Anda di halaman 1dari 16

1.

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Biologi perikanan adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang kehidupan
organisme air (ikan) mulai dari ikan itu hadir ke alam sampai akhirnya mengalami
kematian baik secara alami atau oleh sebab lain. Pengetahuan mengenai biologi
perikanan ini meliputi kisah kehidupan (natural histori) ikan dan dinamika dalam
populasi ikan. (PULUNGAN, 2005).
Ikan yang hidup didunia ini jumlahnya ribuan spesies. Dan telah ada sekitar
20.000-40.000 spesies yang telah berhasil diidentifikasi oleh ahli ikhtiologi. Telah di
dapat lebih dari 20.000 jenis spesies ikan dan setiap tahunnya di temukan lebih dari100
jenis baru di muka bumi. (NELSON, 1984 ) mengatakan di dunia sudah di jumpai 4
kelas ikan yang terdiri dari 50 Ordo, 445 Famili, 4044 Genus dan 21.723 Spesies yang
diperkirakan 8.411 merupakan ikan air tawar.
Anak ikan yang baru ditetaskan dinamakan dengan larva, tubuhnya belum
terbentuk dengan sempurna baik organ luar ataupun organ pada bagian dalam. Larva
dibagi atas dua yaitu pro larva dan post larva. Pro larva yaitu larva yang masih memiliki
kuning telur, sirip belum terbentuk secara sempurna dan belum memiliki bukaan mulut,
sedangkan post larva yaitu larva yang telah memiliki bukaan mulut dan siripnya telah
terbentuk secara sempurna. Lamanya masa inkubasi yang terjadi pada telur yang telah
dibuahi akan berfariasi pada setiap individu ikan yang berbeda.
Setiap larva ikan yang baru saja ditetaskan atau yang baru dikeluarkan dari
cangkang telur akan memasuki suatu fase kehidupan yaitu fase larva. Individu yang ada

dalam fase larva akan mengalami suatu masa yang paling kritis dalam kehidupannya.
Karena pada fase ini individu ikan mengalami masa peralihan dari bentuk primitif
kebentuk definitive.
1.2. Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari praktikum larva ikan ini dalah untuk mengetahui larva suatu individu
ikan yang akan diamati baik berupa pro larva ataupun prost larva beserta cirri-ciri yang
dimilikinya.
Sedangkan manfaat dari praktikum ini adalah mahasiswa bisa membedakan tahap
larva dan dapat mengamati kuning telur yang dibawa oleh larva tersebut.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Gambar 1. Ikan Patin (Pangasius pangasius)


Ikan Patin termasuk kedalam kelas Pisces, ordo Osteriophysi, family Pangasidae,
genus Pangasius dan speies Pangasius pangasius (SAANIN, 1984)
Menurut SUSANTO (1994) cirri morfologi ikan patin adalah memiliki badan
memanjang dan pipih. Mulut sub terminal dengan dua pasang sungut. Memiliki sirip
tambahan yang terletak dibelakang sirip punggung yang disebut dengan adipose fin,
memiliki sirip ekor bercagak dan bagian tepi berwarna putih, terdapat garis melengkung
yang dimulai dari kepala hingga pangkal ekor, memiliki warna tubuh kelabu kehitaman.
Morfologi ikan Patin tubunya panjang, kepala kecil dan mulut terletak diujung
kepala dan dibawah mulut, warna tubuhnya putih dan pada punggung berwarna kebirubiruan. Terdapat sirip tambahan berupa sirip lemak, sirp ekor bercagak dua yang
berbantuk simetris. Umunya terdapat pada sungai-sungai besar dan muara sungai.
(DJUHANDA, 1984)
Pada larva mengalami masa peralihan antara fas primitif dengan fase definitive.
Fase primitif artinya sebagian organ tubuhnya belum terbentuk secara sempurna dan

belum dapat difungsikan dengan baik, sedangkan fase definitive yaitu bentuk individu
baru yang sudah memiliki bentuk tubuh secara sempuran dan semua organ tubuh telah
berfungsi seperti ynag terdapat pada induknya.(PULUNGGAN dan RIDWAN, 2005)
Pada masa pro larva, larva tersebut membawa kuning telur yang baerguna untuk
cadangan makanan bagi individu ikan diperairan. Cepat lambatnya kuning telur tersebut
habis berbeda satu dengan yang lainya antara individu ikan ini sangat dipengaruhi oleh
beberapa factor antara lain jumlah kuning telur yang dibawa telur itu sendiri, factor
fisologis selama periode embriologi, kondisi lingkungan separti suhu lingkungan, dan
sifat dari sepses itu sendiri. (PULUNGAN, 2005)
Larva ikan yang baru ditetaskan pergerakannya hanya sewaktu-waktu saja dengan
mengerakkan bagian ekornya ke kiri dan kekanan dengan banyak diselingi istirahat
karena tidak dapat mempertahankan posisi tegak. Sehingga dengan banyaknya bergerak
mempercepat habisnya kuning telur yang dimilikinya. (EFFENDIE, 2002).

III. BAHAN DAN METODE PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat


Praktikum dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Agustus 2005, pukul 14.00 WIB
sampai dengan selesai, yang bertempat di laboratorium Biologi Perikanan Fakultas
Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau.
3.2. Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah larva ikan Patin
(Pangasius pangasius)
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum antara lain alat-alat tulis, nampan
untuk meletakkan objek, buku penuntun, lap tangan, laporan sementara, cawan petridis
untuk meletakkan larva ikan patin dan diamati dibawah mikroscope
3.3. Metode Praktikum
Metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah metode pengamatan
langsung pada larva ikan kemudian menentukan tahap larvanya dengan membandingkan
ciri-ciri yang dimilikinya.
3.4. Prosedur Praktikum
Prosedur praktikum yaitu letakkan larva yang ada dicawan petridis kemudian
amati dibawah microscope. Gambarkan bentuk pro larva atau post larva. Catat perbedaan
antara keduanya perhatikan ukuranya, dan organ-organ yang dimilikinya.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil
Dari penggamatan yang dilakukan di dapatkan larva ikan Patin berada dalam
tahap post larva yang mana tahap ini larva tersebut tidak lagi memiliki kuning telur. Hasil
post larva yang didapatkan antara lain sebagai berikut:

Gambar 2. Post Larva Ikan Patin 1 (Pangasius pangasius)

Gambar 3. Post Larva Ikan Patin 2 (Pangasius pangasius)

Gambar 4. Post Larva Ikan Patin 3 (Pangasius pangasius)

Gambar 5. Post larvaikan Patin 4 (Pangasius pangasius)

Gambar 6. Post Larva Ikan Patin 5 (Pangasius pangasius)


4.2 Pembahasan
Dari hasil diatas maka diketahui pengamatan pada larva ikan Patin berada dalam
tahap post larva yang mana pada post larva ini tampak sekali tidak ditemukan lagi kuning
telur. Pada gambar 2 dan gambar 3 diketahui tidak ditemukannya kuning telur,
terdapatnya vertebrae yang menyusunya, sirip nya belum tampak jelas hanya saja sudah
terdapat lekukan pada bagian tertentu dan memiliki ukuran panjangnya 4 mm - 6mm.
Gambar 4, 5 dan 6 menunjukkan susunan vertebraenya jelas dan siripnya sudah
hampir terbantuk secara sempurna separti pada sirip ekornya, sudah terdapatnya sungut
yang panjang dibagian mulut ikan tersebut. Larva ikan patin pada tahap ini memiliki
ukuran panjang berkisar antara 7 mm- 10 mm.
Anak ikan yang baru menetas disebut larva yang mana tubuhnya belum terbentuk
secara sempurna, baik organ dalam maupun organ luarnya. Dalam bidang budidaya larva

yang baru keluar dari telur disebut dengan

hatchling. Yang mana selama

perkembangannya larva terdiri dari masa pro larva dan masa post larva
Lamanya masa post larva ini dimulai dari beberapa menit hingga menjelang
tahunan. Keadaan yang dimiliki oleh larva individu ikan ini sudah dapat dipedomani
untuk melakukan pengidentifikasian spesies ikan sampai pada tingkat famili. Berdasarkan
gambar 2 dan 3 maka dapat dikatakan post larva ikan patin tesebut berumur 2 hari
sedangkan pada gambar 4,5 dan 6 post larvanya berumur 6 hari. (JHINGRAN dalam
PULUNGGAN, 2005)
Masa post larva ikan ialah masa larva mulai dari hilangnya kantong kuning telur
sampai terbentuknya organ baru atau selesai tahap penyempurnaan organ yang telah
adasehingga pada masa akhir dari post larva secara motfologis sudah memiliki bentuk
hampir seperti induknya. Sirip dorsal sudah dapat dibedakan, demikian juga sirip ekor
sudar terbentuk garisnya. Berenang sudah mulai aktif, sudah terdapat pigmentasi yang
lebat pada bagian tertentu. (EVY, 2001)
Terjadinya mortalitas pada larva disebabkan oleh larva itu sendiri dan factor
lingkungan lainya seperti makanan, predator, pencemaran atau suhu perairan.larva yang
organ-organ tubuhnya mulai terbentuk secara sempurna dan mulai berfungsi akan
memasuki masa juvennil dan akhirnya menyerupai bentuk ikan dewasa.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan
Larva adalah individu ikan yang baru ditetaskan. Tubub yang belum terbentuk
dengan sempurna baik organ luar ataupun organ pada bagian dalam. Larva dibagi atas
dua yaitu pro larva dan post larva. Pro larva yaitu larva yang masih memiliki kuning
telur, sirip belum terbentuk secara sempurna dan belum memiliki bukaan mulut,
sedangkan post larva yaitu larva yang telah memiliki bukaan mulut dan siripnya telah
terbentuk secara sempurna.
Setiap larva ikan yang baru saja ditetaskan atau yang baru dikeluarkan dari
cangkang telur akan memasuki suatu fase kehidupan yaitu fase larva. Individu yang ada
dalam fase larva akan mengalami suatu masa yang paling kritis dalam kehidupannya.
Karena pada fase ini individu ikan mengalami masa peralihan dari bentuk primitif
kebentuk definitive.
5.2. Saran
Dalam melakukan penelitian tentang larva haruslah dilakukan dengan sebaik
mungkin untuk mendapatkan hasil baik serta harus didukung dengan sumber-sumber
sebagai pedoman untuk mengamati larva ikan tersebut.

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadiratTuhan YME, karena atas Berkat dan
RahmatNyalah penulis dapat menyelesaikan laporan paktikum biologi laut ini tepat pada
waktu yang telah ditentukan.
Sebelumnya penulis ucapkan terimakasih kepada para asisten yang telah
membimbing penulis dalam menyelesaikan laporan ini. Yang mana laporan ini berisikan
tentang biota laut.
Penulis juga menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih terdapat banyak
kekurangannya. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritikan dan saran yang
membangun untuk keberhasilan penulisan berikutnya. Sehingga penulis berharap laporan
ini dapat berguna bagi kita semua.

Pekanbaru, Januari 2008

FADLY W. S

Lampiran1. Alat-alat yang digunakan dalam praktikum

Nampan

Serbet

Pena

Pensil

Penghapus

Penggaris

PENUNTUN
PRAKTIKUMICHTHYOLOGY
Fakultas perikanandan ilmu kelautan
Uversitas Riau
Pekanbaru
2004

Buku penuntun praktikum

DAFTAR ISI

Buku gambar

Halaman
KATA PENGANTAR............................................................................................

DAFTAR ISI..........................................................................................................
.................................................................................................................................

ii

I. PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang.................................................................................................
1.2 . Tujuan dan manfaat.........................................................................................

1
3

II. TINJAUAN PUSTAKA...................................................................................

III. METODE PRAKTIKUM


3.1. Waktu dan tempat............................................................................................
3.2. Bahan dan Alat................................................................................................
3.3. Metode Praktikum...........................................................................................
3.4. Prosedur Praktikum.........................................................................................

11
11
11
11

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1. Hasil....................................................................................................
.............................................................................................................
4.2. Pembahasan.........................................................................................

12
16

V. KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan...........................................................................................
5.2 Saran.....................................................................................................

19
20

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Halaman

1. Ikan Patin (Pangasius pangasius).......................................................................

2. Post Larva Ikan Patin (Pangasius pangasius)....................................................

3. Post Larva Ikan Patin (Pangasius pangasius)....................................................

4. Post Larva Ikan Patin (Pangasius pangasius)....................................................

5. Post Larva Ikan Patin (Pangasius pangasius)....................................................

6. Post Larva Ikan Patin (Pangasius pangasius)....................................................

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

Halaman

1. Alat-alat yang digunakan dalam praktikum .......................................................

Laporan Praktikum Biologi Perikanan

11

Larva Ikan Patin


(Pangasius pangasius)
OLEH :

KIKI YOLANDA

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN


UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2005
DAFTAR PUSTAKA

DJUHANDA, T., 1984. Dunia Ikan. Penerbit Armico Bandung. 190 hal
EFFENDIE, M. I., 2002. Metode Biologi Perikanan. Yayasan Dwi Sri, Bogor. 122hal.
NELSON, J. S. 1984. Fishes of The Worl. 2nd Edition Depertemen of Zoologi. The
University of Alberta Edmonton, New York. 524p
PULUNGAN, C. P. 2005. Penuntun Praktikum Biologi Perikanan. Fakultas Perikanan
Universitas Riau. Pekanbaru. 70 hal (tidak diterbitkan).
PUTRA, R. M dan C. P. PULUNGAN . 2005. Kumpulan Hand Out dalam Materi
Kuliah Biologi Perikanan . 92 hal (tidak diterditkan)
EVY, R., 2001. Usaha Perikanan Indonesia. Mutiara Sumber Widya, Jakarta. 96 hal.
SAANIN, H., 1984. Taksonomi Dan Kunci Identifikasi Ikan. Penerbit Bina Cipta,
Bandung. 508 hal.
SUSANTO, 1994. Pengaruh Pemberian Pakan Alami Yang Berbeda Terhadap
Pertumbuhan Ikan Patin. Skripsi Fakultas Perikanan 70 halaman. (tidak
diterbitkan )