Anda di halaman 1dari 5

JURNAL ANALISIS INSTRUMEN PENETAPAN ANALISIS KUALITATIF

SENYAWA ORGANIK SECARA FTIR


Faisal Farabi, Farlan Sembiring, Fauzan Rizqy Kanz, Firda Pratiwi, Gama Rizky Ramadhan
Abstrak
Hampir setiap senyawa yang memiliki ikatan kovalen, apakah senyawa organic atau anorganik,
akan menyerap berbagai frekensi radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang () 0,5 . 1000
m). Dalam kimia organik, fungsi utama dari spektrometri inframerah adalah mengenal (elusidasi)
struktur moelkul, khususnya gugus fungsional seperti OH, C = O, C = C. daerah yang paling berguna
untuk mengenal struktur suatu senyawa adalah pada daerah 1-25 m atau 10.000 . 400 cm-1. Dalam
praktek satuan yang lebih umum dipakai adalah satuan frekuensi (cm-1) dan bukan saatuan panjang
gelombang. Serapan setiap tipe ikatan (N - H, C - H , O - H, C - X, C = O, C - O, C . C, C = C, C = N, dan
sebagainya) hanya diperoleh dalam bagian-bagian kecil tertentu dari daerah vibrasi infra merah. Kisaran
serapan yang kecil dapat digunakan untuk menentukan setiap tipe ikatan.

Abstract
Fourier-transform infrared (FTIR) microscopy is considered a comprehensive and sensitive
method for detection of molecular changes in cells. The advantage of FTIR microspectroscopy over
conventional FTIR spectroscopy is that it facilitates inspection of restricted regions of a cell culture or
a tissue. Almost all of organic compounds have Covalen bonding. In organic chemistry, main
function of spectrophotometric infrared is its molecule structure, especially for functional group such
as: OH. C=O, C=C, the most important to know a compound structure at 1-25 m or 10.000 400 cm1
. Usually for frequent unit (cm -1) and not a wavelength. Absorbance of each (N - H, C - H , O - H, C - X, C
= O, C - O, C C, C = C, C = N, etc) bondings only get in certain small parts of infrared vibration area.
Range of low absorbance can be used for measure each bondings.

I.

Pendahuluan
A. Prinsip Dasar Spektroskopi IR
Jika senyawa organik dikenai sinar inframerah
yang
mempunyai
frekwensi
tertentu(bilangangelombang500
-4000
Cm-1), sehingga beberapa frekwensi
tersebut diserap oleh senyawa tersebut.
Berapa banyak frekwensi tertentu yang
melewati senyawa tersebut diukur sebagai
'persentasi transmitasi' (percentage
transmittance). Persentasi transmitasi
dengan nilai 100 berarti semua frekwensi
dapat melewati senyawa tersebut tanpa
diserap sama sekali. Transmitasi sebesar
5% mempunyai arti bahwa hampir semua
frekwensi tersebut diserap oleh senyawa
itu.
Apa yang menyebabkan beberapa
frekwensi itu terserap? Setiap frekwensi
sinar (termasuk infra-merah) mempunyai
tertentu. Apabila

frekwensi tertentu diserap ketika melewati


sebuah sampel senyawa organik, maka
pasti akan ditransfer ke senyawa tersebut
yang sebanding dengan frekwensi yang
timbul pada getaran-getaran ikatankovalen
antar atom dalam molekul senyawa
tersebut.

B. Pergerakan ikatan
Pada ikatan kovalent, atom-atom tidak
disatukan oleh ikatan yang kaku, kedua atom
berikatan karena kedua inti atom tersebut terikat
pada pasangan elektron yang sama. Kedua inti
atom tersebut dapat bergetar maju-mundur dan
depan-belakang, atau menjauhi masing-masing,
dalam posisi yang memungkinkan.

Ikatan-ikatan akan selalu bergetar setiap saat


dan jika ikatan itu disinaridengan jumlah yang
tepat, maka akan menyebabkan terjadinya
getaran itu ke tingkat yang lebih tinggi. Karena
yang terlibat pada pembelokan ini juga berbeda-beda pada setiap jenis ikatan, maka setiap jenis
ikatan akan menyerap sinar infra-merah dengan frekwensi yang berbeda-beda pula untuk
membuatnya meloncat ke tingkat yang lebih tinggi. Contoh: spektrum infra-merah sebuah npropanol, CH3CH2CH2OH.
Spektrum inframerah suatu molekul adalah
hasil transisi antara tingkat getaran yang
berlainan.
.Gerakan getaran molekul menyerupai
gerakan suatu bola yang dipasang pada
pegas, yaitu pengosilasi harmoni.

C. Cara Kerja FTIR :


Sistem optik Spektrofotometer Fourier Transform Infra Red seperti pada gambar disamping ini
dilengkapi dengan cermin yang bergerak tegak lurus dan cermin yang diam. Dengan demikian radiasi
infra merah akan menimbulkan perbedaan jarak yang ditempuh menuju cermin yang bergerak ( M )
dan jarak cermin yang diam ( F ). Perbedaan jarak tempuh radiasi tersebut adalah 2 yang selanjutnya
disebut sebagai retardasi (). Hubungan antara intensitas radiasi IR yang diterima detektor terhadap
retardasi disebut sebagai interferogram. Sedangkan sistem optik dari Spektrofotometer Infra Red
yang didasarkan atas bekerjanya interferometer disebut sebagai sistem optik Fourier Transform Infra
Red.

Pada sistem optik Fourier Transform Infra Red digunakan radiasi LASER (Light Amplification by
Stimulated Emmission of Radiation) yang berfungsi sebagai radiasi yang diinterferensikan dengan
radiasi infra merah agar sinyal radiasi infra merah yang diterima oleh detektor secara utuh dan lebih
baik.

Detektor yang digunakan dalam Spektrofotometer Fourier Transform Infra Red adalah
Tetra Glycerine Sulphate (disingkat TGS) atau Mercury Cadmium Telluride (disingkat MCT).
Detektor MCT lebih banyak digunakan karena memiliki beberapa kelebihan dibandingkan
detektor TGS, yaitu memberikan respon yang lebih baik pada frekuensi modulasi tinggi, lebih
sensitif, lebih cepat, tidak dipengaruhi oleh temperatur, sangat selektif terhadap energi vibrasi
yang diterima dari radiasi infra merah.
II.

TINJAUAN PUSTAKA

A.

Polystirene
Karekteritiknya adalah stabilitas dimensi yang tinggi dan shrinkage yang rendah, temperatur
operasi maksimal < 90 C, tahan air, bahan kimia non-organik, alcohol, rapuh ( perpanjangan 13%), tidak cocok untuk aplikasi luar ruangan, mudah terbakar.
Polistirena adalah
sebuah polimer dengan monomer stirena,
sebuah hidrokarbon cair yang
dibuat secara komersial dari minyak bumi. Pada suhu ruangan, polistirena biasanya
bersifat termoplastik padat, dapat mencair pada suhu yang lebih tinggi. Stirena tergolong
senyawa aromatik..
Polistirena pertama kali dibuat pada 1839 oleh Eduard Simon, seorang apoteker Jerman Ketika
mengisolasi zat tersebut dari resin alami, dia tidak menyadari apa yang dia telah temukan.
Seorang kimiawan organik Jerman lainnya, Hermann Staudinger, menyadari bahwa penemuan
Simon terdiri dari rantai panjang molekul stirena, yang adalah sebuah polimer plastik.
Polistirena padat murni adalah sebuah plastik tak berwarna, keras dengan fleksibilitas
yang terbatas yang dapat dibentuk menjadi
berbagai macam produk dengan detail yang
bagus. Penambahankaret pada saat polimerisasi
dapat meningkatkan fleksibilitas dan ketahanan
kejut. Polistirena jenis ini dikenal dengan nama
High Impact Polystyrene (HIPS). Polistirena
murni yang transparan bisa dibuat menjadi
beraneka warna melalui proses compounding.
Polistirena banyak dipakai dalam produk-produk
elektronik
sebagai
casing,
kabinet
dan
komponen-komponen lainya. Peralatan rumah
tangga yang terbuat dari polistirena, a.l: sapu,
sisir, baskom, gantungan baju, ember.

B. Area Spektrum Infra Merah


Daerah gugus fungsi utama : 4000 -1500 cm-1Daerah sidik jari :sekitar 1000-1500 cm-1biasanya
mempunyai penyerapan yang sangat beragam dan bermacam-macamdan spesifik untuk setiap
senyawa organic.

III.

Metode Analisis

Suatu senyawa organic jika dikenai sinar infra merah maka akan bervibrasi dengan frekuensi yang
diserap dengan frekuensi yang timbul pada getaran getaran ikatan kovalen antar atom. Dengan
membandingkan spectrum infra merah sampel dan standar maka gugus fungsi senyawa organic dapat
diketahui

IV.
No

Hasil Dan Pembahasan


No Puncak /Lembah

Bilangan Gelombang

Gugus Fungsi

Keterangan

808,17

Aromatik

CH

840,96

Aromatik

CH

1101,35

Alkohol,Ester,Eter,Asam
karboksilat

CO

11

1219,01

Amina

CN

14

1328,95

Amina

CN

15

1357,89

Alkana

C-H

16

1371,39

Alkana

CH

18

1442,75

Aromatik (Cincin)

C=H

19

1467,83

Aromatik (Cincin)

C=H

10

33

2983,88

Aromatik

CH

Tabel 1. Data Pengamatan Contoh 1


No

No Puncak /Lembah

Bilangan Gelombang

Gugus Fungsi

Keterangan

808,17

Aromatik

CH

898,83

Aromatik

CH

1163,93

Alkohol,Ester,Eter,Asam
karboksilat

CO

12

1357,89

Alkana

CH

15

1463,97

Alkana

CH

22

2848,86

Alkana

CH

24

2889,37

Alkana

CH

26

2974,23

Aromatik

C-H

27

3140,11
Tabel 2. Data Pengamatan Contoh 2