Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang :
PT. PLN (Persero) merupakan perusahaan penyedia listrik untuk umum satusatunya di Indonesia. Permasalahan utama yang dihadapi PT. PLN (Persero) adalah
mulai terjadinya krisis energi yang mengglobal. Seiring dengan perkembangan
zaman, kebutuhan energi listrik semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini
menuntut PLN untuk meningkatkan suplai tenaga listrik bagi konsumen.
Salah satu unit PT PLN (Persero) yaitu PT PLN (Persero) P3B Jawa Bali Area
Pelaksana Pemeliharaan Bali memiliki proses bisnis sebagai pengelola dan
pemelihara asset transformator tenaga. Salah satu pusat beban (Center Load) atau
Gardu Induk Gianyar wilayah kerja PT PLN (Persero) P3B Jawa Bali Area Pelaksana
Pemeliharaan Bali memiliki asset 2 (dua) buah transformator tenaga dengan system
tegangan 150/20 kV yang digunakan untuk mensupply beban wilayah kabupaten
Gianyar Bali secara keseluruhan. 2 (dua) buah trafo tersebut memiliki kapasitas
berbeda beda dan dibebani penyulang (Feeder) 20 kV dengan beban masing
masing mencapai 90% dari kapasitasnya. Seiring dengan pertumbuhan beban yang
semakin meningkat untuk daerah Gianyar Bali khususnya beban penyulang
(Feeder) 20 kV trasformator tenaga no. 2 yang untuk selanjutnya disebut trafo 2 maka
trafo 2 yang memiliki kapasitas 30 MVA akan diganti dengan trafo berkapasitas 60
MVA dalam rangka meningkatkan keandalan trafo dalam melayani kebutuhan daya
listrik penyulang (feeder) 20 kV trafo 2.
Dalam system operasinya trafo 2 menggunakan OCR (Over Current Relay)
sebagai proteksi (pengaman) cadangan, sementara penyulang (feeder) 20 kV trafo 2
menggunakan OCR (Over Current Relay) sebagai proteksi utama yang berfungsi
sebagai pengaman akibat gangguan hubung singkat phasa - phasa. Penggantian
(Uprating) trafo 2 akan mempengaruhi arus hubung singkat di bus 20 kV, nilai

setting OCR trafo 2 dan koordinasi setting OCR trafo 2 dan penyulang (Feeder) 20
kV trafo 2 (Kurniawati, dkk, 1997).
Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk membuat
laporan akhir yang berjudul Analisis koordinasi setting relay pengaman akibat
uprating trafo di Gardu Induk Gianyar.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka timbul permasalahan sebagai
berikut:
1. Bagaimana pengaruh setting relay pengaman akibat uprating trafo dari 30
MVA menjadi 60 MVA di Gardu Induk Gianyar ?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui analisis arus hubung singkat tiga phasa, dua phasa, satu
phasa atau satu phasa ke tanah 150/20 kV di bus 20 kV akibat penggantian
(uprating) trafo 30 MVA menjadi 60 MVA di Gardu Induk Gianyar.
2. Untuk mengetahui pengaruh penggantian (uprating) trafo 30 MVA menjadi 60
MVA terhadap nilai setting OCR dan GFR di trafo 2 Gardu Induk Gianyar.
1.4 Batasan Masalah
Dikarenakan luasnya permasalahan, maka diperlukan adanya pembatasan
masalah. Adapun pembatasan masalah dalam penulisan laporan akhir ini adalah
sebagai berikut :
1. Hanya membahas permasalahan uprating trafo 2, analisis arus hubung singkat
150/20 kV di bus 20 kV setting OCR dan GFR di trafo 2 akibat penggantian
(uprating) trafo 30 MVA menjadi 60 MVA di Gardu Induk Gianyar.
2. Tidak membahas masalah sistem relay yang lainnya.
3. Tidak membahas konstruksi OCR
1.5

Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian tugas akhir ini adalah sebagai informasi kepada
masyarakat tentang analisis koordinasi setting relay pengaman akibat uprating trafo di
Gardu Induk Gianyar.
1.6

Sistematika Penulisan
Adapun sistematika penulisan pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

BAB I

: PENDAHULUAN
Meliputi: latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat
penelitian, batasan masalah serta sistematika pembahasan.

BAB II

: TINJAUAN PUSTAKA
Meliputi: teori sistem tenaga listrik, saluran transmisi, medan listrik dan
standarisasi nilai ambang batas medan listrik.

BAB III : METODE PENELITIAN


Meliputi: tempat dan waktu penelitian, sumber data, jenis data, teknik
pengumpulan data, tahapan penelitian, analisis data dan diagram alur
analisis.
.