Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN EKSPERIMEN FISIKA II

PENGUKURAAN KARAKTERISTIK SEL SURYA


AJENG NURMALASARI (1127030005)
JURUSAN FISIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
TAHUN 2014

ABSTRAK
Sel surya atau fotovoltaik dapat berupa alat semikonduktor penghantar
aliran listrik yang dapat secara langsung mengubah energi surya menjadi
bentuk tenaga listrik secara efisien. Eksperimen ini dilakukan dengan memvariasikan
intensitas cahaya dan ketinggian dari sumber cahaya. Tujuan dari eksperimen ini adalah
menghitung

efisiensi

sel

surya

dan

menganalisa

pengaruh

panjang

gelombang serta perubahan intensitas cahaya matahari yang diterima


terhadap efisiensi dari sel surya. Dari eksperimen yang telah dilakukan
didapatkan hasil efisiensi yang berbeda dari tiap variasi eksperimen.
Kata kunci : panjang gelombang, efisiensi, foton, intensitas cahaya, sel surya.
1. PENDAHULUAN
1.1 Dasar Teori
Sel surya atau fotovoltaik dapat berupa alat semikonduktor
penghantar aliran listrik yang dapat secara langsung mengubah
energi surya menjadi bentuk tenaga listrik secara efisien. Efek
fotovoltaik ini ditemukan oleh Becquerel pada tahun 1839, dimana

Becquerel mendeteksi adanya tegangan foto ketika sinar matahari


mengenai elektroda pada larutan elektrolit. Alat ini digunakan secara
individual sebagai alat pendeteksi cahaya pada kamera maupun
digabung seri maupun paralel untuk memperoleh suatu harga
tegangan listrik yang dikehendaki sebagai pusat penghasil tenaga
listrik. Bahan dasar silicon[1].

Gambar 1.1 Contoh sel surya


Sumber: http://www.panelsurya.com/
Jika beberapa sel surya digabungkan maka akan terbentuk
modul. Agar modul ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik,
maka harus ada sistem yang mengaturnya yang dikenal dengan
sistem sel surya. Sistem sel surya biasanya terdiri dari pengontrol
muatan, inverter dan penyimpan muatan (baterai). Pemasangan sel
surya dapat dilakukan dengan mengintegrasikannya secara angsung
pada konstruksi bangunan yang dikenal dengan Building Integrated
Photovoltaic [2].
Prinsip kerja sel surya adalah sebagai berikut: Cahaya yang
jatuh pada sel surya menghasilkan elektron yang bermuatan positif
dan hole yang bermuatan negative kemudian elektron dan hole
mengalir membentuk arus listrik. Prinsip ini di kenal sebagai prinsip
photoelectric.Sel

surya

dapat

tereksitasi

karena

terbuat

dari

semikonduktor yang mengandung unsur silikon. Silikon ini terdiri


atas dua jenis lapisan sensitif: lapisan negatif (tipe-n) dan lapisan
positif (tipe-p). Karena sel surya ini mudah pecah dan berkarat

sehingga sel ini dibuat dalam bentuk panel-panel dengan ukuran


tertentu yang dilapisi plastik atau kaca bening yang kedap air dan
panel ini dikenal dengan panel surya [3].

Gambar 1.2 Menunjukan proses perubahan cahaya akan menjadi arus


listrik
(Sumber: http://www.panelsurya.com/index.php/id/panel-surya-solar-cells/)
Total pengeluaran listrik (wattage) dari sel surya adalah
sebanding dengan Voltase/tegangan operasi dikalikan dengan arus
operasi saat ini. Sel surya dapat menghasilkan arus dari voltase yang
berbeda-beda. Hal ini berbeda dengan bateri yang menghasilkan arus
dari voltase yang relatif konstan. Karakteristik output dari sel surya
dapat dilihat dari kurva performansi, disebut I-V curve. I-V curve
menunjukkan hubungan antara arus dan voltase [4] .

Gambar 1.3 Curva I-V

Ketika sel dalam kondisi short circuit, arus short circuit I SC


dihasilkan, sedangkan pada kondisi open circuit tidak ada arus yang
dapat mengalir sehingga tegangannya maksimum, disebut tegangan
open-circuit.VOC. Titik pada kurva I-V yang menghasilkan arus dan
tegangan

maksimum

disebut

titik

daya

maksimum

(MP).

Karaktersitik penting lainnya dari sel surya yaitu fill factor (FF),
dengan persamaan,

FF

Vmp .I mp
VOC I SC

dengan
I maks

= Arus ketika daya keluaran maksimum

V maks

= Voltase tegangan ketika daya keluaran maksimum

I sc = Arus ketika rangkaian short


V oc

= Voltase tegangan ketika rangkaian terbuka

daya maksimum dari sel surya dinyatakan dengan,

PMAX Vmp .I mp VOC I SC FF


Sehingga Efsiensi daya dalam sel surya dirumuskan sebagai:

Pmax
pin

yang merupakan perbandingan daya listrik yang dihasilkan sel surya


dengan daya total foton yang masuk ke dalam sel surya. Daya
maksimum yang dihasilkan sel surya adalah

Pmax Voc I
Beberapa karakteristik penting sel surya terdiri dari tegangan
open circuit (Voc), arus hubungan singkat(Isc), efek perubahan
intensitas cahaya matahari, efek perubahan temperature [5].

Tegangan Open Circuit (Voc)


Voc adalah tegangan yang dibaca pada saat arus tidak mengalir
atau bisa disebut juga arus sama dengan nol. Cara untuk
mencapai open circuit (Voc) yaitu dengan menghubungkan kutub
positif dan kutub negative modul surya dengan voltmeter,
sehingga akan terlihat nilai tegangan open circuit sel surya pada
voltmeter

Arus Short Circuit (Isc)


Isc adalah arus maksimal yang dihasilkan oleh modul sel surya
dengan cara menge-short-kan kutub positif dengan kutub negatif
pada modul surya. Dan nilai Iscakan terbaca pada amperemeter.
Arus yang dihasilkan modul surya dapat menentukan seberapa
cepat modul tersebut mengisi sebuah baterai. Selain itu, arus dari
modul surya juga menentukan dayamaksimum dari alat yang
digunakan.
Efek perubahan intensitas cahaya matahari terjadi apabila

jumlah energi cahaya matahari yang diterima sel surya berkurang


atau intensitas cahayanya melemah seperti Gambar 4, maka besar
tegangan dan arus listrik yang dihasilkan juga akan menurun.
Penurunan tegangan relatif lebih kecil dibandingkan penurunan arus
listriknya.

Gambar 1.4 Kurva tegangan arus sel surya terhadap

Intensitas
1.2 Tujuan
Tujuan dari eksperimen ini adalah:

Menghitung efisiensi sel surya.


Menganalisa pengaruh panjang

gelombang

dan

perubahan

intensitas cahaya matahari yang diterima terhadap efisiensi dari


sel surya.
2. METODE PERCOBAAN
2.1 Waktu dan Tempat
Pengambilan data eksperimen ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 11
November 2014 pukul 12.40-14.00 WIB, bertempat di Laboratorium Fismatel UIN
Sunan Gunung Djati Bandung.
2.2 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam melakukan eksperimen ini yaitu:
Panel sel surya
Sumber cahaya (Matahari)
Catu daya AC 220 volt
Potensiometer
Amperemeter
Voltmeter
Kabel Penghubung
Mika berwarna
2.3 Prosedur Percobaan
2.3.1.
Pengukuran Efisiensi Sel Surya
Pertama-tama praktikan menyiapkan semua bahan dan
alat eksperimen. Kemudian praktikan menyusun rangkaian
seperti pada gambar:

Gambar 1.5 Rangkaian eksperimen Sel Surya

Praktikan mengatur potensiometer RV hingga tegangan


pada voltmeter bernilai nol (V=0). Praktikan mencatat arus
yang terbaca pada amperemeter sebagai Isc (arus singkat).
Kemudian praktikan memutar potensiometer hingga diperoleh
pasangan nilai V I. Langkah ini diulangi untuk berbagai nilai
V I. Praktikan mengatur potensiometer RV hingga arus pada
amperemeter bernilai nol (I=0). Praktikan mencatat tegangan
yang terbaca pada voltmeter sebagai Voc (tegangan terbuka).
2.3.2.
Pengaruh Panjang Gelombang
Praktikan menyiapkan semua bahan dan alat eksperimen
(alat eksperimen: Panel sel surya, Sumber cahaya (Matahari),
Catu

daya

AC

220

volt.,

Potensiometer,

Amperemeter,

Voltmeter, Kabel penghubung dan Mika berwarna. Tutupi sel


surya menggunakan mika berwarna (merah, kuning, biru, dll)).
Praktikan
2.3.3.

mengulangi

langkah

selanjutnya

pengukuran efisiensi sel surya.


Perubahan Intensitas Cahaya Matahari
Praktikan mengulangi langkah

seperti

sebelumnya

pada

dengan

memvariasikan ketinggian sumber cahaya terhadap sel surya.


3. DATA DAN HASIL
3.1. Pengukuran Efisiensi Sel Surya

No.

R ()

V
(Volt)

Intensitas
I (A)

h (m)

Cahaya
(Watt/m2)

Pout

Pin

(Watt)

(Watt)

(%)

20000

1.2

0.00191

0.13

16.2

0.00229

0.0243

9%

20000

2.33

0.00166

0.13

16.2

0.00387

0.0243

16%

20000

2.56

0.00142

0.13

16.2

0.00364

0.0243

15%

20000

2.7

0.00108

0.13

16.2

0.00292

0.0243

12%

20000

2.74

0.00093

0.13

16.2

0.00255

0.0243

10%

20000

2.79

0.0007

0.13

16.2

0.00195

0.0243

8%

20000

2.81

0.00056

0.13

16.2

0.00157

0.0243

6%

20000

2.82

0.0005

0.13

16.2

0.00141

0.0243

6%

20000

2.83

0.00044

0.13

16.2

0.00125

0.0243

5%

10

20000

2.84

0.00038

0.13

16.2

0.00108

0.0243

4%

Tabel 1.1. Data pengamatan pengukuran efisiensi sel surya

Pengukuran Efisiensi Sel Surya


0
0
0
Arus (ampere)

0
0
0
1

1.2 1.4 1.6 1.8

2.2 2.4 2.6 2.8

Tegangan (volt)

Gambar 1.6. Grafik tegangan-arus dari sel surya terhadap intensitas cahaya
3.2. Pengaruh Panjang Gelombang
Ungu
No.

I (A)

V
(volt)

Intensitas
Cahaya
(Watt/m2)

0.00132

0.7

10.6

0.00122

1.29

10.6

0.00112

10.6

0.00102

2.31

10.6

0.00083

2.53

10.6

0.00069

2.61

10.6

Pout

Pin

(m2)

(watt)

(watt)

0.000924

0.0159

6%

0.001574

0.0159

10%

0.00224

0.0159

14%

0.002356

0.0159

15%

0.0021

0.0159

13%

0.001801

0.0159

11%

0.001
5
0.001
5
0.001
5
0.001
5
0.001
5
0.001

(%)

0.00059

2.66

10.6

0.00048

2.69

10.6

0.00044

2.7

10.6

10

0.00038

2.72

10.6

5
0.001
5
0.001
5
0.001
5
0.001

0.001569

0.0159

10%

0.001291

0.0159

8%

0.001188

0.0159

7%

0.001034

0.0159

7%

5
Tabel 1.2. Data pengamatan pengaruh panjang gelombang menggunakan mika ungu

Mika Ungu
0
0
Arus (Ampere)

0
0
0.5

1.5

2.5

Tegangan (volt)

Gambar 1.7. Grafik tegangan-arus dari sel surya terhadap intensitas cahaya menggunakan mika
ungu
Biru
No.

I (A)

V
(volt)

Intensitas
Cahaya
(Watt/m2)

0.00077

0.51

4.5

0.00073

1.11

4.5

0.00065

1.78

4.5

0.0006

2.1

4.5

0.00052

2.33

4.5

Pout

Pin

(m2)

(watt)

(watt)

0.000393

0.0015

26%

0.00081

0.0015

54%

0.001157

0.0015

77%

0.00126

0.0015

84%

0.001212

0.0015

81%

0.001
5
0.001
5
0.001
5
0.001
5
0.001
5

(%)

0.00046

2.43

4.5

0.00042

2.47

4.5

0.00036

2.52

4.5

0.00031

2.56

4.5

10

0.00028

2.58

4.5

0.001
5
0.001
5
0.001
5
0.001
5
0.001

0.001118

0.0015

75%

0.001037

0.0015

69%

0.000907

0.0015

60%

0.000794

0.0015

53%

0.000722

0.0015

48%

5
Tabel 1.3. Data pengamatan pengaruh panjang gelombang menggunakan mika biru

Mika Biru
0
Arus (Ampere) 0
0
0

0.5

1.5

2.5

Tegangan (Volt)

Gambar 1.8. Grafik tegangan-arus dari sel surya terhadap intensitas cahaya menggunakan mika
biru
Merah
No.

I (A)

V
(volt)

Intensitas
Cahaya
(Watt/m2)

0.00038

1.54

7.2

0.00033

1.91

7.2

0.00029

2.16

7.2

0.00027

2.24

7.2

0.00023

2.33

7.2

Pout

Pin

(m2)

(watt)

(watt)

0.000585

0.0108

5%

0.00063

0.0108

6%

0.000626

0.0108

6%

0.000605

0.0108

6%

0.000536

0.0108

5%

0.001
5
0.001
5
0.001
5
0.001
5
0.001

(%)

5
6

0.0002

2.38

7.2

0.00018

2.42

7.2

0.00016

2.44

7.2

0.00014

2.46

7.2

0.001
5
0.001
5
0.001
5
0.001
5
0.001

0.000476

0.0108

4%

0.000436

0.0108

4%

0.00039

0.0108

4%

0.000344

0.0108

3%

3%
0.000321 0.0108
5
Tabel 1.4. Data pengamatan pengaruh panjang gelombang menggunakan mika merah
10

0.00013

2.47

7.2

Mika Merah
0
0
Arus (Ampere) 0
0
0
1.4

1.6

1.8

2.2

2.4

2.6

Tegangan (Volt)

Gambar 1.9. Grafik tegangan-arus dari sel surya terhadap intensitas cahaya menggunakan mika
merah
3.3. Perubahan Intensitas Cahaya Matahari

No

V
(volt)

2.67

2.57

2.48

2.33

Intensitas
I (A)

h (m)

Cahaya

L (m2)

(Watt/m2)
0.0008
5
0.0008
2
0.0007
9
0.0007

Pout

Pin

(watt)

(watt)

(%)

0.0229

10%

5
0.0202

10%

0.15

15.3

0.0015

0.00227

0.17

13.5

0.0015

0.00211

0.19

11.8

0.0015

0.00196

0.0177

11%

0.21

10.6

0.0015

0.00175

0.0159

11%

2.17

1.97

1.86

1.63

1.59

10

1.4

5
0.0006
9
0.0006
2
0.0005
9
0.0005
2
0.0005
1
0.0004

0.0139

11%

5
0.0121

10%

0.23

9.3

0.0015

0.0015

0.25

8.1

0.0015

0.00122

0.27

7.8

0.0015

0.0011

0.0117

9%

0.29

0.0015

0.00085

0.0105

8%

0.31

6.3

0.0015

0.00081

0.0094

9%

0.33

0.0015

0.00063

5
Tabel 1.5. Data pengamatan perubahan intensitas cahaya

5
0.009

7%

Perbandingan tegangan dan arus dengan perubahan Intensitas Cahaya


0
0
0
Arus (Ampere) 0
0
0
1.2 1.4 1.6 1.8 2 2.2 2.4 2.6 2.8
Tegangan (volt)

Gambar 1.10. Grafik tegangan-arus dari sel surya terhadap perubahan intensitas cahaya
4. ANALISIS
Pada eksperimen ini, praktikan dituntut untuk dapat menganalisa pengaruh
panjang gelombang dan perubahan intensitas cahaya matahari yang
diterima terhadap efisiensi dari sel surya. Pada eksperimen ini praktikan
melakukan tiga percobaan, diantaranya pengukuran efisiansi sel surya,
pengaruh

panjang

gelombang,

dan

perubahan

intensitas

cahaya

matahari.
Dari data yang diperoleh dapat diketahui bahwa jarak penyinaran
sumber cahaya ke panel surya mempengaruhi besar arus dan tegangan

yang akan diperoleh. Hal tersebut jug anantinya dapat mempengaruhi


nilai efisiensi dari sel surya tersebut. Dapat dilihat dari data yang
diperoleh dengan tiga variasi berbeda memiliki nilai rata-rata efisiensi
yang berbeda pula. Hal ini disebabkan oleh adanya intensitas cahaya
yang masuk ke dalam panel surya berbeda-beda. Semakin dekat sumber
cahaya ke panel surya, maka semakin besar pula arus dan tegangan yang
dihasilkan. Dengan kata lain, semakin besar nilai kuat arus dan tegangan yang ukur,
maka energi atau daya yang dihasilkan ketika foton berubah menjadi energi listrik yang
diukur dengan adanya arus mengalirpun semakin besar.
Pada eksperimen ini dilakukan pula variasi pengaruh variasi panjang
gelombang terhadap efisiensi panel surya tersebut. Dalam eksperimen
ini,

praktikan

menggunakan

tiga

buah

mika

berwarna

untuk

mendapatkan panjang gelombang yang berbeda untuk setiap mika.


Ketiga warna mika yang dipakai yaitu warna ungu, merah, dan biru.
Masing-masing mika memiliki panjang gelombang yang berbeda yang
dapat mempengaruhi intensitas cahaya dan efisiensi dari panel surya
yang digunakan. Pada mika merah mengahsilkan panjang gelombang
yang paling besar yakni sekitar 700nm, warna ungu menghasilkan
panjang gelombang sekitar 380nm dan warna biru menghasilkan
panjang gelombang sekitar 430nm.
5. KESIMPULAN
Dari eksperimen ini dapat disimpulkan bahwa sel surya atau
fotovoltaik dapat berupa alat semikonduktor penghantar aliran listrik
yang dapat secara langsung mengubah energi surya menjadi bentuk
tenaga

listrik

secara

efisien.

Besarnya

efisiensi

yang

dihasilkan

dipengaruhi oleh jarak sumber cahaya ke sel surya, jumlah intensitas


cahaya atau foton yang masuk ke sel surya serta perbedaan panjang
gelombang cahaya tampak yang masuk ke dalam sel surya.

DAFTAR PUSTAKA

1 Teknik Mesin Untag Cirebon. Pembangkit Listrik Tenaga Surya. 18


April

2012

http://tekmesintag45.blogspot.com/2012/04/plts.html

(Diakses 24April 2014).


2 Tim Eksperimen Fisika I. 2013. Modul Eksperimen Fisika I. Bandung:
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.
3 Al Fattah Faisal M.th 2008. Analisa Daya Dan Heat Stress Pada
Metode

Efesiensi

Sel

Surya

Sebagai

Energi Alternatif

Ramah

Lingkungan. Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sumatra Utara


Medan.
4 Ouaschning, V. 2005. Understanding Renewable Energy Systems.
Earthscan London.
5 S. Nema, R. K. Nema, G. Agnihotri, Matlab/Simulink Based Study of
Photovoltaic

Cells/

Modules/

Array

and

Their

Experimental

Verification. International Journal of Energy and Environment. Volume


1, Issue 3, 2010 pp.487-500.
6 S. Wijoyo, Upaya Peningkatan Kapasitas Daya Output Photovoltaic
melalui proses pendinginan, Surabaya: Universitas Kristen Petra,
2000.
[7]. Nuryadin, B. W,. 2014.

Pengukuran Karakteristik Sel Surya.

Bandung : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati.