMN

Kelumpuhan UMN
dan LMN

LMN
Gang. Keseimbangan:
vertigo, menierre disease,
BPPV

Gangguan
keseimbangan dan
gangguan
pergerakan

Gang. Pergerakan:
Parkinson disease, sindrom
Parkinson, tics, dll
Kejang demam dan kejang
tanpa demam

Kejang dan
penurunan
kesadaran

Penurunan kesadaran karena


infeksi, tumor
Trauma sistem saraf pusat
(EDH, SDH, dll)

Trauma sistem
saraf

Trauma sistem saraf perifer


Degenerasi

Psikiatri

Alzheimer,
demensia, dll

Psikotik

Neurotik

11

PETUNJUK TEKNIS PENUGASAN


MAKALAH

Deskripsi
Mahasiswa secara berkelompok (sesuai kelompok tutorial) membuat makalah sesuai dengan
topik yang telah ditentukan
Sifat Penugasan
Per Kelompok tutorial

Waktu
Presentasi dilaksanakan pada minggu ke VI

Tugas
1.

Judul makalah yaitu: Hidrosefalus, Bells Palsy, Trauma syaraf tepi, Poliomyelitis,
cerebral Palsy.

2.

Masing-masing kelompok membuat satu makalah (diundi)

3.

Format makalah terdiri dari ; definisi, epidemiologi, etiologi, patogenesis,Gambaran


klinik,

patofisiologi,

Diagnosis

(Anamnesis,pemeriksaan

fisik

,pemeriksaan

penunjang) penatalaksanaan,prognosis dan komplikasi.


4.

Jumlah referensi minimal delapan, textbook :4 dan jurnal dari internet :4

5.

Makalah dikumpulkan paling lambat pada hari kamis minggu ke V di MEU

6.

Tugas dibuat dengan menggunakan kertas A4, huruf times new roman 12, spasi 1,5.
dengan sampul bebas sesuai kreasi masing masing kelompok.

12

PETUNJUK TEKNIS PENUGASAN


Analisis film
Deskripsi
Mahasiswa melakukan analisis berkaitan dengan blok neuropsikiatri terhadap film yang telah
ditentukan
Sifat Penugasan
Per Orangan

Waktu
Diskusi analisis film dilaksanakan sesuai jadwal blok

Tugas
1.

Masing-masing mahasiswa menonton film yang telah ditentukan yaitu: Beautiful


Mind, Temple Grandin dan Front of the class.

2.

Masing-masing mahasiswa membuat analisis film dan didiskusikan dengan dosen


sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan

13

KUNJUNGAN LAPANGAN CLINICAL EXPOSURE


Kunjungan lapangan dilaksanakan di Bangsal Saraf RSU NTB dan Rumah Sakit Jiwa Provinsi NTB
dengan mengacu pada kasus-kasus sistem neuropsikiatri. Pelaksanaan kunjungan lapangan
dilaksanakan setiap hari Sabtu selama 2 kali. Mahasiswa dibagi menjadi 4 kelompok. Masing-masing
kelompok mahasiswa melakukan observasi kasus sistem neuropsikiatri selama 2 jam dengan
bimbingan dari supervisor dan didampingi tim blok neuropsikiati.
KEGIATAN
Melakukan observasi kasus klinik sistem neurosikiatri sesuai petunjuk supervisor
Melakukan anamnesis pada penderita dengan gangguan system neuropsikiatri pada kasus
yang ditunjuk oleh supervisor
Melakukan pencatatan Dokumen Medik Kesehatan (DMK) pada gangguan system
neuropsikiatri pada kasus yang ditunjuk oleh supervisor
Melakukan diskusi dengan supervisor tentang kasus yang didapat
Absensi dilakukan oleh dosen pendamping
WAKTU
Kegiatan akan dilaksanakan pada :
Hari, tanggal : Sabtu,2 juni 2012 dan 9 juni 2012
Pukul
: 08.00 12.00 WITA
KEHADIRAN
Setiap mahasiswa peserta kunjungan lapangan Clinical Exposure wajib hadir TEPAT WAKTU
kecuali berhalangan hadir dengan alasan yang dapat diterima. Adapun alasan ketidakhadiran yang
dapat diterima adalah
1. Sakit dengan menunjukkan surat sakit
2. Musibah keluarga misal meninggal
3. Bencana Alam
Apabila berhalangan hadir dengan alasan diatas wajib melapor ke supervisor atau koordinator blok
untuk mendapatkan tugas pengganti
TUGAS DAN KEWAJIBAN
Selama menjalani tugas lapangan setiap kelompok wajib melakukan observasi kasus yang ditunjuk oleh
supervisor
Setiap kelompok membuat Dokumen Medik Kesehatan (DMK) dari 2 pasien yang meliputi anamnesis
dengan gangguan sistem NEUROPSIKIATRI yang diberikan/dipilihkan oleh supervisor. Setiap kelompok
tidak diperkenankan mengambil kasus pada penderita yang sama
Mahasiswa menjaga kerahasiaan dan hak-hak pasien

14

Sistem Evaluasi
Sistem penilaian dalam blok Neoropsikiatri ini adalah penilaian formatif dan penilaian sumatif
3. Penilaian Formatif
Penilaian Formatif terdiri dari :
Nilai Pelaksanaan Diskusi Tutorial
Pada pelaksanaan diskusi tutorial akan dinilai dari beberapa aspek yakni kehadiran,
keaktifan dalam berdiskusi dengan prosentase 70% dan laporan diskusi tutorial
dengan prosentase 30%. Mahasiswa diwajibkan hadir dalam semua pertemuan
diskusi

tutorial

(kehadiran

100%)

kecuali

dengan

alasan

yang

dapat

dipertanggungjawabkan..
2. Penilaian Sumatif
Penilaian Sumatif didasarkan pada penilaian penugasan, ujian akhir blok dan ujian
keterampilan medik. Nilai akhir blok merupakan pencerminan dari semua ujian dalam
blok dengan prosentase penilaian sebagai berikut :
a. Ujian Tulis

: 60 %

b. Ujian CBT

: 15 %

c. Penugasan

: 5 % (presentasi
jurnal 2,5%, tutorial 2,5% )

d. Tramed

: 15 %

15

Skenario I:
Sekarang kok ndak bangun

Tn. A, 63 tahun, dibawa keluarganya ke UGD RSUP NTB dengan keluhan tidak sadar. Dari
ananmnesis diketahui awalnya pasien masih sadar tetapi tidak dapat menggerakkan tubuh
bagian kanan saat bangun dari tidur 40 menit yang lalu. Kesadarannya menurun saat
perjalanan ke rumah sakit. Dari riwayat penyakit dahulu pasien juga pernah mengalami
kelemahan pada bagian tubuh yang sama, sekitar 1 tahun yang lalu, tetapi menurut keluarga
dapat sembuh seperti semula. Pasien juga memiliki riwayat penyakit kencing manis dan darah
tinggi sejak 9 tahun yang lalu, dan selalu mengkonsumsi obatnya. Kemudian dokter segera
melakukan pemeriksaan yang lengkap dan merencanakan penatalaksanaan terhadap pasien.

Referensi:
Wilkinson I, Lennox G. 2005. Essential Neurology. 4th ed. Chapter 1. Oxford: Blacwell
Publishing Ltd. p: 3-18
Wilkinson I, Lennox G. 2005. Essential Neurology. 4th ed. Chapter 2. Oxford: Blacwell
Publishing Ltd. p: 25-37
Wilkinson I, Lennox G. 2005. Essential Neurology. 4th ed. Chapter 8. Oxford: Blacwell
Publishing Ltd. p: 111-35
Mumenthaler M, Mattle H, Taub E. 2006. Fundamentals of neurology. Chapter 1. Stuttgart:
Georg Thieme Verlag. p: 3-38
Mumenthaler M, Mattle H, Taub E. 2006. Fundamentals of neurology. Chapter 4. Stuttgart:
Georg Thieme Verlag. p: 46-51
Mumenthaler M, Mattle H, Taub E. 2006. Fundamentals of neurology. Chapter 5. Stuttgart:
Georg Thieme Verlag. p: 66-75
Mumenthaler M, Mattle H, Taub E. 2006. Fundamentals of neurology. Chapter 6. Stuttgart:
Georg Thieme Verlag. p: 196-9

16

Ropper AH, Brown RH. 2005. Adams and Victors Principles of Neurology. 8 th ed. Part 1.
Chapter 1. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc. p: 3-4
Ropper AH, Brown RH. 2005. Adams and Victors Principles of Neurology. 8 th ed. Part 1.
Chapter 2. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc. p: 16-23
Ropper AH, Brown RH. 2005. Adams and Victors Principles of Neurology. 8th ed. Part 2.
Section 1. Chapter 3. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc. p: 39-53
Ropper AH, Brown RH. 2005. Adams and Victors Principles of Neurology. 8 th ed. Part 4.
Chapter 34. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc. p: 660-704
Lindsay KW, Bone I, Callander R. 1997. Neurolology and Neurosurgery Illustrated. 3 rd ed.
Section 1. London: Churchill Livingstone. p: 2-4
Lindsay KW, Bone I, Callander R. 1997. Neurolology and Neurosurgery Illustrated. 3 rd ed.
Section 2. London: Churchill Livingstone. p: 35-45
Lindsay KW, Bone I, Callander R. 1997. Neurolology and Neurosurgery Illustrated. 3 rd ed.
Section 3. London: Churchill Livingstone. p: 166-167
Lindsay KW, Bone I, Callander R. 1997. Neurolology and Neurosurgery Illustrated. 3rd ed.
Section 3. London: Churchill Livingstone. p: 189-194
Lindsay KW, Bone I, Callander R. 1997. Neurolology and Neurosurgery Illustrated. 3 rd ed.
Section 4. London: Churchill Livingstone. p: 236-260
Rohkamm R. 2004. Color Atlas of Neurology. 2nd ed. Part 2. Stuttgart: Georg Thieme Verlag.
p: 96-8
Rohkamm R. 2004. Color Atlas of Neurology. 2nd ed. Part 3. Stuttgart: Georg Thieme Verlag.
p: 167-181

17

SKENARIO 2
Anakku Kejang

Fandi, seorang anak laki-laki berusia 2,5 tahun dibawa oleh ibunya ke UGD RSUP karena
mengalami kejang mendadak di rumah saat sedang bermain. Saat tiba di UGD, fandi dalam
kondisi lemas dan tidak sadarkan diri. Dari anamnesis diketahui bahwa fandi mengalami
kejang selama sekitar 2 menit, dan kejang seluruh tubuh hingga mulutnya berbuih. Sekitar 1
tahun yang lalu fandi juga pernah mengalami kejang beberapa kali saat demam. Dari
anamnesis diketahui bahwa fandi lahir cukup bulan, dengan berat 3000g, melalui proses
vakum di RS. Dokter kemudian segera melakukan penanganan dan merencanakan beberapa
pemeriksaan untuk menunjang diagnosis.

Referensi:
1. Burg: Current Pediatric Therapy, 18th ed., Copyright 2006 Saunders, An Imprint of
Elsevier.
2. Roger's Textbook of Pediatric Intensive Care, 4th Edition, Copyright 2008 Lippincott
Williams & Wilkins

18

SKENARIO 3
Anakku beda
Ibu Agus membawa anak bungsunya yang berusia 3 tahun ke poli anak dengan keluhan sikap
anaknya berbeda dengan kakaknya waktu seusianya . Si ibu menyadari bahwa anaknya mulai
bertingkah laku aneh dan berbeda sekali dengan anak-anak sebaya lainnya sejak 6 bulan yang
lalu. Anaknya selalu menolak kehadiran orang lain dan terlihat lebih asyik bermain sendiri
dengan mobil-mobilannya yang sudah usang. Bukan itu saja, jika anaknya mendengar suara
yang agak keras, langsung terlihat sangat ketakutan. Ucapannya juga sulit dimengerti sehingga
Ibunyamerasa bingung apa yang sebenarnya diminta. Jika sudah demikian,anaknya pasti
marah sampai membanting benda yang ada di sekitarnya. Ketika ditanyakan riwayat
kehamilan dan persalinan, ibu Agus mengatakan tidak ada masalah. .

Referensi:
1. Othmer E, Othmer SC. The Clinical Interview Using DSM IV. Volume I :
Fundamentals. Washington : American Psychiatric Press. Inc. 1994
2. Sadock BJ, Kaplan HI, Grebb JA. Kaplan & Sadocks Synopsis of Psychiatri. 9th ed.
Philadelpia : Lippincott William & Wilkins. 2003
3. Sadock BJ, Kaplan HI. Kaplan Sadock. Sinopsis Psikiatri. Binarupa Aksara. 2010
4. Maslim, Rusdi. 2002. Panduan Praktis Penggunaan Klinis Obat Psikotropik.ed 3.
Jakarta. PT Nuh Jaya

19

SKENARIO 4
duniaku berputar

Bu Citra berusia 57 tahun dibawa oleh suaminya ke puskesmas dengan keluhan pusing.
Keluhan ini sudah dialami oleh pasien sejak 6 bulan yang lalu, makin lama makin sering
dirasakan Pasien merasa benda di sekitarnya berputar. Pada pemeriksaan fisik ditemukan TD:
110/70, RR 24 x/menit. Nadi 90x/menit dan suhu 36 0C. Pasien mengaku dirinya juga
mengidap kencing manis. Kemudian dokter melakukan Beberapa tes untuk memastikan
diagnosis pada pasien tersebut.

Referensi :
1. Mansjoer A. dkk. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2. Media Aesculapius : Jakarta. P:
24-29
2. Ganiswara SG. Farmakologi dan terapi. FKUI : Jakarta. P.106-7
3. Cermin Dunia Kedokteran No. 144, 2004: 48
4. http://www.kalbefarma.com/files/cdk/files/14415TerapiAkupunkturuntukVertigo.pdf/1
44_15TerapiAkupunkturuntukVertigo.html
5. http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/cdk_144_tht.pdf
6. Vertigo.Patofisiologi,Diagnosis dan Terapi.Kelompok Studi Vertigo, Perdossi, 1999.

20

SKENARIO 5
Ajalku tidak kunjung tiba
Seorang wanita 60 tahun dibawa ke RS karena ditemukan menceburkan diri ke sumur. Pasien
merasa takut ada polisi yang hendak menangkapnya. Kurang lebih 2,5 tahun yang lalu pasien
mengalami perubahan perilaku berupa jadi pendiam, sedih, sering melamun, serta tidurnya
gelisah. Hal ini terjadi setelah anak bungsunya menolak perjodohan yang telah ditetapkan
keluarga besarnya, sehingga pasien merasa sangat malu dan memikirkan hal tersebut terus
menerus. Kurang lebih 3 bulan setelah itu suaminya meninggal. Hal ini membuat pasien
sangat terpukul dan kembali jadi pendiam, tidurnya gelisah, susah makan (harus dipaksa) ,
tapi masih mau sholat dan mandi. Sejak itu pula pasien mulai sering merasa ketakutan bahwa
ada polisi yang akan menangkapnya serta anak-anaknya. Dengan perubahan perilakunya ini,
keluarga besar sudah membawa berobat ke praktek dokter umum lebih dari 5x, namun karena
tidak ada perkembangan, keluarga membawa pasien ke dukun, dan ternyata juga tidak
membantu, pasien selalu merasa ketakutan bahkan sampai ada usaha-usaha bunuh diri sampai
3x, tapi selalu bisa diselamatkan keluarganya.

DAFTAR PUSTAKA
Depkes RI., 1993. Pedoman dan Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa. Edisi
ketiga. Jakarta.
Kaplan HI., Sadock BJ., 1997. Sinopsis Psikiatri Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri
Klinis. Edisi 7 Jilid 2. Bina Rupa AKsara. Yakarta.
Maramis WF., 2003. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. Airlangga University Press.
Surabaya.
Maslim, R., 2007. Panduan Praktis, Penggunaan Klinis Obat Psikotropik. Cetakan III.
PT Nuh. Jakarta.
Sinaga BR, 2007, Skizofrenia dan Diagnosis Banding, Balai Penerbit FK UI, Jakarta
Stahl SM, 2000, Essential Psychopharmacology, Neuroscientific Basis and Practical
Applications, second edition, Cambridge University Press, Australia.

21

SKENARIO 6
Punggungku nyeri sekali

Ny. M, 70 tahun, dibawa ke UGD oleh keluarganya dengan keluhan nyeri punggung. Hasil
anamnesis dari keluarga pasien, 2 bulan yang lalu, pasien awalnya mengeluh agak nyeri di
punggung jika pasien jongkok. Pasien sudah 3 kali berobat ke dokter dengan keluhan yang
sama, tetapi keluhannya tidak membaik. Saat ini, nyeri punggung pasien semakin memberat,
bahkan saat istirahat. Kaki kanannya kesemutan dan sulit untuk digerakkan. Menurut
keluarganya, pasien pernah jatuh dari tangga 8 tahun yang lalu. Hasil pemeriksaan fisik, TD
150/90 mmHg, Nadi 90 kali/menit, RR 20 kali/menit, suhu 37,9 C. Dokter yang merawat,
memutuskan untuk melakukan pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosa dan
memberikan terapi

DAFTAR PUSTAKA
1. Mumenthaler M, Mattle H. 2006. Fundamental of neurology. Thieme : New York.
Chapter 13. P: 244-55
2. Ropper AH, Brown RH. 2005. Adams and Victor s Principle of neurology eighth
edition. Mc-Graw-Hill: New York. Section 2. P: 144-67
3. Mansjoer A. dkk. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2. Media Aesculapius : Jakarta. P:
34-46
4. Aminoff MJ, et al. 2005. Clinical Neurology sixth edition. Mc-Graw-Hill: New York.
Chapter 2.
5. Wallace MS, Staats PS. 2005. Pain medicine and management. Mc-Graw-Hill: New
York. Section IV. P: 46-55
6. Ganiswara SG. Farmakologi dan terapi. FKUI : Jakarta. P.207-9

22

SKENARIO 7
Musibahku
Seorang laki-laki berusia 35 tahun ,dibawa ke Unit gawat daraurat Provinsi
NTB dengan keadaan tidak sadar setelah mobil yang dikendarainya menabrak
pohon. Sebelum dibawa ke rumah sakit pasien masih sadar, mengeluh pusing,
dan sempat muntah-muntah. Dikepalanya didapatkan luka memar dan sobek
yang cukup banyak mengeluarkan darah. Ketika diajak berbicara oleh orang
orang pasien hanya bisa mengerang dan bicara tidak jelas. Dari mulutnya
tercium bau alkohol. Setelah mendapatkan keterangan dari orang yang
membawa laki-laki tersebut, dokter menginstruksikan untuk melakukan tindakan
emergency dan penunjang lainnya.
Referensi :

1. Ropper AH, Brown HR. 2005 Adams and Victors Principles of Neurology 8th edition.
Mc Graw- Hill: Coma and Relatewd Disorders Conciousness. Chapter 17 pp : 302 321
2. Rohkamm. 2004. Color Atlas of Neurology: Encephalopaty. Thieme. pp: 306- 316
3. Mumenthaler M. Mattle H. Taub E.2006. Fundamentals of Neurology : Metabolic
Disorders and Systemic Illnesses Affecting The Nervous System. Thieme. Cahpter 6.
pp : 120- 126

23