Anda di halaman 1dari 16

PERBANDINGAN EFEK HIPOLIPIDEMIK

DAN HIPOGLIKEMIK MENTIMUN, LABU


PUTIH, DAN GAMBAS PADA TIKUS YANG
DIINDUKSI ALOKSAN
Journal Reading Presentation

Oleh
Moh. Ferry Nur Abadi

102010101021
Novita Fauziyah Rahmawati
102010101056
Chita Setya Widyani
102010101075
Nabilla
102010101088
Benny Wicaksono
102010101094

Pendahuluan
Diabetes mellitus merupakan salah satu masalah

kesehatan dunia yang tidak dapat diabaikan.


Hampir 1,3% dari populasi penduduk dunia menderita
penyakit ini.
Angka penderita diabetes mellitus meningkat sekitar 6%
per tahun.

Lanjutan
Diabetes mellitus merupakan penyakit gangguan

metabolik dengan karakteristik hiperglikemia kronik akibat


dari kekurangan sekresi insulin, aktivitas insulin, atau
keduanya. Penyakit ini berhubungan dengan
berkurangnya usia harapan hidup dan kematian akibat
komplikasi mikrovaskuler maupun makrovaskular.

Tumbuhan yang biasa digunakan sebagai obat tradisional

untuk terapi diabetes dapat dipertimbangkan sebagai obat


terbaru.
Saat ini, telah ditemukan 400 tanaman yang memiliki efek
hipoglikemi. Namun, belum seluruhnya diteliti secara
ilmiah.
Banyak ilmuwan dan peneliti yang tertarik untuk
melakukan penelitian tentang tanaman obat tradisional
yang telah digunakan selama ini.

Cucurbitaceae merupakan salah satu famili tumbuhan

yang banyak dimanfaatkan oleh manusia sebagai


makanan.
Contoh tumbuhan yang termasuk dalam famili
Cucurbitaceae adalah mentimun (Cucumis sativus), labu
putih (Lagenaria siceraria) dan gambas (Luffa
acutangula). Tumbuhan tersebut diperkirakan memiliki
efek antidiabetik. Namun belum ada penelitian lebih lanjut
yang dapat menjelaskan aktivitas antidiabetik tumbuhan
tersebut.

Metode Penelitian
Data yang didapat, dicatat dalam bentuk mean

Standard Error of Mean (SEM)


Nanti nya data yang diperoleh akan dianalis dengan
menggunakan metode ANOVA, student paired t-tes,
ataupun unpaired t-test ketika dirasa perlu

Buah yang digunakan adalah mentimun, labu putih dan

gambas dan nantinya akan di proses terlebih dahulu


menjadi ekstrak etanol
Sampel akan dibagi menjadi 6 kelompok dengan masing2
kelompok terdiri dari 3 tikus antara lain :
Grup 1 : tikus non diabetik
Grup 2 : tikus diabetik
Grup 3 : tikus diabetik+150mg /kgBB metformin intra peritoeal
Grup 4 : tikus diabetik + 200mg/kgBB mentimun
Grup 5 : tikus diabetik + 200mg/kgBB labu putih
Grup 6 : tikus diabetik + 200mg/kgBB gambas

Pemeriksaan gula darah dilakukan pada 0, 4, 8, dan 12 jam setelah

pemberian ekstrak
Setelah 12 jam tikus diterminasi lalu dilakukan pengambilan sampel
darah langsung dari jantung dan diperiksa kadar TC, TG dan LDL
dengan menggunakan spektrofotometri UV
Lalu juga di kumpulkan jaringan hepar dari tiap sampel dan dilakukan
pengukuran kandungan glikogennya dengan menggunakan
spektrofotometri UV dan reagen o-toluidine

Hasil
Efek pada kadar FBG:
4 jam

8 jam

12 jam

Mentimun

81.02%

58.65%

32.61%

Labu Putih

85.12%

58.82%

34.6%

Gambas

85.73%

67.75%

48.89%

Metformin Hcl

69.2%

44.95%

25.44%

Efek pada kadar TC, TG, dan LDL, dan Glikogen


TC

TG

LDL

Glikogen*

Mentimun

28.83%

70.64%

13.07%

107.79%

Labu Putih

14.91%

68.24%

27.67%

Gambas

38.38%

79.64%

85.66%

149.35%

Metformin
HCl

14.50%

60.48%

16.05%

196.1%

* = dibandingkan dengan grup 1

Diskusi
Selain insulin banyak obat hipoglikemik oral; belum ada

terapi yg menjanjikan untuk menyembuhkan diabetes.


Dalam beberapa tahun terakhir, banyak tanaman obat
tradisional yang diuji untuk potensi antidiabetes pada
hewan percobaan.
Percobaan untuk mempelajari pengaruh ekstrak etanol
dari keluarga Cucurbitaceae; mentimun (Cucumis
sativus), labu putih (Lagenaria siceraria) dan labu
punggungan (Luffa acutangula) pada tikus yang diinduksi
dengan alloksan untuk mengevaluasi efek hipoglikemik
dan efek hipolipidemik

Dalam percobaan ini didapatkan bahwa mentimun

(Cucumis sativus), labu putih (Lagenaria siceraria) dan


labu punggungan (Luffa acutangula) dapat secara
signifikan menurunkan kenaikan kadar glukosa darah
pada tikus yang telah diinduksi alloksan.
Ekstrak buah memberikan efek antidiabetes ->
menstimulasi pelepasan insulin dari sel- pankreas
Aktifitas antihiperglikemi dari mentimun, labu putih dan
labu punggungan mungkin juga karena kandungan
tannins, triterpines, alkaloids, flavonoids

Hiperkolesterolemia dan hipertrigliseridemia juga

dilaporkan terjadi pada tikus diabetes.


Percobaan sebelumnya juga dilaporkan terjadi
hipertrigliseridemia dan hiperlipidemia pada tikus yang
diinduksi alloksan.
Ekstrak etanol dari mentimun, labu putih dan labu
punggungan secara signifikan menurunkan kadar LDL
serum. Mekanismenya masih belum diketahui.

Dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa ekstrak

dapat memulihkan level glikogen hati yang menurun.


Penurunan aktifitas enzim seperti glukosa-6-fosfat dan
heksokinase.
Pengobatan dengan ekstrak buah tersebut mungkin dapat
meningkatkan aktivitas enzim.
Mekanisme yang tepat perlu penyelidikan lebih lanjut.

KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol tumbuhan famili

Cucurbitaceae yaitu mentimun (Cucumis sativus), labu


putih (Lagenaria siceraria) dan gambas (Luffa acutangula)
memiliki efek antihiperglikemik yang signifikan pada tikus
yang diinduksi aloksan.
Gambas (Luffa acutangula) juga memiliki efek yang
signifikan untuk mengembalikan kadar glikogen hati yang
terdepresi pada tikus yang diinduksi aloksan.
Namun, studi lebih lanjut diperlukan untuk pemeriksaan
senyawa kimia serta mekanisme antidiabetes yang tepat
pada mentimun (Cucumis sativus), labu putih (Lagenaria
siceraria) dan gambas (Luffa acutangula).